HALSEL, CN – Kejadian luar biasa kembali terjadi melanda Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), kenapa tidak. sudah tercatat 23 pasien balita, terserang penyakit Demam Berdarah (DBD) hingga meninggal dunia. (6/6/2023)
Dari buku catata harian pengunjung pasien Puskesmas Desa Laiwui, Kecamatan Obi, teridentifikasi sekitar 23 pasien balita, dengan keluhan diare, demam tinggi hingga terserang penyakit DBD, sampai pasien meninggal dunia.
Data yang di himpun media ini, tercatat awal Mei hingga Juni angka pasien terserang DBD yaitu 23 pasien dan sampai pada malam ini sudah 25 pasien serta dua pasien balita yang masih berumur satu bulan tiga minggu, yang berasal dari Desa Air mangga dan Desa Kasasi telah meninggal dunia. dari catatan tersebut ada pasien yang telah dinyatakan sembuh dan balik ke rumah masing masing.
Kepala Puskesmas (Kapus) Laiwui, Ajwin Jaati A.Md.Kep, Saat di konfirmasi Kepada cerminnusantara.co.id mengatakan bahwa, Penyebab lanjunya angka pada peningkatan pasien DBD, karena adanya perubahan cuaca atau musim, serta daya dukung sanitasi yang tidak memenuhi prasyaratan lingkungan bersih sehingga menganggu kesehatan manusia apalagi pada balita dengan daya tahan tubuh yang tidak kuat.
“Pasien DBD di puskesmas laiwui jadi meningkat di akibatkan karena, cuaca beruban serta di dukung lingkungan yang tidak bersih, sehingga banyak balita terserang penyakit diare, demam tinggi, hingga terkena DBD, apalagi daya tahan tubuh balita yang tidak kuat” ungkap Aju sapaan akrab Kapus Laiwui
Aju juga membeberkan bahwa, jika di lihat dari daerah atau lingkungan kita ini, itu berada pada elevasi dataran yang rendah, dari hal inilah sehingga mempermudah genangan air, dan kita juga bisa lihat kondisi lingkungan yang sekarang ini banyak sampah basah dari rumah tangga yang berserakah di mana-mana.
“Daerah di lingkungan kita ini kan berada pada dataran yang rendah, sehingga dengan mudah air tergenang dan banyak sampah basah dari rumah tangga, kondisi lingkungan seperti ini yang membawa wabah penyakit” centus dia
Dari lingkungan yang tidak bersih, inilah membuat para balita banyak terjangkit penyakit. Hal yang sama juga di sampaikan oleh salah satu dokter RSU Obi, dia bilang bahwa di RSU juga banyak peningkatan pasien DBD, yang belum kami rampung jumlah, dan nanti kalau datanya sudah rampung barulah kami berikan.
“Di RSU juga banyak pasien DBD tetapi data belum kami rampung, kalau sudah kami rampung baru di informasikan” Tutur Dokter, yang enggan di publish namanya, via pesan singkat WhatsApp.
Sambung Kapus, banyak tumpukan sampah yang tersebar di beberapa titik seperti, Desa Jikotamo berada di lokasi bantalan kali begitupun sampah dari Desa Buton serta banyak sampah yang kita lihat tergenang di kali Desa Buton, dan bahkan ada tumpukan sampah itu yang berada tak jauh dari lingkungan Puskesmas seperti, di Belakang SMP N 4 dan begitupun pada Jalan Masuk Gapura MTQ atau depan Kantor Camat yang baru.
“Tumpukan sampah warga itu tersebar di beberapa titik ada di dekat Sungai kali desa Buton dan bahkan dalam sungai pun ada, serta ada juga di dekat lingkungan Puskesmas yang tak jauh jaraknya seperti di Belakang SMP dan Jalan Masuk Gapura MTQ atau berada di Depan Kantor Camat yang Baru” tutup Aju. (Red/CN)











Komentar