Gandeng PMI Sultra, Korem 143/HO Gelar Bakti Sosial Donor Darah

KENDARI, CN – Rabu 3 Juni 2020 bertempat di Aula Sudirman Korem 143/HO Jl. Drs. H. Abd. Silondae Kel. Korumba Kec. Mandonga Kota Kendari Prov. Sultra dilaksanakan Bakti Sosial Donor Darah dalam Rangka HUT Ke-63 Kodam XIV/Hsn dan HUT Ke-60 Korem 143/HO Tahun 2020 yang dihadiri 127 orang Anggota Jajaran Korem 143/HO dan Ibu- Ibu persit Jajaran Korem 143/HO.

Untuk diketahui kegiatan donor darah dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah ditengah pandemi Covid 19 dan Korem 143/HO menggandeng PMI Sulawesi Tenggara dalam pelaksanaannya guna menyiapkan ketersediaan stok darah di unit tranfusi darah PMI Sulawesi Tenggara.

“Dalam kegiatan ini kami bekerjasama dengan PMI Sultra yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok darah di PMI untuk mencukupi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan “, jelas Kasrem 143/HO Letkol Arif Susanto.

“Dan seluruh pendonor harus melalui pemeriksaan, karena semua kegiatan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku di saat ini”, tegas Letkol Arif.

Dalam kesempatan ini juga Korem 143/HO menyerahkan 100 paket sembako kepada Veteran dan masyarakat.

“Rangkaian kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI AD dalam membantu dan meringankan beban masyarakat di tengah pendemi Covid 19”, pungkas Kasrem 143/HO. (Dody CN)

(penrem143)

Akhyar Kunjungi Anak Penyandang Disabilitas

MEDAN, CN – Suasana hening, serta di tambah panasnya terik matahari merubah ketenangan warga Jalan Ileng, saat kedatangan Plt Walikota Medan Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si. di kawasan tersebut.

Pasalnya, warga di kejutkan atas kedatangan orang nomor 1 di Kota Medan ke kampung mereka. Tujuan kedatangan Akhyar, guna melihat kondisi salah satu keluarga yang berdomisili di daerah tersebut. Tepatnya di Jalan Ileng Gg. Mangga, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Rabu, (3/6/2020).

Berdasarkan informasi, ada salah satu warga Jalan Ileng bernama Ismail, yang kehidupan ekonominya memprihatinkan. Di tambah lagi, dengan pekerjaan hanya sebagai tukang ojek pangkalan, Ismail juga memiliki dua orang anak cacat fisik dari lahir. Hal itulah yang menjadi dasar Akhyar untuk mengunjungi kediaman Ismail.

Kedatangan Akhyar ke rumah Ismail, selain melihat kondisi ekonomi keluarga dan anak-anak Ismail yang memiliki cacat fisik sejak lahir tersebut, dirinya juga membawa buah tangan untuk keluarga Ismail. Bantuan tersebut berupa uang, 3 zak beras ukuran 10 kg, telur, serta 3 kotak mie instan.

“Semoga, bantuan ini dapat bermanfaat bagi keluarga,” ucap Akhyar kepada keluarga Ismail.

Bantuan yang Akhyar diberikan bertujuan untuk meringankan beban Ismail dan keluarga, yang memang penghasilannya pas-pasan. Selain itu, Akhyar juga turut memberikan semangat kepada kedua anak Ismail yang bernama Zulkifli (25) dan Muhammad Saleh (21) yang mengalami cacat, agar terus memotivasi diri, walaupun kondisi fisik yang tidak sempurna.

“Kalian harus tetap semangat ya, jangan berkecil hati atas kekurangan yang di miliki. Tidak sedikit penyandang cacat yang mampu meraih kesuksesan. Kuncinya, semangat dan percaya diri, serta selalu berserah diri kepada Allah SWT, ” hibur Akhyar kepada Zulkifli dan Muhammad Saleh.

Kedatangan Plt Walikota Medan Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si. juga di dampingi Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan Syarif Armansyah Lubis dan Camat Medan Marelan M Yunus. Setibanya di lokasi, Akhyar tampak prihatin melihat kondisi keluarga Ismail.

Apalagi, setelah melihat keadaan kedua putranya yang cacat tersebut, Akhyar berusaha menghibur kedua putra Ismail yang duduk di lantai teras. Mereka tidak dapat berjalan normal, hanya bisa merangkak sehingga menggunakan kursi roda untuk dapat beraktifitas. Itu pun harus berbagi, sebab kursi roda yang dimiliki hanya 1 unit.

Di kesempatan yang sama, Ismail juga mengucapkan terima kasih kepada Akhyar, atas kunjungan dan buah tangan yang di berikan kepada mereka. Tentunya, bantuan itu sangat bermanfaat, sebab sejak Covid-19 menerpa, penghasilannya dari ojek pangkalan jauh berkurang.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan ini. Kami benar-benar sangat terbantu sekali. Dan kami berdoa, semoga Bpk Akhyar selalu di beri kesehatan, serta kekuatan dalam memimpin,” ungkap Ismail didampingi istri dan kelima anaknya, termasuk Zulkifli dan Saleh.

Setelah mengunjungi keluarga Ismail, Akhyar bergerak menuju Jalan Pasar Nippon, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, guna memberikan bantuan sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, gula, minyak goreng serta teh kepada warga, dari hasil kerjasama dengan PT Arrahman Berkah Wisata. (Hendra CN)

Denpom XVI/1 Ternate Bersama Sintel Korem 152/Bbl Laksanakan Pemeriksaan Kendaraan Anggota

TERNATE, CN – Detasemen Polisi Militer XVI/1 Ternate bersama Sintel Korem 152/Babullah melaksanakan pemeriksaan kendaraan pribadi milik personel Korem 152/Babullah bertempat di Makorem 152/Babullah Jl. A. M. Kamarudin No. 1 Ternate Utara, Rabu (3/6/2020).

Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan usai kegiatan apel pagi kemudian seluruh kendaraan pribadi baik roda 2 maupun roda 4 dikumpulkan di Lapangan apel. Pemeriksaan sendiri dilaksanakan oleh personel Denpom dan Sintel meliputi STNK, BPKB, SIM A dan C serta pajak kendaraan bermotor maupun kelengkapan keselamatan kendaraan bermotor.

Sementara itu dalam keterangannya Wadandenpom XVI/1 Ternate Kapten Cpm Maurajanoor G. Nasution menyampaikan bahwa pemeriksaan ini dilaksanakan atas perintah Pangdam XVI/Pattimura untuk memeriksa seluruh kendaraan prajurit dan PNS TNI di jajaran Korem 152/Babullah dengan sistem per satuan sehingga menghindari kerumunan orang banyak. Rata-rata pelanggaran yang didapat antara lain SIM dan Pajak yang telah kadaluarsa namun hal tersebut diakibatkan Satpas SIM maupun Samsat sempat diliburkan akibat pandemi sehingga menghambat anggota dalam pengurusan, untuk itu bagi yang masih ada pelanggaran kendaraannya kita amankan di Madenpom XVI/1 dan akan dikembalikan apabila menunjukan perbaikan sesuai dengan pelanggaran tersebut. (Red/CN)

Kementan Tingkatkan Produksi Ubi Kayu Sebagai Pangan Lokal Alternatif Saat Pandemi Covid-19

JAKARTA, CN – Pengembangan pangan lokal menjadi salah satu program yang sedang digaungkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai upaya diversifikasi pangan di tengah Pandemi Covid 19. Beberapa jenis komoditas pangan lokal menjadi andalan untuk dikembangkan saat ini seperti ubi kayu, ubijalar, talas, ganyong, porang, sagu dan lainnya.

Seperti halnya ubi kayu, menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi, komoditas ini patut diberikan perhatian lebih karena memiliki prospek yang bagus. Ubi kayu ini gampang budidayanya, tidak memerlukan lahan yang spesifik dan bahkan bisa ditanam di pekarangan rumah.

“Mari kita mulai manfaatkan lahan yang ada salah satunya ya dengan nanam ubi kayu ini,” ujar Suwandi di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Perlu diketahui bahwa luas panen ubi kayu di Indonesia tahun 2019 seluas 0,63 juta hektar dengan produksi 16,35 juta ton. Varietas yang umum digunakan Adira 1, 2, 4, UJ 3, 5, Malang 1, 2,4,6, Darul Hidayah, Litbang UK 2. Ubi kayu banyak ditemukan pengembangan skala luas di sentra-sentra di wilayah Lampung Tengah, Lampung Utara, lanpung Timur, Wonogiri, Gunung kidul, Serdang Bedagai, Simalungun, Sikka dan lainnya

Pengembangan ubikayu memang tidak bisa dipungkiri ada beberapa tantangan seperti bibit unggul bersertifikat, kondisi harga, umur panen panjang, provitas perlu ditingkatkan dan penanganan pasca panen. Namun demikian Suwandi optimis ubikayu akan bisa menjadi komoditas primadona asalkan dikelola dengan baik.

Menariknya, sambung Suwandi, ada salah satu jenis varietas yang bisa mencapai provitas 102 ton dan umur panen 10 bulan yaitu varietas Darul Hidayah. Jenis singkong ini sudah banyak dibudidayakan, umbinya besar-besar sehingga harus menyediakan lokasi lahan yang cukup luas karena harus bisa menampung umbi yang cukup besar di dalam tanah.

“Jenis singkong ini banyak dipakai untuk industri mocaf (Modified Cassava Flour/singkong yang dimodifikasi,-red),” jelasnya.

Oleh karena itu, Suwandi mendorong petani lokal untuk bisa meningkatkan produktivitas ubikayu, salah satunya dengan pemilihan varietas tersebut dan pemupukan. Jika rata-rata provitas ubikayu 26 ton per hektar maka bisa ditingkatkan lagi.

“Kita bisa pakai bibit yang bagus, seperti bibit gajah ataupun bibit Darul Hidayah dan sejenisnya, supaya bisa lebih kompetitif dengan produk luar,” terangnya.

Lebih lanjut Suwandi menyebutkan industri singkong saat ini sudah banyak. Oleh karena itu perlu didorong penyediaan bahan baku dari dalam negeri. Industri olahan singkong di Indonesia saat ini ada 21 unit, dominan di Lampung 8 unit dan di Jawa Barat 8 unit.

“Beberapa industri tersebut sudah ada yang menggandeng kemitraan dengan petani, contohnya di Bangka Belitung petani rutin memasok kebutuhan singkong untuk industri disana. Itu yang kita inginkan petani bisa berproduksi dengan baik dan memiliki pasar yang jelas untuk menyalurkan hasilnya,” sebutnya.

Kementan mulai menggandeng industri singkong untuk mulai bermitra dengan petani. Dalam hal proses produksi tahun 2020 ini akan disalurkan bantuan budidaya ubikayu seluas 11.175 ha di Aceh, Sumut, Lampung, Kalbar, Sulteng, Sulsel, Sultra, NTB, NTT, Banten, Babel, Kepri, dan Sulbar dengan total anggaran Rp 12,8 Miliar. Kementan juga mendorong pemanfaatan KUR bagi pengembangan ubikayu, dan catatan menunjukkan sampai dengan akhir Mei 2020 realisasi KUR ubi kayu sebanyak Rp. 321, 8 Miliar.

“Sesuai arahan Bapak Mentan SYL bahwa pangan lokal menjadi pangan alternatif yang harus mulai diberi perhatian khusus. Manfaatkan lahan yang ada, bangun pangan lokal mulai dari skala rumah tangga supaya ketahanan pangan bisa terjaga,” beber Suwandi.

Pada aspek hilir, Suwandi menegaskan Kementan mendorong kemitraan, sinergi dunia usaha dengan pihak terkait termasuk dengan Masyarakat Singkong Indonesia (MSI). Pangan lokal ubi kayu ini kuncinya ada pada market driven, sehingga fokus pada sisi demand.

“Hal ini kita wujudkan melalui gerakkan diversifikasi konsumsi pangan lokal, mengonsumsi olahan ubikayu, mari kita mencintai produksi petani sendiri,” tegas Suwandi. (Dody CN)

Dukung Tapera Dengan Catatan, KSPI Minta PP No 25 Tahun 2020 Diperbaiki

JAKARTA, CN – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, pihaknya setuju dengan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Karena program ini sangat positif untuk kaum buruh dan masyarakat, agar mereka memiliki kesempatan untuk bisa memiliki rumah.

“Perumahan adalah hak dasar rakyat, seperti halnya hak atas kesehatan, pendidikan, dan air bersih,” kata Said Iqbal, Rabu (3/6/2020). Oleh karena itu, lanjutnya, program Tapera harus diarahkan agar buruh benar-benar memiliki bisa memiliki rumah.

Dalam pandangan KSPI, skema pengadaan perumahan rakyat adalah rumahnya disiapkan oleh pemerintah sehingga bisa lebih murah dengan DP 0 rupiah, bunga angsuran disubsidi oleh negara sehingga bunganya menjadi 0%, tenor minimal 30 tahun agar cicilan lebih rendah, dan apabila tidak mampu membayar bisa dilakukan over kredit.

Untuk itu, KSPI meminta agar pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat. Sebagaimana kita tahu, peraturan ini dibuat sebagai aturan pelaksananaa dari UU No 4 Tahun 2016.

Berikut adalah pandangan KPSI terkait dengan revisi tersebut:

  1. Pemerintah menyiapkan rumah.

Perumahan untuk program Tapera disiapkan oleh pemerintah melalui BUMN yang ditunjuk, sehingga pemerintah bisa menetapkan harga rumah yang murah. Dengan demikian, program ini adalah berbentuk rumah. Bukan buruh menabung, kemudian disuruh membeli rumah sendiri.

Dengan rumah yang dibangun oleh pemerintah, maka bisa ditetapkan DP 0 rupiah. Selanjutnya, jika buruh tidak bisa lagi membayar, maka rumah itu bisa di over kredit. “Jadi program ini tidak akan memberatkan. Dengan harga rumah yang sudah naik, pasti buruh akan mendapatkan keuntungan,” kata Said Iqbal.

  1. Iuran Tapera jangan memberatkan buruh.

Jika di dalam PP No 25 Tahun 2020 besarnya simpanan yang ditanggung buruh adalah 2,5% dan pengusaha 0,5%, KSPI meminta agar direvisi. Sehingga buruh cukup membayar 0,5% dan pengusaha membayar 2,5%.

Selain itu, KSPI mengusulkan bunga angsuran harus disubsidi oeh negara, sehingga bunga angsuran menjadi 0%. Selanjutnya, untuk lamanya angsuran diperpanjang menjadi minimal 30 tahun, agar harganya lebih murah.

  1. Peserta Tapera adalah buruh yang tidak memiliki rumah dengan upah berapa pun.

KSPI meminta peserta Tapera adalah siapapun yang mendapatkan upah, tanpa harus ada batasan upah minimal. Dengan demikian, buruh yang menerima upah minimum sekali pun, berhak ikut dalam program ini.

Adapun peserta Tapera adalah buruh yang tidak memiliki rumah atau yang baru pertamakali mengikuti rumah. Jadi tidak untuk renovasi rumah. Sedangkan untuk renovasi rumah, bisa menggunaka program yang ada di BPJS Ketenagakerjaan.

“Jadi program ini benar-benar diperuntukkan bagi buruh agar bisa memiliki rumah,” kata Iqbal.

  1. Program ini diawasi dengan ketat

Selanjutnya, KSPI meminta agar pogram ini diawasi dengan ketat. Karena menghimpun dana dari buruh, maka program ini harus diwasi oleh Badan Pengawas yang terdiri dari buruh, pengusaha, dan pemerintah.

“KSPI berharap, sebelum dijalankan, PP No 25 Tahun 2020 dilakukan revisi terlebih dahulu sebagaimana yang telah disampaikan di atas,” kata Said Iqbal.

Sekali lagi, prinsipnya kami setuju dengan program Tapera. Karena saat ini banyak buruh yang tidak memiliki kemampuan untuk memiliki rumah.

“Sangat miris ketika melihat buruh bekerja hingga pensiun, namun mereka tetap tinggal di kontrakan yang bisa diusir kapan saja kalau tidak bisa membayar,” lanjutnya.

Tapera adalah solusi agar buruh bisa memiliki rumah. Namun demikian, agar rumah untuk buruh bisa diwujudkan, “Harus diimbangi peraturan yang jelas,” tegasnya. (Dody CN)

Narahuhun

Pangdam I/BB Terima Kunjungan PT Pertamina (Persero) MOR I Sumut

MEDAN, CN – Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah menerima audiensi
General Manager PT Pertamina (Persero) MOR I Sumut beserta rombongan, acara di gelar di Ruang Tamu Pangdam I/BB Lt II Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Rabu (3/6/2020)

Pada kesempatan tersebut, Bapak Gema Iriandus Pahalawan selaku GM Pertamina Marketing Operation Sumut beserta rombongan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pangdam I/BB beserta Staf yang sudah berkenan meluangkan waktu untuk menyambut kehadiran kami, ditengah-tengah kesibukan Kodam I/BB dalam melaksanakan tugas.

“Maksud kehadiran kami adalah selain bersilaturahmi dan memperkenalkan para pejabat PT Pertamina (Persero) MOR I Sumut, juga memohon kerja sama dalam bidang kegiatan pelatihan bersama,kesiapsiagaan, meningkatkan pengamanan bersama dan membangun kesejahteraan masyarakat yang berada di wilayah Sumbagut ini,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama Pangdam I/BB juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan PT Pertamina (Persero) MOR I Sumut yang telah datang ke Makodam I/BB.

Pangdam I/BB menyambut baik atas kunjungan tersebut dan memberikan apresiasi atas keinginan PT. Pertamina untuk menjalin kerjasama.

“Komunikasi yang baik dan saling mengenal dengan pihak Kodam I/BB, dan berharap kedepan kerja sama yang sudah terjalin dapat lebih ditingkatkan,” ucap Mayjen TNI Fadhilah

Terkait kerja sama TNI khususnya Kodam I/BB dengan Pertamina, Mayjen TNI MS Fadhilah mengatakan bahwa Kodam I/BB siap membantu PT Pertamina (Persero) MOR I Sumut sepenuhnya demi kepentingan rakyat banyak.

Semoga kedepan pihak TNI khususnya Kodam I/BB dan pihak Pertamina semakin kuat dan solid dalam hubungan kerjasama, disuasana kekeluargaan tersebut tidak lupa Pangdam I/BB dan staf serta rombongan dari PT. Pertamina melaksanakan foto bersama.

Hadir mendampingi Pangdam I/BB, Kasdam I/BB, Irdam I/BB, Kapoksahli Pangdam I/BB, Asrendam I/BB, para Asisten Kasdam I/BB, Kapendam I/BB dan Bapak Gema Iriandus Pahalawan (GM. Pertamina Marketing Operation Sumbagut) berserta rombongan. (Red/CN)

Sumber : Pendam I/BB