SK PPPK Tahun 2022 Belum Terbit, Kepala BKPPD Halsel Sebut Tenaga Kesehatan Ngotot

HALSEL, CN – Lantaran belum menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK), para PPPK Tenaga Kesehatan Tahun 2022 di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), masih menantikan SK secepatnya dapat diterbitkan.

Bukan tanpa alasan. Pasalnya, SK Pengangkatan sudah seharusnya dibagikan ke PPPK. Sebab, dasar untuk pembayaran gaji sendiri adalah SK yang nantinya dihitung berdasarkan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT).

Bahkan sejauh ini, informasi yang berhasil dihimpun wartawan cerminnusantara.co.id, Jumat (4/8/2023), belum ada pemberitahuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel mengenai SK tersebut. Sehingga para PPPK Tenaga Kesehatan Tahun 2022 berharap SK ini dapat segera diberikan sebagai bukti mereka diangkat Pemkab Halsel menjadi PPPK.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Halsel, Abdul Kadir Adam dikonfirmasi melalui via WhatsApp, mengaku hingga saat ini, semua SK PPPK. Baik itu SK Tenaga Kesehatan, SK Tenaga Guru dan SK Tenaga Teknis belum ditertibkan.

“Kemarin sudah penginputan, PPPK ini bukan hanya Kesehatan saja. Ini mereka dari Tenaga Kesehatan ngotot. Tapi ada Kesehatan, Guru dan Teknis, bilang ke mereka sabar-sabar saja. Proses itu dalam waktu dekat, bisa diterbitkan SK untuk penyerahan. Jadi sementara lagi proses,” ujarnya. (Hardin CN)

Wakil Bupati Halsel Buka Rembuk Stunting

HALSEL, CN – Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba, membuka kegiatan Rembuk Stunting Halsel Tahun 2023 dengan tema “Melalui Konvergensi Pencegahan Stunting, Kita Wujudkan Sumber Daya Manusia Yang Unggul Menuju Halmahera Selatan Bebas Stunting”.

Kegiatan dilaksanakan diruang Aula Kie Besi di Desa Tomori Kecamatan Bacan, Kamis (3/8/2023).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Halsel menyampaikan, dalam penyelenggaraan pemerintahan, saat ini Stunting merupakan aspek yang sangat penting dan harus direspon dalam setiap aktivitas pembangunan. Hal ini dikarenakan isu perbaikan gizi, khususnya terkait penekanan angka stunting termasuk dalam prioritas pembangunan kesehatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Stunting sendiri merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang kesehatan.

“Stunting dapat dicegah dengan memastikan pola asuh yang baik dan gizi yang cukup pada 1000 Hari pertama kehidupan serta sanitasi dan air bersih yang layak. Intervensi stunting membutuhkan kerjasama lintas program dan lintas sektor mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian,” ujarnya.

Wakil Bupati Halsel itu menjelaskan, kondisi data stunting di Halsel pada periode Januari-Juni 2023 tercatat sebesar 7%. Dengan jumlah 1.089 Balita stunting yang terdiri dari jumlah anak dibawah 2 Tahun 0-23 bulan kategori sangat pendek 146 orang dan 336 anak dengan kategori pendek. Sedangkan anak umur 24-59 bulan, kategori sangat pendek berjumlah 119 orang dan 488 orang dengan kategori pendek.

Orang Nomor Dua di Halsel menambahkan, jumlah sasaran balita yang telah diukur sebanyak 15.895 (87%). Momentum rembuk stunting ini menjadi langkah penting dan strategis yang dilakukan pemerintah untuk mencanangkan dan mendeklarasikan komitmen bersama, serta menyepakati pelaksanaan rencana kegiatan intervensi spesifik dan sensitif guna meningkatkan pencegahan serta percepatan penurunan stunting secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor lembaga pemerintah, non pemerintah dan masyarakat.

“Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Surat Keputusan Bupati Halmahera Selatan Nomor 41 Tahun 2022 tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kabupaten, tingkat Kecamatan, dan Desa menjadi pedoman kita bersama untuk menyukseskan program pemerintah dalam mengentaskan stunting dari bumi Saruma,” cetusnya.

Bassam, sapaan akrab Hasan Ali Bassam Kasuba itu bilang, semua pihak yang terkait dengan aksi konvergensi intervensi spesifik dan sensitif agar senantiasa bekerja dan melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing untuk menjawab tuntutan serta harapan masyarakat akan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, bahu-membahu dalam melaksanakan setiap aksi integrasi sehingga dapat menurunkan prevalensi stunting di Halsel.

“Saya berharap agar pembahasan program di kesempatan ini dapat memberi kontribusi nyata pada upaya percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting agar selalu menjadi prioritas bagi kita semua”, imbuhnya.

Selanjutnya, sebagai wujud komitmen bersama, maka pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan pernyataan komitmen para pihak untuk pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

“Kiranya pernyataan komitmen tersebut dapat dijadikan sebagai motivasi pemberi semangat untuk meningkatkan kinerja dari berbagai pihak yang terlibat,” tutupnya. (Hardin CN)

Wakil Bupati Halsel Hadiri Panen Perdana Kedelai 

HALSEL, CN – Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba didampingi Ketua GOW Halsel, Rifa’at Al Sa’adah, Dandim 1509/Labuha Letkol Kav Romy Sitompul bersama Istri, Ketua DPRD Halsel dan perwakilan PT. Harita Grub, menghadiri panen perdana Kedelai di Lokasi Sampangan Holtikultura di Desa Panambuang, Kecamatan Bacan Selatan, Rabu (2/8/2023).

Panen perdana itu, dalam rangka mendukung program ketahanan pangan melalui kerjasama Pemerintah Daerah (Pemda) Halsel dan Kodim 1509/Labuha, serta PT. Harita Grub.

Dandim 1509/Labuha, Letkol Kav Romy Sitompul dalam sambutannya menyampaikan, Pemerintah Indonesia saat ini menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu program strategis ketahanan pangan Nasional guna mewujudkan swasembada pangan di Indonesia.

Sehingga Kodim 1509/ Labuha bekerjasama dengan Pemda dan PT. Harita menggandeng kelompok Tani untuk membuka lahan ketahanan pangan dengan prioritas tanaman kedelai sebagai program Tani Nusa (Pertanian Intensif Unggulan Nusantara).

“Selain tanaman Kedelai, terdapat pula tanaman Holtikultura lainnya yang ditanam di lahan tersebut. Hal ini membuktikan adanya keseriusan dari Pemda Halsel, Kodim 1509/Labuha serta PT. Harita Grup untuk melaksanakan gerakan ketahanan pangan di Kabupaten Halmahera Selatan,” tuturnya.

Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia serta menggerakkan kelompok Tani secara langsung, Dandim 1509/Labuha bilang, akan membuka lapangan pekerjaan bagi para petani  sebagai motor penggerak dan pembelajaran bagi masyarakat yang bagaimana mengelola lahan untuk tanaman Holtikultura dengan hasil yang cukup menjanjikan.

Selain itu, hasil panen yang saat ini dilaksanakan untuk memajukan UMKM produksi Tahu Tempe di Halsel, sehingga hasilnya meningkat dan ke depan tidak tergantung pada kedelai impor.

“Paling membanggakan kita disini menggunakan Bibit lokal dengan Varietas Dena 1 dari Balitbang Kaji Malang, Produk Kacang Kedelai lokal hasil kajian dan penelitian mendapatkan Produk lokal yang berkualitas. Dena 1 merupakan produk unggulan yang berstandar nasional kebanggaan anak Negeri. Dari bibit 20 kilogram dengan luas lahan tanam, seluas 1 Hektar menghasilkan 2,5 Ton Kedelai,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba mengatakan, Pemda Halsel  mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah hadir dalam kegiatan panen perdana tersebut. Khususnya Kodim 1509/Labuha dan PT. Harita Grup karena sudah membantu menyelesaikan kegiatan penanaman sampai dengan panen.

“Kita lihat SDM yang kita miliki sekarang ini sangat mendukung, khususnya di Pulau Obi karena di sana terdapat beberapa perusahaan, tinggal kita membangun kolaborasi oleh seluruh pihak. Karena berbicara lahan, kita masih mempunyai lahan tidur yang sangat luas. Dengan lahan yang kita miliki di Daerah ini, saya rasa kita bisa menggerakkan para petani yang ada di wilayah Halsel untuk mengembangkan lahan tersebut,” cetusnya.

“Ini merupakan potensi yang sangat bagus, harapan kami agar seluruh elemen masyarakat, khususnya para petani agar mampu bercocok tanam, baik itu tanaman Holtikultura maupun tanaman yang lainnya. Harapan kami ini menjadi permulaan yang baik,sehingga ke depan sinergitas antara seluruh pihak bisa terselenggara dengan baik ataupun bisa kita bawa ke kanca yang lebih besar,” lanjutnya.

Menurutnya, hasil Kedelai tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Halsel. Pihak PT. Harita Grup pun telah menandatangani MoU pembelian Kedelai dari Ketahan pangan Kodim 1509/Labuha dengan kelompok Tani yang ikut mengelola kawasan Lahan Ketahanan Pangan.

“Ini merupakan potensi yang sangat bagus. Harapan kami, agar seluruh elemen masyarakat khususnya para petani agar mampu bercocok tanam. Baik itu tanaman Hortikultura maupun tanaman yang lainnya. Harapan kami ini menjadi permulaan yang baik, sehingga ke depan, sinergitas antara seluruh pihak bisa terselenggara dengan baik ataupun bisa kita bawa ke kanca yang lebih besar,” tutupnya. (Hardin CN)

Pemdes Nyonyifi Salurkan Gaji Aparatur Desa dan Insentif LPM Hingga Petugas Penjaga Air Bersih

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes), Nyonyifi Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menyalurkan gaji aparatur Desa, BPD dan insentif Kader Posyandu, LPM, Guru Paud, Guru TPQ, Linmas hingga petugas penjaga air bersih.

Kegiatan penyaluran hak sejumlah perangkat Desa ini berlangsung di Kantor Desa Nyonyifi, Rabu (2/8/2023).

Kepala Desa (Kades) Nyonyifi, Hasim Hairun kepada cerminnusantara.co.id menjelaskan, penyaluran gaji aparatur Desa, BPD hingga sejumlah perangkat pemberdayaan Masyarakat Desa dilakukan setelah pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap IV dan pencairan Dana Desa (DD) Tahap II.

“Penyerahan hak Aparatur Desa bagi Kaur, Kasi dan RT diserahkan untuk Bulan Juli dan Agustus setelah dilakukan pencairan Gaji Tahap IV. Adapun insentif LPM hingga Petugas penjaga air bersih diserahkan sebanyak 4 Bulan terhitung dari Bulan Mei hingga Agustus Tahun 2023,” ungkap Hasim Hairun.

Dalam penuturannya, Acim sapaan akrabnya itu menjelaskan, pemberian Hak dan Insentif yang dilakukan pihaknya itu merupakan bentuk tanggungjawab Pemdes terhadap penerima yang sudah menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Kata Kades Nyonyifi, hal itu dilakukan juga sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja para Aparatur Desa, Kader Posyandu dan Guru Paud, Guru TPQ, Petugas Kebersihan dan LPM serta Pengurus Mesjid atau Badan Sara dalam membantu memajukan Roda Pemerintahan di Bidang masing-masing.

“Mudah-mudahan dengan apa yang telah diberikan Pemdes ini bisa bermanfaat bagi seluruh Aparatur Desa. Dengan diberikan Gaji dan insentif ini, juga semoga para penerima manfaat dapat lebih meningkatkan kinerjanya demi menunjang tata kelola pemerintahan, kesehatan dan pendidikan yang lebih baik ke depan bagi masyarakat Desa Nyonyifi ini,” harapnya. (Sain CN)

Wakil Bupati Halsel Hadiri Dandim Cup II 2023

HALSEL, CN – Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba didampingi Ketua GOW Halsel, Rifa’at Al Sa’adah menghadiri pembukaan Dandim Cup II U-17 2023.

Kegiatan tersebut dalam rangka memeringati HUT Kodim ke-17 dan dilaksanakan dilapangan GBK Panambuang, Selasa (1/8/2023).

Danrem Cup II dibuka secara simbolis oleh Dandim 1509/Labuha Letkol Kav. Romy Sitompul sekaligus menyerahkan Piala bergilir kepada Ketua Panitia.

Dalam sambutanya, Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba menyampaikan, kompetisi olahraga Sepak Bola usia 17 ini merupakan salah satu kompetisi yang luar biasa. Dimana, dengan adanya kompetisi ini, anak-anak muda dapat menampilkan bakat terbaik untuk bersaing.

“Pertandingan hari ini menjadi ajang untuk dapat menunjukkan bakat dan potensi adik-adik sekalian dalam Bidang Sepak Bola. Yang perlu diperhatikan adalah kita harus selalu menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan diantara kita karena salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk menjalin silaturahmi antara kita,” ucap Hasan Ali Bassam Kasuba.

Orang Nomor Dua di Halsel juga menyebutkan, dalam berkompetisi, tentunya setiap hari, pihaknya akan berupaya keras untuk menjadi pemenang. Namun, jangan sampai melupakan kebersamaan yang harus dibangun karena itu merupakan ajang mempererat tali Silaturahmi.

“Kalian merupakan talenta terbaik Sepak Bola Halmahera Selatan. Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan, mengucapkan selamat bertanding dan semoga dari turnamen ini lahir talenta-talenta terbaik yang bisa menjadi kebanggaan kita semua dan membawa nama baik Halsel di kancah Sepak Bola Nasional. Saya berharap, semoga kompetisi Dandim Cup II U17 Tahun 2023 ini dapat berjalan lancar sampai selesai,” harapnya. (Hardin CN)

Kejari Halsel Periksa Leni Soal Kasus Dugaan Korupsi BPRS Saruma Sejahtera

HALSEL, CN – Leni S memenuhi panggilan pemeriksaan yang dilayangkan Kejaksaan Negeri (Kejari), Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).

Informasi yang dihimpun wartawan cerminnusantara.co.id, Selasa (1/8/2023), Leni diperiksa sekira pukul 03.00 WIT.

Ia menjalani pemeriksaan terkait kasus soal dugaan korupsi di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Saruma Sejahtera Halsel yang merugikan Daerah Rp 15 milyar.

Kepala Kejari Halsel, Guntur Triyono dikonfirmasi melalui via WhatsApp membenarkan bahwa ada pemeriksaan tersebut.

“Benar, salah satu 1 Debitur,” singkatnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Halsel, Hendri juga membenarkan bahwa Leni S diperiksa sebagai salah satu Debitur.

“Benar, itu Bu Leni yang datang. Kalau kapasitasnya sebagai salah satu Debitur BPRS,” akunnya. (Hardin CN)