Pemdes Tawa Bacan Timur Tengah Kembali Salurkan Bantuan Beras untuk Lansia

HALSEL, CN – Pemerintah Desa (Pemdes) Tawa Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), kembali menyalurkan bantuan Beras 10 Kg untuk Lanjut Usia (Lansia).

Kepala Desa (Kades), Tawa Lonly Loleo saat ditemui wartawan cerminnusantara.co.id menyebutkan, pemberian 10 Kg Beras kepada warga Desa Tawa yang telah Lansia yang dilakukan pihaknya itu dengan menyasar Rumah warga yang menerima bantuan.

“Saya didampingi seluruh Aparatur Desa dan Pemuka Agama serta BPD mendatangi secara langsung Rumah-rumah warga Lansia yang menerima bantuan Beras 10 Kg itu. Puji Tuhan, pemberian Beras yang telah kami lakukan ini juga berjalan lancar,” terangnya Kades Tawa, Lonly Loleo.

Orang Nomor Satu di Desa Tawa itu berharap, Beras yang telah disalurkan pihaknya tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat Desa yang dinilainya perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Desa.

“Dari apa yang telah kami berikan ini memang tidak seberapa nilainya. Namun sangat berarti bagi orang Tua-tua kami yang sudah semestinya mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Desa. Semoga apa yang sudah diberikan bisa digunakan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Selain memberikan bantuan kepada warga, Kades terpilih Desa Tawa itu menambhakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan Kerja bakti di setiap hari Sabtu secara gotong royong dengan melibatkan seluruh warga, Pemerintah Desa dan BPD dalam rangka membersihkan Jalan dan lingkungan di  sekitar warga.

Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan Desa Tawa. Dan kegiatan semacam itu juga nantinya dibudayakan langsung oleh warga. Sehingga setiap Sabtu nantinya warga dengan sendiri melakukan kerja Bakti Sabtu Bersih.

“Nilai positifnya, selain menjaga kesehatan lingkungan, tujuan yang akan dicapai dari kegiatan Sabtu Bersih ini adalah menumbuhkan rasa memiliki dikalangan masyarakat dan seluruh Perangkat Desa,” cetusnya mengakhiri. (Sain CN)

Dalam Waktu Dekat, Ketua DKC Garda Bangsa Halsel Bakal Silaturahmi dengan Pengurus di 249 Desa

HALSEL, CN – Dalam rangka mempererat dan memperkuat solidaritas di internal Pengurus Sayap Partai kebangkitan Bangsa (PKB), Dewan kordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan seluruh Pengurus Garda Bangsa di 249 Desa yang tersebar di 30 Kecamatan di Halsel dalam waktu dekat.

Hal ini disampaikan Ketua DKC Garda Bangsa Halsel, Asbur Abu saat di konfirmasi wartawan cerminnusantara.co.id, Senin (15/5/2023)  terkait agenda apa yang akan dilakukan Sayap PKB khususnya Garda Bangsa dalam rangka menghadapi momentum pemilihan legislatif DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPRD RI dan Pemilihan Presiden RI 2024.

“Saya bersama Pengurus Garda Bangsa Halsel akan melakukan silaturahmi dan konsolidasi dalam rangka memperkuat komitmen pengurus Garda Bangsa di tingkat Desa dan Kecamatan serta  Kabupaten pada momentum pemilu legislatif hingga Presiden RI Tahun 2024 nanti,” jelas Ketua Garda Bangsa Halsel Asbur Abu.

Dikatakannya, Garda Bangsa Halsel akan memiliki sikap politik tersendiri jika dirinya tidak mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Halsel pada Dapil 5. Sebab, dari seluruh calon anggota legislatif dari PKB tidak ada Pengurus Garda Bangsa yang mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Halsel melalui PKB. Olehnya itu, dirinya akan bertemu dengan seluruh Pengurus Garda Bangsa di Tingkat Desa dan Kecamatan guna menyampaikan persepsi dan pandangan dalam rangka melakukan konsolidasi pemenangan dan mendukung calon legislatif dari PKB apakah bekerja person memenangkan calon legislatif tertentu atau bekerja secara umum ke PKB.

“Sikap politik ini nanti dibicarakan dengan pengurus di Tingkat Desa dan Kecamatan pada agenda silaturahmi nanti,” tegasnya mengakhiri. (Hardin CN)

Sekda Tegaskan 2023 Halsel Bebas dari Stunting 

HALSEL, CN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Tahun 2023 menargetkan bebas dari angka kasus Stunting.

Hal itu disampaikan Sekda Halsel, Saiful Turuy saat buka rakor tentang Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut pada Senin (13/3/2023) kemarin di Aula Kantor Bupati Halsel.

“Kita sudah menargetkan, di Tahun 2023 ini, Halmahera Selatan harus bebas dari Stunting. Sehingga sinergitas setiap OPD untuk menangani stunting, harus wajib dilaksanakan,” imbuhnya.

Salah satu penyebab tingginya kasus stunting di Halsel menurut Saiful, adalah minimnya perhatian terhadap gadis remaja menjelang pranikah.

“Sehingga Pak Bupati sudah menginstruksikan kepada semua jajaran bahwa Halmahera Selatan harus bebas dari Stunting dengan segala cara upaya yang dilakukan,” kayanya.

Oleh karena itu, Pemkab Halsel akan membangun Rumah Singgah bagi penderita Stunting berlokasi di Pulau Bacan.

Di rumah singgah tersebut, kata Saiful, proses penyembuhan penderita Stunting, akan dibiayai langsung oleh Pemkab Halsel.

“Tapi kita bangun secara regional. Kita bangun regional Obi, Gane, Makian-Kayoa dan Bacan. Kita lakukan bertahap, dan itu haris tuntas,” cetusnya.

Orang nomor Tiga dilingkup Pemkab Halsel ini juga berharap, melalui rapat koordinasi tersebut, dapat memperkuat komitmen kerjasama dengan Pemprov Malut lewat Dinas terkait, dalam rangka mewujudkan Provinsi dan kabupaten/kota layak anak.

“Sehingga sinergitas program provinsi dan Kabupaten/kota terkait hal tersebut, dapat terlaksana sebagimana kita harapkan secara bersama,” tutupnya. (Hardin CN)

Halsel Duduki Peringkat Pertama Pernikahan Anak, Kepala Dinas PPPA Malut: Bertentangan dengan Undang-Undang

HALSEL, CN – Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menduduki peringkat pertama sebagai Kabupaten dengan angka pernikahan anak tertinggi di 10 Kabupaten/Kota Wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Maluku Utara, Musyrifah Alhadar. Menurutnya, Halsel saat ini menduduki peringkat pertama sebagai Kabupaten dengan angka pernikahan anak tertinggi di Malut.

Dalam penuturannya, Musyrifah mengungkapkan Halsel dengan hasil presentase 22,80 persen masuk dalam kategori angka perkawinan anak tertinggi.

“Kabupaten dan Kota sendiri yang tertinggi itu ada Tiga. Pertama Halsel dengan presentase 22,80 persen, disusul Halmahera Utara 22,6 persen dan ketiga Pulau Taliabu,” ungkap Kadis DP3AKB Malut saat pembukaan rakor pembangunan PPPA di Aula Kantor Bupati Halsel, Senin (13/3/2023) .

Musyrifah menuturkan, tingginya perkawinan anak di Halsel, diakibatkan  faktor ekonomi dan pola asuh orang tua. Maka dari itu, kata dia, harus ada upaya dari Pemerintah setempat untuk menggali potensi diri anak-anak.

“Jadi cara berfikir mereka (anak-anak) jangan ke arah perkawinan. Namun bagaimana kita menggiring mereka untuk mendapatkan hak-hak mereka. Baik itu hak pendidikan, partisipasi dan hak-hak lain-lain,” jelasnya.

Selain angka perkawinan anak yang makin marak terjadi di Bumi Saruma, dia juga mengaku kasus Stunting di Halsel saat ini masih cukup tinggi di Maluku Utara.

“Sehingga Pemerintah Halsel juga harus menekan angka Stunting dengan memperhatikan angka perkawinan,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Musyirifah mengatakan, perkawinan anak yang ditemukan di Kabupaten Halsel ini rata-rata pada usia 15 sampai 18 Tahun. Sementara kata dia, sesuai dengan amanat Undang-Undang perkawinan, seseorang yang melakukan perkawinan semestinya telah berusia 19 Tahun.

“Nah, itu yang tercatat di dalam rekaman Pemerintah. Sementara kalau kategori anak, itu mereka tidak dapat Buku Nikah karena bertentangan dengan Undang-Undang,” tandasnya mengakhiri. (Hardin CN)

Warga Toin Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih

HALSEL, CN – Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Masyarakat dan Perangkat Desa Toin Kecamatan Kepulauan Botang Lomang Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar kerja bakti Jumat Bersih, Jumat (12/5/2023).

Kerja bakti secara gotong royong yang digelar seluruh warga ini dalam rangka membersihkan jalan dan lingkungan warga. Sehingga diharapkan budaya Jumat Bersih bisa berkembang menjadi Jumat sehat.

Kepala Desa (Kades) Toin Fahmi Taher Kepada cerminnusnatara.co.id menyebutkan, kegiatan Jumat Bersih dilaksanakan dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan Desa Toin.

“Untuk itu, Budaya Jumat Bersih senantiasa dilaksanakan dan berkembang menjadi Jumat Sehat,” ujar Fahmi.

Selain menjaga kesehatan lingkungan, kata Kades, tujuan yang akan dicapai dari kegiatan Jumat Bersih adalah menumbuhkan rasa memiliki dikalangan masyarakat dan seluruh Perangkat Desa.

“Hal ini juga tentunya sebagai kewajiban memberikan contoh melakukan hal yang positif terutama dalam hal kebersihan lingkungan yang kita terapkan setiap hari Jumat,” tutupnya. (Sain CN)

Festival Marabose akan Digelar Juli 2023

KoHALSEL, CN – Festival Marabose adalah sebuah festival yang digagas untuk menghidupkan kembali ingatan generasi masyarakat adat Halmahera Selatan dewasa ini Hijrahnya Sultan Muhammad Al-Baakir dengan sebagian Perangkat adatnya dari Negeri Dauri Tahane, Limau Sigara Dolik, Mara Kie Besi Makian melalui perjalanan kemaritiman (MARABOSE). Selain menjadi memori, festival ini Pengunjung untuk lebih mengenal Halmahera Selatan baik dari sisi sejarah, budaya,alam dan ekonomi kreatif serta masyarakatnya.

Festival Marabose (FM) ini rencananya digelar pada Bulan Juni Tahun 2023. Menurut Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Halsel, Ali Dano Hasan bahwa sudah beberapa bulan belakang ini mulai persiapan rapat Pembentukan panitia guna persiapan kegiatan festival Marabose, Kamis 11 Mei 2023.

“Iya, sudah beberapa bulan kami sudah mulai lakukan sejumlah rapat panitia persiapan Festival Marabose,” jelas Kadis.

Rangkaian Festival Marabose rencananya akan dimulai pada tanggal 3-10 Juni 2023 dengan sejumlah rangkaian yang akan ditampilkan pada Festival tersebut, selain itu sejumlah Artis dan Grup Band Papan Atas Indonesia rencananya ikut tampil pada Event Festival Marabose 2023.

“Ada beberapa rangkaian Acara yang akan ditampilkan pada Festival Marabose, dan pembukaan mulai dari tgl 3-10 Juni 2023, dan rencananya akan dihadirkan sejumlah artis dan Grup Band ternama di Indonesia”. Jelas Kadis Parbud Halsel.

Sekedar diketahui rangkaian acara yang akan ditampilkan adalah: • Sabtu, Tanggal 3 Juni 2023 : Open Ceremony/ Puncak Festival, Venue Utama di Lapangan Asombang

• Sabtu – Sabtu Tanggal 3-10 Juni : Halsel Expo 2023 acara Pameran Pembangunan,Expo Kuliner,Expo UMKM di Lapangan Asombang. FGD Kota Tua di Gedung Serbaguna Halsel, dan Explore History di Kali Inggoi Amasing Kota, Bacan.

• Rabu,7 Juni 2023 : Lomba Mancing Tradisional dan Perahu Hias

• Lomba Pentas Seni kategori Tingkat SD dan SMP, Tingkat SMA dan Umum

• Jumat, 9 Juni 2023: Malam Final Bujang-bujang Nang Nandolang

• Jumat, 9 Juni 2023 : Manggoyang Fun Camp

• Clossing Ceremony Festival Marabose 2023. (Hardin CN)