Capaian Vaksinasi Dosis 2 Pelajar di SMPN 6 Halsel Hampir 90 Persen

HALSEL, CN – Persentase vaksinasi siswa SMP Negeri 6 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) sangat tinggi. Dimana, tercacat siswa yang sudah menerima vaksin Dosis 2 mencapai hampir 90 persen.

“Siswa kita ada 792, tinggal 120 siswa yang belum divaksin Dosis 2. Jadi yang belum divaksin akan menyusul,” jelas  Kepala SMPN 6 Halsel, Ismail Muis saat ditemui cerminnusantara.co.id, Selasa (22/3/2022).

Tingginya persentase vaksinasi siswa SMPN 6 Halsel tidak terlepas dari peran Kepala Sekolah dan para Guru yang terus proaktif mengajak dan mengimbau agar siswa mau menjalani vaksin.

“Pelaksanaan vaksinasi Dosis 2 ini mulai dilaksanakan pada Tanggal 3 Maret 2022 di Aula SMP Negeri 6 Halmahera Selatan,” ujarnya.

Selain itu, Sekolah terus mengedukasi kan pentingnya vaksinasi bagi siswa. Sebab, tujuan pemberian vaksin salah satunya menambah kekebalan dan meningkatkan herd imunity siswa.

“Jadi kuncinya, bagaimana kita bisa memberikan edukasi kepada orang tua terkait pentingnya vaksinasi bagi siswa serta menetralisir berita hoax yang banyak diterima orang tua terkait dengan vaksin ini,” kata Ismail.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (K3S) Halsel ini juga mengapresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel dan para orang tua yang peduli dengan program vaksinasi. Hal ini terbukti dari animo siswa menjalani vaksin diselenggarakan di setiap Sekolah.

“Saya bersyukur atas digelarnya vaksinasi tahap dua ini dan saya juga berharap kepada semua Sekolah yang di Kabupaten Halmahera Selatan untuk mempercepat vaksinasi anak,” ujarnya. (Red/CN)

Tinjau Pasar Minggu, Kapolri Pastikan Stok Minyak Curah untuk Warga Aman

Jakarta, CN – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (21/3/2022). Kedatangannya untuk memastikan ketersediaan minyak goreng curah dan harga penjualan kepada masyarakat sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan Pemerintah.

“Baru saja kita meninjau langsung terkait distribusi minyak curah di pasar dan hari ini kita melaksanakan pengecekan di Pasar Minggu untuk mengetahui apakah minyak curah tersedia,” kata Sigit usai meninjau Pasar Minggu, Jakarta Selatan, seperti dalam rilis yang diterima dari Humas Polda Maluku Utara.

Dari hasil pengecekannya dan interaksi langsung dengan beberapa pedagang pasar, Sigit menyatakan bahwa, proses distribusi minyak goreng curah dari distributor ke pasaran telah berjalan baik.

Dengan begitu, kata Sigit, stok minyak goreng curah untuk masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari telah tersedia dan aman.

“Alhamdulillah tadi kita cek dan saya bertemu langsung dengan pedagang kebutuhan minyak curah di Pasar Minggu, beberapa hari ini agak jarang, tetapi hari ini sudah terisi,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Berdasarkan dialognya, kata Sigit, para pedagang menyebut bahwa pihak distributor menjual dengan harga Rp14.400, sedangkan para agen melepas dagangannya ke warga dengan harga Rp15.500.

“Masih untung atau tidak dan mereka sampaikan masih ada margin” ucap mantan Kapolda Banten itu.

Demi memastikan stok minyak goreng aman untuk warga, Sigit menegaskan bakal melakukan pengecekan ke pasar-pasar lainnya demi terjaminya proses distribusi dan harga penjualan minyak goreng.

“Kedepannya kita sama-sama ingin memastikan. Karena memang kemarin ada rapat dengan beberapa rekan-rekan distributor dan produsen untuk segera mengirim ke lapangan. Kita ingin pelaksanaaannya real. Harapan kita terkait beberapa penyampaian rekan-rekan pedagang terkait harga Rp15.500 tolong betul-betul bisa dijaga. Karena kita harapkan harga minyak curah sesuai HET yang sudah ditetapkan Pemerintah,” papar Sigit.

Selain meninjau, Sigit menyempatkan berbincang dengan Wartono, salah satu pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sigit berdialog soal ketersediaan dan harga penjualan kepada masyarakat. (Ridal CN)

Gedung SMPN 61 Halsel Dipalang, Warga Silang Minta Kembalikan Kepsek Lama

HALSEL, CN – Pergantian Kepala Sekolah (Kepsek) di SMP Negeri 61 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) di Desa Silang Kecamatan Bacan Timur Selatan, warga memblokade Gedung Sekolah.

Dimana, warga nekat memalang Gedung Sekolah lantaran secara tegas menolak Kepsek baru yang ditetapkan Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Halsel beberapa waktu lalu.

Informasi yang dihimpun cerminnusantara.co.id, Senin (21/3/2022) sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pergantian Kepsek lama, Burhanuddin Samad, warga Desa Silang terpaksa memboikot aktifitas belajar mengajar di Sekolah dengan cara menyegel pintu SMPN 61 Halsel.

Warga menegaskan akan membuka segel tersebut, jika Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Halsel memenuhi tuntutan warga untuk memgembalikan Kepsek lama, Burhanuddin Samad yang telah diganti.

Itu artinya, jika tuntutan warga tidak ditindaklanjuti Dikbud Halsel untuk mengembalikan Kepsek lama. Maka warga siap mengorbankan anak-anak mereka untuk tidak menjalankan proses belajar-mengajar.

Sementara itu, Kepsek baru, Abdurahim Halim ketika dikonfirmasi di Kantor Camat Bacan Timur Selatan, mengakui dengan adanya aksi pemalangan Gedung Sekolah tersebut.

“Kalau Pemalangan itu betul, tapi sekarang sudah dibuka tadi. Itu menurut Kepala Desa Silang,” kata Abdurahim.

Meski begitu, Abdurrahim mengklaim bahwa yang melakukan Pemalangan Sekolah hanya oknum masyarakat Desa Silang. Sementara diketahui yang melakukan aksi penolakan Kepsek baru  tersebut, selain orang tua wali Murid, siswa-siswi juga ikut serta dengan tegas tetap menolak Abdurahim Halim menjadi Kepala SMP Negeri 46 Halsel.

“Saya tidak mengerti, soal anak-anak Murid itu, karena yang saya dengar cuma oknum saja yang palang,” tuturnya.

Sekedar diketahui, Selasa besok (23/3), Pemerintah Kecamatan bersama Dikbud Halsel akan turun langsung ke lokasi  untuk menggelar pertemuan bersama warga Desa Silang. (Red/CN)

Tak Mau Diganti, Orang Tua Wali Murid Tolak Kepala SMPN 61 Halsel yang Baru Dilantik

HALSEL, CN – Orang tua wali murid di Desa Silang Kecamatan Bacan Timur Selatan melakukan aksi penolakan didepan Gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri 61 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) dengan adanya pergantian Kepala Sekolah.

Aksi tersebut dengan tujuan menolak Kepala SMPN 61 Halsel, Abdurahman Halim yang baru saja dilantik Bupati Halsel, Hi. Usman Sidik.

Informasi yang dihimpun cerminnusantara.co.id, Kamis (17/3/2022), orang tua wali murid bersama puluhan siswa-siswi melakukan aksi penolakan mengangkat Papan Tulis bertuliskan “Kami Siswa Walid Murid serta masyarakat menyampaikan kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan bahwa kami tegas menolak untuk mengganti Kepala SMPN 61. Kami tetap mempertahankan Bapak Burhanudin Samad sebagai Kepala Sekolah SMPN 61 Halsel dan kami tidak menerima Bapak Abdurahim Halim sebagai Kepala Sekolah yang baru”.

Salah seorang orang tua wali murid,  Bayani Salim saat dikonfirmasi melalui via telepon seluler mengakui dengan adanya aksi penolakan terhadap Kepsek SMPN 61 Halsel yang baru dilantik Bupati Halsel tersebut.

“Kami dari masyarakat menolak terkait dengan adanya Kepala Sekolah yang baru karena Kepala Sekolah yang baru ini pernah bertugas jadi Kepala Sekolah di Desa Silang dimasa pemerintahan yang sebelumnya. Sehingga masyarakat sudah tahu persis cara kepemimpinan Abdurahim Halim saat masih menjadi Kepala SMPN 61 Halsel di Desa Silang,” tegasnya.

Saat masih menjadi Kepala SMPN 61 Halsel dimasa Kepemimpinan Bahrain Kasuba, Bayani Salim bilang, Abdurahim Halim diistilahkan sebagai Kepala Sekolah Hari Kamis.

“Dulu dia masih jadi Kepala Sekolah itu masyarakat bilang dia (Abdurahim Halim-red) Kepala Sekolah Hari Kamis karena jarang masuk Sekolah,” tuturnya.

Bahkan kata dia, para Guru juga ikut menolak Abdurahim Halim untuk mempertahankan Burhanudin Samad menjadi Kepala SMPN 61 Halsel.

“Guru-guru di sana juga tetap menolak dengan adanya pergantian Kepala Sekolah yang baru ini, karena mereka pertahankan tetap Kepala Sekolah yang lama,” cetus Bayani.

Sebab, menurut para Guru dan orang tua wali murid, pelayanan Burhanudin Samad terhadap anak murid dengan memiliki keharmonisan kepada orang tua wali Murid serta aktif dalam kegiatan dengan masyarakat diluar Sekolah.

“Kami menilai Bapak Burhanudin Samad itu sangat bagus cara memimpin Sekolah, karena beliau rajin masuk Sekolah,” akunya.

Bayani bilang, saat ini siswa-siswi sedang mogok belajar karena tak mau Burhanudin Samad diganti. Meski begitu, dirinya menegaskan bahwa orang tua wali Murid di Desa Silang menegaskan tetap menolak Abdurahim Halim sebagai Kepala SMPN 61 Halsel.

“Oleh karena itu, kami berharap kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan pak Bupati Halsel untuk lebih jeli lagi melihat kondisi dan bila perlu segera turun langsung ke Sekolah untuk melihat langsung,” tutupnya. (Red/CN)

Bela Bahrain Kasuba Jelang Pilkada Halsel 2020, Camat Mandioli Selatan yang Baru Dilantik Sebut Wartawan Lapar

HALSEL, CN – Ridwan Kamarulla bukan hanya membuat geger masyarakat di Kecamatan Mandioli Selatan, tapi Ridwan juga pernah membuat ulah melalui Media Sosial (Medsos).

Informasi yang dihimpun cerminnusantara.co.id pada Kamis (17/3/2022) ini, Camat Mandioli Selatan yang baru dilantik Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Hi. Usman Sidik itu pernah menyebut wartawan lapar tanpa alasan yang tidak diketahui.

Camat Mandioli Selatan yang selalu disebut warga suka bikin geger di masyarakat ini bilang wartawan lapar pada saat menjelang momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Halsel periode 2022-2024 lalu.

Pernyataan yang lontarkan Ridwan ini demi membela Incumbent, Bahrain Kasuba (BK) yang gagal mencalonkan diri sebagai Bupati Halsel Nomor urut 01 pada Pilkada Halsel waktu itu.

“Lanjutbk wartawan juga lapar__semua makhluk lapar jadi begitu sudah, asal jangan sama dengan Ular lapar yang  Garagaji juga langsung dilingkar,” sebut Akun Facebook Al-Qamar yang diduga Akun tersebut milik Ridwan waktu itu.

Atas kicau Akun Al-Qamar tersebut, kemudian Akun Facebook dengan nama Asbur Waidoba juga langsung memaparkan pertanyaan balik.

“Camat wartawan siapa yang lapar….. Ada minta beras ke kamu ya,” tutur Direktur Media Online Cermin Nusantara, Asbur Waidoba kepada Ridwan Kamarulla melalui kolom komentar Facebook.

Selain Asbur, Azlan Akbar yang diketahui wartawan Biro Halsel juga bertanya kepada Ridwan Kamarulla tentang wartawan siapa yang lapar seperti yang disebutkan.

“Al-Qamar Camat Mandioli Selatan Wartawan siapa yang lapar ??,” tanya Akun Azan Akbar.

Diketahui, saat ini secara tegas, masyarakat menolak Ridwan Kamarulla menjabat sebagai Camat Mandioli Selatan. Bahkan, masyarakat juga melakukan aksi memalang Kantor Camat dan mendesak Bupati Halsel, Usman Sidik untuk secepatnya mencopot Ridwan Kamarulla dari Camat Mandioli Selatan.

Hingga berita ini dikorankan, Camat Mandioli Selatan, Ridwan Kamarulla pemilik Akun Facebook Al-Qamar masih dalam upaya konfirmasi. (Red/CN)

Mahasiswa Mandioli Desak Bupati Halsel Copot Ridwan Kamarullah yang Baru Dilantik Jadi Camat

TERNATE, CN – Ikatan Mahasiswa Mandioli (IKAMA) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) secara menolak Ridwan Kamarullah sebagai Camat Mandioli Selatan yang dilantik Bupati Halsel, Usman Sidik beberapa waktu lalu.

Organisasi yang menaungi seluruh Mahasiswa 2 Kecamatan di Pulau Mandioli itu, mendukung penuh aksi penolakan masyarakat setempat pada Senin (14/3/2022) yang memalang Kantor Camat Mandioli Selatan sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap Camat yang baru dilantik Bupati Halsel itu.

Sekretaris Umum, IKAMA Halsel, Asri S. Gososra kepada wartawan
mengatakan, Camat yang baru dilantik Bupati Halsel tersebut, sudah pernah membuat geger masyarakat setempat pada saat masih menjabat sebagai Camat dimasa Bupati Halsel sebelumnya Bahrain Kasuba.

“Ridwan Kamarullah ini pernah menjabat Camat Mandioli Selatan di masa kepemimpinan mantan Bupati Bahrain Kasuba, dan Ridwan sudah pernah buat geger masyarakat dan prataur di Kecamatan sejak itu. Maka dari itu, atas nama organisasi, kami menolak keras Ridwan sebagai sebagai Camat Mandioli Selatan,” tegasnya kepada wartawan, Rabu (16/3) di Ternate.

Ia menegaskan, masalah penolakan warga terhadap Camat yang baru ini, telah didukung penuh oleh seluruh Mahasiswa dari Pulau Mandioli. Oleh karena itu, ini harus menjadi perhatian serius oleh Bupati Usman Sidik dan Sekda, Saiful Turuy.

Asri juga menyarankan, agar Camat Mandioli Selatan tersebut sebaiknya di copot dari jabatannya, karena jangan sampai dia kembali membuat geger masyarakat.

“Dia harus dicopot , karena sudah tidak layak lagi jadi Camat mandioli Selatan karena di lihat dari kinerja buruknya di masa kepimpinan mantan Bupati Bahrain Kasuba,” tegasnya.

Asri mengaku, dari informasi yang diterimanya dari masyarakat setempat bahwa Ridwan Kamarullah di masa kepimpinannya dulu, sudah di cap merah oleh masyarakat. Karena menurut masyarakat, Ridwan Kamrullah banyak meninggalkan persoalan semenjak menjadi Camat. Salah satunya tidak membayar tuntas gaji Honorer tenaga Honor di Kecamatan.

Dirinya mendesak Bupati Usman Sidik untuk secepatnya memberhentikan Ridwan Kamrullah sebagai Camat Mandioli Selatan.

“Kalau tidak diberhentikan, maka kami akan konsolidasi seluruh masyarakat Mandioli Selatan untuk sama-sama ke Kantor Bupati,” tutupnya. (Red/CN)