Lounching APK Baliho Usman-Bassam di Mandioli Selatan Berjalan Lancar

HALSEL, CN – Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Usman Sidik-Bassam Kasuba kembali Lounching Alat Peraga Kampanye (APK) Baliho persiapan Pemilukada Halsel 2020 di Desa Jiko Kecamatan Mandioli Selatan.

Pada acara Louncing Baliho Paslon di Desa Jiko ini, disambut meriah oleh masyarakat dengan tarian Cakalele.

“Alhamdulillah semua masyarakat ikut serta hadir dalam dalam acara pemasangan APK Baliho persiapan Pemilukada Halsel 2020 ini,” pungkasnya Asbur Abu selaku Koordinator Tim Relawan Mandioli Selatan dan Mandioli Utara pada acara Lounching Baliho Paslon Usman-Bassam, Minggu (12/7/2020).

Meski begitu, Samsul Bahri selaku Tim Relawan menambahkan bahwa sebelum Louncing Baliho Paslon dilaksanakan di Desa Jiko tersebut sudah dilaksanakan terlebih dulu di Desa Babang Kecamatan Bacan Timur.

“Bukan hanya acara Louncing di Desa Jiko saja, tapi sebelum itu sudah dilaksanakan di Desa Babang,” ungkapnya.

Acara Louncing Baliho di Desa Jiko Kecamatan Mandioli Selatan, turut hadiri Ketua Tim Mandioli Selatan Utara Asbur Abu, Tim Relawan Samsul Bahri serta Kader Partai PKS Muhamad Nasir. (Red/CN)

Motivasi Seorang Tukang Sapu Yang Sukses Menjadi Profesor dan Miliarder

JAKARTA, CN – Di masa krisis seperti saat ini dan karena adanya dampak Covid-19, banyak warga masyarakat yang pasrah dengan keadaan, sehingga menambah tingkat kemiskinan. Namun di balik kesulitan yang dihadapi saat ini, kita bisa bercermin pada orang-orang miskin yang sangat sulit hidupnya, namun bisa meraih kesuksesan dalam hidupnya.

Banyak contoh orang miskin yang berhasil meraih kesuksesan dalam hidupnya dan bisa dijadikan sebagai motivasi dalam menghadapi situasi seperti sekarang ini. Ada pepatah mengatakan bahwa kesuksesan seseorang bukan hanya karena keturunan orang kaya, bukan karena punya modal besar dan bukan karena nama besar orang tuanya, namun kesuksesan bisa diraih oleh siapa saja yang mau bekerja keras, berusaha, berdoa dan gemar bersedekah. Itulah yang dijalani oleh sesorang tukang sapu bernama Paiman yang lahir dari keluarga miskin, dan kini menjadi orang sukses.
Sosok tukang sapu tersebut, punya pengalaman yang bisa dijadikan motivasi bagi generasi muda saat ini.

Menurut keterangan Paiman saat ditemui awak media di Jakarta, menyatakan bahwa keberhasilan yang saya peroleh saat ini merupakan doa orang tua, doa seorang istri dan proses dari ketabahan serta kegigihan dari perjuangan yang dilandasi dengan kesabaran, iman dan taqwa. Saya pergi merantau ke Jakarta berbekal lulusan SMP, dengan mengawali sebagai tukang sapu jalanan dan tukang kebon di yayasan gembala baik Jatinegara Jakarta timur. Di sela-sela bekerja, saya melanjutkan sekolah menengah atas di STM Budhaya Matraman. Setelah lulus STM saya diangkat sebagai satpam di yayasan gembala baik.

“Kemudian saya melanjutkan kuliah di Moestopo sambil jualan batik hasil produksi keluarga dan mengambil pelatihan-pelatihan keterampilan seperti ternak unggas, budidaya lele, budidaya jamur, budidaya lidah buaya, sablon, dan tata boga. Setelah lulus strata satu (S1) saya membuka usaha percetakan, pengetikan dan fotocopy bekerjasama dengan kawan, sambil melanjutkan kuliah S2,” kenangnya

Di samping usaha tersebut, saya menbeli tanah murah di wilayah bantar gebang sebagai tabungan, dan saat itu saya merintis membuka warung rokok hingga 50 gerobak di berbagai titik wilayah di Jakarta, dengan permodalan dari saya, dan saya menempatkan orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan, namun bisa dipercaya dengan bagi hasil dari keuntungan masing-masing 50%. Kemudian pada tahun 1997 saya mulai menjadi asisten dosen dan tahun 1999 diangkat sebagai dosen tetap di moestopo. Pada tahun 2003 saya mencoba bisnis jual beli rumah kecil, dengan modal menjual kios dan percetakan di wilayah matraman mulai dari harga rumah Rp 25 juta. Di tahun 2004 saya baru bisa membeli rumah untuk tempat tinggal seharga Rp 400 Juta.

“Kemudian saya terus menekuni sambilan bisnis jual beli tanah/sawah, rumah dan kos-kosan. Di sela-sela itu saya menjutkan sekolah S3 di unpad bandung, dan saya terjun dalam pengabdian sosial sebagai pengurus RW dan Ketua LMK. Saat menjadi ketua LMK, saya melatih para remaja dan ibu-ibu PKK budidaya keripik kulit pisang, sarlon (sayuran dalam pralon), dan budidaya aneka olahan lidah buaya. Di tahun 2010 membuka usaha nasi kucing, mie ayam, wedang jahe dan wedang uwuh yang dikelola oleh saudara dan tetangga kampung. Karier akademik saya mencapai puncak tertinggi menjadi Guru Besar/Profesor dan Pj. Rektor, tambahnya.

”Singkat cerita hingga kini saya fokus mengajar, dan sambilan bisnis usaha kos-kosan dan jual beli rumah maupun tanah dengan nilai permodalan puluhan milyaran rupiah. Saat ini jumlah kos-kosan sebanyak 56 pintu/kamar, dan beberapa apartemen,” ujarnya.

Menutup wawancaranya, Paiman menambahkan bahwa orang miskin bisa sukses karena dilandasi dengan rasa bersyukur, jujur, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, bercucuran keringat hingga berdarah-darah, ketabahan, kesabaran, pantang menyerah, berdoa dan gemar bersedekah.

“Jika kita mampu menjalani kiat tersebut dan mampu melewati tantangan yang kita hadapi, maka keberkahan akan hadir dalam kehidupan kita, Oleh karena itu saya berpesan kepada seluruh masyarakat yang belum beruntung hidupnya, jangan putus asa, terus berjuang, berusaha, kerja keras disertai doa dan beramal sedekah, Insya Allah kesuksesan akan hadir,” tegas Paiman di Jakarta, minggu,12 juli 2020. (Dody CN)

Punya Elektabilitas Tinggi, Golkar Usung Usman-Bassam

JAKARTA, CN – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi mengusung Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil upati dalam Pilkada Halmahera Selatan 2020.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyerahkan langsung rekomendasi atau Surat Keputusan (SK) kepada Usman di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (12/6/2020).

Penyerahan rekomendasi pencalonan Usman-Bassam disaksikan oleh Sekjan Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, Waketum/Korbid Pemenangan Pemilu Ahmad Doli Kurnia, dan Ketua DPD Golkar Maluku Utara Alien Mus.

SK Partai Golkar sebagaimana terlampir dalam SKEP nomor: 184/DPP Golkar/VII/2020, tanggal 12 Juli 2020. SK tersebut ditandatangani Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk Freidrich Paulus.

Airlangga dalam pidatonya mengatakan bahwa DPP Golkar sudah mempertimbangkan secara matang dan menyerap aspirasi warga Halmahera Selatan. Hasilnya, Golkar menyimpulkan bahwa pasangan Usman-Bassam untuk membawa perubahan besar di Halmahera Selatan.

Airlangga mennyatakan pihaknya mempertimbangkan hasil survei yang menyatakan popularitas dan elektabilitas Usman-Bassam sangat tinggi dan tertinggi di Pilkada Kabupaten Halmahera Selatan.

“Dukungan ini tidak main-main, kami serius mengusung dan akan memenangkan di Pilkada Halmahera Selatan,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan, seluruh fungsionaris dan kader Partai Golkar untuk mensosialisasi dan memenangkan Usman-Bassam di Pilkada Kabupaten Halmahera Selatan.

“Saya ingatkan kepada semua unsur Partai Golkar, untuk berjuang. Harus bergerak mulai sekarang, melakukan proses pemenangan sampai proses pencoblosan,” ujarnya.

Sementara itu, Usman menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Partai Golkar.

“Alhamdulillah bertambah partai, yakni Golkar. Ini amanat yang luar biasa,” ujar Usman.

Setelah resmi mendapat rekomendasi Golkar, Usman pun semakin bersemangat dan menyampaikan pesan pilkada penuh bahagia.

“Semua partai politik dan semua kandidat harus memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Pesta demokrasi ini harus dibuat bahagia, meriah, dan dibuat senyum ,” imbuh Usman.

Sebelumnya, Usman-Bassam juga sudah mengantongi rekomendasi dari PKB, PKS, PSI, Demokrat, dan PAN. Selanjutnya Usman memastikan akan menyusul PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.

“Dengan semua yang belum memutuskan, saya membuka ruang komunikasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Usman berpesan agar pilkada Halmahera Selatan jangan sampai memecah belah masyarakat dan tidak boleh saling melempar fitnah.

“Itu harus dijauhkan. Kalau ini dilakukan, berarti kita tidak mendidik masyarakat untuk berdemokrasi secara baik,” jelasnya.

Meski sudah diusung enam Parpol Besar yang memiliki 16 kursi di DPRD setempat, Usman tidak menganggap lawan politiknya lemah. Dirinya menilai bagaimana pun perjuangan tidak boleh menganggap remeh orang lain. Sehingga tetap harus bekerja keras.

“Upaya maksimal, ikhtiar maksimal. Semua sudah tercatat, dan sang pemilik kekuasaan adalah Allah SWT,” pungkasnya. (Red/CN)

500 Ballpres Ilegal Diamankan Ditpolairud Polda Sumut dan Ditjen Bea Cukai Dari KM. Doa Ibu

BELAWAN, CN – Petugas Gabungan Ditpolairud Polda Sumut dan Ditjen Bea Cukai mengamankan satu unit Kapal Motor (KM) Doa Ibu yang bermuatan 500 Ballpres, Sabtu (11/7/2020) sekira pukul 04.00 WIB. Di Perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

Berdasarkan informasi, sebelumnya Kapal Patroli Ditpolairud Polda Sumut yakni KP II- 2022 Bripka Rudy Wae dan Kapten KP II – 2004 Bripka Ngatno, bersama BC 1508 Tanjung Balai dan Raider BC Tanjungbalai Karimun, pada Sabtu 11 Juli 2020 sekira pukul 01.00 wib melakukan Patroli bersama di seputaran perairan Tanjung Balai Asahan.

Menurut Dir Polairud Polda Sumut AKBP Roy HM Sihombing melalui Kasubdit Gakkum Kompol  PG. Silaban menjelaskan kepada awak media, sekira pukul 04.00 wib Patroli Gabungan  mengamankan KM. Doa Ibu, yang bermuatan kurang lebih 500 Ballpres.

“Muatannya kurang lebih 500 Ballpres. Pada saat kita amankan, KM. Doa Ibu dalam kondisi kandas akibat air laut sedang surut. Sedangkan, Nakhoda dan ABK berhasil melarikan diri ke hutan bakau,” jelas AKBP Roy HM Sihombing melalui Kompol PG. Silaban.

Pihaknya juga mengatakan, diduga barang tersebut diselundupkan dari Malaysia. Saat di amankan, KM. Doa Ibu berada pada posisi koordinat N.3 derajat 5 menit 28.00 detik, E. 99 derajat 47 menit.15. 288 detik di Wilayah Perairan Sei Baru Kabupaten Asahan.

“Untuk selanjutnya, KM  Doa Ibu akan di adhock ke kantor Bea dan Cukai Belawan, dan perkara ini akan ditangani oleh pihak Bea dan Cukai,” pungkasnya. (Hendra CN)

Penemuan Obat Covid-19, “Lymfosit T Nano Isa Robotik” Diperkenalkan di Acara Rakornas BNPB-MUI Pusat

Jakarta, CN – Majelis Ulama Indonesia Pusat menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana bekerjasama dengan Badan Nasional Peanggulangan Bencana (BNPB) yang diselenggarakan di Hotel Novotel cikini jakarta Tanggal 10-12 Juli 2020.

Acara di buka oleh Wakil Ketua Umum DP MUI KH. Muhyidin Junaidi,MA dan dihadiri oleh Ketua BNPB Letjen TNI Doni Monardo dan para Ulama MUI pusat dan disiarkan lewat Zoom meeting Ke MUI seluruh Indonesia.

Setelah acara dibuka dilanjutkan paparan dari nara sumber wakil dari BNPB, selanjutnya paparan oleh ‘Yayasan Biotech Methodologi Tubuh’ yang menemukan obat untuk membunuh virus corona yaitu obat mutakhir Lymfosit T Nano Isa Robotik.

Yayasan BMT menyampaikan paparannya yang di wakili oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Wibisono dan Praktisi Kesehatan Muhammad Isa (Isa Robotik), dalam paparanya Virus corona telah masuki fase gelombang kedua di indonesia dengan nama virus Sars covid-2 dan akan menjadi virus Sars Covid-3, virus ini telah bermutasi gen 10 kali lipat dari virus Covid-19, yang bisa melayang di udara selama 4 jam.

Menurut Ketua Yayasan BMT Wibisono, saat ini perkembangan riset vaksin atau obat di seluruh dunia masih berkutat di Laboratorium (LAB) dan sudah memasuki fase ke 5 yaitu tahap uji klinis yang diuji cobakan ke hewan dan dilanjutkan ke manusia.

“Saya melihat kondisi saat ini sangat mencemaskan, apalagi tingkat penambahan jumlah pasien meningkat begitu tajam, terakhir penambahan pasien positive dalam satu hari kemarin berjumlah 2.600 orang, ini sangat memprihatinkan, belum lagi tersiar kabar ada 1.600 pasis Secapa AD telah terpapar,” ujar Wibisono.

Sementara itu menurut Isa Robotik dalam memaparkan hasil temuannya di hadapan para ulama mengungkapkan bahwa kedepan virus ini bisa menjadi virus Sars covid-10, yang bisa melayang diudara selama 12 jam, maka dari itu penanganannya harus Extra ordinary, dan virus ini berkembang dengan cepat seperti kecepatan cahaya.

Sedangkan saat ini virus sars covid-2 sudah bermutasi gen menjadi virus sars covid-3 dengan jarak penularan 3 meter, kabar terbaru di Amerika (AS) dan Inggris sudah 3 jam diudara serta mempunyai kemampuan 10 kali lipat dari virus sars covid- 2 , saking halus, lembut dan kuatnya virus sars covid 3, sehingga orang orang sehat akan menjadi Carrier sebagai pembawa virus sars covid -3 dan mempunyai kemampuan 10 kali lipat dalam merusak dan mematikan sel tubuh manusia terutama yang punya riwayat complikasi penyakit.

“Vaksin atau obat standart tidak akan bisa melumpuhkan atau membunuh virus sars Covid-3 yang akan mulai bermutasi dua bulan kedepan menjadi virus sars Covid- 4, dengan obat mutakhir Lymfosit T Nano Isa robotik, virus yang ganas bisa dibunuh, cara kerja lymfosit mempunyai methodologi tubuh tersendiri dalam mengebalkan dan meningkatkan daya tahan tubuh serta memburu dan membunuh virus sars covid-3 dan cluster baru secara agresor, yang akan merusak tubuh manusia,” pungkas Isa. (Dody CN)

Sepucuk Harapan Menuju Konfercab NU Tikep

Oleh: Murad Polisiri
Ketua DPC PKB Kota Tidore Kepulauan

Fenomena “gaduhnya” social-religius ditengah kehidupan masyarakat akhir-akhir ini dijagat maya, nampaknya tak luput dari menguritanya arus globalisasi ideology impor, fakta keberadaan globalisasi yang kian memanas. Indonesia menjadi lahan empuk banyaknya ideology, bermunculan hingga mengeser indentitas kebangsaan kita tak terkecuali identitas keagamaan [islam].

Dalam identitas keagamaan, kehadiran Islam Arab berwajah fundamentalis menyebabkan umat sulit membedakan antar budaya dan agama. Gerakan dakwah Islam yang bersifat masif dan tersistematif berwajah kebudayaan menjadi acuan bagi berkembang tidaknya NU di Maluku Utara terkhususnya Kota Tidore Kepulauan. Pada titik inilah, gagasan ke-Islam-an berbasis identitas local menjadi primadona tersendiri untuk membendung Islam Arab berwajah fundamentalis.

Dalam kehidupan sehari-hari misalnya, sebagian besar masyarakat Kota Tidore Kepulauan terutama warga Nahdliyyin atau Ahlulsunna Wal-jama’ah an-Nahdliyyin tanpa disadari telah mengilhami ajaran Islam hasil asimilasi antara Islam Universal dan anasir-anasir local melalui ijthima dan qiyas yang dilakukan oleh kalangan sufi dan ulama. Namun disisi lain; “Mitos mayoritas” masih saja menjadi faktor dominan dalam hal kenyamanan bermasyarakat. Ajaran Ahlulsunna Wal-jama’ah an-Nahdliyyin masih dipandang sebagai identitas ‘ubudiyyah bagi sebagian masyarakat kita hari ini maka tak heran jika, ritual keagamaannya sangat syarat akan amalia NU namun pengakuan atas dirinya bagian dari NU sangatlah jauh dari apa yang kita indahkan.

Asimilasi ke-agama-an yang belum diindahkan ini adalah kritikan bagi kita warga NU bahwa kita perlu turun mengambil bagian menjelaskan kepada Masyarakat melalui pola pemerdayaan sebab menurut hemat saya paparan gejala intoleransi yang terjadi mulai menyebar hingga kepelosok desa di Maluku Utara termasuk Kota Tidore Kepulauan, mulai dari menyebar informasi palsu dan fitnah berbasis agama keyakinan, penolakan rumah ibadah dan simbol-simbol agama, termasuk kasus-kasus radikalisme dengan kekerasan. Meningkatnya intensitas intoleransi ditegah melajunya era modern ini agaknya masyarakat kita makin alergi dengan perbedaan agama dan keyakinan dan sejauh ini kita bisa merasakan bahkan mendengar dan melihat secara langsung baik direalitas kehidupan social masyarakatnya atau media social sumber penyebabnya utamanya adalah Ekonomi.

Lewat momentum Konferensi Cabang yang pertama ini kita jadikan momentum untuk membenah sekaligus menyusun serta merencanakan program yang tidak hanya di peruntukan untuk gagasan social-religius saja namun juga memikirkan mayoritas warga NU didesa-desa dapat terperdaya lewat program petunjuk yang kita buat, di lain pihak, desa sampai saat ini lekat dengan kenyataan tingkat angka kemiskinan semakin meningkat, dari system ritual keagamaan desa tidak bisah sepenuhnya di pisahkan dari mayoritas warga NU. Agen-agen pengerak kaum muda NU, khususnya di desa-desa perlu dilibatkan serta didorong ikut berpartisipasi menyusun program pemerdayaan desa. Warga NU terkhusus Anak Muda NU tidak bisa di andang sebelah mata dalam konteks penguatan kemandirian desa, suda saatnya Warga NU didorong untuk bertani secara alami dengan bekal ritual-ritual keagamaan keercayaan yang mereka yakini itulah poin penting yang harus kita pikirkan bahwa kemandirian desa adalah kekuatan menopang laju perkembangan Negara.
Juri Lina, seorang penulis asal Swedia, dalam bukunya yang berjudul “Architec of deception-the Concealed Histori Of Fremasonry” berpendapat bahwa ada tiga cara melemahkan menjajah suatu negeri; pertama: kaburkan sejarahnya, Kedua; hancurkan bukti-bukti sejarahnya agar tak bisa dibuktikan kebenaranya, dan yang ketiga: putuskan hubungan mereka dengan leluhurnya, katakan bahwa leluhurnya itu bodoh dan primitive.
Untuk mengatasi hal diatas dibutuhkan peran serta strategi yang bukan saja kreatif dan inovatif berbasis digital tetapi juga kolaboatif dengan semua elemen pada setiap lembaga dan banon-banonnya di bawah naugan NU selain itu program kolaboratif antara masyarakat sipil khususnya pemerintah, kelompok perempuan, dan sector swasta melalui program ekonomi dan kewirausahaan di tingkat desa atau kelurahan sekaligus mendapat pelatihan dan penguatan nilai-nilai Islam, toleransi dan perdamaian dimasyarakat.

Kita perlu mengambil spirit histografi Sunan Ampel dan Raja Pandhita yang menyebarkan dakwah di Surabaya dan Gresik melalui jaringan kekuatan gerakan politik kekuasaan dalam bentuk kerajaan demak, atau membangun teologi Islam secara bijak yang sejak dulu dicontohkan oleh Walisongo dengan mengkonstruksi kisah-kisah asli Mahabrata dan Ramayana dalam kesenian rakyat hindu-budha sebagai sarana mengenalkan ajaran islam dan visi social kemasyarakat islam, baik dari system pemerintahan, hubungan bertetangga, hingga ola kehidupan keluarga dan kehidupan pribadi tanpa menyinggung masyarakat pribumi.
Cara berislam ala NU melainkan wujud dari memertahankan tradisi local masyarakatnya harus di topang oleh kualitas sumber daya manusia [SDM] dan teknologi berbasis data yang mempuni. Dalam penguatan kohesi sosial penguatan nilai-nilai perdamaian, kesetaraan gender, persaudaraan, toleransi serta penguatan nilai serta norma  kearifan local berbasis modern harus melibatkan anak-anak muda NU yang dianggap produktif, inovatif dibidangnya masing-masing. Suda saatnya generasi muda NU diberika kesempatan untuk terlibat mengurusi Lembaga-lembaga NU sebagai wujud pengabdiaannya atau membiarkan era globalisasi menjadi momok terhadap identitas bangsa yang berpotensi membentuk masyarakat menjadi lupa atas kediriannya sebagai manusia nusantara [berbudaya].