Wakil Bupati Jadi Inspektur Upacara HUT Halmahera Selatan ke-20 Tahun 

HALSEL, CN – Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba menjadi Inspektur Upacara (Irup) memperingati Hari Jadi Kabupaten Halmahera Selatan ke-20 pada 9 Juni 2023.

Upacara dilaksanakan di Lapangan Asombang, Desa Labuha, Kecamatan Bacan pada Jum’at (9/6).

“Peringatan Hari Jadi Kabupaten Halmahera Selatan ke-20 Tahun 2023 ini, pada hakikatnya adalah suatu ungkapan rasa syukur atas berkat rahmat Allah, Tuhan Yang Maha Esa serta merupakan penghormatan kita terhadap peristiwa monumental lahirnya Kabupaten Halmahera Selatan yang telah melewati berbagai proses panjang, mulai dari perjuangan pemekaran Kabupaten, disahkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, Kabupaten Halmahera Timur dan Kota Tidore Kepulauan Di Provinsi Maluku Utara yang menjadi dasar hukum berjalannya roda pemerintahan di Kabupaten Halmahera Selatan yang telah memasuki 2 dekade pada Tahun 2023,” ujar Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba dalam sambutannya pada Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Halsel ke-20.

Selaku Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang diberi kepercayaan masyarakat Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba bilang, pihaknya bertekad untuk terus melakukan langkah-langkah strategis dengan spirit pembangunan untuk mewujudkan Cita-cita besar Halsel yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2021-2026 dengan visi “Bersatu Mengembalikan Senyum Halmahera Selatan yang Lebih Baik, Beradab dan Penuh Berkah.

“Dalam usaha mewujudkan komitmen tersebut, seiring berjalannya roda pemerintahan yang telah melewati Tahun kedua, fokus pembangunan Daerah saat ini diarahkan pada tujuh prioritas yaitu: Pertama, Pemulihan ekonomi daerah, Kedua, Pengentasan kemiskinan, Ketiga, Peningkatan akses dan mutu kesehatan, serta pendidikan, Keempat, Revitalisasi kebudayaan, Kelima, Pembangunan infrastruktur, Keenam, Pelestarian lingkungan hidup, dan yang terakhir, Peningkatan kualitas pelayanan publik,” jelasnya.

Menurutnya, masih banyak hal yang harus dibenahi di tengah proses pembangunan Daerah, namun dengan berbagai keterbatasan.

“Alhamdulillah, berkat ikhtiar kita bersama, seluruh jajaran penyelenggara Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), para pelaku usaha serta seluruh stakeholder pada kesempatan ini, kami sampaikan beberapa penghargaan yang telah diraih Kabupaten Halmahera Selatan, diantaranya adalah Penghargaan Pembangunan Daerah tahun 2023 yang diberikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan sebagai Kabupaten dengan perencanaan pembangunan terbaik pertama tingkat Provinsi Maluku Utara. Penganugerahan penghargaan ini menjadi bukti dan komitmen kami bahwa pembangunan di Halsel telah berjalan sesuai dengan asas perencanaan yang baik yang bertujuan agar hasil pembangunan nantinya dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Halmahera Selatan,” ujarnya.

Selain itu, Halsel juga mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai Kabupaten/Kota terbaik pertama se-Provinsi Maluku Utara pada Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting tahun 2022. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemda Halsel dan bukti komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel yang telah mempertahankan predikat terbaik ke-1 dalam penanggulangan konvergensi stunting di Malut sejak 2018.

“Selain itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan juga mengucapkan selamat kepada pengurus PDAM Halsel, yang sejak tahun 2021 s.d tahun 2022, meraih peringkat pertama kinerja PDAM terbaik dengan kategori sehat. Prestasi ini adalah hasil dari usaha dan kerja keras PDAM Halsel dalam memenuhi kebutuhan primer masyarakat dan tentu saja atas kerja sama masyarakat yang kooperatif sebagai konsumen air PDAM. Kami berharap kedepannya trend positif dalam pelayanan penyediaan air minum kepada masyarakat sebagai salah satu kebutuhan dasar ini untuk terus ditingkatkan,” ungkap Wabup Halsel itu.

Sebagai bentuk komitmen dan kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel kepada masyarakat, maka Pemda akan menggratiskan tagihan air terhadap 1287 pelanggan yang masuk kategori Rumah Tangga 1 (Kurang mampu) berdasarkan data dari PDAM Halsel yang tersebar di seluruh wilayah Halsel  agar kebutuhan ketersediaan air bersih untuk dikonsumsi tidak menjadi beban tanggungan masyarakat yang tergolong kurang mampu.

“Kami mengharapkan kepada seluruh komponen masyarakat di Daerah ini, marilah terus kita tingkatkan semangat kebersamaan, saling mengingatkan, saling menopang serta dapat memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan daerah. Sesuai dengan tema yang diangkat pada Tahun ini, yakni “Bergerak Bersama Wujudkan Halmahera Selatan yang Mandiri dan Berkeadilan”. Secara khusus, kami berharap kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah, kami mengajak untuk bersatu padu mendukung agenda besar Kabupaten Halmahera Selatan, dengan komitmen penuh, kerja keras, serta inovasi dan kreativitas. Semoga Allah SWT, senantiasa mempermudah upaya kita dalam mewujudkan Halmahera Selatan yang maju sebagaimana kita cita-citakan,” tuturnya.

Ia juga mengajak untuk sejenak memanjatkan Doa untuk para leluhur yang telah memperjuangkan pemekaran Halsel yang telah mendahului. Semoga amal ibadah mereka diterima disisi Allah SWT.

Orang Nomor Dua di Halsel itu juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang luar biasa kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemrov) yang turut membantu kemajuan dan perubahan Halsel ke arah yang lebih baik.

“Saya mengucapkan dirgahayu Kabupaten Halmahera Selatan yang ke 20. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan merahmati Cita-cita mulia kita bersama dalam mewujudkan Halmahera Selatan yang Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghafur,” ucapnya.

Turut hadir dalam upacara tersebut, Ketua Umum GOW Halsel, Rifa’at Al Sa’adah juga sebagai istri Wakil Bupati, Fokompimda Halsel, Sekretaris Daerah Halsel, Ir. Saiful Turuy, Kepala-Kepala Dinas lingkup Kabupaten Halsel dan  seluruh ASN Kabupaten Halmahera Selatan serta Siswa-siswi SMA, SMP dan SD. (Hardin CN)

Ketua Garda Bangsa Desak Bupati Halsel Berantas Aksi Mafia Bank Saruma

HALSEL, CN – Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Asbur Abu menyoroti maraknya kasus mafia temuan pada PT. Bank BPRS Halsel yang merugikan negara mencapai puluhan milyaran rupiah.

Asbur meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel bersama jajaran penegak hukum memberantas aksi-aksi mafia tersebut.

“Kasus ini harus diberantas sampai ke akar-akarnya. Bank Saruma Halsel adalah salah satu sumber kehidupan pada Daerah. Mereka yang terlibat didalam mafia sudah tentunya berani membohongi Pimpinan Daerah. Bupati saja mereka berani membohongi, apalagi masyarakat. Jadi harus diberantas,” tegas Asbur Abu, Jumat (9/6/2023).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menekankan, kasus mafia keuangan Daerah ini harus diberantas dan betul-betul ditelusuri. Asbur Abu menegaskan, setiap pelaku dalam jaringan Mafia Bank Saruma harus diberi Sanksi seberat-beratnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Tindakan para pelaku ini, sudah pasti membuat orang sengsara. Maka Bupati harus menindak tegas supaya mereka ada jera,” tegas Asbur Abu.

Meski begitu, Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halsel Dapil 5 itu meminta Bupati Halsel, Usman Sidik menindak tegas apabila ada pegawainya yang terlibat dalam aksi mafia pada Bank Saruma.

“Bila perlu pecat jika ada oknum pejabat dilingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan yang terlibat,” papar Asbur Abu.

Ketua DKC Garda Bangsa PKB Halsel itu menilai, perlunya dibentuk Tim Satuan Pencegahan dan Pemberantasan Mafia Bank Saruma untuk menyelesaikan masalah internal Bank Saruma.

“Dalam laporan hasil audit BPK tersebut nampak jelas terjadi kerugian Negara hingga Miliaran Rupiah. Buktinya hingga Tahun 2021 total investasi Permanen Pemkab Halmahera Selatan ke Bank Saruma ini senilai Rp 18,2 miliar 50 juta dan namun di Tahun 2023 Pemkab Halsel kembali berinvestasi ke bank Saruma senilai Rp 1,7 miliar,” ungkap Asbur Abu.

Selain itu, Asbur Abu kembali mendesak Bupati Halsel mengevaluasi seluruh pihak yang terlibat PT. BPRS. Sebab, hal ini merupakan kejahatan ekonomi dan keuangan yang dilakukan para oknum mafia di Pemda Halsel.

“Bupati tidak bole memberikan jabatan apapun kepada mereka, agar mereka tidak bisa menyelamatkan diri dari dalam kasus mafia keuangan pada Bank Saruma tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, Pemda Halsel bersama penegak hukum harus bisa bergandengan tangan untuk menghentikan praktik-praktik mafia yang merajalela di Daerah.

“Dengan begitu, masyarakat akan merasa aman ketika para mafia diberantas habis,” tutupnya. (Hardin CN)

Pemkab Halsel Kembali Terima Penghargaan Opini WTP dari BPK RI

HALSEL, CN – Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba menghadiri Penyerahan Laporan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2022 pada Kabupaten/Kota se-Maluku Utara di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Maluku Utara, Rabu (7/6/2023).

Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan BPK atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2022. BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), pencapaian opini Tahun 2022 ini sama dengan Tahun 2021.

Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba mengaku merasa bangga atas pencapaian yang diperoleh. Sebab Halsel bisa mendapatkan Opini WTP kembali di Tahun 2022 dari BPK RI. Ini adalah bukti atas kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Tentu harapannya, mampu mencapai target WTP dalam pelaporan keuangan dan penyelenggaran program serta kegiatan di wilayah Pemkab Halsel. Dimana Halsel telah berhasil mempertahankan WTP dari BPK setiap tahunnya,” ujarnya.

Hasan Ali Bassam Kasuba menegaskan,  Pemkab Halsel berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian internal dengan harapan agar kerja keras, sehingga dapat kembali meraih opini WTP.

“Tentunya, selaku Kepala Daerah berkomitmen meningkatkan pengawasan agar kerja keras dari Pemda Halmahera Selatan kembali meraih WTP,” ungkap Wakil Bupati Halsel.

Diketahui, penyerahan Laporkan Keuangan Unaudited tersebut merupakan agenda tahunan dalam rangka melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara bahwa Pemerintah Daerah berkewajiban menyampaikan Laporan Keuangan kepada Badan Pemeriksa Keuangan paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran. (Hardin CN)

Rehab Masjid, Kades Koititi: Bersumber dari Dana Desa Senilai Rp 100 Juta

HALSEL, CN – Perbaikan Masjid Nurul Ikhsan Desa Koititi, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), hampir selesai dikerjakan.

Kepala Desa (Kades) Koititi, Bunyamin K Wasahua menyebutkan, selain perbaikan, juga dilakukan Rehap Kubah Masjid tersebut merupakan salah satu perjuangan Pemerintah Desa (Pemdes) Koititi yang disepakati bersama masyarakat melalui hasil Musyawarah Desa (Musdes) Tahun 2023.

“Perbaikan Mesjid sekaligus Rehab Kubah ini bersumber dari Dana Desa (DD) senilai Rp 100 juta,” jelas Kades Koititi Bunyamin K Wasahua, Rabu (7/6).

Selain itu, Kades Koititi bilang, anggaran senilai Rp 100 juta itu merupakan anggaran DD Tahun 2023.

“Mudah-mudahan pengerjaan Rumah ibadah ini bisa berjalan dengan baik dan dapat membantu masyarakat untuk lebih nyaman beribadah dan tentunya dapat memakmurkan rumah ibadah yang di Desa Koititi,” imbuhnya. (Hardin CN)

Kucurkan DD Buka Akses Darat, Kades Sabatang: Warga Sudah Bisa Jual Hasil Pertanian ke Ibu Kota Kecamatan Maupun Kabupaten

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Sebatang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), kucurkan sebagian anggaran Dana Desa (DD) untuk pembuatan Jalan penghubung ke Desa tetangga.

Kepala Desa (Kades) Sabatang, Imran Wahid Kepada media ini mengatakan, setiap Pemdes memiliki cara tersendiri untuk mensejahterakan warganya.

Upaya Pemdes Sabatang itu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Khusus Pemdes Sabatang kata dia, mengutamakan pembangunan Jalan penghubung antar Desa Sabatang ke Desa Kaireu sebagai pembuka akses Jalan darat yang terhubung langsung ke pusat Kecamatan Bacan Timur.

“Untuk mengoptimalkan kebutuhan masyarakat, Pemdes membuka akses Jalan ke Desa Kaireu dengan memaksimalkan sebagian anggaran DD. Namun, sebelum merealisasikan hal tersebut, Pemdes melakukan sharing dan koordinasi dengan BPD dan masyarakat setempat melalui Musyawarah Desa (Musdes),” terang Kades Sabatang, Rabu (7/6/2023).

Dalam penuturannya, Imran menambahkan, selain mengalokasikan sebagian DD untuk pembongkaran Badan Jalan. Pihaknya juga sudah menuntaskan pembayaran Gaji Aparatur Desa, Insentif Kader Posyandu dan Guru PAUD serta Badan Sarah.

“Program akses Jalan ini tentunya tidak mengesampingkan program-program unggulan lainnya. Oleh sebab itu, selain Jalan yang kami bangun, pengadaan air bersih di Desa Sabatang juga diadakan dan telah dinikmati masyarkat. Untuk diluar DD, PLN saat ini juga sudah masuk di Desa Sabatang dan warga sudah bisa melakukan pemasangan Meteran Listrik, ” ungkapnya.

Program pembongkaran Jalan di Tahun 2023 itu, ujar Imran, bertujuan membuka akses untuk kemudahan bagi warga. Sehingga, kata dia, aktivitas warga menjadi tidak terhambat ketika kondisi laut tidak bersahabat.

“Segala upaya akan kami lakukan dalam rangka memberikan kemudahan bagi warga. Insya Allah Tahun ini, warga sudah bisa jual hasil pertanian ke Ibu Kota Kecamatan maupun Kabupaten melalui darat,” tutupnya. (Sain CN)

Obi Darurat DBD : Gejala Diare Dan Demam Tinggi, 2 Balita Meninggal Dunia

HALSEL, CN – Kejadian luar biasa kembali terjadi melanda Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), kenapa tidak. sudah tercatat 23 pasien balita, terserang penyakit Demam Berdarah (DBD) hingga meninggal dunia. (6/6/2023)

Dari buku catata harian pengunjung pasien Puskesmas Desa Laiwui, Kecamatan Obi, teridentifikasi sekitar 23 pasien balita, dengan keluhan diare, demam tinggi hingga terserang penyakit DBD, sampai pasien meninggal dunia.

Data yang di himpun media ini, tercatat awal Mei hingga Juni angka pasien terserang DBD yaitu 23 pasien dan sampai pada malam ini sudah 25 pasien serta dua pasien balita yang masih berumur satu bulan tiga minggu, yang berasal dari Desa  Air mangga dan Desa Kasasi telah meninggal dunia. dari catatan tersebut ada pasien yang telah dinyatakan sembuh dan balik ke rumah masing masing.

Kepala Puskesmas (Kapus) Laiwui, Ajwin Jaati A.Md.Kep, Saat di konfirmasi Kepada cerminnusantara.co.id mengatakan bahwa, Penyebab lanjunya angka pada peningkatan pasien DBD, karena adanya perubahan cuaca atau musim, serta daya dukung sanitasi yang tidak memenuhi prasyaratan lingkungan bersih sehingga menganggu kesehatan manusia apalagi pada balita dengan daya tahan tubuh yang tidak kuat.

“Pasien DBD di puskesmas laiwui jadi meningkat di akibatkan karena, cuaca beruban serta di dukung lingkungan yang tidak bersih, sehingga banyak balita terserang penyakit diare, demam tinggi, hingga terkena DBD, apalagi daya tahan tubuh balita yang tidak kuat” ungkap Aju sapaan akrab Kapus Laiwui

Aju juga membeberkan bahwa, jika di lihat dari daerah atau lingkungan kita ini, itu berada pada elevasi dataran yang rendah, dari hal inilah sehingga mempermudah genangan air, dan kita juga bisa lihat kondisi lingkungan yang sekarang ini banyak sampah basah dari rumah tangga yang berserakah di mana-mana.

“Daerah di lingkungan kita ini kan berada pada dataran yang rendah, sehingga dengan mudah air tergenang dan banyak sampah basah dari rumah tangga, kondisi lingkungan seperti ini yang membawa wabah penyakit” centus dia

Dari lingkungan yang tidak bersih, inilah membuat para balita banyak terjangkit penyakit. Hal yang sama juga di sampaikan  oleh salah satu dokter RSU Obi, dia bilang bahwa di RSU juga banyak peningkatan pasien DBD, yang belum kami rampung jumlah, dan nanti kalau datanya sudah rampung barulah kami berikan.

“Di RSU juga banyak pasien DBD tetapi data belum kami rampung, kalau sudah kami rampung baru di informasikan” Tutur Dokter, yang enggan di publish namanya, via pesan singkat WhatsApp.

Sambung Kapus, banyak tumpukan sampah yang tersebar di beberapa titik seperti, Desa Jikotamo berada di lokasi  bantalan kali begitupun sampah dari Desa Buton serta banyak sampah yang kita lihat tergenang di kali Desa Buton, dan bahkan ada tumpukan sampah itu yang berada tak jauh dari lingkungan Puskesmas seperti, di Belakang SMP N 4 dan begitupun pada Jalan Masuk Gapura MTQ atau depan Kantor Camat yang baru.

“Tumpukan sampah warga itu tersebar di beberapa titik ada di dekat Sungai kali desa Buton dan bahkan dalam sungai pun ada, serta ada juga di dekat lingkungan Puskesmas yang tak jauh jaraknya seperti di Belakang SMP dan Jalan Masuk Gapura MTQ atau berada di Depan Kantor Camat yang Baru” tutup Aju. (Red/CN)