Kapolda Himbau Masyarakat Halsel Jaga Ketertiban Jalannya Demokrasi

HALSEL, CN – Kepala Kepolisian Daerah Polda Maluku Utara (Malut) Irjen Pol Drs Rikwanto Menghimbau kepada Seluruh masyarakat Kabupaten Halmaheras Selatan (Halsel) tetap jaga Ketertiban jalanya Demokrasi.

Kepada para Awak Media Selasa (22/09) Kapolda Malut, Irjen Pol Drs Rikwanto menyampaikan bahwa Masyarakat Halsel sudah cukup sadar dengan adanya pesta demokrasi, sebab itu pihaknya meminta agar seluruh masyarakat halsel, dan pada umumnya masyarakat Maluku Utara agar tetap menjujung tinggi dan menjaga pelaksana pilkada serentak yang akan dihelat pada tanggal 9 Desember Mendatang.

lanjut Irjen Pol Rikwanto, Sementara bagi para bakal calon Bupati yang berlaga di Kontestasi Pilkada Halsel, agar mengikuti Proses pilkada dengan baik dan menghimbau kepda simpatisan masing-masing agar selalu menahan diri dan menjaga jalannya pesta demokrasi dengan baik

“Olehnya itu kepada Bakal calon kepala daerah yang saat ini telah mengikuti proses Demokrasi tetap menjaga keamanan dan ketertiban, dan untuk pihak-pihak bakal calon kepala daerah yang belum beruntung mengikuti proses pilkada agar sama-sama tetap mengawal proses demokrasi ini,” Tegas Irjen Pol Rikwanto

Irjen Pol Rikwanto, Kembali menegaskan, jangan ada hal-hal yang dapat merusak proses jalanya demokrasi atau jalanya pilkada yang tidak lama lagi akan berjalan, sebab bagi pelanggar bakal ditindak tegas

“kalau ada hal-hal yang merasa kurang pas dalam prosesesi pilkada salurkan saja kepada koridor hukum yang ada,” pungkas kapolda.(Red/CN)

Diduga Korupsi Dana Bos, Kadikbud Halsel Didemo

HALSEL, CN – Aliansi Pemuda Anti Korupsi (Apak) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) melakukan aksi Demonstrasi terkait dengan dugaan Korupsi yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Halsel, Nurlela Muhammad mencapai Miliaran Rupiah.

Pantauan media ini, ratusan masa aksi membawa kertas kartun bertuliskan “Bu Lela Bos Korupsi” serta menggunakan Truck Dam dan Sound System didepan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halsel.

Saat aksi, salah satu Orator menyampaikan bobotan aksinya mengatakan bahwa aksi yang dilakukan itu terkait tindak pidana dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Nurlela Muhammad.

“Diknas Kabupaten Halamahera Selatan sengaja melakukan tindak kejahatan dan penghiyanatan terhadap pendidikan ditengah pendemi Covid-19 dengan melakukan pemotongan biaya pendidikan Bos Afirmasi Bos Kinerja kepada pihak Sekolah sebesar 43.000.000 Juta, dari total Biaya 60.000.000 Juta, per Satu Sekolah dugaan kuat itu dilakukan atas nama Hj. Nurlela Muhammad sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Selatan,” teriak Koordinator Aksi, Muhammad Adam, Selasa (22/9/2020).

Selain itu, Muhammad menjelaskan, Tahun ajaran 2019-2020 Sekolah di Halsel mendapatkan bantuan Dana Bos Afarmasi senilai Rp 6.695.000.000. (Enem Milyar Enam Ratus Sebilan Puluh Lima), dan Bos Kinerja 15 Sekolah di Kabupaten Halmahera Selatan Total senilai Rp 2. 047.000.000, (Dua Milyar Empat Puluh Tujuh Juta Rupiah).

Sementara pada Tahun ajaran 2020-2021, lanjut, Muhammad, terdapat 275 penerima Bos Afirmasi di Kabupaten Halsel untuk belanja media dan penanganan Covid-19 oleh pihak sekolah, total Nilai Rp 16.500.000.000 (Enem Belas Meliyar Lima Ratus Juta Rupiah). (Red/CN)

Cek Kesiapan Pilkada, Kapolda Malut dan Rombongan Kunjungi Polres Halsel

HALSEL, CN – Dalam rangka mengecek situasi Kambtibmas dan kesiapan polres jajaran menghadapi pilkada, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum, beserta rombongan melaksanakan Kunjungan ke Polres Halmahera Selatan, pada Senin (21/9/2020) Kemarin.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi oleh Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Utara Ny. Lisnawati Rikwanto, Wakapolda Maluku Utara, Wakil Ketua Bahayangkari Daerah Maluku Utara, beberapa Pejabat Utama Polda Maluku Utara serta Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku Utara.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Maluku Utara melaksanakan tatap muka bersama seluruh personel Polres Halmahera Selatan beserta jajaran.

Dalam kesempatan itu Kapolda menyampaikan beberapa arahan, yakni untuk selalu meningkatkan penguatan pada unit-unit pelayanan publik serta mempermudah masyarakat yang membutuhkan pelayanan Polri.

Kapolda menuturkan, berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia akan dilaksanakan secara serentak pada Bulan Desember 2020 mendatang, untuk itu Polres Halmahera Selatan dari awal agar melakukan pemetaan kerawanan gangguan kamtibmas terkait dengan Pilkada.

“Menjelang Pilkada mendatang agar Jajaran Polda Malut yang melaksanakan Pilkada khususnya Polres Halmahera Selatan agar selalu melakukan pemetaan Kerawanan Gangguan Kamtibmas terkait pilkada dan selalu menjalin kerjasama dengan instansi terkait, antisipasi provokator dalam pilkada, serta lakukan deklarasi damai terkait Pilkada apabila ada yang menyimpang proses hukum sesuai aturan yang ada,” tegasnya.

Diakhir sambutanya Kapolda juga menyampaikan bahwa negara kita tengah diserang wabah Virus (Covid-19), untuk itu kepada personel Polri khususnya Polres Halmahera Selatan agar memperhatikan pengamanan dan disiplin dalam penerapan Protokol Covid-19, kontrol pakaian, pakai Masker (face shield) sebelum melakukan pengecekan dan pengawasan kepada Masyarakat.

“Penanganan Covid-19 ada 2 hal yaitu Kampanye 3 M (Pakai Masker, menjaga Jarak, dan mencuci tangan) dan 3 T (testing, tracing, treatment), dengan cara ini diharapkan dapat memutus mata rantai Penyebaran Covid-19,” pungkas Kapolda. (Ridal CN)

Usman – Bassam : Nomor Urut Berapa pun, Semoga Berkah

HALSEL, CN – Jelang penetapan pasangan calon, Rabu (23/9/2020) besok dan pengambilan nomor urut Calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halse) Provinsi Maluku Utara (Malut), Kamis (24/9/2020), Usman Sidik yang berpasangan dengan Bassam Kasuba, mengaku siap bertarung dengan nomor berapapun secara fair, demi senyum perubahan Halmahera Selatan.


Menurut Usman, untuk pengambilan nomor urut, menurutnya semua nomor memiliki kebaikan masing-masing. Usman mengaku, tak ada persiapan khusus jelang pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil Bupati Halsel. Bahkan, dirinya bersama Baassam Kasuba akan berangkat bersama-sama menuju kantor KPU Halsel untuk pengambilan nomor urut.


Mantan wartawan senior ini juga mengatakan, dirinya tak ada target khusus akan mendapatkan nomor berapa, karena semua nomor urut adalah angka yang baik.

“Pastinya nomor satu, ya nomor dua,” pungkas Usman kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).


Menurutnya, nomor berapa pun semua sama saja. Yang pasti kita minta kepada Allah SWT yang terbaik.

“Pencabutan nomor urut kita tidak menargetkan nomor berapa, yang terpenting itu berkah dari Allah SWT,” kata Usman. Seraya mengatakan, kalau bukan nomor satu atau nomor dua, karena hanya dua kandidat yang akan bertarung di Pilkada Halsel, 9 Desember 2020 mendatang. (Red/CN)

Setelah Dipecat dari Managmen PT NHM, Kini Abujan Latif Resmi Dipolisikan

HALSEL, CN – Nasib sial di alami Abujan Abd Latif, setalah sesumbarnya di beberapa media Online dan melahirkan polemik, hingga berakhir pada pemberhentian (Skorsing) dari Genaral Menejer PT. NHM, Kini Mantan Pegawai Disnakertrans itu terancam di Polisikan.

Sekedar diKetahui bahwa Abujan diskorsing dari Managemen PT.NHM, terkait dengan pernyataan dia (Abjuan) di beberapa Media onlyne menyentil terkait dengan ‘ijazah’ sala satu bakal calon Bupati di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik.

Tak sampai pada sangsi Diskors, Celoteh Mantan Pegawai Disnakertrans Provinsi ternyata menghembuskan angin tak sedap, Senin (21/09/29) Abujan Abd Latif dilaporkan atas Kasus Tindak Pidana dan Transaksi Elektronik dengan Nomor surat tanda penerima pengaduan STPLP/119/1X/2020/Ditreskrimsus Polda Malut.

Kepda Media Cerminnusantara.co.id, Selasa (21/9/2020), Meidi Noldi Kurama Menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus pencemaran nama baik dan menyebarkan berita bohong serta ujaran kebencian pada klienya, Hi. Usman Sidik yang merupakan Calon Bupati Halsel.

“Seperti Sudah kita ketahui bersam bahwa Kasus yang Kami laporkan Pada Hari Ini, Terkait dengan Sesumbar tidak mendasar yang di lontarkan oleh Abujan Latif di beberapa Media Online, sehingga merugikan Nama Baik Klien kami yang juga Calon Bupati Halsel,” tandas Noldi.

Noldi juga berharap ada kepastian Hukum. Pasalnya, dengan adanya Kasus seperti ini, semoga memberikan efek jerah pada para pelaku yang dengan sengaja mencemarkan nama baik yang dapat merugikan orang lain.

“Kepastian Hukum itu penting, agar memberi pelajaran bagi siapa saja untuk lebih berhati-hati dalam berucap, tentunya harus ada langkah Hukum yang Pasti,” pungkas Noldi. (Red/CN)

Dugaan Kuat Bupati CS Dibalik Aksi Pemalangan Kantor Inspektorat Halsel

HALSEL, CN – Khiyanat, layak di sematkan kepada 3 Oknum pegawai Inspektorat Halmahera Selatan (Halsel).

Mengapa tidak? Sikap tak patuh pemimpin di tunjukan oleh 3 pegawai Insoktorat dengan melakukan aksi palang Pintu Ruangan Kepala Inspektorat Halsel, Slamet AK.

Tidak diketahui motifnya, selain aksi pemalangan ruangan Inspektur, Slamet AK juga terdapat Tulisan di tembok depan Pintu.

“maaf Jabatan Inspektorat telah Berakhir SK Net, kami butuh pimp, Baru” tulisan dengan Cat merah.

Kepala Inspektorat Halsel, Slamat AK

Sementara itu, dari pengakuan Kepala Inspoktorat, Slamet AK bahwa yang melakukan perbuatan itu ialah 3 Oknum pegawai Inspektorat, yakni LS, IM dan AO.

“Sesuai laporan petugas saya (Satpol PP) bahwa yang melakukan hal itu 3 orang pegawai saya sendiri.” jelas Kepala Inspektorat Halsel, Slamet AK, minggu (20/9/2020).

Sementara itu kata Slamet, bahwa 3 orang itu di ketahui orang suruan Bupati Halsel, Bahrain Kasuba.

“Usai palang pintu Kantor dan tulis tembok, 3 pegawai Inspektorat mengaku kepada petugas Satpol PP Iksan Usman, bahwa perbuatan yang mereka buat adalah perintah Bupati, Istri Kedua Bupati dan Sekda Halsel,” tandas Slamet.

Sementata kata Slamet AK, kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Halsel dengan laporan terkait pengerusakan Fasilitas Negara.

“Iya, saya sudah laporkan ke Polres Halsel, saya lapor ke Polres karena telah merusak Fasilitas Negara,” ungkapnya.

Slamet Juga menyampaikan bahwa Kasus ini sedang berjan dan tinggal menunggu hasil kelanjutanya.

“Kasus ini telah ditangani Polres Halsel,” terangnya.

Saat di konfirmasi Media Cerminnusantara.co.id, Senin (21/9) Sekda Halsel, Helmi Surya Botutihe membantahnya dan mengatakan bahwa itu sama sekali tidak Benar.

“Terkait dengan pemalangan ruangan kepala inspektirat, bahwa ada pengakauan dari 3 orang di suruh oleh bupati dan Sekda itu tidak benar, ” ucap Helmi. (Red/CN)