DPMD Halsel Baru Kantongi 11 SK Karateker Kepala Desa, Lainnya Menyusul

HALSEL, CN – Puluhan Kepala Desa yang resmi dicopot Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara, Usman Sidik atas dugaan penyalahgunaan Alokasi Dana Desa maupun Dana Desa (ADD-DD). Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) saat ini, mengantongi 11 Surat Keputusan (SK) Bupati Halsel untuk Karakter Kepala Desa. Diantaranya.

Desa Tabapoma Kecamatan Bacan Timur Tengah, Desa Koititi Kecamatan Gane Barat, Desa Doro Kecamatan Gane Barat, Desa Gumira Kecamatan Gane Barat Utara, Desa Moloku Kecamatan Gane Barat Utara, Desa Mano Kecamatan Obi Selatan, Desa Tawa Kecamatan Kasiruta Timur, Desa Sidanga Kecamatan Kasiruta Barat dan Desa Ake Jailolo Kayoa Utara.

“Untuk saat ini, 11 SK Karateker Kepala Desa itu sudah diterima DPMD. Termasuk Kepala Desa yang sebelumnya Nonaktifkan,” tutur Kadis PMD Halsel, Bustamin Soleman saat ditemui Cerminnusantara.co.id ruang kerjanya, Rabu (23/6/2021).

Sedangkan Kepala Desa yang dinonaktifkan di masa Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Halsel, Bahrain Kasuba dan Iswan Hasjim akan dikembalikan yakni, Desa Tawa Kecamatan Bacan Timur Tengah, Desa Sekli Kecamatan Gane Barat Selatan, Desa Bisui Kecamatan Gane Timur Tengah, Desa Wayatim Kecamatan Bacan Timur Tengah, Desa Sawadai Kecamatan Bacan Selatan dan Desa Papaloang Kecamatan Bacan Selatan.

Sementara SK Karakter Kepala Desa yang akan menyusul yakni, Desa Ocimaloleo Kecamatan Obi Selatan, Desa Gambaru Kecamatan Obi Selatan, Desa Matutin Tanjung Kecamatan Gane Timur Tengah dan Desa Loleo Mekar Kecamatan Kasiruta Timur.

“3 SK Karateker Kepala Desa lainnya itu akan menyusul,” tutupnya. (Red/CN)

Berkunjung ke Kantor Kamla RI Zona Maritim Timur KESBANGPOL Ambon di Sambut Baik

AMBON, CN – Kunjungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KEABANGPOL) ke Kantor Kamla RI Zona Maritim Timur di Sambut baik oleh Kepala Kamla Arif Sumartono, S.Sos., M.Si (HAN).

Sesuai persriliase Kamla RI Zona Maritim Timur Rabu, 23 Juni 2021, ada kunjungan KESBANGPOL Kota Ambon Ke Kantor Kamla

Pada hari Rabu tanggal 23 Juni 2021 pukul 09:50 WIT, bertempat di Kantor Kamla Zona Maritim Timur Jl. Ina Tuni No 1, Karang Panjang, Kec. Sirimau, Ambon. Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur Laksma Bakamla Arif Sumartono, S.Sos., M.Si (HAN) menerima Kunjungan Rombongan dari Badan Kesatuan Bangsa & Politik (KESBANGPOL) Kota Ambon. Kedatangan Rombongan di sambut baik dengan penuh keakraban oleh Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur.

Turut hadir Rombongan dari Badan Kesatuan Bangsa & Politik (KESBANGPOL) Kota Ambon, Sbb, Ny.M.Hukom (Kasubid Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Agama), Yelika Pattipawaey (Kasubbid Ideologi dan Wasbang).

Dan juga hadir mendampingi Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur, Kabid Operasi Kolonel Bakamla Edward Halomoan Sibuea, S.T., M.M. Kasubbid Informasi Kapten Bakamla Widyawan Prabowo, S.E.

Adapun Tujuan Kujungan tersebut, yaitu berkoordinasi terkait keterlibatan Kepala Bidang Operasi Kantor Keamanan Laut Zona Maritim Timur sebagai narasuber kegiatan pembekalan Bela Negara bagi masyarakat pesisir di Kota Ambon yang akan diadakan di Hotel Tirta Kencana Amahusu, Kamis, 24 Juni 2021.

Rencana peserta kegiatan tersebut itu terdiri dari 11 peserta Kamla Zona Maritim Timur, 20 peserta Dinas Perikanan Provinsi Maluku, 40 peserta Nelayan dan 20 peserta parah tokoh Masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur Laksma Bakamla Arif Sumartono, S.Sos., M.Si (HAN), meyampaikan “ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas Kunjunganya dan karja samanya yang kini turut melibatkan Kantor Keamanan Laut Zona Maritim Timur ikut serta dalam Kegiatan Pembekalan Bela Negara bagi masyarakat pesisir Kota Ambon” ucap Arif

Arif mengatakan “untuk pelaksanaan tugas kita harus selalu berkoordinasi agar pelaksanaan bisa menjadi maksimal dan jalinan sinergitas yang sudah terjalin komunikasi dalam memudahkan segala aktivitas dalam melaksanakan tugas” pungkasnya

Sebelum mengakhiri pertemuan, Arif juga mengingatkan “sebelum mengakhiri kegiatan kunjungan ini mari kita sama-sama untuk aktif mensosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 dan mari Kita sama-sama mendoakan agar Covid-19 segera berakhir” pintshnya

Kegiatan kunjungan KESBANGPOL itu berakhir pada Pukul 11:30 WIT dan acara Kegiatan tersebut selesai dengan aman dan lancar. (Red/CN)

Wisuda PAUD Anak Pantai Desa Jikotamo Berjalan Lancar

HALSEL, CN – Senin, 21 Juni 2021, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anak Pantai Desa Jikotamo, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut). Menggelar Wisuda atau Pelepasan Peserta Didik PAUD Anak Pantai. (23/06/2021)

Pelaksanaan kegiatan yang bertempat di gedung Sekolah Dasar Negeri 187 Halmahera Selatan, dalam kegiatan itu juga turut serta hadir Korwil UPTD Kecamatan Obi Said, Kepala Desa Jikotamo Hamid Ode Umar, guru-guru PAUD, SD dan Orang Tua Wali Murid Wisudawan dan Wisudawati.

Jumlah pelepasan peserta didik PAUD Anak Pantai Desa Jikotamo sebanyak 15 orang yang terdiri dari 9 orang Wisudawan dan 6 orang Wisudawati.

Acara kegiatan yang di gelar itu di hiasi dengan pembacaan doa, pembacaan teks Pancasila, dan ikuti dengan pergelaranan seni budaya baca puisi, tarian serta dance yang di isi oleh para peserta didik wisudawan dan wisudawati sehingga acara tersebut berlangsung khidmat.

Adapula sambutan-sambutan dari kepala sekolah PAUD Anak Pantai, Korwil UPTD Kecamatan Obi, dan Kepala Desa Jikotamo.

Dalam sambutannya Kepala Sekolah PAUD Anak Pantai Desa Jikotamo Jariyana Ode Dai menyampaikan “rasa terima kasih kepada, Korwil UPTD, Kades, para guru PAUD, dan Guruh SD yang meluangkan waktu untuk sempat hadiri dalam acara ini, dan orang tua wali peserta didik yang dapat hadir mengikuti acara pelepasan peserta didik Wisudawan dan Wisudawati hari ini dan yang paling terkhususnya orang tua wali peserta didik yang telah sumbangsih berupa tenaga serta financial sehingga acara ini dapat dilaksanakan tepat pada waktunya”

“Selamat wisudah putra putriku, ibu lepaskan kalian dan ibu tak bisa memberikan apa kepada kalian hanya doa yang ibu bisa panjatkan kepada kalian, semoga di sekolah baru nanti kalian belajar dengan giat dan mendapat nilai yang baik”
ucap Ja sambil meneteskan air mata

Hal yang sama juga sambutan yang dari Kepala Desa Jikotamo Hamid Ode Umar “pada intinya pelepasan peserta didik hari ini dapat diwisudakan dengan aman dan lancar, sebab acara ini dibuat dimassa pandemi covid-19 tapi saya rasa semua telah mengikuti protokoler Covid-19, sehingga terselenggaranya acara ini” pungkas Hamid

Lanjut dia “pelepasan peserta didik PAUD ini, bukan bahwa telah berakhirnya jenjang pendidikan akan tetapi awal jenjang pendidikan karena Masi juga menempuh tingkat SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi, jadi harapan saya kepada orang tua teruslah kembangkan pendidikan anak sampai jenjang ke tingkat yang terakhir agar bisa melahirkan generasi penerus bangsa, apa lagi dengan perkembangan zaman yang semakin janggih teknologi, anak-anak harus mampu menghadapi tantangan ini dengan di beri pendidikan” ujar Hamid

Terpisah dari itu sambutan dari Korwil UPTD Kecamatan Obi Said “saya juga ucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah dan guru-guru PAUD Anak Pantai Desa Jikotamo, yang telah berjasa besar mendidik anak-anak di usia dini Sehingga hari ini dapat dilepaskan dari sekolahnya” kata Said

Dia juga mengingatkan kepada orang tua wali murid bahwa “pendidikan anak usia dini tidak sama dengan pendidikan SD, pendidikan di PAUD itu bukan belajar baca tulis tetapi bermain sambil belajar, jadi jangan kecewa bahwa anak-anak bapak atau Ibu sudah disekolahkan lalu tidak tahu membaca, tetapi pendidikan PAUD itu ada dua indikator yang pertama bagaiman membangun karakter anak, dan kedua dekat dengan lingkungan pendidikan, agar pada saat masuk pendikan SD sudah terbangun karakternya” pintah Said

Sambung Said “belajar di PAUD itu tidak dipaksakan untuk membaca tetapi bagaimana mengenal gambar-gambar yang ada didinding, mengenal lingkungn pendidikan itu saja yang bisa saya sampaikan selamat wisudah anak-anaku” tutur Said. (Red/CN)

PMII Halsel Meminta Kementrian ESDM Merevisi WUP Pulau Obi

HALSEL, CN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Cabang Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Kemarin, 22 Juni 2021 pukul 10:00 WIT. Melakukan aksi di ruas jalan sentral kota labuha, dalam aksi itu menuntut Kementrian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) agar merevisi Wilayah Usaha Pertambabgan (WUP) Pulau Obi.

Dari presrelease yang di terima wartawan cerminnusantara.co.id, tertanggal 22 Juni 2021 PMII saat menggelar aksi di sentral jalan raya kota labuha. (23/06/2021)

Berdasarkan data one map Indonesia, sebagian besar pulau Obi berada pada Wilayah Usaha Pertambangan (WUP), dengan demikian maka desa-desa di obi berpotensi terancam ruang hidupnya oleh pencaplokan IUP Tambang, sesuai pasal 1 ayat 30 UU no 3 tahun 2020 menyebut WUP adalah bagian dari Wilayah Pertambangan (WP) yang telah memiliki ketersediaan data, potensi, dana atau informasi geologi.

Dengan demikian status WUP di Obi, corporat domestic maupun international bisa urus IUP kaplingan tambang, data yang dihimpun sementara, terdapat IUP produksi baik itu IUP mineral logam/nikel seperti IUP Produksi PT Obi Anugrah Mineral, IUP PT Intim mining Sentosa, IUP PT Jikodolong Mega Pertiwi, IUP PT Obi Putra Mandiri, IUP PT Aligafari Wildan Sejahtera, IUP PT Wanatiara Persada, IUP PT Rimba Kurnia Alama, IUP PT Trimega Bangun Persada, IUP PT Gane permain Sentosa, IUP PT Bela Kencana, IUP PT Bela Sarana Permai,  maupun IUP emas seperti IUP PT Amasing Tabara.

Dengan banyaknya IUP Produksi tambang di atas, maka masyarakat obi berpotensi terkena rantai penyingkiran oleh industry pertambangan, kalau pulau obi mau dijadikan industry pertambangan misalnya, masyarakatnya yang berbasis tani dan nelayan mau diapakan, bukankah dua sektor ini menjadi basis sektor utama mereka selama beratus tahun, sampai saat ini tidak kelihatan misalnya penkondisian sosial masyarakat Obi dari masyarkata agraris ke masyarakat industry oleh kebijakan grand plan pemerintah pusat maupun daerah,di angkatan kerja misalnya hingga saat ini program BLK masih terbatas soal fasilitas gedung dan jurusan. Akhirnya pekerja nonskil hanya menjadi permainan orang-orang kuat tingkat desa dan di atasnya yang punya koneksi ke HRD perusahan, belum lagi pengelolaan CSR yang tidak jelas arahnya, harusnya ada perda atau perbup CSR.

Dipersoalan Pendidikan misalnya tidak ada grand plan mengkoneksikan antara perguruan tinggi, industry dan sumber daya alam, di obi lebih banyak lulusan SMA masuk tambang ketimbang masuk universitas, dengan demikian bisa saja menurunya IQ masyarakat obi walaupun dikelilingi oleh laut yang menyuplai protein tetapi lautnya juga berpotensi tercemar limbah.

Turunya IQ karena keterputusan tingkat pendidikan juga akan berefek pada menurunya ideks demokrasi, demokrasi itu adalah system rasional, harus dijalankan oleh manusia yang rasional, yang rasional itu hanya bisa dijalankan oleh keterdidikan yang tak terputus antara skolah sampai perguruan tinggi, sekarang saja menguatnya politik identitas/suku apa lagi kedepanya.
Dengan demikian tidak ada grand plan terkait lompatan tinggi pembangunan ekonomi kedepan, yang ada hanya kalkulasi menambal APBN dan APBD dari sektor pertambangan, tetapi kemanusiaan alam dan sekitarnya tidak di pikirkan, padahal pulau obi telah dihuni bahkan sebelum state ini terbentuk.

Pemerintah seharusnya punya grand plan pengelolaan resources jangka panjang dengan mempertimbangan resources dunia, dengan menipisnya cadang minyak dan gas di timur tengah yang habis 20 tahun lagi, menguatnya isu global warming, movement environmental ethics, maka memaksa corporation mobil/mesin dan negara-negara industri maju mengembangkan teknologi ramah emisi CO2 dari menggunakan minyak bergeser menggunakan batrai cas listrik, mobil listrik, motor listrik, kapal listrik, dll, world 2030 adalah dunia digital listrik dan semuanya membutuhkan mineral nikel
Indonesia merupakan sala satu dari negara penghasil ferronikel terbesar di dunia dan Obi (halsel) adalah sala satu dari tiga daerah penghasil nikel, morowali (Sulteng) dan Weda (Halteng) terbesar di dunia, artinya obi menyediakan bahan baku industrial kompleks dunia.

Begitu penting Obi buat dunia, ini adalah berkah besar katulistiwa yang suda 5 milyar tahun bumi berputar dan patahan subduksi lempengan telah menumbukan nikel di pulau Obi, jangan sampai anugrah ini menjadi bencana SDA dan ekologi buat penghuninya.

Nikel adalah the Next Oil, teknologi permesin listrik kedepan semua membutuhkan nikel
Tiongkok ingin menjadi negara utama produsen industry dunia dengan skema One Belt One Road/Belt Road Initiatif syaratnya adalah kontrol ferronikel beserta mineral ikutannya, karna ferronikel beserta mineral ikutannya  adalah the next geopolitik Oil, untuk memuluskan itu mereka menerapkan Turnkey Project manjeman, yaitu berinvest disuatu negara, mereka membawa tenaga kerjanya, bahan bangunanya semua dari tiongkok, misalnya 2016 gubernur malut mengatakan China menyiapkan dana 9 triliun untuk berinvest di Obi, bahkan PT HPAL berinvestasi 14,8 triliun untuk memproduksi Mixed hydroxide endapan (MHP) 365.000 ton, nikel sulfat 246,750 ton dan kobalt sulfat 31,800 ton, tetapi semua itu dipakai belanja bahan smelter di Tiongkok bukan belanja di Indonesia, akhirnya industry di Tiongkok berasap semua.

Apakah PT HPAL bikin batrei listrik yang siap dibeli oleh Tesla, Chavy Bolt, Nissan Leaf, Toyota, Volkswagen, Mercedez Benz, General Motors, Ford, Daihatsu, Honda, Yamaha, Mitsubishi motors, Jeep, apakah perusahan-perusahan tersebut saat ini suda bikin pabrikasi untuk mesin kendaraan listrik, jangan sampai PT HPAL hanya buat stengah jadi, kemudian diangkut diolah batrei jadi nanti di Tingkok baru dipasarkan di perusahan-perusahan kendaraan listrik, ini harus dijawab oleh pemerintah, jangan jadikan ferronikel di Obi buat jadikan cina sebagai negara supplay chain terbesar dunia, Mana nasionalismenya ?

Kalau pemerintah nasionalis tulen dari pada bangun infrastruktur dengan utang, lebih baik utang dengan jumlah yang sama 23,8 triliun belanja bahan smelter di Tiongkok agar kita bangun smelter milik BUMN, agar kita olah sumber daya alam kita sendiri.
Untuk itu PMII Cabang Halmahera Selatan, menuntut

1. Kementrian ESDM merevisi kembali Status WUP di pulau Obi
3. Kementrian ESDM merevisi kembali atau penciutan IUP PT Amazing Tabara
5. Mendorong DPRD/BUPATI menerbitkan Perda dan PERBUP CSR 10 % untuk semua perusahan tambang
6. Meminta presiden menerbitkan Perpres terkait kepemilikan saham masyarakat 5% di Harita Group dan PT Wanatiara Persada
7. Meminta Pemerintah Pusat membuka Cabang Krakatau Steel di Obi
8. Meminta pemerintah Pusat agar PT Pindad Indonesia membangun pabrik Industri militer di pulau Obi
9. Meminta pemda provinsi dan kabupaten mendorong Universitas Khairun, Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara dan STP Labuha membuka jurusan Tehnik Metalurgi
10. Meminta kepada Presiden Menerbitkan Perpres agar semua perusahan Cina wajib hukumnya belanja bahan Smelter di Indonesia
11. Tanah dan kebun milik rakyat yang masuk wilayah IUP harus diganti untung sesuai permintaan pemilik tanah dan kebun
12. Kementrian ESDM harus meninjau kembali IUP-IUP yang ada tidak boleh berada di pesisir pantai, karena menghalangi proyek pembangunan jalan nasional lingkar Obi
13. Pemerintah pusat harus mempercepat DOB Obi dan menjadikan daerah istimewa dalam bentuk Perpres. (Red/CN)

Samsul Bahri Dituntut Hukuman Mati, Ini Kasusnya

Sukabumi, CN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi menuntut terdakwa Samsul Bahri dengan pidana hukuman mati dalam persidangan yang berlangsung secara daring, di Pengadilan setempat, Selasa (22/6).

Samsul Bahri alias Bopak merupakan terdakwa penyelundupan narkoba jaringan internasional asal Iran yang ditangkap di kawasan pantai Pelabuhanratu dengan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 402 kilogram.

Menurut Kasi Pidana Umum Kejari Kabupaten Sukabumi Dista Anggara, dari keterangan dan pemeriksaan para saksi serta terdakwa, penyelundupan sabu-sabu yang diungkap Bareskrim Polri pada 3 Juni 2020 itu sudah direncanakan dengan matang.

“Mulai transaksi di tengah laut hingga dibawa ke darat dan dipindahkan dari kapal motor ke mobil,” kata Dista Anggara.

Dista menerangkan, upaya penyelundupan narkoba itu bermula saat terdakwa Samsul Bahri alias Bopak diajak rekannya Nandar Hidayat alias Ipey untuk bekerja mengambil sabu-sabu di pinggir Dermaga I Pelabuhanratu.

Masih di bulan yang sama, bos kecil yang mengendalikan rencana penyelundupan sabu-sabu dari Timur Tengah itu, yakni Amu Sukawi menghubungi Nandar.

Selanjutnya, Nandar menghubungi beberapa nama lainnya yakni Basuki, Hilman, Ilan dan Sukendar untuk bersiap-siap berangkat ke Pangandaran, Jabar.

Kemudian sekitar pukul 19.00 WIB, Basuki, Sukendar, Ilan dan Hilman naik kapal dan mengarah ke Samudera Hindia.

Dalam perjalanan di tengah laut, Basuki menerima titik koordinat di S.08.2006 dan E102.20.27 dari atasannya yaitu Amu Sukawi.

Koordinat tersebut ternyata lokasi titik pertemuan Basuki dan kawan-kawan dengan kapal asing yang menyerahkan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 20 karung.

Setelah pemindahan barang haram itu dari kapal asing selesai, mereka kembali menuju Palabuhanratu.

Dalam perjalanan, itu Sukendar menyisihkan sebanyak dua kilogram untuk dibawa pulang ke rumahnya.

Berikutnya pukul 22.30 WIB, Basuki, Sukendar, Ilan dan Hilman (DPO) kembali ke Pelabuhanratu dan merapat ke sekitar PLTU.

Selanjutnya, Basuki menelpon terdakwa Samsul Bahri, Nandar, Dedi Eri Sandi dan Ncek (DPO), untuk segera merapat dan mereka pun berangkat dengan menggunakan perahu Sope LJ1 yang dikemudikan Samsul alias Bopak.

Setelah berputar-putar, akhirnya Bopak menemukan Kapal Motor (KM) Walie yang dikemudikan Basuki untuk memindahkan 20 karung sabu-sabu ke kapal yang dinakhodai Samsul.

Selanjutnya kapal Sope LJ1 bergerak ke pantai arah lapangan Cimaja, lantas ke pantai Pelabuhanratu.

Setelah sampai di darat, Bopak Cs memindahkan 20 karung berisi sabu-sabu ke mobil pickup yang sudah disiapkan Yunan Febriantono Citavega.

Kemudian, kendaraan itu meluncur dan sempat berhenti di rumah makan di Warungkiara.

Namun, rencana yang tersusun rapi itu gagal setelah tim dari Bareskrim Polri mengungkap kasus itu dan menangkap sejumlah pelaku yang saat ini sudah berstatus sebagai terdakwa dan ada yang terpidana. Untuk Samsul Bahri, dia dituntut hukuman mati.

“Agenda sidang pada Selasa (22/6) adalah pembacaan tuntutan terhadap Samsul Bahri alias Bopak,” pungkas Dista. (Red/CN)

Sumber : JPNN

Danramil 1509-03/Saketa dan Camat Gane Barat Siap Sukseskan Vaksinasi Massal

HALSEL, CN – Pertemuan tokoh Forkopimcam antara Danramil 1509-03/Saketa, Kapten Arm Ariep Hamdi Mulya dan Camat Gane Barat, Jamal Ishak di Kantor Camat di Desa Saketa membahas persiapan untuk menyukseskan Vaksinasi Massal secara serentak yang akan direncanakan pada Sabtu nanti sebagai Wujud keseriusan dalam penanganan Covid 19, Selasa (22/6/2021).

Di pertemuan tersebut, Danramil 1509-03/Saketa siap mengerahkan personilnya untuk mengedukasi masyarakat ikut serta dalam menyukseskan Vaksinasi massal serta mengkampanyekan PPKM skala Mikro sesuai dengan Instruksi Presiden dan Bupati.

Camat Gane Barat Jamal Ishak juga siap untuk menginstruksikan seluruh Kepala Desa untuk menyukseskan kegiatan Vaksinasi massal dan PPKM skala Mikro di wilayah Kecamatan Gane Barat.

“Sudah saatnya kita bersatu dan melawan Covid-19 yang telah membunuh sendi -sendi kehidupan kita. Vaksinasi ini salah satu cara kita agar kita bisa mampu menghadapi Covid-19. Kita jangan lengah dalam menghadapi Covid-19 dan kita juga mengharapkan Gane Barat tetap aman dari penyebaran Covid-19,” pungkas Camat.

Di kesempatan yang sama, Danramil 1509-03/Saketa mengatakan, di wilayah Kecamatan Gane Barat dan sekitarnya yang ada dalam teritorial Koramil saketa telah siap dan akan menyukseskan vaksinasi massal. Dari Forkopimcam telah sepakat, seperti pengerahan Personil, Edukasi tentang Vaksinasi dan PPKM di wilayah Gane.

“Hari Sabtu (26/06/2021) nanti menjadi Momen bersama untuk menjadi 1 komando dari pusat hingga Daerah untuk menyukseskan Vaksinasi massal, tonggak sejarah kebersamaan kita dalam penanganan Covid-19 yang telah mencetak Rekor 2 juta Kasus di Indonesia,” jelasnya.

“Sehingga kita tidak ingin itu terjadi juga di Halmahera selatan yang merupakan rumah kita Khususnya Di Kecamatan Gane Barat dan sekitarnya, mari tetap mengedepankan Protokol Kesehatan,agar tetap aman dan sehat,” tambah Kapten Arm Hamdi. (Red/CN)