Pelantikan 25 anggota DPRD Sula di Warnai Aksi Demo

Halsel,CN- Pelantikan terhadap 25 Anggota Dewan perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula di warnai aksi unjuk rasa oleh ikatan Mahasiswa muhamadiyah (IMM) Cabang Kepulauan Sula provinsi Maluku Utara, Senin (30/09/2019) di depan kantor DPRD kabupaten kepulauan Sula.

Dalam aksi itu masa mendesak kepada 25 orang anggota Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten kepulauan Sula, agar segera menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan jembatan dan Fasilitas umumnya yang belum terselesaikan hingga saat ini, dan proses pembangunan yang belum terselesaikan ini menjadi perhatian khusus 25 anggota DPRD yang baru di Lantik tersebut sehingga amanah yang di percayakan oleh masyarakat terhadap 25 anggota DPRD yang baru di Lantik berjalan sesuai harapan Masyarakat.

Desakan ini di sampaikan oleh ketua IMM kabupaten kepulauan Sula, Fatoni Fauji awan, dalam orasinya mengatakan 25 anggota DPRD kepulauan Sula yang baru di ambil sumpah jabatannya dapat merealisasikan janji-janjinya saat momentum pemilihan legislatif yang di sampaikan masing-masing anggota DPRD Melalui kampanye tertutup maupun kampanye terbuka dan janji politik tersebut di harapkan mampu di realisasi kan dalam mengawal kepentingan masyarakat di parlemen nanti karena DPRD Merupakan perpanjangan suara Masyarakat di parlemen.

Desakan itu lebih di khususkan kepada IMMawan Buamona S. Hi., Anggota DPRD yg baru saja di ambil sumpah jabatannya Agar mampu mengawal mengawali serta menyelesaikan pembengun di Kabupaten kepulauan sula yg tak kunjung selesai, sehingga aprirasi masyarakat yang belum di suarakan di DPRD mampu di suarakan agar dapat di realisasikan oleh pemerintah daerah kabupaten kepulauan Sula. tegasnya.

selain mengawal proses percepatan pembangunan di kabupaten kepulauan Sula, masa aksi juga mendesak kepada 25 anggun Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) yang baru di Lantik tersebut agar merancang APBD yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat berupa infrastruktur fisik maupun peningkatan ekonomi masyarakat di kabulkan kepulauan Sula agar rancangan APBD kedepan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten kepulauan Sula. pintahnya. (I.ng)

Selain Tolak RKUHP, Gerakan Mahasiswa Halsel Desak Kapolri Adili Palaku Penembakan Aktivis UHO Kendari

HALSEL,CN – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan gerakan Mahasiswa Halmahera Selatan (Gemas) menggelar unjuk rasa di depan Polres Halsel atas tindakan penembakan oknum kepolisian terhadap mahasiswa (Aktivis) Unversitas Halileo Kendari beberapa hari lalu yang telah beredar di media sosial lainnya, Gemas dalam aksi tersebut juga menolak dengan adanya revisi UU RKUHP oleh DPR-RI, UU Pertanahan, dan UU lainnya yang dianggap tidak pro terhadap rakyat

“kami dengan tegas meminta kepada pihak kepolisian atas tindakan yang tidak manusiawi diberlakukan pada teman kami mahasiswa UHO saat dirinya (Randi) khendak mengikuti aksi beberapa waktu lalu di Kota Kendari, “tegas Ketum PMII cabang Halsel Muhlis Usman, kepada media ini usai menyampaikan orasinya di depan Polres Halsel, Senin (30/09/19)

“lanjut Muhlis, “aksi ini selain dari mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas palaku penembakan oleh kawan kita di Kota Kendari, kami juga dengan tegas menolak adanya UU RKUHP, UU pertanahan dan juga UU Lainnya yang memang menurut kami sangat tidak pro sama sekali terhadap Rakyat, “paparnya

Muhlis juga menambahkan bahwa, “NKRI adalah negara hukum, secara pengertian hukum dibuat oleh Negara yang sifatnya memaksa, mengikat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, namun seiring dengan kondisi negara pada saat ini diwarnai dengan adanya perkembangan Isu Nasional (IN) yang kini menjadi komsumsi buplik bahwasanya dengan merevisi RUU KUHP, UU KETENAGAKERJAAN, DAN UU PERTANAHAN telah menjadi polemik dan diperbincangan oleh seluruh lapisan masyarakat, hal ini membuktikan demokrasi tekah mati di tangan DPR itu sendiri

“belum lagi ditambah soal BPJS, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) ditanah Papua dan kebakaran hutan di tanah Kalimantan yang tak kunjung diselesaikan oleh pemerintah, “tambahnya

Sementara itu, Koradinator Lapangan (Korlap) kepada media ini mengatakan dalam aksi ini kami masa aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Halmahera selatan bahwa, dengan adanya masalah yang menimpah sudara kita sesama mahasiswa yang ikut gelar unjuk rasa aksi solidaritas mahasiswa dia membludak ditanah air sendiri, aksi yang dilakukan tepatnya pada tanggal 26 September dengan rangkaian penolakan Rancangan Undang-undang (RUU) telah memakan korban jiwa di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, yang dimana masa aksi tersebut ditembak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab (Polisi), “tegasnya

“lanjut Wawan oleh karena itu kami masa aksi katakan gagal kepolisian dengan slogan melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat, walhasil dalam beberapa waktu mereka dengan sendirinya gagal dalam menjalankan fungsi dan tugas, “tutupnya
(Red)

Berduka atas meninggalnya mahasiswa di Kendari Kapolres Halsel sholat Gaib dengan masa aksi

HALSEL,CN- Kapolres Halsel AKBP M. Faishal S.I.K., M.M di depan Ratusan masa aksi menyampaikan ucapan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang telah melakukan unjuk rasa ke pihak Kepolisian Resor polres Halmahera Selatan (Halsel), Senin (30/09/19)

“saya berterima kasih atas kedatangan teman-teman mahasiswa kepada kami, selaku pihak kepolisian Resor Halmahera selatan, kami juga turut berbela sungkawa atas meninggalnya saudara kita almarhum Kamarudin Randi dan Saudara kita almarhum Muhammad Yusuf Kardawi, semoga almarhum kedua ini diterima disisi Allah SWT, dan diberikan pahala atas semua kebaikan yang selama kedua almarhum perbuat semasa hidup mereka, oleh karena itu saya berharap kepada rekan-rekan mahasiswa mari kita semua mampuh mengendalikan kesabaran pada diri kita Agar seluruh teman-teman bisa melanjutakan perjuangan revormasi yang telah kalian perjuangkan, “jelasnya

Lanjut Kapolres, “saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh ketua-ketua elemen mahasiswa yang tergabung dalam gerakan mahasiswa halmahera selatan yang telah melaksanakan unjuk rasa sebagai bentuk implementasi daripada kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, dan, “saya berikan apresiasi yang luar biasa atas gerakan ini dan saya telah melihat langsung bahwa gerakan yang dibuat ade-ade teman mahasiswa, unjuk rasa yang tertib dan dan damai, “ucapnya

Titik aksi yang berlangsung didepan Polres Halsel itu, masa aksi juga mendapat ucapan selamat datang dari Kapolres Halsel AKBP M. Faishal S.I.K., M.M kepada masa yang sedang berorasi didepan Polres

“kemudian pada kesempatan ini juga saya ucupkan pula selamat datang ada-ade dan teman-teman mahasiswa di Polres Halmahera Selatan (Halsel) karena ini adalah kantor pelayanan masyarakat, “jadi saya perlu tegaskan disini bahwa, Polri itu merupakan mitranya masyarakat.

Masih kata AKBP Faishal Kapolres Halsel, “tuntutan kalian, “saya selaku Kapolres Halsel atas nama institusi Kepolisian Republik Indonesia menyampaikan bahwa, saat ini Polri telah melakukan investigasi di Polda Sul-Tra bersama seluruh komponen terkait termasuk instansi kelembagaan yang berwenang di Sulawesi Tenggara (Sul-Tra), untuk mencari terang pelaku penembakan mahasiswa, dari hasil investigasi itu saat ini masih melakukan tahap pendalaman ada tiga putus longsong yang sekarang sudah didalami Tim Inavis dari hasil investigasi inilah akan diketahui jenis senjata maupun jenis amunisi yang digunakan, jadi tentunya proses ini membutuhkan waktu dan Polri secara transparan juga di awasi oleh pengawas eksternal termasuk dari Komnas Ham Komdusman untuk memberikan informasi kepada publik terkait dengan hasil dari proses penyelidikan ini, sehingga nanti dengan pernyataan bahwasanya Polri akan menindak tegas siapapun yang diduga melakukan penembakan kepada rekan mahasiswa kita.

“oleh karena itu, pada kesempatan ini skali lagi saya mohon perelaan dan keiklasan dari rekan-rekan mahasiswa untuk bersabar menjaga kondisifitas keamanan ini agar kami dari kepolisian mampuh mengungkat siapa pelaku penembakan tersebut, kita mengedepankan asas praduga tak bersalah sebagaimana mandat daripada negara hukum yang sudah tertuang dalam UU, yang sudah tertuang dalam hukum acara pidana, maka dari itu sekali lagi saya turut prihatin turiut berbelasungkawa atas apa yang terjadi, kami pihak kepolisian juga turut berduka cita yang sedalam dalamnya, dan kami juga mohon dukungan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat dan seluruh elemen mahasiswa yang telah menyuarakan hak-hak rakyat ini untuk sama-sama kita mengawal proses demokrrasi, proses transparansi dari kami pihak kepolisian, “tutupnya

Selanjutnya menurut pantauan media ini, Kapolres Halsel setelah ditemui masa aksi, AKBP Faishal langsung mangarahkan seluruh masa aksi yang tergabung dalam gerakan mahasiswa halmahera selatan itu, bersama-sama dengan pihaknya dalam hal ini Polres Halsel untuk melaksanakan sholat gaib untuk mendokan kedua teman mahasiswa yang gugur di medan perjuangan, sholat gaib tersebut di awali dengan salaman masa aksi bersama pihak kepolisian (Bur)

Walid Syukur Ketua IKB Halsel

Musyawarah Besar (Mubes) paguyuban Ikatan Keluarga Besar (IKB) Waigitang Kabupaten Halmahera Selatan berlangsung minggu (29/9) berjalan lancar dan sukses, dan menetapkan Walid Syukur sebagai ketua IKB Waigitang periode 2019 – 2022.

Musyawarah yang berlangsung di hotel Buana Lipu tersebut berlangsung panas karena terjadi berdebatan peserta forum terkait dengan kriteria pencalonan calon ketua IKB Waigitang, meskipun sempat di skorsing selama 4 jam namun berakhir dengan terpilih Walid Syukur sebagai ketua “meskipun berlangsung panas namun alhamdulillah semuanya selesai juga, IKB Waigitang Halsel dengan ketua yang baru ini diharapkan mampu membawa IKB Waigitang sebagai wadah kekeluargaan antar sesama Waigitang di Halsel,” Ucap Fardy Halifat salah satu peserta musyawarah.

Dalam musyawarah tersebut, Walid Syukur bersaing dengan Hi Husen Said (Anggota DPRD Halsel) namun Walid keluar sebagai pemenang karena dipilih oleh 67 peserta dan Husen Said mendapatkan 11 suara dan suara tidak sah 9 suara, sebelum dilakukan pengumutan suara, kedua calon ketua IKB Waigitang ini menyampaikan visi dan misi dihadapan peserta musyawarah “terimaksih kepada seluruh peserta musyawarah yang telah mempercayakan saya sebagai ketua, dukungan moril dan tetap bersama sama saya harapkan untuk semua keluarga Waigitang yang ada di kabupaten Halmahera Selatan, karena ini adalah momentum kebangkitan Masyarakat Waigitang, wadah ini sebagai perekat untuk sebuah perubahan yang lebih besar,”Kata Walid Syukur usai terpilih menjadi ketua IKB Waigitang.

Sebelumnya di pembukaan musyawarah yang berlangsung di aula kantor Bupati sabtu (28/9), Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba yang membuka secara resmi kegiatan musyawarah IKB Waigitang ini menitipkan beberapa pesan untuk keberlangsungan IKB Waigitang dan kabupaten Halmahera Selatan “IKB Waigitang ini adalah wadah silahturahmi antar keluarga Waigitang untuk itu harus tetap dijaga untuk memperkuat rasa persaudaraan, IKB Waigitang juga diharapkan bersama sama dengan pemerintah untuk membangun Kabupaten Halmahera Selatan,”

Bupati Resmikan Kantor Kas BPRS Sarumah Sejaterah

LABUHA,CN- Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Saruma Sejaterah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali membuka Kantor Kas di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat. Peresmian Kantor Kas BPRS Sarumah Sejaterah ini diresmikan langsung oleh Bupati Kabupaten Halsel H. Bahrain Kasuba. Pada Senin 30 September 2019.

Hadir pada Peresmian Kantor Kas BPRS ini, Ketua Tim Penggerak PKK, H. Nurlela Muhammad, Komisaris BPRS H. Muhlis Sangadji, Direktur dan Pegawai BPRS, Camat Gane Barat, Para Kepala Desa sekecamatan Gane Barat, Kapolsek Gane Barat, Babinsa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta Warga Desa Saketa dan sekitarnnya.

“BPRS ini adalah Banknya orang Halmahera Selatan, semoga seluruh Masyarakat dapat memanfaatkan sebuah lembaga keuangan ini dengan sebaik-baiknya”, ungkap Bupati Halsel, H. Bahrain Kasuba pada saat memberikan sambutan, sebelum meresmikan Kantor Kas BPRS di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat.

Dihadapan Masyarakat Gane Barat Bupati menyampaikan bahwa Bank BPRS yang telah berjalan kurang lebih 1 tahun lebih ini telah menghasilkan prestasi dari lembaga-lembaga Internasional sehingga banyak Penghargaan yang telah diterimah.

Lanjut Bupati, BPRS Saruma Sejahtera merupakan suatu penggerak dan penyalur dana masyarakat yang efektif, melakukan langkah yang tepat guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membantu pengusaha kecil, dan menciptakan persaingan yang sehat antara sesama lembaga perbankan yang ada di Kabupaten Halmahera Selatan.

“Ini luar biasa, di 1 tahun berkipra sudah banyak penghargaan yang diterimah, berarti Bank tersebut dinilai mampu, Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat Halmahera Selatan untuk mengoptimalkan kehadiran BPRS Saruma Sejahtera ini dalam rangka menggerakkan perekonomian masyarakat demi naiknya laju pertumbuhan ekonomi di Halmahera Selatan”,ujar Bupati.

Pada Peremsian Kantor Kas BPRS Sarumah Sejaterah ini juga diberikan biasiswa berupah tabungan anak di BPRS, yang diberikan kepada 3 siswa Desa Saketa, yang diserahkan oleh Bupati Halsel didampingi Ketua Tim Penggerak PKK.

Kantor Kas BPRS Sarumah Sejaterah ini ditandai dengan Pemukulan Gong dan Pengguntingan Pita oleh Bupati Halsel, H. Bahrain Kasuba. (Bur)

Tolak UU Pelemahan KPK Ratusan Mahasiswa Tehnik Demo di kantor DPRD kota Ternate

TERNATE,CN: Ujuk rasa ratusan mahasiswa Teknik maluku utara bersatu dengan berspanduk Kembalikian Fitra Demokrasi Agraria Indonesia tidak lumpuh,demonstrasi berlokasi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daera (DPRD) kota ternate pada tanggal 30 Sebtember 2019 pukul 12 : 20 WIT.

Masa Aksi Sedang Berorasi dan Membakar Ban Di Tengah Jalan

Ujuk rasa ini digerakan dengan beberapa rataus mahasiswa dari Universitas” Fakultas Tehnik MuhamMadiya Maluku Utata, Tehnik Unkhair Ternate.

Ratusan Unjuk rasa mahasiswa Tehnik ternate maluku utara bersatu ini menggelar aksi terkait penolakan “Pengesahan Undang-Undang KPK, Tolak RUU-Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),Tolak RUU Pertanahan, Mengust Tuntas Kasusu Penembakan Mahasiswa, Tolak Tarif Kenaikan PBJS Ganti Dengan Jamkesmas Beserta Tolak tambang yang ada di Akejira

Masa Aksi Dengan Spanduk Bertulisan Fakultas Teknik Nersatu Kembalikan Fitrah Demokrasi

Dari pantauwan Cerminnusantara.com Dalam aksi di tengah-tengah orasi sedang berjalan ratusan masa aksi ini membakar “Ban di depan gedung DPRD kota ternate, selang beberapa jam kemudian masa pun memainkan tarian “caka lele”yang merasuki sejumlah mahasiswa yang mengikuti unjuk rasa dan di hadiripula beberapa dari anak SMA yang turun bergabung dalam barisan demonstrasi

Dalam aksi tersebut digerakan dalam “Satu Komando”ratusan Mahasisiwa teknik bersatu ini masuk dan menduduki gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daera (DPRD) kota ternate,sebagai sikap mendesak angota (DPRD) kota ternate untuk mengambil sikap terkait dengan Problematika Rancangan Undang-undang (RUU)

Ribuan Masa Aksi

Sesuasi hering masa aksi pun bubar berkisar meninggalkan tempat dan mengagendakan gerakan melalui petisi dikemudian hari. Tutupnya (F J.R)