Awal Tahun, PLN Bacan Tunjukan Prestasi Buruk

HALSEL, CN – Prestasi buruk layak di sematkan kepada Ibrahim selalu Kepala PLN Bacan. Pasalnya, pemadaman listrik sering terjadi di awal Tahun 2021 membuat resah warga Bacan.

“Sudah dua pekan ini PLN Bacan selalu terjadi pemadaman listrik, baik itu siang maupun malam,” ujar SH, warga Desa Marabose kepada media ini, Senin (18/1/2021).

Kekesalan SH ini bukan tanpa alasan. Sebab, terjadinya pemadaman listrik yang tak beraturan, maka berdampak pada rusaknya barang elektronik.

Selain itu, kata SH, pemadaman lampu berjam-jam sangat mempengaruhi kualitas jaringan internet.

“Lampu sering mati berjam-jam, nantinya berdampak pada pekerjaan sebagian warga yang bergantung pada penggunaan jaringan internet,” kesalnya.

Untuk itu, dirinya meminta agar pihak PT. PLN (Persero) untuk melakukan evaluasi atas kinerja kepala PLN Bacan.

“Awal Tahun, PLN Bacan sangat buruk dalam pelayanan, saya berharap segera mungkin agar Kepala PLN Bacan segera di evaluasi,” pungkasnya. (Red/CN)

Wali Murid Keluhkan Ijazah SDN 134 Halsel Tak Kunjung Keluar, Begini Penjelasan Sekdis Pendidikan

HALSEL, CN – Sejumlah orang tua siswa di Desa Liaro Kecamatan Bacan Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mempertanyakan belum keluarnya ijazah siswa yang meski sudah lulus Tahun ajaran 2020/2021.

Kekesalan orang tua siswa pun semakin tidak terbendung setelah mempertanyakan ke Hamim Bahrun selaku Kepala Sekolah di SDN 134 Halsel. Namun tidak ada jawaban yang memuaskan.

Akibat belum menerima ijazah tersebut, pihaknya pun mengaku kesulitan. Sebab, saat ini anak mereka sudah masuk di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menanggapi keluahan itu. Sekertaris Dinas Pendidikan Halsel, Umar Iskandar Alam kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Minggu (17/1/2021) mengaku bahwa sebelumnya terjadi kesalahan dalam penulisan. Namun saat ini ijazah tersebut sudah ada.

“Seharusnya ijazah itu sudah di bagikan. Tapi memang kemarin ada sebagian terjadi keselahan penulisan, jadi ada kirim ganti ke Pusat. Namun sekarang sudah ada, tinggal mereka yang ambil. Keselahan itu dia kurikulum KTSP kemudian digantikan dengan K13. Jadi sudah ada. Ada beberapa Blangko yang kurang dan mungkin termasuk Sekolah itu dan baru datang mungkin Satu Bulan yang lalu itu baru dari Jakarta di kirim ke sini,” kata Umar.

Sementara ditanya terkait dengan dugaan Pungutan Liar (Pungli) per siswa di bebankan Rp 1 juta saat Ujian Nasional (UN). Umar menegaskan, tidak ada yang namanya pembayaran karena semua itu sudah dianggarkan melalui Dana Bos.

“Kenapa orang tua harus berikan? Tapi apakah sudah ada rapat bersama antara orang tua dan Komite tidak? Jadi kami dari Dinas Pendidikan tidak bisa semena-mena untuk tekankan. Apakah ada kesepakatan tidak? Yang artinya dalam rangka membantu atau partisipasi orang tua dalam rangka pelaksanaan Ujian karena itu ranah-Nya Sekolah tapi perlu diketahui bukan langsung di patok ke siswa,” tegasnya.

Namun yang jelas, Umar kembali menegaskan bahwa dari Dinas Pendidikan Halsel menekankan, dilarang keras memungut biaya apapun kepada siswa.

“Mau ujian atau semester, semua itu tidak ada yang namanya pungutan. Maka, apabila ada namanya pungutan-pungutan itu tetap dilarang keras,” tutup Umar.

Hingga berita ini tayangkan, Kepsek SDN 134 Halsel, Hamim Bahrun saat dihubungi nomor Handphone tidak aktif. (Red/CN)

Himpunan Pelajar Mahasiswa Botang Lomang Tolak Vaksin Sinovac Masuk ke Halsel

HALSEL, CN – Himpunan Pelajar Mahasiswa Botang Lomang (Hipmabol) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menolak keras masuknya Vaksin Covid-19 ke Halsel.

Ketua Hipmabol, Fadli Nasir kepada Media ini, Sabtu (16/1/2021) menegaskan bahwa menolak keras masuknya Vaksin Sinovac ke Halsel dan ia menilai Pemerintah gegabah dalam mengeluarkan izin penggunaan Vaksin asal China itu.

“Dengan mempertimbangkan kebijakan Pemerintah yang telah mengeluarkan izin melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ini dinilai cukup merugikan masyarakat karena dengan waktu yang singkat, Vaksin Sinovac itu sudah di edarkan ke 30 Provinsi di Indonesia. Bahkan sampai sudah pada tingkat penggunaanya,” katanya.

Ia mengatakan, Pemerintah tidak seharusnya terburu – buru mengeluarkan izin darurat penggunaan Vaksin Virus Corona asal China itu karena sebagian besar masyarakat masih merasa takut terhadap Obat Vaksin tersebut.

“Seperti yang kami ketahui bahwa Badan POM ini adalah sebuah lembaga di Indonesia yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di Indonesia nah artinya BPOM sendiri harus lebih jelih melihat hasil uji klinisnya,” tandas Adhy.

Lanjut Fadli, ara ahli WHO percaya bahwa semakin tinggi efikasi sebuah vaksin, maka akan makin dipercaya vaksin tersebut bisa diedarkan di masyarakat.

“Tapi apabilah efikasinya rendah, maka kepercayaan publik makin turun sehingga masyarakat tidak berminat menggunakan Vaksin asal China tersebut,” tandasnya.

Ia menjelaskan, seperti yang diberitakan awak media pers terkait vaksin Virus Corona, Negara Asean salah satunya, Negara Singapore yang telah memutuskan untuk memberikan warganya vaksin yang efikasinya tinggi 93%. Sementara Negara Indonesia hanya 65.3%. Hal ini menunjukkan bahwa tinggkat kepedulian pemerintahan Singapore terhadap warganya lebih tinggih dibanding Indonesia yang memberikan vaksin dengan efikasi rendah.

“Olehnya itu, dengan presentase di atas, kami meminta kepada Pemerintah Daerah agar jangan harus memaksa masyarakat yang tidak mau divaksinasi baik,” pintanya.

Fadli meragukan Efikasi Vaksin tersebut karena aturannya juga jelas bahwa penolakan ini berdasarkan UU Kesehatan No 36 Tahun 2009 Bab lll Hak dan Kewajiban bagian ke satu hak pasal 5 poin ke (3) bahwa, setiap orang berhak secara mandiri dan bertanggung jawab atas menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan baginya. (Red/CN)

Satgas Covid-19 Halsel Terus Lakukan Kegiatan Pembatasan Sosial

HALSEL, CN – Tingginya potensi peningkatan penyebaran wabah Covid-19 di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Satgas Covid-19 Halsel terus melakukan pembatasan sosial ditempat-tempat keramaian dan hiburan malam, Jumat (15/1/2021).

Pembatasan sosial yang dilakukan Satgas gabungan Covid-19 itu, terdiri dari Personil Satpol PP, Kodim1509/Labuha dan personil Polres Halsel bertujuan untuk menekan laju penularan wabah Covid-19. Tempat-tempat yang menjadi sasaran pembatasan sosial Satgas Covid-19 Halsel. Diantaranya:
1.Pelabuhan Babang Kecamatan Bacan Timur.
2.Cafe Bungalow di Desa Marabose Kecamatan Bacan Timur.
3.Cafe Incana di Desa Marabose Kecamatan Bacan Timur.
Bagi warga masyarakat yang didapatkan tidak menerapkan Protkes. Seperti tidak memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Maka, Satgas Covid-19 akan memberikan tindakan ditempat, berupa peringatan dan dicatat agar dimasa pandemi masyarakat selalu diingatkan untuk selalu menerapkan Protkes dalam setiap kegiatan sehari-hari.

Pimpinan Satgas Covid-19 Halsel, Dandim1509/Labuha, Letkol Inf Untung Prayitno., S.I.P.M.Han menyampaikan, dalam rangka persiapan di Halsel menerima Vaksinasi Covid-19, maka Satgas Covid-19 Halsel akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar proses pemberian Vaksinasi Covid-19 kepada seluruh komponen masyarakat di wilayah Halsel dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Dandim Labuha juga menyampaikan agar masyarakat tidak termakan dengan isu atau Hoax di media sosial, sehingga mengakibatkan masyarakat takut untuk di Vaksin. Pemerintah bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan masyarakat dan kepada seluruh jajaran Babinsa Kodim1509/Labuha di wilayah teritorial Halsel untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa Vaksin Sinovac sudah dilakukan uji klinis dan ditetapkan aman oleh BPOM RI serta dinyatakan Halal berdasarkan Fatwa MUI. (Red/CN)

Tega! Adik Kandung di Desa Loleo Mekar Dijadikan Budak Nafsu, Kopri PMII Halsel Desak Polisi Proses Hukum Pelaku Suami-Isteri

HALSEL, CN – Korps Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menyesalkan sikap seorang isteri yang diduga menjadikan adik kandungnya berusia 16 Tahun sebagai budak nafsu untuk suami.

Kedua pelaku pasangan suami isteri berinisial SN (32) dan ND (30) di Desa Loleo Mekar Kecamatan Kasiruta Timur itu diketahui bahwa saat ini sudah dilaporkan ke Polres Halsel atas dugaan sekongkol pencabulan anak dibawah umur dengan tanda Surat Penerimaan Laporan Pengaduan. Nomor : STPLP/07/1/2021/SPKT pada Kamis tertanggal 7 Januari 2021.

Meski begitu, Ketua Wildawati Bahrun melalui Sekertaris Kopri PMII Halsel, Anisa Safar menilai, perlakuan kedua pasangan suami isteri sangat merugikan masa depan korban berinisial Bunga (16) itu. Lantaran, jelas Anisa, saat ini Bunga masih duduk di Bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Seperti komentar korban sebelumnya itu, kasiang korban ini masih kelas 3 SMP, masa depannya masih panjang. Kalau hal semacam ini telah terjadi kepadanya, bagaimana dengan masa depannya nanti. Apalagi korban saat ini menghadapi Ujian Tahun ajaran 2021-2022 yang seharusnya korban harus fokus bersekolah untuk mempersiapkan diri ke tingkat pendidikan selanjutnya yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA),” sesal Anisa saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id, Jum’at (15/1/2021) di Sekretariat PMII Halsel di Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan.

Aktivis Perempuan itu juga menegaskan, seorang kakak seharusnya memberikan jalan yang baik kepada adik kandungnya. Apalagi sesama perempuan, bukan malah tega membiarkan begitu saja kepada adik kandung dicabuli suami sendiri.

“Jangan jadikan sebuah alasan bahwa memiliki penyakit hingga harus korbankan adik kandung sendiri karena takut suatu kali saat suami bersama wanita lain. Sebab, hal ini tetap melanggar hukum,” kesal Anisa.

Oleh sebab itu, Sekertaris Kopri PMII Halsel itu secara tegas meminta kepada Polisi agar memeproses kedua pasangan suami isteri tersebut.

“Isterinya juga ikut serta dalam dugaan sekongkol bersama suami mencabuli adik ipar sendiri, maka kami dari Kopri PMII Halsel meminta kepada pihak Polres Halsel segera malakukan proses hukum terhadap kedua pasangan suami isteri asal Desa Loleo Mekar itu sesuai dengan ketentuan, agar supaya ada efek jera bagi yang lainnya,” tegas mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairat (STAIA) Labuha itu.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Halsel, Said Aslam. S.I.K saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp membenarkan bahwa ada laporan dari masyarakat dari Desa Loleo Mekar soal kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur.

“Untuk laporan tersebut, memang benar dan sekarang sudah dalam proses penyidikan oleh penyidik PPA Sat Reskrim Polres Halsel,” tukasnya. (Red/CN)

Menuju Muspimda, PKC PMII Malut Kunjungi Dinas Pendidikan Halsel

HALSEL, CN – Menuju hajatan Akbar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Indonesia, tentunya di setiap Daerah atau masing-masing Cabang akan mempersiapkan semua hal yang menyangkut dengan kriteria organisasi maupun tawaran solutif menuju masa depan PMII.

Olenya itu, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Maluku Utara (Malut) mencoba menggagas agenda yang mengharuskan untuk dilaksanakan karena masuk dalam syarat organisasi, yaitu melaksanakan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda).

Setelah melakukan rapat dengan PKC PMII Malut, kegiatan akan dilaksanakan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Terlepas dari itu, Pengurus Cabang (PC) PMII Halsel juga turut berpartisipasi berkerja sama dengan PKC PMII Malut untuk bisa menjalankan kegiatan dengan baik.

Dari hasil kerja sama tersebut PKC PMII Malut dan PC PMII Halsel mencoba berkordinasi dengan lembaga Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan Halsel dengan tujuan membangun kerja sama dan mendorong agar kegiatan bisa berjalan dengan aman dan lancar.

“Saya selaku Ketua Steering Comitte Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) PKC PMII Malut sekaligus Wakil Sekretaris I pengurus Kordinator Cabang PMII Maluku Utara, sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Bupati Dan Wakil Bupati beserta Kadis Pendidikan Halmahera Selatan yang sudah merespon dan mendukung penuh kegiatan yang PMII laksanakan,” ucap Bahmid Hakun, selaku Ketua steering comitte Muspimda, Kamis (14/1/2021).

“Kami selaku keluarga besar PMII se-Maluku Utara berharap agar bisa bergandengan tangan dengan Program Pemerintah daerah yang pro terhadap rakyat dan masa depan generasi,” harapnya. (Red/CN)