PMII Akan Laporkan Oknum Penyebaran Video Push Up Ketua PKC Malut

TERNATE, CN – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII Maluku Utara) menyesalkan sikap Oknum melakukan perekaman tanpa seizin dan menyebarkan video saat Yuhlif melakukan Push Up.

“Ini perekaman video mau jadikan apa? Bahan lucu-lucuan, atau apa. Kami melihat sikap oknum tersebut adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab seperti preman,” cetus Iksan Sekertaris PKC PMII Maluku Utara. Melalui rilis yang diterima media ini. (7/5/2020).

Meski begitu, kami menghargai kewaspadaan warga ditingkatan kelurahan dalam menjaga lingkungan dari penyebaran Covid 19. Misalnya ketika pemberlakuan wajib masker disuatu kelurahan, selanjutnya ada orang yang lalai harus diberi sanksi teguran dan lainnya seperti Push Up itu harus diakui. Namun tindakan perekaman penyebar video ini bagi kami tindakan yang tidak etis apalagi sampai menyinggung organisasi.

“Oknum yang merekam tanpa seizin ataupun penyebaran video yang berdurasi 1:04 menit bersikap tak ubahnya seperti preman. Silahkan orangnya diberi teguran atau sanksi lainnya. Namun jangan singgung label organisasinya,” tegas Iksan.

Sementara itu, Fahmin Daiyan Ketua Bidang Hukum dan HAM PKC PMII Maluku Utara menyesalkan dan mengutuk tindakan bobrok dan kesewenagan oleh oknum maupun tim gugus tersebut terhadap Ketua Umum PKC PMII Malut.

Lanjut Fahmin, sejauh ini Tim Gugus Tugas Covid 19 dan umumnya Pemerintah Kota Ternate belum berencana melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara jaga jarak, pakai masker dan lain sebagaimana yang dihimbau oleh Pemerintah Kota Ternate secara kelembagaan PMII sangat merespon dengan baik, tapi kenapa penanganan kok takaruang alias Amburadul seperti ini, artinya malam dijaga dan siang hari dibiarkan orang berkeliaran berkumpul begitu saja.

“Apa yang dilakukan oleh oknum maupun tim gugus Covid-19 terhadap Ketua Umum PKC PMII Maluku Utara adalah perbuatan yang tidak menyenangkan nama institusi karena sengaja menyebut-nyebut nama label organisasi dalam video yang berlangsung tersebut,” kecam Fahmin.

Kami akan melaporkan model penanganan seperti preman ini, jika oknum tidak segera ditangkap atas penyebaran video ini maka kami akan melakukan undangan ketersinggungan PMII se-Maluku Utara dan menginstruksikan kepada seluruh kader dan anggota untuk melakukan aksi demostrasi.

“Kalau mau penanganan serius ya serius, jang malam dijaga dan siang dibiarkan orang berlalu lalang tanpa teguran tanpa diberi tanpa sanksi, ini aturan macam apa,” sesal Fahmin. (Red/CN)

Hidup Diatas Lumbung Dolar, Masyarakat Obi Menikmati Kesengsaraan Dan Penderitaan (Hal. 2)

Oleh : Zulkifli Nurdin, SE
Wapemred Media cerminnusantara.co.id
Penulis Adalah Pemerhati Sosial.

Halaman…….2

——–“Sumber Daya Manusia (SDM) Pulau Obi selalu di perkucilkan” ——(Sambungan Hal 1)

Kenapa demikian karena adanya Otonom Baru yang nota Bene telah di lakukan pelimpahan seluruh kewenangan tentang kebijakan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengatur daerah masing-masing, yang secara otomatis telah bergantinya sebuah sistem pemerintahan serta kebijakan pimpinan daerah di masing-masing wilayah.

Maka kebijakan yang di ambil oleh pemerintah daerah inilah yang kadang-kadang kurang keterpihakan kepada rakyat dalam merancang sebuah Peraturan Daerah (PERDA), hingga 70% biasanya tidak pernah dinikmati rakyat, sebab banyak bobot kepenting di daerah, yang sangat tinggi antara Eksekutif dan Legeslatif, hal semacam ini banyak terjadi di daerah.

Olehnya itu dari gambaran singkat otonom dan kebijakan pimpinan di sebuah daerah tentu dan pastinya kita juga tahu, pertanyaan lalu kemudian timbul kok kenapa kita pulau Obi selalu di anak tirikan…? semenjak berdirinya kabupaten hingga sekarang ini sudah 15 tahun lebih tetapi toh Pulau Obi hanya biasa-biasa saja, padahal pulau Obi adalah penyumbang PAD terbesar di Halmahera Selatan.

Tetapi Obi selalu di anak tirikan…? Itu pertanyaan yang selalu timbul di benak masyarakat pulau obi, mulai dari pemekaran, pembangunan, dan SDM yang selalu saja di persoalkan dulu hingga sekarang, akankah masi ada ruang bagi pulau Obi untuk berkembang pesat, marilah kita berdiam diri  sejenak tuk berpikir, sebab apa hingga terjadi seperti ini, dimana yang salah, mengapa bisa terjadi demikian.?

Tiga indikator yang perlu kita pakai dalam menganalisa sebuah permasalahan dan dapat memberikan solusi di daerah ini, indikator apa yang harus kita pakai tentunya ABG dong apa itu ABG bukan bahasa keren jalanan A = Anak, B = Baru, G = Gede. Mari simak baik-baik  indikator ABG yang bisa menganalisa serta dapat memberikan solusi bagi daerah ini.

Bersambung……..!

PMII Halsel Desak Oknum Penyebaran Video Ketua PKC Malut Push Up Minta Maaf

HALSEL, CN – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) melihat kejadian bahwa Ketua Umum (Ketum) PKC PMII Maluku Utara (Malut) Yuhlif Assagaf yang telah telah melakukan pelanggaran yakni tidak memakai masker namun ini adalah bentuk suatu kelalaian dari Ketum PKC Malut.

“Ini adalah bentuk suatu kelalain dari Ketum PKC PMII Malut, tapi ia sudah mengkalrifikasi atas pelanggaran yang telah ia lakukan dan melaksanakan apa yang telah menjadi kemauan dari pihak Keamanan, sehingga diperintahkan Ketum PKC PMII Malut malakukan Push Up sebagai bentuk saling menghargai,” ungkap Ketua Umum PC PMII Halsel, Muhlis Usman kepada Wartawan, Rabu (6/5/2020).

Muhlis menegaskan bahwa berdasarkan video yang disebarkan berdurasi 01.04 menit itu setidaknya tidak harus dipublikasikan.

“Bagi kami, tentu ini setidaknya tidak harus dipublikasi, karena jangan sampai Penilaian dari Publik bahwa kita atas nama Lembaga PMII tidak mengikuti himbauan dari Pemerintah. Ditambah lagi pertanyaan dan suara yang keluar dari oknom yang telah menyebarkan video bahkan mempertanyaakan tentang identitas diri dan nama Intitusi PMII,” tegas Ketua Umum PC PMII Halsel.

Selain itu Muhlis menerangkan, PC PMII Halsel meminta agar kiranya untuk menindaklanjuti dari oknom yang telah menyebarluaskan video tersebut.

“Kami meminta agar supaya menindaklanjuti pihak yang telah menyebarluaskan video tersebut. Selain itu kami juga meminta kepada pihak yang telah menyebarkan video itu segera meminta maaf kepada saudara Yuhlif Assagaf karena telah sengaja membeberkan video tersebut,” pintanya.

Muhlis juga menegaskan lagi, jika tidak di tindaklanjuti maka PC PMII Halsel akan akan melakukan aksi besar-besaran.

“Kalau ini tidak ditindaklanjuti, maka PC PMII Halsel akan mengkosolidasikan kepada seluruh OKP yang lain akan melakukan Aksi besar-besaran,” tutupnya. (Red/CN)

Bupati Halteng: Kades Yang Belum Berikan Bantuan Akan Dihukum

WEDA, CN – Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Drs. Edi Langkara. SH, MH memberi peringatan kepada para Kepala Desa yang belum melakukan pembagian Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar 100 Juta untuk penanganan beras di tenga wabah Covid-19 yang membatasi hubungan masyarakat.

Bupati Halteng Edi Langkara pada saat penyaluran Bansos, Rabu (6/4/2020) mengatakan, menyangkut arahan Pemerintah Daerah terkait penggunaan ADD sebesar Rp.100 Juta untuk penanganan beras di tengah wabah Covid-19 ini apakah sudah ada yang realisasi atau belum.

“Jadi para Kades anggarannya itu ada, tapi kalian saja yang terlambat membuat laporan, jadi silahkan cari solusi misalnya, buat perjanjian dengan pengusaha dengan presentase anggaran 100 Juta itu bisa dapat berapa Ton Beras,   kalau sudah berhasil buat laporan ke Kabupaten untuk segera di lakukan pengembaliannya,” kata Bupati saat memberikan sambutan pada penyerahan Bansos di Dua Kecamatan. 

Lanjutnya,  dengan keadaan masyarakat seperti ini,  diharapkan agar para Kades lebih jelih melihat kondisi masyarakat,  

“Ini perintah resmi dari Bupati dan Wakil Bupati,  jika kalian tidak jalankan,  berarti melanggar perintah dan akan dihukum,” tegas Bupati. 

Katanya,  kalau format Rancangan Kerja (RK) tidak ada, segera datang ke Dinas PMD untuk melakukan penyesuaian jangan ditunda-tunda. 

“Jangankan ADD,  APBD saja kita di arahkan oleh Pemerintah Pusat untuk melakukan penguatan Ekonomi, Kesehatan. dengan merevisi 50% Anggaran,” jelasnya.

Bupati menambahkan, ini dalam keadaan darurat bencana, disini tidak ada satupun yang berhak menahan anggaran.

“Jadi saya harap Kepala Desa berpikir yang jernih dan bantuan ini muda-mudahan dapat membantu masyarakat yang saat ini berada di dalam kondisi wabah Covid_19 yang mebatasi hubungan masyarakat semoga di terima dengan hati yang ikhlas,” tutupnya. (Dir CN)

Bhabinkambtibmas Takome Dampingi Baznas Kota Ternate Bagi Sembako Ke Penerima Manfaat

TERNATE, CN – Giat Bhabinkamtibmas Kelurahan Takome Kota Ternate melakukan Pembagian Sembako dari Badan Ambil Zakat Nasional (Baznas) Kota Ternate Kepada Kaum Duafa, Rabu (6/5/2020) Pukul 11.35 WIT.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Takome Bripka Ekhy Latarima membantu Baznas Kota Ternate dalam rangka penyerahan Sembako bantuan Kaum Duafa di kelurahan Takome yang berjumlah 20 orang yang berhak mendapatkan bantuan.

“Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Baznas Bapak H. Anis Abbas, S.IP, dan Penyerahan bantuan bertempat di Mesjid Nurul Fasah Kelurahan Takome,” ucap Ekhy.

Bripka Ekhy menyampaikan bahwa penyerahan bantuan di sertai dengan Masker dan jumlah nominal dalam setiap Bingkisan, senilai Rp 200.000

“Semoga pembagian bingkiasan untuk merah kebutuhan harian dalam mencegah Covid-19, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan di air yg mengalir. Bersatu melawan Covid-19,” harapnya. (Red/CN)

Hidup Diatas Lumbung Dolar, Masyarakat Obi Menikmati Kesengsaraan Dan Penderitaan

Oleh : Zulkifli Nurdin, SE
Wapemred Media cerminnusantara.co.id
Penulis Adalah Pemerhati Sosial.

Memasuki abad ke-21 melanial III di zaman modern ini, Obi Mayor yang dulu di puja bagaikan emas kini telah hilang lenyap di telan bumi, ketika traktor dan sengsor berbunyi Pulau Obi adalah salah satu penyumbang PAD terbesar di Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Utara waktu tempo Doeloe, tapi apa di kata sekarang hidup di bawah kesengsaraan pendapatan masyarakat di bawah rata-rata semakin sangkingnya masyrakat Obi.

Padahal Dunia pun tahu bahwa terletak di Indonesia bagian timur Maluku Uatara namanya, Halmahera Selatan adalah kabupaten dan Obi hasil potensi berlimpah ruah hasil laut, apalagi pertambangan batu bara, biji besi, emas, mangan, tembaga, batu kristal dan Masi banyak yang tidak bisa di hitung dari perut bumi Kepulauan Obi, begitu juga dengan hasil hutan kayu. Sehingga Obi di katakan daerah dolar bagi pengusaha lokal, nasional dan bahkan internasional tetapi apa di kata pulau Obi bagaikan lahan penggarukan oleh kaum-kaum kapitalis yang hasilnya di bawah ke luar Daerah.

Dengan hasil potensi yang berlimpah ruah sehingga Bank Indonesia (BI) memberanikan diri membuka cabang terbesar di wilayah Indonesia Timur yakni beradah di ibu Kota Perdagangan dan Kota Pendidikan yang sekarang ini adalah kota Ternate.

Sejarah mencatat masuknya BI di Indonesia Timur berada di kota Ternate lantaran perputaran hasil potensi hutan kayu yang saat itu lebat yang di garap oleh Filiphin, China dan Korea di bawah KP PT. POLEKO GRUP dikuasai oleh Baramuli Putra Ayam Jago dari Sulawesi Selatan yang mengguliti di Dunia perhutani.

Sebelum masuknya Filiphin, China dan Korea di Daerah-Daerah lain di Maluku dan Maluku Utara untuk menguasai hasil potensi yang ada terlebih dahulu masuknya ke pulau Obi, sehingga SDM Pulau Obi sudah teruji dengan keahlian dan teknisi mulai dari alat sekecil dan alat berat akan tetapi SDM Pulau Obi selalu di perkucilkan.

Bersambung…….!