Cermin Nusantara

Bitcoin Tertekan, Harga BTC Dekati Support Kritis 74.950 Dollar AS

JAKARTACN – Bitcoin (BTC) kembali berada dalam tekanan dalam beberapa hari terakhir. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia itu bergerak melemah dan mendekati level support penting yang dinilai akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Dikutip dari NewsBTC, Kamis (28/5/2026), Bitcoin sempat turun ke bawah level 75.500 dollar AS dan terus bergerak di zona merah seiring meningkatnya tekanan jual di pasar kripto global.

Sejumlah analis menilai, jika level support utama gagal dipertahankan, pelemahan harga Bitcoin berpotensi berlanjut lebih dalam.

Di tengah tekanan tersebut, perhatian investor global justru mulai beralih ke saham-saham teknologi, khususnya perusahaan produsen chip memori berbasis kecerdasan buatan (AI). Perpindahan aliran modal ke sektor teknologi disebut ikut memengaruhi minat investor terhadap aset kripto, termasuk Bitcoin.

Saham Teknologi Naik, Kripto Kehilangan Momentum

CoinDesk melaporkan, Bitcoin masih berada di bawah tekanan ketika saham perusahaan semikonduktor Korea Selatan, SK Hynix, melonjak hingga menembus valuasi 1 triliun dollar AS.

Sebelumnya, Micron Technology juga mencapai kapitalisasi pasar serupa setelah sahamnya naik lebih dari 20 persen.

Lonjakan saham produsen chip memori menarik perhatian investor global, sementara pasar kripto justru bergerak stagnan dan kehilangan momentum.

Situasi ini terjadi ketika Bitcoin gagal mempertahankan area harga di atas 76.000 dollar AS. Tekanan jual yang terus berlanjut membuat harga BTC turun dan mendekati area support krusial di kisaran 74.000 hingga 75.000 dollar AS.

NewsBTC menyebut Bitcoin memulai penurunan baru setelah bergerak di bawah zona 75.500 dollar AS. BTC juga diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan sederhana 100 jam yang mengindikasikan tren jangka pendek masih bearish.

Tidak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainnya seperti Solana dan XRP juga mengalami pelemahan seiring meningkatnya aksi jual di pasar.

CoinDesk bahkan mencatat posisi long kripto senilai 500 juta dollar AS mengalami likuidasi ketika Bitcoin turun ke area 78.000 dollar AS pada pertengahan Mei 2026.

Level 74.950 Dollar AS Jadi Penentu

Coinpedia menyebut level 74.950 dollar AS menjadi area penting yang wajib dipertahankan pelaku pasar. Jika level tersebut gagal dijaga, risiko penurunan lebih dalam dinilai semakin terbuka.

Posisi Bitcoin saat ini berada tepat di atas area support utama yang sebelumnya terbentuk pada April 2024. Kondisi itu membuat pasar sangat sensitif terhadap tekanan jual tambahan.

Para bullish atau investor yang masih optimistis terhadap kenaikan harga harus mampu mempertahankan area 74.950 dollar AS agar potensi koreksi lebih dalam dapat dihindari.

Jika support tersebut jebol, harga Bitcoin berisiko turun menuju level yang lebih rendah.

Sementara itu, NewsBTC menilai Bitcoin kini menghadapi area resistensi di kisaran 75.500 hingga 76.200 dollar AS. Selama harga belum mampu kembali menembus area tersebut, tekanan bearish dinilai masih dominan.

Analis juga memperhatikan pola teknikal jangka pendek yang menunjukkan kecenderungan pelemahan lanjutan. Bitcoin disebut gagal bertahan di atas 76.000 dollar AS dan terus mencatat lower high dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Sepanjang reli Mei 2026, Bitcoin sempat bergerak di kisaran 76.300 hingga 82.500 dollar AS. Namun aset tersebut gagal menembus area resistance penting meski beberapa kali mencoba breakout.

Ketegangan Geopolitik dan The Fed Jadi Sorotan

Selain faktor teknikal, pasar kripto juga dibayangi ketidakpastian geopolitik global. Beberapa laporan menyebut meningkatnya tensi di Timur Tengah turut memicu aksi risk-off investor terhadap aset berisiko seperti kripto.

Bitcoin bahkan sempat menyentuh area 73.000 dollar AS ketika pasar global dihantam kekhawatiran terhadap eskalasi konflik internasional.

Tekanan geopolitik juga memengaruhi sentimen investor ritel. Bitcoin mengalami tekanan signifikan dan turun ke level terendah dalam lebih dari enam pekan terakhir di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global.

Di sisi lain, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) juga masih menjadi perhatian utama pasar.

CoinDesk sebelumnya melaporkan Bitcoin cenderung bergerak mendatar di kisaran 77.000 dollar AS menjelang pergantian kepemimpinan di The Fed.

Pasar kini menunggu arah kebijakan moneter berikutnya setelah Kevin Warsh resmi dilantik menjadi Ketua The Fed.

Dalam pidatonya, Warsh mengatakan akan memimpin The Fed dengan pendekatan reformasi dan pembelajaran dari kesalahan masa lalu.

Meski demikian, ketidakpastian mengenai arah suku bunga masih membuat investor berhati-hati terhadap aset berisiko.

Dalam jangka pendek, perhatian pasar kini tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area support di bawah 75.000 dollar AS yang disebut akan menjadi penentu apakah BTC mampu rebound atau justru melanjutkan tren penurunan lebih dalam. (Hardin CN)

Solidaritas Putra Putri Desa Orimakurunga Menggema, Belasan Ekor Sapi Kurban Warnai Idul Adha 2026 di Halsel

HALSEL, CN – Semangat kebersamaan dan solidaritas masyarakat Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), benar-benar terlihat pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Bagaimana tidak, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di desa tersebut bahkan berlangsung hingga dua hari penuh karena banyaknya jumlah sapi kurban yang terkumpul dari hasil swadaya masyarakat dan putra putri asli Desa Orimakurunga.

Tercatat, belasan ekor sapi berhasil dikurbankan pada Idul Adha tahun ini. Seluruh hewan kurban tersebut bukan berasal dari bantuan pemerintah maupun pihak tertentu, melainkan murni hasil komitmen, kepedulian dan gotong royong masyarakat Desa Orimakurunga sendiri.

Putra putri desa yang menetap di kampung halaman maupun yang merantau ke berbagai kabupaten, kota hingga daerah lain di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), secara sukarela mengumpulkan biaya demi menyukseskan pelaksanaan kurban bersama.

Besarnya jumlah hewan kurban membuat proses penyembelihan dan pembagian daging kepada masyarakat berlangsung hingga dua hari. Hal itu sekaligus menjadi bukti tingginya partisipasi masyarakat Desa Orimakurunga dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan sosial.

Kegiatan tersebut bahkan disebut-sebut sebagai salah satu pelaksanaan kurban terbesar di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan pada tahun 2026.

Kepala Desa (Kades) Orimakurunga, Rusdi Sidik, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kekompakan masyarakat serta kontribusi besar putra putri desa.

Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun desa.

“Kami sangat bersyukur dan bangga karena pelaksanaan kurban tahun ini berjalan luar biasa. Bahkan proses penyembelihan berlangsung sampai dua hari karena jumlah sapi yang begitu banyak,” ujar Rusdi Sidik, kepada wartawan, Kamis (28/5).

Ia menegaskan bahwa seluruh hewan kurban tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat.

“Ini murni dari kekompakan masyarakat dan putra putri asli Desa Orimakurunga. Baik yang tinggal di desa maupun yang berada di luar daerah semuanya ikut berpartisipasi dengan penuh keikhlasan,” katanya.

Rusdi menilai, semangat persatuan seperti ini harus terus dijaga karena menjadi modal sosial yang sangat penting dalam membangun kemajuan desa di masa depan.

Sementara itu, Imam Desa Orimakurunga, Saleh, turut mengungkapkan rasa haru dan syukur melihat tingginya antusiasme masyarakat pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Menurutnya, pelaksanaan kurban bukan hanya tentang ibadah semata, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persaudaraan antar sesama masyarakat desa.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebahagiaan besar bagi masyarakat Desa Orimakurunga. Kami berterima kasih kepada seluruh putra putri desa yang telah menunjukkan kepedulian dan rasa cinta terhadap kampung halaman,” ucap Saleh.

Ia berharap, semangat kebersamaan tersebut terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi muda agar budaya gotong royong tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Pelaksanaan kurban besar-besaran di Desa Orimakurunga ini pun menjadi perhatian masyarakat luas. Dimana, Di tengah kehidupan modern yang semakin individualis, warga desa di Pulau WAIDOBA tersebut justru memperlihatkan kekuatan solidaritas yang nyata.

“Momentum Idul Adha 2026 akhirnya bukan hanya menjadi hari besar keagamaan bagi masyarakat Orimakurunga, tetapi juga menjadi simbol persatuan, loyalitas terhadap kampung halaman, serta bukti bahwa masyarakat yang bersatu mampu menciptakan kebanggaan besar dengan kekuatan sendiri,” tutupnya Saleh. (Hardin CN)

THR TPG 2025 Guru di Halsel Belum Cair Jelang Idul Adha 2026, Kepsek Pertanyakan Nasib Dana

HALSEL, CN – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), mengeluhkan Tunjangan Hari Raya (THR) Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun 2025 yang hingga kini belum juga dicairkan.

Keluhan itu muncul setelah sebelumnya Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Halsel, Dr Muhamad Agus Umar, M.Sc, sempat menyampaikan melalui pesan WhatsApp kepada para Kepsek agar bersabar karena berkas pencairan sedang diproses sesuai prosedur.

Dalam pesan tersebut, Sekdis meminta para Kepsek tidak mengumbar informasi tersebut ke media sosial.

“Saat ini kami sedang memproses berkas pencairan THR TPG 2025. Mohon bersabar dan tidak mengumbar info-info unfaedah di media sosial karena kami bekerja sesuai SOP. Mari torang (kita) jaga nama baik DINAS PENDIDIKAN yang sama-sama torang (kita) cintai. Kalau ada hal-hal yang kurang jelas silahkan kordinasi ke kantor, dan kalaupun ada pelayanan dari staf yang kurang berkenan silahkan disampaikan ke Ibu Kadis/Sekretaris,” tulis Sekdis dalam pesan WhatsApp yang dikirim sekitar dua bulan lalu.

Namun hingga akhir Mei 2026, dana THR TPG tersebut belum juga diterima para guru, sehingga memicu keresahan di kalangan Kepsek maupun tenaga pendidik.

Salah seorang Kepsek yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengaku kecewa lantaran pencairan THR belum terealisasi, padahal kebutuhan menjelang Idul Adha 2026 semakin meningkat.

“THR TPG 2025 kami belum cair sampai sekarang ini, padahal dananya sudah ada. Atau mungkin dananya sudah digunakan di tempat lain?” keluh salah seorang Kepsek kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Selasa (26/5/2026).

Selain menanyakan nasib Dana, Menurut para Kepsek, keterlambatan pencairan THR ini sangat berdampak terhadap kondisi ekonomi para guru, terutama menjelang momentum Hari Raya Idul Adha yang identik dengan meningkatnya kebutuhan keluarga.

Sementara itu, Sekdis Pendidikan Halsel, Dr Muhamad Agus Umar, M.Sc, saat kembali dikonfirmasi wartawan menegaskan bahwa proses administrasi di internal Dinas Pendidikan telah selesai.

“Proses administrasi di Dinas Pendidikan sudah selesai. Surat Permintaan Pembayaran (SPM) dari Dinas Pendidikan sudah diajukan ke Dinas Keuangan sejak tanggal 8 April kemarin. Jadi nanti konfirmasi ke Kadis Keuangan ya,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Keuangan Halsel belum dikonfirmasi terkait penyebab belum cairnya THR TPG 2025 para guru di Halsel. (Hardin CN)

ShortPro Indonesia Umumkan Peluncuran AI—Solo

JAKARTA, CN – Melalui saluran resmi WhatsApp ShortPro Indonesia, secara resmi mengumumkan peluncuran fitur terbaru bertajuk AI—Solo.

Zona khusus Solo ini dikabarkan hadir untuk menangkap lonjakan trafik global dengan sistem distribusi yang lebih ringan, fleksibel, dan cepat. Teknologi tersebut dirancang agar mampu merespons sinyal trafik secara lebih efisien sehingga potensi distribusi dapat dimaksimalkan dalam waktu singkat.

Selain itu, ShortPro menyampaikan bahwa sistem AI di zona Solo akan terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas pengguna. Semakin banyak digunakan, sistem diklaim akan semakin pintar karena memperoleh data pasar nyata dari aktivitas para pengguna.

Peluncuran resmi AI—Solo dijadwalkan pada 22 Mei 2026. Pihak ShortPro juga menegaskan bahwa produk Zona Khusus Solo tidak berpartisipasi dalam event bonus cashback karnival. (Hardin CN)

Raih Indonesia Visionary Leader Award 2026, Direktur PDAM Halsel: Melengkapi Semua Kekurangan

JAKARTACN – Direktur PDAM Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Soleman Bobote, resmi ditetapkan sebagai penerima penghargaan Indonesia Visionary Leader Award 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Award Magazine. Penghargaan tersebut diberikan setelah melalui proses kurasi tertutup, observasi industri, serta verifikasi berbasis rekam jejak dan dampak kepemimpinan.

Dalam surat bernomor 2/IAM/V/2026, Indonesia Award Magazine menyebut penghargaan ini diberikan kepada figur yang dinilai tidak hanya mampu memimpin, tetapi juga menciptakan arah, menggerakkan perubahan, dan membangun dampak berkelanjutan di bidangnya.

Acara penganugerahan dijadwalkan berlangsung di Jakarta dengan dua pilihan tanggal, yakni pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center atau Sabtu, 6 Juni 2026 di Grand Mercure Kemayoran.

Selain penghargaan utama, penerima juga disebut akan memperoleh berbagai manfaat, seperti eksposur di sejumlah media digital lokal hingga internasional, dokumentasi profesional, publikasi digital terverifikasi, serta penguatan reputasi dan corporate branding.

Direktur PDAM Halsel, Soleman Bobote, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi cambuk sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran PDAM Halsel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan cambuk sekaligus motivasi bagi kami selaku tukang ledeng Halmahera Selatan untuk lebih giat lagi bekerja keras, serta melengkapi semua kekurangan hari ini dan menyempurnakannya ke depan, khususnya terkait kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dijaga melalui kerja nyata dan peningkatan pelayanan publik secara berkelanjutan.

“Kami akan terus berupaya menghadirkan pelayanan air minum yang lebih baik, merata, dan berkualitas bagi masyarakat. Dukungan masyarakat menjadi semangat bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik bagi Halmahera Selatan,” tambahnya.

Pihak penyelenggara menyatakan kuota penerima penghargaan sangat terbatas dan saat ini telah memasuki tahap finalisasi. Konfirmasi kehadiran diperlukan untuk mengamankan posisi dalam daftar resmi penerima penghargaan tahun 2026.

Jelajah Warisan Budaya Kawasi, Warga dan Harita Nickel Perkuat Kepedulian Sejarah Pulau Obi

HALSEL, CN – Lebih dari 30 masyarakat Desa Kawasi mengikuti kegiatan Jelajah Warisan Budaya yang diselenggarakan Harita Nickel di Kawasan Industri Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), pada Sabtu (23/5/2025). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat situs-situs sejarah, budaya, dan lingkungan yang berada di sekitar kawasan operasional perusahaan di Pulau Obi.

Kegiatan dipandu oleh dua tokoh pemuda Desa Kawasi, Jofi Cako dan Teo Jurumudi, yang berkolaborasi bersama tim perusahaan. Dalam kegiatan tersebut, peserta mengunjungi sejumlah titik penting seperti Danau Karo dan Benteng De Brill yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Obi, khususnya Desa Kawasi.

Jofi mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan antara masyarakat, pemerintah desa, dan perusahaan dalam menjaga sejarah serta warisan budaya yang ada di Kawasi dan Pulau Obi.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pengingat bahwa warisan budaya di Kawasi dan Pulau Obi adalah milik bersama. Karena itu, masyarakat, pemerintah desa, dan perusahaan perlu berjalan bersama untuk menjaga sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Jofi.

Lokasi pertama yang dikunjungi peserta adalah Danau Karo, danau alami yang sejak lama dikenal masyarakat sebagai sumber kehidupan dan air bersih bagi desa-desa di lingkar Pulau Obi. Danau tersebut juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Desa Kawasi.

Di lokasi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan Danau Karo sebagai salah satu sumber air untuk operasional industri, termasuk upaya pemantauan kualitas air secara berkala serta program penghijauan dan revegetasi yang dilakukan perusahaan untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kawasan danau.

Beberapa peserta juga berbagi cerita mengenai hubungan masyarakat dengan kawasan Danau Karo, termasuk kebun-kebun milik warga yang berada di sekitar area danau. Dialog berlangsung terbuka antara masyarakat, tokoh adat, pemerintah desa, dan perusahaan mengenai sejarah kawasan serta perubahan yang terjadi di Pulau Obi dari masa ke masa.

Setelah dari Danau Karo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Benteng De Brill, peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada 1674 di Pulau Obi. Benteng yang dahulu digunakan untuk menjaga monopoli perdagangan rempah-rempah ini sempat lama tertutup vegetasi sebelum kembali ditemukan dan dibersihkan pada awal operasional Harita Nickel di Obi. Saat ini, situs tersebut telah tercatat sebagai cagar budaya di bawah pengelolaan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara bersama Harita Nickel.

Tetua adat masyarakat Desa Kawasi, Otniel Datang, mengatakan masyarakat setempat juga mengenal Danau Karo dengan beberapa sebutan lokal, seperti Talaga Diki-Diki maupun Talaga Mahilo dalam bahasa Tobelo, yang dalam bahasa Indonesia berarti Danau Damar. Penamaan tersebut muncul karena pada masa lalu warga sering mengambil getah damar di sekitar kawasan danau untuk kebutuhan penerangan.

“Sudah cukup lama saya tidak berkunjung ke sini. Suasananya masih terasa seperti dulu, dengan pulau kecil di tengah danau yang tetap menjadi bagian dari ingatan masyarakat Kawasi. Kondisinya masih terawat dan perlu terus dijaga bersama, karena selain bermanfaat untuk perusahaan dan masyarakat, danau ini juga punya nilai sejarah,” ujar Otniel.

Ia berharap generasi muda Kawasi bersama seluruh pihak dapat terus menjaga Danau Karo agar tetap lestari, karena danau tersebut juga menyimpan sejarah dan identitas budaya masyarakat.

Tokoh pemuda Desa Kawasi sekaligus Pembina Himpunan Solidaritas Pelajar Mahasiswa Kawasi (HSPMK), Teo Jurumudi, mengatakan kegiatan semacam ini penting agar masyarakat dapat melihat langsung situs-situs bersejarah yang berada di Pulau Obi.

“Danau Karo yang biasa disebut masyarakat sebagai danau besar, maupun Benteng De Brill atau Benteng Loji, merupakan bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Kawasi. Setelah melihat langsung, kondisi danau masih terjaga dengan air yang jernih dan dikelilingi pepohonan hijau. Ini menunjukkan kawasan tersebut masih dijaga dengan baik,” ujar Teo.

Teo menambahkan, keluarganya dahulu merupakan satu dari sekitar sepuluh kepala keluarga yang pernah tinggal di pulau kecil di tengah Danau Karo. Karena itu, kawasan tersebut memiliki kedekatan emosional bagi sebagian masyarakat Kawasi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan diperluas agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal sejarah dan lingkungan di Pulau Obi.

Tanggapan Pemerintah Desa Kawasi

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kawasi, Reinhard Siar, menyampaikan apresiasi kepada Harita Nickel yang telah membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung kawasan operasional perusahaan, termasuk lokasi-lokasi budaya bersejarah yang berada di sekitar area industri.

“Kita saksikan langsung bahwa alam di Desa Kawasi, khususnya di sekitar Danau Karo, tidak rusak seperti yang sering disiarkan di luar. Kondisi danaunya masih terjaga, airnya jernih, dan kawasan di sekitarnya juga masih hijau. Selain itu, danau ini juga memberi manfaat bagi daerah melalui pajak air permukaan yang dibayarkan perusahaan,” ujarnya.

Upaya Keberlanjutan Perusahaan

Head of Technical Support Harita Nickel, Dian Kristiyanto, menjelaskan bahwa perusahaan terus berupaya menjalankan operasional pertambangan dengan memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial kemasyarakatan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Menurut Dian, perusahaan memahami bahwa area seperti Danau Karo dan Benteng De Brill bukan hanya memiliki fungsi lingkungan, tetapi juga menyimpan sejarah, budaya, serta kedekatan emosional bagi masyarakat Kawasi dan Pulau Obi.

“Kami menyadari bahwa menjaga area-area seperti Danau Karo dan Benteng De Brill adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, perusahaan menetapkan batas dan perimeter khusus untuk melindungi area-area tersebut dari aktivitas operasional pertambangan maupun smelter agar kelestariannya tetap terjaga untuk generasi mendatang,” kata Dian.

Ia menambahkan, perlindungan terhadap area bernilai budaya dan lingkungan menjadi bagian dari komitmen dan prioritas perusahaan dalam menjalankan operasional di Kawasan Industri Obi, termasuk melalui penerapan Chance Find Procedure. Melalui prosedur tersebut, aktivitas kerja akan dihentikan sementara apabila ditemukan indikasi benda atau situs bernilai sejarah maupun budaya, untuk selanjutnya dilakukan pengamanan area dan koordinasi dengan pihak terkait sesuai prosedur perusahaan.

Usai mendengarkan penjelasan dari Dian, Jofi menambahkan bahwa bagi masyarakat Desa Kawasi, menjaga situs sejarah bukan hanya tentang melindungi lokasi fisik, tetapi juga menjaga ingatan dan cerita yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Semoga hubungan baik dan kepedulian terhadap warisan budaya di Pulau Obi bisa terus dijaga bersama,” tutup Jofi. (Hardin CN)