Rapat Terbuka PT. Wana Tiara Persada (WTP) Bersama Asosiasi Desa Lingkar Tambang (ADLT) Kecamatan Obi

HALSEL-CN, Rapat terbuka PT. WTP bersama Asosiasi Desa Lingkar Tambang (ADLT) Kec. Obi membahas tentang berbagai persoalan-persoalan yang ada di lingkar tambang.

Pertemuan ini tak lain dan tak bukan untuk membahas berbagai rentetan persoalan di wilayah lingkar tambang yang nota bene kehadiran perusahan di pulau Obi selama ini harus memperhatikan hak ulayat masyarakat dari hasil potensi yang sudah di ambil dan dikelolah dari perut bumi tanah dodomi Obi tercinta.

Pembahasan yang terfokus mengenai masalah lingkar tambang di hadiri Asosiasi Desa Lingkar Tambang, BPD dan Pengurus BUMDes se Kec. Obi. membahas keabsahan jalur koordinasi lingkar tambang antara Desa dengan Pihak Perusahan di pulau Obi.

Ketua Asosiasi Desa Lingkar Tambang Abdul Kahfi Nusin, yang juga merupakan Kepala Desa Laiwui, Kec. Obi, saat di hubungi di ruang kerjanya beliau menyampaikan bahwa “pertemuan tersebut hanya membicarakan kepentingan rakyat mengenai masalah program PPM, dana CSR, Penerimaan Karyawan lokal, kerja sama BUMDES dengan Pihak Perusahan dan jalur Perekonomian rakyat harus terbuka lebar untuk masyarakat pulau Obi” pungkasnya.

Lanjut dia “kami menegaskan kepada perusahan agar di awal 2020 BUMDes Kec. Obi dapat berjalan dengan baik atas dasar kerja sama yang sesuai kewajiban melalui dana CSR ini, agar Perusahan dapat melakukan kerjama BUMDes yang ada kaitan dengan program pemberdayaan masyarakat sehingga dapat meningkat pendapatan dan kesejatraan masyarat di desa.(28/10/2019)

Selain itu pertemuan tersebut juga membahas Banyak masalah-masalah di wilayah lingkar tambang, menjadi hak Ulayat masyarakat yang perlu di utamakan adalah kewajiban perusahan atas potensi yang dekelola dari hasil perut Bumi di negeri ini, untuk itu perusahan harus memberikan hak sepenuhnya untuk rakyat berdasarkan apa di citakan-citakan presiden Joko Widodo yang tertuang dalam nawacita jilid 1 dan 2, sehingga masyarakat mendapat keadilan.

Hak ulayat untuk masyarakat lingkar tambang ini di jelaskan dalam batang tubuh UUD NKRI 1945 pasal 33 ayat 1-3, Sila ke lima Pancasila, dan Kitab UU No. 4 tahun 2009 tentang Mineral Batu Bara, yang sudah dijelaskan pada BAB XIII mengenai “Hak dan Kewajiban Pemegang IUP dan IUPK” Pasal 106 sampai pasal 112 serta di atur dalam peraturan menteri (Permen) ESDM No. 41 Tahun 2016 Tentang “Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara”

Selain itu ADLT juga pernah membahas dengan PT TBP tentang keberatan kehadiran kapal cepat dan pelayan kapal reguler di pulau obi yang mengambil bagian dalam pelayanan hingga ke perusahan tambang, yang mana ini semestinya merupakan jatah dari rute speed boat atau ojek laut yang setiap hari memberikan pelayanan ke perusahan dan desa kawasi akan tetapi jatah ini sudah di ambil oleh kapal reguler, dari hal ini menyebabkan roda perekonomian para pengusaha speed boat atau tukang ojek laut lumpuh disebabkan karena ketergantungan jasa angkutan perusahan dan Desa Kawasi dan jasa angkutan laut, yang di mana hal ini juga di atur Dalam PERPU No.20 Tahun 2010 tentang angkutan perairan.

Perusahan harus mampu dan melihat masyarakat makmur, sejahtera, serta masyarakat jangan di tindas di gilas hingga bertebaran bagaikan puing-puing yang mengikuti arah angin, akan tetapi berikanlah mereka hak yang seadil-adilnya agar tetap setia dalam kehadiran pertambangan di pulau obi.(Zul/Budi)

Helmi Umar Muksin Sebagai Cabup Halsel Paparkan Visi Misi di Sekretariat DPD Nasdem

HALSEL, CN – Sejak dibuka pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati pada pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) 2020 mendatang Dewan Pimpinan Daerah DPD Partai Nasdem Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kini memasuki tahap penyampaian Visi Misi. Selasa/29/10/2019.

Helmi Umar Muksin yang juga bakal calon Bupati Kabupaten Halsel 2020 mendatang terlihat hadir dalam penyampaian Visi Misi yang di gelar sekeretariat DPD Partai Nasdem Halsel.

Pengurus DPD Partai Nasdem Halsel sekaligus ketua penjaringan Haedar Mahmud, mengatakan tahapan penjaringan kami suda buka mulai tanggal 26 s/d tanggal 29 Oktober.


“Dari delapan orang yang mendaftar, baru empat yang menyampaikan visi misi yaitu Bahri Hamisi, Muabdin Hi. Rajab, Bahrain Kasuba, dan hari ini Helmi Umar Muksin, untuk rencananya, pukul 04.00 WIT itu H. Muhsin Bubakar, kemudian jam 8 malam nanti Muhammad Hi. Ismail,” Pungkasnya


Lanjut Mahmud, Masi tinggal satu orang yang suda melewati jadwal penyampaian visi-misi nya yaitu Usman Sadik.


“Untuk Usman Sidik belum bisa sempat hadir, tapi kami memberikan toleransi sampai dengan tanggal 31 sesuai dengan jadwal yang ditentukan, jika tidak hadir di anggap tidak hadir saja,” Tutupnya. (Red)

Bahrain Resmi Tutup Kegiatan Latihan Potensi Sar

HALSEL, CN – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), H. Bahrain Kasuba secara resmi menutup kegiatan Latihan Potensi SAR yang dilaksanakan di Halsel oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas Ternate). Bertempat di Dermaga Merah Babang Bacan, Halmahera Selatan. Selasa, 29 Oktober 2019.

Hadis juga pada kegiatan Latihan potensi Sar ini, Kepala Basarnas Malut, Kepala BMKG, Kasat Sabhara Polres, Kapolsek Bacan, Kapolsek Bacan timur, dan Pasiter Kodim 1509 Labuha.

“Atas nama pemerintah Daerah Kabupaten Halsel kami mengucapkan terima kasih dan sangat apresiasi yang setinggi-tingginya atas partisipasi saudara-saudara dalam mengikuti pelatihan potensi SAR ini. “Kata Bupati H. Bahrain Kasuba, pada saat memberikan sambutan.

Bahrain juga berharap, dengan melalui pelatihan potensi SAR ini dapat menghasilkan semangat kemanusiaan, kesatuan, pola pikir dan pola tindak yang sama untuk memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan seoptimal mungkin.

” Semoga tantangan sebesar dan seberat apapun tugas yang kita hadapi, dengan didasari niat mulia, saya yakin pelayanan pencarian dan pertolongan seperti yang kita cita-citakan bukan suatu hal yang mustahil untuk diwujudkan.” Harap Bupati Halsel itu.

Sementara Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate. Muhamad Arafah mengatakan, kegiatan Pelatihan Potensi SAR ini dilaksanakan selama 7 hari, terhitung dari pada 23 – 29 Oktober 2019.

“Materi yang diberikan yaitu Water Rescue ( Pertolongan di Air) Dan Medical First Responden ( Pertolongan Medis Dasar ) dengan jumlah 72 jam pelajaran”, ungkapnya

Sementara Tema dari kegiatan tersebut adalah “Melalui Pelatihan Water Rescue Bagi Potensi Pencarian Dan Pertolongan Di Kabupaten Halmahera Selatan, Dapat kita Tingkatkan Kompetisi SAR Guna Penyelenggaraan Operasi SAR Yang Efektif Dan Efisien”, tutupnya. (Red)

Viral Inginkan Bertemu Jokowi Juara Dunia Pemuda Hebat International Di Akui Dunia di Abaikan di Hari Sumpah Pemuda Ke-91

JAKARYA-CN, Momentum Hari Sumpah Pemuda Hari Ini Senin 28 Oktober 2019, Muhammad Ja’far Hasibuan Juara 1 Dunia di Shanghai China, pemuda hebat yang berprestasi di International ini berkeinginan yang gigih ingin bertemu Presiden RI, sejauh ini belum mendapatkan perhatian diapun tidak di Undang 17 Agustus 2019 di Istana kemarin dan Hari ini Hari Sumpah Pemuda Nasional Ke-91 yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dan menggelar acara bertajuk Malam Anugerah Kepemudaan 2019.

Acara ini mengambil tema ‘Bersatu Kita Maju’, Acara tersebut akan digelar di Jakarta Concert Hall iNews Jakarta, Hari ini Senin (28/10/2019). Malam Anugerah Kepemudaan itu sekaligus akan menutup rangkaian Bulan Pemuda yang telah di-launching pada tanggal 1 Oktober yang lalu di Halaman Kantor Kemenpora.

“Di negeri ini sepertinya orang yang berprestasi kurang dihargai dan dibantu. Sementara anak pejabat nikah saja diberi bantuan dan hadiah,Sementara Seorang gadis asal Batam, Yusi Fadila, mendapat undangan ke Istana Negara bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Semua gara-gara video makan mangganya di Instagramnya viral.” keluhnya

Sementara makan dengan kulitnya bisanya di undang ke istana begitu juga gagal paskibraka dan juga tidak memiliki prestasi.

Ja’far satu satunya  anak bangsa bergelar Juara Dunia Tahun 2019 lewat penemuan sepektakulernya, sayangnya sejauhnya belum mendapat perhatian dari pemerintah atas gelar juaranya.

Sudah ada ribuan banyak pemberitaan lewat media baik media nasional dan international belum juga di dengar pemerintah, dan bahkan sudah melayangkan surat ke istana ingin bertemu, tapi belum ada tanggapan, suratnya telah dikirim disampaikan ke Kemenpora RI agar di jadwalkan, sebutnya pihak istana, Ja’far harus mencari tokoh bangsa, untuk merekomendasikan bisa bertemu Presiden, itu arahan pihak Istana, Deputi Bidang Kelembagaan dan Kemasyarakatan Segneg. Terkait hal itu, Ja’far kesulitan mencari rekomendasi tokoh bangsa untuk bisa bertemu Presiden Jokowi, hal ini diungkapnya kepada media ini.

” Iya benar, jadi saya kesulitan mencari rekomendasi untuk bertemu Presiden Jokowi,” kata Ja’far kepada media ini, Senin (28/10).

“Sebagai warga negara Indonesia, keinginan saya bertemu Pak Presiden bukan semata-mata minta dana, tapi ingin mempresentasikan temuan saya, di hadapan Pak Presiden dan Jajaran Menteri Kabinet Jilid II, sejak Bulan April 2019 kemarin sudah ditunggu, sampai saat ini belum diundang,” lanjut Ja’far.

Salah satu alasannya bertemu Presiden Jokowi dan Kabinet Kerja Jilid II Indonesia, menurut Ja’far, Indonesia Darurat Penyakit.

“Rakyat sakit Negara tidak bisa kuat” jika ingin negara kuat rakyat harus sehat, dengan cara pengobatan herbal, dengan di buka dan dikembangkannya herbal atau membuka Universitas Herbal ini jadi solusi otomatis defisit BPJS bisa berkurang, contohnya penyakit Diabetes atau penyakit Gula, kalau dia berobat sama dokter secara kimia, otomatis akhirnya cuci darah, kalau dengan herbal tidak kena komplikasi.
Contohnya lagi seperti luka, kalau sudah parah, dokter harus amputasi, sedangkan secara pengobatan herbal, tidak perlu amputasi, sehingga tidak jadi beban pemerintah, contah lagi dari penyakit diabetes, bisa kena mata, menjadi buta, akhirnya jadi beban pemerintah dan beban keluarga. Sedangkan semua penyakit bisa dicegah, bisa diobati dan disembuhkan.

Otomatis rakyat Indonesia, khusus petani herbal, bisa maju dan berkembang, dengan menanam tanaman herbal, dan hasil kelautan, otomatis GNP kita tambah naik.
Potensi obat herbal di Indonesia sebenarnya masih terbuka lebar, karena belum dimanfaatkan secara optimal. Indonesia bisa belajar dari China yang pengobatan tradisionalnya sudah maju, dimana anak Indonesia,”tambah Ja’far.

Sebut Ja’far, China merupakan negara pengguna pengobatan tradisional terbesar di dunia.

“Pengunaan herbal di China mencapai 50 Persen dari seluruh pengobatan. Umumnya negara di dunia hanya 35 Persen saja,” kata Ja’far, pakar herbal kulit untuk manusia dan hewan ĺuar dan dalam, dimana pemanfaatan herbal di Indonesia sebenarnya bisa mencontoh China, jika studi tentang tanaman obat semakin banyak. Bahkan, obat tradisional akan bisa setara dengan obat sintetik.

Diharapkan pemerintah jilid ke II, dengan program obat herbal temuan Ja’far, masyarakat dan tenaga kesehatan bisa lebih dekat dengan jamu yang bersumber dari hewan dan tumbuhan,” terangnya.

“Kabinet jilid ke II ini diharapkan fokus pada kesehatan rakyat, bila perlu gandeng penemu obat kulit bagi manusia dan hewan luar dan dalam, tapi sejauh ini belum ada pembicaraan detail tentang produksi obat secara massal dengan beliau. Ya, masih terbatas memberi ucapan selamat saja, belum ada yang memberikan apresiasi hadiah Juara Dunia dari Pemerintah Indonesia, dan begitu juga pernah diundang Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, sudah terlanjur berjanji kepada Ja’far untuk memfasilitasi semua izin dan pabriknya, hanya tinggal janji, menjadi kenangan terindah belum ditunaikan, sampai saat ini,” ungkap Ja’far lagi.

Justru, kata Ja’far, sejak ia tampil di acara Hitam Putih Trans 7, mulai banyak yang mengontak lewat IG, TWITTER, FB dan Whatshap sampai tidak terlayani lagi.

“Sudah banyak yang kontak, bahkan ada ribuan yang hendak minta dan membeli obat ini, kebanyakan dari luar negeri. Sayangnya, saya masih mengerjakannya secara konvesional, sehingga belum dapat memproduksi secara massal karena tidak ada apresiasi pemerintah Indonesia terkait prestasi ini,” terang Ja’far.

Diakui oleh Ja’far, sudah ada beberapa pihak koorporasi yang sudah menghubungi, namun sejauh ini belum ada yang cocok, alasannya, karena saya ingin, jika Allah berkehendak untuk dibuatkan pabrik, biarlah diisi oleh putra-putri negeri ini saja, tak perlu harus tenaga kerja asing, itu niat dan harapan saya,” pungkas Ja’far yang kini tengah sibuk dengan Duta Santripreneur Indonesia, mempersiapkan agenda Santri Enterpreneurship di Sumatera Utara.

Muhammad Ja’far Hasibuan dijuluki Tokoh Dunia, anak Indonesia yang diakui dunia karena penemuanya, obat kulit bagi manusia dan hewan luar dan dalam, yang dinamakan Biofar Shrimp Skin Care, artinya Bio Adalah Alami, Far adalah penggalan nama Penemu Ja’far Shrimp adalah udang halus kecil segar, berkembang biak di bawah bakau dan Skincare adalah mengindikasi penyakit kulit bagi manusia dan hewan, luar dan dalam, yang diproduksi oleh CV. Biofar Shrimp Skincare, yang bisa digunakan untuk hewan dan manusia, saat ini sedang viral Vidionya di Hitam Putih Trans 7.

Lanjutnya, “temuan saya ini sudah diakui dunia,” ucapnya.

Putera kelahiran Sumatera utara inipun viral di international, juga menjadi orang pertama di Asia, pada Pameran Teknologi Internasional China (Shanghai) dan (selanjutnya disebut CSITF), yang disetujui oleh dewan negara, diselenggarakan bersama oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Sains dan Teknologi, Kantor Kekayaan Intelektual Negara dan Pemerintah Kota Shanghai, Lembaga PBB yang mendukung yakni UNIDO, UNDP dan WIPO, dan diselenggarakan oleh Kamar Dagang Cina untuk Impor dan Ekspor Mesin dan Produk Elektronik, Pusat Pertukaran Teknologi Internasional Shanghai dan Donghao Lansheng (Group) Co, Ltd, adalah profesional tingkat nasional, khusus untuk perdagangan teknologi internasional.

Sekadar informasi, acara kegiatan CSITF ke-7 telah berlangsung pada 16-02 Juli 2019 di Shanghai World Expo Exhibition & Convention Center beberapa waktu yang lalu. Filosofi inti CSITF adalah “Teknologi Lebih Baik, Kehidupan Lebih Baik”, dengan tema “Pengembangan Berbasis Inovasi, Perlindungan Kekayaan Intelektual, Promosi Perdagangan Teknologi”.
SCITF bertujuan untuk secara aktif membangun tampilan otoritatif, pertukaran, dan platform layanan yang mempromosikan pengembangan perdagangan teknologi dan pelaksanaan strategi peningkatan inovasi, dengan mengintegrasikan daya ilmiah dan teknologi, serta prestasi inovasi di dalam dan luar negeri.

Ja’far memohon dukungan dari elemen masyarakat untuk bisa bertemu Jokowi.(Red)

Peringati Sumpah Pemuda, PMII Halsel Aksi Damai Sambil Nyalakan Lilin

HALSEL, CN – Peringatan Sumpah Pemuda dilakukan dengan cara berbeda oleh gerakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Halmahera Selatan (Halsel), aksi turun ke jalan dan orasi pada momentum bersejarah ini. PMII Halsel menggelar aksi di jalan raya  antara Desa Habibi dan Pante Mogga Labuha, Senin (28/10/2019) malam.

Aksi tersebut hanya diterangi cahaya lilin ditengah-tengah jalan, tepat di garis putih jalan aspal, yang sebagai simbol pemuda yang harus menjadi penerang dan pencerah rakyat Indonesia, aksi ini di kawal langsung oleh kepolisian Polres Halsel

Ketua Umum PC. PMII Halsel Muhlis Usman Menyampaikan  Pemuda Indonesia saat ini, cenderung berpikir pragmatis dalam mengambil keputusan dan tidak melalui proses analisis yang panjang, sehingga memunculkan keputusan yang sementara dan lebih transaksional. Hal itu tentu saja menyimpang dari apa yang dicita-citakan pemuda dulu, yang lebih mengedepankan idealisme, terutama dalam memperjuangkan nilai kemerdekaan.

“Pemuda harus taat dalam proses menempa diri, salah satunya dengan belajar di organisasi dan merevolusi mentalnya,” Teriak Muhlis saat berorasi

Salah satu Mantan Ketua Umum (Mantum) Bahmid Hakun, menghimbau bahwasannya semua pemuda harus ikut terlibat dalam sejarah kebangsaan.

“Pemuda harus ikut terlibat dalam sejarah pembangunan bangsa dan daerah,” Tandas Bahmid

Sementara itu, Susmiyanti, mengatakan tulisan atau coretan sejarah itu penting, seperti yang telah dilakukan oleh Budi Oetomo, Soekarno-Hatta, dan lain-lain. Pemuda masa kini harus mampu mengisi ruang kosong bangsa Indonesia, karena dengan mengisinya kita selaku pemuda ikut membangun bangsa dan daerah, demikian ikut pula menorehkan sejarah.

“Bangsa Indonesia harus mampu menjadi pelopor. Setidak-tidaknya ikut mendorong bangsa kita mampu mengkonsolidasikan negara dunia ketiga, untuk melakukan posisi perang dan posisi tawar terhadap negara-negara maju,” Tegas Susmiyanti (Red)

Ketua Tim Penggerak PKK Malut Buka Kegiatan Sosialisasi ILA

TERNATE- Ketua tim penggerak PKK Maluku Utara, Hj. Faonia J. Kasuba, membuka secara resmi acara sosialisasi Informasi Layak Anak (ILA) yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pemprov Malut, Senin (28/10) di grand dafam, Ternate.

Dalam sambutannya, Ketua tim penggerak PKK Malut mengungkapkan bahwa, dalam konteks pemenuhan hak sipil anak, informasi yang layak anak dapat diartikan sebagai tersedianya informasi yang bebas dari unsur kekerasan baik psikis, fisik maupun kekerasan verbal.

“Penting untuk diingat, bahwa informasi layak anak termasuk satu dari tiga indikator dalam klaster 1 Kabupaten/Kota layak anak yakni hak sipil dan kebebasan. Selama ini upaya pemenuhan kalster 1 masih terfokus pada indikator lain yakni Forum anak, baik tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota hingga Desa/Kelurahan. Olehnya itu sekarang saatnya untuk melakukan pemenuhan hak anak dalam ketersediaan informasi yang layak,” katanya.

Dirinya juga menyebutkan bahwa terdapat banyak cara untuk membantu menyediakan informasi layak anak, diantaranya dengan menyediakan internet ramah anak, membatasi akses anak terhadap conten di luar batas usia hingga mengajarkan anak melakukan aktivitas sosial.

“Dibutuhkan kerja sama berbagai pihak,  orang tua, pendidikan, masyarakat, LSM dan media untuk mendukung terwujudnya pemenuhan hak anak dalam bidang informasi. Terutama Media menjadi salah satu pendukung penting untuk menyebarkan berita dalam bahasa positif dan tidak bias, terisyimewa untuk pemberitaan tentang kekerasan (seksual) dengan korban ataupun pelaku anak,” jelasnya.

Meski demikian dirinya mengatakan bahwa, tidak dapat dipungkiri terkait dengan penyedia dan pengelola jaringan komunikasi juga memainkan peran penting.

“Diharapkan penyedia jaringan dapat benar-benar memberi batasan informasi yang diakses anak, begitu pula orang tua, harusnya dapat mendampingi anak dalam mengakses informasi seperti, nonton acara TV yang disesuaikan dengan usia anak,” tegasnya.

Sementara itu Asisten Deputi (Asdep) Pemenuhan Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Dr. Lies Rosdianti, mengatakan bahwa ketika kita berbicara mengenai anak, berarti sudah barang tentu kita berbicara mengenai masa depan bangsa Indonesia. Karena masa depan bangsa dan negara, terletak pada keberlangsungan hidup anak-anak saat ini.

“Kehidupan zaman semakin bertambah maju, tantangan anak di masa yang akan datang jauh lebih berat dan penuh kompetitif, dibandingkan dengan kita saat ini. Hal itu ditandai dengan kemajuan IPTEK, perubahan iklim global, SDA yang telah habis dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, kehidupan anak saat ini sebagai bekal di masa mendatang menjadi tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, dalam UU Perlindungan Anak terdapat 5 (lima) aspek yang harus dipenuhi antara lain, hak sipil dan kebebasan (setiap anak harus memiliki Akta Kelahiran dan informasi yang layak bagi anak), hak pendidikan, pengasuhan yang baik serta hak memperoleh kesehatan yang layak dan memberikan perlindungan khusus bagi anak-anak.

“Banyak hal positif yang harus kita berikan (penuhi) pada anak-anak kita, agar mereka bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Ini semua dilakukan agar anak dapat menjadi generasi penerus yang tangguh dalam meneruskan perjuangan dan menjaga kedaulatan NKRI,” jelasnya.

Dari sisi kuantitas jumlah, anak-anak Indonesia saat ini berada pada peringkat ke 4 Dunia, di bawah China, India dan Amerika Serikat.

“Kita harus mengejar dari sisi kualitasnya, sehingga anak-anak kita (Indonesia) memiliki daya saing di dunia internasional,” ucapnya.

Kegiatan yang berlangsung hanya 1 (satu) hari itu, diikuti oleh berbagai komponen masyarakat dan stackholder yang bergerak di bidang perlindungan anak dan perempuan.

Sekadar diketahui, usai acara pembukaan tersebut, dilanjutkan dengan pemaoaran materi dan diskusi yang dipandu langsung oleh kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Malut, Musrifah Alhadar. Dengan menghadirkan pemateri antara lain, Asdep Pemenuhan Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI; Dr. Lies Rosdianti dan salah satu perwakilan dari Diskominfo Malut. (Red)