Gubernur Malut Agk dan Bupati Halsel BK Letakan Batu Pertama Masjid Nurul yakin Phinisi Bacan

HALSEL,CN- Gubernur provinsi Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba dan Bupati kabupaten Halmahera Selatan, Hi Bahrain Kasuba, melaksanakan peletakan Batu pertama Masjid Nurul yakin Phinisi, Bacan Kabupaten Halmahera Selatan di Pantai Mongga Desa Labuha kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan Minggu (29/09/2019) sekitar pukul 10.000 Wit.

Mewakili ketua panitia pembangunan masjid Nurul yakin Phinisi kecamatan Bacan Muhamad Nasir, dalam Sebutannya di hadapan Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba dan Bupati Halsel Bahrian Kasuba dan ratusan undangan yang hadir pada acara peletakan Batu pertama masjid tersebut mengatakan perkembangan pembangunan masjid yang di bangun di atas Tanah wakaf dari Ismail Purbaya dengan ukuran 40 kali 70 meter ini akan di bangun sebuah masjid mewah oleh kerukunan keluarga Sulawesi selatan (KKSS) yang ada di kabupaten Halmahera Selatan.

di katakannya untuk tanah lokasi pembangunan Masjid sendiri hak atas kepemilikan tanah masjid sementara dalam penerbitan sertifikat sudah di lakukan pengukuran alat kiblat oleh kementrian agama (kemenag) Halmahera Selatan dan untuk Biayaya pembangunan masjid sendiri yang di taksir senilai 4 miliar dan untuk pembangunan awal masjid sendiri sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi Maluku Utara berupa pembangunan masjid di anggarkan bersumber dari Dinas pekim pemprov Maluku Utara.

Muhamad Nasir yang mewakili panitia Pembangunan masjid Nurul yakin pinisi juga berharap selain mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perkim ada juga bantuan yang bersumber dari Pemda Halsel, selain bantuan dalam penanganan masjid namun panitia juga mengharapkan pemda Halsel dalam hal ini pihak terkait untuk daalm kepengurusan izin untuk lebih di permudahkan, agar proses pembangunan masjid ini lebih lancar dan selesai seusia dengan waktu yang di targetkan oleh panitia.

sambutan yang mewakili pemberi tanah wakaf Ismail Purbaya yang di wakili oleh Abdul Kahfi iskandar alam, mengatakan pihaknya mewakili Ismail Purbaya menyampaikan permohonan maaf kepada gubernur Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba, Bupati Halsel Hi. Bahrain kasuba, menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa menuhi undangan panitia dalam rangka peletakan Batu pertama masjid Nurul yakin Pinisi, dan ucapan terimakasih kepada panitia masjid yang tetap mempertahankan nama masjid Nurul yakin sehingga nama masjid tidak di ganti, dimana nama tersebut di beri nama oleh guru besar pada saat memberi nama tempat pengajian Nurul yakin saat negeri ini belum ada pendidikan formal. cetusnya.

ketua ketua Kerukunan keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Hi Latahan dalam Sebutannya mengatakan kerukunan keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) berdiri sejak lama dan ketua pembina DPP KKSS wakil presiden wapres Hi Muhamad yusf kala, Tujuan dari di bentuknya kerukunan keluarga Sulawesi Selatan (KKS) ini untuk menghimpun semua perantau dari Sulawesi Selatan, tujuan yang lain adalah KKSS merupakan rumah besar bagi perantau, dan amanat dari ketua pembina DPP Yusuf kala berharap KKSS di seluruh Daerah harus selalu bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat dimana perahu penis berlabuh kami harus selalu menanam kebaikan, dan titik fokus pada kegiatan sosial seperti ketika Bencana alam gempa Bumi melanda Halsel pada wilayah Gane KKSS turut memberikan bantuan sosial kepada masyarakat Gane yang nilainya mencapai 83 juta, dan hubungan kami dengan Pemda Halsel sangat baik karena kami sangat bahagia di Maluku Utara karena kami di perlakukan sama dengan orang asli di Daerah ini. ujarnya.

Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba, dalam Sambutannya “mengatakan pembangunan masjid Nurul yakin ini juga merupakan aikon daerah khusus warga sulsel yang ada di kabupaten Halsel, karena selain KKSS di Halsel ada 18 etnis yang mendiami di kabupaten Halmahera Selatan, dan untuk KKS sendiri tetap menjadi mitra pemerintah dalam melanjutkan pembangunan di kabupaten Halmahera Selatan, dan untuk pembangunan masjid Nurul yakin pinisi Bacan, Pemda Halmahera Selatan akan menyesuaikan dengan bantuan dari provinsi Maluku Utara karena kabupaten Halsel punya kontribusi besar mampu mengantarkan AGK sebagai gubernur Maluku Utara dua periode” ungkapnya.

Sementara itu Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba, dalam sambutannya mengatakan “Untuk pembangunan masjid Nurul yakin penisi saya merasa sangat pantas untuk melibatkan diri dalam membangun masjid ini dan ini merupakan tugas kadis perkim Maluku Utara memulai tugas baru membangun masjid Nurul yakin pinisi Bacan ini meski sumber anggarannya dari APBD Provinsi Maluku Utara Dinas terkait diminta jangan minta fi terlalu banyak sehingga dalam proses pembangunan masjid anggarannya sesuai dengan perencanaan pembangunan masjid dan bagi pemerintah provinsi Maluku Utara anggaran 4 miliar sangatlah kecil, akan di bantu sesuai perencanaan awal, di harapkan pada momentum pilkada Halsel 2020-2025 masyarakat jangan terkotak-kotak dan Bupati Halsel diminta jangan cuman perlu suara tapi tidak mau membantu, Pemda Halsel juga harus membantu pembangunan masjod Nuril yakin pinisi Bacan” harapnya. (Bur)

Muhammad Juara Dunia Di China Di Anugerahi Duta Santripreneur Indonesia 2019, ini Berkat Binaan Ketua PMI SUMUT Dr. H. Rahmat Shah

JAKARTA–CN, Ilmuwan muda dunia dan penemu obat kulit untuk manusia dan hewan luar/dalam setelah Viral Vidieonya Di Acara  Hitam Putih TRANS7 dia mengaku setelah viral vidio itu banyak yang konsultasi dan minta pertemanan IG, FB TWITTER dan meminta no yang bisa di hubungi.

“Seminggu ini sudah ribuan orang yang datang dari berbagai daerah” katanya
Akhirnya Muhammad Ja’far Hasibuan di nobatkan Duta Santripreneur Indonesia pada kegiatan awarding Santripreneur Award 2019 di  Gedung Serbaguna ORYZA Bulog Jl. Gatot Subroto No.Kav 49, RT.5/RW.4, Kuningan Tim Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950 Di Selenggarakan, Minggu (29/9/2019).

Diketahui sebelumnya, Muhammad Ja’far Hasibuan (27) Juara Dunia Di Shanghai China berhasil memenangkan kompetisi para ilmuwan di China Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) dan WIIPA Special Award World Invention Intelectual Property Association.
Dia berhasil menyumbangkan medali emas dan WIIPA Special Award bagi Indonesia lewat penemuannya yaitu obat kulit untuk manusia dan hewan luar/dalam.

Dianugerahi jadi Duta Santripreneur Indonesia ini berkat dukungan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara Dr. Rahmat Shah selama ini banyak memberikan bimbingan dan motivasi atas prestasi Muhammad Ja’far Hasibuan berawal saya membaca Buku Sejarah Hidup Dr. Rahmat Shah beliau di kenal Dulunya sebagai anak desa atau  kampung seperti saya dia  kepada alam dan kesungguhannya mencegah kepunahan satwa liar yang langka.

Dengan mengenal keanekaragaman satwa liar dunia, Ia menyayangi dan menjaga kelestarian lingkungan hidup dan konservasi sebagai anugerah Tuhan SWT yang tak ternilai.

Ia menginginkan pengalamannya yang beragam dan unik, terutama berburu dan bertualang, juga dinikmati orang lain. Lalu, ia mengabadikan semua hewan liarnya yang langka dalam sebuah museum dan galeri satwa liar yang bertaraf internasional. “Rahmat” International Wildlife Museum & Gallery diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Juwono Sudarsono tanggal 14 Mei 1999 dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 13 Novermber 2007.

Koleksinya hasil perburuan legal berkonsep lingkungan hidup dan konservasi, hewan-hewan mati di berbagai taman hewan dan kebun binatang, pembelian legal, serta pemberian teman-teman dan sumbangan berbagai kalangan dari beberapa negara. Rahmat juga mendirikan Taman Hewan Pematang Siantar yang pemugaran dan pengembangannya diresmikan Yudhoyono sebagai salah satu obyek wisata di Sumatera utara.

Piagam Penghargaan Muhammad Ja’far Hasibuan

Museum dan gallerynya dicatat record book dan diganjar berbagai penghargaan nasional dan internasional. Rahmat satu-satunya orang Indonesia yang namanya tercatat dalam buku Great Hunter dan orang Indonesia pertama yang memperoleh International Conservation Award, Big Five Grand Slam Award, Dangerous Games of Africa Award, dan World Hunting Award. Dengan Segudang prestasi yang dapat dirasakan manfaatnya bagi ummat Duni jadi tokoh inspirasi saya di sebagai Tokoh Dunia ucap Ja’far kapada wartawan.

Sama sama anak kampung banyak dapat bimbingannya Dari Bapak Dr.Ramat Shah yang sangat peduli prestasi anak bangsa begitu juga Sejak Kelas 4 SD sampai kuliahnya telah mandiri membiayai sekolahnya sendiri, sehingga saat ini telah mendapatkan berbagai penghargaan dari segala perlombaan dan meraih segudang prestasi.

Pada wartawan dia menceritakan kisah hidupnya, biasanya orang-orang memanggilnya dengan panggilan Ja’far. Sejak Kls 4 SD ia mulai mencari uang sekolah bekerja sebagai kuli buruh kasar dari hasil jasa mengangkat barang barang dagangan di pasar atau pekan Aek Godang, Padang Lawas Utara setiap hari minggunya.
Semasa di bangku Kelas 1 MTs dan Kls 3  MAS, ia merintis usaha KUD Kejora bersama pamannya Alm Hasanuddin Hasibuan di Tapanuli Selatan, kisahnya tersebut berawal dari jualan minyak bensin, solar dan minyak tanah sebuah gubuk  pondok kecil.

Dia diasuh uwa’nya dari Kls 1 MTs sambil bersekolah. Tiap hari perjuangan Ja’far sunggung sedih. Ja’far kecil berjuang bantu uwa’nya demi cari uang sekolahnya yang saat itu di Pondok Pesantren Nurul Falah Tamosu Panompuan, mendapat pelajaran dari sang uwa.

“Teringat aku, saat ini uwa’ telah tiada,” katanya pada wartawan, sambil berlinang air mata. Minggu, (29/9/2019)
Saat itu, dimana masa SMP dan SMA memanfaatkan hidupnya belajar berdagang dan menghendel sebuah perusahaan uwanya yang kala itu ja’far masih kecil sudah memegang uang jutaan di percaya oleh uwanya di setiap penjualan dan urusan setor menyetor Ke Bank.
Usai sholat shubuh Ja’far biasa sudah berkemas dan karena Ia sudah di percaya sama uwa’nya, mulai dari aktivitas setor penjualan ke Bank Sumut yang jarak tempuh dari usaha sekitar 27 KM ke Kota Padang Sidimpuan iapun berani.

Padahal, kala itu ia masih di bangku sekolah SMP dan memang betul di tempa uwa’nya selama itu agar anak yang mandiri kelak meningkat menjadi usaha besar.

Seusai tamat MAS (setingkat SMA), ia di berangkatkan ke Medan oleh uwa’ kandungnya Almarhum Hasanuddin Hasibuan tersebut dan dengan hanya berbekal uang ongkos Bus SAMPAGUL Rp.80.000  ke Kota Medan.
Sesampainya ke Kota Medan, ia pun kehabisan uang dan tak tahu kemana arah dan tujuannya, sementara cita – citanya yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi harus bisa di gapainya, ia pun lantas tak berputus asa, setelah tiba di Kota Medan, Ja’far pun berkerja di salah satu grosir bahan material bangunan tepatnya di Deli Tua, Toko Samura Jaya.
Setahun pun berlalu, kemudian ia mendaftarkan diri masuk kuliah ke perguruan tinggi. Saat itu ia harus berpikir keras agar mendapatkan uang kuliah yang harus di bayarkan.

Akhirnya, Ja’far kembali berjuang untuk kuliahnya dengan menjumpai sebuah perusahaan roti. Ia pun berkerja sebagai pedagang roti, tanpa gengsi dan tanpa malu, ia mengayuh gerobak sepeda angin (sepeda onthel, red) itu untuk membiayai hidup dan kuliahnya.
Pekerjaan sebagai pedagang roti terus ia lakoni sejak awal kuliah sampai wisuda, kegiatan itu terpaksa ia lakukan demi untuk membiayai hidup dan kuliahnya.
Tidak sampai di situ, sepulang dari kuliah di sore hari, ia pun melanjutkan perjuangan hidupnya lagi dengan berjualan di terminal Amplas, tepatnya di Jalan Sisingamaraja Medan.

Menjajakan barang dagangan rotinya dari loket ke loket. Hampir semua loket bus yang ada di Amplas di datanginya. Berdagang roti itu pun di lanjutkan hingga sampai larut malam, kemudian berlanjut berjualan lagi sampai ke Pasar Simpang Limun, bahkan sampai fajar pagi, ia masih menjajakan dagangan rotinya itu.
Semasa kuliah itu, ia jarang tidur di malam hari, bahkan ia sampai tertidur diatas grobak roti untuk menghabiskan jualannya.

Tiap harinya selama 4 tahun kuliah dan sambil mengerjakan tugas kuliah di atas grobak roti. Ia juga pernah mengalami merasakan saat grobak rotinya di tabrak sepeda motor di waktu malam, grobak roti itu hancur, mulai dari steling kaca semua hancur. Beruntung Ja’far selamat.
Itulah cerita singkat perjuangan hidup Muhammad Ja’far Hasibuan sang Ilmuwan asal Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara yang merantau ke Medan demi untuk membiayai kuliahnya.

Muhammad Ja’far Hasibuan adalah anak ke 2 dari 10 bersaudara, ia terus mengenang getirnya pahit kehidupan ini, seringkali ia tidur diatas grobak rotinya, mengalami perihnya hidup sebagai pedagang.
Ja’far menceritakan, jika pernah suatu hari dagangannya hilang dan terkadang hasil jualanpun pun pernah di curi preman saat ia letih dan tertidur diatas grobak sepeda anginnya itu.

Muhammad Ja’far Hasibuan di Nobatkan Duta Santripreneur Indonesia

Ilmuwan Muhammad Ja’far Hasibuan adalah salah satu Alumnus Perguruan Tinggi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Pria bertubuh gempal ini lahir pada tahun 1992 di Desa Sampuran Simarloting, Kecamatan Halu Sihapas Padang Lawas Utara.
Kampung halamannya tersebut merupakan desa tertinggal yang sulit dijangkau, karena akses transportasi jalan yang rusak. Walau perjalanan menuju kampus membutuhkan waktu hampir 12 jam dan ditambah pula perekonomian keluarga yang serba terbatas, ia tetap bersemangat menuntut ilmu hingga ke Kota Medan, demi masa depan yang lebih baik.

Berbagai kompetisi dan lomba pun diikutinya, hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan. Demikian kisah Muhammad Ja’far Hasibuan, kepada wartawan, minggu, 29/9/2019
Seperti diketahui, Muhammad Ja’far Hasibuan adalah peraih medali emas berkat penemuannya, Biofar Shrimp Skin Care berupa singkatan dari BIO yang berarti alami, FAR berasal dari penggalan nama penemu Ja’Far, SHRIMP yang berarti udang halus kecil (bahan baku) dan SKINCARE yang mengindikasikan obat tradisional yang mampu menyembuhkan luka maupun penyakit kulit  yakni obat kulit bagi manusia dan hewan.

Yang hadir diantaranya, yang mewakili presiden, yang mewakili Kemenlu, Kemendagri, Kemenkop UKM, Kemenag, Polri, Perum Bulog, Kemnaker dan Bekraf.(Red)

Tony Eka Candra Silaturahmi Ke PC NU Lampung Selatan

LAMPUNG-CN, Usai mengembalikan berkas penjaringan Calon Kepala Daerah Kabupaten Selatan di Partai PKB, PAN dan Nasdem, Bakal Calon Bupati Lampung Selatan H.Tony Eka Candra (TEC) bertandang ke Sekretariat PC NU Lampung Selatan dan bertemu langsung dengan Ketua PC NU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten setempat KH.Nur Mahmud,SE beserta jajaran Pengurus, Sabtu (28/9/2019)

Dalam kesempatan yang berlangsung akrab nan hikmat tersebut, Ketua PC NU Kabupaten Lampung Selatan KH.Nur Mahmud,SE mengucapkan selamat datang kepada Tokoh Politik senior Provinsi Lampung tersebut, yang telah menyempatkan diri bertandang ke Sekretariat PC NU Kabupaten Lampung Selatan, dan bersilaturahim dengan Pengurus Cabang NU Kabupaten Lampung Selatan.

Saat Berpose Dengan Petinggi NU Cabang Lampung

“Alhamdulillah, pada hari ini Pengurus Cabang NU Lampung Selatan dapat bertemu dan bersilaturahmi langsung dengan Bapak H.Tony Eka Candra, mudah-mudahan apa yang menjadi ikhtiar beliau (Tony.red) mengabdikan diri untuk menjadi Bupati Lampung Selatan mendapat kemudahan dan pertolongan dari Allah SWT,” ujar KH.Nur Mahmud,SE.

Sementara dalam kesempatan tersebut, H.Tony Eka Candra mengucapkan terima kasih karena telah dibukakan pintu silaturahmi dengan jajaran Pengurus Cabang NU Kabupaten Lampung Selatan dibawah Kepemimpinan Bapak KH.Nur Mahmud,SE.

Selesai Pertemuan Dengan Pengurus NU Cabang Lampung Bakal Calon Bupati Lampung H.Tony Eka Candra Sedang Melantai Bersama Sambil Bercerita

“Meskipun pertemuan ini tidak direncanakan, tapi Insya Allah silaturahmi ini tidak mengurangi rasa kekeluargaan sesama warga Nahdlatul Ulama,” ucap TEC.

Bakal Calon Bupati Lampung Selatan ini menjelaskan, bahwa dirinya juga pernah menjabat sebagai “Mustasyar” PC NU di Kota Bandar Lampung dan PW NU Provinsi Lampung, beliau adalah seorang Nahdliyin sejati yang lahir dari Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) tulen.

“Sampai dengan saat ini saya masih sebagai Ketua Dewan Pembina Pondok Pesantren “Madinah” Desa Karya Tani Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur dan Ketua Dewan Pembina Pondok Pesantren “Makkah” Desa Karta Jaya Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan, sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina Ormas Taman Sholaya (Majelis Tahlil, Manaqib, Sholawat, Yasin) NKRI Provinsi Lampung,” ujar TEC

Bakal Calon Bupati Lampung H.Tony Eka Candra, Sedang Bincang-Bicang DenganKetua NU Cabang Lampun KH.Nur Mahmud,SE.

TEC juga memohon do’a restu dari Keluarga Besar Nahdlatul Ulama, agar ikhtiar dan niatannya maju dalam Pilkada Lampung Selatan mendapat petunjuk dan Ridho Allah SWT. (Red)

TEC Siap Hibahkan Tenaga dan Pikiran Membangun Lamsel

LAMPUNG,CN- Bakal Calon Bupati Kabupaten Lampung Selatan H.Tony Eka Candra (TEC) memastikan tekadnya untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Lampung Selatan 2020 mendatang.

Politisi senior yang sudah lebih dari separuh hidupnya mengabdikan diri sebagai Anggota DPRD ini, membuktikan keseriusannya dengan secara langsung mengembalikan berkas penjaringan ke tiga Partai Politik sekaligus, yakni PKB, PAN, dan Nasdem pada Sabtu (28/9/2019).

Hadir mendampingi dalam pengembalian berkas, I Made Bagiasa, H.Riza Mihardi, Bambang Purwanto, Yusro Hendra Perbasya, Reza Pahlevi, I Gede Jelantik, H.Benny HN Mansyur, dan fungsionaris Partai Golkar Provinsi Lampung beserta Fungsionaris DPD Partai Golkar Kabupaten Lampung Selatan yakni Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Lampung Selatan Saiful Azumar dan jajaran, serta hadir juga lengkap 7 Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lampung Selatan.

Pemberian Rekomendasi PAN Oleh Ketua MPP dan Sekretaris penjaringan Budi Setyawan dan Juga Sekertaris Ismail Di Ruang Rapat

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Ketua AMPG Provinsi Lampung Darlian Pone Beserta jajaran, Ketua BAPPILU Partai Golkar Lampung Selatan Sahroni, Ketua DPC GRANAT Kabupaten Lampung Selatan Rusman Effendi serta jajaran, Ketua PC O802 FKPPI Kabupaten Lampung Selatan Herman Ladoptindas dan jajaran, serta ratusan Relawan Pemenangan “TEC” yang kompak semua berbaju putih.

Diketahui, pada saat mengembalikan berkas penjaringan Calon Kepala Daerah di sekretariat penjaringan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), TEC diterima langsung oleh Ketua Tim Desk Pilkada Heri Priantoro dan sekretaris Ismail. Lalu disekretariat penjaringan DPD Partai Amanat Nasional (PAN), TEC dan rombongan diterima langsung oleh Ketua MPP dan Sekretaris penjaringan Budi Setyawan dan jajaran. Kemudian di Partai Nasional Demokrat (Nasdem) TEC dan rombongan diterima langsung oleh Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Lampung Selatan Wahrul Fauzi Silalahi dan Ketua Tim Penjaringan Yunizar Adha serta jajaran.

Pemberian Rekomendasi PKB Oleh Ketua Tim Desk Pilkada Heri Priantoro dan sekretaris Ismail Di Ruang Rapat

Saat diwawancarai awak media, TEC mengutarakan kebulatan tekadnya maju dalam bursa pemilihan Calon Kepala Daerah Kabupaten Lampung Selatan dan menegaskan siap menghibahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk kemajuan Kabupaten Lampung Selatan.

“Doa restu keluarga, serta kuatnya dorongan dari para sahabat, relawan, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh-tokoh masyarakat yang kemarin membantu saya (H.Tony Eka Candra.red) meraih suara tertinggi dari seluruh Caleg DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Selatan pada Pemilu Legislatif 2019 kemarin, maka dengan mengucap Bismillah, saya memantapkan diri dan berikhtiar untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Lampung Selatan,” ujar TEC.

Pose Bersama Pengurus dan Jajaran DPD PAN Saat Selesai Penerimaan Rekomendai

Pria yang aktif diberbagai Organisasi Sosial, Kepemudaan, Kemasyarakatan, Profesi, dan Organisasi Olah Raga ini menjelaskan, Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi sangat luar biasa serta paling lengkap yang tidak dimiliki oleh Kabupaten lainnya di Provinsi Lampung. Potensi potensi tersebut apabila digali dan dikelola dengan baik oleh pemimpin yang inovatif dan visioner, maka yakin dan percayalah Kabupaten Lampung Selatan akan menjadi Kabupaten termaju di Provinsi Lampung.

“Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Alam, Sumber Daya Energi, Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan Darat dan Perikanan Laut, Kehutanan, Pariwisata (Laut, Gunung, Bukit dan Daratan), Kawasan Industri Tanjung Bintang dan Ketapang, Pelabuhan dan Bandara, serta memiliki Bentangan Pantai terpanjang di Provinsi Lampung yang bila dikelola dengan baik akan mampu mengalahkan Bali dan Nusa Tenggara Barat keindahannya, sehingga Kabupaten Lampung Selatan akan benar benar menjadi Pintu Gerbang Pulau Sumatera bukan hanya sekedar nama,” urai TEC.

Pose Bersama Pengurus dan Jajaran DPD PKB Saat Selesai Penerimaan Rekomendai

Pihaknya optimis bila terpilih pada Pilkada Kabupaten Lampung Selatan 2020 mendatang, bersama Partai Politik dan seluruh elemen lapisan Masyarakat, akan membawa Kabupaten Lampung Selatan sebagai Kabupaten termaju dari Kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Lampung.

“Bagi saya membangun Kabupaten Lampung Selatan cukup dengan 1 periode saja, untuk terwujudnya Kabupaten Lampung Selatan yang maju, unggul, berdaya saing, sejahtera adil dan makmur, mandiri dan bermartabat,” pungkas TEC.(red)

Bupati Halsel Bahrain Kasuba Buka Mubes IKBW

HALSEL,CN- Ikatan Keluarga besar Waigitang (IKBW) yang berada di Wilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) gelar pembukaan Musyawarah besar (Mubes), pada Sabtu, 28 September 2019.

Pembukaan yang berlangsung di Aulah Kantor Bupati Kabupaten Halsel itu dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Halsel, H. Bahrain Kasuba.

Hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Halsel, Hj. Nurlela Muhammad, Kapolres Halsel, Wakil Ketua II DPRD Halsel, Para anggota DPRD Halsel, Pimpinan SKPD, serta seluru Pengurus dan Keluarga Besar Waigitang.

Suasana Saat Pembukaan Mubes IKBW Di Aulah Kantor Bupati Kabupaten Halsel

Pada Kesempatan tersebut, Bupati Halsel H.Bahrain Kasuba dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Keluarga besar Waigitang yang akan menggelar kegiatan yang sangat strategi untuk pembangun Kabupaten Halsel, dengan menggelar Musyawara besar dengan mengangkat tema, Tapso de tmaka iban yang berarti Bersatu untuk Baku Bina.

“Ini merupakan Musyawarah besar yang digelar oleh Ikatan Keluarga besar Waigitang, dan ini juga yang pertama kali bagi saya dapat berkumpul bersama dengan Keluarga Waigitang,”kata Bahrain

Bupati juga mengatakan bahwa hadirnya Paguyuban IKBW di Kabupaten Halsel dalam satu kesatuan yaitu membangun Kabupaten Halsel kedepan bersama dengan Pemerintah Daerah.

“Saya berharap kepada seluruh Keluarga Besar Waigitang yang akan melakukan Musyawarah agar dapat bermusyawarah yang baik, serta dapat memilih ketua Paguyuban Waigitang yang dianggap pantas memimpin Paguyuban ini dan dapat bersinergi bersama dalam membangun Kabupaten Halmahera Selatan,”Ungkap Bupati H.Bahrain Kasuba. (Bur)

Bupati Halsel Gelar Tahlilan 9 Hari Wafatnya Ibunda Tercinta

HALSEL,CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), H. Bahrain Kasuba menggelar tahlilan mengenang sembilan hari wafatnya Ibunda tercinta Hj. Sarawia Umar, di kediaman Pribadinya di Desa Marabose, Kecamatan Bacan. Rabu (28/19).

Tampak hadir Gubernur Maluku Utara (Malut), KH. Abdul Ghani Kasuba (AGK), para Pimpinan SKPD Halsel, Keluarga Besar Makian Kayoa, Keluarga Besar Waigitang, serta Masyarakat Desa Marabose dan sekitarnya.

Tahlilan yang dimulai setelah selesai Shalat Dhuzur ini diawali dengan pembacaan doa Debe yang dibawahkan oleh Imam Masjid Desa Marabose, dan diikuti oleh seluruh tamu undangan tahlilan yang hadir.

Terlihat Bupati Halsel H. Bahrain Kasuba, tampak khusyuk memanjatkan doa untuk Ibunda tercinta.

Masyarakat juga melakukan hal yang sama, khusyuk memanjatkan doa untuk almarhumah Hj.Sarawia Umar, meski Hujan mereka memadati tenda yang sudah disiapkan di halaman Kediaman Pribadi Bupati H. Bahrain Kasuba bersama Ibu Hj. Nurlela Muhammad.

Usai pembacaan Doa, Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Ghani Kasuba yang juga merupakan Paman dari Bupati Halsel ini mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Masyarakat yang sudah hadir untuk mendoakan Kakak Iparnya yang juga merupakan Ibu dari Bupati Halsel.

“Selaku Keluarga besar, saya dan Bahrain mengucapkan terima kasih atas waktunya, yang telah berkenang menghandiri tahlilan ini, semoga apa yang baru saja selesai kita pinjatkan serta berdoa untuk almarhumah dapat diterimah disisi Allah SWT, Amin,” ungkap AGK.

Pembacaan tahlilan sembilan hari meninggalnya almarhumah Ibu Hj. Sarawia Umar juga akan digelar di Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, di Kediaman almarhuma usai Shalat Magrib. (Bur)