Diduga “Cuek” Peraturan Kemenkeu RI, Bendahara Desa Loleo Mekar Nekat Gunakan BLT-DD Tahap I 2022 Bayar Hutang

HALSEL, CN – Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dianggarkan sebesar paling sedikit minimal 40% dari pagu Dana Desa yang diterima setiap Desa di Tahun 2022.

Dimana, melalui peraturan Kementrian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) yakni PMK Nomor 190 Tahun 2021 juga memperkuat tentang kriteria calon penerima dan besaran alokasi BLT-DD, maka wajib dianggarkan Pemdes setiap bulannya.

Namun lain hal dengan Pemerintah Desa Loleo Mekar Kecamatan Kasiruta Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Pemdes Loleo Mekar diduga kuat “Cuek” Peraturan Kemenkeu RI tersebut.

Mengapa tidak? Sesuai Pasal 33 ayat (5) PMK 190 Tahun 2021, disebutkan bahwa besaran BLT Dana Desa 2022 ditetapkan sebesar Rp 300.000 untuk bulan pertama sampai dengan bulan kedua belas per Keluarga penerima manfaat. Namun yang terjadi di Desa Loleo Mekar, Pemdes setempat menyalurkan BLT-DD Tahap I Tahun 2022 hanya 2 bulan. Sehingga per-Kepala Keluarga (KK) yang seharusnya menerima Rp 900.000 berubah menjadi Rp 600.00 untuk 77 KK penerima.

Bendahara Desa Loleo Mekar, Ridwan Tuahuns ketika dikonfirmasi wartawan cerminnusantara.co.id, Rabu (6/7) lalu membenarkan bahwa Pemdes Loleo Mekar menyalurkan BLT-DD Tahap I Tahun 2022 hanya 2 bulan.

Selain itu, Ridwan Tuahuns bilang, Pemdes Loleo nekat mengambil kebijakan tersebut dengan alasan melunasi Hutang Desa.

“Itu ada pemotongan hutang Desa dari Tahun 2020 langsung dari Bank. Makanya kami tidak bisa salurkan 3 bulan. Jadi hanya salurkan 2 bulan saja,” jelas Ridwan.

Ridwan mengaku, saat penyaluran BLT-DD, dirinya telah menyampaikan kepada masyarakat bahwa anggaran BLT-DD Tahap I Tahun 2022 dipotong pihak Bank lantaran ada Hutang Desa.

“Kemarin yang pembagian itu saya sudah sampaikan langsung bahwa Hutang Desa telah dipotong Rp 10 juta,” akunya.

Meski begitu, dirinya mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, baginya Hutang Desa Loleo Mekar sudah terlalu lama.

“Jadi saya tidak bisa ngotot karena Hutang Desa itu saudaranya pak Ikbal,” tutupnya. (Red/CN)

Cuaca Ekstrim, Polres Imbau Warga Ternate Tetap Waspada

TERNATE, CN – Kapolres Ternate AKBP Andik Purnomo Sigit, S.H., S.I.K., M.M melalui Kasi Humas Polres Ternate, Ipda Wahyuddin menghimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini disampaikan karena kondisi cuaca dalam wilayah Kota Ternate sejak tadi pagi hingga malam ini diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai angin.

Menurut Wahyuddin, himbauan ini bukan hanya ditujukan kepada masyarakat yang bermukim di kali mati, pesisir pantai, dan tebing yang mudah longsor, tetapi juga pengendara roda dua maupun empat agar waspada pohon tumbang serta para nelayan yang ingin melakukan aktivitas melaut.

“Pejalan kaki, pengendara roda dua supaya juga tetap waspada pohon tumbang ketika melintasi jalan dimana ada banyak pohon yang mudah tumbang akibat cuaca yang tidak bersahabat,” ungkapnya kepada sejumlah media, Jum’at (15/7/2022).

Untuk yang ada di bantaran kali mati katanya juga harus meningkatkan kewaspadaan, karena belajar dari pengalaman hujan deras pada Selasa (10/5/2022) lalu, 3 (tiga) orang menjadi korban atas arus kali mati dalam wilayah Kota Ternate.

“Orang tua juga harus waspada dengan tetap memperhatikan anaknya yang sedang bermain di luar rumah terutama saat musim hujan,” ujarnya.

Para nelayan juga diminta untuk sementara menahan diri untuk melakukan aktivitas melaut sambil menunggu cuaca kembali normal sesuai dengan imbauan atau informasi cuaca yang disampaikan oleh BMKG.

“Para calon penumpang yang akan melakukan bepergian antar pulau, Provinsi juga harap melihat kondisi dulu sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan,” pungkasnya. (Ridal CN)

1 KK Batulak Terima BLT-DD Tahap I 2022 di Loleo Mekar, Bendahara Desa Sebut Arahan DPMD Halsel

HALSEL, CN – Ada-ada saja kebijakan Pemerintah Desa (Pemdes) Loleo Mekar Kecamatan Kasiruta Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut). Mengapa tidak? Pemdes Loleo Mekar diduga kuat dengan sengaja melanggar prosedur pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

Informasi yang dihimpun wartawan cerminnusantara.co.id, satu Kepala Keluarga (KK) asal Desa Batulak Kecamatan Gane Barat Utara atas nama Rustam Hasan menerima BLT-DD Tahap I Tahun 2022 di Desa Loleo Mekar melalui istrinya, Kinang Hamis.

Kinang Hamis merupakan adik ipar Bendahara Desa Loleo Mekar, Ridwan Tuahuns. Atas dasar tersebut, Pemdes Loleo Mekar diduga kuat dengan sengaja memutuskan 1 KK Desa Batulak atas nama Rustam Hasan menerima BLT-DD Tahap I Tahun 2022.

Saat penyaluran BLT-DD yang digelar didepan Rumah pribadi Bendahara Desa Loleo Mekar, Kinang Hamis menerima BLT-DD yang diserahkan langsung kaka iparnya yakni Bendahara Desa Loleo Mekar, Ridwan Tuahuns.

Sementara itu, Bendahara Desa Loleo Mekar, Ridwan Tuahuns ketika dikonfirmasi melalui via telepon seluler pada Rabu (6/7) lalu membenarkan bahwa adik iparnya, Kinang Hamis ditetapkan sebagai penerima BLT-DD Tahap I Tahun 2022.

“Itu adik ipar saya, kemarin ketika kami melakukan pendataan, mereka belum memiliki KK, nama mereka masih terdaftar di KK orang tua. Jadi kami masukan mereka sebagai penerima BLT-DD,” terang Ridwan.

Meski begitu, Ridwan kembali mengatakan bahwa kebijakan Pemdes Loleo Mekar tersebut atas instruksi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halsel.

“Kami melakukan pendataan itu, arahan dari DPMD harus ada nomor NIK, jadi kami melakukan pendataan seperti itu. Makanya mereka terima BLT-DD melalui nomor NIK mereka dari KK orang tua,” cetus Ridwan.

Sekedar diketahui, KK atas nama Rustam Hasan dikeluarkan Dinas Catatan Sipil Halsel tertanggal 21 Oktober Tahun 2020 sebagai masyarakat Desa Batulak Kecamatan Gane Barat Utara. (Red/CN)

Kapolda Malut Pimpin Gelar Operasional II 2022

TERNATE, CN – Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Risyapudin Nursin, S.I.K. memimpin Gelar Operasional (GO) Triwulan (TW) II Tahun 2022 di lingkungan Polda Malut dan Polres jajaran, bertempat di Ballroom Royal Resto, Selasa (12/7/2022).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Malut Brigjen Pol. Drs. Eko Para Setyo Siswanto, M.Si, Irwasda Polda Malut, Pejabat Utama Polda Malut dan Kapolres jajaran.

Kegiatan tersebut dalam rangka menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan kinerja bidang operasional dan bidang pembinaan yang dilaksanakan Satuan Kerja di Tingkat Polda hingga Polres jajaran.

Dalam sambutannya Kapolda Malut, Irjen Pol Risyapudin Nursin, mengatakan bahwa pemulihan Ekonomi nasional bukan hanya sekedar tema tetapi harus diwujudkan semua program-programnya, ini menjadi tugas kita bersama dalam mewujudkan Pemulihan Ekonomi Nasional yang ada di Maluku Utara.

“Dengan membuat inovasi dan kreativitas yang mendorong kemajuan ekonomi seperti dukung program kreatifitas pemerintah demi kemajuan ekonomi yang ada di wilayah masing masing dan bila perlu Polri turut serta dan sama-sama membantu Program tersebut,” ungkapnya.

Kapolda juga mengingatkan terkait komitmen bapak kapolri yang menjadikan polri sebagai institusi yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan harus terus disosialisasikan kepada anggota Polri dalam melaksanakan tugas di lapangan.

Ia menambahkan, dengan menampilkan kepemimpinan yang melayani dan menjadi teladan, kedepankan keadilan restoratif justice serta problem solving.

“tingkatkan sinergitas dan soliditas TNI-POLRI, serta bekerja sama dengan kementerian atau Lembaga lain untuk mendukung dan mengawal program pemerintah,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya kapolda meminta jajarannya agar segera menyelesaikan permasalahan ataupun kasus-kasus yang belum terselesaikan. (Ridal CN)

Antisipasi Kembali Banjir, Mantan Kades Liaro Bersama Warga Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air

HALSEL, CN – Mantan Kepala Desa (Kades) Liaro Kecamatan Bacan Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) bersama warga mengantisipasi kembali terjadi banjir seiring dengan datangnya musim penghujan dengan melaksanakan kerja bakti.

Kerja Bakti tersebut digelar lantaran meluapnya air Sungai yang mengakibatkan ambruknya penahan banjir pada Minggu malam (10/7/2022).

Mantan Kades Liaro, Najarlis Mansur mengatakan, kerja bakti dilakukan dengan mengutamakan pembersihan saluran air.

“Kebersihan saluran harus tetap menjadi prioritas, sehingga kami membersihkan Saluran Air yang tertimbun akibat banjir semalam,” kata Najarlis saat diwawancarai wartawan cerminnusantara.co.id, Rabu (10/7).

Meski telah dicopot dari Jabatan Kades Liaro, namun Najarlis tidak pernah merasa lemah dalam bertanggung jawab untuk masyarakat.

“Melakukan kerja bakti bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Desa, tapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” cetusnya.

Oleh karena itu, selaku mantan Pemimpin Desa Liaro, Najarlis mengimbau kepada warga terutama warga yang rumahnya dekat Sungai agar selalu waspada. Apalagi saat musim hujan.

“Saya berharap kepada warga tidak menebang pohon dan buang sampah di Air Sungai. Sebab, jika hal itu dilakukan, maka sudah tentunya mengancam keselamatan warga disaat terjadi hujan. Mengapa? Hal tersebut bisa mengakibatkan air Sungai tersumbat,” tuturnya.

Akibat hujan deras, Najarlis bilang, Intake Air bersih di Desa Liaro juga saat ini tidak bisa digunakan dikarenakan mengalami kerusakan.

“Untuk memperbaiki yang rusak, masyarakat melakukan patungan per Kepala Keluarga sebesar Rp 20 ribu,” tutupnya. (Red/CN)

Hujan dan Angin Kencang : Pemukiman Warga Di Kecamatan Obi Terendam Banjir, Pohon Dan Tiang Listrik Tumbang

HALSEL, CN – Semalaman diguyur hujan dan angin kencang, Dua Desa di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), terendam banjir. Pohon-pohon dan tiang listrik tumbang di jalan raya Jikotamo menuju Sambiki. (11/7/2022)

Akhir-akhir ini cuaca buruk di Obi membuat pemukiman warga di Desa Laiwui dan Desa Baru terendam banjir. Kenapa tidak betapa derasnya  air yang sangat kencang sehingg membuat selokan atau drainase di Gapura MTQ Dusun Turi itu tidak bisa menahan debit air dan langsung meluap ke pemukiman warga, penginapan, dan beberapa perkantoran di kecamatan induk juga ikut terendam. Tak hanya itu angin yang sangat kencang pun membuat pohon dan tiang listrik tumbang di tengah jalan raya.

Dari pantauan media cerminnusantara.co.id di lapangan, bahwa air yang meluap ke jalan dan masuk ke pemukiman warga sampai ke pekarangan perkantoran KUA dan ULP Kehutanan itu, lantaran ada selokan atau drainase yang berada di lingkungan Gapura STQ, RT. 03 pada Dusun Turi tidak dapat menahan sehingga air dapat meluap.

Sedangkan di Desa Baru, luapan air terjadi karena adanya tanggul kali Ake Baru yang jebol sehingga air dapat meluap masuk ke pemukiman warga.

Dan begitupun pun di jalan raya Kilo Meter 3 Desa Jikotamo menuju Desa Sambiki yang tersimpah pohon dan tiang listrik lantaran akibat angin kencang semalaman membuat pohon dan tiang listrik tumbang.

Dari kejadian ini tidak ada korban jiwa dan kerugian, melainkan membuat warga Desa Laiwui, Buton, Ake Gula, dan Desa Baru panik bercampur trauma akan hal peristiwa 2016 banjir bandang kembali terjadi.

Kepada media ini salah satu warga Desa Laiwui Ramli menyampaikan bahwa Masyarakat sangat khawatir dengan hujan dan angin kencang tadi malam sebab takut jangan sampai kejadian banjir bandang tahun 2016 kembali terjadi.

“Hujan dan angin kencang tadi malam itu membuat warga panik dan ketakutan jangan sampai banjir besar terjadi seperti di tahun 2016 lalu” Ungkap Ramli

Lanjut dia penyebab peristiwa silam yang sangat kelam itu terjadi, lantaran gara-gara sisa kayu log bekas penebangan perusahan banyak tertimbun dan membuat genangan air hingga meluap dan menenggelamkan pemukiman warga serta membuat jembatan Ake Buton, penyeberangan antara Desa Buton dan Jikotamo Ambruk.

“Peristiwa banjir besar tahun 2016, sampai membuat rumah-rumah di sini tengelam itu sebab ada bekas-bekas kayu bulat yang tertimbun di gunung sehingga membuat genangan air dan terjadi banjir, sampai patahkan jembatan” centusnya

Sambung dia, Itu baru perusahan kayu yang beroperasi di wilayah dua Desa saja sudah berdampak sangat besar sampai menenggalmkan se anteru pemukiman warga di ibu kota kecamatan Obi , apalagi perusahan tambang yang katanya mau masuk beroperasi di sini, itu sama halnya perusahan tambang mau membunuh masyarakat di wilayah lima Desa di Kecamatan Obi.

“Baru perusahan kayu yang melakukan penebangan saja sudah bisa membuat rumah kami tengelam, apalagi perusahan tambang nikel yang melakukan penggarukan tanah pakai alat itu dampak sangat besar, maka sama halnya perusahan tambang mau membunuh masyarakat yang ada di sini” tutur katanya. (Red/CN)