Sambut HUT Ke-70 Kodam I/BB, Mayjen TNI MS Fadhilah Ikut Donor Darah Serentak

MEDAN, CN – Menjelang perayaan HUT ke-70, Kodam I/BB menggelar serangkaian acara bakti sosial. Diantaranya, donor darah yang digelar serentak di empat provinsi yang menjadi wilayah kerja Kodam I/BB.

Adapun empat wilayah yang mengikuti donor darah serentak, yakni Sumut bertempat di Makodam I/BB, Korem 022/PT dan Korem 023/KS, sedangkan di Riau bertempat di Korem 031/WB. Sementara, untuk Sumbar kegiatan di lakukan di Korem 032/Wbr, dan Kepri di laksanakan di Korem 033/WP.

Kegiatan diawali dengan sambutan pembuka acara, yang disampaikan Pangdam I/BB, Mayjen TNI MS Fadhilah di Balai Prajurit Makodam I/BB. Selasa, (9/6/2020) pagi.

Di kesempatan tersebut Pangdam menjelaskan, acara menyambut HUT ke-70 Kodam I/BB kali ini tidak dilakukan secara besar-besaran. Akan tetapi, kegiatan di lakukan dengan memberikan bantuan kemanusiaan untuk mengatasi pandemi Covid-19, di antaranya pelaksanaan donor darah.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan ini akan memberikan manfaat bagi kita dan bagi orang lain,” jelas Pangdam I/BB.

Ditegaskan Pangdam, kegiatan donor darah ini merupakan wujud kepedulian para Prajurit dan PNS Kodam I/BB. Dengan harapan, hal ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan darah.

“Ini merupakan kegiatan yang mulia. Karena setetes darah yang kita sumbangkan sangat berarti bagi kondisi kesehatan seorang pasien, bahkan dapat menyelamatkan jiwanya,” ungkap Pangdam.

Tidak lupa pula Pangdam mengingatkan, terkait pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, Pangdam mengingatkan kepada penyelenggara dan para peserta donor darah, untuk senantiasa menerapkan disiplin protokol kesehatan.

“Saya mengajak kita semua untuk menjadi duta-duta yang mampu memberikan contoh dan tauladan, mengajak masyarakat khususnya Sumut agar senantiasa mematuhi anjuran pemerintah tentang penerapan pola hidup sehat, penggunaan masker, social distancing dan physical distancing, serta menghindari kerumunan manusia,” papar Pangdam.

Selain Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhillah, turut juga dalam kegiatan donor darah tersebut, yakni Ketua Persit KCK PD I/BB Ny. Trisasanti Fadhillah beserta PJU Kodam I/BB. (Hendra CN)

Personil Polsek Rundeng Tanda Tangan Fakta Integritas Anti Narkoba

Subulussalam Aceh Rundeng, CN – Polsek Rundeng laksanakan Kegiatan Penandatanganan Fakta Integritas Anti Narkoba di halaman Mapolsek Rundeng, Polres Subulussalam, Selasa (9/6/2020).

Kegiatan Penandatanganan Fakta Integritas Anti Narkoba oleh Personil Polsek Rundeng, Polres Subulussalam, Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono SIK, melalui Kapolsek Rundeng Iptu Abdul Malik, SH.

Dihalaman Mapolsek Rundeng (Foto Redaksi Cermin Nusantara)

“Dimulai dari Personil Polsek Rundeng mempunyai Fakta Intergritas Anti Norkoba. Apa bila terbuktik personil saya terlibat barang haram tersebut siap di pecat karena narkoba adalah musuh bangsa yang harus diberantas secara serius, tidak ada maaf bagi pengedar narkoba,” ucap Kapolsek Rundeng.

Kegiatan Penandatanganan Fakta Integritas Anti Narkoba tersebut diikuti 10 anggota Personil Polsek Rundeng, Aiptu Sukamta. Aiptu Supono. Aiptu Sugeng Hariyanto. Aipda Salamuddin. Aipda Alpi Yusri.Bripka Khairul Anika S.Bripka Yulian Fajri. Brigadir Ahmed Andika. Briptu Suykran Mukti Briptu Martua Situmorang. (Mha CN)

TNI Kembali Salurkan 4.400 APD di Maluku Utara

TERNATE, CN – TNI Kembali salurkan bantuan 110 Koli Alat Perlindungan Diri (APD) dari Gugus Tugas Nasional untuk diserahkan kepada Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Maluku Utara (Malut), Selasa (9/6/2020).

Bantuan yang diangkut menggunakan Pesawat Hercules C-130 TNI AU setelah unloading dari pesawat terlebih dahulu dilakukan serah terima dari Danrem 152/Babullah yang diwakili Pasi Logrem 152/Babullah Mayor Inf Eko Budi kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Malut yang diwakili Kabid SDM Dinkes Sdri. Faiza kemudian APD tersebut disimpan ke Gudang Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Maluku Utara, untuk selanjutnya disalurkan ke Faskes maupun Kab/Kota sesuai keperluan gugus tugas.

Sementara itu dalam keterangannya Kapenrem 152/Babullah Mayor Inf Iriono menyampaikan bahwa pengiriman ini merupakan shortie ke-14 bantuan dari Gugus Tugas Nasional kepada Gugus Tugas Provinsi dalam rangka penanggulangan Covid-19 di Maluku Utara. (Red/CN)

Preman Yang Kerap Resahkan Warga Tak Berkutik Saat Ditangkap Tim Elang Intel Brimob Polda Sumut

MEDAN, CN – Tim Elang dari Seksi Intel Sat Brimob Polda Sumut kembali berhasil mengamankan seorang preman yang selama ini kerap meresahkan masyarakat.

Kebetulan, pelaku bernama Afandi alias Kentung Kecil pada saat di tangkap sedang tersandung kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor jenis Supra BK 4282 AFA, milik Dedi Wahyudi warga Percut Sei Tuan. Sesuai dengan bukti Laporan Polisi Nomor : LP/1341/K/V/2020/SPKT RESTABES MEDAN, tertanggal 03 Juni 2020 dengan pelapor Dedi Wahyudi.

Berawal dari adanya informasi tentang keberadaan Afandi alias Kentung Kecil (pelaku-red), Tim Elang dari Intelmob yang langsung di pimpin Panit Opsnal Seksi Intel Sat Brimob Polda Sumut Ipda Heri Suhartono atau yang akrab di panggil Heri Pelor langsung menindak lanjuti informasi tersebut.

Dengan tanpa adanya perlawanan, Tim Elang dari Intelmob berhasil menangkap pelaku di kediamannya. Tepatnya di Jalan Jati Rejo Gang Afnawi Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Pada Senin (8/6/2020) sekira pukul 11.30 WIB.

Saat di konfirmasi, Panit Opsnal Seksi Intel Sat Brimob Polda Sumut Ipda Heri Suhartono menjelaskan, bahwa pelaku Afandi mengakui telah menggelapkan 1 unit sepeda motor jenis Supra, dan juga telah di akui bahwa sepeda motor tersebut sudah di jual oleh Darmadi.

“Pelaku sudah mengakui semuanya. Ternyata, kasus ini ada kaitannya dengan seorang pelaku penggelapan yang telah kami tangkap pada hari Jumat tanggal 05 Juni 2020 lalu, yakni bernama Darmadi alias Kentung, yang saat ini sedang di proses di Polrestabes Medan,” ungkap Ipda Heri Suhartono.

Guna mencari tahu kebenaran ucapan dari Afandi, Ipda Heri Suhartono bersama tim Elang langsung menuju Mapolrestabes Medan, yang bertujuan untuk mengkonfrontir antar Afandi dan Darmadi.

Pada saat di konfrontir, Darmadi juga mengakui bahwa dirinya terlibat di kasus tersebut. Darmadi mengatakan, bahwa benar Afandi bersama dirinya sudah menggelapkan sepeda motor milik Dedi Wahyudi. Namun, dirinya berdalih, sepeda motor tersebut di gadaikan kepada seseorang bernama Dodi warga Komplek Veteran Kecamatan Percut Sei Tuan.

Selanjutnya, Ipda Heri Suhartono yang akrab di kenal Heri Pelor tersebut langsung berkoordinasi dengan Kanit Ranmor Sat Reskrim Polrestabes Medan, guna bersama-sama melakukan penyelidikan dan mencari tahu keberadaan Dodi, yang saat ini di duga sebagai pelaku penadah sepeda motor milik Dedi Wahyudi.

Setibanya di kediaman Dodi, Tim Elang dari Intelmob beserta Unit Ranmor Sat Reskrim Polrestabes Medan tidak menemukan pelaku yang di cari. Namun, tim gabungan berhasil mendapati sepeda motor yang di maksud, dengan nomor rangka dan nomor mesin yang sama persis dengan milik Dedi Wahyudi.

“Untuk penadah, kami tidak berhasil menemukannya di rumah itu. Namun, kami berhasil menemukan sepeda motor milik Dedi Wahyudi di kediaman Dodi,” ucap Heri Suhartono.

Di tempat terpisah, Lakhar Kasi Intel Sat Brimob Polda Sumut Kompol Heriyono membenarkan penangkapan pelaku premanisme, sekaligus penipuan dan penggelapan tersebut.

“Ya benar, pelaku sudah di tangkap tadi sama anggota saya. Dan saat ini, pelaku dan juga barang bukti sudah di limpahkan ke Polrestabes Medan,” jelas Kompol Heriyono.

Dari hasil operasi tersebut, personil dari Tim Elang Intelmob berhasil mengamankan seorang pelaku dan barang bukti 1 unit sepeda motor jenis Supra BK 4282 AFA. Dan selanjutnya, pelaku dan barang bukti di serahkan ke Polrestabes Medan guna di proses lebih lanjut. (Hendra CN)

JIT dan 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta

Oleh: Prof.Dr.Ir Agus Sidharta.Meng.PhD

(Direktur Utama PT. Antaredja Mulia Jaya, Penggagas JIT, Mantan anggota BPJT dan Dewan Transportasi DKI jakarta, Serta Mantan Guru Besar Universitas Indonesia)

Proyek Jakarta Integrated Tunnel (JIT) terdiri atas 2 ruas terowongan bawah tanah yang fungsi utamanya adalah untuk mengendalikan dan mengatasi banjir yang diakibatkan oleh meluapnya air sungai pada saat hujan lebat. Ruas yang pertama, JIT-1, adalah ruas (Pasar Minggu-Manggarai), membentang di dalam
tanah tepat dibawah jalan raya yang ada mulai dari Pasar Minggu sampai ke Manggarai. JIT-1 ini fungsi utamanya adalah untuk mengendalikan banjir yang diakibatkan oleh luapan Sungai Ciliwung.

Sedangkan ruas JIT yang kedua, JIT-2 membentang di bawah tanah tepat di bawah jalan rel kereta api yang ada mulai dari Ulujami sampai ke Tanah Abang, dengan fungsi utamanya untuk mengendalikan banjir yang diakibatkan oleh meluapnya Sungai Pesanggrahan.

Selanjutnya apabila banjir Jakarta yang diakibatkan oleh luapan air 2 sungai terbesar di Jakarta ini sudah bisa dikendalikan maka mayoritas banjir Jakarta sudah bisa teratasi dan berikutnya tinggal menata, memperbaiki serta merawat saluran-saluran dan sistem drainase yang masih kurang/tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan masih menimbulkan banjir-banjir lokal di sana sini.

Kaidah dalam teori ekonomi neo klasik mengatakan bahwa barang publik-barang yang dipakai oleh masyarakat banyak bersama-sama, maka pengadaanya haruslah dengan menggunakan dana publik juga, yaitu APBN dan/atau APBD.
Fasilitas pengendali banjir termasuk dalam golongan barang publik tersebut dan ini mudah untuk difahami, selain memang manfaatnya yang langsung untuk kemaslahatan masyarakat banyak, dari sisi ekonomipun tidak akan ada orang yang secara pribadi ataupun pihak-pihak swasta yang mau untuk berinvestasi atau menanamkan modalnya di sana karena fasilitas banjir tidak bisa memberikan pendapatan secara langsung untuk mengendalikan modal yang akan ditanam disana (a zero return project).

Rencana Pembangunan 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota DKI Jakarta

Berangkat dari pandangan tersebut, maka munculah pemikiran dan pertanyaan tentang bagaimana caranya agar Pihak swasta mau masuk dan melakukan investasi pada proyek fasilitas pengendali banjir ini?, Jawabannya sederhana saja yaitu bahwa proyek tersebut haruslah bisa memberikan pendapatan secara langsung. Salah satu cara untuk hal tersebut adalah dengan mencangkokan jalan tol kedalamnya. Jalan tol selama ini sudah diketahuil sebagai suatu usaha yang memberikan pemasukan berupa uang tunai setiap harinya (cash daily revenue). Disini berlaku pula filosofi dalam cerita dongeng ‘Robin Hood’ dimana dia mengambil dari si kaya dan memberikannya lagi kepada si miskin.

Pengguna jalan tol diibaratkan sebagai si kaya karena mampu memiliki mobil, sementara korban banjir di sepanjang wilayah sungai diibaratkan sebagai orang-orang yang kurang mampu.

Dari sisi teknis kriteria jalan tol adalah jalan raya yang dirancang untuk dibangun dengan menggunakan
kriteria teknis yang tinggi atau dengan kata yang lebih sederhana jalan tol tersebut harus dirancang dengan kecepatan rancangan rata-rata yang tinggi namun tetap aman dan nyaman untuk para penggunanya. Hal ini dikarenakan pengguna telah dikenakan biaya tarif tol untuk bisa masuk dan menggunakan jalan tol dimaksud sehingga layak untuk mendapatkankan layanan yang istimewa juga.

Disisi lain sifat perjalanan kendaraan di jalan raya dalam suatu kota pada umumnya justru sebaliknya dari jalan tol tadi. Perjalanan dalam kota umumnya jaraknya pendek-pendek dan kecepatan perjalanan nya rendah-rendah (sering mampir-mampir). Oleh sebab itulah maka tidak setiap jalan raya di dalam kota boleh dijadikan jalan tol yang kecepatan rata-ratanya tinggi. Sistem jalan tol dalam kota pada umumnya adalah berupa sistem “ring – radial” atau sistem jalan melingkar di dalam kota yang dikombinasikan dengan 1 atau beberapa ruas jalan yang memotong secara melintang arah radial dari jalan lingkar tadi. Tujuan utama jalan ring radial dalam kota adalah agar para pengemudi kendaraan yang datang dari luar kota bisa langsung keluar lagi menuju kota tujuan berikutnya dengan cepat tanpa harus masuk ke tengah-tengah kota dahulu. Demikian pula sebaliknya.

Dua ruas JIT yaitu JIT-1 dan JIT-2 adalah merupakan 2 dari 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta. Sementara 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota itu sendiri adalah merupakan sistem ring radial dan jalan lingkar yang terletak paling dalam di pusat Kota Jakarta. Di luar itu sebelumnya sudah ada yang disebut sebagai Jalan Tol Dalam Kota (inner ring-road), Jalan Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road-JORR), dan terakhir dibangun Jalan Lingkar-Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer-Outer Ring Road atau JORR 2).

Terowongan JIT yang berimpit dengan 2 ruas jalan tol radial dari 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota sebenarnya bisa saja berdiri dan berjalan masing- masing tersendiri karena jenis konstruksinya yang berbeda. JIT merupakan terowongan (tunnel) sedangkan 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota merupakan konstruksi Jalan layang (elevated toll-way).

Dalam perjalananmnya
fungsi dari JIT bertambah lagi dengan fungsi sebagai pembangkit tenaga listrik dan pemasok air baku unt air bersih/air minum. Pilihannya ada pada pemerintah antara melanjutkan pembangunan 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta tersebut dengan konstruksi “elevated” keseluruhannya meskipun sampai dengan saat ini pembangunan 2 ruas tahap pertama (Timur-Barat) masih tersendat, atau membatalkan 2 ruas yang digunakan untuk terowongan JIT?, Namun apapun yang dipilih, JIT sendiri tetap layak berjalan karena Jakarta butuh fasilitas pengendali banjir yang bisa diandalkan selain juga memberikan tambahan pasokan baku air bersih (air minum) dan tenaga listrik. Dan yang paling utama pasca wabah Covid-19 saat ini JIT tidak membebani anggaran pemerintah dalam pembangunannya.

Untuk hal ini sudah ada komiment dari Pihak investor Korea guna pendanaannya, Mohon doa restu khususnya dari segenap warga DKI Jakarta, Semoga proses ini bisa berlanjut dan bisa berjalan dengan mulus dan lancar. Aamiin.

Fokus Dipencegahan, Sat Brimob Polda Sumut Kembali Turunkan Water Canon Ke Jalanan

MEDAN, CN – Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan, Sat Brimob Polda Sumut kembali mengerahkan Mobil Water Canon dan puluhan personil gabungan, di lokasi penyemprotan Disinfektan.

Dengan menggunakan APD lengkap, para personil Sat Brimob Polda Sumut lakukan penyemprotan dalam skala besar.

Kali ini, pelaksanaan kegiatan di lakukan di sepanjang jalanan Kota Medan. Di mulai dari Mako Sat Brimob Polda Sumut, iring-iringan mobil Water Canon menempuh rute Jalan Sudirman, Jalan T. Imam Bonjol, dan terfokus di Pusat Pasar Pasaraya MMTC, yang berada di Jalan Pancing Medan, Sumatera Utara, Senin (8/6/2020).

Pada kesempatan tersebut, Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol. Abu Bakar Tertusi, S.I.K.,S.H. melalui Ps. Kabag Ops Kompol Heriyono memaparkan, mengingat penyebaran Covid-19 di Kota Medan masih tinggi, pihaknya berupaya melakukan pencegahan, dengan merutinkan penyemprotan Disinfektan.

“Saat ini, penyebaran dan tingkat terjangkitnya pasien Covid di Kota Medan masih tinggi. Atas dasar itulah, kami berupaya untuk terus melakukan pencegahan, dengan mengintensifkan penyemprotan cairan Disinfektan,” paparnya.

Untuk target, tetap kita fokuskan ke tempat-tempat fasilitas umum yang sering di kunjungi masyarakat. Bahkan hari ini, kegiatan kita lakukan di sepanjang Jalan Kota Medan, dan Pusat Pasar yang ada di Jalan Pancing,” lanjutnya kembali.

Sementara itu, Edysjhon siringo, sebagai perwakilan pengurus pedagang pasar MMTC mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung serta mengapresiasi kegiatan yang telah di lakukan Sat Brimob Polda Sumut, dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan, khususnya di Pasaraya MMTC Pancing.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kepedulian Sat Brimob Polda Sumut terhadap masyarakat patut di acungi jempol.” ungkap Edysjhon Siringo.

Selain Edysjhon, salah seorang pedagang Pasaraya MMTC Pancing Berlian Sihombing juga mengungkapkan hal yang sama, dirinya sangat senang dengan adanya penyemprotan yang di lakukan Sat Brimob Polda Sumut. Sehingga, para pedagang merasa nyaman dan tidak di hantui rasa takut akan virus tersebut.

“Sangat bagus, yang pastinya kami sangat senang dengan adanya penyemprotan ini. Semoga, Sat Brimob Polda Sumut dapat sesering mungkin melakukan kegiatan seperti ini di Pasaraya MMTC,” harap Berlian Sihombing.

Terpantau juga, saat akan kembali ke Mako Sat Brimob Polda Sumut, Mobil Water Canon juga sembari menyemprotkan cairan pembunuh virus tersebut di sepanjang jalan menuju Mako Sat Brimob Polda Sumut yang berada di Jalan KH. Wahid Hasyim Medan. (Hendra CN)