Danramil 1509-05/Kayoa Bersama Forkopimcam Ikuti Pencanangan dan Vaksinasi Covid-19

HALSEL, CN – Bertempat di Puskesmas Laromabati Kecamatan Kayoa Utara Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara dilaksanakan kegiatan Pencanangan Vaksinasi covid-19 Tahap – I, untuk Unsur Pimpinan Kecamatan dan Tenaga Kesehatan wilayah Kecamatan Kayoa Utara,

Yang turut menghadiri kegiatan pencanangan Vaksinasi Tahap I, Camat Kayoa Utara H. Hasyim Alhadad, Danramil 1509-05/ Kayoa Kpt lnf Pardan, Kapolsek Kayoa diwakili Bripka Bahri, Kepala Puskesmas Laromabati Kecamatan Kayoa Utara Fadli Thalib S.Kep. Para Kades se Kecamatan Kayoa Utara. Dan Staf Tenaga Kesehatan Puskesmas Laromabati yang akan melaksanakan Vaksinasi
Tahapan pelaksanaan penyuntikan Vaksin Covid 19.

Camat Kayoa Utara saat memberikan sambutan mengatakan Pencanangan Vaksinasi Covid 19 ini wajid kita lakukan karena pemerintahan kecamatan bersama Danramil 1509-05/Kayoa, Serta Kapolsek Kayoa, kami siap untuk divaksin pertama, kami juga siap Bantu pelaksanaan vaksinasi dan bantuan personil pengamanan dari Anggota Polsek kayoa, Koramil 1509-05/Kayoa kata Camat H. Hasyim Alhadad.

Danramil 1509-05/Kayoa dalam sambutan mengatakan Vaksinasi ini wujud nyata kehadiran Negara untuk mengatasi kesulitan Rakyat nya, jadi kita berkewajiban untuk menyukseskan Kegiatan pencanangan vaksinasi Covid 19, Semoga dengan kehadiran Vaksinasi ini bisa membantu mengurangi Dampak negatif Dari terpapar nya bahaya Covid 19, dan kita tetap Melaksanakan 5M dan 3T ditempat kerja dan rumah masing-masing, ungkap kapten Inf Pardan.

Setelah sambutan dari Danramil 1509-05/Kayoa dilaksanakan pemeriksaan kesehatan untuk para relawan vaksinasi Covid-19. Setelah dinyatakan memenuhi syarat maka dilakukan penyuntikan vaksin Covid-19.

Danramil 1509-05/Kayoa Kapten Inf Pardan, Kepala Puskesmas dinyatakan Memenuhi Syarat dilakukan Vaksinasi, Camat Kayoa Utara tidak bisa dilakukan Vaksinasi karena Hasil pemeriksaan Kesehatan tidak memenuhi syarat.

Danramil 1509-05/Kayoa disuntik Vaksin Covid-19, bersama Kepala Puskesmas Laromabati Fadli Thalib S.Kep dan tenaga Medis 20 orang, Sementara untuk tenaga medis yang belum divaksinasi akan dilakukan esok hari. (Red/CN)

Korem 152/Baabullah Undang Para Pelaku Usaha dan Otoritas Jasa

TERNATE, CN – Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Imam Sampurno membuka acara evaluasi penerapan protokol kesehatan diwilayah Maluku Utara Bertempat di Aula Makorem 152/Babullah, Kamis (18/2/2021).

Acara ini diselenggarakan Korem 152/Babullah dengan mengundang Instansi terkait dan para pelaku usaha, pengelola jasa dan otoritas pelabuhan dan bandara yang berada di wilayah Kota Ternate.

Sesuai yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia dalam rapat pimpinan TNI-POLRI yang dilaksanakan secara virtual pada 15 Februari 2021 bahwa prioritas program penanganan pandemi Covid-19 yaitu penerapan protokol kesehatan dan program vaksinasi nasional serta berbagai program pemulihan ekonomi nasional.

Dalam sambutannya Danrem 152/Babullah mengucapakan terimakasih banyak kepada para tamu undangan bertujuan untuk mengevaluasi penerapan protokol kesehatan di berbagai area publik baik di lokasi perbelanjaan, pasar, bandara, pelabuhan, maupun fasilitas umum lainnya.

“Saat ini diketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini sudah berlangsung selama 1 tahun angka terkonfirmasi positif 1,22 juta jiwa sedangkan di Provinsi Maluku Utara sendiri mencapai 3.878 jiwa. Hal tersebut harus menjadi perhatian kita bersama untuk berupaya lebih keras dalam penerapan protokol kesehatan dimulai dari lingkungan sendiri,” tegas Danrem.

Penerapan protokol kesehatan yaitu dengan menerapkan 5M (Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilitas dan interaksi).

Turut hadir dalam acara tersebut Wakapolda Malut, Sekda Provinsi Maluku Utara, Danlanal Ternate, Kasrem 152/Babullah dan PJU Korem 152/Bbl, Kepala Bandara Sultan Babullah, para Kepala Pelabuhan se Kota Ternate.

Hadir juga para Kepala UPTD Pasar se-Kota Ternate dan para pemilik serta pimpinan pengelola usaha dan jasa di wilayah Malut, acara diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (Ridal CN)

Kapal Ternate-Moti Alami Kebocoran Diperairan Pulau Tidore

TERNATE, CN – Kantor Pencarian Dan Pertolongan Basarnas Ternate menerima laporan dari, Dar (Penumpang Kapal) bahwa Kapal yang mereka tumpangi mengalami kebocoran dan kemasukan air, Kamis (18/2/2021).

Kronologis kejadian, pada Tanggal 18 Februari 2021, Pukul 08.50 WIT, telah terjadi Kecelakaan Kapal PM. Lintas rute Ternate – Moti dengan POB 20 Orang mengalami kebocoran di perairan Tidore

Dengan melibatkan Polair Polda Malut, Lanal Ternate, KSOP Ternate, pada pukul 09.40 WIT, Basarnas Ternate memberangkatkan 1 Tim Rescue bergerak menuju ke LKP dengan menggunakan Kapal Kn. SAR Pandudewanata untuk melakukan proses evakuasi.

Berikut kapal yang digunakan dalam evakuasi tersebut, Kn. SAR Pandudewanata, Kapal KSOP Knp. 358 Ternate, serta Kapal KSOP Tidore Knp. 375. (Ridal CN)

13 POB KM Rute Ternate-Moti Berhasil Dievakuasi TIM SAR Gabungan dalam Keadaan Selamat

Ternate, CN – Tim SAR Gabungan di Ternate Provinsi Maluku Utara (Malut) berhasil mengevakuasi PM. Lintas Tonate POB 13 orang dalam keadaan selamat saat Kapal tersebut kemasukan air melalui buritan dikarenakan gelombang yang mencapai 2 meter.

Sehingga pada Pukul 10.15 WIT. Kapal KN SAR Pandudewanata menemukan PM. Lintas Tonate di koordinat 0,8 Nm arah Selatan dari LKP. Seluruh ABK dan penumpang dalam keadaan selamat. Pada saat yang bersamaan juga ada kapal KNP 375 Tidore dan KNP 358 KSOP Ternate dikarenakan gelombang mencapai 2 meter. Maka dari itu, berkoordinasi dengan KNP 375 Tidore untuk melaksanakan penarikan Kapal KM Lintas Tonate menuju ke Perairan Ds. Gurabati Kota Tidore (Selat antara Pulau Tidore dan P Mare) dan dikawal Kapal KN SAR Pandudewanata dan KNP 358 Ternate.

Kepala Basarnas Ternate, Muhamad Arafah mengatakan, Pukul 11.20 WIT. Ia menerima info dari OSC bahwa ada perubahan rencana Evakuasi Penumpang dan ABK PM Lintas Tonate. Penumpang dan ABK tidak mau meninggalkan Kapal dan meminta untuk ditowing kembali ke P Moti jarak 9,1 Nm dari LKP.

“Dari hasil koordinasi dengan KNP 375 KSOP Tidore bahwa Kapal KNP 375 KSOP Tidore menyanggupi untuk menarik sampai ke Pulau Moti dan didampingi Kn SAR 237 Pandudewanata diikuti KNP 358 KSOP untuk memastikan seluruh korban dalam keadaan aman sampai di tujuan,” kata Muhamad, Kamis (18/2/2021).

Sementara pada pukul 11.25 WIT. SMC mengarahkan ke OSC untuk berkoordinasi dengan KNP 375 KSOP Tidore untuk melaksanakan penarikan ke Pel. Goto, Tidore yang lebih dekat. Hasil koordinasi disetujui.

“Pukul 12.28 WIT, dikarenakan cuaca yang berombak di pelabuhan Goto Tidore. Maka evakuasi ke Pelabuhan Perikanan Ternate, selanjutnya koordinasi OSC dengan Capt Kapal KNP Tidore dan Capt Kapal Ternate dan Korban bahwa korban bersedia untuk dievakuasi menuju Pelabuhan Bastiong Ternate,” jelasnya.

Setelah dilaksanakan pengecekan Jumlah Penumpang dan ABK Kapal PM Lintas Tonate yang pada laporan awal berjumlah 20 oang, kata Muhamad, ternyata hanya berjumlah 13 Org (3 Org ABK + Penumpang 10 Org) serta Kapal tidak mengalami kebocoran tetapi kemasukan air melalui buritan dikarenakan gelombang yang mencapai 2 meter.

“Pukul 13.50 WIT. Dengan di evakuasinya seluruh korban dalam keadaan selamat. Maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih,” tutupnya. (Red/CN)

Pjs Kades Sidopo 2018 Diduga Gelapkan Dana Desa Ratusan Juta Rupiah

HALSELCN – Tindak Pidana Kejahatan Korupsi (Tipikor) Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2018 di Desa Sidopo Kecamatan Bacan Barat Utara Halmahera Selatan menguat muncul dipermukaan publik.

Berdasarkan data yang diterima cerminnusantara.co.id Pejabat (Pj) Kepala Desa Sidopo periode 2018 diduga kuat menggelapkan DD Tahun anggaran 2018 berkisar senilai Rp 500 juta.

Data tersebut diberikan salah seorang masyarakat Desa setempat yang meminta agar namanya tidak dipublikasi, Rabu (17/2/2021).

Kedok korupsi pejabat Kepala Desa Sidopo 2018, Suaib Y. Hehanusa, selama 1 Tahun anggaran ini, baru diketahui setelah masyarakat Desa Sidopo berhasil mengantongi Dokumen RKPDes Tahun anggaran 2018.

Menurutnya, hasil audit 2018 banyak ditemukan kejanggalan. Sehingga Inspektorat Halsel harus dan wajib melakukan audit investigasi ulang terhadap pengelolaan DD Sidopo 2018.

Adapun kegiatan Desa Tahun Anggaran 2018 yang diduga fiktif sebagai berikut. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Pemerintah Desa Sidopo Tahun Anggaran 2018. Lampiran Permasalahan dan kasus yang terjadi di Desa dengan jumlah senilai Rp 1.126.273.556,00 diduga fiktif.

Sementara kegiatan operasional Kantor Desa terkait belanja alat tulis Kantor senilai Rp 4.000.000, belanja benda Pos dan Meterai senilai Rp 1.504.000, belanja fotocopy cetak dan pengadaan senilai Rp 4.500.000, belanja perjalanan Dinas senilai Rp 52.000.000 fiktif.

Kegiatan pembangunan Gapura tanda batas Desa senilai Rp 76.922.280. Kegiatan pembangunan jaringan distribusi tenaga listrik. Belanja listrik, air, telepon, fax/internet senilai Rp 101.179.345.

Bidang pembinaan masyarakat senilai 80.000.000. Kegiatan pembinaan Kerukunan Umat Beragama senilai Rp 30.000.000. Modal belanja senilai Rp 30.000.000.
Belanja modal tanah lainnya senilai Rp 300.000.000.

Bidang pemberdayaan masyarakat senilai Rp 145.616.798. Kegiatan Pemberdayaan posyandu, UP2K dan BPK senilai Rp 5.000.000.

Kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Belanja modal pengadaan alat-alat pengolah pertanian senilai Rp 17.876.000. Kegiatan pelatihan kelompok tani dan nelayan. Belanja modal pengadaan peralatan dan mesin lainnya senilai Rp 75.340.798.

“Tahun anggaran 2018 itu audit tidak jelas. Maka kami masyarakat meminta dengan hormat agar inspektorat wajib dan harus melakukan audit investigasi kembali pengelolaan DD Sidopo,” pinta warga yang namanya tidak mau korankan.

Selain itu, kegiatan Penyelenggaraan Pemerintah Desa-lanjutan. Tunjangan BPD dan anggotanya senilai Rp 49.800.000 hingga sekarang tak juga diberikan.

“Tunjangan BPD Tahun 2018 selama 9 bulan tidak dibayar,” singkat Ketua BPD Desa Sidopo 2018, Ade Y. Baba, saat dihubungi wartawan via Hanpone.

Hingga berita ini dipublish Pj Kades Sidopo 2018, Suaib Y. Hehanusa, belum dapat dihubungi. (Ridal CN)

Lurah Sulamadaha Sebut Ketiadaan DK akan Menghambat Proses Pembangunan di Kelurahan

TERNATE, CN – Pemerintah Kelurahan Sulamadaha Kecamatan Ternate Barar Kota Ternate dalam penerimaan Dana Kelurahan (DK) Tahap II 2020 di prioritaskan untuk 4 kegiatan fisik.

“Ada 4 item kegiatan, 2 untuk pembangunan jalan setapak, 1 pagar lingkingan, dan 1 lagi pengecetan trotoar,” ucap Lurah Sulamadaha, Safra Ismail S.H, kepada media ini beberapa waktu lalu.

Kata Safra, untuk pekerjaan setapak sudah selesai, selanjutnya untuk pagar lingkungan yang sementara ini masih dalam tahap pengerjaan.

“Pengecetan trotoar belum dikerjakan karena dari kemarin cuaca kurang bagus, jadi kita tunggu sampai cuaca suda tidak hujan baru kita mulai pengecetan,” katanya.

Ia menyebut, untuk setapak lokasinya di RT 6 dengan volume 90 meter dengan biaya 40 juta, dan RT 7 dengan volume 100 meter dengan biaya 45 juta.

“Untuk pagar lingkungan itu volumenya 150 meter, dengan anggaran 125 juta, kemudian pengecetan trotoar dengan biaya 15 juta,” terang Safra.

Kalao untuk pagar lingkungan volumenya 150, namun pihaknya membuat hingga 200 meter lebih, mendekati 250 meter.

“Banyak kebutuhan kecil masyarakat yang ada di kelurahan, sehingga dengan adanya dana kelurahan ini sangat baik karena membantu peningkatan pelayanan kepada masyarakat, jika dana kelurahan ditiadakan tentu akan menghambat proses pembangunan yang ada di kelurahan,” pungkas Safra. (Ridal CN)