Proyek Belum Tuntas, DAK SMA LPM Koititi Rp360 Juta Lebih Telah Cair 100 Persen

HALSEL, CN – Sejumlah Guru Honorer SMA LPM Desa Koititi Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara mengeluhkan Gaji Honorer selama 2 Tahun.

Entah kenapa.? Yang merasuki Kepala Sekolah SMA LPM Halsel, Idris Umsohi diduga belum melunasi para gaji Guru Honorer ditempat mereka mengabdi.

“Gaji guru Honor tidak pernah di bayar selama Dua Tahun hingga Tahun 2021 ini,” kesal seorang guru Honor yang tidak mau dipublish namanya, Rabu (3/3/2021).

Selain gaji Guru Honorer 2 Tahun yang belum dibayar, Kepsek Idris Umsohi yang juga Karateker Kepala Desa Doro itu belum menyelesaikan proyek pembangunan hingga Tahun 2021.

Padahal proyek dengan sumber Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi tersebut telah cair pada bulan Desember Tahun 2020 lalu.

“Anggaran DAK Provinsi dengan total Rp360 juta lebih untuk pembangunan Ruang LAB Kimia juga hingga sekarang tidak terealisasi. Sementara pencairan sudah seratus persen dari bulan Desember Tahun 2020 lalu,” bebernya.

Sementara itu, Kepsek sekaligus Karateker Kades Doro, Idris Umsohi ketika dikonfirmasi wartawan cerminnusantara.co.id melalui via Telepon seluler tidak dapat terhubung juga lewat SMS hingga berita ini ditayangkan belum di tanggapi. (Red/CN)

Babinsa dan Masyarakat Gane Bersihkan Tanah Longsor 2 Kecamatan

HALSEL, CN – Akses Jalan Darat yang 2 Kecamatan antara Desa Bosso Kecamatan Gane Barat Utara dengan Doro Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara mengalami Tanah Longsor sehingga menutupi Ruas Jalan yang menghubungkan 2 Kecamatan.

Akibatkan Hujan deras membuat tanah menjadi labil sehingga terjadinya Longsor.

Kejadian Tanah Longsor pada Senin Malam pukul 20:45 WiT tidak merengut korban jiwa karena jalan tersebut sepi saat kejadian tanah Longsor. Hanya menutup akses jalan menuju kedua Kecamatan. Sehingga tidak bisa dilewati kendaraan Roda 2 dan Kendaraan Roda 4.

Pagi tadi, Selasa pada pukul 06.20 menerima Laporan dari masyarakat, Babinsa Praka Edwin Loleo pun menuju tempat kejadian Longsor dan segera berkoordinasi dengan PT. Hijrah Nusantara yang menangani perbaikan jalan antara Desa Saketa dan Dehepodo untuk mengerahkan peralatan untuk membuka jalan dan membersihkan Jalan, Selasa (2/3/2021).

Bersama masyarakat Desa Doro, Babinsa Praka Edwin Loleo pun bahu membahu untuk membuka jalan sekaligus membersihkan ruas jalan agar bisa digunakan dan dilewati kembali.

Saat Danramil 1509-03/Saketa dikonfirmasi atas kejadian tersebut membenarkan ada kejadian Tanah Longsor.

“Kejadian Tanah longsor pada pukul 20:45 WIT. kita juga bersyukur tidak ada korban jiwa karena jalan tersebut lagi keadaan sepi. Mungkin karena Habis hujan dan Mulai Larut malam, Babinsa saya sudah membersihkan dan sudah bisa dilewati kembali. Tetapi saya menghimbau agar berhati-hati saat melewati jalan tersebut karena Tanah disekitar jalan kedua desa sangat labil karena Debit air hujan yang terus menguyur kedua Kecamatanz” kata Kapten Arm Ariep Hamdi Mulya.

Jalan yang menghubungkan kedua Kecamatan sekarang sudah bisa dilalui dengan kendaraan Roda 2 maupun Roda 4. (Red/CN)

Sering Padamkan Listrik Sesuka Hati, Kepala PLN Diminta Pecat Koordinator Zona Bacan Barat

HALSEL, CN – Kebijakan koordinator teknis pembangkit Perusahaan Listrik Negara (PLN) Zona Indari Kecamatan Bacan Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara mengecewakan warga setempat. Sebab, sejak diaktifkan-Nya jalur listrik PLN di Desa Indari hingga saat ini tidak stabil.

Ketidak becusnya seorang karyawan yang di tugaskan untuk menjadi koordinator zona Bacan Barat itu sering melakukan kebijakan serta tindakan yang aneh-aneh. Hal ini dipaparkan Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Halsel, Harmain Rusli S.Sos, Selasa (2/3/2021).

“Menurut pantauan kami bahwa terkadang koordinator alias pegawai atau karyawan tersebut mematikan jalur lampu dengan sesuka hati dari Desa Nondang ke Indari yang di ketahui induk mesinnya berada di Desa Nondang. Dia cabut cok penghubung dari Desa Nondang ke Indari, sehingga lampu di Desa Indari kadang-kadang mati total. Desa Indari jadi gelap gulita,” papar Harmain.

Dengan adanya kebijakan sepihak atau kebijakan yang tidak profesional tersebut. Tegas Harmain, maka bisa mengakibatkan kerusakan barang-barang elektronik. Seperti Kulkas, Mesin Cuci, TV, Magic Com, dan lain-lain sebagainya. Ini sangat meresahkan warga Desa Indari.

“Gunanya apa kita ada lampu listrik kalau pada akhirnya barang-barang kita rusak. Lebih baik kita pakai loga-loga alias poci sebagai penerang di malam hari. Dari pada kita harus pake lampu PLN, tapi barang-barang jadi rusak. Bukankah PLN itu di adakan demi kepentingan penerangan bagi seluruh masyarakat. Ataukah PLN ini bukan Pembangkit Listrik Negara, tapi Pelayan Loga-Loga Negara.?,” kesalnya.

“Kami sangat kecewa dengan koordinator zona Bacan Barat. Olehnya itu, kami mendesak kepada pihak PT. PLN Cabang Bacan Kabupaten Halmahera Selatan yakni Kepala PLN Cabang Bacan agar segera cepat mengambil kebijakan untuk memecat koordinator zona Bacan Barat. Sebab, di nilai tidak profesional dan tidak paham tupoksinya sebagai karyawan atau petugas yang di tugaskan di zona Bacan Barat tersebut,” sambungnya.

Tutur Harmain, jika dalam waktu dekat, PLN di Desa Indari masih belum stabil, maka GPM bersama GMNI Halsel akan melakukan aksi demonstrasi di depan kantor PT. PLN Cabang Bacan.

“Sebagai perusahaan penyedia listrik negara, suplai listrik bagi menjadi prioritas utama PLN. Berarti hal ini, demi ketersediaan listrik yang terjangkau bagi masyarakat bukan sebaliknya yang menyusahkan dan meresahkan masyarakat seperti yang dilakukan salah seorang karyawan atau petugas yang di tugaskan di zona Bacan Barat,” tutur Harmain.

Harmain menyebut, Pemerintah RI nomor 10 Tahun 1989 tentang penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik. Bab 5 bagian ke Dua tentang hak dan kewajiban masyarakat dalam pemanfaatan tenaga listrik.

“Maka, dalam Pasal 26 ayat 2 bahwa masyarakat yang mendapat tenaga listrik mempunyai hak.
A. Mendapat Pelayanan yang baik.
B. Mendapat tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu dan keandalan yang baik.
C. Mendapat Pelayanan untuk perbaikan apabila ada gangguan tenaga listrik,” tutupnya. (Red/CN)

Basarnas Berhasil Temukan 2 Nelayan asal Jiko Hilang di Laut Pulau Tapat

HALSEL, CN – Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut) menyatakan Tim SAR Gabungan berhasil menemukan 2 nelayan asal Desa Kilo Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara bernama Tendu Goin (45) dan Burhan T. Goin (30) dalam kondisi selamat.

“Pukul 09.18 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan ke 2 (Dua) korban pada Koordinat 17 NM sebelah Timur laut Pulau Tapat dalam keadaan selamat. Korban kemudian di evakuasi ke RIB 01 Bacan, sementara Long Boat korban di tarik oleh salah satu Long Boat milik masyarakat Desa menuju Desa Jiko,” jelas Kepala Basarnas Ternate, Muhamad Arafah melalui keterangan tertulisnya, Selasa (2/3/2021).

“Selanjutnya korban di serahkan ke pihak keluarga. Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Team Sar Gabungan atas upaya pencarian hingga menemukan korban dalam keadaan selamat,” kata Muhamad.

Selanjutnya, Pukul 13:10 WIT, Tim SAR Gabungan bertolak dari Desa Jiko, Kec. Mandioli Selatan untuk kembali ke pelabuhan Panambuang Bacan.

“Dengan telah ditemukannya korban dalam keadaan selamat, maka operasi sar pun selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ucapnya. (Red/CN)

Kades Twokona Ancam Polisikan Media Online Terkait Berita Dugaan Penganiayaan

HALSEL, CN – Kepala Desa Tuwokona Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara menyesalkan media online yang memberitakan dirinya tanpa ada konfirmasi.

“Saya sesalkan mereka yang memberitakan tanpa konfirmasi lebih dulu bahwa saya diduga sebagai provokator dugaan penganiayaan terhadap seorang wartawan bernama Rifaldi Ishak itu,” kata Kades Twokona, Santi Awal, saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id, Selasa (2/3/2021).

Padahal, kata Santi, jika ada konfirmasi lebih dulu, pasti ia dapat menjelaskan sesuai apa yang terjadi di Lapangan.

“Kalau tidak ada konfirmasi lebih dulu, berarti bagi saya berita tersebut tidak seimbang,” kesal Santi.

Oleh karena itu, tak terima dirinya diberitakan dugaan pelaku provokator penganiayaan, ia bersama Kuasa Hukumnya, Safri Nyong bakal melaporkan hal tersebut ke Polisi.

“Apalagi saya di sebut Kepala Desa Twokona diduga Pelaku provokator penganiayaan. Maka besok, saya akan laporkan hal ini ke Polres Halsel bersama Kuasa Hukum saya,” tegasnya.

Terpisah, Safir Nyong mengaku akan siap mendampingi kliennya untuk tempuh jalur hukum.

“Besok kami buat laporan ke Polres Halsel soal pencemaran nama baik klien saya dan media yang memberitakan klien saya tanpa ada konfirmasi lebih dulu. Nanti hukum yang buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar,” tegas Pengacara muda itu. (Red/CN)

Kades Twokona Akui Jadi Korban Penganiayaan

HALSEL, CN – Kepala Desa Tuwokona Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara membantah terkait dirinya diduga sebagai pelaku provokator penganiayaan terhadap salah seorang wartawan yang diketahui bernama Rifaldi Ishak.

Saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id, Selasa (2/3/2021), Kades Twokona, Santi Awal menegaskan, saat Risman sebagai pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Rifaldi pada Senin (1/3) sekitar pukul 07:40 WIT dekat Bank BNI di Pasar Labuha. Santi berusaha melakukan pencegahan.

“Waktu Riswan pukul Rifldi itu malah saya yang bantu cegah,” cetus Santi Awal.

Bahkan mantan Anggota DPRD Halsel itu mengaku, dirinya juga jadi korban Penganiayaan.

“Akibat saya bantu cegah untuk bantu Rifaldi, dengan tidak sengaja saya kena pukulan dari dari Riswan. Bibir saya sampai berdarah,” akunya.

Selain itu, Santi membenarkan atas tuduhan hubungan asmara dirinya dengan Riswan.

“Memang awalnya saya dengan Riswan itu pacaran, tapi setelah saya tahu Riswan sudah beristri, saya langsung mengakhiri hubungan kami. Jadi untuk sekarang kami tidak ada hubungan sama sekali,” tegas Santi.

Hanya saja, jelasnya, Riswan selalu menghubungi Santi melalui via Telepon seluler, sehingga dengan tegas, ia melarang Riswan untuk tidak lagi melakukan komunikasi.

“Riswan dia selalu Telepon, jadi karena saya tidak bisa lagi menahan emosi. Makanya saya langsung mengatakan ke dia kalau stop ganggu saya karena Riswan itu suka kawin banyak dan orangnya peminum atau pemabuk seperti informasi yang saya dapat langsung dari Rifaldi. Sebab, Riswan merupakan pangkat anak dari Rifaldi,” tutup Santi.

Ia juga menyesalkan kepada media yang memberitakan dirinya tanpa konfirmasi lebih dulu.

“Sebelumnya saya minta maaf kalau saya harus klarifikasi disini karena mereka memberitakan saya tanpa ada konfirmasi langsung ke saya,” tutupnya. (Red/CN)