Diduga Pecat Guru dan Pengelola PAUD Tanpa Alasan, LSM Pesisir Gane Sesalkan Kebijakan Kades Kurunga

HALSEL, CN – Pemerintah Desa Kurunga Kecamatan Kepulauan Jouronga diduga melakukan pemecatan terhadap tenaga guru dan pengelola Pelajar Anak Usia Dini (PAUD) Alhijra, Raiyyan Muhdar dan Walad Hi. Hasan tanpa alasan melalui Surat Keputusan Kepala Desa Kurunga dengan Nomor : 140/38/SK.DS/KR/I/2021. Hal itu diakui Walad saat ditemui cerminnusantara.co.id, Jumat (25/6/2021).

Padahal, Raiyyan sebagai tenaga Guru dan Walad sebagai pengelola PAUD sejak pertama kali PAUD di dirikan pada Tahun 2017 sebelum terdaftar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut). Namun saat ini, di Tahun 2021, Kepala Desa Jouronga, Syahrir Landoloma dengan sengaja melakukan pemecatan kepada keduanya begitu saja.

“Saya dan tenaga guru Paud (Raiyyan-red) sebagai pengelola Paud dari Tahun 2017 sebelum PAUD terdaftar di Dinas Pendidikan Halmahera Selatan. Tapi hari ini, di Tahun 2021, tiba-tiba kami langsung mendapat surat pemecatan dari Kepala Desa tanpa alasan yang jelas,” kata Walad.

Walad bilang, jika ada kesalahan, seharusnya pihak Pemerintah Desa harus memanggil dan mempertanyakan, sebelum mengeluarkan SK pemecatan.

“Kami langsung di pecat melalui surat pemecatan begitu saja. Jujur saja, kami tidak tahu hal sama sekali. Tiba-tiba ada surat pemecatan untuk kami. Kalau ada masalah, kenapa tidak di evaluasi dulu,” sesalnya

Atas Kebijakan Kepala Desa itu, Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pesisir Gane, Wahila Rasay ikut menyesalkan sikap Kepala Desa Kurunga, Syahrir Landoloma yang dengan senagaja memecat Tenaga Guru dan Pengelola PAUD Alhijra, Raiyyan Muhdar dan Walad Hi. Hasan.

“Kami sesalkan sikap Kepala Desa yang main pecat tenaga guru Paud dan pengelola PAUD Alhijra, padahal kalau ada masalah kenapa keduanya dipanggil dan dievaluasi dulu dengan tujuan semua kebijakan dari Pemerintah Desa bisa lebih jelas karena dapat di dengar langsung oleh mereka itu sendiri,” tegasnya.

Oleh karena itu, Wahila meminta kepada Kepala Dikbud Halsel, Abdilah Kamarullah untuk segera mengevaluasi Kepala Desa Kurunga Syahrir Landoloma.

“Kami berharap kepada Dinas Pendidikan Halmahera segera memanggil Kepala Desa Kurunga untuk mempertanyakan alasan Kepala Desa memecat saudara Walad selaku Pengelola PAUD Alhijra Desa Kurunga agar semua ini ada alasan yang jelas,” pintanya. (Red/CN)

DPMD Halsel Baru Kantongi 11 SK Karateker Kepala Desa, Lainnya Menyusul

HALSEL, CN – Puluhan Kepala Desa yang resmi dicopot Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara, Usman Sidik atas dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa maupun Dana Desa (ADD-DD). Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) saat ini, mengantongi 11 Surat Keputusan (SK) Bupati Halsel untuk Karakter Kepala Desa. Diantaranya.

Desa Tabapoma Kecamatan Bacan Timur Tengah, Desa Koititi Kecamatan Gane Barat, Desa Doro Kecamatan Gane Barat, Desa Gumira Kecamatan Gane Barat Utara, Desa Moloku Kecamatan Gane Barat Utara, Desa Mano Kecamatan Obi Selatan, Desa Tawa Kecamatan Kasiruta Timur, Desa Sidanga Kecamatan Kasiruta Barat dan Desa Ake Jailolo Kayoa Utara.

“Untuk saat ini, 11 SK Karateker Kepala Desa itu sudah diterima DPMD. Termasuk Kepala Desa yang sebelumnya Nonaktifkan,” tutur Kadis PMD Halsel, Bustamin Soleman saat ditemui Cerminnusantara.co.id ruang kerjanya, Rabu (23/6/2021).

Sedangkan Kepala Desa yang dinonaktifkan di masa Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Halsel, Bahrain Kasuba dan Iswan Hasjim akan dikembalikan yakni, Desa Tawa Kecamatan Bacan Timur Tengah, Desa Sekli Kecamatan Gane Barat Selatan, Desa Bisui Kecamatan Gane Timur Tengah, Desa Wayatim Kecamatan Bacan Timur Tengah, Desa Sawadai Kecamatan Bacan Selatan dan Desa Papaloang Kecamatan Bacan Selatan.

Sementara SK Karakter Kepala Desa yang akan menyusul yakni, Desa Ocimaloleo Kecamatan Obi Selatan, Desa Gambaru Kecamatan Obi Selatan, Desa Matutin Tanjung Kecamatan Gane Timur Tengah dan Desa Loleo Mekar Kecamatan Kasiruta Timur.

“3 SK Karateker Kepala Desa lainnya itu akan menyusul,” tutupnya. (Red/CN)

Wisuda PAUD Anak Pantai Desa Jikotamo Berjalan Lancar

HALSEL, CN – Senin, 21 Juni 2021, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anak Pantai Desa Jikotamo, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut). Menggelar Wisuda atau Pelepasan Peserta Didik PAUD Anak Pantai. (23/06/2021)

Pelaksanaan kegiatan yang bertempat di gedung Sekolah Dasar Negeri 187 Halmahera Selatan, dalam kegiatan itu juga turut serta hadir Korwil UPTD Kecamatan Obi Said, Kepala Desa Jikotamo Hamid Ode Umar, guru-guru PAUD, SD dan Orang Tua Wali Murid Wisudawan dan Wisudawati.

Jumlah pelepasan peserta didik PAUD Anak Pantai Desa Jikotamo sebanyak 15 orang yang terdiri dari 9 orang Wisudawan dan 6 orang Wisudawati.

Acara kegiatan yang di gelar itu di hiasi dengan pembacaan doa, pembacaan teks Pancasila, dan ikuti dengan pergelaranan seni budaya baca puisi, tarian serta dance yang di isi oleh para peserta didik wisudawan dan wisudawati sehingga acara tersebut berlangsung khidmat.

Adapula sambutan-sambutan dari kepala sekolah PAUD Anak Pantai, Korwil UPTD Kecamatan Obi, dan Kepala Desa Jikotamo.

Dalam sambutannya Kepala Sekolah PAUD Anak Pantai Desa Jikotamo Jariyana Ode Dai menyampaikan “rasa terima kasih kepada, Korwil UPTD, Kades, para guru PAUD, dan Guruh SD yang meluangkan waktu untuk sempat hadiri dalam acara ini, dan orang tua wali peserta didik yang dapat hadir mengikuti acara pelepasan peserta didik Wisudawan dan Wisudawati hari ini dan yang paling terkhususnya orang tua wali peserta didik yang telah sumbangsih berupa tenaga serta financial sehingga acara ini dapat dilaksanakan tepat pada waktunya”

“Selamat wisudah putra putriku, ibu lepaskan kalian dan ibu tak bisa memberikan apa kepada kalian hanya doa yang ibu bisa panjatkan kepada kalian, semoga di sekolah baru nanti kalian belajar dengan giat dan mendapat nilai yang baik”
ucap Ja sambil meneteskan air mata

Hal yang sama juga sambutan yang dari Kepala Desa Jikotamo Hamid Ode Umar “pada intinya pelepasan peserta didik hari ini dapat diwisudakan dengan aman dan lancar, sebab acara ini dibuat dimassa pandemi covid-19 tapi saya rasa semua telah mengikuti protokoler Covid-19, sehingga terselenggaranya acara ini” pungkas Hamid

Lanjut dia “pelepasan peserta didik PAUD ini, bukan bahwa telah berakhirnya jenjang pendidikan akan tetapi awal jenjang pendidikan karena Masi juga menempuh tingkat SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi, jadi harapan saya kepada orang tua teruslah kembangkan pendidikan anak sampai jenjang ke tingkat yang terakhir agar bisa melahirkan generasi penerus bangsa, apa lagi dengan perkembangan zaman yang semakin janggih teknologi, anak-anak harus mampu menghadapi tantangan ini dengan di beri pendidikan” ujar Hamid

Terpisah dari itu sambutan dari Korwil UPTD Kecamatan Obi Said “saya juga ucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah dan guru-guru PAUD Anak Pantai Desa Jikotamo, yang telah berjasa besar mendidik anak-anak di usia dini Sehingga hari ini dapat dilepaskan dari sekolahnya” kata Said

Dia juga mengingatkan kepada orang tua wali murid bahwa “pendidikan anak usia dini tidak sama dengan pendidikan SD, pendidikan di PAUD itu bukan belajar baca tulis tetapi bermain sambil belajar, jadi jangan kecewa bahwa anak-anak bapak atau Ibu sudah disekolahkan lalu tidak tahu membaca, tetapi pendidikan PAUD itu ada dua indikator yang pertama bagaiman membangun karakter anak, dan kedua dekat dengan lingkungan pendidikan, agar pada saat masuk pendikan SD sudah terbangun karakternya” pintah Said

Sambung Said “belajar di PAUD itu tidak dipaksakan untuk membaca tetapi bagaimana mengenal gambar-gambar yang ada didinding, mengenal lingkungn pendidikan itu saja yang bisa saya sampaikan selamat wisudah anak-anaku” tutur Said. (Red/CN)

PMII Halsel Meminta Kementrian ESDM Merevisi WUP Pulau Obi

HALSEL, CN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Cabang Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Kemarin, 22 Juni 2021 pukul 10:00 WIT. Melakukan aksi di ruas jalan sentral kota labuha, dalam aksi itu menuntut Kementrian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) agar merevisi Wilayah Usaha Pertambabgan (WUP) Pulau Obi.

Dari presrelease yang di terima wartawan cerminnusantara.co.id, tertanggal 22 Juni 2021 PMII saat menggelar aksi di sentral jalan raya kota labuha. (23/06/2021)

Berdasarkan data one map Indonesia, sebagian besar pulau Obi berada pada Wilayah Usaha Pertambangan (WUP), dengan demikian maka desa-desa di obi berpotensi terancam ruang hidupnya oleh pencaplokan IUP Tambang, sesuai pasal 1 ayat 30 UU no 3 tahun 2020 menyebut WUP adalah bagian dari Wilayah Pertambangan (WP) yang telah memiliki ketersediaan data, potensi, dana atau informasi geologi.

Dengan demikian status WUP di Obi, corporat domestic maupun international bisa urus IUP kaplingan tambang, data yang dihimpun sementara, terdapat IUP produksi baik itu IUP mineral logam/nikel seperti IUP Produksi PT Obi Anugrah Mineral, IUP PT Intim mining Sentosa, IUP PT Jikodolong Mega Pertiwi, IUP PT Obi Putra Mandiri, IUP PT Aligafari Wildan Sejahtera, IUP PT Wanatiara Persada, IUP PT Rimba Kurnia Alama, IUP PT Trimega Bangun Persada, IUP PT Gane permain Sentosa, IUP PT Bela Kencana, IUP PT Bela Sarana Permai,  maupun IUP emas seperti IUP PT Amasing Tabara.

Dengan banyaknya IUP Produksi tambang di atas, maka masyarakat obi berpotensi terkena rantai penyingkiran oleh industry pertambangan, kalau pulau obi mau dijadikan industry pertambangan misalnya, masyarakatnya yang berbasis tani dan nelayan mau diapakan, bukankah dua sektor ini menjadi basis sektor utama mereka selama beratus tahun, sampai saat ini tidak kelihatan misalnya penkondisian sosial masyarakat Obi dari masyarkata agraris ke masyarakat industry oleh kebijakan grand plan pemerintah pusat maupun daerah,di angkatan kerja misalnya hingga saat ini program BLK masih terbatas soal fasilitas gedung dan jurusan. Akhirnya pekerja nonskil hanya menjadi permainan orang-orang kuat tingkat desa dan di atasnya yang punya koneksi ke HRD perusahan, belum lagi pengelolaan CSR yang tidak jelas arahnya, harusnya ada perda atau perbup CSR.

Dipersoalan Pendidikan misalnya tidak ada grand plan mengkoneksikan antara perguruan tinggi, industry dan sumber daya alam, di obi lebih banyak lulusan SMA masuk tambang ketimbang masuk universitas, dengan demikian bisa saja menurunya IQ masyarakat obi walaupun dikelilingi oleh laut yang menyuplai protein tetapi lautnya juga berpotensi tercemar limbah.

Turunya IQ karena keterputusan tingkat pendidikan juga akan berefek pada menurunya ideks demokrasi, demokrasi itu adalah system rasional, harus dijalankan oleh manusia yang rasional, yang rasional itu hanya bisa dijalankan oleh keterdidikan yang tak terputus antara skolah sampai perguruan tinggi, sekarang saja menguatnya politik identitas/suku apa lagi kedepanya.
Dengan demikian tidak ada grand plan terkait lompatan tinggi pembangunan ekonomi kedepan, yang ada hanya kalkulasi menambal APBN dan APBD dari sektor pertambangan, tetapi kemanusiaan alam dan sekitarnya tidak di pikirkan, padahal pulau obi telah dihuni bahkan sebelum state ini terbentuk.

Pemerintah seharusnya punya grand plan pengelolaan resources jangka panjang dengan mempertimbangan resources dunia, dengan menipisnya cadang minyak dan gas di timur tengah yang habis 20 tahun lagi, menguatnya isu global warming, movement environmental ethics, maka memaksa corporation mobil/mesin dan negara-negara industri maju mengembangkan teknologi ramah emisi CO2 dari menggunakan minyak bergeser menggunakan batrai cas listrik, mobil listrik, motor listrik, kapal listrik, dll, world 2030 adalah dunia digital listrik dan semuanya membutuhkan mineral nikel
Indonesia merupakan sala satu dari negara penghasil ferronikel terbesar di dunia dan Obi (halsel) adalah sala satu dari tiga daerah penghasil nikel, morowali (Sulteng) dan Weda (Halteng) terbesar di dunia, artinya obi menyediakan bahan baku industrial kompleks dunia.

Begitu penting Obi buat dunia, ini adalah berkah besar katulistiwa yang suda 5 milyar tahun bumi berputar dan patahan subduksi lempengan telah menumbukan nikel di pulau Obi, jangan sampai anugrah ini menjadi bencana SDA dan ekologi buat penghuninya.

Nikel adalah the Next Oil, teknologi permesin listrik kedepan semua membutuhkan nikel
Tiongkok ingin menjadi negara utama produsen industry dunia dengan skema One Belt One Road/Belt Road Initiatif syaratnya adalah kontrol ferronikel beserta mineral ikutannya, karna ferronikel beserta mineral ikutannya  adalah the next geopolitik Oil, untuk memuluskan itu mereka menerapkan Turnkey Project manjeman, yaitu berinvest disuatu negara, mereka membawa tenaga kerjanya, bahan bangunanya semua dari tiongkok, misalnya 2016 gubernur malut mengatakan China menyiapkan dana 9 triliun untuk berinvest di Obi, bahkan PT HPAL berinvestasi 14,8 triliun untuk memproduksi Mixed hydroxide endapan (MHP) 365.000 ton, nikel sulfat 246,750 ton dan kobalt sulfat 31,800 ton, tetapi semua itu dipakai belanja bahan smelter di Tiongkok bukan belanja di Indonesia, akhirnya industry di Tiongkok berasap semua.

Apakah PT HPAL bikin batrei listrik yang siap dibeli oleh Tesla, Chavy Bolt, Nissan Leaf, Toyota, Volkswagen, Mercedez Benz, General Motors, Ford, Daihatsu, Honda, Yamaha, Mitsubishi motors, Jeep, apakah perusahan-perusahan tersebut saat ini suda bikin pabrikasi untuk mesin kendaraan listrik, jangan sampai PT HPAL hanya buat stengah jadi, kemudian diangkut diolah batrei jadi nanti di Tingkok baru dipasarkan di perusahan-perusahan kendaraan listrik, ini harus dijawab oleh pemerintah, jangan jadikan ferronikel di Obi buat jadikan cina sebagai negara supplay chain terbesar dunia, Mana nasionalismenya ?

Kalau pemerintah nasionalis tulen dari pada bangun infrastruktur dengan utang, lebih baik utang dengan jumlah yang sama 23,8 triliun belanja bahan smelter di Tiongkok agar kita bangun smelter milik BUMN, agar kita olah sumber daya alam kita sendiri.
Untuk itu PMII Cabang Halmahera Selatan, menuntut

1. Kementrian ESDM merevisi kembali Status WUP di pulau Obi
3. Kementrian ESDM merevisi kembali atau penciutan IUP PT Amazing Tabara
5. Mendorong DPRD/BUPATI menerbitkan Perda dan PERBUP CSR 10 % untuk semua perusahan tambang
6. Meminta presiden menerbitkan Perpres terkait kepemilikan saham masyarakat 5% di Harita Group dan PT Wanatiara Persada
7. Meminta Pemerintah Pusat membuka Cabang Krakatau Steel di Obi
8. Meminta pemerintah Pusat agar PT Pindad Indonesia membangun pabrik Industri militer di pulau Obi
9. Meminta pemda provinsi dan kabupaten mendorong Universitas Khairun, Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara dan STP Labuha membuka jurusan Tehnik Metalurgi
10. Meminta kepada Presiden Menerbitkan Perpres agar semua perusahan Cina wajib hukumnya belanja bahan Smelter di Indonesia
11. Tanah dan kebun milik rakyat yang masuk wilayah IUP harus diganti untung sesuai permintaan pemilik tanah dan kebun
12. Kementrian ESDM harus meninjau kembali IUP-IUP yang ada tidak boleh berada di pesisir pantai, karena menghalangi proyek pembangunan jalan nasional lingkar Obi
13. Pemerintah pusat harus mempercepat DOB Obi dan menjadikan daerah istimewa dalam bentuk Perpres. (Red/CN)

Danramil 1509-03/Saketa dan Camat Gane Barat Siap Sukseskan Vaksinasi Massal

HALSEL, CN – Pertemuan tokoh Forkopimcam antara Danramil 1509-03/Saketa, Kapten Arm Ariep Hamdi Mulya dan Camat Gane Barat, Jamal Ishak di Kantor Camat di Desa Saketa membahas persiapan untuk menyukseskan Vaksinasi Massal secara serentak yang akan direncanakan pada Sabtu nanti sebagai Wujud keseriusan dalam penanganan Covid 19, Selasa (22/6/2021).

Di pertemuan tersebut, Danramil 1509-03/Saketa siap mengerahkan personilnya untuk mengedukasi masyarakat ikut serta dalam menyukseskan Vaksinasi massal serta mengkampanyekan PPKM skala Mikro sesuai dengan Instruksi Presiden dan Bupati.

Camat Gane Barat Jamal Ishak juga siap untuk menginstruksikan seluruh Kepala Desa untuk menyukseskan kegiatan Vaksinasi massal dan PPKM skala Mikro di wilayah Kecamatan Gane Barat.

“Sudah saatnya kita bersatu dan melawan Covid-19 yang telah membunuh sendi -sendi kehidupan kita. Vaksinasi ini salah satu cara kita agar kita bisa mampu menghadapi Covid-19. Kita jangan lengah dalam menghadapi Covid-19 dan kita juga mengharapkan Gane Barat tetap aman dari penyebaran Covid-19,” pungkas Camat.

Di kesempatan yang sama, Danramil 1509-03/Saketa mengatakan, di wilayah Kecamatan Gane Barat dan sekitarnya yang ada dalam teritorial Koramil saketa telah siap dan akan menyukseskan vaksinasi massal. Dari Forkopimcam telah sepakat, seperti pengerahan Personil, Edukasi tentang Vaksinasi dan PPKM di wilayah Gane.

“Hari Sabtu (26/06/2021) nanti menjadi Momen bersama untuk menjadi 1 komando dari pusat hingga Daerah untuk menyukseskan Vaksinasi massal, tonggak sejarah kebersamaan kita dalam penanganan Covid-19 yang telah mencetak Rekor 2 juta Kasus di Indonesia,” jelasnya.

“Sehingga kita tidak ingin itu terjadi juga di Halmahera selatan yang merupakan rumah kita Khususnya Di Kecamatan Gane Barat dan sekitarnya, mari tetap mengedepankan Protokol Kesehatan,agar tetap aman dan sehat,” tambah Kapten Arm Hamdi. (Red/CN)

AWAS Tegaskan Tak Campuri KJH

HALSEL, CN – Puluhan jurnalis berkomitmen terhimpun dalam Aliansi Wartawan Saruma (AWAS) beberapa pekan lalu tidak pernah tergabung dalam internal Komunitas Jurnalis Halsel (KJH).

Seperti disampaikan Ketua AWAS, Sadam Hadi, ia menegaskan, 20 awak media direkrut membetuk AWAS itu tidak masuk dalam internal pengurus atau anggota KJH,

“Pengurus AWAS sejak awal tidak bergabung dalam internal KJH, bahkan sejak Tanggal 1 Juni 2021 lalu kami sudah gelar diskusi bersama teman-teman wartawan baik media cetak maupun online, hingga puncaknya membentuk pengurus. Alhamdulillah berkat perjuangan panjang itulah kami semua satu persepsi, maka digelar rapat dan memutuskan secara aklamasi dan aya diberikan kepercayaan sebagai Ketua AWAS pada periode 2021-2023,” tegas Sadam, pada awak media Senin (21/6/2021).

Lebih lanjut, Sadam meminta kepada semua pengurus AWAS tidak terpancing atas dinamika dalam tubuh internal KJH, siapa yang terpilih Ketua KJH itulah internal mereka.

“Sesama profesi, kami cukup apresiasi KJH telah lama mengawasi kinerja pemerintah Daerah,” cetus Dam sapaan akrab Sadam.

Dikatakan Sadam, tahap pengukuhan pengurus AWAS ditargetkan Bulan Juli mendatang, sambil menunggu pembahasan AD/ART AWAS untuk melaporkan ke Kesbangpol dan mengurus badan hukum lainya.

“Kami semua telah berkomitmen merintis Aliansi Wartawan Saruma di Kabupaten Halmahera Selatan,” tandas Sadam. (Red/CN)