2 Kakak Beradik Pelaku Pembunuhan Pelajar SMK Obi Berhasil Ditangkap di Tempat Berbeda

HALSEL, CN – Dua Kakak beradik Pelaku penganiayaan dan Pembunuhan terhadap Julham Larumai (21) warga Desa jiko tamo yang di ketahui berprofesi sebagai sopir pangkalan dan Yulia, (16) warga Desa Laiwui Kecamatan Obi kabupaten Halmahera Selatan, yang masih tercatat sebagai siswi kelas 1 pada sekola menengah kejuruan (SMK) taruna Nusantara indah Obi di aniyaya oleh dua orang pelaku, masing-masing ikbal Dan adenan yang melarikan diri saat melakukan penganiyaan dan pembunuhan terhadap pasangan kekasih Julham dan Yuli.

Kedua Pelaku kakak beradik yang Sempat melarikan diri setelah menganiyaya dan membunuh sepasang kekasih warga Desa jikotamo dan warga Desa Laiwui tersebut satu orang pelaku Adenan akhirnya berhasilkah di tangkap oleh anggota TNI Babinsa yang bertugas di Desa Alam Pelita kecamatan Obi Barat kabupaten Halmahera Selatan, Selasa (12/05/2020) sekitar pukul 16.00 pelaku di tangkap di rumah La Eka salah satu keluarganya di Desa Alam pelita kecamatan Obi Barat kabupaten Halmahera Selatan, pada saat di lakukan penangkapan terhadap pelaku masih memegang barang tajam dan menggunakan jimat yang di ikat di pinggangnya saat melakukan perlawanan denga anggota TNI Babinsa yang saat melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Sesuai informasi yang di himpun wartawan dari warga di TKP penangkapan Senin (12/05/20020) menyebutkan Barang tajam berupa pisau yang di Gunakan pelaku saat di tanggkap anggota polisi dan TNI tersebut di duga barang tajam yang di gunakan pelaku saat menganyaya korban yang masih di rawat di RSUD Labuha dan korban mutilasi yang meninggal di TKP Desa jikotamo, meski pelaku melakukan perlawanan petugas keamanan yang terdiri dari anggota polisi di bantu anggota TNI tersebut menghampiri pelaku dan merampas barang tajam, setelah itu pihak keamanan di bantu dengan masyarakat langsung mengikat kaki dan tangan pelaku dan seliruh zimat yang di gunakan pelaku di buka oleh anggota TNI setelah itu pelaku di serahkan ke pihak kaamanan Polsek Obi setelah itu dari Polsek Obi langsung pelaku di bawa ke polres Halsel untuk di proses sesuai hukum yang berlaku.

Setelah addnan pelaku pembunuhan terhadap Yuli di tangkap pelaku atas nama Ikbal (Laiki) Tiba” muncul dari belakang Bank BRI menuju ke arah pelabuhan dengan membawa barang tajam berupa golok setelah tiba di pelabuhan jikotamo pelaku langsung naik katinting dan warga pun lari mengejar pelaku menggunakan 2 unit perahu motor Jonson warna biru dan mengejar pelaku setelah pelaku di hampiri pelaku lompat ke air dan Berhasil di amankan oleh warga ke atas perahu motor Jonson dan pelaku langsung di ikat kaki dan tangan oleh warga dan di bawa ke pantai jiko Tamo namun warga terlalu banyak berdesakan untuk melampiaskan amarahnya dengan cara memukul pelaku hingga pingsan

Sementara itu Kapolsek Obi AKP cristofel saat di konfirmasi wartawan beliau juga membenarkan “ia pelaku Kaka beradik di tangkap di tempat yang berbeda, kakak Adena (27) di tangkap di Desa Alam Pelita kec. Obi barat, dan adiknya Iki (23) di tangkap di Desa Jikotamo Kec. Obi” Kata Cris saat berada di TKP. (12/05/2020). (Red/CN)

Pelaku Pembunuhan Terhadap Siswi SMK Obi Berhasil Ditangkap Polisi

HALSEL, CN – Pelaku penganiayaan dan Pembunuhan terhadap Julham Larumai (21) warga Desa Jikotamo yang di ketahui berprofesi sebagai sopir pangkalan dan Yulia, (16) warga Desa Laiwui Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), yang masih tercatat sebagai siswi Kelas 1 pada Sekola Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Nusantara Indah Obi di aniaya oleh dua orang pelaku, masing-masing Ikbal dan adenan yang melarikan diri saat melakukan penganiyaan dan pembunuhan terhadap pasangan kekasih Julham dan Yuli.

Kedua Pelaku kakak beradik yang sempat melarikan diri setelah menganiaya dan membunuh sepasang kekasih warga Desa Jikotamo dan warga Desa Laiwui tersebut, satu orang pelaku Adenan akhirnya berhasilkah di tangkap ole anggota Polisi di bantu anggota TNI yang bertugas di Desa Alam Pelita Kecamatan Obi Kabupaten Halsel, Selasa (12/5/2020) sekitar pukul 16.00 pelaku di tangkap di rumah La Eka salah satu keluarganya di Desa Alam Pelita Kecamatan Obi Kabupaten Halsel, pada saat di lakukan penangkapan terhadap pelaku masih memegang barang tajam dan menggunakan Jimat yang di ikat di pinggangnya saat melakukan perlawanan dengan angota Polisi dan TNI yang saat melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Sesuai informasi yang di himpun wartawan dari warga di TKP Penangkapan, Senin (12/5) menyebutkan barang tajam berupa pisau yang di gunakan pelaku saat di tangkap anggota Polisi dan TNI tersebut di duga barang tajam yang di gunakan pelaku saat menganiaya korban yang masih di rawat di RSUD Labuha dan korban mutilasi yang meninggal di TKP Desa Jikotamo, meski pelaku melakukan perlawanan petugas keamanan yang terdiri dari anggota Polisi di bantu anggota TNI tersebut menghampiri pelaku dan merampas barang tajam, setelah itu pihak keamanan di bantu dengan masyarakat langsung mengikat kaki dan tangan pelaku dan seluruh jimat yang di gunakan pelaku di buka oleh anggota TNI, setelah itu pelaku di serahkan ke pihak keamanan Polsek Obi setelah dari Polsek Obi langsung pelaku di bawa ke Polres Halsel untuk di proses sesuai hukum yang berlaku

Sementara itu, Kapolsek Obi AKP cristofel saat di konfirmasi wartawan (12/5) nomor handphonenya tidak aktif. (Red CN)

Bunuh Siswa SMK Taruna Obi di Pantai Della, Rumah Pelaku Dirusak Keluarga Korban

HALSEL, CN – Nasib Naas yang di alami oleh Julham Larumai (21) warga Desa jiko tamo yang di ketahui berprofesi sebagai sopir pangkalan dan Yulia, (16) warga Desa Laiwui Kecamatan Obi kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang masih tercatat sebagai siswi kelas 1 pada sekola menengah kejuruan (SMK) Taruna Nusantara indah Obi di aniya oleh dua orang pelaku, masing-masing Ikbal dan Adenan masih dalam pengejaran Polisi.

Kronologis awal atas percobaan pembunuhan tersebut, para pelaku di ketahui menggunakan senjata tajam bertempat di Pantai Bella Desa Jikotamo Kecamatan Obi Kabupaten halsel, Julham Larmai (20 Tahun) warga Desa Jikotamo Pada 10 Mei 2020 Pukul 20.45 WIT Korban ke rumah saudari Yuliati Ramli (Laiwui, islam, 17 Tahun yang merupakan siswi SMK Pelayaran Kecamatan Obi). Bertempat di Desa Laiwui dan mengajak jalan jalan ke Pantai Bella pada Pukul 22.30 WIT, korban melihat pelaku berdiri sambil memegang Handphone dengan mengeluarkan cahaya lampu dan korban langsung mngelurkan bahasa “siapa itu” dan pelaku menjawab sambil berjalan mendekati korban dan langsung memukul pelaku menggunakan kepalan tangan kanan ke arah dagu sebelah kiri dan mengeluarkan Pisau lalu menusukkan ke arah perut di atas pusat korban.

Setelah di tusuk, korban terjatuh dan tidak berdaya, sehingga korban menghindar dan mencoba melarikan diri dengan meminta pertolongan ke warga terdekat. Sedangkan saudari Yuliati Ramli dibawa oleh pelaku (Tersangka) pada Pukul 22.55 WIT Bapak Halil Triani/Saksi (Desa Jikotamo,Islam, Umur 43 Tahun dan pekerjaan (Swasta). Saksi melihat korban meminta tolong dalam keadaan tidak berdaya sehingga saksi segera menghubungi Brigpol Agil (anggota Polsek Obi) dan Kepala Desa Jikotamo untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Pada Pukul 23.15 WIT mobil Patroli Polsek Obi sampai dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Obi dan di rawat langsung oleh Mantri Adi perawat IGD. Dari pemeriksaan perawat IGD korban didapat mengalami gangguan pernafasan, pipi sebelah kiri membengkak akibat pukulan, sobek sekitar 1 cm di bagian perut atas pusat dan luka ringan di bagian kedua lutut.

Pada 12 Mei 2020 Pukul 02.30 WIT korban di rujuk ke RSUD Labuha dan di dampingi oleh Perawat IGD mantri Halim, Fitria Koyo dan sekitar 9 orang pihak keluarga korban menggunaka Spied Rehan Putra dari Pelabuhan Laiwui tujuan Pelabuhan Kupal.

Permasalahan ini sudah di tangani oleh pihak Polsek Obi, sedangkan Pelaku membawa saudari Yuliati Ramli, sementara ini belum di temukan sehingga pihak Polsek Obi bersama warga Desa Jikotamo melakukan pencarian malam tadi sebelum adanya kejadian ini. Korban dan Pelaku sudah ada perselisian kesalahpahaman yang belum di selesaikan sehingga pelaku berupaya mengambil kesempatan untuk melakukkan Pembunuhan dan pagi tadi ini mayat korban perempuan sudah ditemukan.

Tak terima atas perbuatan para pelaku yang membunuh dan memutilasi korban, kelurga korbanpun marah dan bertindak melakukan pengrusakan dan mengobrak abrik terhadap rumah Pelaku yang terletak di Desa jikotamo kecamatan Obi kabupaten Halmahera Selatan, pada Senin (11/05/2020) sekitar pukul 7.00 mengakibatkan rumah pelaku rusak parah.

Sementara itu Kapolsek Obi AKP cristofel saat di konfirmasi wartawan (11/5/2020) membenarkan atas penganiayaan dan pembunuhan tersebut.

“Penganiayaan dan pembunuhan tersebut mengakibatkan satu orang siswa SMK meninggal dan satu korban lainnya di larikan ke RSUD Labuha untuk di rawat secara intensif dan dua orang pelaku masih dalam pengejaran polisi,” cetusnya. (Bur CN)

Siswa Taruna Obi Tewas Dipantai Della, 2 Pelaku Dalam Pengejaran Polisi

HALSEL, CN – Terjadi pembunuhan di Pantai Della Desa Jikotamo, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Malut) Maluku Utara (Malut), 2 orang korban penganiayaan, naas 1 orang korban tewas tewas, semntara satunya lagi di larikan ke RSUD Labuha. Pelaku 2 Orang sementara dalam pengejaran anggota Polsek Obi.

Informasi yang dihimpun media cerminnusantara.co.id, benar terjadi pembunuhan di Desa Jikotamo Kec. Obi, sekitar Pukul, 10:30 WIT berlokasi di pantai Dela, korban di ketahui bernama Julham Larumai  (21) Laki-laki, asal Desa Jikotamo Kec. Obi, bekerja sebagai sopir sementara Yulia (16) Perempuan asal Desa Laiwui Kec. Obi, Siswa Taruna di salah satu Sekolah Pelayaran Obi yang saat ini masih duduk di bangku Kelas 1 SMK, sedangkan pelaku diduga ada Dua orang, berinsial AD dan IK yang saat ini dalam pengejaran Polsek Obi.

Saat wartawan cerminnusantara.co.id, konfirmasi ke Kapolsek Obi ia membenarkan atas insiden ini.

“Iya benar ada terjadi penikaman di Desa Jikotamo, korban 2 orang dan pelaku 2 orang, sementara pihak kami dalam pengejaran pelaku,” katanya.

Kedua korban ini nyaris mengalami luka tusukan Julham (21), di tusuk sebanyak dua kali di bagian leher dan perut, sehingga dilarikan ke RSUD Obi dan di rujuk ke RSUD Labuha tadi malam Pukul 02:00 WIT, menggunakan Speed Boad, sedangkan Yulia (16), di tusuk sebanyak tiga kali di bagian dada kiri, kanan dan perut sehingga tewas di TKP.

Tidak terima dengan perlakukan pelaku, keluarga korban marah dan langsung mendatangi rumah pelaku, sehingga rumah pelaku menjadi sasaran amukan dari keluarga korban, kini rumah pelaku rusak dan berantakan. (Red/CN)

DD Telah Dicairkan, 231 Kepala Desa di Halsel Belum Membagikan BLT

HALSEL, CN – Sebagian besar Desa di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) yang terdampak penanganan virus Corona atau (Covid-19), ternyata hingga kini belum menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap pertama dari Pemerintah Desa.

Dana Bantuan yang bersumber dari Dana Desa (DD), sebagaimana kebijakan Pemerintah Pusat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 40/PMK.07/2020 tentang pengelolaan Dana Desa yang akan di gunakan untuk BLT sebagai bentuk kegiatan penanganan dampak Covid-19 yang memberikan efek negarif terhadap Perekomomian masyarakat dengan besaran Rp 600 ribu per Kepala Keluarga (KK) selama 3 bulan yang musti dibagikan sejak April lalu hingga Juni mendatang, ternyata belum tersalurkan ke seluruh Desa di Wilayah Halsel.

Berdasarkan data yang dikantongi dari di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halsel, tercatat baru 18 Desa yang menyalurkan Bantuan BLT menggunakan Dana Desa dari Total 249 Desa. Itu artinya masih tersisah 231 Desa yang belum membagikan dana tersebut pada masyarakat, Padahal saat ini masyarakat Halsel dalam kondisi terdesak akibat dampak Pandemi Corona.

Kepala DPMD Halsel, Bustamin Soleman saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2020), menjelaskan bahwa data yang mereka terima sehingga hari ini baru 18 Desa yang menyalurkan bantuan BLT Tahap Pertama, sedangkan sisanya belum menyalurkan. Padahal proses pencairan sudah di lakukan.

“Saya tidak tahu alasan kenapa Desa lain belum salurkan padahal anggarannya sudah cair,” tutur Bustamin.

Lanjut Bustamin, padahal sudah ada surat edaran Bupati Nomor 140/40/2020 tertanggal 28 April lalu, tentang tanggap darurat Covid-19 perihal Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Padat karyaTunai. Dimana isi dari edaran Bupati itu lebih dititikberatkan pada kebijakan BLT di 249 Desa di Halsel.

“Intinya seluruh Desa di Halsel wajib hukumnya untuk berikan BLT pada masyarakat berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI nomor 40/PMK.07/2020,” katanya.

Adapun syarat para penerima mendapatkan BLT itu mereka yang tidak mendapatkan bantuan lain, sehingga tidak dobel, misalnya bantuan PKH, Program non tunai atau kartu sejahtera, kemudian BLT pusat, Kartu Prakerja maupun Bantuan yang bersumber dari APBD seperti Sembako tidak berhak mendapatkan BLT dana desa.
Olehnya itu diharpkan pada seluruh Kepala Desa (Kades) untuk segera memasukan data nama nama penerima BLT, baik itu yang belum maupun yang sudah menyalurkan bantuan untuk ditetapkan dalam SK Bupati paling lambat pekan depan.

“Saya tidak tahu alasanya apa sampai terlambat, tapi sebagian besar Kades beralasan terlambat Informasi, karena itu Pemkab Halsel meminta supaya seluruh Kades segera menyerahkan data nama penerima bantuan ke DPMD,” tegas Bustamin.

Berikut ke 18 Desa yang sudah menyalurkan bantuan BLT, diantaranya Desa Lele, Gala, Sum, Tabamusa, Doro, Wiring, Gonone, Pulau Gala, Karamay, Dorolamo, Sagawele, Bisori, Kupal, Ngute Ngute, Guyap, Dokumoloku, Kaireu dan Lemo Lemo. (Hafik CN)

Pemdes Kukupang Tidak Transparan Anggaran Dana Desa, IPPMAKU Bakal Gelar Aksi

HALSEL, CN – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kukupang (IPPMAKU) akan melaksanakan sebuah kegiatan yang bertajuk lokal serta mengundang Badan Permusyaratan Desa (BPD) untuk hering bersama secara terbuka yang berkaitan dengan transparan Anggaran Dana Desa dan mengevaluasi kinerja Pemerintah Desa.

Secara Administrasi IPPMAKU telah melayangkan undangan formal kepada Ketua BPD beserta Anggota, namun undangan tersebut tidak di respon, sementara IPPMAKU kedatangan Ketua BPD dan anggotanya namu tak kunjung datang tanpa alasan.

Diketahui, bukan baru pertama kali IPPMAKU melakukan hering dengan Pemerintah Desa, tapi sudah kedua kalinya dengan hasil yang sama yakni tidak pernah di respon oleh Pemerintah Desa.

Dari sikap yang dilakukan oleh Pemerintah Desa ini, Ikatan Pemuda Pelajar mengaku kecewa atas perlakuan tidak bersosial yang di lakukan oleh Pemerintah Desa Kukupang.

Pada hal dari Tahun 2019-2020 tidak ada tranparan Anggaran Dana Desa dari pihak Kepala Desa kepada masyarakat.

Ketika ditemui cerminnusantara.co.id, Ketua OKK Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kukupang Hendra Nawawi menyampaikan bahwa sudah dua kali mengadakan pertemuan antara Pemdes IKPPMKU.

“Sudah dua kali kami mengadakan acara hering bersama dengan Pemerintah Desa, namun tidak di respon, baru tidak ada alasan yang jelas,” kaanya. (07/05/2020).

Hendra menyampaikan lagi, tujuan mereka buat hering tersebut agar Pemdes bisa mengevaluasi terkait Pembangunan Desa.

“Tujuan kami buat hering ini agar supaya supaya Pemerintah Desa bisa mengevaluasi tentang Pembangunan Desa karena yang menjadi persoalan Dana Desa dari Tahun 2019-2020 itu di kemanakan karena masyarakat selalu bertanya soal ini, maka kami selaku Putra Daerah Desa Kukupang apa salahnya membuat Hering agar Pemerintah Desa bisa transparansi soal penggunaan Dana Desa,” jelasnya.

Selain itu ia menegaskan, Jika Pemerintah Desa tidak merespon soal ini, mereka menyatakan sikap dengan tegas akan mengkinsolidasi massa berbagai elemen mahasiswa.

“Kami nyatakan sikap dengan tegas, akan melakukan konsolidasi secara besar-besaran berbagai elemen mahasiswa bersama masyarakat untuk menyuarakan keluhan masyarakat kukupang terkait dana desa yang tidak transparan oleh Pemerintah Desa Mukupang,” tegas Hendra. (Red/CN)