Terkait isu Kades Gunange PHP Masyarakat, IPPMAG Sebut Kepala Desa Pilih Kasih

HALSEL, CN – Program Bantuan perahu fiber Ketintingg yang diberikan Pemerintah Desa Gunange, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara untuk warga Desa dinilai menuai Pro-kontra di tengah masyarakat. Sebab, bantuan tersebut tidak dirasakan semua warga, bahkan bantuan itu juga diberikan kepada beberapa oknum Staf Pemerintah Desa.

Atas keputusan tersebut, Kepala Desa Gunange, Den Muhajir, dinilai melakukan Pemberian Harapan Palsu (PHP) kepada masyarakat.

Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Gunange (IPPMAG), Zulkifli Sugiarto mengatakan, kemenangan Kades di Pemilihan Kepala Desa kemarin merupakan hasil dari kepercayaan masyarakat, maka sudah seharusnya Kades harus mampu melakukan apa yang menjadi tuntutan dan permintaan masyarakat.

“Karena Dana Desa itu dikuncurkan oleh pemerintah pusat hanya semata-mata untuk membangun dan memberdayakan masyarakat Desa, bukan untuk oknum pemerintah desa dan Kepala Desa,” ucap Zulkifli dalam keterangannya usai rapat bersama mahasiswa Desa setempat, Kamis (8/4/2021) malam.

Menurutnya, keputusan yang diambil Kepala Desa sangat disayangkan dan terkesan tidak tahu malu, karena pada saat Calon sebagai Kades, dirinya meminta dukungan kepada masyarakat dan masyarakat memberikan dukungan mereka, namun ketika terpilih menjadi Kades dirinya tidak mau melakukan apa yang menjadi tuntutan masyarakat.

“Padahal semua masyarakat itu kan harus dilayani dan diajak bekerja sama untuk kesejahteraan mereka. Namun kami menilai Kades telah pilih kasih. Dia membeda-bedakan antara warga pendukung dan yang tidak mendukungnya,” kata Zulkifli.

Ia menyampaikan, didalam regulasi Desa yakni Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pasal 26 ayat (1) menyebutkan bahwa Kepala Desa bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa. Kemudian dalam pasal 8. UU tersebut juga dijelaskan bahwa, Pembangunan Desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

“Ini berarti sudah jelas bahwa undang-undang mempertegas pemerintah desa untuk berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, jadi persoalan fiber ini harus diberikan untuk masyarakat, bukan untuk oknum perangkat desa. Akan tetapi yang dilakukan pemerintah Desa Gunange sungguh sangat jauh berbeda dari aturan yang berlaku, bukti kongritnya adalah pembagian bantuan perahu fiber katinting, yang menurut kami sangat tidak tepat sasaran. Karena perangkat Desa dan Kepala Desa juga dapat,” ujarnya.

Pihaknya juga menilai Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gunange tidak dapat melaksanakan tugas dengan sungguh sungguh dan tidak dapat mempertanggungjawabkan fungsinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sesuai dalam Permendagri No.110 Tahun 2016, lanjutnya bahwa BPD mempunyai fungsi, membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa, dan melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa.

“Maka sebagai lembaga Perwujudan Demokrasi di dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa, BPD Gunange harusnya mampu menjadi kontrol kebijakan politik bagi Kepala Desa serta mampu menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa. Namun sejauh ini. Kami melihat BPD di Desa Gunange tidak mampu berpartisipasi dan berperan aktif dalam proses pembangunan di Desa,” tutup Zulkifli. (Red/CN)

Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Internal, Polda Malut Lakukan Tes Urine Secara Acak

TERNATE, CN – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) yang mengandeng Biddokkes Polda Maluku Utara, melakukan tes urine secara acak yang dilakukan mendadak kepada 17 anggota Polda Malut, Rabu (7/4/2021).

Pemeriksaan urine yang dilakukan terhadap personel Polda Malut ini di laksanakan di sela-sela apel pagi personil Polda Malut.

Kabidhumas Polda Malut, Kombes Pol. Adip Rojikan, S.I.K, M.H menyampaikan pemeriksanan ini merupakan atensi dari Pimpinan sehingga harus dilakukan, guna mencegah anggota terpapar penyalahgunaan Narkoba dan dari hasil pemeriksaan yang di laksanakan secara acak kepada 17 personel tersebut, alhamdulillah hasilnya Negatif.

Ia juga menyampaikan bahwa Kasus penyalahgunaan Narkoba di Indonesia khusunya di Malut masih cukup tinggi, terbukti dengan banyaknya kasus yang ditangani Dit Resnarkoba Polda Malut dan jajaran.

“Sebelum kita melakukan penegakkan hukum kepada Masyarakat yang menggunakan atau mengedarkan Narkoba, maka kita sendiri dulu harus pastikan bahwa Personel terbebas dari Narkoba dalam menuju Polri yang Presisi yakni prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan,” akunya.

Juru bicara Polda Malut ini mengingatkan kepada anggota Polri khusunya Polda Malut agar tidak terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.

“Tidak ada tempat bagi pengguna Narkoba di kepolisian, siapa saja yang terlibat sudah pasti dipidana,” ucapnya.

“Kepada masyarakat Maluku Utara mari kita jaga wilayah Maluku Utara ini dari Peredaran Narkoba dan apabila melihat dan mengetahui adanya peredaran Narkoba untuk segera melaporkan kepada pihak yang berwenang,” tutupnya. (Ridal CN)

Diduga Terlibat Kasus Korupsi, Isteri Kedua Bupati Bahrain Diperiksa Polisi

HALSEL, CN – Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan alat apung angkut bermotor penumpang di Dinas Pendidikan Halmahera Selatan (Halsel) terus diselidiki pihak Polres.

Unit 3 sat Reskrim Polres Halsel, Rabu (7/4/2021) pukul 10.00 WIT. Melakukan pemeriksaan kepada Kepala Dinas Pendidikan, Nurlela Muhamad, Junaidi Robo sebagai PPK dan Irwan S Ismail selaku Bendahara.

Ketiganya diperiksa terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi pengadaan alat apung angkut bermotor penumpang di Dinas Pendidikan Halsel Tahun anggaran 2020.

“Pemeriksaan berlangsung aman dan lancar. Dan jika terbukti, maka ketiganya bakal di proses hukum,” Rilise Unit 3 sat Reskrim Polres Halsel yang diterima wartawan.

Hingga berita ini dipublish, Media cerminnusantara.co.id menunggu perkembangan kasus selanjutnya dan dalam upaya konfirmasi Kepala Dinas Pendidikan, Nurlela Muhammad.

Sekedar diketahui, Kadis Pendidikan Halsel, Nurlela Muhammad merupakan isteri kedua Bupati Halsel Bahrain Kasuba. (Red/CN)

‘Nikahilah Kopri mu, Maka Sempurnalah PMII mu’, Mantan Ketua Komisariat STP Labuha Lepas Masa Lajang

HALSEL, CN – Mantan Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Pertanian (SPT) Labuha Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara Periode 2017-2018, Salim Muhsin mengakhiri masa lajangnya dengan salah seorang perempuan asal Desa Kokotu Kecamatan Bacan Barat bernama Susmi Idris.

Susmi merupakan Kader Kopri PMII Cabang Halsel yang juga saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Kokotu.

Karena keduanya merupakan Kader PMII. Maka seperti yang diistilahkan, ‘Nikahilah Kopri mu, maka sempurnalah PMII mu’.

Pernikahan tersebut digelar di Rumah orang tua Susmi di Kota Popo Kecamatan Bacan, Rabu (7/4/2021).

Pantauan cerminnusantara.co.id, pernikahan ini meriah lantaran dihadiri semua Kader PMII se-Halsel serta para tamu undangan lainnya.

“Alhamdulillah, sekarang saya telah resmi menjadi suami dari Sahabati Susmi dan ini suatu kebanggaan besar bagi saya yang sudah menikahi Sahabati Kopri PMII Halsel,” pungkas Salim, pria asal Desa Marikapal Kecamatan Kasiruta Barat.

Ditengah-tengah acara pernikahan, Salim menuturkan bahwa sebentar malam bakal diadakan resepsi.

“Sebentar malam, kami juga akan mengadakan resepsi. Namun mengingat dengan adanya Pandemic Covid-19, jadi  resepsi ini tetap patuhi protokol kesehatan,” tutupnya. (Red/CN)

Rencana Aksi dan Deklarasi Perang Melawan Narkoba di Lingkungan Pendidikan

TERNATE, CN – Rencana Aksi dan Deklarasi Perang Melawan Narkoba di Lingkungan Pendidikan antara BNNP Maluku Utara (Malut), Pemerintah Provinsi Malut, Pemerintah Kota Ternate, Civitas Akademika/Perguruan Tinggi, SMA/SMK/MA dan SMP/MTs se-Kota Ternate berlangsung di Muara Hotel Ternate, pada Selasa (6/4/2021).

Pertemuan itu dihadiri praktisi lingkungan Pendidikan yang dihadiri Pemprov Malut, Pemerintah Kota Ternate, Perwakilan Kampus dan Sekolah SMA/SMK/MA dan SMP/MTs menghadirkan Kabid SMA Ramli Kamaluddin yang menyampaikan Peran Pemprov Malut bersama Kabupaten/Kota dalam Implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2020 menyatakan kebijakan Pemberantasan, Pelatihan Penggiat Anti Narkoba serta memasukan materi Narkoba dalam pelajaran seperti Biologi dan Olah raga adalah cara yang bisa dilakukan sekolah.

Kepala BNN Provinsi Malut, Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan menyampaikan materi Perang Melawan Narkoba di lingkungan Pendidikan.

Dalam paparannya Kepala BNNP Malut menyampaikan regulasi yang cukup baik di pusat maupun di daerah terkait Pencegahan Narkoba di bidang pendidikan.

Untuk itu dirinya menyampaikan rekomendasi terhadap Pemprov Maluku Utara yakni instruksi untuk Deklarasi Rencana Aksi P4GN di Kabupaten Kota, juga pengaktifan tim terpadu P4GN serta percepatan pemanfaatan Balai Rehabilitasi Sosial di Akekolano Sofifi.

Sementara konsentrasi juga diarahkan kepada penyalahgunaan lem aibon di kalangan anak-anak sehingga Kepala BNNP Malut juga mendorong Perwali penyalahgunaan Narkoba khusunya lem, serta pembentukan tim terpadu P4GN di Kota Ternate.

Peserta dengan dipandu Kodinator Bidang P2M, Drs. Hairuddin Umaternate bersama Fitra Ningsih sebagai moderator di pertemuan tersebut berhasil merumuskan 7 Rencana Aksi yang disepakati ;

  1. Pembentukan Satgas Anti Narkoba untuk Dosen dan Guru serta relawan Anti Narkoba untuk Mahasiswa dan Peserta Didik;
  2. Tes urine kepada Dosen dan Guru serta Mahasiswa dan Peserta Didik secara mandiri;
    3.Literasi bacaan Narkoba Pra Pembelajaran
  3. Integrasi materi tentang Narkoba di Mata Pelajaran dan Mata Kuliah;
  4. Pembentukan Media Center Pencegahan Narkoba di Kampus dan Sekolah;
  5. Tata tertib di Sekolah dan Kampus tentang Pencegahan Narkoba;
  6. Peran Pengawasan oleh Dinas Pendidikan dan Rektorat dalam pelaksanaan P4GN di Sekolah dan Kampus.

Untuk melaksanakan Rencana Aksi dimaksud peserta yang terdiri dari perwakilan Kampus Universitas Khairun Ternate Dr. Ridha Ajam, Perwakilan sekolah SMP dan SMA membacakan Deklarasi dengan menyatakan “Perang Melawan Narkoba Untuk Mewujudkan Kota Ternate dan Provinsi Maluku Utara Bersih Narkoba”.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut juga Kabag Umum BNNP Malut, Drs. Fatahillah Syukur M.Si, Kabid Pemberantasan Kombes Pol. Dinnar Widargo dan seluruh pejabat fungisonal di lingkungan BNNP Malut. (Ridal CN)

Wabup Halsel Tinjau Kemajuan Pembangunan Pemukiman Baru Desa Kawasi

HALSEL, CN – Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Iswan Hasjim, S.T., M.T. hari ini meninjau kemajuan pembangunan pemukiman baru bagi warga Desa Kawasi, Halsel, Maluku Utara, yang sudah dibangun sejak akhir 2020 lalu. Peninjauan ini turut dihadiri warga dan sejumlah Tokoh agama dan masyarakat setempat yang ingin melihat langsung kemajuan pembangunan rumah dan berbagai fasilitas pendukungnya, Selasa (6/4/2021).

Pembangunan kawasan pemukiman baru ini merupakan bagian dari penataan ulang wilayah dan program jangka panjang Pemerintah Daerah Halsel. Pemda Halsel berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kawasi yang saat ini menjadi Desa dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi dan penduduk tertinggi di Halsel. Kawasi juga ditargetkan akan menjadi kecamatan baru di Pulau Obi di masa yang akan datang.

Iswan mengungkapkan, pembangunan kawasan pemukiman baru ini dapat terwujud karena kolaborasi yang baik antara pemda, perusahaan, dan masyarakat. Dukungan perusahaan tambang Harita Nickel dan masyarakat menjadi kunci kesuksesan program besar ini.

“Pemukiman baru yang lebih tertata ini menjadi contoh bahwa masyarakat di sekitar area tambang dapat hidup lebih berkualitas dan mendapat dampak positif investasi dan pertumbuhan industri, salah satunya penyerapan ribuan tenaga kerja lokal dan perputaran ekonomi. Investasi harus memberi manfaat optimal bagi warga setempat. Program ini adalah bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan perusahaan bisa menjadikan masyarakat lebih sejahtera. Cita-cita kami untuk menjadikan masyarakat di kawasan tambang lebih hidup berkualitas disambut secara positif oleh Perusahaan,” jelas Iswan di hadapan masyarakat dan perwakilan manajemen Harita Nickel.

Iswan menambahkan, pemukiman baru ini nantinya akan berdiri dengan konsep hunian yang sehat dan tertata rapi. Infrastruktur desanya pun lengkap. Terdapat rumah ibadah untuk umat Muslim dan Kristiani, sekolah untuk PAUD, SD, SMP hingga SMA, lapangan olahraga dan bermain, serta pos pelayanan kesehatan. Tidak hanya itu, jaringan listrik standar pemerintah dan air bersih pun tersedia di setiap rumah.

“Ini akan menjadi kawasan desa yang ideal. Letaknya sangat dekat dengan kawasan perkebunan masyarakat bila dibandingkan dengan lokasi desa sekarang dan hanya berjarak 1 km dari bibir pantai. Jarak pemukiman baru dengan Desa Kawasi saat ini pun cukup dekat, yakni sekitar 4 km. Jadi letaknya sangat strategis. Belum lagi ketinggian pemukiman baru yang mencapai 16 meter di atas permukaan laut, dapat meminimalisir dampak abrasi dan pasang air laut,” ungkap Iswan.

Wakil Bupati dan rombongan mengunjungi rumah contoh dengan luas bangunan 54m2, 72m2, dan 108m2. Dalam tinjauan tersebut, perwakilan Harita Nickel menjelaskan kualitas bangunan, pembagian ruangan tiap rumah, serta berbagai fasilitas umum dan sosial yang akan disediakan.

Pada kunjungan kerjanya hari ini, Iswan juga menyempatkan diri untuk menyapa para pelajar SDN 217 Halsel di Desa Kawasi yang sedang mengikuti ujian akhir. Ia memberi semangat kepada anak-anak yang bersekolah dengan penerapan protokol kesehatan itu.

“Ayo semangat belajar ya semuanya, kalian harus bisa melanjutkan ke jenjang SMP!” ujar Iswan yang disambut dengan riang oleh para murid. Iswan pun berfoto bersama dengan para guru dan murid di depan gedung kelas.

Usai menyapa siswa-siswi, Wabup juga bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Desa Kawasi di antaranya Kepala Desa Kawasi Arifin Saroa, tokoh agama imam Abadan Nomor dan pendeta Edy Karamaha, serta para pemuda. Kunjungan ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, serta menjadi momen untuk semakin bersinergi memajukan Desa Kawasi.

Iswan di akhir kunjungannya berharap agar program ini dapat cepat selesai dan masyarakat mendukung agar program berjalan dengan baik.

“Ini bisa menjadi contoh, tidak hanya di Maluku Utara, tapi juga di Indonesia bahwa pemerintah dengan dukungan perusahaan dapat berkolaborasi untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat dan membangun desa menjadi lebih baik dan maju,” tutupnya. (Red/CN)