Bupati Halsel Bahrain Kasuba Dinilai Bohongi Penambang Kasubibi

HALSEL, CN – Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Bahrain Kasuba dianilai Bohongi penambang Kasubibi.

Pada awalnya Bupati Halsel izinkan tambang rakyat tetap beroperasi di tengah pandemi Corona, Alsannya warga setempat saat ini sedang mencari kebutuhan ekonomi untuk persiapan memasuki bulan Ramadhan.

Meski begitu, Bahrain meminta kepada masyarakat yang bukan warga Kabupaten Halsel, agar segera meninggalkan lokasi tambang rakyat di Desa Kusubibi,” hail itu di sampaikan di hadapan sejumlah awak media pada Senin (6/4/2020), di Kantor Bupati Halsel.

Namun pernyataan Bupati Halsel ini berubah di saat para penambang mulai beroprasi, dan bahkan ada yang belum beroprasi pengolahan hasil tambang mereka namun bupati Halsel menutup Tambang Kasubibi, hal ini menimbulkan reaksi penambang bahwa bahrain telah bohongi warga penambang

Melalui Kabag hukum Ilham Abubakar diruang kerjanya Rabu (13/05). Bupati kabupaten Halmahera Selatan Bahrain Kasuba menegaskan tambang emas desa kusubibi Kecamatan Bacan Barat harus ditutup.

Pasalnya, menabrak 3 hukum, diantaranya melanggar undang-undang Kehutanan, undang-undang lingkungan hidup, undang-undang pertambangan serta Undang-undang 23 terkait pemerintahan daerah,” ujar Abubakar

Abubakar melanjutkan “bahwa Instruksi Bahrain Kasuba sudah disampaikan ke camat bacan barat Lasihamu untuk ditindaklanjuti sesuai surat perintah.

Lewat Kabag Hukumnya Bupati Halmahera selatan menegaskan pihaknya akan rangkul TNI Polri guna menutup aktifitas tersebut.

“Jika tetap membandel, maka kita akan serahkan ke ranah hukum, sebab status hukumnya ilegal,” tegasnya. (Red/CN)

Satu Orang Warga Bajo Kayoa Meninggal Belum Lama ini Ternyata Positif Corona

HALSEL, CN – Setelah menunggu 14 hari hasil Swab Almarhum RMN (45) yang meninggal pada kamis (30/4/2020). Saat ini keluar hasil Swab Almarhum RMN positif Covid-19. Hasil Swab RMN diumumkan Rabu (13/5/2020) dini Hari.

Sementara itu, Sekretaris Satuan Gugus Tugas (Satgus) Kabupaten Halmahera Selatan Daud Djubedi ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, hasil Swab Almarhum RMN sudah ada dan hasilnya positif terjangkit virus Corona.

“Hasil Swab Almarhum RMN sudah ada dan hasilnya positif,” ucap Daud

Daud juga menjelaskan, dengan hasil swab almarhum RMN yang positif Corona maka Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Halmahera Selatan yang sehari sebelumnya nol menjadi 20 OTG.

“OTG di Kabupaten Halmahera Selatan menjadi 20 orang dan itu semua dari Kayoa, 15 dari Desa Bajo Kecamatan Kayoa dan 5 dari Desa Laluin Kecamatan Kayoa Selatan,” ucap Daud lagi.

Mantan Kepala bagian Humas Setda Kabupaten Halmahera Selatan ini juga menjelaskan, untuk lima warga yang reaktif hasil rapid test nya akan dijemput dari Kabupaten untuk menjalani isolasi.

“Karena tidak ada speed boat yang mau membawa para pasien tersebut ke Bacan untuk dikarantina maka speed dari Bacan yang jemput hari ini,” tutur Daud.

Sekedar diketahui,  update Covid-19 Kabupaten Halmahera Selatan Rabu (13/5) disebutkan, kabupaten Halmahera Selatan memiliki OTG 20 orang, Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 22 orang, Pasien dalam Pengawasan (PDP) satu pasien, Positif dua orang, Negatif 4 orang, sembuh satu orang dan meninggal 1 orang (Red/CN)

Warga Penganiayaan Pelaku Hingga Meninggal Bakal Diproses Hukum

HALSEL, CN – Ikbal Ode Antara Alias La Iki (23) tahun pelaku pembunuhan keji yang tewas di hakimi puluhan orang pada (12/5/2020) malam hari 22.36 WIT. Di Pantai Jikotamo Obi.

La Iki, satu dari dua Pelaku pembunuhan keji terhadap yuliana (16) Siswi SMK Taruna Obi, yang mencoba melarikan diri dengan katinting dan di kejar oleh warga menggunakan 2 unit perahu motor Jonson warna biru dan berhasil di amankan oleh warga dan di naikkan kembali ke atas perahu motor Jonson,

Kemudian kaki dan tangan pelaku di ikat oleh warga dan di bawa ke pantai Jikotamo. Setibanya di pantai, pelaku disambut puluhan warga dan di hakimi hingga tewas mengenaskan.

Kepada media cerminnusantara.co.id Rabu (13/5/2020) Kapolres Halsel AKBP M. Faishal Aris, S.I.K., M.M menyampaikan bahwa terkait tindakan penganiayaan warga terhadap terduga pelaku pembunuhan terhadap siswa SMK di Obi hingga pelaku meninggal dunia akan di tindak lanjuti

“Sebagaimana negara kita adalah negara hukum. Jadi kita semua wajib melaksanakan proses perlindungan dan penegakkan hukum kepada seluruh warga negara,” pungkas Kapolres. (Red/CN)

Pelaku Pembunuhan Sekaligus Korban Amukan Masa Kini Dimakamkan

HALSEL, CN – Ikibal Ode Antara alias La Iky (23) pelaku sekaligus korban pengeroyokan yang ditemukan warga dan di hakimi hingga tewas Saat ini di makamkan di TPU Jikotamo, Rabu (13/05/20).

Warga bersama sejumlah anggota polsek Obi mengantarkan jenajah La Iki hingga ke peristirahatan terakhirnya.

Ikibal Ode Antara Alias La Iki (23) tewas di hakimi puluhan orang pada 22.36 WIT malam. Pantai Jikotamo Obi.

Pelaku yang mencoba melarikan diri dengan katinting dan di kejar oleh warga menggunakan 2 unit perahu motor Jonson warna biru dan berhasil di amankan oleh warga dan di naikkan kembali ke atas perahu motor Jonson.

Kemudian kaki dan tangan pelaku di ikat oleh warga dan di bawa ke pantai Jikotamo. Setibanya di pantai, pelaku disambut puluhan warga dan di hakimi hingga tewas.

Hingga berita ini tayangkan, media cerminnusantara.co.id masih menunggu konfirmasi selanjutnya dari berbagai pihak. (Red/CN)

1 Dari 2 Pelaku Pembunuhan Siswi SMK Obi Tewas Diamuk Masa

HALSEL, CN – Tertangkapnya dua pelaku pembunuhan terhadap Yuliyana (16) Siswa SMK Taruna, dengan Dua luka tusukan di dada dan sembelih di bagian leher hingga tewas telah di tangani pihak Kepolisian Halsel

Kedua Pelaku kakak beradik ikbal dan Adenan yang sempat melarikan diri setelah menganiaya dan membunuh sepasang kekasih julhan laruma (21) dan yuliana (16) warga Desa Jikotamo dan warga Desa Laiwui tersebut dan menewaskan Yuliana Gadis yang masih duduk di bangku Sekolah menegah.

Saat ini dua orang pelaku kaka beradik Adenan dan Ikbal akhirnya berhasil di tangkap. Adenan di tangkap oleh anggota Polisi di bantu anggota TNI yang bertugas di Desa Alam Pelita Kecamatan Obi Kabupaten Halsel, Selasa (12/5/2020) sekitar pukul 16.00 pelaku di tangkap di rumah La Eka salah satu keluarganya di Desa Alam Pelita Kecamatan Obi Kabupaten Halsel,

Namun nahas menimpah Ikbal, setelah Addnan pelaku pembunuhan terhadap Yuli di tangkap pelaku atas nama Ikbal (Laiki) Tiba” muncul dari belakang Bank BRI menuju ke arah Pelabuhan dengan membawa barang berupa golok setelah tiba di Pelabuhan Jikotamo pelaku langsung naik katinting dan warga pun lari mengejar pelaku menggunakan 2 unit perahu motor Jonson warna biru dan mengejar pelaku setelah pelaku di hampiri pelaku lompat ke air dan Berhasil di amankan oleh warga ke atas perahu motor Jonson dan pelaku langsung di ikat kaki dan tangan oleh warga dan di bawa ke pantai Jikotamo, namun warga terlalu banyak berdesakan untuk melampiaskan amarahnya dengan cara memukul pelaku hingga Tewas. (Red/CN)

Orang Tua Korban Desak Pelaku Pembunuhan Dihukum Mati

HALSEL, CN – Sungguh sadis pembunuhan yang terjadi di pantai Dela hingga menewaskan Yuliyana (16) siswi SMK Taruna Kecamatan Obi dengan Dua luka tusukan di dada dan sembelih di bagian leher hingga tewas. Sementara Julham (21) korban ditusuk pada bagian perut dan kaki.

Di sore hari sekitar Pukul 05:00 WIT korban Yulia (16) di ajak keluar rumah untuk jalan-jalan bersama pacarnya Julham.

Entah kenapa? kedua pasangan yang di rencanakan pasca Ramadhan akan melepaskan masa lajangnya ini, tiba-tiba menuju pantai Dela sebutan pantai wisata para masyarakat yang ada di Kecamatan Obi.

“Sesampailah di Pantai Dela di depan gudang minyak milik salah seorang warga Jikotamo, kedua pasangan yang akan menikah selesai lebaran itu, bahkan Yulia (16) dan Julham (21) itu sebelumnya sudah merencanakan untuk melepas masa lajang mereka, walhasil datang pelaku Iki (23) bersama Adena (27) secara tiba-tiba dari arah gudang tanpa salah apa-apa Iki (23) pelaku langsung melayangkan pukulan ke muka korban,” ungkap korban (Julham).

Julham meceritakan bahwa terjadi adu mulut, hingga pelaku mengeluarkan sebilah pisau dan ditancapkan ke perut dan kakinya, setelah itu datanglah Yulia untuk membendung perkelahian sang tunangan yaitu Julham dengan pelaku Iki (23), namun tiba-tiba Yulia juga di tusuk sebanyak 2 kali dada hingga jatuh tergeletak di tanah,” ungakpanya lagi.

Saat itu pun Julham langsung berlari untuk menghindar dari pelaku dengan tujuan memintah pertolongan ke warga terdekat yang kurang lebih 500 M. Didepan rumah salah seorang warga Desa Jikotamo Halil Turiani (43),” jelasnya Julham yang saat ini dirawat Di ICU RSUD Labuha.

Setelah sampainya di RSUD Obi, beberapa menit kemudian korban Julham (21) menyampaikan kepada warga “Tolong cari calon istri saya” barulah keluarga korban mengetahui bahwa korban bukan hanya satu orang melainkan dua orang, sehingga keluarga korban bergegas untuk melakukan pencarian sekitar Pukul 12:30 WIT Hinga subuh sementara korban kedua Yuliana (16) di temukan sekitar Pukul 08:00 WIT pagi.

Melihat kondisi sadisnya pembunuhan tersebut, keluarga korban khususnya kedua orang tua kepada media ini, meminta dan berharap kepada aparat penegak hukum agar pelaku di hukum setimpal yaitu di hukum mati.

“Kami berharap kepada Pak Polisi agar pelaku di hukum mati,” tegas orang tua korban. (Red/CN)