Ketua BPD Sabatang Diduga jadi Pengurus Parpol

HALSEL, CN – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sabatang, Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Mohtar Malofo diduga kuat merangkap jabatan sebagai anggota Partai Politik (Parpol).

Dimana, nama Mohtar Malofo tercatat dalam Surat Keputusan (SK) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai Sekertaris Dewan Pengurus Ranting Desa Sabatang.

Itu artinya, Mohtar Malofo telah melanggar Pasal 64, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pasal 26, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 110 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terkait anggota BPD dilarang menjadi pengurus Partai Politik.

Sementara itu, Ketua BPD Sabatang, Mohtar Malofo yang juga diduga sebagai Sekertaris Dewan Pengurus PKS Tingkat Desa itu dikonfirmasi melalui via WhatsApp tidak merespon hingga berita ditayangkan. (Hardin CN)

Bupati Halsel Pelepasan Lomba Gerak Jalan Peringati Hardiknas

HALSEL, CN – Memperingati hari pendidikan Nasional, dinas pendidikan Halmahera Selatan membuat beberapa rangkaian mata lomba dengan tujuan memeriahkan hardiknas tahun 2023. Salah satu mata lomba yang dilombakan pada hari ini, Minggu 30 April 2023 adalah mata lomba gerak jalan tingkat sekolah SD dan SMP khusunya dalam ibu kota Labuha, Bacan.

Bupati Halsel, Usman Sidik didampingi Ibu Ketua TP.PKK Halsel, Hj. Eka Dahliani menghadiri acara pelepasan lomba gerak jalan tingkat SD dan SMP dan turut hadir Sekda Halsel bersama ibu ketua DWP dan jajaran Pimpinan OPD Halsel.

Dalam sambutannya, Bupati Halsel Usman Sidik menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Dinas Pendidikan Halsel dan semua pihak yang tergabung dalam kepanitiaan yang telah menggelar kegiatan lomba pagi hari ini. Melalui kegiatan ini akan lebih memperat tali silaturahmi dan kebersamaan kita, baik antara guru dan peserta didik maupun dengan pemerintah daerah khususnya dalam membangun dunia pendidikan di Halsel.

“Harapan saya, agar kegiatan ini mampu menjadikan momentum bagi Dinas Pendidikan untuk terus berinovasi dalam memajukan pendidikan di bumi Saruma yang kita cintai,” ucapnya.

Lanjut Bupati Halsel, melalui kegiatan lomba ini, tentunya menjadi salah satu upaya untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Karena sebagaimana kita ketahui, untuk mewujudkan SDM yang berkualitas dan unggul, salah satu kriteria untuk memenuhi harapan tersebut adalah memiliki kesehatan yang prima, selain harus cerdas dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Bupati Usman Sidik menghimbau kepada Kepala Sekolah dan para Guru untuk selalu memperhatikan pengembangan potensi anak disekolah masing-masing.

“Saya mohon perhatian pihak sekolah dan para guru untuk tidak henti-hentinya memperhatikan dan mengembangkan potensi anak-anak disekolah masing-masing. Binalah dan bimbinglah mereka dengan sebaik-baiknya, lakukan koordinasi dengan baik bersama komite sekolah dan juga orang tua murid karena pembinaan terhadap anak-anak jangan hanya difokuskan kepada ilmu pengetahuan saja, tetapi juga pada pembinaan dan pendidikan Budi pekerti dan akhlak mulia. Karena dengan keseimbangan ilmu inilah akan membawa anak-anak kita menjadi manusia yang berguna dan Insya Allah selamat dunia dan akhirat kelak,” kata Bupati Usman Sidik.

“Tetap jaga kesehatan mengingat adanya fenomena cuaca sangat panas, maka kepada Para guru pendamping dan orang tua agar selalu memperhatikan peserta dan perbanyak minum air putih, saya berharap tidak ada satupun masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan yang terdampak cuaca panas saat ini,” tambah Bupati Usman sidik.

Sekedar diketahui, terdapat jumlah 41 Tim gerak jalan pada tingkat SD dan SPM Dengan rute Star dari Halaman Dinas perhubungan Halsel dan finish di Zero Point. (Hardin CN)

Wabup Halsel Hadiri Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXVII Tahun 2023 di Pantai Losari

HALSEL, CN – Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), Hasan Ali Bassam Kasuba, menghadiri puncak peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXVII di Pantai Losari Makassar, Sabtu 29 April 2023.

Upacara peringatan Hari Otda ke XXVII ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian.

Turut hadir, seluruh Kepala Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia hingga para pejabat Kemendagri.

Usai upacara, Mendagri bersama para Kepala Daerah menyaksikan tari Pakkarena yang dilakukan 200 penari di atas Perahu Katinting.

Dalam sambutannya, Mendagri menyampaikan bahwa peringatan hari Otoda kali ini sebagai momentum bagi Pemerintah, masyarakat dan stakeholder lainnya untuk secara bersama-sama memupuk semangat kerja, motivasi, dedikasi dan pengabdian kepada masyarakat guna meningkatkan penyelenggaraan otonomi daerah yang berkualitas serta mewujudkan clean and good governance.

Sementara itu, Wakil Bupati Halsel mengatakan, peringatan Hari Otoda ke 27 ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja pemerintahan yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Halsel, Bassam Kasuba turut menorehkan tanda tangan sebagai bentuk partisipasi dan kehadiran para Kepala Daerah pada pelaksanaan Hari Otoda ke XXVII di Pantai Losari Kota Makassar. (Hardin CN)

Pemdes Balitata Salurkan Insentif Guru Paud Hingga Kader Posyandu

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Balitata Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), menyalurkan insentif Badan Sar’a (Petugas mesjid), Guru Paud dan Guru TPQ serta Kader Posyandu.

Kepala Desa (Kades), Balitata Hariyadi Sangaji kepada Media ini mengatakan, sejumlah perangkat Desa pada Program Pemberdayaan Desa yang diberikan SK oleh Kades telah menerima insentif, Kamis (20/4/2023).

“Alhamdulillah, Pemerintah Desa Balitata telah menyerahkan insentif Kader Posyandu, Badan Sarah, Guru Paud dan tenaga pengajian (TPQ) sebanyak 2 Bulan,” ungkap Kades Kades Balitata, Haryadi Sangaji.

Orang Nomor Satu di Desa Balitata itu menyebutkan, tunjangan yang diberikan pihaknya itu sebagai bentuk tanggungjawab Pemdes kepada para Kader dan petugas lainnya karna telah melaksanakan tugas sesuai dengan tanggungjawab yang telah diberikan.

Meski begitu, ia berharap, diberikannya insentif yang menjadi hak mereka itu, semoga senantiasa dapat bekerja sama dengan Pemdes dalam memajukan Desa Balitata. Baik kemajuan di Bidang Agama, Pendidikan usia dini juga dalam hal kesehatan.

“Selain saling memotivasi untuk memajukan Desa. Pemberian hak yang telah dilakukan itu, semoga bisa bermanfaat jelang perayaan Idul Fitri ini,” tutupnya. (Hardin CN)

Hadirkan Kebahagiaan Warga Jelang Idul Fitri, Pemdes Koititi Salurkan 400 Karung Beras

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Koititi Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), menyalurkan bantuan Sembako Beras kepada warga menjelang Idul Fitri 1444 H/2023 M.

Penyaluran ratusan Karung Beras ini berlangsung di Aula Kantor Desa setempat. Rabu (19/4/2023).

Kepala Desa (Kades) Koititi, Bunyamin K Wasahua kepada Media ini mengungkapkan, meskipun Dana Desa (DD) Koititi tahap I Tahun 2023 belum dicairkan, pihaknya bersama BPD telah mengambil langkah menyalurkan Beras kepada seluruh masyarkat setempat.

“Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, Pemerintah Desa Koititi mengambil langkah memberikan bantuan 10 Kg kepada 400 Kepala Keluarga (KK),” cetus Kades Koititi.

Kades Koititi  menyebutkan, sebanyak 400 KK yang menerima bantuan Beras ini diserahkan langsung Aparatur Desa.

“Penyerahan dilakukan langsung Pemdes didampingi jajaran BPD dan seluruh tokoh masyarakat,” jelasnya.

Bunyamin berharap, bantuan yang sudah diserahkannya itu dapat bermanfaat untuk masyarakat. Sehingga nantinya, warga dapat ikut merasakan kebahagiaan di Hari istimewa seluruh ummat Islam di Dunia.

“Semoga apa yang telah disalurkan ini mampu menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Koititi dalam menjemput Hari Raya Idul Fitri yang sebentar lagi kita rayakan secara bersama-sama,” tutupnya. (Hardin CN)

Tolak Kades, Warga Dusun Satu Desa Liaro Bersihkan Mesjid Hininga Moi untuk Sholat Idul Fitri

HALSEL, CN – Warga Desa Liaro Kecamatan Bacan Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) beramai-ramai menggelar bakti pembersihan Mesjid Hininga Moi menjelang Lebaran Idul Fitri 1444 H/2023 M.

Hal itu dilakukan masyarakat Dusun 1 Desa Liaro sebagai bentuk penolakan terhadap Kepala Desa (Kades) yang baru hingga memisahkan diri pada perayaan ibadah ummat Islam yang dilakukan setahun sekali.

Ahmat M Morasa, Tokoh masyarakat kepada cerminnusantara.co.id menyebutkan, pertarungan politik ditingkat Desa yang tidak adil telah menularkan emosi negatif kepada masyarakat. Warga yang sudah tenggelam pada pilihan politiknya akan selalu terpecah-belah hingga dilingkup terkecil jika nilai Demokrasi diabaikan pemangku kepentingan.

“Pasca dilantiknya pemenang kedua sebagai Kades, kondisi sosial politik dan ibadah masyarakat menjadi terganggu. Kondisi ini, tentunya sangat memprihatinkan. Sebab, pembangunan Desa tidak akan berjalan jika masyarakat tidak dapat disatukan. Akibat dari perpecahan ini, kebanyakan warga tidak mengikuti Sholat Idul Fitri dengan Kades, malah justru memisahkan diri di Mesjid Satu Hati,” ungkap Ahmat M Morasa, Rabu (19/4/2021).

Ahmat mengatakan, selain memisahkan diri dalam hal ibadah, warga kompleks Rumah Tiga akan bermusyawarah membicarakan pengusulan Dusun satu untuk dimekarkan menjadi Desa.

“Dalam waktu dekat, kami akan membicarakan hal ini lebih lanjut terkait syarat dan ketentuan apa saja yang akan menjadi acuan pemekaran sebuah Dusun menjadi Desa di Maluku Utara. Jika dalam ketentuan sebanyak 1000 jiwa dan 200 Kepala Keluarga (KK) sudah cukup menjadi syarat pemekaran suatu Desa, maka Dusun Satu sudah siap diperjuangkan menjadi Desa. Nama Desa nantinya kami usulkan adalah Desa Liaro Maici,” terangnya.

Menyikapi perpecahan itu, Jumat Bobeleta selaku Tokoh Adat Desa Liaro mengatakan, tidak ada artinya hidup bermasyarakat jika kondisi sosial terpecah belah.

“Tidak ada solusi lain, selain melakukan musyawarah Luar biasa untuk membicarakan nasib Desa Liaro. Warga Dusun Satu tetap bersama dengan Pemerintahan Desa yang tidak diakui oleh masyarakat langsung atau memisahkan diri dari Desa,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Toko Pemuda Sarif Laidi, pihaknya lebih memilih memisahkan diri. Sebab menurutnya, pemimpin harus lahir dari masyarakat, namun yang terjadi di Liaro bukan atas kehendak masyarakat.

“Hal ini tentunya bertentangan dengan nilai-nilai pemilihan Pilkades. Sebab semenjak Desa Liaro dibangun, pemimpin Desa selalu lahir dari masyarakat bukan atas kehendak Panitia Pilkades Kabupaten,” sesalnya.

Tak hanya disitu, menyikapi carut marut kondisi masyarakat yang terus memburuk, Tokoh Perempuan, Hasan Husnul berharap Cakades Pemenang kedua yang sudah dilantik mampu berbaur dengan masyarakat.

“Jika hal itu tidak bisa diwujudkan, maka apa yang dilakukan 70% masyarkat Desa Liaro yang berdomisili di Dusun Satu harus didukung dan diperjuangkan karena yang demikian adalah bagian dari aspirasi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Tokoh Agama Desa Liaro, Mas’ud Hi Mansur sangat menyayangkan adanya perpecahan yang begitu kental jelang perayaan Idul Fitri.

“Semestinya masyarakat dan Pemerintah Desa akur dan saling menyapa serta mengayomi, apa lagi beberapa hari lagi kita akan melaksanakan Sholat Idul Fitri. Sudah semestinya hubungan masyarakat dan Pemdes terjalin dengan baik, sehingga ada silaturahmi usai menggelar ibadah Sholat Idul Fitri bukan seperti situasi sekarang ini,” cetusnya. (Sain CN)