Setelah di Jabodetabek, Hi. Usman Sidik Berikan Sembako Dan Uang Kepada 63 Mahasiswa Halsel di Sulsel

MAKASSAR, CN – Setelah Mahasiswa asal Halmahera Selatan se-Jabodetabek di Jakarta dan Kota Ternate, seperti dilansir Liputan Malut, kini giliran Mahasiswa asal Halmahera Selatan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) diberikan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) dan uang tunai oleh H. Usman Sidik di tengah Pandemi Covid-19.

Kepada Wartawan, H. Usman Sidik, Calon Bupati Halsel yang berpasangan dengan Hasan Ali Bassam Kasuba ini mengatakan kondisi Pandemi Covid-19 ini sebagian besar Mahasiswa yang menuntut ilmu di beberapa Kota besar di Indonesia tidak bisa kembali karena akses laut dan udara di Lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 maka sebagai warga Halmahera Selatan dirinya memiliki tanggung jawab untuk membantu mahasiswa yang saat ini berada di Asrama maupun Kos-kosan.

“Jakarta dan Jogjakarta sudah dikasi bantuan dan hari ini bagikan sembako dan uang saku ke 63 Mahasiswa asal Halmahera Selatan di Provinsi Sulawesi Selatan. Semoga bantuan ini bisa dipergunakan untuk kebutuhan mereka di Bulan Ramadhan ini,” tandasnya.

Semetara itu, Kordinator Mahasiswa Sulsel, Sofyan Fabanyo yang membagikan bantuan dari Hi. Usman Sidik kepada Wartawan mengatakan, dirinya telah membagikan semua kebutuhan sembako dan uang saku sesuai arahan dan semua Mahasiswa merasa bersyukur ditengah Covid-19 ini, Hi. Usman Sidik bisa peduli soal kebutuhan makan dan minum mereka di kosan maupun di asrama. 

“Ada 63 Mahasiswa yang saya di beberapa titik dan Alhamdulillah sudah dibagikan sembako dan uang saku. Semua mahasiswa merasa bersyukur dan berterima kasih karena sudah peduli karena selama ini belum pernah terjadi seperti ini,” tandasnya.

Ditanya apakah sudah ada bantuan dari Pemerintah Daerah.? Sofyan mengaku sejak Pandemi Covid-19 ini belum pernah ada bantuan dari Pemerintah untuk Mahasiswa yang kuliah disini.

“Karena tidak ada bantuan dari Pemda dan tiba-tiba Pak Usman berikan bantuan jadi Mahasiswa sangat berterima kasih dan sangat bersyukur,” pungkasnya. (Red/CN)

Sekolah Rakyat, Tempat Anak-Anak Desa Wayatim Temukan Potensi Diri

HALSEL, CN – Bentuk peduli terhadap dunia pendidikan dan kaum marjinal yang berada di Desa, maka Himpuman Pelajar Mahasiswa Wayatim (HIPMAWA) Desa wayatim Halmahera Selatan mendirikan Sekolah Rakyat (SR).

Kepada media cerminnusantara.co.id Senin (4/05/20) Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Wayatim (Hipmawa) Munajir Jafar menjelaskan bahwa pada awal berdirinya SR ini, pada Tanggal 27 April 2020 dengan alasan pertama memperhatinkan kondisi pendidikan di Desa Wayatim, dengan keterbatasan guru dari tahun 1984 sampai 2010 gurunya hanya 1 yakni Engku Muhamad Abdullah sekaligus merangkap sebagai Kepala Sekolah.

Lanjut Munajir, Kemudian pada Tahun 2010 sampai 2020 gurunya hanya 3 orang, dan dari alasan itulah Sekolah Rakyat berdiri untuk memberikan idukasi, inovasi, serta motivasi kepada anak – anak desa Wayatim, dalam hal mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan Sumber Saya Manusia.

Harapan kami bahwa anak – anak desa wayatim harus di perhatikan oleh pemerintah kabupaten halmahera selatan, baik invastruktur dan juga tenaga guru.

“Semoga sekolah rakyat ini dapat di perhatikan oleh seluruh kalangan intelektual,” harapnya.
(Hafik CN)

Sungai Soraya Meluap, Kapolsek Rundeng Bersama Personil Bantu Warga Melintas

Subulussalam-Rundeng, CN – Selama tiga hari ini Hujan deras yang mengguyur Kota Subulussalam, termasuk Daerah Aliran Sungai Lae Souraya DAS wilayah Kecamatan Sultan daulat dan Kecamatan Rundeng sejak malam beberapa hari yang lalu, Sehingga kembali menimbulkan Air banjir naik di sejumlah wilayah. tepatnya Jalan Desa Panglima Sahman, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Minggu (03/05/2020).

Sementara itu Kapolsek Rundeng bersama Personel-Nya melaksanakan pemantauan luapan Sungai Lae Soraya dengan membantu warga yang melintasi banjir di sepanjang jalan Panglima Sahman yang terpaksa mendorong kendaraan yang tidak bisa di hidupkan karena luapan Sungai Lae Souraya itu.

Hujan yang sangat tinggi di wilayah Kota  Subulussalam luapan Sungai Lae Soraya semakin tinggi secara tiba-tiba, akibat curah hujan terjadi sepanjang malam.

Untuk saat ini kendaraan roda empat masih bisa di lewati dan untuk kendaraan roda dua juga masih bisa di lewati dengan cara mendorong atau mematikan mesin.

Kapolsek Rundeng Ipda Mulyadi SH.MH, menyampaiakan kepada media Ini Dalam hasil pantauan Patroli bersama Personil Polsek Rundeng ada 17 Desa yang terkenak dampal luapan air Sungai Sorya. 

“Desa Tualang, Desa Mandilam, Desa Lae Mate, Desa Suak Jampak, Desa Sibungke, Desa Panglima Sahman, Desa Dah, Desa Binaga, Desa Oboh, Desa Siperkas, Desa Kuta Beringin, Desa Lae Pemualan, Desa Pasar Rundeng, Desa Mura Batu-Batu, Desa Belukur Makmur, Desa Sibuasan,” ungkapnya.

Dalam hal ini Seiring tingginya intensitas curah hujan di wilayah Kota Subulussalam, Kecamatan Rundeng.

Kapolsek Rundeng Menghimabu Kepada warga agar berhati-hati dalam menghadapi dampak akibat banjir Lae Souraya ini mengingat intensitas hujan saat ini sangat tinggi. (Mh CN)

Mahasiswa Halsel di Yogya Dapat Bantuan, Hi. Usman Sidik: Senin Besok Bantuan Serupa Terhadap Ratusan Mahasiswa Kuliah di Makassar

YOGYAKARTA, CN – Puluhan mahasiswa Halmahera Selatan mendapatkan bantuan sembako di tengah pandemi virus Corona baru (COVID-19) di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Para mahasiswa itu merupakan perantau yang memilih tidak mudik pada situasi seperti saat ini.

“Kami sangat terbantu dengan bantuan paket sembako ini karena bisa membantu makan kami selama di Yogyakarta,” ujar Koordinator Umum Mahasiswa Halmahera Selatan di Yogyakarta, Safril D. Tomamgkoko, Minggu (3/5).

Bantuan itu dibagikan oleh calon Bupati Halmahera Selatan, H Usman Sidik. Setidaknya ada 70 paket sembako yang dibagikan. Paket sembako tersebut berupa beras, minyak goreng, gula, kopi, teh, mie instan, dan susu

Safri mengaku sebelum adanya bantuan dari Usman, mahasiswa yang kuliah di Yogyakarta mulai mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka harus ‘patungan’ untuk memenuhi kebutuhan makan.

Jumlah mahasiswa asal Halmahera Selatan di Yogyakarta sekitar 64 orang dan 3 orang di Jawa Tengah. Mereka memilih tinggal di rumah kos selama masa perkuliahan diliburkan saat pandemi.

Sembako ini tak langsung dibagikan oleh Usman. Pembagian diilakukan melalui adik Usman, Iksan Sidik. Usman yang dikonfirmasi secaara terpisah mengaku sudah mendata para mahasiswa yang tinggal di Yogyakarta dan Jawa Tengah saat ini.

“Hari ini kita salurkan kurang lebih 70 paket sembako untuk mahasiswa yang terdampak Civid-19. Ini sebagai bentuk kepedulian saya” kata Usman.

Pada Senin (4/4/2020) besok, bantuan serupa juga dilakukan di Sulawesi Telatan terhadap ratusan mahasiswa yang kuliah di Makassar. (Red/CN)

17 Anggota DPRD Bersama Bupati Tolak Ketua Dewan Halteng

WEDA, CN – Terkait dengan 17 anggota DPRD Halmahera Tengah (Halteng) yang melakukan penolakan Sakir Ahmad sebagai Ketua DPRD Halteng Maluku Utara (Malut) di jalan Trikora Bukit Loiiteglas, yang suda di rekomendasikan langsung oleh DPP Partai Golkar.

Isi surat penolakan tersebut hanya untuk menolak Sakir Ahmad sebagai Ketua DPRD Halteng, penolakan itu dari 17 Anggota DPRD yang didukung langsung oleh Bupati Halteng Drs Edi Langkara, SH. MH.

Ketua Perada Maluku Utara Muhammad Conoras mengatakan bahwa langkah beberapa Fraksi di DPRD Halteng yang menolak Sakir Ahmad untuk dilantik sebagai Ketua DPRD Halteng, kemudian didukung oleh Bupati Halteng Drs. Edy Langkara adalah suatu yang lucu dan menggelitik.

“Ini menunjukkan bahwa kualitas para politis yang mendiami rumah rakyat ini telah mengalami defisit moral dan minim pengetahuan tentang Etika Demokrasi yang berkeadilan,” ucapnya.

Lanjut Muhammad Conoras, penentuan Ketua DPRD merupakan hak Partai yang secara konstitusional yang diatur didalam UU No 17 THN 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD Prov. Kab/Kota secara hukum maupun etika. Semestinya Fraksi-fraksi tersebut harus memposisikan diri pada Partainya masing-masing dan tidak mencampuri urusan Partai lain.

“Begitu juga Bupati yang nota benen adalah pembina Partai Politik di Daerah, yang pada posisi beliau sebagai Kaders Paratai Golkar tidak bisa menghalang-halangi Sakair Ahmad untuk menjadi Ketua DPRD dengan membawa Jabatan Bupatinya untuk menolak Sakit Ahmad menjadi Ketua DPRD karena kewajiban beliau sebagai Bupati sepatutnya ikut membangun Demokrasi yang sejuk, berkeadailan dan bermartabat,” tegasnya.

Lebih lanjut, patut disesalkan atas sikap Bupati yang juga sebagai Fungsionaris Partai Golkar di tingkat DPP dengan terang-terangan menolak keputusan DPP Partai Golkar yang menunjuk Sakir Ahmad sebagai Ketua DPRD Halteng.

“Secara etika organisasi Keputusan DPP Partai Golkar yang menunjuk Sakir Ahmad sebagai Ketua itu juga mengikat beliau sebagai fungsionaris DPP , kok aneh beliau menggunakan jabatan Bupatinya untuk menolak Sakir Ahmad sebagai Ketua,” ungkapnya.

Ia menambahkan, “Saya sebagai bentuk Penyalagunaan kewenangan yang berakibat hukum bagi dirinya sendiri sebagai bupati maupun sebagai anggota Partai,” tutupnya. (Dir CN)

Tolak Penutupan Jalan, Pedagang Pasar Higienis Berontak

TERNATE, CN – Seluruh pedagang di seputaran Pasar Higienis Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), memprotes keputusan Pemerintah yang menutup akses masuk pasar Higenis dengan cara membrontak dan berhamburan di jalan, Minggu (3/5/2020).

Kemarahan pedagang itu diduga akibat dari penutupan jalan yang membuat mobil pengangkut bahan jualan dan pembeli kesulitan masuk ke pasar.

“Mereka tutup jalan ini, jadi orang-orang yang belanja tidak bisa masuk ke pasar untuk membeli jualan kami,” ungkap Surdi, salah seorang pedagang.

Suardi menambahkan, biasanya penutupan jalan mulai dilakukan pada pukul 15:00 WIT, namun hari ini penutupan sudah dilakukan sejak pukul 09:00 WIT.

“Ini yang membuat kami resah hingga akhirnya kami marah dan membrontak di jalan,” imbuhnya.

Penutupan jalan tersebut dilakukan karena adanya kebijakan tentang kawasan wajib masker dan social Distancing dilokasi tersebut guna mencegah penyebaran COVID-19. (Ridal CN)