Memeriakan Ekstra : Sekolah Arrahman Desa Jikotamo, Buat Pentas Seni Dan Budaya

HALSEL, CN – Untuk memeriakan kegiatan Ekstrakulikuler, Sekolah MTs/MA Arrahman Desa Jikotamo, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), buat pergelaran pentas seni dan budaya yang bertajuk ke islaman dengan menyusun tema, Kearifan Lokal dan Budaya Islam Kreatifitas Wirasa, Wiraga, dan Wirama. (13/06/2022)

Kegiatan Pergelaran yang di lakukan malam tadi di rencanakan tutup pada tanggal 15 Juni 2022. Acara ini di undang peserta dari sekolah lain mulai dari tingkat TPQ, SD, MTs dan MA, untuk mengikuti lomba. Tarian, Vokal Grup/Solo, Tilawatil Al’Quran, dan baca Puisi. Dengan menghadirkan tim penilai serta turut hadir orang tua wali murid sebagaimana, untuk memeriakan acara tersebut

Acara yang di alamatkan pada lokasi Sekolah MTs/MA Arrahman Desa Jikotamo itu berlangsung aman dan lancar, pada malam pembukaan malam tadi.

Kepada media ini Kepala Sekolah MA Arrahman Jikotamo Fani Sanangka menyampaikan bahwa pergelaran ini adalah bentuk kegiatan ektrakulikuler yang pada setiap tahun suda menjadi kegiatan rutin yang di buat oleh kami.

“Ini kegiatan ekstrakulikuler yang setiap tahun kami buat, dan merupakan kegiatan rutin pada saat Ujian naik kelas atau Lulus Sekolah” Kata Fani

Fani juga bilang kegiatan ini bermaksud untuk membina kepripadian diri pada masing-masing siswa agar pada saat tampil di muka umum pada event lomba-lomba di tingkat kecamatan sampai ke tingkat daerah serta di tingkat nasional siswa juga bisa tampail dengan kepribadian masing-masing.

“Maksud dan tujuan acara ini agar supaya membina kepribadian siswa” pungkasnya

Lanjut dia di samping membina kepribadian siswa, juga menjaga kearifan lokakal seni dan budaya islam, agar tidak pudar sepanjang masa.

“Selain itu juga kegiatan ini dapat menjaga kearifan lokal seni dan budaya islam agar jangan hilang di zaman modern ini” tutupnya.(Red/CN)

Bagas Geram Ada Anggota IPR Bilang Pengusaha dan Penambang Desa Anggai Berduka Setelah Ada Penertiban Dari Polda Malut

HALSEL, CN – Bagas alias Agil geram dengan pernyataan Anggota IPR tambang Desa Anggai, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), yang Bilang Pengusaha dan Penambang IPR Anggai Berduka lantaran gara-gara adanya penertiban Usaha Penambang Tanpa Izin (UPETI) yang di pita kuning (police line) dari Subdik 4 Krimsus Polda Malut. (10/3/2022)

Terkait pernyataan tersebut membuat bagas geram sebab pernyataan hanya sepihak, dimana ada beberapa warga yang berbicara soal IPR WPR desa anggai di salah satu media, terkait Legalitas Perizinan Pertambangan Rakyat (IPR) adalah Pembohong Publik.

Kepada media ini Bagas Alias Agil membeberkan hal tersebut, bahwa SK Bupati nomor 22 tahun 2012, jika di teliti secara detail itu adalah tentang penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang sesuai dengan diktum ke-4, dan SK Bupati ini telah mengugurkan SK nomor 243 tertanggal 4 November tahun 2008 tentang SK perubahan KPR dengan luas wilayah lokasi 383 Hektar (Ha), serta juga menggugurkan SK Bupati nomor 203 tertanggal 4 September tahun 2009, tentang penetapan Kawasan Pertambangan Rakyat (KPR) Desa Anggai.

“apa yang di sampaikan mereka ke salah satu media itu datanya kurang valid, jadi perlu ketahui kejelasannya bahwa SK Bupati nomor 22 tahun 2012, tentang penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai dengan diktum ke-4, dan secara tidak langsung mengugurkan SK nomor 243 tanggal 4 November tahun 2008 tentang SK perubahan KPR dengan luas wilayah lokasi 383 Hektar (Ha), serta juga menggugurkan SK Bupati nomor 203 tertanggal 4 September tahun 2009, dalam hal penetapan Kawasan Pertambangan Rakyat (KPR) Desa Anggai” Ungkap Agil

Agil juga menjelaskan ada SK Bupati Halsel nomor 116 tertanggal 16 Juni tahun 2014, tentang Persetujuan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Dalam WPR 4 atau Produk IPR tahun 2014 adalah dasar dari WPR SK Bupati Nomor 22 Tahun 2012 dan sampai saat ini SK Bupati Nomor 116 belum di perpanjang. Sebab wilayah IPR tersebut Masuk dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) dan juga tanaman produktif masyarakat.

“Begitu juga SK Bupati Halsel nomor 116 tertanggal 16 Juni tahun 2014, tentang Persetujuan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). yang ada Dalam WPR 4 itu Produk IPR tahun 2014, dan sampai saat ini IPR nya belum di perpanjang gara-gara wilayah IPR masuk dalam DAS dan Tanaman Produktif masyarakat” centusnya

Sedangkan SK DPMPTSP Provinsi Maluku Utara tertanggal 17 Desember 2018 tentang Persetujuan Perpanjangan IPR desa Anggai Kecamatan Obi Kabupaten Halsel.
SK DPMPTSP Malut di berikan kepada empat kelompok IPR desa Anggai, yakni Kelompok Anggai bersatu 1 dengan SK nomor, 502/2/DPMPTSP/XII/2018, Kelompok Anggai bersatu 2 dengan SK nomor, 502/5/DPMPTSP/XII/2018, kelompok Anggai bersatu 3 dengan SK nomor, 502/4/DPMPTSP/XII/2018 dan Kelompok Anggai Bersatu 4 dengan SK nomor, 502/3/DPMPTSP/XII/2018 adalah Gagal Produk alias cacat Hukum karna tidak memiliki Wilayah Pertambangan Rakyak dan tidak sesuai Rujukan UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambagan Mineral dan Batu Bara.

Agil bilang pada Minggu kemarin, (6/3), terjadi penertiban Usaha Penambangan Emas Tanpa Izin (UPETI) di Desa Anggai. yang dilakukan oleh Kasubdik 4 Krimsus Polda Malut, penertiban itu berada pada lokasi Tua, sedangkan untuk lokasi Tengah serta Lokasi Baru belum di lakukan Penertiban, dan kemungkinan masuk tahap dua bulan ini.

“Untuk sementara waktu penertiban itu di lokasi tua, dan kemungkinan di lanjutkan pada lokasi tengah dan baru dalam bulan ini” Pungkas dia

Agil juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupatan, Provinsi dan Pemerintah Pusat bukan hanya para penambang Emas dan pengusaha yang di tertertibkan, melainkan semelter mini atas kerjasama KLHK dan UNDP bersama para penambang serta pengusaha yang berada di lokasi tengah dan baru, juga ikut di tertibkan oleh Polda, karena diduga tidak miliki izin masi ilegal

“yang di tertibkan itu bukan pengusaha dan para penambang saja, tetapi semelter mini yang ada di lokasi tengah dan baru, juga ikut di tertibkan, sebab karena masi ilegal” tuturnya

Sedangkan Nama-nama pengusaha yang mendapat pita kuning (police line) di antara, Hasan Hanafi, Hi. Syarifudin, Hi. Munding, Mas Erik, Leonardo Khan, Samad, Surdi Malan, Jusmin Manui, Abdila Hanafi, Delfan, Wabunga, Simitro Sargawi, La Abu Ali, dan Elvis kurang lebih 15 pengusaha dan begitu juga Tromol-tromol diantaranya, Daeng Kumis, Mas Erik, Hasan Hanafi, dan Jusmin Manui sekitar 4 pengusaha. (Red/CN)

Warga Obi Induk Panik, Dengan Pasang Surut Air Laut : Memintah Perhatian Serius Dari BPBD Halsel

HALSEL, CN – Warga Kecamatan Obi Induk, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi  Maluku Utara. Panik lantaran gara-gara terjadinya pasang surut air laut, hingga menyebabkan rumah warga terendam air. Memintah ada perhatian serius Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Halsel. (6/12/2021)

Seperti kita ketahui bersama bahwa wilayah lautan Indonesia yang sangat luas ini menyebabkan Negara Indonesia tidak pernah lepas dari fenomena alam yang terjadi.

Salah satunya adalah fenomena pasang surut, pasang surut tidaklah asing untuk kebanyakan orang. Namun nyatanya, pasang surut merupakan fenomena alam yang terjadi di laut, permukaan air laut akan secara teratur mengalami naik turun dan hal tersebut terjadi secara berulang. Pasang surut dapat menyebabkan pergerakan partikel massa air dari permukaan sampai ke dasar laut.

Penyebab pasang surut air laut adalah gaya tarik benda-benda di langit, terutama matahari dan bulan terhadap massa air laut bumi. Meskipun massa bulan jauh lebih kecil dari massa matahari, tetapi karena jaraknya terhadap bumi jauh lebih dekat, maka pengaruh gaya tarik bulan terhadap bumi lebih besar daripada pengaruh gaya tarik matahari.

Dengan adanya hal ini ratusan rumah warga yang berada di pesisir pantai Obi Induk terendam air laut, sehingga membuat kepanikan warga di dua Desa, yaitu warga Desa Laiwui dan Desa Jiktamo.

Berdasarkan pantauan wartwan cerminnusantara.co.id di lapangan bahwa pasang surut air laut menyebabkan fasilitas umum seperti musholah, sekolah TK, tempat hiburan malam dan jalan sentral dalam Desa Laiwui Ibu kota Kecamatan Obi Induk terendam air dan sempat membuat aktifitas lalulintas terhenti.

Bukan hanya fasilitas umum yang menjadi dampak air pasang laut. Melainkan ratusan rumah warga juga ikut terendam, yaitu Desa Laiwui wilayah Kampung Buru, Katang, dan Taman Sari serta Wilayah Desa Jikotamo, Kompleks Lapanawa. Ini karena wilayah tersebut berada pada pesisir pantai.

Dengan adanya hal tersebut membuat warga panik, lantaran luapan air yang sangat cepat mengintari pemukiman hingga masuk ke dalam rumah, dan menyebabkan perabot di dalam rumah seperti tempat tidur, kulkas, spenser, dan alat kelengkapan dapur serta alat perabot lainnya terendam air.

Kepada media ini Wati Batawi salah satu warga Desa Laiwui Kompleks Katang menyampaikan bahwa sudah tiga hari air pasang laut naik sampai masuk ke pemukiman, kami juga panik sebab kami lihat di hari pertama dan kedua air tidak terlalu begitu naik hingga penuh sampai ke pemukiman. Tetapi hari ini naik hingga masuk ke dalam rumah dan alat perabot kulkas, spennser dan meja dan kursih ikut terendam.

“So tiga hari saya hitung air naik tambah hari ini yang ke tiga bikin torang panik, karna masuk di dalam rumah sampe torang baku bantu angka tetangga pe kulkas, spenser, meja dan kursi” kata Wati

Wati juga bilang kami juga tarauma sama halnya seperti banjir tahun 2016, banyak perabot yang kami cari dan dapat di laut serta menyebabkan jembatan Desa Buton ambruk.

“Torang juga trauma karena torang pe panik itu sama deng banjir 2016, sampe tong baku kumpul prabot di laut dan jambatan aer Desa Buton patah” ungkap Wati

Hal ini juga di sampaikan Tasman Warga Kompleks Taman Sari di sini juga kami panik karena kemarin saja naik di tambah dengan ombak hantam sampai masuk ke dapur itu air naik tidak seberapa tetapi hari ini air naik penuh sampai di jalan, dan musholah juga ikut terendam, tetapi hari ini ombak tidak terlalu kuat sama dengan kemarin, kalau ombak sama dengan yang kemarin kami juga tidak tau pasti rumah di dekat pantai banyak yang roboh

“Torang di sini juga takut sampai sudah bungkus pakaian karena takut air naik di bersama dengan ombak itu pasti ada rumah yang tabongkar, tapi Alhamdulillah airnya cuma naik saja tidak bersamaan dengan ombak” centus Tasman

Sedangkan Kepala Desa Laiwui Kahfi Nusin saat di konfirmasi, Kahfi juga menyampaikan bahwa menyangkut dengan bencana alam pasang surut air laut, sehingga berdampak pada fasilitas umum seperti jalan, musholah, sekolah TK, Bak Air Minum dan tempat hiburan malam serta rumah warga yang ikut terendam air. Hal tersebut saya sudah buat laporan ke Pemerintah Halsel dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Vhia WhatsApp dari kemarin sudah di respon tapi saya di perintahkan oleh Kadis buat Surat Resmi, jadi besok saya buat surat resmi agar menyurat ke BPBD.

“Saya sudah buat laporan ke BPBD lewat pesan WA sudah ada respon tapi pak Kadis suruh buat surat supaya menyurat secara resmi, jadi besok kami buat surat resmi untuk menyurat ke BPBD” pungkas Kahfi

Kepala Desa Laiwui juga berharap agar Pemda Halsel dalam hal ini Dinas terkait agar serius menangani bencana alam yang terjadi di pulau Obi, agar masalahnya dapat teratasi dengan cepat, dan warga juga tidak merasa panik.

“Saya berharap agar BPBD mengambil langkah cepat mengatasi masalah ini, agar warga di sini jangan resah dan panik” tutup Kahfi. (Zul/CN)

Setelah di Jabodetabek, Hi. Usman Sidik Berikan Sembako Dan Uang Kepada 63 Mahasiswa Halsel di Sulsel

MAKASSAR, CN – Setelah Mahasiswa asal Halmahera Selatan se-Jabodetabek di Jakarta dan Kota Ternate, seperti dilansir Liputan Malut, kini giliran Mahasiswa asal Halmahera Selatan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) diberikan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) dan uang tunai oleh H. Usman Sidik di tengah Pandemi Covid-19.

Kepada Wartawan, H. Usman Sidik, Calon Bupati Halsel yang berpasangan dengan Hasan Ali Bassam Kasuba ini mengatakan kondisi Pandemi Covid-19 ini sebagian besar Mahasiswa yang menuntut ilmu di beberapa Kota besar di Indonesia tidak bisa kembali karena akses laut dan udara di Lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 maka sebagai warga Halmahera Selatan dirinya memiliki tanggung jawab untuk membantu mahasiswa yang saat ini berada di Asrama maupun Kos-kosan.

“Jakarta dan Jogjakarta sudah dikasi bantuan dan hari ini bagikan sembako dan uang saku ke 63 Mahasiswa asal Halmahera Selatan di Provinsi Sulawesi Selatan. Semoga bantuan ini bisa dipergunakan untuk kebutuhan mereka di Bulan Ramadhan ini,” tandasnya.

Semetara itu, Kordinator Mahasiswa Sulsel, Sofyan Fabanyo yang membagikan bantuan dari Hi. Usman Sidik kepada Wartawan mengatakan, dirinya telah membagikan semua kebutuhan sembako dan uang saku sesuai arahan dan semua Mahasiswa merasa bersyukur ditengah Covid-19 ini, Hi. Usman Sidik bisa peduli soal kebutuhan makan dan minum mereka di kosan maupun di asrama. 

“Ada 63 Mahasiswa yang saya di beberapa titik dan Alhamdulillah sudah dibagikan sembako dan uang saku. Semua mahasiswa merasa bersyukur dan berterima kasih karena sudah peduli karena selama ini belum pernah terjadi seperti ini,” tandasnya.

Ditanya apakah sudah ada bantuan dari Pemerintah Daerah.? Sofyan mengaku sejak Pandemi Covid-19 ini belum pernah ada bantuan dari Pemerintah untuk Mahasiswa yang kuliah disini.

“Karena tidak ada bantuan dari Pemda dan tiba-tiba Pak Usman berikan bantuan jadi Mahasiswa sangat berterima kasih dan sangat bersyukur,” pungkasnya. (Red/CN)