Bupati Kepsul Diduga Terlibat, Mabes Polri dan KPK Didesak Usut Kasus Korupsi Proyek Jembatan

JAKARTA, CN – Komite Mahasiswa dan Pemuda Maluku Utara (Kompas) di Jakarta menggelar aksi demonstrasi mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk mengusut dugaan kasus korupsi yang melibatkan Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes.

Berkaitan dengan dugaan kasus monopoli proyek oleh keluarga Bupati (Hendrata Thes) di Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara, terkait dugaan korupsi pada pekerjaan proyek di Tahun 2019 diantaranya, di CV. Permata Hijau, CV. Permata Membangun, CV. Permata Bersama, CV. Permata Jaya, CV. Bumi Jaya, CV. Jaya Lestari, CV. Alam Sutra dan CV. Bumi Karya serta kasus dugaan korupsi proyek jembatan air bugis Desa Auponhia Kecamatan Mangoli Selatan Kabupaten Kepulauan Sula Tahun 2017 senilai Rp 4,2 miliar yang dianggarkan melalui APBD 2017 di Desa Auponhia itu dikerjakan oleh perusahan PT. Kristi Jaya Abadi yang tidak lain milik ipar dari Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes.

Pekerjaan jembatan tersebut tidak dapat digunakan lantaran kondisinya nyaris ambruk yang milik ipar dari Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes. Setelah dikerjakan jembatan tersebut tidak dapat digunakan lantaran kondisinya nyaris ambruk. Dari berbagai kasus dugaan korupsi yang dilakukan orang nomor satu Kepulauan Sula yakni Hendrata Thes.

“Kami telah laporkan kasus dugaan korupsi tersebut itu sudah dilaporkan oleh masyarakat dan beberapa organisasi mahasiswa di Polres Kepulauan Sula maupun Polda Maluku Utara,” jelas Risman.

Hal ini menjadi sikap Kompas bersikap keras dalam gerakan demonstrasi yang dilakukan untuk dapat diusut oleh Polda Maluku Utara melalui Mabes Polri.

Koordinator Aksi Risman, dalam rilisnya lewat pesan vhia Watshapp, Senin (13/7/20) kepada media ini juga menegaskan bahwa Korupsi merupakan kejahatan kemanusiaan dan perilaku korupsi merupakan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai moralitas kehidupan atau mengurangi sesuatu yang menjadi hak orang lain. Korupsi telah merusak tatanan nilai bangsa. Korupsi tidak hanya mengambil uang negara tetapi juga merombak sendi-sendi kehidupan berbangsa bernegara sangat merugikan. Korupsi adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

“Maka pandangan kami dengan pandangan hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar memenuhi unsur-unsur sebagai berikut, Perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana, memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Sebagai mahasiswa dan pemuda kami punya tanggung jawab besar untuk mengawal, mengingatkan dan mendukung lembaga penegak hukum untuk memberantas kejahatan korupsi. Kami atas nama Komite Pemuda Dan Mahasiswa Maluku Utara (KOMPAS) di Jakarta dengan ini, menyatakan sikap, Mendesak Kepada MABES POLRI untuk memerintah Kapolda Maluku Utara agar segera mengusut dugaan Korupsi Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes, Tuntaskan monopoli proyek keluarga Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes, Meminta Kapolda Maluku Utara agar tidak main mata dengan Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes, Partai Politik Stop Berikan Rekomendasi Kepada Calon Bupati Kepulauan Sula, Bapak Hendrata Thes, KPK secepatnya ambil alih dugaan monopoli dan Korupsi di Kepulauan Sula yang ditangani Polda Maluku Utara,” tegas Koordinator Aksi, Risman mewakili Kompas. (Red/CN)

3 Orang Spesialis Pencurian Elektronik Handphone dan TV Diringkus Polsek Ternate Utara

TERNATE, CN – Sebanyak tiga orang tersangka spesialis pencuri elektornik di rumah warga maupun bagasi motor akhirnya diringkus tim buru sergab (Buser) Kepolisian Sektor (Polsek) Ternate Utara.

Tiga terduga tersangka itu masing-masing berinisial ST alias Wardi, AB alias Armin serta Midu yang diringkus pada lokasi dan waktu yang berbeda.

Kapolres Ternate, AKBP Aditya Laksimada didampingi Kapolsek Ternate Utara, Iptu Joni Aryanto dan Kasubag Humas Polres di Mapolsek Ternate Utara, Senin (13/7/2020) menyebutkan, tiga terduga tersangka yang diamankan ini merupakan pelaku yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kota Ternate Tengah.

“Saat beroperasi, para terduga tersangka terlebih dulu melakukan pemantauan pemilik barang terutama kendaraan bermotor dan langsung bergerak ketika pemilik lengah,” jelas Kapolres.

Kapolres menambahkan, dalam menjalankan aksinya pelaku memantau pengedara motor yang parkir terutama yang meletakan hanphone di saku depan motor, ketika lengah pelaku langsung beraksi.

Dari tiga terduga tersangka yang diamankan tersebut, kata Kapolres, anggota berhasil mengamankan barang bukti 9 unit hanphone dan 2 unit TV merek Samsung dan LG.

“Selama melakukan aksi, dari laporan polisi (LP) yang diterima mereka sudah beraksi di 3 TKP yang ada di Ternate tengah,” katanya.

Kapolres menyatakan, sesuai dengan hasil pemeriksaan sementra, barang bukti baik HP maupun TV belum ada yng sempat dijual para pelaku.

“Belum ada yang mereka jual, tapi kita masih dalami terus,” katanya.

“Hingga saat ini para tersangka masih diamankan di sel Mapolsek Ternate Utara untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut,” kata Kapolres lagi.

Atas perbuatan itu, ketiga pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke-3, ke-4 dan ke-5 subsider pasal 362 KUHP  dengan ancaman hukuman 7 Tahun penjara. (Ridal CN)

Ketua DPC MPSU Kota Medan Kunjungi Kediaman Mulya Koto

MEDAN, CN – Terkait Meninggalnya putri dari Ketua Umum DPP MPSU Almarhumah Shilfia Beby Shagita, kediaman Ketua Umum MPSU Mulya Koto terus berdatangan tamu dari berbagai kalangan.

Kali ini, Mulya Koto menerima kunjungan dari organisasi internal, yakni Ketua DPC MPSU Kota Medan Arman Sinaga, S.E., Sekretaris DPC MPSU Kota Medan Alpianda Bangun, serta para pengurus DPC Kota Medan. Pada hari Minggu (12/07/2020) sore.

Adapun kedatangan Arman Sinaga, S.E., selaku Ketua DPC MPSU Kota Medan dan Alpianda Bangun selaku Sekretaris DPC MPSU Kota Medan serta pengurus PAC MPSU Medan Labuhan Darma Yani, guna memberikan support dan dukungan kepada Ketua Umum MPSU Mulya Koto, pasca meninggalnya Shilfia Beby Shagita beberapa hari yang lalu.

“Kedatangan kami kemari untuk memberikan semangat kepada Ketua Umum MPSU Mulya Koto, agar tidak terlalu sedih dan berlarut dalam sebuah kenyataan yang sulit di lupakan. Apalagi, sosok Almarhumah Shilfia Beby Shagita adalah anak kesayangan beliau,” jelas Arman Sinaga.

Sementara itu, Sekretaris DPC MPSU Kota Medan Alpianda Bangun berharap kepada Ketua Umum MPSU Mulya Koto, untuk tetap semangat. Mengingat, masih ada anak yang masih perlu di rawat dan dijaga yaitu Nadya Puspita Sari.

“Kita semuanya akan di panggil sang pencipta. Jadi, Tuhan sudah mempunyai jalan yang terbaik buat Almarhumah Shilfia Beby Shagita. Tuhan sayang dia, makanya Tuhan ambil kembali ananda Almarhumah Shilfia Beby Shagita,” ungkap Alpianda Bangun.

Terlihat wajah gembira dari Ketua Umum MPSU Mulya Koto atas kedatangan dari pengurus organisasi di bawah strukturalnya, yang bertujuan untuk bersilaturahmi dan sekaligus memberikan support bagi diri dan keluarga. (Hendra CN)

Jambret Sadis Tewas Ditangan Petugas Sat Reskrim Polrestabes Medan

MEDAN, CN – Seorang pelaku jambret di Medan tewas ditembak polisi. Pelaku Ananda Yudistira (22) warga Jalan Ngalengko Medan, ditembak karena menyerang dan melukai polisi saat ditangkap.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi PS Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah H Tobing saat Press Realise mengatakan, bahwa pelaku menjambret korban Darmaida Sidabutar (49) di Jalan Sutrisno, Minggu 7 Juni 2020.

Akibat kejadian tersebut, korban terjatuh dari becak motor yang ditumpanginya hingga tak sadarkan diri. Selanjutnya, lalu pengemudi betor membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Sementara itu, di lokasi kejadian, pelaku langsung membawa kabur tas berisi uang Rp 1 juta, 2 unit HP dan surat-surat penting lainnya.

“Petugas Satreskrim Polrestabes Medan yang melakukan penyelidikan menangkap pelaku Dewan Ramadhan pada 8 Juni 2020 dan sudah dilakukan penahanan,” katanya saat pemaparan di RS Bhayangkara, Medan, Minggu (12/07/2020).

Selanjutnya petugas melakukan pengembangan, untuk menangkap pelaku lainnya yang diketahui bernama Ananda. Pada Minggu 12 Juli 2020 sekitar pukul 03.00 wib, petugas yang mengetahui pelaku Ananda berada di Jalan Setia Budi Medan bergerak melakukan penangkapan.

“Saat dilakukan penangkapan, pelaku ternyata mempunyai pisau yang disimpan di saku. Ia berusaha melawan petugas menggunakan pisau dan melukai tangan kiri petugas,” ujarnya.

Pada saat penangkapan, petugas sempat memberikan tembakan peringatan untuk menghentikan pelaku, namun pelaku terus menyerang petugas. Karena membahayakan, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur.

“Pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Medan, namun nyawa pelaku tidak tertolong,” papar Kapolrestabes Medan.

Kombes Pol. Riko Sunarko mengatakan, selain pelaku penjambretan, Ananda juga merupakan residivis dalam kasus bongkar rumah pada tahun 2018 silam.

“Dalam aksinya pelaku berperan menarik tas, yang membuat korban terjatuh dan terluka,” ungkapnya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti 1 buah pisau dan 1 unit HP. Selain itu, petugas juga masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya.

Menurut Kapolrestabes Medan, selain di Jalan Sutrisno, kawanan jambret ini juga beraksi di Jalan Sumatera (jambret HP), Jalan Pasar XI Tembung (curi kaca spion), Jalan Puskesmas (curi kaca spion), Jalan Pasar XII Kampung Kolam (curi spion), dan Jalan Pasar VII Tembung (curi spion). (Hendra CN)

Polisi Didesak Usut Dugaan Pengeroyokan Salah Seorang Warga Obi Cap Hingga Tewas

HALSEL, CN – Terkait pengeroyokan tragis yang menghilangkan nyawa Alm. Sardin Kalam (30) warga Obi Cap Kecamatan Obi Utara Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) diduga dikeroyok disaat dirinya lagi tidur di Mes atau Barak Penambang hingga dirinya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit (RS) Desa Laiwui Kecamatan Obi sekitar Pukul 14,00 WIT.

Melalui rilis yang diterima Wartawan cerminnusantara.co.id, kejadian Pengeroyokan tersebut. Disaksikan langsung oleh istrinya berinisial N (30). Menurutnya, Korban dikeroyok oleh sejumlah orang di Mes Tambang disaat dirinya lagi tidur dianiaya menggunakan kayu dan berbagai pukulan ke wajahnya hingga mengeluarkan darah dari Hidung dan mulutnya.

Kejadian terjadi di lokasi Tambang Rakyat Desa Anggai Kecamatan Obi. Sekitar Pukul 24.00 WIT. Sabtu, (11/07/ 2020). Korban tersebut adalah Warga Obi Cap yang juga salah satu pekerja di tempat Tambang Rakyat di Desa Anggai Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan.

Dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah orang menyebabkan Sardin Kalam hingga meninggal tersebut, mendapatkan kecaman dari berbagai keluarga hingga DPD LSM LIRA Kabupaten Halmahera Selatan.

Samsudin Kalam selaku Bupati DPD LSM Lumbung informasi Rakyat (LIRA) Halsel, mengutuk keras tindakan tersebut.

Bupati LSM LIRA Halsel, Samsudin Kalam

“Sungguh itu perbuatan yang sangat kejam dimana, atas Nama Pribadi dan Lembaga LIRA benar-benar mengecam keras para oknum yang telah dengan sengaja melakukan pengeroyokan terhadap Sardin Kalam hingga meninggal, saya minta kepada Bapak Kapolres agar kasus ini benar benar di usut sampai tuntas dan memberikan sanksi Hukum dengan selayaknya yang berlaku,” harapnya.

Lanjut Sam, ia mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua kalangan khususnya masyarakat yang berada di Anggai Kecamatan Obi yang telah membantu atas penanganan dan juga pemulangan jenazah korban dan mengurus semua perihal yang terkait atas korban pengeroyokan.

“Kita mendoakan bersama sama kepada Almarhum semoga khusnus khatimah dan kejadian ini juga menjadi pelajaran dan pengajaran kepada kita semua semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT,” tutup Sam yang juga keluarga korban itu.

Terpisah, Kasat Reskrim polres Halsel Iptu Dwi Gastimur Wanto di Konfirmasi media ini, Minggu (12/7/2020) melalui Via WhatsApp mengatakan bahwa . “Masih tahap penyidikan dan pengembangannya,” singkatnya. (Red/CN)

Muhdi-Gazali Optimis Lolos Verifikasi dan Menangkan Pilkada Kota Ternate

TERNATE, CN – Bakal Calon Independen (Perseorangan) Walikota dan Wakil Walikota Ternate Periode 2020-2025, Muhdi-Gazali masih menunggu hasil Tahap II Verifikasi Aktual di lapangan.

“Tahapan ini setelah verifikasi dan pleno, dan beberapa pembuktian itu antara lain dukungan yang ada ditempat, kemudian TMS (tidak memenuhi syarat),” ucap Muhdi B. Hi Ibrahim, sebagai Bakal Calon (Balon) Walikota Ternate Periode 2020-2025, saat di temui Wartawan di kediamannya, minggu (12/7/2020).

“Cuman terkadang masyarakat belum memahami terkait dengan pertanyaan-pertanyaan KPU dalam pembuktian, apalagi ini menyangkut dengan identitas diri,” ungkapnya.

Muhdi menyatakan, terkadang masyarakat ragu menjawab pertanyaan dari KPU, artinya soal ketegangan masyarakat dalam menanggapi pertanyaannya.

“Biasanya masyarakat agak ragu-ragu dalam menjawab, menyangkut dengan pembuktian itu, padahal ini kan hanya menyangkut persyaratan,” ujarnya.

Ia menyebut, aturan yang diterapkan KPU memang sudah sesuai dengan prosedur dan tahapan pertamanya sudah memenuhi syarat, sekarang tahapan keduanya tinggal pembuktian aktual di lapangan.

“Saya optimis dalam tahapan kedua ini, bahwa saya pasti lolos, dan tim saya memang sangat solid karena semuanya sudah di antisipasi dengan baik,” tandasnya.

Muhdi pun berharap agar lolos dalam tahapan verifikasi tahap II agar dirinya tetap bertarung dalam dinamika politik calon Walikota Periode 2020-20205.

“Saya berharap untuk tetap lolos verifikasi dan maju ke depan di Walikota Ternate, insya Allah,” harapnya. (Ridal CN)