Kapus Laiwui Kecamatan Obi, Sambangi Korban Bencana Alam Desa Baru

HALSEL, CN – Kepala Puskesmas (Kapus) Laiwui, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Ajwin Jahati, Skm pagi tadi pasca angin dan hujan kencan yang menerpa puluhan rumah warga Desa Baru, langsung sambangi korban Bencana Alam.

Bencana alam akibat dari hantaman angin kencang mengakibatkan puluhan warga jadi korban rumah rusak, membuat Kapus Laiwui itu jadi prihatin dan Turun ke lokasi untuk memberikan donasi kepada warga terkena dampak angin kencang.

Setelah dari lokasi kejadian Bencana Alam Kapus Laiwui langsung ke RSUD Obi untuk temui korban luka akibat terkena Atap Senga yang melayang untuk memberikan Donasi.

Kepada wartawan cerminnusantara.co.id Kapus Laiwui Ajwin Jahati, SKM menyampaikan bahwa kami dari puskesmas Laiwui hanya bisa memberikan sedikit sumbangan kepada korban Bencana Alam terkena dampak angin kencang sehingga ada rumah rusak dan ada juga korban luka akibat terkena benda tajam (Atap seng), semoga dari bantuan ini dapat memberikan keringanan kepada korban.

“Kami dari Puskesmas Laiwui cuman bisa memberikan sumbangan sedikit saja, semoga dari sumbangan ini dapat meringankan beban ibu dan bapak” kata Ajwin

Salah satu warga Desa Baru La Alami, mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Puskesmas Laiwui yang terkhusunya Kepala Puskesmas Ajwin Jahati yang telah turun langsung ke lokasi bencana alam untuk melihat kondisi kami (korban) dan memberikan donasi kepada kami biar sedikit tetapi kami merasa bersyukur sekali.

“Kami sudah merasa cukup dan bersykur walaupun sedikit atau banyak, dan kami sekeluarga ucapkan terima kasih banyak semoga bapak Kapus kerirnya selalu naik” ucap doa Korban Bencana kepada Kapus Laiwui

Terlepas dari itu Ucapan yang sama juga dari korban luka akibat terkena benda tajam (atap seng) yang enggan di publikasi namanya ini, saya ucapkan banyak terima kasih kepada pihak Puskesmas yang telah memberikan sumbangan kepada saya sehingga bisa meringankan beban biaya pengobatan.

“saya rasa bersyukur kepada pak Kapus yang sudah datang jenguk saya, dan terima kasih karna so kase sumbangan, semoga pa kapus dapat Rizky yang banyak” tutur ibu 4 anak itu.

Berdasarkan pantauan wartawan cermeinnusantara.co.id, di lapangan pasca angin dan hujan kencang sudah ada dari pihak pemerintah Kecamatan Obi dan Pihak Perusahan PT. Harita Group terjun ke lokasi mengambil data korban ruamah rusak. (Zul/Budi/CN)

Hujan Dan Angin Kencang Melanda Kecamatan Obi, Puluhan Rumah Rusak Satu Korban Luka

HALSEL, CN – Hujan dan angin kencang melanda Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, puluhan rumah warga Desa Baru Rusak dan satu korban luka di larikan ke rumah sakit.

Kejadian bermula pada pagi tadi, hujan dan angin kencang yang bertiup dari arah  barat laut dengan pancah robah, yang bertiup pada pukul 06:30 hingga pukul 07:29 kurang lebih satu jam itu, telah merobohkan pohon, tiang PLN dan merusaki puluhan rumah warga di Desa Baru Kecamatan Obi.

Berdasarkan amatan Wartawan cerminnusantara.co.id di lapangan bahwa hujan dan angin kencang itu telah merobohkan pepohonan, tiang PLN dan merusaki rumah warga.

Diketahui puluhan rumah warga yang rusak itu ada rusak Ringan, Sedang dan rusak Berat, sedangkan pepohonan yang tumbang itu termasuk tanaman warga yaitu pohon kelapa dan cengkih.

Tidak ada korban jiwa, tetapi salah satu warga Desa Baru sempat di larikan ke RSUD, korban terkena benda tajam akibat hantaman atap seng yang melayang. Kini korban masih di rawat.

Berdasarkan informasi data yang di ambil dari lapangan Rumah Rusak Ringan, Sedang, dan Rusak Berat dengan data korban yaitu : La Alami, Acan, La Amat, Wbinari La Junto dan La Dini, La Muhammad, Arfia La Masere, Darlis La Santi, La Rudimi, La Sanisa, Hasan La Ruwia. Data tersebut masi ada tambahan rumah dan kerusakn lainnya.

Kepada wartawan cerminnusantara.co.idi salah satu korban rumah rusak yang enggan di publikasikan namanya ini menyampaikan bahwa angin tadi pagi itu memang kencang di tambah dengan hujan sehingga merusaki rumah, pohon tumbang, tiang Listrik juga rubuh dan ada satu orang mengalami luka akibat terkena atas seng yang melayang sehingga di larikan di rumah sakit, tetapi tidak ada korban jiwa dalam kejadian tadi pagi.

“angin tadi itu memang kuat sekali, torang lia dia pe cara ba tiup itu saya juga jadi tako barang dia taputar, sampe orang pe rumah banyak rusak, dan kalapa, cengkeh, tiang listrik rubuh itu, dan bahkan ada ibu-ibu satu tadi kanal seng yang terbang, langsung dong kase lari bawa di rumah sakit” kata warga

Dia juga berharap agar Pemerintah Halsel secepatnya turun ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi rumah-rumah yang rusak.

“kami yang jadi korban rumah rusak, cuma baharap pemerintah capat turun langsung lia torang pe rumah yang rusak” harap dia sambil menangis

Dari kejadian ini puluhan rumah rusak belum dapat di taksir berapa yang di alami kerugian oleh korban akibat dari bencana alam, sementara menunggu pihak Pemerintah Desa melakukan pendataan.

Sedangkan kepala Desa Baru saat dikongirmasi di kediamannya tidak berada di tempat, namun sempat di telephon viah handphone tapi luar jangkauan. (Zul/Budi/CN)

Peduli Korban Air Laut Pasang, Kades Kokotu Inisiatif Bagikan Sembako Kepada Warga

HALSEL, CN – Kepala Desa (Kades) Kokotu Kecamatan Bacan Barat, Susmiyanthy Idris menyalurkan paket sembako kepada seluruh warga korban bencana air laut pasang yang terjadi pada Tanggal 4 sampai dengan 6 November 2021.

Dimana, bencana air laut pasang yang terjadi selama 6 hari berturut-turut itu membuat kerusakan ringan maupun berat pada rumah warga. Sehingga, warga di Desa Kokotu dengan terpaksa harus mengungsi di pegunungan demi keselamatan mereka.

Melihat kondisi itu, Kades Kokotu, Susmiyanthy Idris dengan rasa kepeduliannya, dirinya dengan cepat tanggap menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada warga korban air laut pasang.

Kades Kokotu, Susmiyanthy Idris mengatakan, sebanyak 10 Rumah yang rusak akibat dari air laut pasang yang menerjang rumah warga.

Rumah Warga Kokotu yang Rusak.

“Kami bagikan sembako berupa Beras, Gula dan Kopi ke seluruh masyrakat tanpa memandang. Baik itu rumah warga yang rusak maupun yang tidak rusak,” cetus Susmiyanthy Idris, Selasa (7/12).

Namun kata Susmi, sapaan akrabnya, bantuan tersebut merupakan inisiatif dirinya sendiri. Sehingga anggaran yang ia gunakan bukan dari anggaran Dana Desa (DD).

“Insiatif saya sendiri karana melihat kondisi masyarakat. Apapun konsekuensinya, harus cepat mengambil langka demi masyarakat kita,” tukasnya.

Kepala Desa yang masih aktif berstatus Mahasiswi di salah satu Kampus Swasta di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) itu bilang, kejadian bencana  tersebut tidak memakan korban jiwa.

“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada korban jiwa,” jelas Susmi.

Fasilitas yang diharapkan bisa mengikis rumah warga, kini habis di telan ombak.

Selain itu, Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Cabang Halsel  ini juga menerangkan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel juga telah berkunjung ke Desa Kokotu.

“Pemda tadi dari Bencana Alam juga sudah tiba di TKP, tapi karen ombak besar. Makanya mereka tidak bisa turun  langsung di Kampung. Jadi hanya ambil dokumentasi dari jauh saja. Dari DPRD Komisi Halsel, pak Sagaf Hi. Taha juga sudah turun di TKP, cuman karena ombak, jadi tidak bisa turun juga di Kampung,” jelas Susmi.

Meski begitu, Kades termudah di Halsel itu berharap kepada Pemda untuk dapat cepat mengambil langkah demi keselamatan Desa.

“Semoga dari Pemda merespon cepat karena melihat situasi di Desa Kokotu semakin parah. Fasilitas yang diharapkan bisa mengikis rumah warga, kini habis di telan ombak. Jadi kami sejauh ini, masih terus berikhtiar mengungsi yang jauh dari lokasi Pantai. Dan harapannya, hal ini cepat membaik,” harapnya. (Red/CN)

Bupati Halsel: Kepala Desa yang Tak Kembalikan Kerugian Negara Bakal Diberhentikan Secara Tidak Terhormat

HALSEL, CN – Pemberhentian sementara 15 Kepala Desa di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) atas dugaan melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) bakal diproses secara hukum. Hal itu disampaikan Bupati Halsel, Usman Sidik saat menggelar konferensi pers diruang Aula Bupati Halsel, Senin (6/12/2021).

Dimana, Bupati Usman Sidik tidak segan-segan bakal memproses hukum para Kepala Desa yang terindikasi melakukan korupsi anggaran Alokasi Dana Desa (DD) dan Dana Desa (DD) yang mencapai ratusan juta rupiah bahkan ada juga miliyaran rupiah.

“Pemberhentian para Kades itu demi menyelamatkan keuangan negara dan para Kades ini juga akan diproses secara hukum, jika tidak melakukan pengembalian anggaran yang telah disalahgunakan,” jelas Usman Sidik.

Usman bilang, para Kades yang diberhentikan itu, lantaran terdapat temuan Inspektorat Halsel atas dugaan penyalahgunaan ADD dan DD.

“Pemberhentian sementara para Kades itu karena ada temuan Inspektorat atas dugaan penyalahgunaan ADD maupun DD,” tukasnya.

Namun, 15 Kades yang diberhentikan itu tak terima, sehingga para Kades tersebut menggugat Pemerintah Daerah (Pemda) di PTUN Ambon.

Atas gugatan para Kades itu, Bupati Halsel malah merasa ditantang dan siap menghadapi gugatan 15 Kades tersebut.

“Kami dari Pemerintah Daerah siap menghadapi gugatan mereka ke PTUN Ambon,” tegas Usman.

Perlu diketahui, hasil temuan Inspektorat Halsel di 15 Kepala Desa terkait penyalahgunaan anggaran ADD maupun DD itu mencapai Rp 7 milyar lebih.

“Dari Rp 7 milyar itu baru dikembalikan Rp 2.275.268.200.000, maka sisanya yang belum dikembalikan itu senilai Rp 5 milyar lebih,” terangnya.

Maka, Usman menegaskan, 15 Kepala Desa yang diberhentikan sementara itu sangat tepat sesuai dengan dugaan penyalahgunaan ADD dan DD.

“Saya juga tidak memihak ke siapa pun, keluarga saya sekalipun, kalau salah, tetap ditindak. Jadi tidak harus menunggu putusan inkrah dari Pengadilan,” cetusnya.

Meski begitu, jika Kades yang diberhentikan sementara tidak dapat mengembalikan kerugian negara, Usman juga akan melakukan Pemberhentian secara tidak terhormat.

“Dan mungkin jika waktu yang sudah ditentukan, tapi tidak ada niat baik untuk kembalikan, maka, Kepala Desa yang tak kembalikan kerugian negara, bakal diberhentikan secara tidak terhormat. Saya siap segala resiko karena ini pemberhentian sementara. Yang penting apa yang saya lakukan ini, Dana Desa itu diperuntukkan untuk rakyat agar Desa itu berjalan dengan baik,” tutupnya. (Red/CN)

Dugaan Penggelapan Uang Arisan Senilai Rp 37 Juta Lebih, Kajari Halsel: Kami Belum Terima SPDP

HALSEL, CN – Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Fajar Haryowimbuko menegaskan belum pernah menerima perkara terkait dugaan penggelapan uang arisan senilai Rp 37.500.000 yang diduga kuat digelapkan salah seorang mantan Polisi yang dipecat beberapa Tahun lalu bernama Romi bersama istrinya, Fitri Rusmin.

Korban penggelapan uang Arisan senilai Rp 37 juta lebih tersebut bernama Thelly S. Rakib bersama suaminya, Irsan Ahmad yang juga berprofesi sebagai pengacara itu secara resmi melaporkan keduanya, Romi dan Fitri Rusmin ke Polres Halsel Provinsi Maluku Utara (Malut) dengan Surat Tanda Terima Laporan Nomor : STPL/250/IIX/2021/SPKT pada 1 Oktober 2021 lalu.

Dimana, Kajari Halsel, Fajar Haryowimbuko membantah keras penyampaian Tri Martono yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Halsel yang dibeberkan pihak terlapor.

Sebab, terlapor, Irsan Ahmad menjelaskan bahwa, Tri Martono diduga menegaskan bahwa kasus dugaan tersebut belum dinaikkan status ke penyidikan karena sebelumnya, Tri telah koordinasikan ke Kejari Halsel dan hasilnya semua member arisan harus diperiksa.

“Kami belum terima SPDP terkait perkara itu,” aku Fajar melalui via WhatsApp, Sabtu (4/12).

Sementara itu, Tri Martono saat ditemui cerminnusantara.co.id di ruang kerjanya, Senin (6/12) tidak memberi komentar banyak terkait adanya dugaan penyampaian kepada terlapor tentang hasil koordinasi dengan pihak Kejari Halsel.

“Karena Irsan sendiri yang sudah kasih naik, ya sudah, itu sudah. Saya juga sudah tidak bisa bicara ini, bicara itu lagi,” cetusnya.

Selain itu, untuk ketegasan Kajari Halsel yang mengaku belum menerima SPDP, Tri Martono kembali menyalahkan kepada terlapor, Irsan Ahmad.

“Yang itu yang salahnya Irsan, siapa suru dia mau bicara tidak konfirmasi ke kami. Itu sudah jawaban dari saya. Saya sudah tidak bisa bicara banyak, sudah naik di Media, itu sudah. Tapi bukan membenarkan, tapi yang ditulis, itu sudah,” tutup Tri. (Red/CN)

Warga Obi Induk Panik, Dengan Pasang Surut Air Laut : Memintah Perhatian Serius Dari BPBD Halsel

HALSEL, CN – Warga Kecamatan Obi Induk, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi  Maluku Utara. Panik lantaran gara-gara terjadinya pasang surut air laut, hingga menyebabkan rumah warga terendam air. Memintah ada perhatian serius Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Halsel. (6/12/2021)

Seperti kita ketahui bersama bahwa wilayah lautan Indonesia yang sangat luas ini menyebabkan Negara Indonesia tidak pernah lepas dari fenomena alam yang terjadi.

Salah satunya adalah fenomena pasang surut, pasang surut tidaklah asing untuk kebanyakan orang. Namun nyatanya, pasang surut merupakan fenomena alam yang terjadi di laut, permukaan air laut akan secara teratur mengalami naik turun dan hal tersebut terjadi secara berulang. Pasang surut dapat menyebabkan pergerakan partikel massa air dari permukaan sampai ke dasar laut.

Penyebab pasang surut air laut adalah gaya tarik benda-benda di langit, terutama matahari dan bulan terhadap massa air laut bumi. Meskipun massa bulan jauh lebih kecil dari massa matahari, tetapi karena jaraknya terhadap bumi jauh lebih dekat, maka pengaruh gaya tarik bulan terhadap bumi lebih besar daripada pengaruh gaya tarik matahari.

Dengan adanya hal ini ratusan rumah warga yang berada di pesisir pantai Obi Induk terendam air laut, sehingga membuat kepanikan warga di dua Desa, yaitu warga Desa Laiwui dan Desa Jiktamo.

Berdasarkan pantauan wartwan cerminnusantara.co.id di lapangan bahwa pasang surut air laut menyebabkan fasilitas umum seperti musholah, sekolah TK, tempat hiburan malam dan jalan sentral dalam Desa Laiwui Ibu kota Kecamatan Obi Induk terendam air dan sempat membuat aktifitas lalulintas terhenti.

Bukan hanya fasilitas umum yang menjadi dampak air pasang laut. Melainkan ratusan rumah warga juga ikut terendam, yaitu Desa Laiwui wilayah Kampung Buru, Katang, dan Taman Sari serta Wilayah Desa Jikotamo, Kompleks Lapanawa. Ini karena wilayah tersebut berada pada pesisir pantai.

Dengan adanya hal tersebut membuat warga panik, lantaran luapan air yang sangat cepat mengintari pemukiman hingga masuk ke dalam rumah, dan menyebabkan perabot di dalam rumah seperti tempat tidur, kulkas, spenser, dan alat kelengkapan dapur serta alat perabot lainnya terendam air.

Kepada media ini Wati Batawi salah satu warga Desa Laiwui Kompleks Katang menyampaikan bahwa sudah tiga hari air pasang laut naik sampai masuk ke pemukiman, kami juga panik sebab kami lihat di hari pertama dan kedua air tidak terlalu begitu naik hingga penuh sampai ke pemukiman. Tetapi hari ini naik hingga masuk ke dalam rumah dan alat perabot kulkas, spennser dan meja dan kursih ikut terendam.

“So tiga hari saya hitung air naik tambah hari ini yang ke tiga bikin torang panik, karna masuk di dalam rumah sampe torang baku bantu angka tetangga pe kulkas, spenser, meja dan kursi” kata Wati

Wati juga bilang kami juga tarauma sama halnya seperti banjir tahun 2016, banyak perabot yang kami cari dan dapat di laut serta menyebabkan jembatan Desa Buton ambruk.

“Torang juga trauma karena torang pe panik itu sama deng banjir 2016, sampe tong baku kumpul prabot di laut dan jambatan aer Desa Buton patah” ungkap Wati

Hal ini juga di sampaikan Tasman Warga Kompleks Taman Sari di sini juga kami panik karena kemarin saja naik di tambah dengan ombak hantam sampai masuk ke dapur itu air naik tidak seberapa tetapi hari ini air naik penuh sampai di jalan, dan musholah juga ikut terendam, tetapi hari ini ombak tidak terlalu kuat sama dengan kemarin, kalau ombak sama dengan yang kemarin kami juga tidak tau pasti rumah di dekat pantai banyak yang roboh

“Torang di sini juga takut sampai sudah bungkus pakaian karena takut air naik di bersama dengan ombak itu pasti ada rumah yang tabongkar, tapi Alhamdulillah airnya cuma naik saja tidak bersamaan dengan ombak” centus Tasman

Sedangkan Kepala Desa Laiwui Kahfi Nusin saat di konfirmasi, Kahfi juga menyampaikan bahwa menyangkut dengan bencana alam pasang surut air laut, sehingga berdampak pada fasilitas umum seperti jalan, musholah, sekolah TK, Bak Air Minum dan tempat hiburan malam serta rumah warga yang ikut terendam air. Hal tersebut saya sudah buat laporan ke Pemerintah Halsel dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Vhia WhatsApp dari kemarin sudah di respon tapi saya di perintahkan oleh Kadis buat Surat Resmi, jadi besok saya buat surat resmi agar menyurat ke BPBD.

“Saya sudah buat laporan ke BPBD lewat pesan WA sudah ada respon tapi pak Kadis suruh buat surat supaya menyurat secara resmi, jadi besok kami buat surat resmi untuk menyurat ke BPBD” pungkas Kahfi

Kepala Desa Laiwui juga berharap agar Pemda Halsel dalam hal ini Dinas terkait agar serius menangani bencana alam yang terjadi di pulau Obi, agar masalahnya dapat teratasi dengan cepat, dan warga juga tidak merasa panik.

“Saya berharap agar BPBD mengambil langkah cepat mengatasi masalah ini, agar warga di sini jangan resah dan panik” tutup Kahfi. (Zul/CN)