Selewengkan Dana Desa, Kades Koititi Resmi Dilaporkan Ke Kejari Halsel

HALSEL, CN – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mendatangi Kantor Kejaksaan untuk menyerahkan Laporan Pengaduan dugaan Korupsi Dana Desa Koititi Kecamatan Gane Barat ke Kejaksaan Negeri Labuha pada Senin (15/6/2020).

Bupati LSM LIRA Halsel, Samsudin Kalam bersama jajarannya menyerahkan dokumen berkas laporan pengaduan dugaan Korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa koititi Musli Marasabessy.

“Iya benar, kami ke Kantor Kejaksaan Negeri Labuha untuk menyerahkan Laporan kasus korupsi di Desa Koititi,” terang Samsudin kepada media cerminnusantara.co.id

Sam sapaan akrab Samsudin Kalam menyampaikan, banyak permasalahan terkait pengelolaan Dana Desa oleh Pemerintah Desa Koititi. Pasalnya, Pengelolaan Dana Desa kebanyakan tidak jelas alias fiktif.

“Bahkan oreantasi prioritas pengelolaan anggaranan untuk Pembangunan, Pemberdayaan dan Pembinaan Masyarakat pun tidak terkelola secara baik dan benar,” ungkap Sam.

Samsudin menegaskan bahwa pihaknya bersama jajaran di LSM LIRA Halsel akan terus mengawal ketat permasalahan di Desa Koititi sampai ke tingkat yang lebih tinggi.

Sementara Kasi Intel Kejari Labuha kepada Media cerminnusantara.co.id, Ridwan Marhaban SH menyampaikan bahwa selaku kasi Intel Kejari, dirinya sangat merespon positif Kehadiran rekan-rekan LSM LIRA Halsel di Kantor Kejaksaan Negeri Labuha.

“Tentunya kami berharap pertemuan ini dapat menjadi hubungan mitra kerja yang baik antara kejaksaan dan Rekan-rekan LSM LIRA Halsel,” ucapnya.

Ditanyai soal Laporan LSM LIRA, Kasi Intel Kejari dengan tegas mengatakan bahwa Laporan LSM LIRA Halsel terkait dugaan Penyalahgunaan Dana desa Koititi.
“Kita sudah resmi menerima dan segera kami tindaklanjuti,” tegasnya. (Hafik CN)

Jelang HUT Bhayangkara Ke-74, Sat Brimob Polda Sumut Bagikan Sembako

MEDAN, CN – Peringatan HUT Bhayangkara yang ke-74 tinggal menghitung hari. Di sela-sela jelang peringatan HUT tersebut, Sat Brimob Polda Sumut terus lakukan bhakti sosial ke masyarakat.

Sebagai wujud bhakti Brimob untuk Indonesia, kali ini, Sat Brimob Polda Sumut kembali bagikan paket sembako ke warga. Tepatnya di Jalan Bunga Cempaka Pasar III, Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Senin (15/6/2020).

Pada pelaksanaan kegiatan berbagi kasih ini, sebanyak 82 paket sembako yang di bagikan ke warga. Dengan di pimpin langsung Ps. Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut Kompol Heriyono.

Saat di konfirmasi, Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol. Abu Bakar Tertusi, S.I.K., S.H. melalui Ps. Kabag Ops Kompol Heriyono menjelaskan kepada awak media, bahwa pihaknya secara rutin lakukan kegiatan seperti ini, sebagai bukti bhakti Brimob untuk masyarakat.

“Jauh hari sebelum menjelang HUT Bhayangkara ini, kita sudah lakukan kegiatan berbagi kasih ke warga. Tujuannya, untuk membuktikan bahwa kami (Brimob-red) akan selalu siap dalam hal apapun, apalagi untuk sosial ke masyarakat,” jelas Kompol Heriyono.

Selain Ps. Kabag Ops Kompol Heriyono, turut mendampingi pada kegiatan ini, yakni Wadanki 1 Batalyon A Pelopor Iptu Ngatimin, beserta 15 orang personil Sat Brimob Polda Sumut. (Hendra CN)

Lolos Seleksi, Mantan Ketua PMII Metro Makassar Asal Haltim Mewakili Indonesia Timur di IRI National Forum

TERNATE, CN – Mantan Ketua Cabang PMII Metro Makassar Periode 2017-2018,  Suratman Kayano terpilih menjadi perwakilan Indonesia Timur menjadi salah seorang peserta yang berhasil terpilih dalam seleksi National Forum yang dilaksanakan oleh Internasional Republik Insitute (IRI), Senin (15/6/2020).

Putra Daerah Asal Desa Waci Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara (Malut) ini akan berdiskusi dengan Kepala Daerah dan Jejaring Pemuda Nasional membahas persiapan kader yang siap membangun demokrasi yang ideal melalui National Forum berasama pemuda Se-Indonesia yang berhasil dalam seleksi Program Emerging Leader Academy (ELA) 2020.

Suratman Kayano berhasil terpilih setelah melalui proses panjang seleksi Program Emerging Leaders Academy (ELA) yang diikuti oleh puluhan peserta lain yang juga berasal dari beberapa wilayah di Indonesia Timur seperti Sulawesi Selatan, Nusa Tengara Timur, Maluku, Gorontalo, Palu dan Sulawesi Barat.

Mantan Ketua Cabang PMII Metro Makassar Periode 2017-2018,  Suratman Kayano, Asal Desa Waci Halmahera Timur (Foto Redaksi Cermin Nusantara)

Saat dikonformasi lewat bia WhatsaAp, Suratman Kayano mengaku senang bisa diberi kesempatan mewakili Indonesia Timur terkhusus Maluku Utara untuk belajar, bertemu dan berjejaring dengan pemuda-pemuda hebat se-Indonesia serta dapat dimentori oleh tokoh-tokoh nasional progresif dan memiliki gagasan nyata untuk Indonesia.

“Saya berharap bisa belajar dengan baik, bisa terlibat dalam upaya-upaya pembangunan demokrasi untuk bangsa khususnya untuk daerah saya, Kabupaten Halmahera Timur dan Maluku Utara,” Harapnya.

Rencananya, peserta yang telah lulus melalui Seleksi ELA 1 dan 2 ini selanjutnya akan mengikuti kelas daring selama 3 tahap yaitu pertama tahap orientasi, kedua tahap pembahasan mengenai mitigasi Pandemi Covid-19 oleh Kepala Daerah yang dianggap berhasil melakukan mitigasi bencana non alam dalan rangka melihat kerangka kebijakan daerah dalam kondisi darurat serta tahap ketiga membahas peran tantangan demokrasi Indonesia dan internal party reform yang dilanjutkan dengan Pendampingan selama tiga bulan hingga selesai menyusun gagasan dan konsep pembagunan demokrasi yang ideal oleh Internasional Repubublik Institute dan lembaga yang konsen dibidang politik dan Demokrasi. (Red/CN)

Presiden Pemuda OKI Hadiri Pemakaman Mantan KASAD Jenderal TNI Purn Pramono Edhi

JAKARTA, CN – Pemakaman jenazah mantan Kepala Staf Angkatan Darat Alm. Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo di TMP Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2020).

Sebelum upacara pemakaman di TMP Kalibata, jenazah almarhum yang merupakan pejabat Kasad ke-27 ini, dilepas dari Rumah duka di Puri Cikeas Indah oleh Wakasad Letjen TNI Moch Fachrudin.

Dalam upacara yang berjalan khidmat, selain sejumlah pejabat teras TNI AD diantaranya, tampak hadir pula Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, Mantan Ketua MPR RI Akbar Tanjung, Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan, Waketum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan, Wakil Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Teddy Laksmana, Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, termasuk kehadiran Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudho Margono, Presiden Pemuda Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Indonesia Syafii Efendidan pejabat lainnya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Almarhum.

Presiden Pemuda Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Indonesia Syafii Efendi  ditemui media CN usai Pemakaman mengatakan, sahabat kita Ketua Umum Partai Demokrat Mas Agus Harimurti Yudoyono telah sampaikan  di prosesi pemakaman bahwa, Bangsa Indonesia hari ini Berduka cita karena salah satu Prajurit terbaik Bangsa almarhum Jenderal. TNI.Purn. Pramono Edhi Wibowo telah meninggal dunia.

Sebagai Presiden Pemuda OKI,  saya menyampaikan turut berduka cita atas Wafatnya Jenderal.TNI.Purn. Pramono Edi Wibowo. Menurut saya hubungan partai Demokrat dengan Pemerintah Pusat Indonesia cukup baik. Selalu mengkritik membangun terhadap Pemerintah di Indonesia.

“Kita membutuhkan Sinergitas dan kerendahan hati sama sama membangun Bangsa,” ujarnya kepada CN.

Harapan saya kedepan, partai Demokrat bisa betul betul mengamankan para Calon calon terbaik dari partai untuk membantu Demokrat di tahun 2020. Mas AHY bisa maju ke dalam kancah Politik Nasional, harap Syafii Efendi.

Suasana kebatinan yang kuat terlihat dari wajah keluarga besar almarhum, para pejabat dan pelayat yang hadir, tertuang dalam sambutan pihak keluarga yang diwakili oleh Letjen TNI (Purn) Erwin Sujono serta dari komentar sejumlah pelayat lainnya, merasakan kehilangan sosok pemimpin alm Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie yang dikenal sederhana, tegas, dan berwibawa. (Dody CN)

1 Banteng Keluar Kandang, Ancaman Buat PDI Perjuangan di Pilwalkot Gunungsitoli

GUNUNGSITOLI, SUMUT, CN – Partai PDI Perjuangan dikenal sebagai salah satu Partai dengan sistem kaderisasi yang baik. Setiap kader trennya disebut banteng, ditempa berjenjang dan serius. Sehingga para banteng ini sangat siap apabila diperhadapkan dengan pertarungan-pertarungan politik, baik di level legislatif maupun di level eksekutif.

Dikutip dari media daring era Indonesia, Djarot Saiful Hidayat yang diwawancarai awak media pada pelaksanaan sekolah Politik PDIP di wisma Kinasih pada tahun 2017 menjelaskan tentang jenjang kaderisasi yang diberlakukan bagi seluruh anggota partai PDI Perjuangan. Djarot bahkan menyebut ada 3 tahapan yang dilalui di level kader.

“Karena di kami, anggota PDIP ada beberapa lapis, ada anggota simpatisan, ada anggota biasa dan ada kader. Untuk kader harus melalui tiga tahapan sekolah partai, ada kader pratama, madya dan utama,” tutur Djarot kepada era Indonesia.

Naasnya, sebahagian besar banteng-banteng ini tidak bernasib baik. Diantaranya tergilas oleh salah satu faksi yang sedang naik daun di internal partai. Banteng-banteng ini kemudian sangat liar dan berbahaya. Persis seperti prajurit yang keluar dari kesatuan.

Pada tanggal 19 Februari 2020, PDI Perjuangan menerbitkan rekomendasi buat pasangan Ir. Lakhomizaro Zebua – Sowa’a Laoli untuk diusung kembali pada Pilkada Gunungsitoli. Dimana Pilkada serentak dijadwalkan pada tanggal 9 Desember 2020.

Semula pasangan petahana ini melenggang dengan euforia karena mereka percaya, bakal mengantongi rekomendasi dari seluruh partai yang ada.

Sialnya, pada Jum’at (12/6/2020) Ratusan spanduk propaganda bertebaran di wilayah Gunungsitoli. Tampil mantan walikota Gunungsitoli Martinus Lase berpasangan dengan Mantan Wakil Ketua DPRD asal Partai PDI Perjuangan Hadirat ST. Gea dengan sokongan 3 partai politik yakni, Partai Demokrat, Nasdem dan PAN.

Petahana beserta kroni-kroninya terbelalak. Perang urat saraf di medsos pun tak dapat dihindari. Pro dan kontra turut meramaikan debat di berbagai lini sosial media.

Tampilnya kader PDI Perjuangan Hadirat ST. Gea mendampingi Martinus Lase, sesuatu yang tidak pernah terbesit dalam pikiran petahana. Mereka mengira, gugurnya Hadirat dalam pemilu tahun lalu akan mengakhiri kariernya di dunia politik.

Petahana melupakan track record Hadirat Gea yang telah melalang buana diberbagai event politik. Bagaimana peran Hadirat bersama TIM menyusun strategi pemenangan Madani Jilid I pada Pilkada 2011. Bagaimana Hadirat dan kawan-kawannya berhasil mengantar Lakhomizaro Zebua – Sowa’a Laoli (LASO) jilid I di tapuk kekuasaan pada periode berikutnya.

Mereka melupakan itu! Justru ia dicoba dilucuti. Selain dikondisikan pada pileg 2019 oleh kroni-kroni wakil walikota di wilayah Dapil II Gunungsitoli, ia bahkan tak dapat porsi dalam komposisi kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kota Gunungsitoli. Hanya karena ia tidak disukai oleh faksi yang sedang naik daun di DPP PDI Perjuangan saat ini.

Di dunia politik hal-hal semacam ini lumrah. Namun PDI Perjuangan harus siap, ketika salah satu dari kader yang ia besarkan berbalik arah menyerangnya. Ibarat banteng yang keluar kandang, kemudian mengancam keberadaan kawanannya. Dia jelas-jelas adalah ancaman serius. Sebab ia tahu gudang logistik, gudang senjata hingga strategi yang dipakai PDI Perjuangan dalam memenangkan setiap pertarungan politik. Ketakutan kubu petahana terhadap sosok Hadirat, terlihat di setiap komentar pendukung petahana diberbagai lini media sosial beberapa hari terakhir. Terkesan phobia dan alergi.

Kepiawaian politik Hadirat ST. Gea tidak bisa diukur hanya dari hasil pemilu tahun lalu. Sebelum ia masuk dunia politik, Hadirat aktif di parlemen jalanan. Bahkan organ besutanya bersama aktifis lainnya, yakni Agrenis pernah berjaya di zamannya. Karier politiknya sebagai wakil ketua DPRD Kota Gunungsitoli 2 periode, juga patut diperhitungkan. Lebih dari itu, Hadirat tentu saja tidak sendirian. Ia pasti membawa keluar sekawanan banteng yang loyal dengannya. Dan bersiap-siap merongrong kandang banteng.

Sebagai politisi yang lahir dari rahim PDI Perjuangan. Ia sangat memahami konsep apa yang hendak ditawarkan kepada masyarakat kota Gunungsitoli dalam menghadapi Pilkada mendatang. Soal- soal ekonomi dan peningkatan sumberdaya manusia, sepertinya bakal menjadi consern pasangan ini. Karena merupakan kelemahan pasangan LASO selama ini. Maka sekali lagi! Ini berbahaya buat PDI Perjuangan.

Perubahan atmosfir perpolitikan di kota Gunungsitoli yang sebelumnya terkesan adem, harus menjadi atensi petahana untuk mempertahankan kekuasaannya. Pertanyaannya, mampukah kandang banteng bertahan dari rongrongan para banteng diluar kandang? Allahu alam! Pilkada serentak 9 Desember akan menjawabnya. (APL CN)

Alasan Tak Ada Anggaran, RS Pratama Bisui Minta Rp 30.000 Untuk Sekali Pembuatan SKD

HALSEL, CN – Direktur Rumah Sakit Pratama Desa Bisui, Kecamatan Gane Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) dr. Ahmad mematok harga Rp 30.000 untuk sekali pembuatan Surat Keterangan Dokter (SKD).

Hal itu di akui Dirut RS Pratama Desa Bisui dr Ahmad setelah sejumlah warga merasa resah dengan biaya pembuatan SKD yang mestinya di gratiskan.

Saat di konfirmasi, Dirut RS Pratama Bisui dr Ahmad beralasan bahwa biaya pembuatan SKD yang di bebankan ke warga itu karena tidak adanya anggaran rutinitas yang di dapat oleh RS Pratama Bisui. Sehingga dirinya berinisiatif melakukan pungutan kepada warga yang melakukan pembuatan SKD untuk kebutuhan pembelanjaan tinta dan kertas.

“Jadi gini pak, kami patok harga 30.000 untuk pembuatan SKD itu untuk membeli kertas, tinta dan lain-lain, karena kami di RS ini tidak ada anggaran Rutin makanya kita mau pake uang dari mana jika kertas kita habis?,” tutur Dirut RS Pratama Bisui dr Ahmad melalui sambungan telepon, Senin (15/6/2020).

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Halmahera Selatan, Hj Hasna Muhammad geram atas ulah Dirut RS Pratama Desa Bisui itu, melalui sambungan telepon, Kadinkes tegaskan tidak ada biaya yang di bebankan kepada warga untuk menerbitkan SKD di setiap rumah Sakit maupun Puskesmas di seluruh wilayah Halsel.

“Gratis!! Sekali saya tegaskan itu tidak benar, pembuatan SKD itu gratis dan di setiap RS di Halsel maupun Puskesmas itu ada anggaran Rutinnya tinggal saja mereka yang mengurusnya di Kabupaten, jadi tolong ingatkan kepada warga bahwa itu gratis,” tegas Kadinkes Halsel Hj Hasna Muhammad.

Selain itu Kadinkes juga bakal mengevaluasi Dirut RS Pratama Desa Bisui dr Ahmad lantaran di nilai kebijakannya merugikan warga sekitar RS Pratama. “Nanti saya panggil itu Dirutnya,” singkat Hj Hasna Muhammad. (Red/CN)