Dikeluhkan Listrik Sering Padam, ini Penjelasan Kepala PLN Bacan

HALSEL, CN – Perusahan Listrik Negara (PLN) Cabang Bacan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) akhir-akhir ini sering terjadi pemadaman Listrik yang dinilai masyarakat tak beraturan itu. Kepala PT. PLN Persero ULP Bacan, Ibrahim meminta maaf.

“Menyangkut dengan sering terjadinya pemadaman listrik itu dikarenakan adanya hujan yang membuat longsor hingga pohon-pohon pun langsung tumbang. Maka karena pohon tumbang itulah terkena di Listrik, jadi tejadilah gangguan jaringan yang membuat lampu sering mati,” jelas Kepala PLN Cabang Bacan melalui via Telepon seluler, Sabtu (9/1/2021).

Ibrahim menambahkan bahwa jika terjadinya longsor, maka listrik yang bakal jadi sasaran. Apalagi diwaktu musim hujan.

“Tumbangnya pohon ada juga hewan seperti Katak, Kelelawar yang sering terkena di Kabel, itu yang membuat terjadi gangguan Jaringan Litrik,” jelasnya lagi.

Ia menjelaskan, di Kecamatan Bacan Barat dan Bacan Timur yang sering terjadi longsor. Oleh karena itu, ia berharap kepada masyarakat agar bisa bersabar dan bisa bekerja sama dengan pihak PLN.

Maka dari itu, Ibrahim berharap, ketika ada yang melihat hewan dan pohon tumbang lalu terkena ke Listrik bisa memberitahukan kepada pihak PLN Bacan.

“Kami berharap kepada masyarakat Halmahera Selatan selalu bersabar karena kami dari pihak PLN selalu berusaha menjalankan tugas demi kepentingan kita bersama terutrama untuk masyarakat,” harapnya. (Red/CN)

Realisasi Dana Desa Paisimbaos Tahun 2017, Ada Item Diduga Fiktif

HALSEL, CN – Penyelewengan Dana Desa diduga dilakukan Kepala Desa (Kades) Paisimbaos Kecamatan Botang Lomang Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Taib Ahmad sejak menjabat dari Tahun 2017. Pasalnya, banyak program kegiatan yang direaliasikan tidak sesuai dengan nilai anggaran yang ditetapkan serta ada program kegiatan yang juga diduga fiktif alias tidak dilaksanakan, tetapi dilaporkan telah direalisasikan. Adanya dugaan penggelapan DD tersebut dibeberkan salah seorang warga Pasimbaos yang enggan dikorankan namanya, Sabtu (9/1/2020).

Dikatakannya, Kades Paisimbaos, Taib Ahmad dalam 3 Tahun masa kepemimpinannya diduga memanfaatkan Dana Desa yang ada.

“Kades Pasimbaos memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri, Dana Desa yang seharusnya diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan Desa justru banyak kegiatan yang fiktif,” bebernya.

Menurutnya, dugaan penyelewengan yang dilakukan Kades tersebut. Salah satunya pada anggaran Tahun 20l7, Balai pelatihan/kegiatan belajar masyarakat sebesar Rp 44,206,000.

“Selain itu, ada juga Sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan lainnya total anggaran Rp 44,206,000 ini juga tidak ada kejelasan pelatihan sama sekali dan kegiatan pengembangan potensi ekonomi lokal lainnya sebesar Rp 289,185,500 itu tidak ada ekonomi lokal yang dikembangkan, di Desa Paisimbaos,” jelasnya.

Ia menambahkan, bukan hanya anggaran kegiatan itu saja, tapi hampir semua anggaran Pos-pos Tahun 2017 juga di tilap.

“Kegiatan Kerukunan Umat Beragama sebesar Rp 24, 000,000 fiktif, kegiatan pengadaan sarana dan prasarana olahraga sebesar Rp 35,000,000 itu sangat besar karena hanya diterima 8-10 Juta dan Peningkatan Kapasitas kelompok lainnya sebesar Rp 20,150,000 ini juga kelompok fiktif,” ungkapnya.

Atas dugaan penyelewengan Dana Desa tersebut, warga Desa Paisimbaos mendesak pihak penegak hukum untuk mengusutnya.

“Kami meminta kepada Inspektorat, BPMD dan Kejari Halsel dan pihak terkait agar dapat mengusut tuntas masalah ini karena ini jelas-jelas tindakan dugaan korupsi,” pintanya. (Red/CN)

Dinilai Pelayanan Paling Terburuk di Maluku Utara, Warga Minta Evaluasi Kepala PLN Bacan

HALSEL, CN – Pelayanan Listrik PLN Rayon Bacan Kebupaten Halmahera Selatan (Halsel) yang kian memburuk belakangan ini, diresahkan masyarakat selaku pelanggan. Betapa tidak? Pemadaman listrik malah menjadi-jadi. Dalam sehari listrik mengalami pemadaman hingga puluhan kali. Sehingga pelanggan menilai pelayanan listrik PLN Bacan paling terburuk di Provinsi Maluku Utara (Malut).

Kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Sabtu (9/1/2021), sejumlah warga mengatakan bahwa beberapa bulan ini, PLN Bacan selalu terjadi pemadaman listrik. Baik itu siang maupun malam.

“Lampu selalu saja mati. Jadi bagi kami selalu mengganggu aktifitas kami sehari-hari,” kesal sejumlah warga yang tidak mau korankan nama.

Olah karena itu, warga meminta agar Kepala PT. PLN Persero ULP Bacan di evaluasi karena selama ini selalu menuai masalah pemadaman listrik yang tak beraturan.

“Akibat dari pemadam listrik yang hampir setiap saat ini, membuat warga masyarakat Kecamatan Bacan merasa resah,” tegas warga.

Selain itu, kata warga, barang-barang elektronik di rumah bisa rusak akibat dari pemadaman listrik yang tak beraturan hampir setiap hari.

“Di Bacan ini mau Tahun 2020 atau 2021 sama saja, lampu selalu mati, bikin-bikin semua alat rumah rusak abis” teriak warga saat terjadi pemadaman listrik.

Terpisah, Ibrahim sebagai Kepala PT. PLN Persero ULP Bacan saat dikonfirmasi melalui via Telepon seluler, nomor handphone tidak aktif. (Red/CN)

Nikah Tanpa Izin, Kadis Parpora Halsel Dilaporkan Istrinya Ke Polisi

HALSEL, CN – Menikah tanpa ijin istri pertama, Kepala Dinas Parawisata Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Abdillah Kamarullah di polisikan istrinya, berinsial R.S.

R.S melaporkan suaminya Abdillah Kamarullah yang sekarang menjabat sebagai Kepala Disparpora Halsel ke Polres Halsel pada Tanggal 22 Oktober 2020 terkait permasalahan “Kawin Tanpa Izin”

Dalam laporan polisi, istri Abdilah menerangkan bahwa Abdillah Kamarullah diketahui menikah tanpa ijin dengan Luluh H M yang juga mantan selingkuhannya tersebut itu diketahui bahwa Keduanya menikah pada Bari Kamis Tanggal 9 Desember 2017 lalu di PPN Kelurahan Santiong Kecamatan Ternate tengah Kota Ternate.

Sementara dalam laporan yang di masukan R.S ke Polres Halsel, Reskrim Polres Halsel telah melayangkan panggilan pada Abdillah kamarullah lewat surat panggilan dengan nomor: B/677/XI/2020/Reskrim terkait undangan Klarifikasi. (Red/CN)

2021, FKUB Halsel Gelar Pertemuan Bahas Program Prioritas

HALSEL, CN – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menggelar pertemuan bersama Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Utara (Malut) membahas program prioritas jangka Panjang di awal Tahun 2021 bertempat di Cafe Stereck Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan, Jumat (8/1/2021).

Turun hadir dalam pertemuan tersebut. Kasubag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Maluku Utara, Safri Kamaria, Juhari S Tawari Kasubag Tu, Ketua FKUB Halsel, Adnan Wahid dan para anggota FKUB Halsel, Rahim Abidin, Ahmad D Tengah, Alfonsina, Herdy F Kaganan, Rosita Matoro, Reni Haber dan Hamdi Berherd.

“Pertama, kita akan melakukan Wisata Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Halmahera Selatan. Kemudian ada juga Cofee Morning dan kita akan melibatkan seluruh OKP di Kabupaten Halmahera Selatan untuk menjaga Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Halmahera. Dan yang terakhir, kita akan mencoba untuk bekerja sama dengan seluruh Pemerintah Desa terkait dengan menjaga nilai-nilai Toleransi di seluruh Wilayah Kabupaten Halmahera Selatan,” kata Ketua FKUB Halsel, Adnan Wahid kepada wartawan cerminnusantara.co.id

Selanjutnya, lanjut Adnan, FKUB Halsel akan melakukan kegiatan besar dan akan meminta kepada Kemenag Provinsi Maluku Utara untuk memberikan jatah kemah Kerukunan Umat Beragama di Tahun 2021 dipusatkan di Halsel dari 10 Kabupaten Kota di Maluku Utara.

“Dasar inilah yang kemudian kami hadir di Cafe Stereck untuk membicarakan agenda-agenda prioritas ini,” tuturnya.

Dan berikutnya adalah, lebih lanjut Adnan, FKUB Halsel akan mencoba untuk menghadirkan FKUB terbaru yang milenial yang harus melakukan pertemuan di Gedung-gedung. Tapi FKUB mencoba untuk lebih keluar pada menyamakan pandangan dengan alam. Karena kata dia, kehidupan sosial keberagaman juga tidak terlepas dari lingkungan Kabupaten Halsel itu sendiri. Dalam rangka menjaga kesatuan NKRI.

“Barsama-sama dengan Pemerintah untuk menjaga nilai-nilai Kerukunan Umat Beragama. NKRI adalah harga mati, kemudian bersama kita semua damai Halmahera Selatan,” pungkasnya.

Adnan menjelaskan, FKUB juga pada prinsipnya di Struktur kepengurusan itu, kebetulan pengurus yang 17 ditingkat Kabupaten bahwa ada 2 orang yang sudah meninggal Dunia.

“Makanya 2 ini nanti di coba, kita akan duduki kembali Minggu depan meminta masukan, kira-kira yang terbaik dari pilhan teman-teman ini. Karena harus ada perwakilan dari pengganti Pak Gemien. Kemudian juga termasuk dengan Ustadz Dahrun Samad. 2 ini akan kita masukan dan bersama-sama membahas. Kira-kira siapa saja yang bisa didorong untuk bisa menduduki posisi untuk menggantikan 2 Tokoh Agama di Halmahera Selatan yang telah mendahului kita meninggal Dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Ortala dan KUB Kemenag Maluku Utara, Safri Kamaria menjelaskan, soal Kerumunan Umat menjadi agenda Nasional. Oleh karena itu, Pemerintah akan terus mendorong upaya pembangunan Kerukunan Umat Beragama di seluruh Tanah Air Indonesia.

Menurutnya, Isu Radikalisme, kekerasan dan lain-lainnya itu telah memporak-porandakan Bangsa Indonesia. Karena itu, semua pihak itu berkepentingan untuk menangkal isu-isu kekerasan dan radikalisme itu.

“Saya selaku Kasubag Ortala dan Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Maluku Utara yang kebetulan hadir bersama dengan kawan-kawan FKUB Kabupaten Halmahera Selatan yang sebagaimana disampaikan oleh Ketua FKUB Halmahera Selatan. Saya mendukung penuh dengan beberapa agenda program yang telah direncakan akan dilaksanakan di Tahun 2021 ini,” imbuhnya.

Ia menyampaikan bahwa butuh pikiran-pikiran segar untuk membangun Kerukunan Umat di di seluruh wilayah dan apa yang akan dilakukan Ketua FKUB di Halsel.

“Saya kira cukup baik untuk kepentingan membangun Kerukunan Umat di Halmahera Selatan khususnya dan Maluku Utara pada umumnya,” tutupnya. (Red/CN)

Warga Obi Dihebohkan Bangkai Paus di Bibir Pantai

HALSEL, CN – Warga Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut). Dihebohkan adanya temuan ikan Paus besar terdampar di Pantai Dela Desa Jikotamo Kecamatan Obi.

Mendapat informasi bahwa ada ikan Paus terdampar, warga langsung berbondong-bondong menuju Pantai Dela melihat sosok ikan yang terdampar di bibir pantai itu.

Ikan Paus dengan panjang 10 meter itu diketahui terdampar pada Minggu pagi, (3/1/2020).

Peristiwa tersebut dibagikan melalui akun Facebook saat warga menemukan Bangkai ikan Paus tersebut.

Salah seorang warga hendak jalan pagi di pantai Dela dan tiba-tiba melihat ikan Paus. Namun Paus itu sudah tidak bernyawa, sehingga mengambil foto dan mengunggah lewat Medsos (Facebook).

“Saya jalan-jalan pagi di pantai Dela tiba-tiba saya lia batang besar, saya pigi dekat-dekat cari tahu apa batang atau bukan? Ternyata saya lebih tambah dekat saya kaget padahal itu ikan Paus,” kata warga yang enggan di korankan namanya.

“Langsung saya foto posting di FB, tara sampai Jam orang banya datang mulai dari pagi sampai sore,” akunya. (Red/CN)