Tindakan Tidak Terpuji : Polisi Ini Ancam Dan Obrak-abrik Tenda, Milik Penambang di Desa Anggai

HALSEL, CN – Seorang Polisi berinisial AR diduga lakukan tindakan tidak terpuji, di lokasi tambang emas Desa Anggai, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Kenapa tidak, pasalnya AR relah mengobrak-abrik tenda milik penambang dan melepaskan tembakan peringatan, hingga meresahkan warga di lokasi penambangan (lubang). (7/4/2022)

AR adalah seorang anggota Polisi yang hendak pulang kampung (Pulkam), AR bertugas di salah satu Polsek Kabupaten Pulau Morotai.

Informasi yang di himpun wartawan cerminnusantara.co.id di lapangan bahwa kejadian berawal AR mendapat  laporan dari keluarga di lokasi tambang, laporan tersebut terkait dengan masalah galian tambang emas (lubang). Mendapat laporan, AR langsung menuju ke lokasi tambang (lubang).

Pukul 19:30 WIT (malam) AR bersama tiga orang rekannya, tiba di lokasi (lubang) milik saudara Ilham Warga Anggai. AR yang datang itu tak hanya membawa tangan kosong, tetapi juga membawa senjata tajam (Sajam) dan Senpi jenis Revolver, di saat yang sama AR langsung buang tembakan peringatan sebanyak dua kali. Warga yang berada di lokasi (lubang) kaget, mengira bunyi petasan, bunyi  tembakan kedua warga mendekat dan mengetahui itu bunyi Senpi milik AR.

Sementara penambang yang menyaksikan kejadian itu langsung di ancam oleh AR, sehingga mereka sangat ketakutan, AR mengancam jika mereka tidak turun dari lokasi (lubang) itu, dia akan buat mereka seperti bola.

“Cepat ngoni (kalian) turun dari lokasi lobang (lubang galian tambang) ini, jang  kita (jangan saya) bala-bala (belah) ngoni” Ancam AR tiru penambang yang enggan di publis namanya

Dia juga bilang bahwa setelah AR mengancam mereka langsung dia mengobrak-abrik tenda milik mereka memakai sajam, sehingga tenda tersebut rusak total, Tidak hanya itu AR juga memukul mereka tanpa ada alasan.

“dia ancam torang (kami) lagi, dan langsung dia potong-potong (iris) tenda pakai parang (golok), sampe (sehingga) torang pe (punya) tenda jadi rusak, dan dia (AR) juga pukul torang” pungkasnya

Perbuatan tidak terpuji ini, bukan baru pertama kali, akan tetapi sudah berulang-ulang kali terjadi, dan itu pada saat AR cuti pulang kampung, AR juga sering meresahkan warga di lokasi tambang dan di kampung halamannya, lantaran sikapnya yang arogan itu.

Kepada wartawan cerminnusantara.co.id Kapolsek Obi IPDA. Rinaldi Anwar. Saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp juga membenarkan bahwa status AR merupakan anggota polisi sedang bertugas di Salah Satu Polsek Kabupaten Pulau Morotai, sedang cuti dan Pulkam.

“Iya benar AR dia anggota polisi, bertugas di satuan Polres Morotai, yang di tempatkan di salah satu Polsek, dia sedang Cuti Pulang Kampung di Desa Anggai” Kata Rinaldi

Rinaldi juga bilang terkait persoalan ini, Kami sudah mendapat informasi, dan langsung kami cek di lapangan serta sudah kordinasi dengan Kasi Propam Polres Morotai, sehingga yang bersangkutan besoknya. Pasca kejadian itu langsung dipanggil pulang ke Mortai untuk mendapat proses lebih lanjut.

“Kami setelah mendapat informasi terkait hal tersebut, langsung turun ke TKP untuk pengecekan lapangan, ternyata informasi itu betul dan sudah kami koordinasi ke Polres Morotai, dan besoknya dia langsung di panggil pulang untuk di proses lebih lanjut soal masalah ini” tutup Rinaldi. (Red/CN)

Tingkatkan Layanan Kesehatan, Pemda Halsel dan HARITA Nickel Sediakan Ambulance Laut Untuk Masyarakat Obi

HALSEL, CN – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan segera memiliki Kantor Kecamatan Obi yang baru guna menunjang pelayanan masyarakat di Kecamatan Obi. Kantor Kecamatan tersebut akan segera dibangun HARITA Nickel dan selanjutnya dihibahkan ke Pemda Halsel. Pembangunan Kantor Kecamatan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemda Halsel dan HARITA Nickel, pada Rabu (30/3) di Kantor Bupati Halsel.

Penandatanganan dilakukan langsung Bupati Halsel Usman Sidik dan Direktur Utama Trimegah Bangun Persada Donald J Hermanus yang mewakili manajemen HARITA Nickel. Tidak hanya pembangunan Kantor Kecamatan, pada kesempatan yang sama, HARITA Nickel juga akan menyediakan Satu unit Ambulance laut ke Pemda Halsel guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di Pulau Obi.

Usman mengapresiasi dukungan yang diberikan HARITA Nickel kepada Pemda Halsel. Menurutnya, bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Ini adalah hal yang luar biasa. Pembangunan Kantor Kecamatan sangat bermanfaat dalam menjalankan pemerintahan di Obi. Bantuan Ambulance juga dapat membantu masyarakat dalam transportasi laut, misalnya untuk orang yang hendak melahirkan maupun pasien rujukan,” ujar Usman.

Dalam kesempatan itu, Usman juga berharap kerja sama antara Pemda Halsel dan HARITA Nickel dapat terus terjalin.

“Semoga akan terus ada kerja sama yang terjalin. Pemda akan support investasi demi kebaikan masyarakat. Kita juga harus saling jaga, karena kita tahu bahwa HARITA Nickel adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) di Halmahera Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Donald di depan jajaran Pemda Halsel mengungkapkan, Kantor Kecamatan nantinya akan sangat berguna bagi peningkatan layanan masyarakat, ditambah Ambulance laut yang akan diserahkan ke RSUD Obi. Ambulance tersebut sangat bermanfaat bagi warga Obi yang belum memiliki jalan darat. Satu-satunya agar akses kesehatan semakin meningkat di Obi adalah dengan Ambulance laut agar seluruh warga Obi bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kami berharap, dukungan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Halsel, khususnya di Pulau Obi. Semoga kantor kecamatan yang baru bisa membuat kinerja pemerintahan menjadi lebih baik, dan hadirnya ambulans laut dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Semoga pembangunan Kantor Kecamatan Obi bisa berjalan dengan baik dan lancar sehingga semakin cepat dapat digunakan,” harap Donald.

Donald juga menyampaikan, Ambulance yang akan diberikan dipesan secara khusus dan dilengkapi dengan peralatan sesuai standar Ambulance. Nantinya, Ambulance tersebut akan dioperasikan RSUD Obi.

Adanya Ambulance tidak hanya bermanfaat bagi pertolongan evakuasi masyarakat semata. Ambulance juga dapat digunakan untuk pelayanan kesehatan keliling Pulau Obi.

“Harapan kami sederhana. Semoga ambulans laut ini dapat digunakan secara optimal bagi masyarakat, tidak hanya sekadar mengangkut pasien semata. Ambulans juga dapat digunakan untuk pelayanan kesehatan keliling bagi masyarakat Obi. Semoga kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat dan tidak ada lagi warga yang tidak tertolong karena ketiadaan transportasi kesehatan yang memadai,” ungkap Donald. (Red/CN)

Ngamuk Bawa Parang di Kantor BPBD Halsel, Oknum Kontraktor Dipolisikan

HALSEL, CN – Oknum Kontraktor berinisial TM diduga kuat mengamuk di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) pada Selasa (30/3/2022).

Kontraktor mengamuk, Pintu dan Jendela di ruang Kerja Kepala BPBD Halsel, Abukarim Latara menjadi sasaran amukan oknum Kontraktor.

Sebelum mengamuk, Kontraktor bersama seorang temannya datang membawa Senjata Tajam (Sajam) berupa parang dan marah-marah sambil Kontraktor itu teriak dengan nada keras mengatakan akan memotong satu orang.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIT. Hal ini dijelaskan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Halsel, Soleman Hajiji.

Aksi Kontraktor tersebut membuat panik Pegawai lantaran membawa parang ke dalam Kantor.

“Kontraktor dan wartawan itu datang sama-sama ke Kantor, kemudian wartawan tunggu diluar, sementara Kontraktor langsung masuk dan menanyakan keberadaan pak Kaban (Abukarim Latara). Namun kami menyampaikan bahwa pak Kaban tidak ada di Kantor. Kontraktor itu juga pun marah dan bilang ini harus saya potong satu orang,” jelas Soleman saat ditemui cerminnusantara.co.id di Kantor BPBD Halsel.

Setelah itu, Soleman bilang, Kontraktor langsung keluar dan mengambil parang ditangan temannya. Kemudian kembali masuk ke dalam Kantor.

“Kontraktor itu keluar dan ambil parang di wartawan itu dan langsung masuk ulang ke dalam Kantor dan memotong Pintu dan Jendela di Ruang Kerja pak Kaban hingga Pintu dan Kaca Jendela pecah,” cetus Soleman.

Akibat kejadian itu, oknum Kontraktor yang mengamuk resmi  dilaporkan Kepala BPBD Halsel, Abukarim Latara ke Polres Halsel.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Halsel, IPTU Aryo Dwi Prabowo melalui via WhatsApp menyampaikan bahwa saat ini Polisi melakukan penyelidikan.

“Sementara masih kami periksa,” terangnya.

Untuk jumlah pelaku, dugaan sementara hanya 1 orang Kontraktor. Sedangkan barang bukti, Polisi telah mengamankan sebuah parang.

“Barang yang diamankan sebuah parang,” jelas Kasat.

Kasat Reskrim menegaskan, hari ini juga akan memanggil Saksi-saksi untuk dimintai keterangan.

“Hari ini kami sedang menunggu Saksi untuk dimintai keterangan,” tegasnya.

Setelah pemeriksaan pelaku dan Saksi. Pihaknya bakal melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka.

“Kami akan laksanakan gelar perkara untuk naik ke tingkat Penyidikan,” ujar Kasat Reskrim.

Ditanya permasalahan dibalik  pengerusakan di Kantor BPBD Halsel, IPTU Dwi belum bisa menjelaskan lebih jauh karena terlapor belum dimintai keterangan.

“Terlapor belum dimintai keterangan karena kami masih menunggu saksi untuk kami mintai keterangan terlebih dahulu,” tutupnya. (Red/CN)

Puskesmas Jiko Kembali Suntik Vaksin Anak dan Masyarakat Umum

HALSEL, CN – Puskesmas Jiko Kecamatan Mandioli Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali menggelar vaksinasi anak di 2 Desa dan masyarakat umum.

Suntik vaksin Covid-19 dilakukan di Sekolah diantaranya, SD Negeri 211 Halsel di Desa Tabalema dan SD Negeri 214 Halsel di Desa Tabamoi Kecamatan Mandioli Selatan.

“Hari ini kami melakukan vaksinasi di 3  lokasi di 2 Desa, 2 lokasi di SD, 1 lokasi lagi dalam di Desa untuk masyarakat umum,” kata Kepala Puskesmas Jiko, Safra Husen.

Safra menjelaskan, dari 33 pelajar di SDN 211 Halsel, yang divaksin 29 orang. Sedangkan SDN 214 Halsel dengan jumlah siswa 20, yang divaksin 12 orang.

“Jadi ditambah dengan pelajar SMP 9 orang dan SMA 7 orang dan masyarakat umum 33 orang, maka total yang divaksin hari ini sebanyak 90 orang,” terangnya.

Menurutnya, vaksin Covid-19 ini sangat efektif dalam memberikan kekebalan tubuh dan menekan penyebaran Covid-19 kepada anak usia 6-11 Tahun dan juga masyarakat umum.

“Alhamdulillah, hingga malam pelaksanaan vaksin di 3 lokasi ini tetap berjalan lancar,” akunya.

Untuk target, Safra bilang, semua pelajar harus divaksin secara keseluruhan. Namun terkendala pada orang tua wali murid sedang beraktivitas di kebun.

“Pelajar yang belum divaksin karena orang tua mereka lagi ke Kebun. Karena disaat Dokter sedang Screening harus ada orang tua anak karena yang tahu penyakit dan lain hal itu dari orang tua juga, itu yang dipertimbangkan,” katanya.

Meski begitu, Safra mengaku bahwa  vaksinasi digelar pada pukul 08.00 hingga 23.00 WIT. Sehingga dirinya bersama Tim Vaksinasi Kecamatan Mandioli Selatan nekat pulang malam menggunakan Speed Boat.

Dalam perjalanan, Safra mengaku  bahwa Speed Boat yang digunakan Tim Vaksinasi mengalami mati mesin.

“Tapi apalah daya, yang terpenting perjuangan kita untuk memutus mata rantai Covid-19 sesuai keinginan bersama telah berjalan lancar. Harapan kami, tentunya dengan dilaksanakan vaksinasi setiap hari ini, peningkatan capaian vaksinasi dapat terus meningkat. Amin,” tutupnya. Sembari berterimakasih atas semangat tinggi dari Tim Vaksinasi Kecamatan Mandioli Selatan. (Red/CN)

Isak Tangis Warnai Sertijab Kepsek SDN 178 Halsel

HALSEL, CN – Ada pertemuan juga tentunya ada perpisahan, begitulah suasana haru menyelimuti SD Negeri 178 Halmahera Selatan. Pasalnya, didepan Gedung SDN 178 Halsel digelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Sekolah baru.

Dimana, saat Sertijab Kepala Sekolah yang dipimpin langsung Kepala Bidang (Kabid) SD Dikbud Halsel Ikbal Hajiji pada Senin (28/3/2022), tampak bergembira menyambut kehadiran Kepsek yang baru, namun bercampur suasana sedih melepas sambut Kepsek lama, sehingga membuat para pelajar mengeluarkan air mata.

Dalam sambutan pada acara perpisahan yang diselenggarakan itu, Ikbal Hajiji  menyampaikan rasa terimakasih kepada Kepala Sekolah lama, Basra Majirun  sekaligus memperkenalkan Kepala Sekolah baru, Munawir M Jen.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas pengabdian yang telah diberikan oleh bapak Basra Majirun, kemajuan Sekolah kita saat ini sudah tentunya tak lepas dari sumbangsih dan kerja keras Kepala Sekolah dan rekan-rekan para Guru kita semua yang selama ini telah mengabdi di SDN 178 Halsel di Desa Bahu Kecamatan Mandioli Selatan ini,” kata Ikbal.

Sementara Basra Majirun dalam kesempatan itu mengatakan bahwa perpisahan bukanlah akhir dari ikatan persaudaraan, sehingga ia mengajak para Guru, Staf dan Komite tetap menjaga silaturahmi dan menjalin komunikasi yang baik meskipun tidak lagi menjabat sebagai Kepala SDN 178 Halsel.

“Sekolah sudah seperti keluarga, maka saya selaku Kepala Sekolah berharap kepada Guru, Staf dan Komite agar  perpisahan ini bukanlah akhir dari persaudaraan, tetapi tetap harus menjaga silahturahmi dan komunikasi,” harap Basra.

Basra yang saat ini sebagai mantan Kepsek itu mengaku merasa sedih untuk meninggalkan SDN 178 Halsel yang sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri. Dirinya mengatakan, banyak pelajaran yang ia dapatkan di SDN 178 Halsel.

“Saya merasa seperti keluarga sendiri dan semua rekan rekan sangat kompak sudah seperti anak sendiri. Saya juga telah belajar banyak hal di Sekolah ini,” jelas Basra.

Setelahnya Kepsek baru, Munawir M Jen juga dalam kesempatan itu menyampaikan rasa terimakasih kepada Bupati Halsel, Usman Sidik yang telah memberikan amanah untuk dirinya memimpin SDN 178 Halsel.

“Terimakasih banyak kepada pak Bupati Usman Sidik dan pihak Dinas Pendidikan yang sudah memberikan saya kesempatan untuk menjadi Kepala Sekolah. Dan tak lupa pula saya berterimakasih kepada pak Basra dan semua para Guru serta para orang tua wali Murid yang sudah menerima dan memberikan saya kesempatan menjadi Kepala Sekolah disini. Insya Allah amanah ini berjalan sesuai harapan kita semua. Amin,” cetusnya.

Meski begitu, Munawir juga mengutip kata Tokoh Legendaris dalam Dunia Pendidikan di Indonesia Ki Hajar Dewantara bahwa setiap orang menjadi Guru, setiap Rumah menjadi Sekolah.

“Maka dari itu, mari kita sama-sama saling bantu dan kerja sama untuk Pendidikan demi masa depan anak-anak dan adik-adik kita ke depan nanti,” tutupnya. (Red/CN)

Pergantian Kepala SMPN 61 Halsel, Warga Silang : Kami Tidak Mau Anak-anak Kami Jadi Korban

HALSEL, CN – Tuntutan warga di Desa Silang Kecamatan Bacan Timur Selatan untuk mengembalikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 61 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) bakal ditindaklanjuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Halsel Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini dijelaskan Sekertaris Dikbud Halsel Jais A. Abdul Fatah saat dikonfirmasi cerminnusantara.co.id,  melalui via telepon seluler, Rabu (23/3/2022).

“Pak Camat, Kapolsek, Babinsa dengan kami dari Dinas Pendidikan kemarin sudah menggelar pertemuan bersama dengan masyarakat Desa Silang,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, Sekertaris Dikbud Halsel menjelaskan, keputusan awal masyarakat tetap menolak Kepsek baru Abdurrahim Halim demi mempertahankan Kepsek lama Burhanuddin Samad.

“Tapi kami bilang ke masyarakat bahwa Kepala Sekolah yang baru ini sudah dilantik. Makanya untuk sekarang ini kita kembalikan Kepala Sekolah yang lama juga tetap belum bisa. Jadi pemalangan Sekolah harus di buka dulu, supaya menyelamatkan anak-anak yang Sekolah karena dalam bulan Puasa Tanggal 18 April 2022 ini sudah melaksanakan Ujian. Sebab, kalau sudah saatnya Ujian, Kepala Sekolah yang baru ini harus menjalankan tugasnya. Karena sudah dilantik menjadi Kepala Sekolah,” kata Jais A. Abdul Fatah.

Jais bilang, semua kewenangan Sekolah ada ditangan Kepsek baru bukan lagi di Kepsek lama.

“Semua administrasi Sekolah di tangan Kepala Sekolah yang lama sudah putus, jadi sudah tidak bisa sama sekali karena soal tanda tangan ijazah dan yang lain itu, jika kalau sampai harus dilaksanakan,  maka tanda tangan ijazah akan dianggap ilegal,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Jais meminta warga untuk memberikan kesempatan kepada Abdurrahim Halim agar menjalankan tugasnya sebagai Kepsek SMPN 61 Halsel selama 3 Bulan. Setelah itu, baru dievaluasi kembali.

“Jadi kalau memang kinerjanya tidak sesuai, baru kita usulkan pergantian Kepala Sekolah lagi. Yang penting dia menjalankan tugasnya sekarang ini dulu,” tuturnya.

Selain itu, dirinya mengaku bahwa masyarakat telah merespon baik atas penjelasan yang telah dipaparkan Dikbud Halsel.

“Jadi sementara sekarang ini kegiatan proses belajar mengajar sudah berjalan,  itu keputusan bersama kami dengan masyarakat Desa Silang,” cetusnya.

Sementara itu, nampaknya warga Silang, Hairun Safi dengan tegas tetap menolak Kepsek baru. Warga berharap kepada Bupati Halsel, Usman Sidik untuk mempertimbangkan kembali dengan adanya pergantian Kepala SMPN 61 Halsel.

“Walaupun SK Kepala Sekolah yang baru sudah ada sekalipun, tapi kami berharap agar pak Bupati mempertimbangkan kembali dengan adanya permintaan masyarakat Silang ini karena biar bagaimanapun, kami dari masyarakat tetap menolak Kepsek baru dan meminta mengembalikan Kepala Sekolah yang lama,” pintanya.

Namun jika ada Guru yang berani mengatakan kinerja Kepsek lama tidak sesuai, maka warga Silang pastikan semua itu bohong. Mengapa, dimasa kepempimpinan Kepsek lama Abdurrahim Halim, separuh perlengkapan Rumah Dinas diambil dan diberikan kepada para Guru yang dekat dengannya.

“Kulkas dan peralatan Dapur lainnya juga sudah dikeluarkan bahkan tempat tidur juga pun Abdurrahim Halim bawa ke rumahnya seperti barang milik pribadinya sendiri. Selain barang peralatan yang ada di Rumah Guru, alat pengeras Suara di Sekolah pun sudah dibawah pulang dan tidak ada lagi di Sekolah.  Ini ada apa sebenarnya,” kesalnya.

Oleh karena itu, jika Bupati Usman Sidik  merasa Pendidikan ini penting bagi anak-anak, maka Usman Sidik harus mendengar aspirasi masyarakat untuk segera mengembalikan Kepsek lama.

“Kami menolak keras karena Kepala Sekolah yang baru ini tidak pernah mengurus Pendidikan saat dia masih menjadi Kepala Sekolah di Desa Silang. Yang urus pendidikan ini hanya Pak Burhanuddin Samad saja,” cetusnya.

Ia menjelaskan, sejak Abdurrahim Halim diganti dari Kepsek SMPN 6 Halsel, Sekolah tersebut mengalami kemajuan saat dipimpin Burhanuddin Samad. Sehingga warga Silang menilai Pendidikan di Desa Silang mulai berjalan lancar.

“Beberapa orang yang menjadi Kepsek disini pendidikan berjalan normal. Tapi setelah pak Abdurahim Halim jadi Kepala Sekolah disini bukan tidak bagus lagi, tapi memang sangat tidak bagus. Namun Alhamdulillah, ketika Abdurrahim Halim pindah dari sini dan digantikan dengan pak Burhanudin Samad, Pendidikan langsung mulai berjalan bagus hingga sekarang ini,” terangnya.

Akibat pergantian Kepsek baru yang dilantik belum lama ini, warga menyebut anak-anak akan menjadi korban. Sebab, Kepsek baru tidak pernah hadir di Desa apalagi di Sekolah.

“Padahal yang rugi ini bukan Pemerintah, tapi kami dari masyarakat yang rugi. Karena yang Sekolah itu anak-anak kami, makanya yang korban adalah kami dan anak-anak kami. Pak Bupati kami tidak mau anak-anak kami jadi korban,” tutupnya, sembari berharap Kepsek lama segera dikembalikan. (Red/CN)