PERAN PEMUDA DITENGAH PATOLOGI SOSIAL

Oleh: Ongky Nyong,SS.,SH.,MM
(Ketua DPD YBH Justice Indonesia Hal-Sel)
Refleksi Hari Sumpah Pemuda Ke-91 Tahun

Pemuda dalam sejarah perjalanan bangsa adalah sebuah keistimewaan ukiran sejarah tersendiri,bahkan kita bisa tegas berkata bahwa tanpa pemuda maka bangsa ini tidak akan berdiri kokoh sebagai bangsa yang merdeka hingga saat ini. Pemuda adalah garansi kemajuan bangsa dimasa yang akan datang serta cita-cita bangsa diletakkan diatas pundak pemuda dan ini bukan sebatas kata-kata mimpi, akan tetapi sebuah fakta sejarah tentang semangat perjuangan mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia seperti pergerakan Budi Utomo pada tahun 1908, peristiwa sumpah pemuda pada tahun 1928 yang kemudian melahirkan ikrar sumpah pemuda lalu menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda diseluruh pelosok Indonesia dalam semangat kemerdekaan Indonesia, peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945 kita juga kenal didalamnya ada golongan muda, bahkan masih hangat dalam ingatan kita pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang berhasil meruntuhkan kekuasaan orde baru hingga mengantarkan bangsa indonesia pada era reformasi.

Pertanyaan penulis kemudian, dalam konteks Indonesia hari ini apakah pemuda yang menjadi harapan bangsa itu adalah pemuda yang aktif mengenang sejarah jasa para pemuda bangsa seperti terukir diatas ? tentunya tidak, namun pemuda yang diharapkan adalah pemuda yang melanjutkan menciptakan sejarah emas dalam mewujudkan cita-cita bangsa itu sendiri. Pemuda yang semangat juangnya lebih tinggi dari semangat pemuda masa lalu, pemuda yang jiwanya lebih besar dari jiwa pemuda masa lalu, dan pemuda yang memiliki kompetensi intelektualnya lebih tinggi dari pemuda masa lalu, karena yang menjadi tantangan pemuda hari ini adalah perang ideologi (Ghozul Fikri) bukan perang fisik.

Ditengah fenomena patologi sosial yang menjadi tontonan bagi kita setiap saat dibangsa ini seperti hancurnya nilai – nilai demokrasi dalam masyarakat, memudarnya nilai-nilai kekeluargaan dalam komunitas, kemerosotan nilai-nilai toleransi dalam masyarakat yang plural, dekadensi moral yang semakin meningkat, melemahnya nilai dalam keluarga, praktek kolusi korupsi dan nepotisme dalam penyelenggaraan pemerintahan, kerusakan system dalam kehidupan budaya perekonomian dan bahkan lebih parah lagi adalah pelanggaran terhadap nilai kebangsaan sebagai bangsa yang berhukum padahal semestinya hukum sebagai panglima untuk menata tata kehidupan sosial yang tertib sehingga tidak terjadi gesekan antara manusia Indonesia yang satu dengan lainnya. Dari sinilah Pemuda hari ini dituntut untuk segera mengambil peran terdepan dalam mengobati patologi sosial,karena bahaya patologi sosial dapat meruntuhkan sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia.

Mungkin kita akan bertanya bahwa pemuda seperti apakah yang mampu mengobati patologi sosial di Negara berkembang seperti Indonesia saat ini ? maka menurut hemat penulis adalah Pertama, Pemuda yang memiliki kompetensi spiritualitas yang tinggi,yaitu pemuda yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. Kompetensi pemuda seperti ini Allah menyebutkan di dalam kitab suci Al-Qur’an pada surah Al-Kahfi ayat 13 Allah Berfirman :”Mereka adalah pemuda –pemuda yang Beriman Kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula Petunjuk untuk mereka”. Pemuda dengan keimanan dan ketaqwaan adalah pemuda harapan bagi bangsa yang beragama seperti Indonesia, yang senantiasa akan menentukan moralitas sosial di bangsa ini, dan obat yang paling ampuh untuk mengobati patologi sosial adalah dengan pengamalan agama yang baik dan benar.

Kedua, Pemuda yang memiliki kompetensi keilmuan yang tinggi, kompetensi keilmuan adalah modal yang utama dalam membangun sebuah bangsa yang besar dan pemuda wajib untuk membekali dirinya dengan ilmu yang tinggi, dan hal ini sebagaimana dikemukakan oleh seorang ilmuan muslim yang masyhur yaitu Al-Imam Asy-Syafi’I beliau berkata : “Barangsiapa yang tidak belajar diwaktu mudanya, maka Bertakbirlah 4 kali sebagai tanda kematiannya, Eksistensi seorang pemuda demi Allah adalah dengan Ilmu dan Ketaqwaan, jika keduanya tidak ada maka tidak ada jati diri bagi seorang pemuda”.

Tema nasional dalam memperingati hari sumpah pemuda ke-91 tahun 2019 kali ini yaitu Bersatu Kita Maju, maka penulis ingin mengajak kepada kita semua bahwa kita jangan hanya menjadi pemuda pengenang sejarah para pergerakan pemuda masa lalu, tapi ayolah kita tanamkan karakter moral sebagai modal untuk kita bersatu dan ayo kita bekali diri kita dengan ilmu yang tinggi sebagai modal kualitas karakter kinerja dalam upaya memajukan bangsa kita tercinta menjadi bangsa yang besar dan hebat dimata dunia. Selamat Hari Sumpah Pemuda, Bersatu Kita Maju.

Diduga Korupsi, DPC KPPPI Morotai Desak Polda Malut dan Kejati Segera Menindak Lanjuti Proses Penyelidikan Proyek Jalan Hotmix Simpang Wayabula-Tutuhu

MOROTAI, CN – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Korps Pejuang Pemuda Pemudi Indonesia (KPPPI) Kabupaten Pulau Morotai menyoroti terkait temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) pada pekerjaan proyek pembangunan jalan Hotmix Simpang Wayabula-Tutuhu, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai, temuan tersebut akan di rencanakan melaporkan ke Polda Maluku Utara serta Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

Ketua DPC KPPP, Iksan Togol memaparkan berdasarkan audit Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp.1.553.274.555,41 atas pembangunan jalan Hotmix Simpang Wayabula-Tutuhu.

“Atas nama DPC KPPPI Morotai meminta Polda Malut dan Kejati agar memeriksa temuan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) pada pekerjaan proyek pembangunan tersebut karena tentu sangat merugikan daerah” cetusnya.

Lanjut Iksan, dalam pelaksanaan pembangunan Jalan Hotmix Simpang Wayabula-Tutuhu berdasarkanm Surat Perjanjian Nomor 620.06/SPP/PEMB_JLN_HTMX_ SMPNG_TTH_WYBLA/ DPUPR/VliI-2018 terdapat satu kali adendum dengan jangka waktu kontrak selama 120 hari kalender yang dikerjakan oleh PT RMS.

Atas temuan tersebut DPC KPPPI Kabupaten Pulau Morotai meminta Polda Maluku Utara dan Kejati segera menindak lanjuti proses penyelidikan terkait dugaan korupsi pada proyek Jalan Hotmix Simpang Wayabula-Tutuhu yang terdapat dalam hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). (Fajrin)

Usman Sidik Serahkan Bantuan Warga Peleri penderita Gizi Buruk

TERNATE,CN- Untuk meringankan beban orang tua Irsad Halid, bocah asal desa ploly penderita gizi buruk, H.Usman Sidik langsung menjenguk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Bosoeri Ternate dan memberikan biaya pengobatan.

Meski baru tiba dari Jakarta sore tadi, Namun, Usman Sidik langsung menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hasan Bosoeri Ternate menemui orang tua Irsad Halid yakni Halid Mologotu dan Nurida Kader dan menanyakan kondisi anak kandung mereka. Setelah itu Usman Sidik langsung memberikan bantuan biaya untuk pengobatan kepada kedua orang tua.

H. Usman Sidik usai memberikan bantuan tersebut kepada wartawan media ini mengatakan, bantuan uang diberikan untuk membantu bocah penderita gizi buruk supaya bisa dipergunakan untuk pengobatan. “Bantuan ini untuk membantu meringankan beban orang tua supaya anak mereka bisa lekas sembuh dan bantuan itu tidak ada unsur kepentingan politik apa pun karena demi kemanusiaan maka kita harus saling membantu,”tandas Usman

Sementara itu Halid Mologotu, orang tua dari bocah penderita gizi buruk mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh H. Usman Sidik untuk pengobatan anak mereka yang saat ini sangat membutuhkan. “Saya dan Istri serta semua keluarga sangat bersyukur atas bantuan dari Pak Hi. Usman karena sudah Peduli dan datang di rumah sakit untuk kasih bantuan,”ujarnya Halid dengan nada sedih

Diketahui, Irsad Halid, bocah asal Desa Ploly Kecamatan Makian Pulau Kabupaten Halmahera Selatan adalah keluarga yang kurang mampu dan dia menderita sakit gizi buruk, cacat fisik, batuk-batuk, sesak nafas, keluar lendir, kurang makan, kurang tidur sudah selama 3 tahun ini. (Red)

Bahrain Bantu Pembangunan Masjid Desa kida 20 juta

LABUHA- Sebagai awal tahap pembangunan Masjid Raudatul Jannah, Desa Kida Kecamatan Kayoa, mulai dilakukan, ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Halsel, Bahrain Kasuba, dan Ibu PKK Halsel Nurlela Muhammad, serta Kadis DPMD Bustamin Solemam dan Kabag Humas Halsel Mujiburrahman. Jum’at, (25/11) pecan kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Halsel mengatakan pembangunan Masjid Raudatul Jannah, dibangun secara swadaya masyarakat. Olehnya itu, pihak akan mendonasikan Rp 20 juta untuk pembagunan awal mesjid tersebut.
“Saya bantu tahap awal Rp 20 juta, nanti SKPD masing-masing Rp 5 juta, dicatat oleh panitia,”ujarnya dalam sambutan.

Lanjut Bahrain, selain bantuan dirinya dan SKPD pihaknya akan berkoordinasi dengan DPRD untuk menggarakannya dalam anggaran pendapatan belanja daerah APBD 2020, sebagai bagian dari sumbangsi pemerintah baik Bupati dan DPRD itu sendiri.

“Harapanya setelah pembangunan Masjid ini masyarakat selalu beribadah di masjid lebih nyaman dan lebih khusyu lagi,”ucap Bupati.

Ditambahkannya, selain pembinaan Mental, pihaknya juga memiliki harapan prioritas anggaran pembangunan masjid secepatnya diselesaikan sebelum bulan suci ramadhan.

“Nah dengan harapan itu, maka untuk DPRD agar membantu dalam hal bantuan pembangunan masjid,”terangnya.
Lanjut Bahrain, Pembangunan masjid yang nantinya akan digunakan untuk merukunkan dan mensejahterakan desa kida sekaligus dijadikan aktifitas baca tulis quran tersebut sangatlah penting, dan benar-benar di perhatikan dengan baik.

Peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Bupati Halsel Hi Bahrain Kasuba, tersebut juga dilanjutkan oleh Camat Kayoa serta sesepu desa kida Hi Dahrun Kasuba, tersebut berjalan dengan baik.

Usai peletakan, bahrain menyampaikan siloloa untuk kembali melanjutkan pembagunan halsel kedepan dalam tahap lanjutan 5 tahun.

“Di hadapan masyarakat 10 desa di Gurua ici kecamatan kayoa ini, saya silola, meminta restu dan doa, untuk kembali maju sebagai bupati halsel,”ujarnya.(Bur)

Pemda Halsel Gelar Syukuran dan Pembubaran Panitia HKG

Labuha – Menutup seluruh rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kesehatan Ke 47 Provinsi Maluku Utara Tahun 2019, Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Selatan menggelar Syukuran sekaligus Pembubaran Panitia HKG ke 47 di Kawasan Miniatur Jakarta (Istana Negara) Desa Tuokona Kecamatan Bacan Selatan. Sabtu (26/10/19).

Hadir pada kegiatan ini Ayahanda Bupati Halsel, Bupati Halsel H. Bahrain Kasuba, Sekertaris Daerah Helmi Surya Botutihe, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Nurlela Muhammad, Ketua Dharma Wanita Lely Lihayati, Perwakilan dari Kementerian Sosial, Pejabat Eselon II, III dan IV serta Karyawan/i di Lingkup Pemkab Halsel.

Kegiatan diawali dengan pembacaan doa oleh Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Ahmad Hadi sebagai wujud rasa syukur atas suksesnya event HKG PKK KKBPK Ke 47 Provinsi Maluku Utara di Bumi Saruma

Bupati Halsel H. Bahrain Kasuba dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada juara umum Halmahera Selatan yang juga sebagai Tuan Rumah dalam event tersebut.

“Saya mengucapkan selamat kepada Halsel yakni daerah yang kita cintai atas diraihnya Juara Umum pada Peringatan HKG PKK KKBPK Kesehatan ke 47”, tuturnya

Bupati berharap kawasan yang sangat berarti Gelora Bahrain Kasuba (GBK) yang didalamnya terdapat Miniatur Jakarta dengan segala keindahannya dapat di jaga oleh Masyarakat Halsel

“Mari kita menjaga Kawasan GBK yang sangat berarti bagi Masyarakat kita. Ini menjadi tanda kebersamaan kita agar bisa dikenang oleh Seluruh Masyarakat Halsel dan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah daerah beserta staf yang ikut membantu proses pembangunan Kawasan GBK serta mau bekerja demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat”, tandasnya

Lanjutnya, Pemerintah punya tahapan untuk bisa menunjukkan karya besarnya melalui pembangunan Miniatur Jakarta di Desa Tuokona Kecamatan Bacan Selatan.

“Terima kasih telah menyukseskan HKG ke 47, Mari kita sambut semua event dengan membenahi daerah ini agar lebih indah lagi”, ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Nurlela Muhammad menyampaikan rasa syukur atas diresmikan Sekertariat PKK Halsel

“Saya sangat bersyukur dengan adanya peresmian Sekertariat PKK pada 23/10/19 kemarin. Ini menjadi amanah untuk kami Tim Penggerak PKK Halsel baik di kecamatan maupun desa untuk bisa bekerja lebih baik dan sejahtera”, ungkapnya

Dirinya juga bersyukur karena Halsel meraih juara umum pada event HKG PKK KKBPK ke 47.

“Kami sangat bersyukur karena Halsel meraih juara umum dan telah terbangunnya Miniatur Jakarta yang mempercantik Bumi Saruma”, ucapnya

Yusuf Taudin selaku Ketua Panitia dan juga Ketua Koordinator dalam pembangunan Kawasan Ekonomi mengatakan Kawasan GBK yang dibangun dalam waktu singkat ini merupakan bentuk upaya dan dorongan dari Pimpinan terutama Bupati dan Jajaran Pemerintah Daerah Halsel yang bekerja keras untuk bisa membangun Kawasan GBK dengan Miniatur Jakarta di Bumi Saruma

“Pembangunan ini akan menjadi suatu bangkitan ekonomi di Kawasan ini sebagai bentuk kerja keras Pemda dan partisipasi Masyarakat Halsel”, terangnya

Syukuran dan Pembubaran Panitia HKG dimeriahkan dengan penampilan Tarian Cakalele oleh Group Cakalele dari Wayaua. (Red)

Dr. Musriono Naibiu : Kami Akan Melakukan Banding Ke Pengadilan Tinggi Untuk Meminta PT. PLN PERSERO Segera Memindahkan Tower Sutet

TERNATE , CN – Warga Kelurahan Kayu Merah Rt 12 dekat pembangunan tower Sutet menolak keras pembangunan tower sutet 150 Kv dari PT. Perusahan Listrik Negara (PLN) Persero dengan ketinggian mencapai 50 meter yang sekarang di alokasikan berjarak tiga 3 sampai 4 meter dari pemukiman warga sekitar. Hal ini disampaikan langsung oleh Dr. Musriono Naibiu kepada awak media pada minggu, ( 27/10/ 2019 ).

Dr. Musriono Naibiu mengatakan, bahwa pihak Perusahan PT. PLN Persero tidak mementingkan dampak dari tower sutet 150 Kv yang berisiko pada kesehatan dan keselamatan terhadap warga Kelurahan Kayuh merah itu sendiri.

“Warga kelurahan Kayu Merah Rt 12 menolak keras pembangunan Tower sutet 150 kV dari PT. PLN Persero, yang berjarak kurang lebih 3 sampai 4 meter dari pemukiman kami dan hal ini bisa mengancam keselamatan, kenyamanan dan kesehatan kami, yang punya tempat tingal di seputaran pembangunan Tower ini, dan pihak PLN tidak mementingkan hal ini, pasalnya ketika kami menolak untuk melakukan pekerjaan pembanguan namun pihak PLN tetap bersikeras melakukan pekerjaan dan sampai melibatkan kepolisan untuk melindungi pihak yang mengerjakan pembangunan tersebut,” Bebernya

Lanjut Dr. Musriono terkait dengan kesehatan dan keselamatan berdasarkan hasil penelitian dan peraturan Mentri SDM dari sepengetahuan kami dampak dari radiasi listrik itu bisa mengancam kesehatan.

“Dampak dari radiasi listrik itu bisa mengancam kesehatan pada warga yang berada di pemukiman yang berdekatan dengan pembangunan tower sutet, namun hal ini kita tidak bisa pastikan kapan terjadinya karna tiap orang punya kemampuan selulernya berbeda, dan penyakit dari radiasi listrik itu bisa berupa penyakit Kordiovaskular yang berkaitan dengan pembulu darah, penyakit jantung iskemik, stroke gangguan sistem saraf dan lain hal, dan ini di buktikan dalam penelitian sehingga Direktorat Jenderal Ketenagalitrikan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral SDM menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 18/2015 menggantikan aturan sebelumnya, yakni Peraturan Menteri ESDM Nomor 01.P/47/M.PE/1992 tentang ruang bebas dan jarak bebas minimum pada sutet yang nantiya dalam pembangunan tower sutet tidak mengancam kesehatan dan keselamatan pada warga yang berada di dekat pemukiman tersebut,” Jelasnya

Dr. Musriona menambahkan, terkait dengan langka awal yang semestinya harus di lakukan oleh pihak PT. PLN PERSERO dalam proses pembangunan harusnya ada keterlibatan masyarakat setempat tapi ini tidak ada sama sekali yang di lakukan.

“Menurut tahapan sebuah proyek itu pertama harus ada survei karna proyek ini punya resiko, dan survei yang dilakukan pertama adalah lokasi, apakah layak atau tidak dibangun proyek yang berdampak ke masyarakat, sehingga menghasilkan dokumen lingkungan apakah AMDAL, UKL atau UPL dan setelah itu harus ada sosialisasi dengan masyarakat setempat guna membahas pembanguan berdampak tersebut bukan membahas fungsi dari tower sutet pada masyarakat namun, hal ini tidak di lakukan sosialisasi oleh pihak PLN kepada masyarakat khususnya kelurahan Rt 12 , yang dilakukan sosislisasi dari pihak PT. PLN itu ketika suda dilakukan pembangunan terlebih dulu,” Tandasnya

Dr. Musriona menambahkan mengenai amar putusan pengadilan Negri (PN) kota ternate yang menolak gugatan dari pihak penggugat dan eksepsi dari pihak terguat itu kami akan melakukan banding.

“Kami akan melakukan banding ke Pengadilan Tinggi, dan hal ini kamu suda lakukan jadi, sisah menunggu panggilan untuk melakukan persidangan, dalam poin tuntutan kami dalam persidangan adalah meminta PT. PLN PERSERO agar memindahkan tempat lokasi tower sutet, karna mengingat dampak yang ditanggung oleh kami dari warga kelurahan Kayumera,” Tegasnya (Fajrin)