PKB Haltim Target 3 Besar di Pemilu 2024

HALTIM, CN – Meski pemilu legislatif baru akan digelar 14 Februari 2024 mendatang, DPC PKB Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Provinsi Maluku Utara (Malut), kembali menegaskan menargetkan 3 Besar untuk menyasar unsur pimpinan DPRD dengan menargetkan 11% suara dari jumlah DPT 66.156 jiwa pilih. Hal ini dikemukakan Ketua LPP DCP PKB Haltim, Fatah Shandy Tamher saat dihubungi via telepon seluler siang tadi senin (28/8/23.)

Shandy bilang, berdasarkan rilis Litbang Kompas, PKB berada pada level tiga besar secara nasional dibawah PDIP (24,4%) dan Gerindra (18,9%) dan PKB sendiri memperoleh 7,6%.

Dengan begitu, kata Shandy, bisa berdampak positif bagi seluruh Kader-kader PKB tak terkecuali segenap kader PKB di Haltim. Bakal calon anggota DPRD Dapil Haltim Satu yang juga Ketua LPP DPC PKB Haltim itu mengatakan, ini “ekor jas” yang mudah-mudahan bisa berdampak positif bagi pergerakan semua bakal calon PKB di Halmahera Timur. Saat ini seluruh Kader PKB solid bergerak, semua bakal Caleg tengah konsolidasi guna capaian dimaksud.

“Saya optimistis ini bisa dikatakan berlebihan. Sebab hal ini, berbeda dengan poin Rakerwil yang oleh DPC menargetkan 2 Kursi. Namun suasana konsolidasi rasa-rasanya hari ini dan setersnya PKB bakal memperoleh hasil diluar dugaan nota Rakerwil. Ya kita wajib optimis lebih berdasarkan langkah konsolidasi sahabat-sahabat bakal Caleg dilapangan, saya kira itu,” terang Shandy.

Langkah Ketua Umum Gus Muhaimin dalam mengkonsolidir PKB memiliki arti dan semangat tersendiri bagi seluruh jajaran Kader PKB di Haltim. Kader PKB di Haltim memandang, Gus Muhaimin sebagai spirit sentral dalam memposisikan para kader yang tak henti-hentinya menempatkan PKB diatas segalanya.

Terpisah Ketua DPC PKB Halmahera Timur, Ade Hud saat dimintai tanggapan perihal target LPP yang nota bene berbeda dengan hasil Rakerwil tersebut mengatakan, terkait target dan raihan suara dan kursi memang menjadi tugas pokok LPP sebagai wadah otonom pemenangan. Sebelum dan sejak pasca pendaftaran bakal Caleg di KPUD beberapa waktu lalu memang LPP mendesak agar target perolehan kursi dievaluasi melalui forum Rapat Kerja Cabang (Rakercab).

“Hanya saja, saya menyampaikan terlebih dahulu melihat proses perkembangan dinamika dan kerja-kerja para bakal caleg barulah kita mengambil langkah apakah penting tidaknya target dua kursi berdasarkan Rakerwil dapatlah dievaluasi sesuai target LPP saat ini,” terang Ade.

Prinsipnya, semua pasti berfikir yang terbaik buat PKB terutama terhadap target perolehan suara dan target perolehan kursi.

“Bagi saya, optimis harus didasari dengan konsolidasi nyata bagi seluruh kader dan bakal caleg, saya kira itu poinnya. Dengan begitu memposisikan tiga besar dan menyasar pimpinan DPRD bukanlah hal yang mustahil,” tutup Ade. (Hardin CN)

Partai Demokrat Dorong M Rahmi Husen Maju di Pilbup Halsel 2024

HALSEL, CN – Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), mendorong M Rahmi Husen yang merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Malut untuk maju di Pemilihan Bupati (Pilbup) 2024 mendatang.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua  Partai Demokrat Halsel, Hud Hi Ibrahim  saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id di Sekretariat DPC Partai Demokrat Halsel, Selasa (29/8/2023).

“Partai Demokrat siap menangkan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Pusat maupun Pilbup,” ujar Hud Hi Ibrahim.

Ketua Partai Demokrat Hud Hi Ibrahim yang juga Calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halsel Daerah Pemilihan (Dapil) I itu mengatakan, pihaknya sejak awal mendukung penuh kepada Ketua DPD  Partai Demokrat Malut maju di Pilbup Halsel. Terlebih lagi, saat ini, M. Rahmi Husen menjabat sebagai anggota DPRD Malut Periode 2019-2024.

Hud Hi Ibrahim juga menyatakan, siap mendukung dan memenangkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Malut, M. Rahmi Husen di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Halsel 2024.

“Kita ingin Kader Partai Demokrat maju Pilbup di 2024 mendatang dan saat ini, kami dari DPC merasa Pak Rahmi Husen sudah waktunya maju sebagai Calon Bupati Halsel,” ujarnya.

Sementara itu, Sekertaris Partai Demokrat M Fahri Husen yang juga Calon anggota DPRD Dapil Makian dan Kayoa itu bilang, M Rahmi Husen merupakan salah satu kader terbaik Partai Demokrat di Malut.

“Oleh karena itu, kami tetap mendukung penuh. Apalagi Pak Rahmi Husen adalah Ketua DPD Partai Demokrat Malut dan beliau salah satu kader terbaik,” tutupnya. (Hardin CN)

Ketua DPD Partai Demokrat Malut Raih Gelar Doktor Sosiologi di UMM

Ternate, CN – Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku Utara (Malut), M Rahmi Husen resmi menyandang gelar Doktor Sosiologi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Putra terbaik Makian-Kayoa (Makayoa) ini berhasil meraih gelar Doktor setelah menjalani sidang terbuka program Doktoral di UMM, Selasa (22/8/2023).

Usai meraih gelar Doktoralnya, M Rahmi Husen mengucapkan terimakasih kepada keluarga dan kerabat serta semua orang yang telah memberikan dukungan semangat.

Mantan Ketua KPU Malut itu sangat bersyukur masih mampu menyisihkan waktunya menempuh Pendidikan Program Doktoral ditengah kesibukan menjadi Wakil Rakyat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) di Provinsi Maluku Utara.

“Alhamdulillah. Ditengah kesibukan yang begitu padat, saya dapat menyelesaikan Study Formal S3 di Universitas Muhammadiyah Malang. Kesuksesan ini, tentunya tidak terlepas dari Do’a seorang Ibu serta dukungan keluarga dan kerabat yang sudah mendorong saya melanjutkan pendidikan ditengah kesibukan sebagai Wakil Rakyat Halmahera Selatan,” ungkap Ketua DPD Partai Demokrat Malut.

M Rahmi yang saat ini masih menyandang status anggota DPRD Malut  aktif itu berharap, gelar Doktor yang diraih dapat menjadi motivasi terhadap unsur pendidikan di Halsel serta dapat memotivasi generasi muda Makayoa yang kaya akan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kabupaten Halmahera Selatan kaya akan sumber daya manusia terutama bagi generasi muda Makayoa. Sehingga saya berharap, apa yang telah saya raih ini bisa menjadi penopang semangat bagi Putra-putri di Kabupaten Halmahera Selatan dalam menempuh Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Semangat seperti ini diperlukan dalam rangka memajukan dunia Pendidikan di Kabupaten Halsel,” katanya.

Anggota DPRD Provinsi 2 Periode itu menambahkan, Halsel saat ini senantiasa menjadi bagian penting dari setiap upaya pembangunan di wilayah Maluku Utara.

Sehingga, Ketua DPD Partai Demokrat Malut itu meminta kepada jajaran aparat dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel dan kalangan Akademisi serta semua unsur untuk terus meningkatkan kinerja dan membangun sinergitas dengan masyarakat dalam upaya mensukseskan pembangunan di Bumi saruma.

“Peningkatan kinerja dan sinergitas kerja dalam semua unsur harus menjadi perioritas utama dalam memajukan Daerah. Sehingga harapannya, generasi muda, terutama bagi keluarga Makayoa lebih meningkatkan semangat kerja melalui tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk memajukan Daerah Kabupaten Halmahera Selatan,” harapnya mengakhiri. (Sain CN)

Pemdes Tawa Bacan Timur Tengah Salurkan BLT dan Gaji Kader Desa 

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes), Tawa, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk Tahap II, bertempat di Kantor Desa, Selasa (21/8/2023).

Kepala Desa (Kades) Tawa, Lonly Loleo dalam  menjelaskan bahwa sebanyak 25 penerima bantuan masing-masing Rp 300 ribu perbulan, maka setiap KPM menerima uang tunai senilai Rp 900 ribu.

“Mereka ini memang berhak menerima BLT-DD. Karena mereka benar-benar memang layak selaku penerima,”  Kata Kades Tawa, Kamis (24/8).

Kades juga sangat berharap agar kiranya, bantuan yang sudah disalurkan agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dalam kebutuhan rumah tangga.

“Dengan bantu bantuan ini, paling tidak bisa membantu dan meringankan beban warga,” harapnya.

Selain menyalurkan BLT-DD juga memberikan gaji para Kader-kader Desa.

“Untuk itu, saya berharap kepada para Kader-kader Desa agar selalu aktif dalam pelayanan masyarakat,” tutupnya. (Hardin CN)

PTT Tenaga Kesehatan di Halsel Terancam Diberhentikan

HALSEL, CN – Semua Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), khusus Tenaga Kesehatan, terancam diberhentikan dengan alasan masalah uang kas Daerah.

Mengapa tidak, uang kas Daerah tidak cukup untuk membiayai gaji PTT di Halsel. Hal itu diduga kuat ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris Daerah (Sekda) Halsel, Safiun Rajdilun melalui rapat bersama membahas gaji PTT.

“Kemarin hasil rapat dengan Dinas Kesehatan, Sekda Safiun bilang kasih stop PTT Kesehatan,” aku sumber kepada wartawan cerminnusantara.co.id melalui pesan WhatsApp, Kamis (24/8/2023).

Ia mengatakan, Plt Sekda Halsel itu memerintahkan ke Dinas Kesehatan untuk memberhentikan semua PTT Tenaga Kesehatan yang tersebar di semua Puskesmas di Halsel.

“Kasih berhenti semua, khusus PTT Kesehatan dari Puskesmas,” jelas sumber seperti yang diintruksikan Plt Sekda ke Dinas Kesehatan Halsel.

Sementara itu, Plt Sekda Halsel, Safiun Rajdilun dikonfirmasi via WhatsApp mengaku bahwa informasi tersebut tidaklah benar.

Sapa kong soputar bale model itu, jang talalu dong bafitana lagi tong Bahas PTT pe tambahan gaji masih kurang bukan bahas kase barenti PTT sapa yang kase info tu k ? Sotalalu orang2 ni tara dengar bae2 so bafitana sabarang,” ujar Safiun Rajdilun. (Hardin CN)

2 Penginapan di Halteng Diduga Jadi Tempat Prostitusi

HALTENG, CN – Pemerintah Daerah (Pemda), Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), diduga kuat lalai mengontrol Penginapan yang menjadi sarang aksi maksiat.

Penginapan yang seharusnya menjadi tempat inap bagi orang yang bepergian atau berlibur, ternyata ada kamar inap yang diduga kuat disediakan untuk tempat prostitusi.

Penelusuran cerminnusantara.com pada Minggu (20/8/2023) malam, ada 2 Penginapan yang menjadi sarang Pekerja Seks Komersial (PSK) yakni Penginapan Rahmatia di Desa Nur Weda dan Penginapan Virly di Desa Were.

2 Penginapan itu ternyata memiliki Kamar khusus PSK untuk para Hidung Belang yang ingin melampiaskan nafsu birahi.

Ketua LSM Gele-Gele, Husen Ismail mengatakan, Pemda Halteng seharusnya lebih ketat memperhatikan Penginapan yang menjadi sasaran PSK dan para pria Hidung Belang.

“Di Weda ini ada beberapa tempat usaha terselubung. Dalam artian tempat sarang prostitusi yang berkedok Penginapan,” tuturnya.

“Pemerintah tidak boleh diam. Tapi harus lebih ketat dengan aturan, agar  supaya Penginapan dan Kos-kosan itu tidak dijadikan sebagai tempat maksiat,” tambahnya.

Selain itu, beberapa waktu lalu juga ada  pengakuan dari beberapa PSK penghuni Kamar Penginapan Rahmatia dan Penginapan Virly.

Dimana, Dua orang PSK yang namanya tidak sempat disebutkan itu mengakui bahwa tempat yang dihuninya sekarang itu untuk melayani para tamu Hidung Belang.

“Kami disini bayar harian. Untuk Kamar Rp 160.000 Perhari dan untuk melayani Tamu Rp 400.000,” aku kedua PSK itu.

Hingga berita ini dipublish, Kepala Dinas (Kadis) PTSP, Sofyan A. Gafur dan Kasat Pol PP Halteng, Hi. Sahabudin, masih dalam upaya konfirmasi. (Abi CN)