SANANA, CN – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Bhayangkara ke-75, Polres Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) memberikan paket sembako kepada purnawirawan dan masyarakat yang membutuhkan,
Kegiatan Bakti Sosial Tatap Muka/Anjasana Dalam Rangka menyambut HUT Bhayangkara Ke-75 Tahun 2021, dilaksanakan di Kecamatan Sanana Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), jumat (25/06/2021)
Kapolres Kepulauan Sula, AKBP. Herry Purwanto. SH.SIK. MIK, mengatakan hal ini melalui Humas Polres Sula, bahwa bakti sosial ini sebagai ungkapan terimakasih kepada purnawirawan dan masyarakat dalam membantu Polri menjalankan tugas dengan baik.
Semoga program-program dan moto bapak Kapolri semoga bisa terwujud di Kepulauan Sula, yang kita cintai ini atas kerjasamanya yang baik terutama dalam penanganan Covid-19.
Kata Herry, Polri pada tanggal 1 Juli 2021 akan berusia 75 tahun dengan tema transformasi Polri,” pungkasnya.
Oleh karena itu, lanjut AKBP. Herry Purwanto. SH.SIK. MIK, Pemberian Bingkisan Ini merupakan bentuk kepedulian dan tali asih Polres Kepulauan Sula dan Bhayangkari untuk meningkatkan ikatan tali silaturahmi dengan Purnawirawan dan warakauri Polri di wilayah Kab. Kepulauan Sula,
“Ditambahkan Herry, mari Bersama-sama menjaga Keamanan di Kab. Kepulauan Sula, dan Semoga Pemberian ini dapat Bermanfaat serta dapat di Pergunakan dengan Baik,”ucapanya.
Turut hadir dalam Kegiatan ini di antaranya : AKBP. Herry Purwanto. SH.SIK. MIK (Kapolres Kep. Sula), KOMPOL Arifin La Ode Buri. Sip (Waka Polres Kep. Sula), AKP. Mirsan Yasin (Kabag Ops Res Sula), AKP. Mohtar Saniapon (Kabag Sumda Res Sula), IPTU Novlandi Kahar (Kasat Intelkam Res Sula), IPTU. Walid Buamona (Kasat Lantas Res Sula), IPTU. Arya (Kasat Reskrim Res Sula), IPTU Nurdin (Kasi Humas Res Sula), Personil Sat Lantas Res Sula, Personil Sat Binmas Res Sula, Ny ayu Herry Purwanto beserta Staf pengurus Bhayangkari cabang Kab. Kepeluan Sula.
Giat selesai pada Pukul 15.00 Wit selama giat berlangsung situasi Aman Terkendali,”tutup. (Is/CN)
HALSEL, CN – Kepala Desa Air Mangga Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, Fransiskus Salauwe diduga kuat menggelapkan gaji honor dan operasional anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Kaur senilai ratusan juta rupiah.
Jelas salah seorang anggota BPD yang namanya tidak mau disebutkan mengeluhkan hingga saat ini, belum menerima gaji selama 1 Tahun.
“Kades Air Mangga pada Tahun 2020 tidak membayar gaji BPD Rp 49.800.000, Operasional Rp 6.000.000, Gaji 5 orang Kaur dan hanya di bayar 4 Bulan sebesar Rp 25.000.000 dan insentif 5 Kaur sebesar Rp 15.000.000,” bebernya, Jumat (25/6/2021).
Selain Gaji BPD dan Kaur, Fransiskus juga diduga menggelapkan Gaji honor RT mencapai jutaan rupiah.
“Gaji Ketua RT dusun Timur selama 7 bulan sebesar Rp 2.100.000 juga tidak dibayar,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia berharap Bupati Halsel, Usman Sidik segera copot Kades Fransiskus atas dugaan penggelapan Alokasi Dana Desa Air Mangga mencapai ratusan juta rupiah.
“Kira-kira Kades dan Bendahara Desa sudah kemanakan uang pe banyak itu? Semoga Bupati Halmahera Selatan Bapak Usman Sidik tegas mengenai penanganan Korupsi di Halsel. Rakyat Desa Air Mangga berharap penuh pada Bupati dan Wakil Bupati,” tutupnya.
Hingga berita ini ditulis, Kades Fransiskus belum dikonfirmasi. (Red/CN)
HALSEL, CN – Pemerintah Desa Kurunga Kecamatan Kepulauan Jouronga diduga melakukan pemecatan terhadap tenaga guru dan pengelola Pelajar Anak Usia Dini (PAUD) Alhijra, Raiyyan Muhdar dan Walad Hi. Hasan tanpa alasan melalui Surat Keputusan Kepala Desa Kurunga dengan Nomor : 140/38/SK.DS/KR/I/2021. Hal itu diakui Walad saat ditemui cerminnusantara.co.id, Jumat (25/6/2021).
Padahal, Raiyyan sebagai tenaga Guru dan Walad sebagai pengelola PAUD sejak pertama kali PAUD di dirikan pada Tahun 2017 sebelum terdaftar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut). Namun saat ini, di Tahun 2021, Kepala Desa Jouronga, Syahrir Landoloma dengan sengaja melakukan pemecatan kepada keduanya begitu saja.
“Saya dan tenaga guru Paud (Raiyyan-red) sebagai pengelola Paud dari Tahun 2017 sebelum PAUD terdaftar di Dinas Pendidikan Halmahera Selatan. Tapi hari ini, di Tahun 2021, tiba-tiba kami langsung mendapat surat pemecatan dari Kepala Desa tanpa alasan yang jelas,” kata Walad.
Walad bilang, jika ada kesalahan, seharusnya pihak Pemerintah Desa harus memanggil dan mempertanyakan, sebelum mengeluarkan SK pemecatan.
“Kami langsung di pecat melalui surat pemecatan begitu saja. Jujur saja, kami tidak tahu hal sama sekali. Tiba-tiba ada surat pemecatan untuk kami. Kalau ada masalah, kenapa tidak di evaluasi dulu,” sesalnya
Atas Kebijakan Kepala Desa itu, Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pesisir Gane, Wahila Rasay ikut menyesalkan sikap Kepala Desa Kurunga, Syahrir Landoloma yang dengan senagaja memecat Tenaga Guru dan Pengelola PAUD Alhijra, Raiyyan Muhdar dan Walad Hi. Hasan.
“Kami sesalkan sikap Kepala Desa yang main pecat tenaga guru Paud dan pengelola PAUD Alhijra, padahal kalau ada masalah kenapa keduanya dipanggil dan dievaluasi dulu dengan tujuan semua kebijakan dari Pemerintah Desa bisa lebih jelas karena dapat di dengar langsung oleh mereka itu sendiri,” tegasnya.
Oleh karena itu, Wahila meminta kepada Kepala Dikbud Halsel, Abdilah Kamarullah untuk segera mengevaluasi Kepala Desa Kurunga Syahrir Landoloma.
“Kami berharap kepada Dinas Pendidikan Halmahera segera memanggil Kepala Desa Kurunga untuk mempertanyakan alasan Kepala Desa memecat saudara Walad selaku Pengelola PAUD Alhijra Desa Kurunga agar semua ini ada alasan yang jelas,” pintanya. (Red/CN)
SANANA, CN – Bupati Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus meminta Polres Sula dan Kejaksaan Negri (Kejari) Sanana, mengusut tuntas dugaan realisasi dana Covid-19 di tahun 2020 sebesar Rp46 M.
Penyampayan Bupati FAM ini menyusul ditemukannya ribuan Alat Pelindung Diri (APD) Covid – 19 yang berada di salah satu ruangan Isda yang hingga kini tidak diketahui dari mana sumbernya anggarannya.
Seperti ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) Suriati Abdullah, bahwa APD yang ditemukan di ruangan istanah daerah tidak tercatat dalam administrasi Dinkes Kepsul.
“Ia secara administratif tempat penyimpanan APD harus mengetahui Kadinkes, namun ketika di kroscek, APD ini tidak terdata, “jadi secara administrasi kantor hal ini tidak dibenarkan,”paparnya Kadinkes
Bupati Kepulauan Sula, Hj. Fifian Adeningsi Mus menyampaikan agar hal ini segera diusut mengingat pandemi Covid-19 di Indonesia belum berakhir, dan lebih meningkat, sementara menghabiskan anggaran sebesar itu.
Sementara anggaran Covid-19 di Kepsul, cukup besar namun tim covid sudah di bubarkan, olehnya itu saya meminta kepada Kejaksaan Negeri Sanana sekaligus Kepolisian yang sudah diatur dalam UU sekaligus diperintahkan Presiden agar bisa mengusut penggunaan anggaran Covid-19 tahun 2020, khusunya dana covid – 19 di Kepulaun Sula,”tegasnya. (24/6/2021). (Is/CN)
AMBON, CN – Bakamla RI Zona Maritim Timur (Zomatim). Jadi narasumber Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL), Kota Ambon, Provinsi Maluku. Pada acara kegiatan Pembekalan Bela Negara bagi Masyarakat Pesisir di Kota Ambon Tahun 2021.
Sesuai persriliase yang di kirim lewat pesan WhatsApp oleh Humas Bakamla RI kepada media ini Kamis tanggal 24 Juni 2021.
Pada hari Kamis tanggal 24 Juni 2021 pukul 09:00 WIT bertempat di Ruang Rapat Hotel Tirta Kencana, Negri Amahusu Ambon telah dilaksanakan Kegiatan Pembekalan Bela Negara bagi Masyarakat Pesisir di Kota Ambon Tahun 2021. Kegiatan tersebut digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Ambon yang melibatkan Badan Keamanan Laut Zona Maritim Timur Ambon yang di buka langsung oleh Sekretaris Kota Ambon Bapak Anthony Gustaf Latuheru, SH., M. Si., MH.
Dalam acara tersebut turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur Laksamana Pertama Bakamla Arif Sumartono, S.Sos., M.Si.(Han), Sekretaris Kota Ambon Bapak Anthony Gustaf Latuheru, SH., M. Si., MH. Kabid Operasi Kolonel Bakamla Edward Halomoan Sibuea, S.T., M.M, para Kassubid Kantor Kamla Zona Maritim Timur, Kepala Kantor SPKKL Ambon Mayor Bakamla Sammy Picauly, para Staf Kantor Kamla Zona Maritim Timur, Dinas Perikanan Kota Ambon, bagian Hukum Sekretaris Kota Ambon, bagian Tata Pemerintahan Sekretaris Kota Ambon, DP3MD, Saniri dan Raja/Kepala Desa, serta Masyarakat dan nelayan desa pesisir berjumla 88 orang,
Adapun tujuan di buat kegiatan ini adalah. Membangun kesadaran Bela Negara bagi masyarakat pesisir khususnya para nelayan di Kota Ambon dalam rangka menangkal segala bentuk ancaman dari pihak luar, Optimalisasi dan pemberdayaan nelayan demi terjaminnya dukungan pertahanan dan keamanan negara yang ditandai dengan aktivitas oleh masyarakat indonesia secara umum dan masyarakat Kota Ambon secara khusus sebagai wujud dari pertahanan semesta.
Dalam sambutan Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur Laksma Bakamla Arif Sumartono, S.Sos., M.Si (HAN) “Assalamualaikum Warahmatullah wabarakatuh, Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua, yang terhormat Sekretaris Kota Ambon Bapak Anthony Gustaf Latuheru, SH., M. Si., MH”
“Dan yang Kami hormati Dinas Perikanan Kota Ambon serta Bapak-bapak, Ibu-ibu Masyarakat dan Nelayan desa Pesisir yang hadir ditempat ini yang Kami hormati Kabid Operasi Kolonel Bakamla Edward Halomoan Sibuea, S.T., M.M, pertama-tama dan yang paling utama tentunya kita panjatkan pujih dan syukur kehadirat Tuhan yang maha esa, Allah subhanahu wa ta’ala atas rahmad ridohnya kesehatan yang diberikan kepada Kita semuanya bahwa di pagi hari ini dan semuanya sehat walafiat”
“Bapak-bapak dari para hadirin sekalian, saya Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur pada kesempatan ini tentunya saya juga izin mengenalkan diri karena saya sebagai institusi dari negara ini yaitu Badan Keamanan Laut lembaga non kementerian dan langsung di bawah tanggung jawab Presiden Republik Indonesia, Kami memang relatif baru karena bakamla diresmikan tahun 2014 walaupun jikal bakalnya sebenarnya Bakamla tahun 1972 ini”
“Kami Bakamla Zona Maritim Timur Berkedudukan di Kota Ambon Jln Ina tuni No. 1 Karang Panjang Kecamatan Sirimau yang ada tiga Kapal negara ular laut 405 dan dua Kapal lainnya yaitu Kapal Negara Pulau Dana 303 dan Kapal Negara Kuda laut 403 dan Tugas kami adalah berpatroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia atau wilayah yuridiksi Indonesia jadi kita sampai 200 mil dan ini yang harus rekan-rekan nelayan agar mengetahui sampai jauh batas perairan ini Bakamla”
Kegiatan Pembekalan Bela Negara bagi Masyarakat Pesisir di Kota Ambon Tahun 2021. Yang di gelar oleh KESBANGPOL Kota Ambon dengan materi
“Peran Zona Maritim Timur Bakamla RI dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan indonesia timur” yang disampaikan Kabid. Operasi Kantor Kamla Zona Maritim Timur Kolonel Edward Halomoan Sibuea, S.T., M.T.
“Peran nelayan dalam mendukung program Maluku Lumbung Ikan Nasional” yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Feberien Maail, S.Pi., MT.
Dan acara tersebut berlangsung aman dan lancar, selesai pada Pukul 12:00 WIT. (Red/CN)
SANANA, CN – Hj. Fifian Adeningsi Mus, Bupati Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Provinsi Maluku Utara (Malut) mengunjungi, RSUD Sanana, Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Kamis (24/6/2021).
Bupati FAM berkunjung ke RSUD Sanana tadi, ia melihat RSUD seperti Puskesmas berarti sebelumnya lebih parah, karena tadi Direktur RSUD bilang sudah 50% mereka sudah benahi,” kata Bupati Fifian.
FAM bilang, sebelumnya dirinya pernah menjenguk kerabat yang sakit, Dia melihat pintu ruangan tidak ada, dan tidak ada kipas angin dan AC juga tidak aktif. “Kalau seperti itu kata dia, bagaimana masayarakat atau pasien bisa sembuh, lebih baik mereka dirumah. Sebab, pelayanan di RSUD seperti itu padahal pasien atau masayarakat inginkan pelayanan yang terbaik dari Pemda melalui RSUD Sanana,”tendesnya.
Selain itu, Dirut RSUD Sanana, Marini Nur Ali mengatakan kepada awak media menyampaikan, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan analisis kebutuhan RSUD dan data sudah disiapkan.
Ia berharap kedepan kita tingkatkan pelayanan di RSUD Sanana, harus terlibih dulu tenaga kerja. karena faislitas ada tapi tidak ada tenaga kerja maka hal itu akan sama saja,” katanya usai melakukan pertemuan dengan Bupati FAM.
Tenaga dokter yang masih kurang lanjut Marini, di radiologi. Radiologi hanya ada satu tenaga dokter dan satu tenaga D3. Ia juga menyampaikan kepada bupati bahwa alat di radiologi tidak bisa digunakan karena daya listrik rendah sehingga semua alat di RSUD Sanana tidak bisa digunakan.
“Kalau tenaga dokter sendiri di RSUD yang urgent sudah terpenuhi, ada sekitar 8 dokter seperti dokter umum dan dokter spesialis,”bebernya
Lanjut ia menjelaskan, dokter spesialis anak, dotker spesialis kandungan, ahli dalam dua orang, radiologi dan anastesis,” tutupnya. (Is/CN)