Pelaku Pembunuh Boca di Obi Divonis 15 Tahun Penjara

HALSEL, CN – Terdakwa Adnan Ode Antara asal pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara divonis 15 Tahun penjara.

Terdakwa Adnan Ode Antara dinyatakan bersalah atas kasus pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Obi beberapa waktu lalu. Hal ini, diungkapkan Kejaksaan Negeri Halsel melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rizky Septa Kurniadhi, Satriyo Eko dan Reza Fikri saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (2/3/2021) melalui via WhatsApp.

Dalam sidang Putusan Pengadilan, pada Selasa 2 Maret 2021, Terdakwa Adan Ode Antara dinyatakan terbukti dan menyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan bersama adiknya bernama La Iki.

Padahal sebelumnya, kata Reza, dalam fakta saat persidangan, Terdakwa mengelak bahwa dirinya yang melakukan pembunuhan dengan dalil bahwa yang membunuh korban adalah adiknya. Sementara adiknya sudah meninggal karena dianiaya massa bebeberapa waktu lalu.

“Hal ini tidak menyiutkan niat dan kerja keras Jaksa Penuntut Umum untuk membuktikan di saat persidangan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Majelis hakim menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 338 KUHP Jo pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan anak.

Putusan itu berdasarkan bukti-bukti yang diajukan JPU dan keterangan saksi termasuk pengakuan terdakwa.

Namun dalam hal ini, Reza menegaskan, penanganan yang menarik adalah menjunjung tinggi equality before of law yaitu hak yang sama setiap manusia jikalau berhadapan dengan hukum.

“Seseorang yang juga korban harus diadili karena secara sepihak oleh massa pada waktu Ramadhan Tahun lalu. Hal ini harus segera dilakukan proses untuk mencari siapakah pembunuh La Iki yang juga merupakan pembunuh. Tetapi juga mati terbunuh,” tegasnya. (Red/CN)

Hilang Saat Melaut, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian 2 Nelayan asal Jiko

HALSEL, CN – 2 orang warga Desa Jiko, Kecamatan Mandioli Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara, Tendu Goin (45) dan Burhan T. Goin (30) tak pulang-pulang saat melaut pada Tanggal 1 Maret 2021 Pukul 04:00 WIT.

Keluarganya pun panik dan melakukan pencarian, namun tidak berhasil menemukan Tendu dan Burhan.

Sehingga Ardian selaku keluarga korban melaporkan hal tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate melalui Unit Siaga Sar Bacan bahwa salah seorang keluarga mereka sedang melaut mengalami mati mesin di sekitar perairan Pulau Mandioli.

Rilis Basarnas Ternate yang diterima wartawan ini, Kepala Basarnas Ternate, Muhamad Arafah mengatakan, Selasa (2/2) pukul 08.05 WIT, Tim Rescue Unit Siaga SAR Bacan bersama potensi Sar berangkat menuju ke LKP untuk melaksanakan Pencarian dan Pertolongan.

“Korban berangkat dari Rumah di Desa Jiko menuju ke Rompong di Perairan antara Pulau Obi dan Pulau Mandioli dengan maksud mencari ikan di Rompong. Setelah selesai mencari ikan di Rompong, korban bermaksud kembali ke rumah, namun dalam perjalanan pulang sekitar Pukul. 15:00 WIT. Long Boat milik korban mengalami mati mesin di sekitar Barat Daya dari Desa Jiko, hingga sampai saat ini, korban belum juga kembali,” ungkapnya. (Red/CN)

Kodim 1509/Labuha Panen Jagung Perdana

HALSEL,CN – Panen Raya Kodim 1509/Labuha dilaksanakan Desa Panambuang Dusun Omamoi Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara, Senin (1/3/2021).

Panen Raya dalam rangka ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden RI. Kesiapan untuk menghadapi Kekurangan Pangan karena Pendemi Covid-19,

Kodim 1509/Labuha bekerja sama dengan Dinas Pertanian, kehutanan dan ketahanan Pangan Kabupaten Halsel dan mengunakan lahan milik Kesultanan Bacan seluas 20 hektare. Ditanami dengan Tanam Jagung, jenis Jagung Pulut, Jagung manis dan Jagung Hibrida,

Kegiatan Panen raya dihadiri Ketua Persit KCK Cab Ny. Yuli Untung, AKP. Subhan M., Mewakili Kapolres Halsel, M Sugandi (Kasat Pol PP), Ustad Asep Lc Mpdi (Pesantren Darussalam kupal), Yudi Barmawi, Mewakili Kesultanan Bacan.

Panen Raya ini di awali dengan Pemetikan secara simbolis oleh Dandim 1509/Labuha Letkol Untung Prayitno, S.I.P. M,Han dan di ikuti oleh seluruh tamu undangan yg hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Dandim 1509/Labuha mengatakan, Panen Raya Perdana ini bukan pertama atau menjadi terakhir, Semoga akan terus Berlanjut dan seterusnya.

“Sehingga semua unsur masyarakat, pengelola, dan pemilik lahan Bisa menikmati Hasil dan bisa membawa manfaat bagi semua,” cetus Letkol Inf Untung Prayitno.S.I.P.,M.Han.

Hasil panen jagung Perdana akan disalurkan ke Para Pedagang yang ada di Kota Labuha dengan Harga terjangkau agar pembeli juga tidak merasa kemahalan. (Red/CN)

Dandim 1509/Labuha dan Forkopimda Halsel Serahkan Bansos Bagi Korban Gempa

HALSEL, CN – Dandim Labuha 1509/Labuha dan Bupati Halsel bersama Forkopimda Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara memberikan bantuan sembako kepada masyarakat di Tiga Desa terdampak gempa.

Ketiga Desa yang warganya menerima bantuan dari Forkopimda yakni, Desa Amasing Kota Utara Kecamatan Bacan, Desa Amasing Kali dan Desa Kupal Kecamatan Bacan Selatan.

Bantuan yang diberikan berupa beras, gula, mie instan dan barang kebutuhan lainnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba, Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Untung Prayitno.S.I.P.,M.Han, Kapolres Halsel AKBP Muhammad Irfan S.I.K dan Kejari Halsel Fajar Haryombuko, SH,

Hadir pula Sekda Halsel Helmi Surya Bututihe dan Kalak BPBD Halsel Abu Karim Latara S.I.P.

Dalam sambutannya, Bupati Halsel, Bahrain Kasuba kepada masyarakat yang terdampak gempa 5,2 SR mengatakan, Pemerintah akan mengupayakan semaksimal mungkin untuk segera melakukan perbaikan kerusakan-kerusakan bangunan rumah yang terkena terdampak gempa, baik rusak ringan maupun rusak berat.

Untuk saat ini kata Bahrain, pemerintah baru memberikan sedikit bantuan sekedarnya untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak selama perbaikan rumah yang rusak akibat dampak gempa 5,2 SR.

Dandim 1509/Labuha, Untung Prayitno pada kesempatan tersebut menyampaikan semoga dengan bantuan dari pemda ini bisa meringankan dan bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

“Semoga juga Allah SWT tetap menjaga dan melindungi kita semua,” kata Dandim.

Usai menyerahkan bantuan, Bupati dan jajaran Forkopimda langsung menuju RSUD Labuha untuk memantau kondisi bangunan yang rusak dan melihat kondisi para pasien.

Dalam pemantauan Bupati dan Forkopimda, ditemukan kondisi bangunan yang perlu segera dilakukan perbaikan agar secepatnya bisa digunakan kembali dan operasional RSUD Labuha bisa kembali melayani masyarakat secara maksimal. (Red/CN)

Pasca Gempa, Kodim 1509/Labuha Bantu Evakuasi Pasien dan Bangun Tenda di RSUD Labuha

HALSEL, CN – Pukul 20:02 WIT. Gempa berkekuatan 5,2 Magnitudo melanda Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara yang berlokasi didarat pada jarak 12 km arah Utara Kota Labuha, pada kedalaman 10 km. Beberapa Jam kemudian, pasca gempa pertama masih ada Aktivitas Gempa susulan (After Shock). tidak menimbulkan Tsunami.

Gempa tersebut, membuat kepanikan masyarakat Kota Labuha dan sekitarnya. Sebab, masyarakat masih mengalami trauma Gempa yang pernah melanda di wilayah Halsel Pada Tahun 2019 yang silam.

Tak lama setelah Gempa, Dandim 1509/Labuha langsung memerintahkan seluruh Personil Kodim 1509/Labuha untuk siaga dan mengerahkan pasukan untuk membantu masyarakat serta mendata kerusakan bangunan maupun jika ada korban jiwa.

Personil Kodim 1509/Labuha bergerak cepat bersama Tim dari BPBD dan Polres Halsel dengan membangun Tenda Darurat di RSUD Labuha dan mengevakuasi Pasien RS yang sempat berhamburan keluar dari Ruangan RS.

Sampai berita ini naik, Personil Kodim 1509/Labuha tetap Standby di RSUD dan membantu beberapa Pasien untuk masuk ke ruangan Perawatan.

Dandim 1509/Labuha menghimbau kepada masyarakat Halsel agar tidak Panik. Kodim 1509/Labuha menyiagakan pasukan. Baik di Makodim maupun yang di RSUD serta menyebarkan Pasukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Kami juga masih tetap berkoordinasi dengan semua instansi. Seperti BPBD Halsel dan Polres Halsel untuk terus memantau, mendata dan membantu masyarakat pasca Gempa,” ujar Dandim 1509/Labuha. Letkol Inf Untung Prayitno.S.I.P.,M.Han. (Red/CN)

8 Ijazah Siswa SMAN 24 Halsel Hilang, Wakasek: Kami Menunggu Proses dari Polsek

HALSEL, CN – Beredarnya dugaan Ijazah 8 Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 24 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara di Desa Orimakurunga Kecamatan Kayoa Selatan, ditanggapi Wakasek Kurikulum SMA Negeri 24 Halsel.

“Waktu itu, pada Tahun 2016 SMA Negeri 24 di Desa Orimakurunga dijabat Kepala Sekolah baru, Hi. Zarkasih. Mungkin ada aturan baru, sehingga Ijazah tersebut mantan kepala sekolah Ridwan Laher titipkan ke saya waktu libur semester tepat bulan desember Tahun 2016. Setelah diserahkan ke saya Ijazah 8 Siswa tersebut langsung diamankan di kantor di ruangan sendiri,” ujar Wakasek Kurikulum SMA N 24 Jaib Fatah kepada Wartawan, Sabtu (27/2/2021)

Wakasek itu mengatakan, setelah libur Sekolah, pada 13 Januari 2017. Pihaknya belum sempat mengecek Ijazah para siswa-siswa tersebut.

“Jelang beberapa bulan kemudian tiba siswa-siswa itu datang mengambil Ijazah, setalah dirinya mengecek di tempat persembunyian Ijazah itu, ternyata tidak ditemukan lagi Ijazah para siswa alias hilang,” katanya.

Setelah hilangnya Ijazah, kata dia, pihak Sekolah terus mencari tahu hilangnya 8 ijazah itu. Saat itu, ia juga menduga ada yang sengaja menyimpan ijazah para siswa tersebut.

“Intinya Ijazah yang hilang itu bukan merupakan unsur kesengajaan para pihak guru dan Sekolah. Tetapi kami para guru terus berupaya untuk mencari Ijazah 8 Siswa tersebut,” cetusnya.

Selain itu, ia menuturkan, sebelumnya, Ikatan Pemuda pelajar Mahasiswa Orimakurunga (IPPMOR) sempat menanyakan kepada para Guru dan Kepala Sekolah terkait hilangnya Ijazah 8 Siswa. Bahkan mereka juga meminta pihak S ekolah harus bertanggungjawab atas hilangnya Ijazah 8 Siswa itu.

“Kami para pihak Guru akan tetap bertanggungjawab, namun kami tidak punya kewenangan full. Sebab kewenangannya di sekolah ada di Kepala Sekolah,” tegasnya.

Setelah hilangnya Ijazah 8 Siswa, Wakasek bersama operator SMA N 24 di Desa Orimakurunga Kayoa Selatan pernah berkoordinasi ke pihak Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara.

“Jadi dari Dikbud Malut minta kami segera buat laporan kehilangan ke Polsek agar segera tindak lanjut,” tandasnya.

Wakasek bilang, pihaknya sudah melaporkan ke Polsek melalui Khamtibmas Kayoa Selatan, Idrus Usman. Namun sampai saat ini, belum ada tindak lanjut.

“Kami masih menunggu proses dari pihak Polsek,” tutupnya. (Red/CN)