HALSEL, CN – Jelang pelaksanaan Pilkades Kawasi 2019, Selasa (19/11/2019), jajaran Polsek Obi Polres Halsel berhasil amankan ratusan botol miras berbagai jenis. Kegiatan yang di Pimpin Langsung Kapolsek Obi IPDA Kris Tofel, S.Tr.K bertujuan untuk mengintensifkan operasi cipta kondisi, guna memastikan keamanan ketertiban di masyarakat
HALSEL, CN – Menindaklanjuti perintah Panglima TNI, Kodim 1509/Labuha lakukan Pengamanan Gereja di seluruh Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara untuk menciptakan situasi aman dan nyaman dalam rangka peringatan Hari Paskah umat Kristiani yang beberapa hari teror merusak tatanan kehidupan beragama dan sosial.
Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Untung Prayitno langsung mengerahkan pasukan pengamanan dengan menempatkan setiap Gereja yang ada di Halsel dan menyiagakan pasukan.
Selain itu, Kodim 1509/Labuha menjalin kerjasama dengan Polres Halsel untuk mengamankan semua Gereja yang ada serta Kodim 1509/Labuha menyiagakan sebagian pasukan untuk stanby di Base Camp Makodim 1509/Labuha. Penyiagaan pasukan akan dilakukan untuk beberapa hari kedepan.
Di kesempatan lain, Dandim 1509/Labuha menyampaikan kepada seluruh pasukan Pengamanan Kodim 1509/Labuha agar jangan lengah dengan keadaan karena situasi yang dianggap aman itu membuat lengah, sehingga akan kecolongan. Aparat Intelijen dan pasukan wajib melaporkan setiap perkembangan situasi.
“Kita juga sudah menjalin komunikasi dengan rekan kita, Polres Halsel untuk menyiagakan sebagian pasukan untuk mengantisipasi Hal-hal yang tidak kita inginkan serta kita juga berharap peran dari masyarakat untuk menciptakan kondisi aman, nyaman untuk saudara kita Umat Kristiani agar kejadian yang ada di Makassar tidak terjadi di wilayah Kodim 1509/Labuha,” pungkas Letkol Inf Untung Prayitno S.I.P.,M.Han. (Red/CN)
HALSEL, CN – Pelantikan Kenaikan Pangkat Bintara dan Tamtama Periode 1 April 2021 pada Kamis Pukul 08.00 WIT, bertempat di Aula Kantor Makodim Jalan Sapta Marga Desa Kampung Makian Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara dipimpin langsung Dandim 1509/Labuha. 5 orang Personil sebagai perwakilan Penyematan Tanda Pangkat satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya. 19 Orang Personil Kodim 1509/Labuha di acarakan dalam Kenaikan Pangkat.
Turut hadir, Pasi Ops Kapten Czi Mustamin, Komandan Unit Intel Letda Samuel Anu, Danramil 1509-01/Bacan dan Ibu Ketua Persit KCK Cab XXVII, dan 50 orang personil Kodim 1509/Labuha ikut dalam kegiatan tersebut.
Dalam acara pelantikan kenaikan pangkat Kodim 1509/Labuha tetap mengedepankan Protokol kesehatan sebelum acara pelantikan kenaikan pangkat diselenggarakan.
Dalam penyematan tanda Pangkat Perwakilan Peltu Fhairuddin, Serka Nelson Tamaela, Sertu Herman, Kopda Icuk Parwoto, Praka Asril Lamudi dinaikkan Satu Tingkat lebih tinggi dari sebelumnya.
Di acara tersebut, Dandim 1509/Labuha menyampaikan kepada Peserta upacara dan Para Personil kenaikan pangkat, Anugerah kenaikan pangkat ini bukan merupakan suatu hadiah, melainkan suatu kepercayaan dari pimpinan TNI, Bangsa dan negara dan juga merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Lanjut Dandim 1509/Labuha, sebagai suatu kepercayaan kenaikan pangkat ini menuntut kepada setiap prajurit untuk mempertaruhkan semua kemampuan yang dimiliki untuk kepentingan dinas/satuan agar senantiasa dapat melakukan yang terbaik, selaras dengan pangkat dan jabatan yang di sandangnya.
“Dengan demikian, saya berharap agar setiap prajurit yang naik pangkat dalam menjalankan kepercayaan dan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya serta dapat meningkatkan kinerja secara optimal untuk memajukan organisasi TNI AD khususnya Kodim 1509/Labuha yang sangat kita cintai ini,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, perlu disadari bersama bahwa tantangan tugas ke depan tidak akan semakin mudah, melainkan akan jauh semakin kompleks dan berat sehingga sangat di butuhkan Kualitas dan Profesionalitas setiap individu prajurit. Oleh karenanya, setiap prajurit di tuntut untuk lebih mengaktualisasikan dirinya sebagai prajurit TNI AD khususnya Prajurit Kodim 1509/Labuha secara nyata di lapangan yang selalu senantiasa dicintai rakyat.
“Sebelum mengakhiri amanat ini, saya mengajak kepada setiap Prajurit Kodim 1509/Labuha, dengan momen kenaikan pangkat ini, Agar seluruh prajurit kodim 1509/Labuha untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa karena keimanan dan ketakwaan adalah merupakan landasan moral yang senantiasa harus terjaga dalam setiap diri prajurit, sehingga akan terbentuk moralitas prajurit yang terbaik,” imbuhnya.
Jelasnya, dengan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada prajurit Kodim 1509/Labuha semakin baiknya moral prajurit maka akan semakin memperkecil timbulnya pelanggaran.
“Prajurit TNI AD khususnya Prajurit Kodim 1509/Labuha untuk tetap semangat dalam menjalankan tugas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Letkol Inf Untung Prayitno.S.I.P.,M.Han
Acara Pelantikan selesai diselenggarakan pada Pukul 11.30 WIT. Dan diakhiri dengan pemberian Ucapan selamat dan photo bersama. (Red/CN)
HALSEL, CN – Hujan di Obi, seluruh lautan Desa Kawasi, Kec. Obi, Kab. Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), tempat Industri Nikel tampak kecokelatan. (01/04/2021)
Lautan tampak berwarna coklat kemerah-kemerahan belum pernah terjadi sebelum adanya aktifitas pertambangan di Desa Kawasi Kec. Obi, Kab. Halsel, namun hal ini terjadi karena setelah adanya aktifitas pertambangan.
Dari amatan wartawan cerminnusantara.co.id dari semenanjung timur sampai barat Desa kawasi, lautan tampak berwarna cokelat kemerah-merahan.
Saat temui warga mereka menyampaikan bahwa “waktu dulu sebelum ada perusahan masuk dan beraktifitas, biarpun hujan turun lebat dan terjadi banjir hingga meluap kelaut tapi lautan tidak pernah berwarna cokelat kemerah-merahan seperti ini, namun sekarang ini baru hujannya sedikit saja seluruh lautan sudah berwarna cokelat kemerahan” kata warga yang enggan di korankan namanya.
Menurut dia “lautan berwarna cokelat kemerah-merahan ini di sebabkan dari sisa lumpur bekas tampung tanah timbunan nikel dan aktifitas penambangan sehingga meluap turun ke sungai, dari sungai meluap lagi ke lautan maka lautan di Desa Kawadi jadi seperti itu” ujar dia.
Lanjut dia “Hal semacam ini harus di antisipasi sedemikian mungkin, akan tetapi pada kenyataannya dinas lingkungan hidup selalu memilih diam dan mengabaikannya, ini kan pembiaran sebenarnya. Apalagi sudah nyata bahwa laut kita sudah tercemar, dalam Amdal kan sudah di tuangkan bahwa dampak lingkungan itu wajib dan harus di utamakan tapi di lapangan dinas lingkungan hidup hanya adakan pembiaran terhadap perusahan” ujar dia
Sambung dia “pemerintah daerah dan dinas terkait supaya jangan menutup mata bahwa seakan-akan di Desa Kawasi tidak terjadi apa-apa sama sekali, kenyataan yang terjadi lautan di Desa Kawasi sudah tercemar oleh lumpur akibat dari aktifitas pertambangan nikel” tutur dia. (Red/CN)
TERNATE, CN – Pasca Pembunuhan Tiga warga di Hutan Halmahera, Kepolisian Daerah Maluku Utara (Malut) melakukan penegakkan hukum dan berbagai upaya dalam menangani kasus tersebut.
Pada Senin (29/3/2021), Polri dalam hal ini Polres Halteng yang di back up Polda Malut telah menggelar pra rekonstruksi penanganan kasus dugaan tindak pidana pembunuhan oleh suku pedalaman yang terjadi di Hutan Halmahera tengah, tepatnya di tanah merah kali Gwonle Desa Masure Kecamatan Patani Timur.
Kabidhumas Polda Malut Kombes Pol. Adip Rojikan, S.I.K., M.H. pada Rabu (31/3) menjelaskan bahwa pelaksanaan pra rekonstruksi merupakan upaya Penyidik agar mendapat gambaran rill kejadian dan proses pembunuhan yang diperagakan berdasarkan keterangan saksi yang melihat langsung kejadian pembunuhan tersebut.
“Pra rekonstruksi dilakukan di Kali Beb desa Pantura Jaya Kecamatan Patani Utara yang melibatkan Personel Dit Reskrimum Polda Malut dan Sat Reskrim Polres Halteng serta para saksi,” ujarnya.
Kabidhumas menjelaskan, Pra rekonstruksi dilakukan sebanyak 11 adegan dengan memerankan adegan para korban yakni Alm. H. Masani, Alm Risno dan Alm. Yusuf Kader dan pelaku Pembunuhan serta saksi, yang diperankan anggota Polri.
“Dalam pelaksanaan Pra Rekonstruksi ini, penyidik juga menghadirkan para saksi hidup yang berada di tempat kejadian perkara untuk dapat menjelaskan posisi yang sebenarnya pada saat terjadinya peristiwa dugaan tindak pidana pembunuhan,” terangnya.
Pra rekontruksi ini merupakan progres yang bagus menuju gelar perkara peningkatan status penyelidikan menjadi penyidikan.
Kabidhumas menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menyerahkan serta mempercayakan seluruh proses penegakkan hukum kepada pihak Kepolisian.
“Mari saling jaga satu sama lain, agar situasi tetap kondusif,” tutup Kabidhumas. (Ridal CN)
HALSEL, CN – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Minyak Tanah yang di peruntukan bagi masyarakat dengan harga Rp 3,500.000 (Tiga Ribu Lima Ratus Ribu Rupiah), tapi ternyata diduga dijual sebagian ke luar dari masyarakat setempat dengan harga Rp 5.000 (Lima Ribu Rupiah) Perliter. Hal ini terjadi disalah satu pangkalan minyak Tanah di Desa Tomori Perumahan Habibi Labuha Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara.
Minyak Tanah dari Pangkalan tersebut diduga kuat dipasarkan diluar dengan Harga Rp 5. 000/liter. Hal ini diakui Pemilik Pangkalan Minyak Tanah Risdoh, Hi. Irwan M. Jen.
“Kami jual ke masyarakat itu semuanya dengan HET Rp 3,500.000/liter minyak tanah. Tapi kalau ada lebihnya sebanyak 2 atau 3 Drum kami jual ke luar biasanya di jual ke orang Speed dengan harga Rp 5 ribu perliter. Tapi kami belum tahu apakah mereka itu benar orang speed atau bukan,” aku Irwan saat ditemui wartawan, Minggu (28/3/2021).
Ia mengatakan, untuk jumlah Kepala Keluarga (KK) yang ada di Perumahan Habibi berkisar 266 KK. Sementara minyak yang masuk di pangkalan sebanyak 5 ton.
“Satu kali minyak yang masuk itu 5 Ton. Tapi kami jual ke masyarakat itu tidak merata, ada yang dapat 20 liter dan ada yang lebih dari itu. Namun sistem jualnya pakai Kupon, jadi ada cap-Nya. Maka kalau selesai dijual ke masyarakat baru sisanya dijual ke luar,” kata dia.
Irwan juga kembali mengaku bahwa sudah 2 kali dijual minyak tanah tersebut di luar dari masyarakat Perumahan Habibi dengan harga Rp 5 ribu/liter.
Hingga saat ini, kata Irwan, dari Agen sendiri belum tahu bahwa minyak tanah yang dipasarkan ke luar dengan harga Rp 5. 000/liter itu sebanyak 2 Drum dari sisah minyak yang ia jual ke masyarakat perumahan Haibibi tersebut.
“Jadi 1 Drum terisi itu 115 liter dari 2 Drum minyak tanah yang dijual ke luar itu,” pungkasnya. (Red/CN)
TERNATE, CN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku Utara (Malut) menggelar Dialog Publik dengan tema ‘Peran Pertambangan dan Kebijakan Pemerintah Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara’, bertempat di Royal Resto Ternate, selasa (30/3/2021) malam.
Panitia Penyelenggara yang diketuai oleh Sarjan Hud Rifai, menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya, Kepala Dinas ESDM Malut Hasim Daeng Barang, Wakapolda Malut, Drs. Eko Prasetyo Siswanto M.Si, Anggota Komisi III DPRD Malut Julkifli Hi. Umar ST.MT, Akademisi Dr Aziz Hasyim SE. MS.i, serta Moderator Irfandi Mustafa S.Pd, sebagai pemandu dialog.
Ketua DPD GPM Malut, Sartono Halek, dalam sambutannya menyebut alasannya dalam mengambil tema dialog tersebut. Ia menyampaikan bahwa diakhir-akhir ini ramai sekali perbincangan isu soal pertambangan yang ada di provinsi Maluku Utara.
“Saya ingin sampaikan bahwa ditengah ramainya isu pertambangan, hemat kami bahwa banyak sekali permasalahan soal tambang yang kemudian ada di provinsi Maluku Utara yang lebih spesifiknya mungkin dari tenaga kerja ataupun izin dan lain-lainnya,” ujarnya.
Kata dia, kegiatan tersebut bertujuan untuk melihat kontribusi pertambangan terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan daerah Provinsi Provinsi Maluku Utara.
“Dialog ini mungkin akan menambah wawasan dan semangat kita dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” ucap Sartono. (Ridal CN)