Muspika dan Kepala Desa Sekecamatan Bacan Timur, Gelar Rakor Serbuan Vaksin

HALSEL  – Pemerintah Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) bersama Muspika dan Para Kepala Desa melakukan rapat koordinasi dalam rangka membahas serbuan Vaksinasi di wilayah Bacan Timur. Rakor tersebut digelar di Aula Pertemuan Kantor Camat Babang dan dipimpin langsung Camat Bacan Timur Niar Barakati SH.

Turut hadir dalam Rakor, Kapolsek Bacan Timur Mardan Abdurrahman SH., Dankipan A (Kompi senapan A Yonif RK 732/Banau) Lettu Inf Adhega, perwakilan Pos Polairud Marnit Bacan, UPTD Puskesmas Babang dan Babinsa, Bhabinkantibmas serta para Kepala Desa Wilayah Bacan Timur.

Camat dalam kesempatan itu menyampaikan langsung arahan dari Bupati Usman Sidik yang senantiasa menghimbau masyarakat Halsel untuk mendukung program pemerintah dan melaksanakan vaksinasi dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid 19 dan meningkatkan imunitas tubuh.

Niar menegaskan bahwa, meski Halsel telah memasuki PPKM level 2 namun kepada semua pihak, dirinya menghimbau agar tidak terlena dan tetap waspada untuk semakin meningkatkan sinergitas, meningkatkan pola penanganan dan pengoptimalan penanggulangan Covid-19.

Dia (Niar-Red) menambahkan bahwasanya, demi meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat tentang menjaga kesehatan dan mengantisipasi penyebaran virus covid-19 di Kecamatan Bacan Timur, pihaknya menginstruksikan seluruh kepala desa untuk menggelar sosialisasi langsung kepada warganya dengan menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.

Menurutnya, Kepala Desa merupakan garda terdepan yang senantiasa berinteraksi langsung dengan masyarakat juga sebagai panutan di masyarakat, oleh karenanya, kades memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan himbauan dan sosialisas pemahaman vaksin kepada masyarakat.

“Untuk meningkatkan partisipasi vaksinasi dan bagaimana meningkatakan peran keikutsertaan warga maka di butuhkan peran para Kepala Desa di Desanya masing-masing, karna Kepala Desa dan Perangkatnya,Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, serta Kader Kesehatan merupakan ujung tombak suksesnya pelaksanaan vaksinasi di tingkat bawah,” ujar Niar, Rabu,(1/9/2021)

Niar menjelaskan lagi, bahwa saat ini suntik vaksin merupakan senjata pemerintah dalam menangkal serta mengendalikan penyebaran Covid 19. Pengendalian pandemi melalui vaksin tambahnya, adalah kunci agar kita semua kembali hidup normal, kembali bekerja, anak-anak kembali ke sekolah sepertia biasanya, dan yang terutamanya lagi kembalinya perekonomian di daerah dan bangsa indonesia pada umunya.

Hal senada juga disampaikan Kapolsek Bacan Timur, IPDA Mardan Abdurahman SH,. Mardan mengaku, tanpa bosan pihaknya juga senantiasa menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan agar terhindar dari covid-19 dan turut serta berpartisipasi menyukseskan Vaksinasi Covid 19.

Menurut Kapolsek sampai saat ini pandemi masih berlangsung, Maka untuk memperkuat daya tahan tubuh melawan covid diperlukan vaksinasi agar terbentuk sebuah kekebalan komunitas atau herd comunity di masyarakat.

Mardan menambahkan bahwa pihaknya membuat slip referensi edukasi sosilisasi covid 19 dan dibagikan kepada seluruh Kepala Desa untuk menambah pemahaman seputaran Vaksin.

“Pembagian slip referensi diberikan sebagai petunjuk dan kemudahan bagi para Kades agar menambah pengetahuan dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang Vaksin.” cetus Mardan.

Dirinyapun mengajak warga agar tidak takut divaksin karena menurutnya pemerintah juga tidak mau melakukan itu jika vaksin tersebut dapat merugikan masyarakatnya sendiri. (Red-01)

Dinkes Halsel Dan TNI-POLRI Berlakukan Vaksin Bagi Pelaku Perjalanan

HALSEL –  Pelaku Perjalanan keluar daerah Halsel melalui laut harus kantongi Sertifikat Vaksin, ketentuan ini mulai diberlakukan setelah pelaksanaan Rakor di di Aula kantor Bupati Halsel pada hari Jumat, tanggal 17 September 2021.

Dalam kegiatan rakor yang di hadiri Forkopimda dan Dinkes Kab. Halsel tersebut dengan mengusung tema “Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 di Kab. Halsel” yakni percepatan Vaksinasi di Kab. Halsel.

Dinkes Halsel yang di bantu TNI-Polri di Kab. Halsel mulai menyediakan vaksin covid di Pelabuhan Desa Kupal dan pelabuhan Babang, yang bertujuan melakukan vaksin bagi masyarakat yang belum di vaksin sebagai syarat perjalanan keluar daerah.

Ps.Paursubbaghumas Polres Halsel Bripka Reskiawan, S.H., mengatakan layanan vaksinasi di Pelabuhan sudah mulai di buka setelah dilaksanakan Rakor oleh Forkopimda Kab. Halsel pada jumat kemarin.

“Hal ini di usulkan Kapolres Halsel AKBP. Muhammad Irvan, S.I.K. pada saat rakor sebagai masukan untuk percepatan vaksinasi sesuai dengan arahan pemerintah Pusat,” ungkap Reskiawan.

Lanjutnya, selain dari penyediaan vaksin di area pelabuhan laut Kupal dan Babang, juga di instruksikan kepada seluruh PKM dan RSUD di Halmahera Selatan untuk membuka pelayanan vaksinasi secara umum.

“Kami juga sudah berkoordinasi untuk memfadilitasi dan menyiapkan tempat di Dishub Halsel bagi masyarakat umum untuk melakukan vaksinasi,” tandasnya.

Dikatakannya, untuk mempercepat target vaksinasi, kami akan terus lakukan edukasi pada masyarakat umum, untuk ikut melakukan vaksinasi guna meningkatkan kekebalan tubuh agar tidak mudah terpapar Covid-19.

“Jadi selain di Pelabuhan, polres juga membuka pelayanan vaksinasi bagi masyarakat umum,” tuturnya.

Di samping kegiatan vaksinasi, Polres juga melakukan pemeriksaan seluruh barang bawaan maupun titipan bagi pelaku perjalanan yang di curigai, agar tidak membahayakan masyarakat yang melakukan perjalanan laut,” tutupnya. (Red-01)

Tingkatkan Vaksinasi Covid-19, Camat Bacan Timur Turun Langsung

HALSEL –  Guna mendorong dan meningkatkan minat warga dalam rangka percepatan Vaksinasi covid-19, dalam wilayah kerjanya, Camat Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku, Niar Barakati, SH turun Lansung ke Desa-Desa untuk memberikan pemahaman ke setiap warga terkait vaksinasi covid-19.

Camat Bacan Timur, Niar Barakati pada media ini mengatakan bahwa, masyarakat perlu diberikan pemahaman tentang vaksinasi, sebab mereka sebelumnya sudah termakan informasi hoax melalui media sosial , sehingga mempengaruhi animo masyarakat tentang pentingnya vaksinasi covid-19.

“Kita punya peran penting untuk memberikan pengertian pada warga Desa, sebab sudah termakan oleh informasi hoax tentang bahaya Vaksin,” ungkap Camat Niar. Rabu (13/10/2021)

Dikatakannya masyarakat takut dan was-was untuk melakukan vaksinasi covid-19, karena banyak video rekayasa tentang bahaya Vaksin yang beredar di media sosial, hal inilah membuat masyarakat enggan untuk melakukan vaksin. padahal obat vaksin itu sudah melalui uji klinis serta aman dan halal.

“Vaksin itu aman dan halal, karena sudah melewati uji klinis, sebelum digunakan pada Manusia,” tutur Camat.

Camat juga memaparkan, berdasarkan data dari Puskesmas Babang bawa sampai saat ini tingkat partisipasi warga untuk vaksinasi di 11 Desa, hanya 1 Desa yang cukup tinggi angka sasaran yang sudah di vaksinasi yakni Desa Bori 75,44 % disusul Desa Nyonyifi 52,31 % lalu Desa Sabatang 50,42 % dan Desa Sayoang 50,11 %, dan sisanya masih dibawa 50 %.

Terkait Desa yang sasaran Vaksinasinya Masih dibawa angka 50 %, kata Camat Pemdes harus kerja lebih fokus dan serius dalam memberikan edukasi persuasif kepada warga, sehingga mereka bisa dengan suka rela mendatangi tempat kegiatan vaksinasi covid-19.

“Desa-Desa yang sasaran Vaksinasinya masih dibawa 50 % saya minta kerja ekstra untuk meningkatkan percepatan vaksinasi covid-19,” pungkas Camat.

Dalam rangka percepatan vaksinasi di Kecamatan Bacan Timur, maka sangat diperlukan peran semua pihak terutama Kepala Desa, ia mengatakan kades dan seluruh perangkat desa harus melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi pada warga tentang pentingnya vaksinasi covid-19.

“Rencananya kita laksanakan Gebyar Vaksinasi di seluruh Desa di Kecamatan Bacan Timur Secara Serentak, guna meningkatkan angka sasaran vaksinasi,” kata Camat Niar mengakhiri. (Red-01)

Dana Sebut Langkah Tepat Pemda Tolak Dualisme KNPI di Halsel

HALSEL, CN – Kendati Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tidak mengakui keabsahan dualisme Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Halsel. Namun, DPD KNPI Halsel  pimpinan Haris Pertama yakni Ketua Irfan Abdurrahim dan Sekretaris Ananta Rizky Raya Perdana Sidik tidak gentar.

Kepada wartawan, Sekretaris DPD KNPI Halsel pimpinan Haris Pertama, Ananta Rizky Raya Perdana Sidik mengatakan, langkah Pemerintah Kabupaten Halsel  menolak dualisme KNPI adalah langkah tepat dan patut diapresiasi. Meski begitu, Dana sapaan akrabnya optimis, jika dilakukan verifikasi faktual di Pemerintah Pusat, maka KNPI Pimpinan Haris Pertama diakui.

“Pak Bupati Halsel tolak KNPI Halsel ini menarik, supaya KNPI di Halsel harus satu saja, jangan ada dualisme lagi,” ujar Dana.

Dana menejelaskan, dengan ditolaknya dualisme KNPI Halsel ini, pihaknya tidak keberatan, apalagi terkait dengan anggaran. Sebab, dirinya ditunjuk sebagai Sekretaris DPD bukan karena ada unsur paksaan dari siapapun dan bukan soal anggaran.

“Kalau soal anggaran bagi saya tidak menjadi ukuran.? Saya punya keinginan pemuda bersatu dalam bingkai kebersamaan untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan,” tukasnya. (Red/CN)

Diduga Tolak Layani Nafsu Birahi, Kasatpol PP Halsel Bereaksi Tutup Cafe Bungalow 2

HALSEL, CN – Pengakuan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Steven Yoel yang menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pengancaman terhadap salah seorang wanita pemandu lagu itu dibantah keras.

Mengapa tidak, Steven Yoel bereaksi menutup Cafe Bungalow 2 lantaran diduga tidak menerima atas pengakuan salah seorang wanita pemandu lagu seperti yang diberitakan pada Rabu, (6/10/) dengan judul, “Diduga Oknum Kasatpol PP Halsel Ingin Tiduri Wanita Pemandu Lagu, jika tak Mau, Ancam Gelar Razia”.

Oleh karena itu, wanita pemandu lagu berinisial N yang menolak layani nafsu birahi Kasatpol-PP, dengan tegas mengatakan siap mengadukan sikap tak terpuji Steven Yoel itu kepada Bupati Halsel, Usman Sidik.

“Saya siap menghadap dan mengadukan Kasatpol PP kepada bapak Bupati Halsel,” tegas N, Senin (11/10/2021).

Sementara dugaan kuat lainnya, timbul pengakuan dari Provost Pol-PP, Muhammad Ibrahim ketika bersama sejumlah anggota Pol PP melakukan penjagaan ketat yang hanya di satu Tempat. Sementara untuk di Halsel sendiri terdapat banyak Cafe, namun entah kenapa, Kasatpol PP, Steven Yoel diduga bereaksi menutup hanya Satu Cafe (Bungalow 2).

“Kami diperintahkan langsung, ada juga Surat Tugas, jadi hanya stei di sini (Cafe Bungalow 2), tapi Patmornya di semua Cafe, yang stei hanya 2 ini saja,” ujar Provost Muhammad Ibrahim bersama sejumlah anggota Pol PP yang berjaga di depan Cafe Bungalow 2 pada Jumat (8/10) malam.

Sebelumnya, Steven Yoel membantah bahwa dirinya tidak pernah melakukan pengancaman terhadap wanita pemandu lagu.

“Coba nanti kita panggil untuk tanya tentang apa yang bicarakan ke dia, saya sendiri juga tidak tahu perempuan itu. Bahkan komunikasi lewat WhatsApp dan telepon pun tidak pernah,” salah satu penjelasan Kasatpol-PP saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id di ruang kerjanya, Kamis (7/10). (Red/CN)

Sekertaris KNPI Halsel: Kami Buka Ruang Agar Pemuda yang Terpecah Belah Kembali Menyatu

HALSEL, CN – Sekertaris Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II  Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Ananta Rizky Raya Perdana Sidik mengajak segenap pemuda dan Pemudi se-Halmahera Selatan untuk tergabung dalam wadah berhimpun organisasi kepemudaan agar kembali bersatu.

Ananta Rizky Raya Perdana Sidik menjelaskan, sebagai organisasi kepemudaan, KNPI Halsel merupakan wadah berhimpun yang memiliki latar belakang dan pendidikan yang sangat plural dan dinamis, sehingga KNPI memiliki peran penting dalam membangun karakter pemuda.

Menurut dia, tidak mudah membangun sebuah organisasi kepemudaan. Pasang surut organisasi ini telah dilalui. Sehingga dinamika di tubuh organisasi kepemudaan itu cukup dinamis.

“Oleh sebab itu, saya dan Kak Ivan berharap bahwa Musyawarah Daerah KNPI Halsel nanti sebagai ajang pemersatu bagi organisasi KNPI yang sempat mengalami perpecahan itu,” kata Ananta Rizky Raya Perdana Sidik dalam keterangan persnya, Minggu (10/10/2021).

Ananta bilang, Perpecahan di tubuh KNPI Halsel saat ini, bukan hanya berimbas pada organisasi itu sendiri, tetapi juga berdampak pada konflik di tubuh OKP yang ada di bawahnya, karena dukung-mendukung kepada salah satu kubu.

“Oleh karena itu, kami membuka ruang agar pemuda yang terpecah belah kembali menyatu dalam wadah berhimpun KNPI pada Musda yang kami gagas ini,” imbau putra sulung Bupati Halsel ini.

Menurutnya, sebagai insan ideolog, sejatinya pemuda harus mampu keluar dari jebakan pragmatis. Sebab, nasib Daerah saat ini dan ke depan tetap menggantungkan peran konstruktif pemuda. Pemuda harus terpanggil untuk membangun kesadaran secara kedaerahan mau pun nasional di tengah krisis yang multidimensi ini. Untuk itu, kehadiran KNPI dalam panggung Daerah diharapkan mampu memberikan peran dalam rangka mengawal pertumbuhan ekonomi-sosial-budaya. Jadi tantangan yang dihadapi oleh pemuda saat ini cukup kompleks.

Dia berharap dengan penyatuan nanti, agar KNPI ke depan mampu menjadi agen perubahan yang konstruktif bagi kepentingan Daerah, bangsa dan negara, kini dan akan datang. Pemuda harus berakal sehat dan cerdas nuraninya.

“Kedua instrumen ini akal dan hati akan menjadi penentu hasil yang fantastik. Inilah arah baru KNPI yang perlu direformulasi dalam visi-misi baru KNPI sesuai perkembangan zaman. Karena pemuda pewaris sah masa depan bangsa,” katanya. “Dengan mengutip pernyataan proklamator kita Bung Karno yang pernah menegaskan, ‘Kirimkan 10 pemuda terbaik niscaya akan ku guncang dunia’. Sebuah pernyataan spikologis yang membakar karena entitas pemuda memang penuh gelora,” imbuh Ananta.

Dalam potret pemuda yang digambarkan Bung Karno itu, kata Ananta, harus menjadi karakter pemuda yang ada dalam KNPI.

“Pemuda Halsel haruslah responsif, berkarakter, berdedikasi, berakhlak mulia termasuk kemampuan menghargai aneka kebhinekaan dengan tulus, bukan ke pura-puraan,” tutupnya. (Red/CN)