Bupati Usman Sidik Pertahankan Ribuan PTT di Halsel

HALSEL, CN – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) Usman Sidik, tetap bersih keras mempertahankan tenaga honorer atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) dilingkup Pemerintah daerah Kabupaten Halsel.

“Penghapusan tenaga honorer atau Pegawai tidak tetap sangatlah berpengaruh pada program-program di setiap OPD,” ungkapnya, Jum’at 20 Januari 2023.

Menurutnya, meski sudah Keputusan Penghapusan tenaga honorer atau PTT oleh Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MENPAN RB). Akan tetapi pemda Halmahera Selatan masih tetap mempertahankannya.

Bupati Usman menyebutkan, Keputusan penghapusan ini meski sudah dilakukan di sejumlah daerah pada khususnya di Maluku Utara. Namun di Halsel tidak akan pernah dilakukan.

“Saya akan memperjuangkan nasib ribuan PTT di Halsel dan tetap dipertahankan,” tandas Usman. (Hardin CN)

Pemdes Amasing Kota Barat Gelar Sertijab Kades Terpilih 

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Amasing Kota Barat, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Pjs Kapala Desa (Kades) kepada Kades terpilih periode 2023-2029.

Pelaksanaan kegiatan Sertijab yang dilakukan Pemdes Amasing Kota Barat berlangsung di Aula Kantor Desa Jalan Paisu Tutupa RT 01. Ikut hadir, Camat Bacan Ibnul Mubarak Iskandar Alam, Ketua BPD Amasing Kota Barat, Tamrin Wandi, Kades terpilih Muslim Yusuf dan Tokoh masyarakat serta seluruh masyarakat Amasing Kota Barat.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan selanjutnya penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan Kepala Desa terpilih Periode 2023-2029.

Usai melakukan penandatangan Berita Acara Sertijab, dilanjutkan dengan penyerahan memori pemerintahan secara simbolis, kemudian dilanjutkan dengan Pidato Pjs Kades Amasing kota Barat.

Dalam sambutan pidatonya, Fahman Djaohan berterimakasih kepada seluruh masyarakat Desa setempat.

Selain berterimakasih kepada masyarakat. Mantan Pjs Kades itu juga menuturkan ucapan terimakasih kepada Pemdes yang membantunya selama menjalankan pemerintahan sebagai Pjs Kades.

“6 Bulan sudah saya menjabat, hanya ini yang bisa saya berikan. Saya sadari bahwa saya hanyalah manusia biasa yang dikehendaki Allah SWT memimpin Bapak Ibu sekalian. Dalam kepemimpinan saya, tentunya memiliki banyak kekurangan dan kelemahan, namun saya berharap upaya terhadap kemajuan Desa harus tetap beregenerasi karena hanya dengan itu masyarakat bisa berimajinasi memperbaiki kesalahan serta menyiapkan kemungkinan-kemungkinan kemajuan Desa ke depan,” terangnya.

Fahman Djaohan bilang, upaya secara bersama-sama dalam memajukan Desa yang dilakukan, bukan hanya di masa kepemimpinan saja, akan tetapi diharapkan kepada Kades terpilih agar secara bersama-sama membangun Desa ke arah yang lebih baik.

“Hal itu semua perlu dilakukan secara bersama-sama agar mampu menghantarkan masyarakat pada taraf kesejahteraan, kemakmuran dan kemajuan,” harapnya.

Diakhir sambutan yang disampaikan, Mantan Pjs Kades Amasing Kota Barat itu berharap agar pemerintahan selanjutnya diharapkan lebih baik dari sebelumnya.

“Serta membawa Desa Amasing Kota Barat menjadi Desa yang maju dan sejahtera serta berkeadilan,” tutupnya. (Sain CN)

Gelar Aksi Damai, Bupati Halsel Diminta Percepat Pelantikan Kepala Desa

HALSEL, CN – Dalam rangka mendukung keputusan penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), ribuan masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang tergabung dalam Aliansi Saruma Bersatu menggelar aksi damai didepan Polres Halsel.

Aksi damai yang digelar ribuan masyarakat Halsel ini bertujuan mendukung keputusan Bupati Halsel, Usman Sidik terkait Hasil Putusan penyelesaian sengketa Pilkades yang telah ditetapkan beberapa pekan lalu yang menimbulkan berbagai protes serta kegaduhan dari sejumlah kalangan.

Kordinator aksi, Irfan Djalil dalam keteranganya menyebutkan, Polemik kegaduhan atas putusan tersebut diduga kuat ada oknum-oknum petinggi Partai  dan elit politik lainnya melakukan provokasi kepada masyarakat, sehingga terjadi kericuhan dimana-mana hingga  mengakibatkan sejumlah fasilitas Pemerintah dirusak.

“Mencermati dinamika protes atau unjuk rasa yang dilakukan oleh sekelompok orang, paska putusan Sengketa penyelesaian Pilkades oleh Bupati Kabupaten Halmahera Selatan yang menurut hemat kami sudah tidak lagi sesuai dengan ketentuan sebagaimana di atur dalam undang-undang nomor 9 tahun 1998, yaitu menyampaikan pendapat didepan umum merupakan perwujudan Demokrasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat yang aman, tertib dan damai,” cetus Rustam, Kamis (19/1/2023).

Irfan bilang, pihaknya menghargai penyampaian pendapat didepan umum bagi siapa saja sepanjang tidak menimbulkan cara-cara kekerasan dan pengrusakan terhadap fasilitas Pemerintah.

Karena lata dia, Daerah ini dibangun dengan upaya dan kerja keras. Olehnya itu, wajib untuk dijaga, dirawat dan dipelihara.

“Maka dari itu, kami atas nama Masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan yang hari ini tergabung dalam Aliansi Saruma Bersatu melakukan aksi damai untuk mendukung keputusan Bupati Halsel terkait dengan Sengketa Pilkades. Selain itu, kami juga mendesak pihak kepolisian untuk bertindak tegas kepada oknum-oknum yang menyampaikan pendapat dimuka umum dengan cara-cara provokatif dan merusak fasilitas pemerintah,” tegasnya.

Aksi Damai yang dilakukan disejumlah titik di pusat Pemerintahan Halsel itu, diikuti ribuan warga yang berasal dari ratusan Desa dan di puluhan Kecamatan.

Adapun tuntutan aksi penolakan yang disampaikan didepan umum. Diantaranya.

1. Menolak dan mengutuk secara tegas cara-cara kekerasan dan pengrusakan Fasilitas Pemerintah oleh Kelompok-kelompok yang yang menyampaikan pendapat di muka umum.

2. Menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan ajakan oknum-oknum yang tidak bermoral yang sengaja mengadu domba untuk membuat kekacauan di Negeri Saruma.

3. Mendukung keputusan Bapak Bupati Kabupaten Halmahera Selatan dalam penetapan Cakades terpilih dan meminta dengan hormat kepada Bapak Bupati Kabupaten Halmahera Selatan untuk mempercepat proses pelantikan Kepala Desa.

4. Mengajak kepada masyarakat Halsel untuk menjaga kerukunan, ketentraman dan menciptakan rasa nyaman dan damai di Kabupaten Halmahera Selatan.

5. Meminta kepada Polres Halsel untuk menangkap dan memproses Oknum-oknum yang merusak Fasilitas umum Pemerintah. (Sain CN)

Memanah Ikan, Adik Kandung Kades Bahu Tewas Diterkam Buaya

HALSEL, CN – Seorang warga Desa Bahu Kecamatan Mandioli Utara Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Albar Abas tewas setelah diterkam Buaya saat memanah Ikan didalam Laut pada Rabu (18/1/2022).

Peristiwa itu terjadi saat korban hendak mencari Ikan diperairan Obi sekitar pukul 06.00 WIT.

Dalam sebua video berdurasi 26 detik, memperlihatkan korban mengalami luka serius di bagian Tangan Kanan dan Kiri akibat gigitan Buaya liar tersebut.

Almarhum yang diketahui adalah adik kandung Kepala Desa (Kades) Bahu itu, sempat dilarikan ke Klinik terdekat, namun sebelum mendapat pertolongan, nyawa korban sudah tak tertolong.

Kades Bagi, Badar Abas saat dikonfirmasi melalui via Telepon seluler membenarkan adanya insiden kecelakaan yang menewaskan adik kandungnya itu.

” Iya benar, tadi saya masih VC sama dia (Korban), namun beberapa waktu kemudian, ada kabar tentang kejadian itu. Korban diperkirakan meninggal di pukul 09.00 WIT malam,” terang Badar Abas.

Kades Bahu bilang, usai tak tertolong lagi nyawa korban, Jasad Almarhum langsung dibawah ke Labuha sekitar pukul 9:30 WIT malam menggunakan Speed Boat.

“Jasad korban malam ini juga langsung di bawa ke labuha,” terangnya.

Kades Bahu juga meminta kepada masyarakat setempat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktifitas di Laut terutama saat memanah atau memancing Ikan.

“Kita saling mengimbau kepada masyarakat pada umumnya agar berhati-hati saat beraktivitas di Laut karena Buaya liar bisa menerkam kita kapan saja. Hal semacam ini kita jadikan pelajaran berharga bagi kita semua, sehingga tidak ada lagi korban di Hari-hari yang akan datang,” tutupnya. (Sain CN)

Tuntut Gaji, Masyarakat Palang Kantor Desa Pasimbaos 

HALSEL, CN – Masyarakat Desa Pasimbaos Kecamatan Botang Lomang Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) melakukan aksi pemalangan Kantor Desa.

Aksi protes yang dilakukan masyarakat Desa Pasimbaos lantaran Kepala Desa (Kades), Taib Ahmad diduga tidak transparan dalam pengelolaan Dana Desa (DD).

Selain tidak transparansi pengelolaan DD, masyarakat setempat juga meminta Kades agar terbuka terkait sumbangan dari pihak lain yang diperuntukan bagi pembangunan Masjid.

Informasi yang berhasil dihimpun cerminnusantara.co.id, Pemboikotan Kantor Desa yang dilakukan BPD dan puluhan warga itu menuntut Gaji dan hak masyarakat yang diduga belum diselesaikan Kades Pasimbaos.

Hak masyarakat yang belum dibayarkan Kades yakni, insentif guru honorer PAUD dan Madrasah Aliyah yang diketahui selama 11 bulan, 5 bulan Tahun Anggaran 2021 dan 6 bulan Tahun Anggaran 2022, insentif Kader Posyandu 11 bulan dan insentif Badan Sarah serta insentif guru TPQ selama 11 Bulan.

Sementara itu, salah seorang warga Pasimbaos yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan, Pemerintah Desa (Pemdes) dalam hal ini Kades saat menjalankan tugas dimasa kepemimpinannya tidak serta merta sesuka hati mengambil langkah tanpa mengikuti prosedur dan aturan yang ada.

“Sebab yang bersangkutan meskipun masa jabatannya telah berakhir namun dia (kades) masih menjalankan tugas sebagai Kepala Desa, bahkan dia dengan Camat Botang Lomang beranikan diri menggelar Musdes. Pada hal masa pemerintahanya telah berakhir dengan berakhirnya SK Kepala Desa,” cetus warga, Selasa (17/1/2023).

Terpisah, Kades Pasimbaos, Taib Ahmad saat dikonfirmasi melalui via Telepon seluler mengatakan, kondisi masyarakat di Desa belum aman lantaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Meski begitu Taib mengaku Bendahara Desa telah memberikan insentif Kaders Posyandu, Badan Sarah dan Guru TPQ usai warga menggelar pemalangan Kantor Desa.

“Kondisi baru habis Pilkades dan masyarakat masih belum aman. Mungkin mereka malu hati datang dan mempertanyakan hal itu ke Bendahara. kalau ada yang lapor ke Wartawan langsung saja suru ke Bendahara,” pintanya.

Kades bilang, terkait insentif honorer, pihaknya akan memanggil para Guru,  guna membicarakan masalah tersebut.

“Nanti kalau insentif Guru, saya perlu berbicara dengan Guru-guru dulu karena saya juga Ketua Yayasan di Sekolah,” tutupnya. (Sain CN)

Puluhan Warga Lata Lata Lakukan Aksi Tolak Cakades Pemenang Sengeketa

HALSEL, CN – Puluhan warga di Desa Lata Lata Kecamatan Kasiruta Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) dengan tegas menolak Calon Kepala Desa (Cakades) Nomor Urut 1, M. Nur Senen sebagai pemenang melalui jalur gugatan Sengeketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Informasi dihimpun wartawan cerminnusantara.co.id pada Sabtu (14/1/2023), ketegasan warga melalui aksi penolakan setelah mendapat informasi bahwa Cakades Lata Lata Nomor Urut 1, M. Nur Senen dimenangkan dalam Sidang Sengeketa Pilkades Halsel meski kalah bertarung di Desa.

Cakades Nomor Urut 1, M. Nur Senen sebagai pemenang ke 2 dari Cakades Lata Lata Nomor Urut 4, Natalia Faici. M. Nur Senen hanya meraih hanya 87 Suara, sedangkan Cakades Nomor Urut 4 berhasil meraih 184 Suara.

Itu artinya, Natalia Faici menang jauh dari M. Nur Senen dengan selisih puluhan suara pada Pilkades Halsel yang digelar pada 19 November 2022 lalu.

Tidak menerima atas Hasil Putusan Sengeketa Pilkades Halsel, warga Lata Lata melakukan protes di Desa dalam bentuk aksi penolakan Cakades Nomor Urut 1, M. Nur Senen sebagai Cakades Pemenang.

Dengan 2 buah Spanduk, Spanduk pertama bertuliskan “Penolakan Nomor Urut 01 sebagai Cakades Lata Lata. Kami minta keadilan Pemerintah Daerah Halmahera Selatan. Bapak Bupati segera lantik nomor Urut 04”.

Sedangkan Spanduk ke 2 bertuliskan “Desa Lata Lata kami tolak Urutan 1. Lantik Kandidat Nomor 4. Kami dari masyarakat Desa Lata Lata percaya terhadap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan”.

“Hidup Nomor 4, lantik Nomor 4,” teriak massa dalam aksi penolakan tersebut.

Seperti diketahui, Pilkades di Lata Lata sebanyak 5 Cakades. Diantaranya, Cakades Nomor Urut, M. Nur Senen merahi 87 Suara. Cakades Nomor Urut 2, Adret Tuepo merahi 19 Suara. Cakades Nomor Urut 3, Sudarmin Abbas merahi 8 Suara. Cakades Nomor 4, Natalia Faici merahi 184 Suara. Sedangkan  Cakades Nomor Urut 5, Abdul Nazar merahi 40 Suara. (Hardin CN)