Polisi Bakal Gelar Perkara Kasus Dugaan Persetubuhan Gadis 13 Tahun di Desa Liaro

HALSEL, CN – Seorang Bocah Sekolah Dasar (SD) di Desa Liaro Kecamatan Bacan Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang diduga kuat disetubuhi hingga hamil, kini korban melahirkan anak laki-laki.

Sebelum Hari Raya Idul Fitri, bocah SD berinisial Bunga (13) itu melahirkan di salah satu rumah kerabatnya di Desa Wayaua. Hal itu diungkapkan salah seorang Bidan di Puskesmas Wayaua, Kamis (20/5/2021).

“Dia melahirkan sebelum lebaran, tapi melahirkan di Rumah di Wayaua,” kata Bidan Jijah.

Saat melahirkan, jelas Jijah bahwa Bunga dalam kondisi membaik hingga sekarang.

“Dari awal melahirkan sampai sekarang, kondisinya sehat-sehat saja sampai sekarang,” jelas Jijah.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Halsel, IPTU Hadad Hi. Djafar, S.H., malalui Kanit IV PPA saat dikonfirmasi, Jumat (21/5) menegaskan bahwa masih dalam tahap penyelidikan.

“Tapi kami akan gelar perkara dulu dalam waktu dekat ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebelumnya 10 saksi sudah diperiksa.

“Sudah 10 saksi tambah dengan korban yang sudah diperiksa,” pungkas Kanit IV PPA. (Red/CN)

Atasi Banjir, Babinsa Koramil 1509-01/Bacan dan Babinkamtibmas Bantu Warga Liaro Bikin Talud Darurat

HALSEL, CN – Babinsa Koramil 1509-01/Bacan, Serda Idris Kelilau dan Babinkamtibmas, Bripka M. Iksan Julkifli bersama Pemerintah Desa serta masyarakat melaksanakan Kerja Bakti pembuatan Talud penahan Banjir di Desa Liaro Kecamatan Bacan Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), (18/5/2021)

Pembuatan Talud durat ini, guna menahan luapan air yang kerap kali banjir saat hujan deras mengguyur. Hal itu dikatakan Kepala Desa Liaro, Najarlis Hi. Mansur.

“Akibat hujan deras, Swering penahan banjir itu sudah hampir patah, makanya kami dari Pemerintah Desa dan Babinsa serta Babinkamtibmas bersama masyarakat Desa Liaro bersama-sama kerja bakti membuat Talud Darurat penahan banjir,” ujar Najarlis.

Najarlis bilang, saat hujan deras turun, lingkungan RT.04 Desa Liaro terdampak banjir karena letaknya bersebelahan dengan lokasi sungai.

”Alhamdulillah niat kita untuk memperbaiki tanggul akhirnya terlaksana. Saya mewakili warga mengucapkan terimakasih banyak kepada bapak Babinsa dan Babinkamtibmas karena selalu peduli dengan keadaan Desa kami,” jelasnya. (Red/CN)

Sukseskan Vaksinasi Untuk Purnawirawan, Kodim 1509/Labuha Kerahkan Seluruh Personil Babinsa

HALSEL, CN – Program Vaksinasi untuk para Purnawirawan dan Istri serta Warakawuri di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) dalam rangka pencegahan penularan Covid-19, Kodim 1509/Labuha mengerahkan seluruh sumberdaya yang di miliki Kodim untuk ikut menyukseskan program vaksinasi dengan harapan para Purnawirawan, istri dan Warakawuri bisa terlindungi oleh Vaksin, Rabu (19/5/2021).

Para Babinsa bekerja cepat langsung menuju ke rumah-rumah para Purnawirawan dengan memfasilitasi menuju pusat vaksinasi di wilayah Kecamatan masing-masing atau tempat yang sudah disediakan oleh Dinkes Halsel.

Kegiatan Vaksinasi Covid-19 untuk para Purnawirawan dan Istri serta Warakawuri langsung diikuti para Purnawirawan dengan penuh antusiasme.

Dandim 1509/Labuha pun mengapresiasi kegiatan Jemput Bola para Babinsa di lapangan, sehingga para Purnawirawan, Istri dan Warakawuri dengan Antusiasme mau ikut Vaksinasi.

“Kegiatan ini sudah memasuki Hari ke dua kegiatan Vaksinasi untuk para Purnawirawan, istri dan Warakawuri, kita semua ikut menyukseskan program Pemerintah yang membawa manfaat bagi para Purnawirawan, istri dan Warakawuri. Mereka juga Keluarga besar TNI sudah jadi kewajiban kita untuk bisa membantu mereka,” uLetkol inf Untung Prayitno.S.I.P.,M.Han.

Dandim 1509/Labuha menyampaikan bahwa vaksinasi yang telah diterima belum menjamin untuk tidak terpapar Covid-19, akan tetapi dengan vaksinasi memberikan harapan menumbuhkan imun atau kekebalan tubuh serta kesehatan bagi penerima vaksin.

Selain itu, Dandim 1509/Labuha berharap,

sudah dilaksanakan vaksinasi para Purnawirawan, istri dan Warakawuri tetap mematuhi protokol kesehatan dengan benar dengan melakukan 5M. (Mencuci tangan, Memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi) dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (Red/CN)

Sekjen APRI Marah, Program CSR Lingkar Tambang Di Pulau Obi Aba-Abal

HALSEL, CN – Sekertaris Jenderal Asosiasi Pertambangan Rakyat Republik Indonesia (Sekjed APRI-RI) Imran S. Malla marah, terkait soal program Corporate Social Responsibility (CSR) Lingkar Tambang di Pulau Obi, Kab. Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) Abal-abal. (18/05/2021)

Sekjen APRI RI Imran S. Malla, Bukan saja mengurus nasib para Penambang Rakyat, namun beliau juga prihatin dengan nasib petani, hal ini saat Imran pulang kampung lebaran bersama keluarga.

Imran banyak mendapat laporan dan keluhan masyarakat soal program CSR, keluhan itu datang dari masyarakat petani, yang mempersoalkan tentang masalah program  CSR di bidang  pertanian. Karena mereka menganggap bahwa perusahan selama beroperasi di pulau obi, tidak pernah ada kontribusi terhadap masyarakat lingkar tambang di 9 Desa khususnya program pemberdayaan pertanian.

Mendapat laporan serta keluhan dari masyarakat, Imran menyita waktunya dan bertandang ke lokasi lahan pertanian, yang berlokasi di Desa Jikotamo, Kec. Obi. Sampai di lokasi pertanian, Imran langsung berkelililing di perkebunan sambil berbincang dengan petani.

Dari Bincang-bincang tersebut, petani mempersoalkan infomasi yang beredar di masyarakat terkait dengan adanya program CSR di bidang pertanian yang di mana diketahui perusahan telah melakukan pemberdayaannya lewat program CSR ke petani 9 Desa Lingkar tambang.

Walhasil dari bincang-bincang itu, ternyata pihak perusahan belum pernah melakukan pemberdayaan serta memberikan bantuan kepada petani lingkar tambang, tetapi informasi yang beredar di masyarakat bahwa program CSR bidang pertanian telah berjalan.

Masyarakat juga menyampaikan kepada Imran, lahan pertanian yang mereka garap itu memakai anggaran pribadi. bukan melalui program CSR, yang sebagaimana seperti informasi yang beredar sekarang ini.

Begitu juga keluhan petani soal hasil tanaman yang mereka garap itu terjadi gagal panen, karena market yang mereka harapkan itu dari perusahan, sehingga tidak dapat di pasarkan. Kalau adanya program pemberdayaan perusahan lewat CSR, maka hasil pertanian yang mereka panen sudah bisa di pasarkan ke perusahan. sehingga mereka memastikan setiap bulan lahan pertanian yang mereka garap bisa bernilai ekonokis.

Hasil pertanian yang di garap itu adalah tanaman sayur-mayur seperti Kangkung, Kacang Panjang, terong, Sawi Hijau, Pacoi, Lobak, Cabe Keriting, Cabe Rawit, Tomat dan masi banyak lagi hasil tanam yang mereka garap. Supaya bisa memenuhi kebutuhan pokok stok logistik bahan makan.

Dari amanat wartawan cerminnusantara.co.id di lokasi pertanian masyarakat, bahwa hasil pertanian yang di garap itu banyak yang gagal panen, sebab tidak ada market itu kata petani. kalau ada program CSR seperti informasi yang mereka terima terkait soal pemberdayaan di bidang pertanian, sudah pasti hasil pertanian masyarakat dapat dipasarkan ke perusahan lewat program pemberdayaan itu, sehingga hasil pertanian yang mereka garap dapat menghidupkan roda ekonomi pertanian di wilayah lingkar tambang.

Masyarakat juga menyampaikan bahwa para kepala-kepala Desa, di 9 Desa  yang masuk dalam Desa Lingkar Tambang serta pemerintah kecamatan pernah melakukan pertemuan dengan pihak perusahan membahas soal program CSR yang salah satunya pemberdayaan pertanian, dan hasil pertanian dapat dinasukan ke perusahaan lewat program pemberdayaan itu. Dan pihak perusahan sudah menyetujui serta membuat kesepakatan, namun pada kenyataan di lapangan nihil entah kenapa.

Masyarakat juga pertanyakan soal lokasi pemberdayaan pertanian yang perusahan maksudkan itu di lokasi mana, karena informasi yang beredar bahwa program pemberdayaan CSR telah berjalan. Sehingga perusahan selalu gembor-gemborkan lewat media sosmed.

Kepada wartawan cerminnusantara.co.id Sekjen APRI Imaran S. Malla menyampaikan bahwa “sangat di sayangkan jika informasi yang beredar di masyarakat lingkar tambang perusahan sudah melakukan program pemberdayaannya, saya sangat prihatin dengan informasi itu” ungkap Imran

Lanjut Imran semestinya Program CSR itu di sosialisasikan ke masyarakat, undang semua lapisan masyarakat dan pemerintah baik itu Pemerintah Desa maupun Kecamatan barulah di tetapkan programnya semisalnya di Desa Laiwui masyarakat maunya program di bidang apa, terus juga Desa-desa tengga maunya bagaimana, harus  direncanakan seperti itu bukan bikin program abal-abal yang masyarakat tidak ketahui kejelasannya” pungkas dia sambil marah

Sambung dia “kalau program CSR seperti  ini, saya takutkan masyarakat di jadikan  kambing hitam sebab laporannya yang masuk ke pusat mantap dan ok, namun programnya pada kenyataan di lapangan nihil, Jadi saya selaku putra darah saya juga prihatin dan akan kawal hal ini di pusat” tutur Imran. (Red/CN)

Jajaran Babinsa Kodim 1509/Labuha Jemput Bola dan Fasilitasi Para Purnawirawan Ikut Vaksinasi

HALSEL, CN – Babinsa jajaran Kodim 1509/Labuha melakukan jemput bola dengan mendatangi para Purnawirawan TNI yang telah Lansia agar bisa ikut Vaksinasi. Tak hanya menjemput, para Babinsa Jajaran pun memfasilitasi para Purnawirawan untuk bisa mendatangi fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas yang ada di masing-masing Kecamatan yang ada di wilayah Koramil Jajaran, Selasa (18/5/2021).

Hal itu menunjukkan kepedulian Personil Babinsa Kodim 1509/Labuha kepada para Purnawirawan yang merupakan keluarga Besar TNI meski mereka tak berdinas lagi.

Dengan hadirnya Babinsa di rumah para Purnawirawan, bisa memberikan penjelasan tentang program Pemerintah untuk vaksinasi yang diperuntukkan para Lansia.

Sebelum dilakukan Vaksinasi, para Purnawirawan di observasi kesehatan terlebih dahulu, agar mengetahui kesehatan para Purnawirawan. Setelah dilakukan Observasi kesehatan, maka bisa dinyatakan layak atau tidak layak Vaksinasi.

Sebab, tidak semua Lansia bisa dilakukan vaksinasi atau tidak memenuhi kriteria penerima Vaksinasi dikarenakan ada beberapa penyakit yang atau kondisi penerima Vaksinasi.

“Alhamdulillah semoga dengan kegiatan ini bisa semua Purnawirawan divaksinasi dan kita juga mengetahui segi kesehatan para Purnawirawan yang juga merupakan Keluarga besar TNI. Kita sebagai penerus para Purnawirawan pun berkewajiban menjaga dan membantu para sesepuh, kita hadir untuk mereka, itu artinya Negara Hadir antara mereka. Maka dengan itu, kodim 1509/Labuha pun mengerahkan para babinsa jajaran agar bisa menjemput dan memfasilitasi Kegiatan Vaksinasi dengan bekerja sama dengan pihak Dinas Kesehatan khususnya Puskesmas,” tukas Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Untung Prayitno.S.I.P.,M.Han. (Red/CN)

4 Tahun, Kantor Desa Gunange Halsel Belum Difungsikan

HALSEL, CN – Kantor Desa Gunange Kecamatan Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara, belum bisa difungsikan karena diduga pemerintah desa setempat belum membayar upah kerja tukang yang membuat bangunan tersebut.

Sebagai protes, pintu kantor Desa kemudian dipalang oleh pekerja bangunan dan hanya bisa dibuka apabila Pemerintah Desa membayar upah pekerja.

Akibatnya, kantor Desa Gunange tidak aktif selama 4 tahun sejak selesai dikerjakan.

Informasi yang dihimpun media ini, jumlah pekerja yang upahnya belum dilunasi sebanyak 7 orang dengan total Rp10.200.000,-.

Salah satu pekerja kantor desa, Anwar meminta agar upah kerja segera dilunasi kepada seluruh pekerja bangunan yang mengerjakan kantor desa.

Menurut dia, kantor Desa Gunange yang dipalang tidak bisa difungsikan selama upah kerja belum dilunasi.

“Selesaikan upah kerja baru bisa difungsikan,” kata Anwar menegaskan, seperti dikonfirmasi pada, Sabtu (15/5/2021).

Kata dia, pekerja yang belum menerima upah sebanyak 3 orang, dan jumlah seluruh upah kerja yang harus dilunasi berjumlah Rp9.000.000.

Sementara itu, menurut pekerja lainnya Jon Hardin mengatakan bahwa jika dihitung dengan pekerja harian maka total pekerja yang belum menerima upah sebanyak 6 orang.

Sementara menurut Hayup, pekerja lainnya mengatakan bahwa upah kerja miliknya juga belum dibayar, yaitu sebanyak Rp1.200.000.

Kepala Desa Gunange, Den Muhajir, saat dimintai keterangan menyebutkan bahwa dirinya tidak mengetahui masalah tersebut dengan sebenarnya. Karena kata dia, penanggungjawab proyek kantor Desa pada waktu itu adalah Mantan Pj Kades Gunange, Farid A. Samud.

“Ini kan dong pe urusan deng pejabat, jadi tong tara tau sebenarnya. Dia (Anwar) musi pi di farit, trus minta farit dia pe tanggapan bigimana,” katanya.

Menurut Kades, dirinya sudah berkoordinasi dengan Mantan Pj Kades Gunange, Farid A. Samud, untuk mencari jalan keluar yang terbaik terhadap masalah upah.

“Jadi saya sudah komunikasi dengan Farit, saya sudah koordinasi dengan Farid, cuman dia bilang so lunas, baru anwar bilang belum. Kalau anwar bilang belum kan ada jalur hukum jadi sebaiknya masalah ini dibawa ke jalur hukum, lapor polisi saja,” tukas Kades.

Hingga berita ini dipublish, awak media dalam upaya untuk mengkonfirmasi Mantan Pj Kades Gunange, Farid A. Samud. (Ridal/CN)