Tidak Lama Lagi, 17 Kelurahan di Kecamatan Ternate Selatan Terima DK Tahap II

TERNATE, CN – Dana Kelurahan (DK) Tahap II untuk 17 kelurahan pada wilayah Kecamatan Kota Ternate Selatan akan disalurkan dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Camat Ternate Selatan, Mochtar Hasim, saat dikonfirmasi Wartawan diruang kerjanya, Kamis (17/9/2020).

“Dihimbau kepada para lurah agar segera memasukkan segala bentuk administrasi yang diminta, agar pencairan DK tahap II segera dicairkan,” Ucapnya.

Ia menyebut, untuk DK tahap satu yang sudah disalurkan semua kegiatannya sudah selesai.

“Kegiatan seperti pembagian sembako kewarga, pembangunan jalan lingkungan, perbaikan selokan, perbaikan pagar lahan kuburan, serta kegiatan pemberdayaan lainya sudah selesai semua,” Terang Camat.

“Tinggal menunggu syarat administrasi untuk pencairan DK tahap II (dua),” imbuhnya.

Ia berharap, semoga pencairan DK tahap II di 17 Kelurahan berjalan lancar dan bisa bermanfaat untuk masyarakat yang ada di Kelurahan Ternate Selatan.

“Mudah-mudahan semua proses pencairan DK di 17 Kelurahan berjalan lancar, biar apa yang menjadi harapan masyarakat bisa segera dilaksanakan,” demikian harapan Camat. (Ridal CN)

Sejumlah Siswa Benarkan Usman Sidik Alumni SMA Muhammadiyah Ternate

TERNATE, CN – Sejumlah siswa SMA Muhammadiyah angkatan 1991-1992 akhirnya angkat bicara terkait dengan polemic status calon Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik sebagai pelajar di Sekolah tersebut.

Nur Hi Banda, misalnya ketika dihubungi, Kamis (17/9/2020) membenarkan kalau Usman Sidik merupakan siswa seangkatannya di SMA Muhammadiyah Kota Ternate dan bersama-sama mengikuti Ujian Nasional Tahun ajaran 1991-1992.

Selain itu, Nur menceritakan pengalamannya sewaktu di SMA Muhammadiyah, kalau Usman Sidik itu sosok yang sangat dekat dengannya.

Akan tetapi, kata Nur dengan menggunakan bahasa Makian, kalau Usman yang juga Wakil Bendahara Umum DPP PKB itu, ketika di SMA Muhammadiyah penampilannya tidak terlalu ganteng, selain hitam juga sangat kurus.

“Saya sangat kenal Usman saat di SMA Muhammadiyah Ternate kala itu, selain hitam, kurus tetapi selalu percaya diri sangat tinggi dan selalu memakai pomade merk tanco,” kenang wanita asal Desa Moloku, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan itu.

Bahkan, Nur Hi Banda mengakui kalau Usman Sidik kala di SMA Muhammadiyah, pernah mengejarnya, meskipun begitu, Usman merupakan teman sangat dekat.

Usman Sidik sendiri bersama rekan-rekan seangkatan sebagian besar berasal dari Pulau Makian, sehingga ada rasa ikatan emosional cukup tinggi dan sesuai Ujian selalu bercengkrama.

Olehnya itu, Nur sendiri mengaku heran kalau ada pihak-pihak tertentu yang mencoba mempolitisir status Usman Sidik bukan siswa SMA Muhammadiyah Kota Ternate.

“Tentunya, Usman Sidik itu merupakan siswa pindahan dari Kayoa ke SMA Muhammadiyah dan menyelesaikan ujian di sekolah itu bersama rekan-rekan lainnya,” tutup Nur Hi Banda.

Sebelumnya, alumni SMA Muhammadiyah Kota Ternate Tahun 1992, Ruslan Ade mengakui bahwa nama Usman Sidik benar-benar siswa SMA Muhammadiyah Kota Ternate.

“Kalau ada orang lain yang menyatakan Usman Sidik bukan Alumni SMA Muhammadiyah Ternate itu pernyataan yang keliru dan mengada-ngada,” kesal Ruslan Ade.

Dia menjelaskan, Usman Sidik itu ujian sama-sama dengannya di SMA Muhammadiyah tahun 1991-1992. Jadi kalau ada orang yang menyatakan Usman bukan Alumni SMA Muhammadiyah Ternate itu pernyataan sangat keliru.

Selain itu, nama Usman Sidik dulu sempat sekolah sama-sama di SMP Islam Ternate dan kami berdua duduk satu bangku, tetapi, setelah itu Usman pindah ke Kayoa sehingga berpisah. Tetapi, kembali bertemu di SMA Muhammadiyah Ternate saat ujian.

“Saya juga pernah tanya di teman-teman dan perlihatkan foto Usman Sidik setelah informasi beredar di medsos dan media masa, ternyata teman saya mengatakan bahwa Usman Sidik yang pernah ujian sama-sama di SMA Muhammadiyah dan kini beliau Cabup Halsel semoga beliau sukses dan membawa nama baik SMA Muhammadiyah Kota Ternate,” ujarnya.

Sehingga, kalau ada yang bilang Usman Sidik bukan alumni SMA Muhammadiyah Ternate itu tidak benar dan yang benar adalah Usman Sidik adalah Alumni SMA Muhammadiyah Ternate tahun 1991-1992.

Meski demikian ditanya soal, statemen Abujan Abd Latif bahwa sebagai ketua osis tahun 1992. Ade mengatakan Abujan saat itu di zaman saya namun seingat saya kalau tidak salah yang menjabat ketua OSIS saat itu Hajaudin Fabanyo.

Sementara itu, mantan Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Kota Ternate, Nursani Samaun membantah berbagai informasi yang beredar di publik bahwa ijazah milik bakal calon Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik palsu.

“Saya perlu tegaskan, ijazah yang dimiliki oleh Usman Sidik sebagai siswa SMA Muhammadiyah Kota Ternate adalah benar-benar asli, sesuai dengan dokumen yang ada. Usman Sidik terdaftar di 8355 sebagai syarat pengajuan peserta ujian, sehingga memenuhi syarat mengantongi ijazah lulusan SMA Muhammadiyah Ternate,” katanya.

Hal tersebut disampaikan Nursani, menyusul adanya isu dan polemik yang berkembang terkait dengan ijazah palsu yang dimiliki bakal calon Bupati Halsel, Usman Sidik.

Dia menjelaskan bahwa apa yang telah dilakukannya sudah benar sesuai dengan kewenangannya, yakni melegalisir ijazah atas nama Usman Sidik, membuat keterangan membenarkan bahwa Usman Sidik telah mengikuti ujian di SMA Muhammadiyah pada tahun ajaran 1991-1992.

Selain itu, kata Nursani bahwa Usman Sidik mantan koresponden RCTI saat maju dalam Pilkada Halmahera Selatan merupakan lulusan SMA Muhammadiyah Kota Ternate, sehingga ijazahnya benar-benar dikeluarkan sekolah dan sekolah siap menerima risiko apa pun kalau ke depan nanti berkonsekuensi hukum.

“Saya yang melegalisir ijazah dan surat keterangan Usman Sidik mengikuti ujian pada tahun 1991-1992 dengan nomor ijazah yang telah tertera di ijazah sesuai dengan kewenangan sebagai kepala sekolah,” kata Nursani.

Menurut dia, kewenangan Sekolah yakni melegalisir ijazah berdasarkan ijazah asli yang dimiliki Usman Sidik dan sepanjang siapa pun menunjukkan ijazah asli, maka sekolah memiliki kewenangan untuk melegalisirnya.

Karena itu, katanya lagi, Sekolah harus melegalisir ijazah dan saya harus sampaikan ke publik bahwa ijazah milik Usman Sidik asli dan silakan dibawa ke pengadilan. (Red/CN)

Kondisi Jalan Nasional Area Kota Gunungsitoli Memprihatinkan

GUNUNGSITOLI,Sumut, CN – Kondisi Jalan Nasional diarea kota Gunungsitoli diduga mengudang kecelakaan membuat masyarakat merasa resah, Kamis (17/9/2020).

Hal ini disampaikan Emanuel Harefa, salah seorang masyarakat Kota Gunungsitoli, menyatakan merasa kecewa dengan kondisi jalan Nasional di Kota Gunungsitoli.

“Saya sangat kecewa dengan kondisi jalan ini karena sudah dilumbangi tapi di tindak lanjuti mengerjakan nya, hal ini membuat saya jatuh dari sepeda motor lima hari yang lalu di jalan dipenegoro diarea kota Gunungsitoli,” ungkap Emanuel yang sering disapa Ama Ronal itu,

“Saya berharap jalan Nasional yang ada dikota Gunungsitoli dapat diperbaiki secepatnya,” tambah Ama Ronal.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak istansi terkait yang menagani jalan Nasional belum memberikan pernyataan secara resmi, namun awak Media akan berusaha konfirmasi kepada instansi yang bersangkutan. (APL CN)

DPD GMNI Sumut Nilai Pemerintah se-Kepulauan Nias Tak Becus Tangani Pandemi Covid-19

Medan,Sumut, CN – emerintah Sekepulauan Nias diduga tak becus tangani Pandemik Covid-19. Hal ini diungkapkan Ketua DPD GMNI Sumatera Utara, Kamis (17/09/2020).

Angka Positif COVID-19 di kepulauan Nias yang langsung melonjak naik dalam sebulan, dari nol menjadi 90 kasus terkonfirmasi menurut data terakhir yang juga sejalan dengan pernyataan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.

Menurut Paulus Peringatan Gulo, hal ini diduga merupakan bukti ketidak becusan Pemerintah sekepulauan Nias dalam mengatasi dan menekan angka infeksi COVID-19.

“Bagaimana mungkin belum genap sebulan dibuka, Kepulauan Nias langsung dihebohkan oleh 90 Kasus Positif tinggal tunggu saja tergenapkan 100 kasus,, !,” ungkap Paulus.

Ia menilai bahwa Masa-masa menjelang Pilkada Serentak ini juga turut mempengaruhi kinerja Pemerintah sekepulauan Nias dalam menghalau Virus Corona ini memasuki kepulauan Nias terutama Pemimpin Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias Selatan dan Nias Utara yang notabenenya mencalonkan diri kembali untuk Pilkada Serentak ini dan pasti akan membelah dua fokus mereka.

Paulus juga menyoroti kurang sigapnya Koordinator FORKODA (Forum Kepala Daerah) Se-Kepulauan Nias, M. Ingati Nazara yang juga sekaligus mengemban tugas menahkodai Kabupaten Nias Utara.

Gubernur Sumut pun memberi pernyataan bahwa beliau akan melakukan isolasi kepulauan Nias, yang mana hal ini pasti akan berdampak besar terhadap kehidupan ekonomi masyarakat disana, tambah Pria yang sering disapa Bung Paulus ini. Padahal, dalam PERGUB Sumatera Utara Nomor 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan & Pengendalian COVID-19, tidak perlu hingga dilakukan Isolasi Daerah. Yang terpenting adalah tetap menjaga keseimbangan Kehidupan Ekonomi dengan tetap memprioritaskan kesehatan masyarakat.

“Mengapa daerah lain bisa menekan angka positif COVID-19 tanpa harus diperintahkan atau diinstruksikan untuk melakukan isolasi daerah ? Pemerintah sekepulauan Nias seharusnya tegas dan disiplin dalam melaksanakan Protokol Kesehatan !,” tutup Bung Paulus. (APL CN)

841 BST Sukabumi Tahap II Dibagikan di Desa Loji

Sukabumi, CN – Bantuan Sosial Tunai (BST) Pemkab Sukabumi telah disalurkan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten sukabumi, Rabu (16/9/2020).

Kepala Desa (Kades) Loji, Papang Suherlan mengatakan bahwa Pemdes Loji bersama Dinas Sosial hari ini menyalurkan BST Kabupaten tahap 2, sebanyak 841 KPM.

“Ini penyaluran BST Kabupaten tahap ke 2,yang sumber anggaran nya dari kabupaten sukabumi,tidak ada potongan apa pun dari pemdes loji,per KPM murni mendapatkan Rp 600 ribu rupiah,” pungkasnya.

Papang pun menjelaskan bahwa acara penyaluran BST kabupaten tahap 2 diagendakan dalam 2 hari yaitu hari selasa dan hari rabu dikarenakan banyak nya penerima dan kita pun harus mengikuti anjuran pemerintah dengan mengikuti protokol kesehatan agar masyarakat tidak berkerumun dan selalu menjaga jarak dan memakai masker.

Ada pergeseran dalam penyaluran BST kabupaten sukabumi tahap 2 ini,yang tadi nya dikasih kewenangan itu kantor pos tetapi sekarang kewenangan pembagian BST kabupaten oleh dinas sosial.

Pemdes Loji berpesan kepada masyarakat Semoga bantuan ini dapat membantu dan meringankan beban kebutuhan sehari-hari. dan pemdes loji pun berharap perekonomian masyarakat loji meningkat dan masyarakat pun sejahtera.

Sementara itu, Tita fatimah warga kampung gunung buleud, RT 01 RW 12 mengucapkan Terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Daerah terutama Pemdes Loji atas BST yang telah di terima.

“Alhamdulilah saya menerima BST Kabupaten sebesar Rp 600 ribu dan tidak ada pemotongan uang apa pun dari Pemdes Loji, Terima kasih kepada pak Kades, semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan bisa meringankan kebutuhan saya,” ungkapnya.

Acara kegiatan penyaluran BST Kabupaten ini disaksikan oleh Dinas Sosial,muspika simpenan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. (Irwan CN)

Usman Sidik Diakui Sebagai Alumni SMA Muhammadiyah Ternate

TERNATE, CN – Polemik ijazah palsu Bakal Calon Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), H. Usman Sidik yang sengaja digoreng oleh oknum-oknum yang tidak puas dengan keputusan Komisi Pemelihan Umum (KPU) Halsel, dalam rapat pleno beberapa haru lalu, yang mensahkan Dokumen persaratan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Halsel, Usman Sidik – Bassam Kasuba, mendapat tanggapan dari salah satu Alumni SMA Muhammadiyah Ternate, angkatan 1992, Ruslan Ade.

Ruslan Ade saat dihubungi wartawan, Kamis (17/9/2020) mengaku, Usman Sidik benar mengikuti ujian di SMA Muhammadiyah, Ternate.

“Dia itu pindahan dari Kayoa dan mengikuti ujian di SMA Muhammadiyah,” kata Ruslan.

Dirinya juga mengatakan, Usman Sidik juga Sekolah di SMP Islam dan kemudian pindah ke Kayoa. Bahkan kata Ruslan, dirinya dan teman-teman lainnya membenarkan bahwa Usman Sidik mengikuti ujian di SMA Muhammadiyah Tahun 1992.

“Saya juga pernah tanya di teman saya dan perlihatkan foto Usman Sidik setelah informasi beredar di medsos dan media masa. Ternyata teman-teman saya mengatakan iya betul, dia yang kecil-kecil itu, torang kenal,” katanya. Seraya menambahkan, jika ada orang yang mengatakan, Usman Sidik bukan alumni SMA Muhammadiyah, itu tidak benar.

“Tong sama-sama ujian di SMA Muhammadiyah,” kata Ruslan.
Hal yang sama juga dikatakan Nur. Hi. Banda bahwa Usman Sidik merupakan alumni dan mengikuti ujian di SMA Muhammadiyah.

“Usman Sidik itu sama-sama ujian dengan saya di SMA Muhammadiyah, Ternate,” katanya yang saat ini berada di Desa Moloku, Gane Barat Utara Kabupaten Halsel.

Bahkan, kata dia, Usman merupakan teman baiknya. “Kenal dia dan teman baik saya,” katanya. Berharap, Usman – Bassam terpilih menjadi Bupati dan wakil Bupati pada Pilkada Halse, 9 Desember 2020 nanti. (Red/CN)