Sambut HUT Kodam XVI/Pattimura ke-22, Personil Kodim 1509/Labuha Gelar Karya Bakti

HALSEL, CN – Menyambut hajatan HUT Kodam XVI/Pattimura yang ke-22 yang akan diperingati pada Tanggal 15 Mei 2021, Kodim 1509/Labuha menggelar Karya Bakti pembersihan jalan raya sekitar di Kampung Makian Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) dengan menggandeng BPLHK Halsel, masyarakat Kampung Makian dan sekitarnya, Senin (10/5/2021).

Kegiatan Karya Bakti Pembersihan Jalan Raya dipimpin langsung Plh Pasiter Letda Inf Samuel Anu dan ikut serta anggota BLHK serta segenap masyarakat Kampung Makian.

Dengan membersihkan Jalan raya sekitar Kampung Makian, berharap akan menimbulkan kesadaran masyarakat akan kesehatan. Apalagi di saat pandemi Covid-19, menuntut kita semua untuk selalu menjaga kesehatan dan Lingkungan.

Karya Bakti Pembersihan meliputi Jalanan, Saluran Air dan Sampah yang berserakan yang bisa menampung Air dan bisa dijadikan oleh nyamuk untuk bersarang serta meletakan Telur.

Pesan amanat Dandim 1509/Labuha yang disampaikan Plh Pasiter bahwa berharap kegiatan seperti ini menjadi contoh untuk menyadarkan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, sehingga sampah rumah tangga dan sampah yang bersumber dari alam tidak menumpuk sehingga menyumbat aliran air atau menampung air yang akan dijadikan nyamuk sebagai sarang dan tempat bertelur.

“Sehingga akan timbul penyakit seperti DBD maupun Malaria, dan Kami mengucapkan terimakasih untuk semua pihak yang telah berpartisipasi di kegiatan karya Bakti dalam rangka HUT Kodam XVI/Pattimura ke-22,” kata Letda Samuel Anu saat menyampaikan Pesan Amanat dari Dandim 1509/Labuha,

Kegiatan pembersihan selesai pada pukul 15:45 WIT dan ditutup dengan Photo bersama dengan Personil Kodim 1509/Labuha dan masyarakat setempat. (Red/CN)

Kegiatan Nuzul Qur’an di Desa Bahu Resmi Ditutup Kades Badar Abbas

HALSEL, CN – Kepala Desa Bahu Kecamatan Mandioli Selatan secara resmi menutup rangkaian kegiatan Nuzul Qur’an tingkat Desa tepatnya di malam Lailatul Qadar Ramadhan 1442 Hijiriah yang digelar Ikatan Pelajar Mahasiswa Bahu (IPMB), Sabtu (8/5/2021) malam dengan tema “Memahami Substansi Wahyu Sebagai Pedoman Hidup Melalui Peristiwa Nuzul Qur’an”.

Turut Hadir, Camat Mandioli Selatan, Kepala Puskesmas Jiko, Kepala Desa Bahu, Kepala Desa Galala, Kepala Sekolah SMA Negeri 136 Halsel, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat serta Tokoh Pemuda.

Dalam sambutan Kades Bahu, Badar Abbas berharap dengan terlaksananya acara Nuzul Qur’an tersebut bisa terciptanya generasi-generasi cinta Al-Qur’an.

“Harapan kedepannya, dari agenda ini akan melahirkan generasi yang cerdas dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk kehidupannya,” pungkas Badar.

Senior Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Makasar ini juga menyampaikan bahwa dengan adanya agenda ini, semoga dapat meningkatkan ukhuwah Islamiah masyarakat.

“Semoga dengan ini dapat memotivasi untuk melahirkan para hafiz dan pecinta Al-Qur’an sebagai pemimpin dimasa mendatang,” harap Badar.

Disampaikan Badar, peringatan pekan malam Nuzul Qur’an sebagai pemuliaan kitab suci umat Islam yang diisi dengan berbagai lomba diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan warga Bahu sebagai masyarakat yang dimuliakan karena Akhalakul Karimahnya.

“Terselenggaranya kegiatan ini, selain sarana untuk menjaring bibit muda sebagai generasi islami yang cakap, sportif dan berkemampuan dalam hal membaca dan menghafal Al-Qur’an juga sebagai sarana bermanfaat dalam upaya mengaktualisasikan ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an,” tutupnya. (Red/CN)

Personil Kodim 1509/Labuha dan Satgas Covid-19 Halsel Lakukan Penertiban Protokol Kesehatan di Pasar Ramadhan

HALSEL, CN – Pasar Ramadhan di Lapangan Merdeka Desa Amasing Kecamatan Bacan merupakan salah satu Objek penertiban Protokol Kesehatan Covid-19 dikarenakan pasar Ramadhan tempat para Pencarian Takjil atau makanan jelang berbuka puasa,maka dari terciptalah kerumunan masyarakat sehingga mengapa Prokes Covid 19, Jumat (7/5/2021).

Untuk tetap menjalankan semua prosedur kesehatan yang telah ditetapkan, maka Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara harus ekstra bekerja keras.

Setelah melakukan pengawasan Prokes dipasar Ramadhan Lapangan Mardeka, Tim Satgas melanjutkan menuju swering Labuha yang juga merupakan pusat perbelanjaan di wilayah Labuha dan pusat kerumunan masyarakat yang berbelanja keperluan Lebaran Idul Fitri 1442 H.

Dengan mengerahkan sumberdaya yang dimiliki Satgas Covid-19, berusaha menekan dan menerapkan Prokes di seluruh Halsel agar tidak terjadi lonjakan atau bertambahnya penderita Positif Covid-19.

Jalan satu-satunya hanya melakukan pengetatan dan himbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak abai dengan Prokes yang ditetapkan Pemerintah.

Ketua Tim Penertiban Satgas Covid-19 mengatakan pihaknya hanya menindaklanjuti Surat Edaran dari Satgas Covid-19 Provinsi Maluku Utara, Pelaksanaan penerapan protokol kesehatan dilakukan bertujuan untuk mengurangi penyebaran covid-19 diwilayah Provinsi Malut khususnya Kabupaten Halsel, selama Bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1442 H.

“Dan kami Menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap selalu menggunakan Masker dan terapkan Protokol Kesehatan Covid-19, agar kita semua bisa saling menjaga,” kata Kapten Inf aga Galela. (Red/CN)

Fraksi PKS DPRD Halsel Salurkan Bahan Bangunan untuk Korban Kebakaran

HALSEL, CN – Rumah kontrakan salah seorang wartawan media online di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) di Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan yang terkena musibah kebakaran pada Selasa (4/5/2021) baru-baru ini, mendapat kunjungan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halsel pada Jumat (7/5) untuk memberikan bantuan bahan bangunan berupa Batu Tela dan Seng untuk membangun kembali rumah yang ludes dilahap si jago merah.

Kedatangan Fraksi PKS yang dipimpin langsung HJ. Salma Samad, selaku Ketua Fraksi bersama Humein Kiat selaku wakil Ketua Fraksi dan Baihaki Ahmad selaku anggota Fraksi, meninjau melihat secara langsung kondisi rumah yang terbakar akibat kosleting listrik tersebut untuk menghitung jumlah material batu Tela dan Seng yang akan digunakan. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang ditaksir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Setibanya dilokasi, ketiga anggota Fraksi dari PKS ini langsung menyerahkan bantuan barang bangunan dalam bentuk kwitansi belanja dari Toko maupun kwitansi belanja Batu Tela yang telah dibayar untuk diserahkan langsung kepada Sahril Samad, salah satu Wartawan media Online di wilayah Halsel yang menjadi korban kebakaran. Hal ini disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Halsel, Hj. Salma Samad, kepada wartawan usai serah terima bantuan.

“Apa yang kami berikan ini belum mampu mengobati duka yang dialami oleh saudara Sahri Samat, akan tetapi dapat mengurangi sedikit beban atas musibah yang dialaminya,” kata Hj. Salma

Hj. Salma menjelaskan, musibah yang dialami salah satu rekan wartawan tersebut merupakan bagian terkecil yang datang dari Allah SWT, sehingga korban sebagai manusia harus kuat dan mampu menghadapinya dengan sabar.

Menurutnya, apa yang dialami Sahril Samad saat ini, dapat mengetuk hatinya bersama beberapa kerabatnya yang tergabung dalam Fraksi PKS di DPRD Halsel untuk melihat secara langsung sekaligus memberikan perhatiannya dengan cara mengurangi sedikit beban atas musibah yang dialaminya.

“Kami berinsiatif dengan cepat, agar bulan yang suci ini kita dapat meringankan beban kepada orang-orang yang sedang mengalami kesulitan akibat dari musibah dialaminya,” kata Hi. Salma

Sementara bahan bangunan yang diterima korban dari Fraksi PKS berupa, 4000 buah batu Tela dan 80 lembar Seng. Jika masih terdapat kekurangan dalam proses pembangunan, maka diminta untuk menghubungi Fraksi PKS, karena Dua jenis bahan bangunan tersebut menjadi tanggungjawab Fraksi PKS hingga selesai. Hal ini diutarakan Humein Kiat.

“Kami membantu full untuk bahan batu tela dan seng, jadi kalau masih kurang langsung menghubungi kami,” kata Humein.

Tidak hanya korban kebakaran yang mendapat uluran tangan dari Fraksi PKS, tetapi dalam satu pekan terakhir, Fraksi PKS juga menyalurkan ribuan paket idul Fitri berupa sembako, sarung dan mukena kepada yang membutuhkan di sejumlah Desa di wilayah Bacan, bahkan pada Jumat (7/5), Fraksi PKS juga membagikan paket lebaran kepada 27 security di DPRD Halsel, beserta Staf PTT di Sekertariat DPRD Halsel berupa jilbab. Hal ini diakui Hj. Salma Samad di Kantor DPRD Halsel.

“Setiap kami ke kantor atau jalan-jalan, didalam mobil itu ada paket sembako kami siapkan, siapa saja yang kami temui dan dijalan langsung kami bagikan, apalagi orang tua yang renta, atau penyapu jalan,” kata Hj. Salma

Pembagian paket lebaran berupa sembako tersebut akan dilanjutkan pada Sabtu (8/5) di sejumlah Desa di wilayah Gane dan Kepulauan Joronga yang akan di bagikan Wakil Ketua Fraksi PKS Humein Kiat.

Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Halsel, Samsir Hamajen, menyampaikan terima kasih kepada Fraksi PKS DPRD Halsel yang telah meringankan langkahnya untuk membantu beban korban kebakaran yang tidak lain adalah salah satu wartawan media online di Kabupaten Halsel.

“Semoga apa yang dilakukan fraksi PKS dengan membantu sesama kepada yang lagi mendapat musibah, mendapat balasan dari Allah SWT,” ucap Samsir. (Red/CN)

Kapus Jiko Bantah Potong Anggaran Bantuan Pasien Penderita Kusta

HALSEL, CN – Kepala Puskesmas (Kapus) Jiko Kecamatan Mandioli Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) Rismanidar Sidi Umar bantah atas dugaan kuat pemotongan anggaran bantuan puluhan pasien penderita penyakit Kusta yang mencapai jutaan rupiah.

Kepada wartawan cerminnusantara.co.id, Rabu (4/5/2021), Rismanidar mengaku memberanikan diri melakukan pemotongan anggaran bantuan pasien senilai Rp 200 ribu dari Rp 1 juta per pasien lantaran hasil kesepakatan dari pihak keluarga masing-masing.

“Sebelum itu sudah ada hasil kesepakatan dari keluarga pasien masing-masing untuk bantu belikan Bahan Bakar Minyak (BBM) mengingat Speed Puskesmas Jiko yang mau digunakan tidak memiliki Bahan Bakar Minyak,” jelas Kapus.

Lanjut Rismanidar sebelum berangkat, ia bersama Pengola Program Kusta, Ningsi Sangaji mendatangi setiap rumah para pasien memberi tahukan bahwa besoknya harus berangkat ke Dinas Kesehatan untuk mengambil bantuan pasien penderita penyakit Kusta.

“Sebenarnya jumlah pasien 20 orang dan yang 3 orang itu dari saya dan Dokter dan Pengelola Program Kusta Dinas Kesehatan pak Safrudin, jadi totalnya ada 23 pasien. Terus yang 5 pasien dari pemegang Program yang berikan. Sementara 5 pasiennya lagi ambil di Labuha berarti yang ada hanya tinggal 10 pasien. Malam itu kami datang dulu ke rumah-rumah pasien beri tahu bahwa besok mereka ambil bantuan di Dinas, tapi gunakan Speed Puskesmas karena takutnya kedepatan dengan cuaca buruk, maka saling bantu beli minyak,” cetusnya.

Sementara Speed Puskesmas, terang Rismanidar, satu kali jalan minimal 100 Liter BBM Bersubsidi.

“Pertama info dari Dinas Kesehatan nanti mereka yang antar bantuan anggaran tersebut. Tapi ternyata besoknya dari Dinas Kesehatan perintahkan kami ke Labuha bersama dengan pasien karena cuaca buruk pada saat itu. Jadi kami ke Labuha hanya bersama 2 pasien dan sebelum itu kami sudah sampaikan kepada keluarga pasien dan mereka iyakan,” jelasnya.

(Kapus Jiko serahkan anggaran bantuan pasien)

Ia juga mengatakan, karena 5 pasiennya sudah ada di Labuha, maka bantuan anggaran ke 5 pasien tersebut tanpa ada pemotongan sama sekali.

“Terus anggaran Minyak dari 5 pasien yang ada di Desa itu sudah diserahkan langsung ke Staf Pengelola Program Kusta Puskesmas Jiko, tapi nyatanya mereka tidak berikan ke saya, maka hanya 10 pasien saja yang dipotong untuk anggaran minyak,” katanya.

Oleh karena itu Rismanidar bilang, total pemotongan untuk anggaran transportasi hanya Rp 2 juta dari 10 pasien.

“Hanya 10 orang pasien saja yang bantu berikan anggaran minyak Speed Puskesmas untuk perjalanan Pergi Pulang (PP) dari Desa Jiko menuju Labuha dan dari Labuha balik ke Jiko,” tukasnya.

Namun katanya, ia siap mengembalikan anggaran bantuan pasien Penderita penyakit Kusta tersebut.

“Tapi karena sudah terjadi seperti ini, maka saya akan ganti semuanya,” akunya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Kapus Jiko Rismanidar Sidi Umar diduga kuat sunat anggaran pasien penderita penyakit Kusta per pasien Rp 200 ribu. Sementara bantuan dari Al Habib per pasien Rp 1 juta dari 23 pasien, namun yang diterima pasien hanya Rp 800 ribu perorang (Red/CN)

Diduga Sunat Anggaran Bantuan Pasien Penderita Kusta Jutaan Rupiah, Polres Halsel Didesak Periksa Kapus Jiko

HALSEL, CN – Kepala Puskesmas (Kapus) Jiko Kecamatan Mandioli Selatan, Rismanidar Sidi Umar diduga kuat dengan sengaja sunat anggaran bantuan puluhan pasien penderita penyakit Kusta mencapai jutaan rupiah. Hal itu dibenarkan Pengelolaan Program Kusta Puskesmas Jiko, Ningsi Sangaji.

Jelas Ningsi, Kapus Rismanidar Sidi Umar memotong anggaran bantuan dari Al Habib untuk 23 pasien penderita penyakit Kusta per pasien Rp 200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah).

“Kami masing-masing yaitu saya sendiri pengelola, Ibu Kapus dan ibu Dokter mempunyai jatah dari bantuan tersebut sebesar Rp 1 000.000 ( Satu Juta Rupiah ) per orang,” aku Ningsi.

Lanjut Ningsih, 23 pasien tersebut seharusnya menerima anggaran per orang sebesar Rp 1 juta bukan Rp 800.000 (Delapan Ratusan Ribu Rupiah).

“Tapi kini mereka menerima uang per orang sebesar Rp 800.000 mengingat Kapus Jiko sudah pangkas Rp 200.000 per pasien,” jelas Ningsi.

Akibat ulah Kapus Jiko yang tegah melakukan pemotongan anggaran bantuan pasien, ungkap Ningsih, kini menjadi bahan perbincangan masyarakat. Baik itu masyarakat Desa Jiko maupun Desa Bahu Kecamatan Mandioli Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut).

“Dengan adanya persoalan potong-memotong itu, sehingga sekarang menjadi bahan cerita masyarakat Desa Jiko dan Desa Bahu yang khususnya pasien penderita penyakit Kusta,” tuturnya.

Padahal yang bersangkutan, Rismanidar Sidi Umar belum 1 Tahun lamanya, baru di angkat Bupati Halsel, Bahrian Kasuba sebagai Kapus Jiko.

Mendengar dugaan sunat anggaran bantuan pasien tersebut, Devisi Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Front Delik Anti Korupsi (LSM FDAK) Halsel, Safrudin menyesalkan ulah Rismanidar Sidi Umar.

Safrudin menilai, Rismanidar gagal menjalankan tugasnya sebagai Kepala Puskesmas. Dimana, Kepala Puskesmas mempunyai tugas pokok yaitu mengusahakan agar fungsi Puskesmas dapat diselenggarakan dengan baik.

“Salah satu tugas pokok Kepala Puskesmas yaitu menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dan selalu melibatkan masyarakat dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Itu artinya beliau (Rismanidar Sidi Umar-red) gagal menjalankan tugasnya sebagai seorang pemimpin yang disebut Kepala Puskesmas,” tegas Safrudin.

Oleh karena itu, Safrudin secara kelembagaan mendesak kepada Polres Halsel segera manggil dan memeriksa Kapus Jiko. Sebab patut dicurigai juga anggaran untuk Pasien saja disunat, apalagi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

“Untuk menghilangkan kegelisahan masyarakat di Desa Jiko dan Bahu yang kini menjadikan bahan cerita. Maka kami mendesak kepada pihak kepolisian agar segara memanggil dan memeriksa yang bersangkutan atas dugaan pemotongan anggaran pasien senilai jutaan rupiah,” tegas Safrudin. (Red/CN)