Bupati Halsel dapat Piagam Penghargaan dari BNN RI

HALSEL, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Usman Sidik mendapatkan Piagam penghargaan.

Piagam penghargaan ini diberikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komjen Pol Dr Petrus R. Golose kepada Bupati Halsel, Usman Sidik.

Penghargaan diberikan berkat Partisipasi pada Peran Aktif Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Malut, 13 Juni 2023.

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Dr. Petrus Golose menyebut, piagam penghargaan itu diberikan karena peran aktif terhadap fasilitas P4GN.

Kata Komjen Petrus Golose,  menghibahkan tanah seluas 5000 meter persegi untuk pembangunan Kantor BNN/ Kabupaten.

“Jadi Daerah Halsel dibawa kepemimpinan Usman Sidik telah menghibahkan tanah seluas 5000 meter persegi. Ini diserahkan langsung oleh Bupati diwakili Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba, Selasa 13 Juni 2023,” ujarnya. (Hardin CN)

Pelantikan Ketua Pemuda, Kades Saketa: Dana Sebesar Rp 30 Juta Sudah Diserahkan

HALSEL, CN – Pengurus Pemuda Desa Saketa Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), secara resmi dilantik, Senin (12/6/2023).

“Pelantikan Pengurus Pemuda Desa Saketa pada 12 Juni 2023 ini. Turut hadir, Pemerintah Desa (Pemdes) Saketa, yang mewakili Danramil, Kapolsek dan Anggota, Ketua BPD dan Anggota dan Tamu Undangan lainnya,” ujar Kepala Desa (Kades) Saketa, Idjul Kiat.

Dalam kesempatan itu, Ijdul Kiat menyampaikan selamat kepada Muhammad Ramdani Umasangaji atas terpilihnya sebagai Ketua Pemuda Desa Saketa.

“Insya Allah dapat menjalankan amanah yang diemban sebaik-baiknya,” ujarnya.

Idjul Kiat juga menguraikan, pemuda Saketa adalah tulang punggung Desa, sehingga dirinya mengajak kerja sama antara Pemuda dan Pemdes untuk saling mendukung dalam menjalankan program Pembangunan Desa.

“Saya berharap Dana Desa yang dialokasikan ke Pemuda dapat bermanfaat dan sebagai modal awal untuk membantu pemuda dalam menjalankan program-program pemuda dan saya berharap Pemuda bersatu jangan lagi terkotak-kotak,” cetusnya.

Selain itu, sesuai janjinya, dirinya langsung melakukan penyerahan anggaran Pemuda usai pelantikan.

“Alhamdulillah Dana sebesar Rp 30 juta sudah diserahkan ke pengurus Pemuda,” tutupnya. (Hardin CN)

Warga Desa Tawa Bacan Timur Tengah Terima BLT-DD Tahap I 2023

HALSEL, CN – Pemerintah Desa Tawa Kecamatan Bacan Timur Tengah salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahap I Tahun 2023.

Penyaluran BLT-DD berlangsung di Kantor Desa Tawa, Senin (12/6).

Kepala Desa Tawa, Lonly Loleo, mengatakan, untuk triwulan pertama sudah bisa dimanfaatkan untuk membantu perekonomian masyarakat.

“Hari Senin kemarin sudah disalurkan bantuan BLT-DD Tahap pertama Tahun 2023. Semoga bantuan ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Lonly Loleo.

Dikatakannya, Perangkat Desa selalu berupaya untuk meningkatkan kinerja hingga dapat melayani masyarakat dengan maksimal.

“Semoga program ini dapat membantu percepatan ekonomi masyarakat. Penyerahan BLT-DD sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) Desa Tawa,” ujarnya.

Orang Nomor Satu di Desa Tawa itu bilang, pemberian BLT-DD Tahun 2023 merupakan program percepatan ekonomi bagi masyarakat yang berekonomi ekstrim atau miskin.

“Jadi para penerima BLT Tahun ini diutamakan pada masyarakat yang ekonominya ekstrim hingga dapat dibantu,” ungkapnya.

Setiap triwulan akan dilakukan evaluasi terhadap program BLT-DD yang dilakukan. Hasil evaluasi akan menjadi rekomendasi bagi pihak Desa untuk menetapkan masyarakat tersebut masih berhak menerima atau diserahkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.

“Tentunya dilakukan dengan Musyawarah Khusus Desa sebelum dilakukan penetapan,” tuturnya. (Hardin CN)

Panen Perdana Tanaman Sayur, Ketua PKK Desa Tawa Bacan Timur Tengah: Dijual dan Keuntungannya Dijadikan Uang Kas

HALSEL, CN – Kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Tawa, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), melakukan panen perdana tanaman hortikultura sayuran, Sabtu (10/6/2023).

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua PKK Kecaman Bacan Timur Tengah, Demita Goraph Perwakilan BKKBN Kabupaten Halmahera Selatan, Kepala Desa Tawa Lonly Loleo dan jajaran BPD serta warga Desa setempat.

Ketua Penggerak PKK Desa Tawa Demilta Goraph kepada wartawan cerminusantara.co.id mengungkapkan, panen perdana yang dilakukan pihaknya merupakan bagian dari program menanam Ibu-ibu PKK Desa Tawa.

“Gerakan menanam Ibu-ibu PKK Desa Tawa ini insiatif tanaman Jagung, Rica dan Tomat. Untuk panen perdana kali ini, tanaman Sayur Kangkung Cabut. Hasil panen Kangkung Cabut, nanti dijual dan keuntungannya dijadikan uang kas Ibu-ibu PKK Desa Tawa,” ungkap Demilta Goraph.

Dia menjelaskan, gerakkan menanam yang digalakkan PKK Desa Tawa itu juga dalam rangka menciptakan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan itu, kata dia, difasilitasi Pemerintah Desa (Pemdes) melalui anggaran Dana Desa (DD)

“Gerakan ini merupakan komitmen kami dalam membantu Pemerintah Desa melalui kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hal ini kami lakukan juga dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat Desa. Selain itu, agar bisa mencukupi kebutuhan pangan masyarakat, ” jelasnya.

Meski begitu, istri Kades Desa Tawa itu dalam kesempatan yang sama mengucapkan rasa terimakasih kepada Ketua TP PKK Kecamatan Bacan Timur Tengah yang telah hadir meski ditengah kesibukannya dalam rangka mendukung gerakan menanam PKK Desa Tawa.

“Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan penan perdana ini. Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa bernilai positif bagi warga,” harapnya mengakhiri. (Sain CN)

Wakili Malut pada Penas KTNA ke-XVI di Sumbar, Peserta Halsel Kenakan Pakaian Adat Kesultanan Bacan

HALSEL, CN – Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut mengikuti kegiatan Pekan Nasional (Penas) (KTNA) ke-XVI yang dilaksanakan di Sumatera Barat, Sabtu (10/6/2023)

Ketua KTNA Halsel, Muslim Hi Rakib kepada cerminusantara.co.id menyebutkan, pelaksanaan kegiatan Penas KTNA yang diikuti pihaknya berlangsung selama 5 hari dimulai 10 Juni hingga berkahir 15 Juni Tahun 2023.

“Penas KTNA Tahun 2023 ini dilaksanakan di Sumatra Barat. Dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo (Jokowi) dan penutupannya nanti di Tanggal 15 Juni,” terang Muslim.

Muslim menuturkan, sebagai peserta Penas KTNA Halsel, pihaknya mengenakan pakaian Adat Kesultanan Bacan untuk mewakili Provinsi Maluku Utara dalam acara pembukaan.

“Peserta Halsel yang mewakili Maluku Utara pada hari ini mengenakan pakaian Adat Kesultanan Bacan. Ikut hadir, Kabid SDM Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dan salah seorang pegawai Dinas Perkebunan Provinsi Maluku Utara,” cetusnya.

Dalam keteranganya, Muslim bilang, kegiatan Penas KTNA yang diikutinya itu, menjadi ajang pengembangan potensi Daerah sekaligus mengangkat konten lokal Daerah ke ajang Nasional. Sehingga nantinya, Indonesia tahu pengembangan potensi yang dimiliki di tiap-tiap Daerah yang menjadi peserta Penas KTNA.

“Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) merupakan ajang pertemuan para Petani dan Nelayan. Kegiatan ini juga tentunya bisa menjadi wahana bagi para Petani dan Nelayan seluruh Indonesia,” terangnya.

Muslim menyebut, Kelembagaan Petani memiliki peran yang penting dalam pembangunan pertanian karena mampu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, peningkatan produksi dan pendapatan serta kesejahteraan Petani.

“Salah satu kelembagaan Petani yang memiliki peran strategis adalah KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan). KTNA adalah suatu organisasi independent di Indonesia yang berorientasi pada aktivitas sosial di sektor agrikultur yang berbasis agribisnis,” jelas Muslim.

Sementara itu, Sekertaris KTNA Halsel Anwar Hasan menjelaskan, peserta Penas KTNA terdiri dari komunitas Petani dan Nelayan yang terpilih untuk mewakili Daerah yang memiliki kualifikasi dalam kemampuan di Bidangnya masing-masing dan mempunyai karakter pionir dan patriotis dalam pembangunan ekonomi nasional khususnya di bidang Agribisnis.

“Untuk itu, Organisasi KTNA berada pada Level Daerah. Anggota KTNA merupakan petani-nelayan yang menguasai ilmu pengetahuan dan wawasan tentang pertanian (Tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan, perikanan-kelautan dan kehutanan). Membimbing petani-nelayan untuk melaksanakan teknologi yang efisien tetapi menghasilkan kuantitas dan kualitas produksi yang mampu bersaing di pasar ,” ungkap Anwar mengakhiri. (Sain CN)

Hindari Isu Liar Skandal Mafia Bank Saruma, Ketua LSM FDAK: Harusnya Mantan Sekda Halsel Meluruskan di Publik

HALSEL, CN – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Front Delik Anti Korupsi (FDAK) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Asbur Abu meminta kepada mantan Sekertaris Daerah (Sekda), Saiful Turuy untuk mengklarifikasi atas dugaan tuduhan keterlibatan pihak tertentu dalam aksi mafia PT. Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Saruma.

“Demi nama baik, harusnya mantan Sekda Halsel meluruskan di publik terkait tuduhan pihak tertentu atas penyebutan skandal Bank BPRS Saruma. Bila perlu membuka pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan Bank Saruma agar supaya tidak menjadi isu diluar  untuk menghindari isu liar,” pinta Asbur Abu, Sabtu (10/6/2023).

Dengan begitu, Pemerintah Daerah (Pemda) diminta melepaskan persoalan tersebut ke pihak berwajib dan fokus pada penuntasan program visi-misinya Bupati Halsel, Usman Sidik dan Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba yaitu kembalikan senyum Halmahera Selatan.

“Karena ini merupakan harapan besar masyarakat yakni pada penuntasan program visi-misi masa kepemimpinan Usman-Bassam,” ujarnya.

Asbur Abu bilang, LSM FDAK mengapresiasi langkah Bupati Halsel, Usman Sidik yang mengambil langkah tepat mengevaluasi sejumlah pejabat tinggi di Halsel.

“Jika persoalan ini hanya persoalan administrasi yang tidak merugikan Negara, maka nama baik para pejabat tersebut dipulihkan berdasarkan hasil audit internal atau lembaga yang diakui oleh Negara agar para pejabat yang diduga otak dibalik dari persoalan ini tidak menanggung beban cemohan masyarakat,” cetusnya.

Meski begitu, Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halsel Dapil 5 itu menegaskan, jika terbukti merugikan Negara dan terlibat, maka para pejabat tersebut harus diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan sampai persoalan ini dipolitisir pihak-pihak tertentu karena ini sudah memasuki Tahun politik. Jadi harus benar-benar ditelusuri,” tutup Asbur Abu mengakhiri. (Hardin CN)