Bentuk Solidaritas, Kapolsek Rundeng Ajak Personel TNI-POLRI Saweu Keude Kopi

SubulussalamRundeng, CN – Kapolsek Rundeng  IPDA MULYADI S. H M. H beserta Personil polsek rundeng dan personil TNI koramil 02 rundeng  melaksanakan Saweu Keude kopi didesa  Mauara Batu- batu  kecamatan Rundeng kota Subulussalam. Rabu, (09/02/020).

Ipda Mulyadi menyampikan kepada media CN, “Dalam kegiatan saweu keude kupi kali ini kami bersama personil TNI-POLRI mengajak sama sama   terjun lansung memberikan pesan pesan kamtibmas kepada masyarakat kususnya desa muara batu untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah desa masing-masing, dan apa bila ada kejadian kejadian yang meresahkan masyarakat segera laporkan ke kantor kami.

“Kami dari TNI-POLRI siap membatu dan melayani masyarakat dengan sigap dan iklhas, karna sudah kewajiban kami selaku apratur negara baik TNI maupun POLRI, kami juga menghibau kepada masyarakat jangan mudah percaya dengan isu atau berita yang belum tentu kebenaran atau berita hoax seperti yang kita di lihat di media sosial yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI,” Ujarnya

Tambah Kapolsek Rundeng, kami bertujaun Terciptanya rasa aman dan tentram kepada masyarakat  di Desa Pasar Rundeng Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam. Mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas di Kecamatan Rundeng kota Subulussalam. 

Turut hadir dalam kegiatan itu
Ipda Mulyadi S.H,MH
Aiptu Supono
Aiptu Sugeng hariadi
Bripka Julian fajri
Serda Ralit

Lubuk salah seorang tokoh masyarakat yang ikut dalam acara Saweu Keude kopi tadi menyampaikan

“Sangat senang sekali atas apa yang di sampikan bapak Kapolsek Rundeng tadi dan semoga TNI-Polri Kedepannya selalu sukses amin.dan kami sangat bangga TNI-Polri,” Ungkapnya (Mh CN)

Krisis Ekologi Lingkungan di Maluku Utara

Oleh: Irfandi Mustafa
Menteri Lingkungan Hidup BEM Unkhair

Perkembangan sains yang ditandai dengan kemajuan teknologi, ternyata tidak seluruhnya meniscayakan hilangnya problematika kehidupan manusia. Problematika yang semula ingin diselesaikan manusia dengan sains dan teknologi ternyata justru kian membuat problem semakin pelik. Perkembangannya tengah menyisakan berbagai macam krisis, seperti kemiskinan, ketidakadilan ekonomi, politik, informasi, termasuk menurunnya kualitas kesehatan dan kurangnya akan kesadaran lingkungan. Dalam kenyataannya, keterkaitan permasalahan ekologis yang mengancam eksistensi manusia tersebut semakin tampak. Seperti polusi dari kendaraan, pemanasan global, penambangan di Hutan Halmahera, reklamasi sehingga naiknya air laut, longsor, banjir, pencemaran tanah dan air, gizi buruk, makanan yang beracun. Krisis ini merupakan problem akut yang membutuhkan perhatian besar setiap individu. Barangkali terdapat suatu permasalahan yang kendati kita cari jalan keluarnya maupun kita abaikan begitu saja jalan keluarnya, tetap tidak memiliki perubahan atau pengaruh signifikan untuk kehidupan. Kepasifan dan keaktifan kita dalam persoalan ekologi memberikan efek signifikan untuk seluruh kehidupan atau organisme. Krisis ekologi yang tengah terjadi, jika kita abaikan akan semakin mengancam eksistensi kelestarian kehidupan atau organisme.
Maluku Utara adalah salah satu Krisis Ekologi yang harus dilihat secara serius, dengan memiliki keseriusan problematika Lingkungan di wilayah Maluku Utara, Ternate sudah mejadi ladang untuk dijadikan pulau reklamasi dengan mengambil material beberapa tempat (Galian Golongan C) untuk melakukan aktivitas reklamasi di pesisir pantai sehingga terjerat di pulau – pulau kecil di sekitarnya akan mengalami peningkatan debit air semakin naik dan penyebaran sampah sangat meluas karena aktivitas, dari sisi lain juga biota di lingkungan yang berdampak reklamasi bisa punah. Sementara di Halmahera, Industri yang bengis bekerja. Di Halmahera Tengah, PT. Weda Bay Nikel dari Perancis dan PT Tekindo Energy dari Tiongkok menggaruk nikel, mengusai tanah warga setempat, aktifitas kedua perusahan ini selain menyebabkan konflik pada internal masyarakat juga mengakibatkan permukiman penduduk harus menerima resiko banjir yang berulang – ulang kali karena pembukaan hutan sebagai penyangga. Di Halmahera Timur PT. Antam sedang bekerja menggaruk nikel dan menyebabkan teluk Buli tercemar. Selain ekosistem rusak, warga setempat pun kehilangan mata pencaharian mereka di laut. Semua tentang penghancuran ekologi dan ruang hidup masyarakat kepulauan. Di Halmahera Utara ada PT. Nusa Halmahera Mineral (NHM) salah satu perusahan tambang emas asal Australia merombak hutan besar – besaran sampai membuang limbah di Kao Teluk dan menyebabkan ekosistem laut menjadi rusak, di sisi lain juga Halmahera Selatan, khususnya pulau Obi pun ada petambangan Nikel yang di babat hasi hutan serta tercemarnya lingkungan. Dan tentunya masih banyak lagi perusahan yang beroperasi penambangan di Pulau Halmahera.
Krisis ekologi lingkungan yang ada di Jajirah Al-Mulk (Moloku Kie Raha) menjadi suatu permasalahan mendasar untuk di sikapi secara individu maupun kelompok dengan kepekaan terhadap lingkungan. Seluruh krisis kontemporer yang tengah melanda ummat manusia terasuk krisis Ekologi di Maluku Utara tidak hanya di sebabkan oleh alasan material tapi lebih karena sebab – sebab yang bersifat transendental. Sebab – sebab dan cara – cara manusia terhadap alam ini.

Bripka Ekhy Raih Penghargaan Sebagai Bhabinkamtibmas Terbaik

TERNATE, CN – Sebagai seorang Polisi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di kelurahan Takome, Bripka Ekhy La Tarima di kenal sebagai orang yang ramah dan mudah bergaul serta cekatan dalam menyelesaikan segala persoalan di tengah masyarakat.

Sikap Profesional Bripka Ekhy menghantarkan ia sebagai salah satu Bhabinkamtibmas terbaik di Kota Ternate.

Anugrah penghargaan ini diberikan langsung oleh Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda, Senin, (17/02/2020).

Penghargaan yang di terima Bripka Ekhy, karena dianggap sebagai Babinkamtibmas paling aktif selama menjalankan tugas dan tanggungjawab.

Ketika ditanya perihal penghargaan yang di terimanya, kepada cerminnusantara.co.id Bripka Ekhy La Tarima, Menyampaikan bahwa ia sangat berterimakasih kepada Kapolres yang mana sudah memilihnya sebagai Bhabinkamtibmas terbaik di Polres Ternate dalam segi pelayanan Kepada masyarakat.

Bripka Ekhy La Tarima juga Tidak menyangka, terkait dengan adanya kegiatan penerimaan piagam penghargaan ini, ia dipilih sebagai Bhabinkamtibmas Terbaik.

Kedepanya, Bripka Ekhy berjanji untuk menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai Babinkamtibmas lebih baik lagi.

“Saya laksanakan Tugas secara ikhlas sesuai dengan Tugas pokok saya, dan semoga kedepan lebih baik lagi,” pungkasnya. (Red/CN)

Kampanyekan Petahana, 3 Pejabat ASN Hadiri Undangan Klarifikasi Bawaslu Halsel

HALSEL, CN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) telah menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah Kepala Dinas dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Halsel, saat mengikuti kunjungan kerja Bupati Bahrain Kasuba ke Desa Soa Sangaji, Kecamatan Obi Barat pada. Sabtu, (15/02/2020) lalu.

Tiga Pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) telah menghadiri undangan klarifikasi yang dilakukan oleh Bawaslu pada Selasa (19/02/2020) Sore.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Asman Jamel, SH selaku Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan, saat ditemui diruang kerjanya usai melakukan klarifikasi.


“Kami telah mengeluarkan surat undangan klarifikasi kepada ketiga ASN dan Alhamdulilah semua hadir untuk memenuhi undangan klarifikasi,” Ujarnya

Tiga pejabat yang menghadiri undangan Klarifikasi Bawaslu Halsel diantaranya Aisa Badaruni, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Adriani Radjiloen, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian, serta Fahri Nahar, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja.

Hari ini, (19/02/2020) juga di jadwalkan akan dilakukan klarifikasi terhadap 6 oknum ASN yang diduga ikut mengkampanyekan Bupati Bahrain Kasuba pada saat kunjungan kerja di Desa Soa Sangaji sebagaimana terlihat pada video yang beredar di media sosial. Enam ASN tersebut berinisial MR, NK, AL, AH, BS, dan DJ di lingkup Pemkab Halsel.

Asman Jamel SH menjelaskan, para ASN yang diundang untuk dimintai klarifikasi dugaan pelanggaran kode etik ASN. Sebagaimana diatur dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Sesuai pasal 2 huruf (f), setiap ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada siapapun. Serta pasal 9 ayat 2 UU, ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik,” Jelasnya

Bawaslu akan bekerja secara profesional dalam menindak segala bentuk dugaan pelanggaran yang terjadi pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020.

“Yang jelas kami dari Bawaslu Halsel akan mengawal dan melakukan pemeriksaan terkait dengan pelanggaran yang dilakukan ASN tersebut. Proses awal mulai hari ini sampai seterusnya,” Tegas Asman.

Selain itu Anggota Bawaslu Rais Kahar, S.Pd, M.Si yang membidangi Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Halmahera Selatan, ditemui diruang kerjanya berharap kepada masyarakat yang mengetahui setiap dugaan pelanggaran yang terjadi agar selalu melaporkan kepada Bawaslu Halsel. Dan akan kami proses setiap dugaan pelanggaran yang terjadi. (Red)

12 Rehap Rumah Diduga Mark Up Anggaran Yang Dikelola Oleh Pj Kedes Jambi baru

Subulussalam-Sultan Daulat, CN – 12 rumah warga Desa Jambi Baru Kecamatan Sultan Daulat mendapatkan bantuan Rehap rumah yang bersumber dari Dana ADD tahun 2019. Senin 17/ 2020. Senin 17 Februarai 2020,Beredar di Grup WhatsApp SHIRING INFO SUBULUSSALAM yang isinya. 12 Perehapan Rumah warga Desa Jambi Baru yang di duga Mark Uf  Anggarannya,dalam anggaran per unitnya sebesar Rp.14 Juta sedangkan menurut keterangan hasil investigasi dari LSM PERLAHAN pada tanggal 16 hari Sabtu kemaren.”Temuan yang kami terdapat kerugian negara mencapai puluhan Juta Rupiah, dan jumlah material yang terpakai dalam satu unit rumahnya diantaranya Papan 80 lembar dengan harga Rp 3,000,000, Seng 2 Kodi  dengan harga  Rp.1,800,000, ongkos Tukang dalam per unitnya Rp.1,500,000, Sertu 1 Dam dengan harga Rp.300,000, Cat bungkus dengan harga Rp.200.000, Paku seng 2 kotak dengan harga Rp.60.000,Paku Biasa 5 kg dengan harga Rp.75.000
Jadi jumlah yang masuk per unitnya Rp.7.610.000, Diduga kerugian negara Rp.76.680.000.

Dalam info Yang beredar itu bersumber WhatsApp
dari  Tamrin yang selaku ketua  LSM PERLAHAN Kota Subulussalam.Selang beberapa menit info Mark Uf anggaran rehap rumah di salah satu Grup, wartawan cerminnusantara.co.id ini mencoba menghubungi Pj Kepala Desa Jambi Baru melalui vhia Handphone. namun dirinya tidak merespon, dan lagi media ini mencoba melayangkan pertayaan apakah benar ada terjadi Mark Uf anggaran 12 rehap rumah yang didanai dari ADD Tahun 2019 yang di kelola dari dia itu sendiri.

Tidak menunggu waktu lama, Pj Kepala Desa Jambi Barupun membalas WhatsApp media ini. “Oda pas i cho, lot den kurang i, standart material kota s.slm oda betoh na,” Ungkapnya dalam Bahasa Kampung. (Mh CN)

Wanita Dimata Budaya Ekopol Media

Oleh: Irfandi Mustafa

Persolaan perempuan cukup menarik untuk diperbincangkan,mulai dari urusan domestik sampai pada masalah yang berbaur komersial (industrialisasi). dalam dunia kapitalisme global perempuan selalu dijadikan sebagai objek tontonan alias hiburan,wanita mempunyai fungsi dominan sebagai pembentuk citra maupun tanda. Berbagai komoditi seperti umbrella girl,cover girl, atau model girl turut mewarnai dunia entertaiment kita. Sebab menjadikan tubuh sebagai tontonan bagi sebagian perempuan merupakan jalan menuju popularitas, mengejar gaya hidup,dan untuk memenuhi kepuasan materil,tanpa menyadari sebetulnya telah dikonstruksi secara sosial untuk berada di dunia marjinal-dunia objek, dunia citra maupun sebagai komoditas ekonomi politik dari kepentingan neoliberal.

Sejarah tubuh wanita di dalam ekonomi politik kapitalisme adalah sejarah pemenjaraannya sebagai tanda atau fragmen-fragmen tanda. Kapitalisme membebaskan “tubuh wanita” dari tanda-tanda dan identitas tradisional seperti tabu, etiket, adat, moral dan spritual menjadikannya lebih liberatif lewat kekuatan media sebagai alat propaganda.

Kemudian fungsi tubuh bergeser dari fungsi organis, biologis, reproduktif kearah fungsi ekonomi politik yang menjadikan tubuh sebagai komoditi ataupun mesin hasrat (ekonomi libido). Tubuh kemudian menjadi bagian dari semiotika ekonomi neolib dengan memperjualbelikan tanda, makna dan hasratnya. Eufhoria neolib menemukan artikulasinya melalui jalur media. Beragam janji, fantasi, ilusi, halusinasi, kenyamanan, kesenangan, kegairahan, prestitise maupun sensualitas membaur dalam media. Kalaupun media menyampaikan berita bencana, kriminalitas, atau demonstrasi (lih.film cerita,dan berita) selalu direduksi menjadi tontonan atau hiburan.

Tubuh wanita yang dimuati dengan modal simbolik ketimbang sekedar modal biologis. Erotisassi tubuh wanita didalam media adalah mengambil fragmen-fragmen tubuh tersebut sebagai penanda dengan berbagai posisi dan pose serta dengan berbagai asumsi makna dan menaturalisasikan tubuhnya secara kultural sebagai obyek yang dipuja (sekaligus dilecehkan ?) karena dianggap mempunyai kekuatan pesona (ransangan).

Media menjadikan tubuh sebagai penanda yang dikaitkan dengan makna tertentu sesuai dengan tujuan ekonomi politik, seperti rambut yang indah eqivalen dengan shampo clear, pinggul yang sempurna sesuai dengan jean yang dikenakan, bibir yang sensualitas sesuai dengan sensualitas permen karet dan sebagainya. Wanita kemudian diposisikan sebagai objek tanda dalam sistem tanda dalam sistem komunikasi untuk kepentingan kapitalisme. Bibir, mata, paha, betis, pinggul, perut, buah dada etc. hanya digunakan untuk menyampaikan makna tertentu yang disertai dengan aneka produk.

Artinya, gelora hasrat yang muncul dari fragmen-fragmen tubuh memiliki nilai komersial yang cukup mengairahkan dan menjajikan dalam mendatangkan keuntungan sehingga ekonomi politik ‘tanda’ kini menuju ekonomi politik hasrat. Eksploitasi tubuh wanita di dalam ekonomi hasrat sama bentuknya dengan eksploitasi kaum pekerja di dalam kapitalisme awal, dimana kelas pekerja dijadikan nilai tenaganya sesuai dengan nilai tukarnya. Maka wanita dieksploitasi melalui nilai tanda ‘nilai libido-nya’ equivalensi dengan nilai tukar komoditi.

Dalam sistem kapitalisme sekarang ini ‘nilai’tubuh dikembangkan ke dua arah yaitu ; sebagai ‘nilai guna’ (erotika) dan ‘nilai tukar-jual’(tubuh sebagai tanda). Padahal peran dominan tubuh wanita sebagai tanda dan citra media (iklan dan televisi) sebetulnya terdapat kontradiksi pokok, tubuh wanita digunakan dalam media sebagai penjual produk. Sementara, wanita itu sendiri mempunyai peran konsumsi (menonton TV, melihat iklan, berbelanja).artinya wanita lebih banyak mengkonsumsi citra dirinya sendiri kerimbang pria. Kondisi ini turut membentuk abnormalitas seksual dikalangan wanita.

(waspadalah……!)