Puskesmas Jiko Kembali Suntik Vaksin Anak dan Masyarakat Umum

HALSEL, CN – Puskesmas Jiko Kecamatan Mandioli Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali menggelar vaksinasi anak di 2 Desa dan masyarakat umum.

Suntik vaksin Covid-19 dilakukan di Sekolah diantaranya, SD Negeri 211 Halsel di Desa Tabalema dan SD Negeri 214 Halsel di Desa Tabamoi Kecamatan Mandioli Selatan.

“Hari ini kami melakukan vaksinasi di 3  lokasi di 2 Desa, 2 lokasi di SD, 1 lokasi lagi dalam di Desa untuk masyarakat umum,” kata Kepala Puskesmas Jiko, Safra Husen.

Safra menjelaskan, dari 33 pelajar di SDN 211 Halsel, yang divaksin 29 orang. Sedangkan SDN 214 Halsel dengan jumlah siswa 20, yang divaksin 12 orang.

“Jadi ditambah dengan pelajar SMP 9 orang dan SMA 7 orang dan masyarakat umum 33 orang, maka total yang divaksin hari ini sebanyak 90 orang,” terangnya.

Menurutnya, vaksin Covid-19 ini sangat efektif dalam memberikan kekebalan tubuh dan menekan penyebaran Covid-19 kepada anak usia 6-11 Tahun dan juga masyarakat umum.

“Alhamdulillah, hingga malam pelaksanaan vaksin di 3 lokasi ini tetap berjalan lancar,” akunya.

Untuk target, Safra bilang, semua pelajar harus divaksin secara keseluruhan. Namun terkendala pada orang tua wali murid sedang beraktivitas di kebun.

“Pelajar yang belum divaksin karena orang tua mereka lagi ke Kebun. Karena disaat Dokter sedang Screening harus ada orang tua anak karena yang tahu penyakit dan lain hal itu dari orang tua juga, itu yang dipertimbangkan,” katanya.

Meski begitu, Safra mengaku bahwa  vaksinasi digelar pada pukul 08.00 hingga 23.00 WIT. Sehingga dirinya bersama Tim Vaksinasi Kecamatan Mandioli Selatan nekat pulang malam menggunakan Speed Boat.

Dalam perjalanan, Safra mengaku  bahwa Speed Boat yang digunakan Tim Vaksinasi mengalami mati mesin.

“Tapi apalah daya, yang terpenting perjuangan kita untuk memutus mata rantai Covid-19 sesuai keinginan bersama telah berjalan lancar. Harapan kami, tentunya dengan dilaksanakan vaksinasi setiap hari ini, peningkatan capaian vaksinasi dapat terus meningkat. Amin,” tutupnya. Sembari berterimakasih atas semangat tinggi dari Tim Vaksinasi Kecamatan Mandioli Selatan. (Red/CN)

Isak Tangis Warnai Sertijab Kepsek SDN 178 Halsel

HALSEL, CN – Ada pertemuan juga tentunya ada perpisahan, begitulah suasana haru menyelimuti SD Negeri 178 Halmahera Selatan. Pasalnya, didepan Gedung SDN 178 Halsel digelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Sekolah baru.

Dimana, saat Sertijab Kepala Sekolah yang dipimpin langsung Kepala Bidang (Kabid) SD Dikbud Halsel Ikbal Hajiji pada Senin (28/3/2022), tampak bergembira menyambut kehadiran Kepsek yang baru, namun bercampur suasana sedih melepas sambut Kepsek lama, sehingga membuat para pelajar mengeluarkan air mata.

Dalam sambutan pada acara perpisahan yang diselenggarakan itu, Ikbal Hajiji  menyampaikan rasa terimakasih kepada Kepala Sekolah lama, Basra Majirun  sekaligus memperkenalkan Kepala Sekolah baru, Munawir M Jen.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas pengabdian yang telah diberikan oleh bapak Basra Majirun, kemajuan Sekolah kita saat ini sudah tentunya tak lepas dari sumbangsih dan kerja keras Kepala Sekolah dan rekan-rekan para Guru kita semua yang selama ini telah mengabdi di SDN 178 Halsel di Desa Bahu Kecamatan Mandioli Selatan ini,” kata Ikbal.

Sementara Basra Majirun dalam kesempatan itu mengatakan bahwa perpisahan bukanlah akhir dari ikatan persaudaraan, sehingga ia mengajak para Guru, Staf dan Komite tetap menjaga silaturahmi dan menjalin komunikasi yang baik meskipun tidak lagi menjabat sebagai Kepala SDN 178 Halsel.

“Sekolah sudah seperti keluarga, maka saya selaku Kepala Sekolah berharap kepada Guru, Staf dan Komite agar  perpisahan ini bukanlah akhir dari persaudaraan, tetapi tetap harus menjaga silahturahmi dan komunikasi,” harap Basra.

Basra yang saat ini sebagai mantan Kepsek itu mengaku merasa sedih untuk meninggalkan SDN 178 Halsel yang sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri. Dirinya mengatakan, banyak pelajaran yang ia dapatkan di SDN 178 Halsel.

“Saya merasa seperti keluarga sendiri dan semua rekan rekan sangat kompak sudah seperti anak sendiri. Saya juga telah belajar banyak hal di Sekolah ini,” jelas Basra.

Setelahnya Kepsek baru, Munawir M Jen juga dalam kesempatan itu menyampaikan rasa terimakasih kepada Bupati Halsel, Usman Sidik yang telah memberikan amanah untuk dirinya memimpin SDN 178 Halsel.

“Terimakasih banyak kepada pak Bupati Usman Sidik dan pihak Dinas Pendidikan yang sudah memberikan saya kesempatan untuk menjadi Kepala Sekolah. Dan tak lupa pula saya berterimakasih kepada pak Basra dan semua para Guru serta para orang tua wali Murid yang sudah menerima dan memberikan saya kesempatan menjadi Kepala Sekolah disini. Insya Allah amanah ini berjalan sesuai harapan kita semua. Amin,” cetusnya.

Meski begitu, Munawir juga mengutip kata Tokoh Legendaris dalam Dunia Pendidikan di Indonesia Ki Hajar Dewantara bahwa setiap orang menjadi Guru, setiap Rumah menjadi Sekolah.

“Maka dari itu, mari kita sama-sama saling bantu dan kerja sama untuk Pendidikan demi masa depan anak-anak dan adik-adik kita ke depan nanti,” tutupnya. (Red/CN)

Pergantian Kepala SMPN 61 Halsel, Warga Silang : Kami Tidak Mau Anak-anak Kami Jadi Korban

HALSEL, CN – Tuntutan warga di Desa Silang Kecamatan Bacan Timur Selatan untuk mengembalikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 61 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) bakal ditindaklanjuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Halsel Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini dijelaskan Sekertaris Dikbud Halsel Jais A. Abdul Fatah saat dikonfirmasi cerminnusantara.co.id,  melalui via telepon seluler, Rabu (23/3/2022).

“Pak Camat, Kapolsek, Babinsa dengan kami dari Dinas Pendidikan kemarin sudah menggelar pertemuan bersama dengan masyarakat Desa Silang,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, Sekertaris Dikbud Halsel menjelaskan, keputusan awal masyarakat tetap menolak Kepsek baru Abdurrahim Halim demi mempertahankan Kepsek lama Burhanuddin Samad.

“Tapi kami bilang ke masyarakat bahwa Kepala Sekolah yang baru ini sudah dilantik. Makanya untuk sekarang ini kita kembalikan Kepala Sekolah yang lama juga tetap belum bisa. Jadi pemalangan Sekolah harus di buka dulu, supaya menyelamatkan anak-anak yang Sekolah karena dalam bulan Puasa Tanggal 18 April 2022 ini sudah melaksanakan Ujian. Sebab, kalau sudah saatnya Ujian, Kepala Sekolah yang baru ini harus menjalankan tugasnya. Karena sudah dilantik menjadi Kepala Sekolah,” kata Jais A. Abdul Fatah.

Jais bilang, semua kewenangan Sekolah ada ditangan Kepsek baru bukan lagi di Kepsek lama.

“Semua administrasi Sekolah di tangan Kepala Sekolah yang lama sudah putus, jadi sudah tidak bisa sama sekali karena soal tanda tangan ijazah dan yang lain itu, jika kalau sampai harus dilaksanakan,  maka tanda tangan ijazah akan dianggap ilegal,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Jais meminta warga untuk memberikan kesempatan kepada Abdurrahim Halim agar menjalankan tugasnya sebagai Kepsek SMPN 61 Halsel selama 3 Bulan. Setelah itu, baru dievaluasi kembali.

“Jadi kalau memang kinerjanya tidak sesuai, baru kita usulkan pergantian Kepala Sekolah lagi. Yang penting dia menjalankan tugasnya sekarang ini dulu,” tuturnya.

Selain itu, dirinya mengaku bahwa masyarakat telah merespon baik atas penjelasan yang telah dipaparkan Dikbud Halsel.

“Jadi sementara sekarang ini kegiatan proses belajar mengajar sudah berjalan,  itu keputusan bersama kami dengan masyarakat Desa Silang,” cetusnya.

Sementara itu, nampaknya warga Silang, Hairun Safi dengan tegas tetap menolak Kepsek baru. Warga berharap kepada Bupati Halsel, Usman Sidik untuk mempertimbangkan kembali dengan adanya pergantian Kepala SMPN 61 Halsel.

“Walaupun SK Kepala Sekolah yang baru sudah ada sekalipun, tapi kami berharap agar pak Bupati mempertimbangkan kembali dengan adanya permintaan masyarakat Silang ini karena biar bagaimanapun, kami dari masyarakat tetap menolak Kepsek baru dan meminta mengembalikan Kepala Sekolah yang lama,” pintanya.

Namun jika ada Guru yang berani mengatakan kinerja Kepsek lama tidak sesuai, maka warga Silang pastikan semua itu bohong. Mengapa, dimasa kepempimpinan Kepsek lama Abdurrahim Halim, separuh perlengkapan Rumah Dinas diambil dan diberikan kepada para Guru yang dekat dengannya.

“Kulkas dan peralatan Dapur lainnya juga sudah dikeluarkan bahkan tempat tidur juga pun Abdurrahim Halim bawa ke rumahnya seperti barang milik pribadinya sendiri. Selain barang peralatan yang ada di Rumah Guru, alat pengeras Suara di Sekolah pun sudah dibawah pulang dan tidak ada lagi di Sekolah.  Ini ada apa sebenarnya,” kesalnya.

Oleh karena itu, jika Bupati Usman Sidik  merasa Pendidikan ini penting bagi anak-anak, maka Usman Sidik harus mendengar aspirasi masyarakat untuk segera mengembalikan Kepsek lama.

“Kami menolak keras karena Kepala Sekolah yang baru ini tidak pernah mengurus Pendidikan saat dia masih menjadi Kepala Sekolah di Desa Silang. Yang urus pendidikan ini hanya Pak Burhanuddin Samad saja,” cetusnya.

Ia menjelaskan, sejak Abdurrahim Halim diganti dari Kepsek SMPN 6 Halsel, Sekolah tersebut mengalami kemajuan saat dipimpin Burhanuddin Samad. Sehingga warga Silang menilai Pendidikan di Desa Silang mulai berjalan lancar.

“Beberapa orang yang menjadi Kepsek disini pendidikan berjalan normal. Tapi setelah pak Abdurahim Halim jadi Kepala Sekolah disini bukan tidak bagus lagi, tapi memang sangat tidak bagus. Namun Alhamdulillah, ketika Abdurrahim Halim pindah dari sini dan digantikan dengan pak Burhanudin Samad, Pendidikan langsung mulai berjalan bagus hingga sekarang ini,” terangnya.

Akibat pergantian Kepsek baru yang dilantik belum lama ini, warga menyebut anak-anak akan menjadi korban. Sebab, Kepsek baru tidak pernah hadir di Desa apalagi di Sekolah.

“Padahal yang rugi ini bukan Pemerintah, tapi kami dari masyarakat yang rugi. Karena yang Sekolah itu anak-anak kami, makanya yang korban adalah kami dan anak-anak kami. Pak Bupati kami tidak mau anak-anak kami jadi korban,” tutupnya, sembari berharap Kepsek lama segera dikembalikan. (Red/CN)

Capaian Vaksinasi Dosis 2 Pelajar di SMPN 6 Halsel Hampir 90 Persen

HALSEL, CN – Persentase vaksinasi siswa SMP Negeri 6 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) sangat tinggi. Dimana, tercacat siswa yang sudah menerima vaksin Dosis 2 mencapai hampir 90 persen.

“Siswa kita ada 792, tinggal 120 siswa yang belum divaksin Dosis 2. Jadi yang belum divaksin akan menyusul,” jelas  Kepala SMPN 6 Halsel, Ismail Muis saat ditemui cerminnusantara.co.id, Selasa (22/3/2022).

Tingginya persentase vaksinasi siswa SMPN 6 Halsel tidak terlepas dari peran Kepala Sekolah dan para Guru yang terus proaktif mengajak dan mengimbau agar siswa mau menjalani vaksin.

“Pelaksanaan vaksinasi Dosis 2 ini mulai dilaksanakan pada Tanggal 3 Maret 2022 di Aula SMP Negeri 6 Halmahera Selatan,” ujarnya.

Selain itu, Sekolah terus mengedukasi kan pentingnya vaksinasi bagi siswa. Sebab, tujuan pemberian vaksin salah satunya menambah kekebalan dan meningkatkan herd imunity siswa.

“Jadi kuncinya, bagaimana kita bisa memberikan edukasi kepada orang tua terkait pentingnya vaksinasi bagi siswa serta menetralisir berita hoax yang banyak diterima orang tua terkait dengan vaksin ini,” kata Ismail.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (K3S) Halsel ini juga mengapresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel dan para orang tua yang peduli dengan program vaksinasi. Hal ini terbukti dari animo siswa menjalani vaksin diselenggarakan di setiap Sekolah.

“Saya bersyukur atas digelarnya vaksinasi tahap dua ini dan saya juga berharap kepada semua Sekolah yang di Kabupaten Halmahera Selatan untuk mempercepat vaksinasi anak,” ujarnya. (Red/CN)

Gedung SMPN 61 Halsel Dipalang, Warga Silang Minta Kembalikan Kepsek Lama

HALSEL, CN – Pergantian Kepala Sekolah (Kepsek) di SMP Negeri 61 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) di Desa Silang Kecamatan Bacan Timur Selatan, warga memblokade Gedung Sekolah.

Dimana, warga nekat memalang Gedung Sekolah lantaran secara tegas menolak Kepsek baru yang ditetapkan Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Halsel beberapa waktu lalu.

Informasi yang dihimpun cerminnusantara.co.id, Senin (21/3/2022) sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pergantian Kepsek lama, Burhanuddin Samad, warga Desa Silang terpaksa memboikot aktifitas belajar mengajar di Sekolah dengan cara menyegel pintu SMPN 61 Halsel.

Warga menegaskan akan membuka segel tersebut, jika Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Halsel memenuhi tuntutan warga untuk memgembalikan Kepsek lama, Burhanuddin Samad yang telah diganti.

Itu artinya, jika tuntutan warga tidak ditindaklanjuti Dikbud Halsel untuk mengembalikan Kepsek lama. Maka warga siap mengorbankan anak-anak mereka untuk tidak menjalankan proses belajar-mengajar.

Sementara itu, Kepsek baru, Abdurahim Halim ketika dikonfirmasi di Kantor Camat Bacan Timur Selatan, mengakui dengan adanya aksi pemalangan Gedung Sekolah tersebut.

“Kalau Pemalangan itu betul, tapi sekarang sudah dibuka tadi. Itu menurut Kepala Desa Silang,” kata Abdurahim.

Meski begitu, Abdurrahim mengklaim bahwa yang melakukan Pemalangan Sekolah hanya oknum masyarakat Desa Silang. Sementara diketahui yang melakukan aksi penolakan Kepsek baru  tersebut, selain orang tua wali Murid, siswa-siswi juga ikut serta dengan tegas tetap menolak Abdurahim Halim menjadi Kepala SMP Negeri 46 Halsel.

“Saya tidak mengerti, soal anak-anak Murid itu, karena yang saya dengar cuma oknum saja yang palang,” tuturnya.

Sekedar diketahui, Selasa besok (23/3), Pemerintah Kecamatan bersama Dikbud Halsel akan turun langsung ke lokasi  untuk menggelar pertemuan bersama warga Desa Silang. (Red/CN)

Tak Mau Diganti, Orang Tua Wali Murid Tolak Kepala SMPN 61 Halsel yang Baru Dilantik

HALSEL, CN – Orang tua wali murid di Desa Silang Kecamatan Bacan Timur Selatan melakukan aksi penolakan didepan Gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri 61 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) dengan adanya pergantian Kepala Sekolah.

Aksi tersebut dengan tujuan menolak Kepala SMPN 61 Halsel, Abdurahman Halim yang baru saja dilantik Bupati Halsel, Hi. Usman Sidik.

Informasi yang dihimpun cerminnusantara.co.id, Kamis (17/3/2022), orang tua wali murid bersama puluhan siswa-siswi melakukan aksi penolakan mengangkat Papan Tulis bertuliskan “Kami Siswa Walid Murid serta masyarakat menyampaikan kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan bahwa kami tegas menolak untuk mengganti Kepala SMPN 61. Kami tetap mempertahankan Bapak Burhanudin Samad sebagai Kepala Sekolah SMPN 61 Halsel dan kami tidak menerima Bapak Abdurahim Halim sebagai Kepala Sekolah yang baru”.

Salah seorang orang tua wali murid,  Bayani Salim saat dikonfirmasi melalui via telepon seluler mengakui dengan adanya aksi penolakan terhadap Kepsek SMPN 61 Halsel yang baru dilantik Bupati Halsel tersebut.

“Kami dari masyarakat menolak terkait dengan adanya Kepala Sekolah yang baru karena Kepala Sekolah yang baru ini pernah bertugas jadi Kepala Sekolah di Desa Silang dimasa pemerintahan yang sebelumnya. Sehingga masyarakat sudah tahu persis cara kepemimpinan Abdurahim Halim saat masih menjadi Kepala SMPN 61 Halsel di Desa Silang,” tegasnya.

Saat masih menjadi Kepala SMPN 61 Halsel dimasa Kepemimpinan Bahrain Kasuba, Bayani Salim bilang, Abdurahim Halim diistilahkan sebagai Kepala Sekolah Hari Kamis.

“Dulu dia masih jadi Kepala Sekolah itu masyarakat bilang dia (Abdurahim Halim-red) Kepala Sekolah Hari Kamis karena jarang masuk Sekolah,” tuturnya.

Bahkan kata dia, para Guru juga ikut menolak Abdurahim Halim untuk mempertahankan Burhanudin Samad menjadi Kepala SMPN 61 Halsel.

“Guru-guru di sana juga tetap menolak dengan adanya pergantian Kepala Sekolah yang baru ini, karena mereka pertahankan tetap Kepala Sekolah yang lama,” cetus Bayani.

Sebab, menurut para Guru dan orang tua wali murid, pelayanan Burhanudin Samad terhadap anak murid dengan memiliki keharmonisan kepada orang tua wali Murid serta aktif dalam kegiatan dengan masyarakat diluar Sekolah.

“Kami menilai Bapak Burhanudin Samad itu sangat bagus cara memimpin Sekolah, karena beliau rajin masuk Sekolah,” akunya.

Bayani bilang, saat ini siswa-siswi sedang mogok belajar karena tak mau Burhanudin Samad diganti. Meski begitu, dirinya menegaskan bahwa orang tua wali Murid di Desa Silang menegaskan tetap menolak Abdurahim Halim sebagai Kepala SMPN 61 Halsel.

“Oleh karena itu, kami berharap kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan pak Bupati Halsel untuk lebih jeli lagi melihat kondisi dan bila perlu segera turun langsung ke Sekolah untuk melihat langsung,” tutupnya. (Red/CN)