Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Program MBG

JAKARTACN – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, pihak swasta bernama Asep Yusuf Somantri (AYS) ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam pengaturan dan intervensi proses verifikasi mitra program tersebut.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa AYS diduga diminta oleh tersangka Sony Sonjaya (SS), mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), untuk mencari mitra dalam pelaksanaan Program MBG.

Menurut Kejagung, Sony diduga memberikan akses kepada AYS untuk mengintervensi tim verifikator mitra MBG. Melalui akses tersebut, AYS diduga mengetahui titik-titik dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih kosong, kemudian mengatur calon mitra yang mendaftar pada portal MBG.

Kejagung mengungkapkan bahwa sejumlah calon SPPG yang sebelumnya telah disetujui di portal mitra MBG diduga dibatalkan status pendaftarannya untuk memberi ruang kepada pihak lain yang difasilitasi oleh AYS. Bahkan, pendaftaran calon mitra baru disebut tetap dapat dilakukan meskipun masa pendaftaran telah ditutup.

Selain itu, AYS juga diduga memberikan sejumlah uang kepada Sony Sonjaya setelah pengaturan titik-titik SPPG tersebut dilakukan.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, dan mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung.

Penyidik menduga terjadi berbagai penyimpangan dalam tata kelola Program MBG, mulai dari afiliasi para tersangka dengan yayasan pengelola SPPG hingga dugaan praktik mark up dalam pengadaan motor listrik, sepatu, tablet, dan televisi.

Kasus ini masih terus dikembangkan oleh Kejaksaan Agung untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. (Hardin CN)

Pembacaan Doa Warnai Upacara HUT Halsel ke-23 di Bacan Barat Utara

HALSEL, CN – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) ke-23 yang berlangsung di Kecamatan Bacan Barat Utara, Selasa (9/6/2026), berlangsung khidmat dengan diikuti aparatur pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat.

Salah satu rangkaian penting dalam upacara tersebut adalah pembacaan doa yang dipimpin oleh Staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bacan Barat Utara, Haris Laidi, SH.

Dalam doanya, Haris memanjatkan rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Halmahera Selatan yang telah memasuki usia ke-23 tahun, sekaligus memohon keberkahan dan kemajuan bagi daerah berjuluk Negeri Saruma itu.

“Semoga di usia ke-23 tahun ini, Kabupaten Halmahera Selatan senantiasa diberi keberkahan, kemajuan pembangunan, serta kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera,” ujar Haris Laidi dalam doanya.

Ia juga berharap para pemimpin daerah diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah, serta masyarakat Halsel senantiasa menjaga persatuan dan kebersamaan demi kemajuan daerah.

Peringatan HUT Halsel ke-23 menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Upacara yang digelar di Desa Yaba itu, berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat hingga selesai, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan Kabupaten Halmahera Selatan sejak berdiri hingga mencapai usia ke-23 tahun. (Hardin CN)

Ali Zaidun Sentil Persoalan Dana Desa Maffa dan Saketa, Minta Bupati Tak Sekadar Umbar Janji

HALSEL, CN – Politisi senior Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut), Ali Zaidun, kembali menyoroti berbagai persoalan yang diduga berkaitan dengan realisasi anggaran Dana Desa (DD) di sejumlah desa di wilayah Halsel.

Menurut Ali, dari total 249 desa di Halsel, banyak yang menjadi sorotan publik akibat dugaan permasalahan dalam pengelolaan Dana Desa. Karena itu, ia kembali menagih janji Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba yang sebelumnya menyatakan akan menindaklanjuti laporan warga, khususnya terkait Desa Maffa, Kecamatan Gane Timur.

Masalah tersebut muncul setelah ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Peduli Negeri (ARPN) bersama Pemuda Pemudi Faisinglo menggelar aksi massa saat kunjungan kerja Bupati Halsel beberapa waktu lalu.

Dalam aksi tersebut, massa mendesak Bupati untuk mencopot Harun Hamid dari jabatannya sebagai Kepala Desa (Kades) Maffa. Tuntutan itu berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2023, 2024, dan 2025.

Saat menemui massa, Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba meminta waktu satu minggu untuk menindaklanjuti laporan warga. Ia juga menginstruksikan Camat Gane Timur untuk memfasilitasi pertemuan antara Pemerintah Desa dan masyarakat guna mencari solusi atas persoalan yang dipersoalkan warga.

Menanggapi hal itu, Ali Zaidun meminta Bupati segera merealisasikan janjinya dan mengambil langkah nyata terhadap berbagai laporan masyarakat.

“Bupati pulang dari tanah suci harus bereskan masalah. Jangan lagi berjanji-janji. Kami sudah muak, bahkan muntah dengan janji Bupati,” tegas Ali kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Selasa (2/6/2026).

Mantan anggota DPRD Halsel dua periode itu juga menyinggung persoalan yang terjadi di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, di mana warga sempat memalang kantor desa sebagai bentuk protes atas dugaan penyalahgunaan Dana Desa yang melibatkan Kepala Desa Idjul M. Kiat.

Ali menegaskan, sebagai kepala daerah, Bupati harus mengambil tindakan tegas dan tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut.

“Dokumen realisasi anggaran itu bukan ilmu azimat yang dibungkus lalu disimpan. Kami menunggu tindakan Pak Bupati, bukan omong-omong,” pungkasnya. (Hardin CN)

Ali Zaidun Pertanyakan Transparansi Anggaran Desa Maffa Tiga Tahun Terakhir

HALSEL, CN – Politisi senior Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel),  Provinsi Maluku Utara (Malut), Ali Zaidun, menyoroti transparansi pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan di Desa Maffa, Kecamatan Gane Timur, selama Tahun Anggaran 2023, 2024, dan 2025.

Ali mempertanyakan keterbukaan informasi terkait berbagai program dan kegiatan yang bersumber dari anggaran desa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui rincian perencanaan, pelaksanaan, hingga realisasi anggaran yang digunakan Pemerintah Desa (Pemdes).

“Keterbukaan informasi merupakan hak masyarakat. Karena itu, pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran desa perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan pembangunan di desanya,” ujar Ali, kepada wartawan cerminnusantara.co.id,  Senin (1/6/2026).

Ia juga menyoroti tidak terlihatnya papan informasi kegiatan maupun realisasi anggaran desa yang biasanya digunakan sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Saya meminta agar dokumen realisasi kegiatan dan laporan pertanggungjawaban anggaran Tahun 2023, 2024, dan 2025 dapat diakses sesuai ketentuan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat,” tutupnya.

Dalam keterangannya, Ali Zaidun juga menyampaikan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin.

Ali menilai pemerintahan Bassam-Helmi belum memenuhi harapan masyarakat terkait keterbukaan informasi mengenai hasil audit Dana Desa (DD) Maffa.

“Saya menilai pemerintahan Bassam dan Helmi gagal memenuhi komitmennya kepada masyarakat terkait penyampaian hasil audit Dana Desa Maffa. Sebab, pernah ada janji bahwa hasil audit tersebut akan disampaikan kepada masyarakat, tetapi sampai saat ini masyarakat belum menerima penjelasan secara terbuka,” kata Ali Zaidun.

Menurut Ali, penyampaian hasil audit kepada publik penting dilakukan guna menjawab berbagai pertanyaan masyarakat serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Maffa, Hairun Hamid, telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait sorotan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Kades Maffa sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Hardin CN)

Bitcoin Tertekan, Harga BTC Dekati Support Kritis 74.950 Dollar AS

JAKARTACN – Bitcoin (BTC) kembali berada dalam tekanan dalam beberapa hari terakhir. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia itu bergerak melemah dan mendekati level support penting yang dinilai akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Dikutip dari NewsBTC, Kamis (28/5/2026), Bitcoin sempat turun ke bawah level 75.500 dollar AS dan terus bergerak di zona merah seiring meningkatnya tekanan jual di pasar kripto global.

Sejumlah analis menilai, jika level support utama gagal dipertahankan, pelemahan harga Bitcoin berpotensi berlanjut lebih dalam.

Di tengah tekanan tersebut, perhatian investor global justru mulai beralih ke saham-saham teknologi, khususnya perusahaan produsen chip memori berbasis kecerdasan buatan (AI). Perpindahan aliran modal ke sektor teknologi disebut ikut memengaruhi minat investor terhadap aset kripto, termasuk Bitcoin.

Saham Teknologi Naik, Kripto Kehilangan Momentum

CoinDesk melaporkan, Bitcoin masih berada di bawah tekanan ketika saham perusahaan semikonduktor Korea Selatan, SK Hynix, melonjak hingga menembus valuasi 1 triliun dollar AS.

Sebelumnya, Micron Technology juga mencapai kapitalisasi pasar serupa setelah sahamnya naik lebih dari 20 persen.

Lonjakan saham produsen chip memori menarik perhatian investor global, sementara pasar kripto justru bergerak stagnan dan kehilangan momentum.

Situasi ini terjadi ketika Bitcoin gagal mempertahankan area harga di atas 76.000 dollar AS. Tekanan jual yang terus berlanjut membuat harga BTC turun dan mendekati area support krusial di kisaran 74.000 hingga 75.000 dollar AS.

NewsBTC menyebut Bitcoin memulai penurunan baru setelah bergerak di bawah zona 75.500 dollar AS. BTC juga diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan sederhana 100 jam yang mengindikasikan tren jangka pendek masih bearish.

Tidak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainnya seperti Solana dan XRP juga mengalami pelemahan seiring meningkatnya aksi jual di pasar.

CoinDesk bahkan mencatat posisi long kripto senilai 500 juta dollar AS mengalami likuidasi ketika Bitcoin turun ke area 78.000 dollar AS pada pertengahan Mei 2026.

Level 74.950 Dollar AS Jadi Penentu

Coinpedia menyebut level 74.950 dollar AS menjadi area penting yang wajib dipertahankan pelaku pasar. Jika level tersebut gagal dijaga, risiko penurunan lebih dalam dinilai semakin terbuka.

Posisi Bitcoin saat ini berada tepat di atas area support utama yang sebelumnya terbentuk pada April 2024. Kondisi itu membuat pasar sangat sensitif terhadap tekanan jual tambahan.

Para bullish atau investor yang masih optimistis terhadap kenaikan harga harus mampu mempertahankan area 74.950 dollar AS agar potensi koreksi lebih dalam dapat dihindari.

Jika support tersebut jebol, harga Bitcoin berisiko turun menuju level yang lebih rendah.

Sementara itu, NewsBTC menilai Bitcoin kini menghadapi area resistensi di kisaran 75.500 hingga 76.200 dollar AS. Selama harga belum mampu kembali menembus area tersebut, tekanan bearish dinilai masih dominan.

Analis juga memperhatikan pola teknikal jangka pendek yang menunjukkan kecenderungan pelemahan lanjutan. Bitcoin disebut gagal bertahan di atas 76.000 dollar AS dan terus mencatat lower high dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Sepanjang reli Mei 2026, Bitcoin sempat bergerak di kisaran 76.300 hingga 82.500 dollar AS. Namun aset tersebut gagal menembus area resistance penting meski beberapa kali mencoba breakout.

Ketegangan Geopolitik dan The Fed Jadi Sorotan

Selain faktor teknikal, pasar kripto juga dibayangi ketidakpastian geopolitik global. Beberapa laporan menyebut meningkatnya tensi di Timur Tengah turut memicu aksi risk-off investor terhadap aset berisiko seperti kripto.

Bitcoin bahkan sempat menyentuh area 73.000 dollar AS ketika pasar global dihantam kekhawatiran terhadap eskalasi konflik internasional.

Tekanan geopolitik juga memengaruhi sentimen investor ritel. Bitcoin mengalami tekanan signifikan dan turun ke level terendah dalam lebih dari enam pekan terakhir di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global.

Di sisi lain, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) juga masih menjadi perhatian utama pasar.

CoinDesk sebelumnya melaporkan Bitcoin cenderung bergerak mendatar di kisaran 77.000 dollar AS menjelang pergantian kepemimpinan di The Fed.

Pasar kini menunggu arah kebijakan moneter berikutnya setelah Kevin Warsh resmi dilantik menjadi Ketua The Fed.

Dalam pidatonya, Warsh mengatakan akan memimpin The Fed dengan pendekatan reformasi dan pembelajaran dari kesalahan masa lalu.

Meski demikian, ketidakpastian mengenai arah suku bunga masih membuat investor berhati-hati terhadap aset berisiko.

Dalam jangka pendek, perhatian pasar kini tertuju pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area support di bawah 75.000 dollar AS yang disebut akan menjadi penentu apakah BTC mampu rebound atau justru melanjutkan tren penurunan lebih dalam. (Hardin CN)

Solidaritas Putra Putri Desa Orimakurunga Menggema, Belasan Ekor Sapi Kurban Warnai Idul Adha 2026 di Halsel

HALSEL, CN – Semangat kebersamaan dan solidaritas masyarakat Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), benar-benar terlihat pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Bagaimana tidak, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di desa tersebut bahkan berlangsung hingga dua hari penuh karena banyaknya jumlah sapi kurban yang terkumpul dari hasil swadaya masyarakat dan putra putri asli Desa Orimakurunga.

Tercatat, belasan ekor sapi berhasil dikurbankan pada Idul Adha tahun ini. Seluruh hewan kurban tersebut bukan berasal dari bantuan pemerintah maupun pihak tertentu, melainkan murni hasil komitmen, kepedulian dan gotong royong masyarakat Desa Orimakurunga sendiri.

Putra putri desa yang menetap di kampung halaman maupun yang merantau ke berbagai kabupaten, kota hingga daerah lain di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), secara sukarela mengumpulkan biaya demi menyukseskan pelaksanaan kurban bersama.

Besarnya jumlah hewan kurban membuat proses penyembelihan dan pembagian daging kepada masyarakat berlangsung hingga dua hari. Hal itu sekaligus menjadi bukti tingginya partisipasi masyarakat Desa Orimakurunga dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan sosial.

Kegiatan tersebut bahkan disebut-sebut sebagai salah satu pelaksanaan kurban terbesar di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan pada tahun 2026.

Kepala Desa (Kades) Orimakurunga, Rusdi Sidik, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kekompakan masyarakat serta kontribusi besar putra putri desa.

Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun desa.

“Kami sangat bersyukur dan bangga karena pelaksanaan kurban tahun ini berjalan luar biasa. Bahkan proses penyembelihan berlangsung sampai dua hari karena jumlah sapi yang begitu banyak,” ujar Rusdi Sidik, kepada wartawan, Kamis (28/5).

Ia menegaskan bahwa seluruh hewan kurban tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat.

“Ini murni dari kekompakan masyarakat dan putra putri asli Desa Orimakurunga. Baik yang tinggal di desa maupun yang berada di luar daerah semuanya ikut berpartisipasi dengan penuh keikhlasan,” katanya.

Rusdi menilai, semangat persatuan seperti ini harus terus dijaga karena menjadi modal sosial yang sangat penting dalam membangun kemajuan desa di masa depan.

Sementara itu, Imam Desa Orimakurunga, Saleh, turut mengungkapkan rasa haru dan syukur melihat tingginya antusiasme masyarakat pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Menurutnya, pelaksanaan kurban bukan hanya tentang ibadah semata, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persaudaraan antar sesama masyarakat desa.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebahagiaan besar bagi masyarakat Desa Orimakurunga. Kami berterima kasih kepada seluruh putra putri desa yang telah menunjukkan kepedulian dan rasa cinta terhadap kampung halaman,” ucap Saleh.

Ia berharap, semangat kebersamaan tersebut terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi muda agar budaya gotong royong tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Pelaksanaan kurban besar-besaran di Desa Orimakurunga ini pun menjadi perhatian masyarakat luas. Dimana, Di tengah kehidupan modern yang semakin individualis, warga desa di Pulau WAIDOBA tersebut justru memperlihatkan kekuatan solidaritas yang nyata.

“Momentum Idul Adha 2026 akhirnya bukan hanya menjadi hari besar keagamaan bagi masyarakat Orimakurunga, tetapi juga menjadi simbol persatuan, loyalitas terhadap kampung halaman, serta bukti bahwa masyarakat yang bersatu mampu menciptakan kebanggaan besar dengan kekuatan sendiri,” tutupnya Saleh. (Hardin CN)