Proyek Fiktif di Dinas Pendidikan, Kejari Halsel Diduga ‘Masuk Angin’

HALSEL, CN – Kejaksaan Negeri Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) diduga kuat ‘masuk angin’ dalam menangani kasus dugaan permufakatan jahat terkait proyek fiktif yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Halsel.

Sehingga sampai saat ini, kasus yang menyeret nama Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kandikbud) Halsel, Nurlela Muhammad itu tidak mengalami kemajuan.

Padahal sebelumnya, Mantan Kandikbud Halsel, Nurlela Muhammad telah diperiksa Kasi Intel Kejari Halsel atas dugaan proyek fiktif pengadaan Peralatan Jaringan Kantor Dikbud yang ditender CV. IRA PRATAMA mencapai Miliaran rupiah.

Diketahui, disebutkan dalam tayang proyek Pengadaan Peralatan Jaringan Kantor Dikbud Halsel yang bersumber pada anggaran APBD Tahun 2019 itu senilai Rp 2.500.000.000. dengan pemenang tender CV IRA PRATAMA yang beralamat di Desa Mandoang Kecamatan Bacan Selatan.

Proyek Pengadaan peralatan jaringan tersebut dalam keterangan tayang ULP Halsel sudah selesai tender, namun di lapangan tidak ada progres pekerjaan apapun bahkan diduga kuat proyek fiktif. Sementara Tahun 2021, data ULP atas tayang proyek pengadaan peralatan jaringan tersebut sudah di hapus kembali oleh ULP di bagian LPSE Kabupaten Halsel.

Hingga berita ini dikorankan, wartawan cerminnusantara.co.id, belum konfirmasi Kasi Intel Kejari Halsel. (Red/CN)

Hari Ke Tiga Pencahrian, Tim Gabungan Membuat Tiga SRU Korban Belum Di Temukan

SANANA, CN – Hari Senin tanggal 31 Mei 2021 pukul 07:00 WIT. Merupakan hari ketiga pencahrian korban hilang Dedi Hidayat (43), yang diakibatkan terjadinya Laka Laut terbakarnya KM. Karya Indah di Perairan Lifmatola, Kec. Mangoli Utara Timur, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut) belum ditemukan.

Dari catatan Biodata KM. Karya Indah itu berkapasitas 1.148 ton, Berjenis cargo, dengan tolakan mesin 2×146 HP. Dengan berdaya tampung 300 orang penumpang dan Kapal tersebut dikelola oleh PT. Ajul Safikram Lines, di nakhodai oleh Kapten Mahmudin Lahudi.

Sementara itu Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate
Arfan Tabona, dalam Keterangan pers  menyebut bahwa “KM Karya Indah yang bertolak dari Pelabuhan Ahmad Yani Ternate menuju Kepulauan Sula dalam kondisi laik berlayar, berangkat sekitar pukul 16.00 WIT, Hari Jumat tanggal 28 Mei 2021, bertolak ke Kepulauan Sula dan dalam perjalanan mengalami kebakaran” kata Arfan.

Lanjut Arfan “kapal tersebut berangkat dari Ternate dengan rute Kepulauan Sula membawa 283 orang penumpang dan 14 orang Anak Buah Kapal (ABK), yang sebelumnya terdaftar dalam manifest 181 orang, dan di data ulang setelah adanya evakusi 275 orang itu sudah termaksud dengan Awak Kapal. Dari jumlah tersebut, 282 orang selamat dan satu orang dinyatakan hilang, hingga kini masi dalam proses pencahrian” Pungkas Arfan

Pencarian korban hilang ini di lakukan oleh Bakamla RI Zona Maritim Timur dengan Kapal  Negara (KN) Ular Laut 405, bersama tim gabungan yang terdiri dari, Tim Rescue Unit Siaga SAR Sanana, KRI Al-Bakora TNI AL, Tni-Polri, dan KUPP bersama warga setempat.

Di hari ketiga pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian peristiwa (LKP) dan pesisir pulau terdekat, seperti pulau Limatofa dan Pulau Waisau. Kapal KRI dan Kapal Bakamla melakukan pencarian di sekitar LKP dan Rib8 Basarnas, Speedboat Polairud, Speedboat BPBD Kepulauan Sula, Speedboat KUPP Sanana melakukan penyisiran di pesisir pulau.

Kepada media cerminnusantara.co.id Bakanla RI Zona Maritim Timur, Letkol Bakamla Umar Dani sampaikan, “Tim Gabungan Basarnas kembali melanjutkan pencarian terhadap satu korban Kapal KM. Karya Indah Pencarian dimulai pukul 07.00 WIT Tim bergerak menuju ke area pencarian yang telah ditentukan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan” Ungkap Umar

Lanjut Umar “Tim SAR gabungan dibentuk menjadi  tiga SRU, di mana sebelumnya ada lima SRU. tapi kali ini kami bentuk tiga SRU, SRU 1 RIB 01 Sanana, Speedboat Polairud, Speedboat BPBD Kabupaten Kepulauan Sula, Speedboat KUPP Sanana menyisir sepanjang pesisir utara pantai Desa Waisum dengan luas area pencarian 48,3 Nm2, sementara SRU 2 KN Ular Laut 405 BAKAMLA RI dengan area pencarian 32 NM2 dan SRU 3 KRI Albakora 867 juga dengan pencarian area 32 NM2” Pungkasnya

Sambung Umar, “kami juga sudah sampaikan  ke nelayan dan kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut agar segera melapor. Dan Kami juga berharap dengan kerja keras tim SAR, di hari ketiga ini korban bisa ditemukan” tutur Umar. (Red/CN)

PDI-Perjuangan Apresiasi Bupati Halsel Copot Kadis PMPTSP

HALSEL, CN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) turut mengapresiasi Bupati, Hi. Usman Sidik yang secara tegas mencopot Nasir Koda dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan Satu Pintu, (DPM-PTSP) dan Ishar selaku Sekretaris DPM-PTSP. Hal itu disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Halsel Bunyamin Daud.

Bunyamin mengatakan bahwa langkah tegas Bupati Halsel sudah sesuai. Sebab itu merupakan langkah positif yang diambil seorang Bupati.

“Itu langkah positif Pak Bupati Halsel Usman Sidik mencopot Kadis dan sekretaris PM-PTS,” ujar Bunyamin kepada cerminnusantara.co.id, Senin (31/5/2021).

Menurut anggota DPRD Halsel Dua periode itu, lengkah tegas Usman Sidik itu dapat membuat seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih independen bekerja, lebih profesional dalam bekerja dan lebih semangat dalam bekerja bahkan juga lebih disiplin menjalankan tugasnya sebagai ASN.

“Langkah tegas itulah membuat seorang ASN semangat, independen, profesional dan disiplin dalam menjalankan tugasnya,”jelas politisi PDI-Perjuangan itu.

Ia menegaskan secara kelembagaan, PDI-Perjuangan mendukung penuh langka tegas selanjutnya demi menata reformasi birokrasi di Bumi Saruma ini.

“Butuh kelanjutan langkah tegas Bupati dan Wakil Bupati Halsel untuk menata birokrasi yang dipimpinnya,” tandasnya.

Sekedar diketahui, Kadis dan Sekertaris DPM-PTSP dicopot lantaran diduga terlibat politik Pemilkada tahun 2020 lalu. (Red/CN)

Obi Sumbang Kasus Positif Covid-19 Terbanyak di Halsel

Halsel,CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Usman Sidik dan Wakil Bupati, Bassam Kasuba pimpin rapat Penanganan Covid-19 di ruang rapat kantor Bupati bersama Forkopimda, Senin (31/05/2021)

Rapat tersebut dihadiri Dandim 1509 Labuha, Letkol Inf. Untung Prayitno S.I.P.,M, Han, KBO Intel, Ipda Sardi Yusup S,sos, Kajari Halsel diwakili Kasi Pidum, Risky Septa Kurniadi, SH, Sekda Halsel, Helmi Surya Botutihe, Kadinkes dan Kalak BPBD Halsel, Abdul Karim Latara serta beberapa Kepala SKPD.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1509 Labuha, Letkol Inf. Untung Prayitno S.I.P.,M, Han, paparkan bahwa Pulau Obi termasuk penyumbang kasus positif Covid-19 terbanyak di Halsel.

Dijelaskan, angka positif Covid-19 di Halsel muncul dari calon pekerja PT. Harita Group yakni pekerja lokal dari luar Halsel. Itu diketahui setelah diswab, karena masuk ke Harita harus diswab dulu,” ungkap Dandim.

Dandim mengusulkan agar dilakukan pengetatan titik masuk seperti bandara dan pelabuhan, karena menurut Dandim, selama ini tidak dilakukan pemeriksaan di pintu-pintu masuk tersebut.

Sementara, Kadis kesehatan Halsel, Hj. Hasna Muhammad dan Kalak BPBD Halsel, Abukarim Latara mengusulkan kepada bupati untuk menerbitkan Surat Edaran atau intruksi bupati agar seluruh unsur terkait bersinergi dalam penanganan Covid-19 di Halsel.

“Kami butuh Surat edaran atau instruksi dari Bupati, agar kita bersinergi dalam melaksanakan penanganan Covid-19 ini. Surat Edaran atau instruksi Bupati itu juga akan dijadikan dasar untuk melaksanakan tugas di lapangan,” ujar mereka.

Baik Kepala Dinas Kesehatan maupun Kalak BPBD mengungkapkan, masih banyak pegawai maupun pimpinan instansi yang belum divaksin, sehingga butuh ketegasan bupati dalam bentuk Surat Edaran atau instruksi yang tegas.

“Di lingkup SKPD, baru 19 persen melakukan vaksin dibandingkan di TNI-Polri yang sudah 90 persen divaksin,” sebut Kadis Kesehatan yang juga dibenarkan Kalak BPBD.

Setelah mendengar laporan dan masukan dari beberapa pihak tersebut, Bupati Halsel Usman Sidik mengatakan akan mempelajari dahulu seluruh data terkait dengan penanganan covid-19, kemudian melaksanakan rapat evaluasi ulang untuk  mengambil langkah strategis dalam upaya memutuskan mata rantai Covid-19 di wilayah Halsel.

Bupati Halsel Usman Sidik, kembali menegaskan penanganan Covid-19 masuk dalam program 100 hari kerja, sehingga ia meminta Satgas Covid-19 agar lebih intens melakukan sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan

Bupati meminta seluruh instansi terkait, terutama Dinas Kesehatan melaporkan data vaksin, anggaran dan fasilitas penanganan Covid-19 lainnya, agar dapat diambil langkah-langkah penanganan Covid. ”Ini sangat penting untuk pemulihan ekonomi,” kata Bupati.

Menurut bupati, masih banyak kekurangan dalam penanganan Covid-19 oleh satgas. “Saya menemukan masih banyak kekurangan penanganan tim satgas Covid-19 di lapangan, seperti di jalan, di rumah sakit, bandara untuk pengawasan TKA, dan juga di tempat-tempat hiburan malam (Cafe). Masih banyak terlihat masyarakat  tidak patuh terhadap Protokol kesehatan,” ungkapnya.

Bapati menegaskan akan menutup tempat hiburan malam (Caffe), dan mengembalikan para wanita penghibur ke daerah asalnya, karena ditemukan salah satu wanita penghibur terpapar virus Corona pada saat sidak beberapa malam lalu di sebua Caffe.

“Ada satu orang wanita penghibur di salah satu caffe  terkonfirmasi positif setelah diswab. Makanya kami akan tutup tempat hiburan malam dan kembalikan para wanita pengibur ke daerah asalanya. Ini dilakukan dalam upaya memaksimalkan pencegahan penyebaran Covid-19,” tandasnya. (Red-01)

Gelar Aksi Demo, PMII Desak Bupati Copot Kepala Kesbangpol dan Kadis P3A Halsel

HALSEL, CN – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar aksi demo di depan Kantor Bupati Halsel, Senin (31/5/2021).

Kordinator Lapangan (Korlap), Muhlis Usman dalam orasinya menyampaikan, seiring bergantinya pemimpin, terkhususnya di Daerah Kabupaten Halsel merupakan semangat baru untuk masyarakat.

Untuk itu, PMII Halsel mendesak kepada Pemerintah Daerah (Pemda) mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di seluruh 249 Desa.

“Mendesak Pemda Halsel untuk menata pasar dengan baik,” teriak Muhlis saat menyampaikan aspirasinya.

Menurut Muhlis, jika semangat baru membawa perubahan, maka berbagai problem di jazirah Kabupaten Halsel dapat di selesaikan sesuai kewenangan institusi terkait, agar institusi tersebut menjalankan tanggungjawab sesuai yang diamankan konstitusi.

Sebab, jelas Korlap yang juga Ketua Umum PMII Halsel itu bahwa di masa Kepemimpinan Bahrian Kasuba masih banyak masalah yang terjadi.

“Maka olehnya itu, kami dari institusi besar PMII Kabupaten Halmahera Selatan melihat masalah yang terjadi di Halmahera Selatan begitu banyak, semenjak di masa kepemimpinan yang sebelumnya,” terang Muhlis.

Selain itu kata dia, PMII meminta kepada Bupati Halsel, Hi. Usman Sidik segera mencopot Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Halsel.

“Copot jabatan Kepala dan Kabid Kesbangpol karena soal Pelayanan dan ada juga OKP yang tidak ada di Halsel tapi dianggarkan dan Copot Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Halmahera Selatan lantaran pemberdayaan keperempuanan dan masalah-masalah asusila, makin bertambah,” tegasnya lagi.

Menanggapi hal itu, Bupati Hi. Usman Sidik menegaskan secepatnya bakal menindaklanjuti sesuai dengan tuntutan PMII.

“Untuk mengembangkan SDM di Halmahera Selatan akan kita kaji, sementara untuk menata pasar kita akan lakukan secepat mungkin,” aku Bupati saat Herring bersama massa aksi.

“Untuk Kesbangpol Halmahera Selatan, sudah, insya Allah,” tutup orang nomor satu di Halsel itu. (Red/CN)

Dandim 1509/Labuha Bersama Bupati Halsel dan Forkopimda Gelar Rapat Bahas Penanganan Covid-19

HALSEL, CN – Rapat Unsur Forkopimda dipimpin langsung oleh Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), H. Usman Sidik selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba di ruang Rapat Kantor Bupati lantai II Jalan Karet Putih Desa Kampung Makian Kecamatan Bacan Selatan, Senin (31/5/2021).

Rapat digelar untuk membahas Penanganan Corona virus Disease (COVID-19) di Halsel, dihadiri Dandim 1509 Labuha Letkol Inf  Untung Prayitno S.I.P.,M,Han. Mewakil Kapolres Halsel,KBO Intel Ipda Sardi Yusup S,sos, Kajari Halsel di wakili oleh Kasi Pidum Risky Septa Kurniadi SH. Sekda Halsel, Helmi Surya Botutihe SE.MM dan Kalak BPBD Halsel, Abdul karim Latara serta beberapa Kepala SKPD.

Disambutan sekaligus membuka rapat Unsur Forkopimda Halsel, Bupati H. Usman Sidik menyampaikan sesuai program 100 hari kerja, Bupati menghimbau Tim Satgas lebih intens melakukan Sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan dan meminta seluruh Dinas terkait dalam hal ini Dinkes memaparkan data Vaksin, anggaran dan Fasilitas penanganan Covid-19, untuk mengambil langkah tegas dalam penangan Covid-19 karena ini sangat penting untuk pemulihan ekonomi masyarakat Halsel

“Saya masih menemukan banyak kekurangan penanganan tim satgas Covid-19 di lapangan seperti di jalan, di rumah sakit, bandara untuk pengawasan TKA dan juga di tempat tempat hiburan malam (Cafe) masih di temukan masyarakat yang tidak patut dengan Protokol kesehatan,” ungkap Bupati Halsel.

“Kami akan menutup Tempat Hiburan Malam (Caffe) dan pastikan wanita penghibur yang Ada di tempat Hiburan malam akan di kembalikan ke tempat asalnya karena ditemukan ada satu yang positif Corona dari hasil test,” tambah Bupati Halsel H.Usman Sidik.

Sementara itu, Dandim 1509/Lbh memberikan pandangan terkait penanganan Covid-19 Halsel Khususnya Satgas Covid-19 telah melakukan dan sudah berjalan melaksanakan secara Rutin Penertiban penggunaan Masker di jalan Raya, tempat tempat umum, tempat hiburan malam dan fasilitas tempat Ibadah serta Pasar.

Tinggi angka posisi Covid-19 di Halsel, ini muncul dari calon pekerja di PT. Harita, Pekerja lokal dari luar Halsel. Di situ baru ketahuan karena kalau masuk ke Harita harus di swab dan Pulau Obi ini terkesan donatur terbanyak Covid-19.

“Kita perlu Melakukan penyekatan titik masuk seperti bandara, pelabuhan serta memperketat di Pelabuhan kecil karena tidak ada pemeriksaan Selama ini,” kata Letkol inf Untung Prayitno.

Dalam rapat tersebut, Kadis Kesehatan dan Kalak BPBD menyampaikan, butuh surat edaran atau instruksi dari Bupati yang kuat, agar bisa bersinergi, agar bekerja di lapangan bisa terbantu atau pegangan yang kuat, untuk tegas di lingkup SKPD untuk melaksanakan vaksinasi karena masih banyak SKPD yang belum di Vaksin baru 19 persen sedangkan TNI Polri sudah 90 persen serta terkait anggaran transportasi dari BPBD sudah menganggarkan dana untuk 2 unit kendaraan dan satu unit speedboat dan menyarankan agar membentuk satgas khusus di wilayah Obi sehingga lebih efektif dalam penanganan Covid-19 di wilayah Obi

Kaitan dengan penanganan Covid-19 Halsel, untuk sementara Bupati H. Usman Sidik akan mempelajari dahulu seluruh data terkait dengan penanganan covid-19 dan akan melaksanakan rapat evaluasi ulang untuk langkah Strategis selanjutnya yang akan diambil untuk memutuskan mata rantai Covid-19 di wilayah Halsel. (Red/CN)