Juara Dunia Muhammad Ja’far Hasibuan Ingin Bertemu Jokowi di Hari Sumpah Pemuda Ke 91 Namun di Abaikan

Jakarta, CN – Hari Sumpah Pemuda pada Senin 28 Oktober 2019, Muhammad Ja’far Hasibuan Juara 1 Dunia di Shanghai China, pemuda hebat yang berprestasi di International ini berkeinginan yang gigih ingin bertemu Presiden RI, sejauh ini belum mendapatkan perhatian diapun tidak di Undang 17 Agustus 2019 di Istana kemarin dan Hari Sumpah Pemuda Nasional Ke-91 yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dan akan menggelar acara bertajuk Malam Anugerah Kepemudaan 2019.

Acara ini mengambil tema ‘Bersatu Kita Maju’, Acara tersebut akan digelar di Jakarta Concert Hall iNews Jakarta, Senin (28/10/2019). Malam Anugerah Kepemudaan itu sekaligus akan menutup rangkaian Bulan Pemuda yang telah di-launching pada tanggal 1 Oktober yang lalu di Halaman Kantor Kemenpora.

“Di negeri ini sepertinya orang yang berprestasi kurang dihargai dan dibantu. Sementara anak pejabat nikah saja diberi bantuan dan hadiah,Sementara Seorang gadis asal Batam, Yusi Fadila, mendapat undangan ke Istana Negara bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Semua gara-gara video makan mangganya di Instagramnya viral.” keluhnya

Sementara makan dengan kulitnya bisanya di undang ke istana begitu juga gagal paskibraka dan juga tidak memiliki prestasi.

Ja’far satu satunya  anak bangsa bergelar Juara Dunia Tahun 2019 lewat penemuan sepektakulernya, sayangnya sejauhnya belum mendapat perhatian dari pemerintah atas gelar juaranya.

Sudah ada ribuan banyak pemberitaan lewat media baik media nasional dan international belum juga di dengar pemerintah, dan bahkan sudah melayangkan surat ke istana ingin bertemu, tapi belum ada tanggapan, suratnya telah dikirim disampaikan ke Kemenpora RI agar di jadwalkan, sebutnya pihak istana, Ja’far harus mencari tokoh bangsa, untuk merekomendasikan bisa bertemu Presiden, itu arahan pihak Istana, Deputi Bidang Kelembagaan dan Kemasyarakatan Segneg. Terkait hal itu, Ja’far kesulitan mencari rekomendasi tokoh bangsa untuk bisa bertemu Presiden Jokowi, hal ini diungkapnya kepada media ini.

” Iya benar, jadi saya kesulitan mencari rekomendasi untuk bertemu Presiden Jokowi,” kata Ja’far kepada media ini,  Minggu (27/10).

“Sebagai warga negara Indonesia, keinginan saya bertemu Pak Presiden bukan semata-mata minta dana, tapi ingin mempresentasikan temuan saya, di hadapan Pak Presiden dan Jajaran Menteri Kabinet Jilid II, sejak Bulan April 2019 kemarin sudah ditunggu, sampai saat ini belum diundang,” lanjut Ja’far.

Salah satu alasannya bertemu Presiden Jokowi dan Kabinet Kerja Jilid II Indonesia, menurut Ja’far, Indonesia Darurat Penyakit.

“Rakyat sakit Negara tidak bisa kuat” jika ingin negara kuat rakyat harus sehat, dengan cara pengobatan herbal, dengan di buka dan dikembangkannya herbal atau membuka Universitas Herbal ini jadi solusi otomatis defisit BPJS bisa berkurang, contohnya penyakit Diabetes atau penyakit Gula, kalau dia berobat sama dokter secara kimia, otomatis akhirnya cuci darah, kalau dengan herbal tidak kena komplikasi.
Contohnya lagi seperti luka, kalau sudah parah, dokter harus amputasi, sedangkan secara pengobatan herbal, tidak perlu amputasi, sehingga tidak jadi beban pemerintah, contah lagi dari penyakit diabetes, bisa kena mata, menjadi buta, akhirnya jadi beban pemerintah dan beban keluarga. Sedangkan semua penyakit bisa dicegah, bisa diobati dan disembuhkan.

Otomatis rakyat Indonesia, khusus petani herbal, bisa maju dan berkembang, dengan menanam tanaman herbal, dan hasil kelautan, otomatis GNP kita tambah naik.
Potensi obat herbal di Indonesia sebenarnya masih terbuka lebar, karena belum dimanfaatkan secara optimal. Indonesia bisa belajar dari China yang pengobatan tradisionalnya sudah maju, dimana anak Indonesia,”tambah Ja’far.

Sebut Ja’far, China merupakan negara pengguna pengobatan tradisional terbesar di dunia.

“Pengunaan herbal di China mencapai 50 Persen dari seluruh pengobatan. Umumnya negara di dunia hanya 35 Persen saja,” kata Ja’far, pakar herbal kulit untuk manusia dan hewan ĺuar dan dalam, dimana pemanfaatan herbal di Indonesia sebenarnya bisa mencontoh China, jika studi tentang tanaman obat semakin banyak. Bahkan, obat tradisional akan bisa setara dengan obat sintetik.

Diharapkan pemerintah jilid ke II, dengan program obat herbal temuan Ja’far, masyarakat dan tenaga kesehatan bisa lebih dekat dengan jamu yang bersumber dari hewan dan tumbuhan,” terangnya.

“Kabinet jilid ke II ini diharapkan fokus pada kesehatan rakyat, bila perlu gandeng penemu obat kulit bagi manusia dan hewan luar dan dalam, tapi sejauh ini belum ada pembicaraan detail tentang produksi obat secara massal dengan beliau. Ya, masih terbatas memberi ucapan selamat saja, belum ada yang memberikan apresiasi hadiah Juara Dunia dari Pemerintah Indonesia, dan begitu juga pernah diundang Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, sudah terlanjur berjanji kepada Ja’far untuk memfasilitasi semua izin dan pabriknya, hanya tinggal janji, menjadi kenangan terindah belum ditunaikan, sampai saat ini,” ungkap Ja’far lagi.

Justru, kata Ja’far, sejak ia tampil di acara Hitam Putih Trans 7, mulai banyak yang mengontak lewat IG, TWITTER, FB dan Whatshap sampai tidak terlayani lagi.

“Sudah banyak yang kontak, bahkan ada ribuan yang hendak minta dan membeli obat ini, kebanyakan dari luar negeri. Sayangnya, saya masih mengerjakannya secara konvesional, sehingga belum dapat memproduksi secara massal karena tidak ada apresiasi pemerintah Indonesia terkait prestasi ini,” terang Ja’far.

Diakui oleh Ja’far, sudah ada beberapa pihak koorporasi yang sudah menghubungi, namun sejauh ini belum ada yang cocok, alasannya, karena saya ingin, jika Allah berkehendak untuk dibuatkan pabrik, biarlah diisi oleh putra-putri negeri ini saja, tak perlu harus tenaga kerja asing, itu niat dan harapan saya,” pungkas Ja’far yang kini tengah sibuk dengan Duta Santripreneur Indonesia, mempersiapkan agenda Santri Enterpreneurship di Sumatera Utara.

Muhammad Ja’far Hasibuan dijuluki Tokoh Dunia, anak Indonesia yang diakui dunia karena penemuanya, obat kulit bagi manusia dan hewan luar dan dalam, yang dinamakan Biofar Shrimp Skin Care, artinya Bio Adalah Alami, Far adalah penggalan nama Penemu Ja’far Shrimp adalah udang halus kecil segar, berkembang biak di bawah bakau dan Skincare adalah mengindikasi penyakit kulit bagi manusia dan hewan, luar dan dalam, yang diproduksi oleh CV. Biofar Shrimp Skincare, yang bisa digunakan untuk hewan dan manusia, saat ini sedang viral Vidionya di Hitam Putih Trans 7.

Lanjutnya, “temuan saya ini sudah diakui dunia,” ucapnya.

Putera kelahiran Sumatera utara inipun viral di international, juga menjadi orang pertama di Asia, pada Pameran Teknologi Internasional China (Shanghai) dan (selanjutnya disebut CSITF), yang disetujui oleh dewan negara, diselenggarakan bersama oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Sains dan Teknologi, Kantor Kekayaan Intelektual Negara dan Pemerintah Kota Shanghai, Lembaga PBB yang mendukung yakni UNIDO, UNDP dan WIPO, dan diselenggarakan oleh Kamar Dagang Cina untuk Impor dan Ekspor Mesin dan Produk Elektronik, Pusat Pertukaran Teknologi Internasional Shanghai dan Donghao Lansheng (Group) Co, Ltd, adalah profesional tingkat nasional, khusus untuk perdagangan teknologi internasional.

Sekadar informasi, acara kegiatan CSITF ke-7 telah berlangsung pada 16-02 Juli 2019 di Shanghai World Expo Exhibition & Convention Center beberapa waktu yang lalu. Filosofi inti CSITF adalah “Teknologi Lebih Baik, Kehidupan Lebih Baik”, dengan tema “Pengembangan Berbasis Inovasi, Perlindungan Kekayaan Intelektual, Promosi Perdagangan Teknologi”.
SCITF bertujuan untuk secara aktif membangun tampilan otoritatif, pertukaran, dan platform layanan yang mempromosikan pengembangan perdagangan teknologi dan pelaksanaan strategi peningkatan inovasi, dengan mengintegrasikan daya ilmiah dan teknologi, serta prestasi inovasi di dalam dan luar negeri.

Ja’far memohon dukungan dari elemen masyarakat untuk bisa bertemu Jokowi (Red)

Masyarakat Minta PEMDA HALSEL Percepat Listrik 24 Jam Di Obi

HALSEL-CN, Masyarakat Kec. Obi, Kab. Halmahera Selatan, keluhkan masalah pemadaman listrik bergilir pasalnya hampir dua bulan pemadaman belum kembali normal.

Pemadaman listrik bergilir ini tidak di ketahui sebab dan akibat apa hingga terjadi pemadaman apakah perbaikan mesin, instalasi ataukah menunggu mesin, ini yang sering dikeluhkan masyarakat, namun belum lama ini ada informasi di awal Oktober  listrik 24 jam.

Kini Ada-ada saja PLN selalu memberikan informasi janji-janji palsu kepada masyarakat, bagaimana listrik 24 jam mau jalan di obi sementara pemadaman bergilir setiap malam tetap bergulir dan belum kembali normal.

Persoalan pemadaman listrik bergilir harusnya PLN menginformasi secara detail kepada masyarakat, agar masyarakat bisa paham tentang pemadaman listrik disebabkan karena adanya perbaikan instalasi dipemukiman ataukah mesin sedang rusak dan menunggu perbaikan.

Pantauan media cerminnusantara.com dilapangan kenyataan membuktikan bahwa pemadaman listrik bergilir ini disebabkan karena adanya gangguan enjeksin di salah satu mesin pembangkit hingga mebutuhkan waktu perbaikan maka PLN mengadakan pemadaman bergilir.

Saat konfirmasi pihak PLN M. Ridwan salah satu supervisor pembangkit Rayon Obi menyampaikan “bahwa memang betul ada pemadaman listrik bergilir tetapi kami sudah memberikan surat pengetahuan ke kepala-kepala desa dan masyarakat, pemadaman bergilir ini disebabkan gangguan enjeksin pada mesin kami sehingga PLN perlu melakukan pemadaman bergilir karena sementara perbaikan” kata dia.(25/10/2019)

lanjut dia “mesinnya saat ini sudah selesai perbaikan sudah tiga hari ini, dan kendalanya sudah tidak ada lagi ini kami buktikan saat pengetesan selama dua hari ini mudah-mudahan sampai seterusnya tidak ada kendala gangguan lagi” ujarnya.

Informasi listrik 24 jam yang beredar di masyarakat memang jelas dan ini di rencanakan oleh PEMDA HALSEL bekerjasama dengan PLN Are Ternate, listrik 24 jam ini di prioritas untuk wilayah Kayoa, Saketa, dan Obi.

Kecamatan Obi  rencana bulan Oktober listrik 24 jam bersamaan dengan Kayoa dan Saketa, akan tetapi ULP PLN Laiwui jangkauan pembangkit listriknya luas dan membutuhkan mesin 700 KVA, sebab wilayah di obi jumlah pemukimannya banyak, sehingga membutuhkan pengadaan mesian baru dari PLN Area Ternate.

“listrik 24 jam kami menunggu mesin yang di janjikan PLN area ternate cuman mesinnya tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan soalnya mesin yang ada itu KVA Nya sangat kecil dan tidak bisa digunakan pembangkit untuk wilayah ini harusnya memakai pembangkit yang cukup besar sekitar 700 KVA. baru kami bisa persiapkan listrik 24 jam” Kata Efendi Kepala ULP PLN Laiwui.

lanjut dia “mesin 700 KVA ini kami masih menunggu pengadaan dari area ternate untuk itu kami berharap kepada masyarakat Obi, mari sama-sama kita bersabar dan sambil menunggu pengadaan mesin baru dari PLN area ternate”

“Terkait soal pemadaman listrik untuk wilayah Obi sudah tidak lagi pemadaman karena mesinnya sudah normal kembali, mudah-mudahan tidak ada gangguan sambil kita menunggu mesin baru datang untuk di persiapan listrik 24 jam” centusnya.

Listrik 24 jam untuk Obi, masyarakat meminta campur tangan PEMDA HALSEL supaya bisa percepat pengadaan  mesin lampu 700 KVA dari PLN Area Ternate.

Masyarakat juga berharap dengan adanya rencana listrik 24 jam, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Halsel dapat persiapkan fasilitas perkantoran untuk PLN Rayon Obi karena kantor PLN Rayon Obi sementara berkantor di ULP PLN Laiwui dan harus adanya penambahan kru di ULP Laiwui dari PLN Area Ternate, agar nantinya aktifitas pelayanan Listrik 24 jam di Obi berjalan  dengan lancar.(Zul/Budi)

Kembalikan Berkas Pendaftaran, Muhaimin Syarif : Siap Bertarung Pada Pilkada 2020 – 2025

TALIABU, CN – Hi, Muhaimin Syarif, SE yang juga sebagai Ketua DPC Gerindra Pulau Taliabu, telah resmi mendaftarkan dirinya di Partai Nasional Demokrat ( NASDEM ) Pulau Taliabu, Rabu, 23/10/2019 Kemarin.

Penyerahan berkas pendaftaran tersebut diantarkan langsung oleh Amrin Angkasa dan Marleni Hj Asidu, keduanya yang juga merupakan kader Partai Gerindra menyambangi sekretariat Partai Nasdem Pultab untuk mendaftarkan Hi, Muhaimin Syarif Sebagai Bakal Calon Bupati Pulau Taliabu periode 2020 – 2025 mendatang.

Bakal Calon Bupati Pulau Taliabu, Muhaimin Syarif mengatakan, dengan dikembalikannya berkas pendaftaran, itu menandakan bahwa kami serius dalam mengikuti kompetisi pilkada Pulau Taliabu Pada 2020 nanti.

” berkas pendaftaran sudah di kembalikan dan itu wujud nyata keseriusan kami untuk ikut kompetisi merebut kursi 01 Di daerah Hemung sia – sia Dufu, ” Ungkapnya kepada media ini melalui Via Whatsaap Pribadinya. jumat, 25/10/2019.

Lanjutnya, dengan pengembalian berkas itu juga, kami akan menunggu apa lagi yang akan menjadi kewajiban ataupun syarat dari partai Nasdem untuk kami gerindra lengkapi terkait dengan kelengkapan berkas Bakal Calon Bupati Taliabu.

Berdasarkan informasi yang ia terima dari ketua Tim Koordinator Pemenangan, bahwa pada tanggal 24 – 31 itu kami harus memaparkan Visi – Misi kami di hadapan DPD Partai Nasdem atau yang mewakili tim penjaringan mereka, untuk itu saya tengah mempersiapkan diri untuk menghadiri agenda tersebut.

” Pemaparan visi – misi tersebut menurutnya adalah hal yang baik untuk mereka, agar mereka bisa memberikan jawaban awal kepada masyarakat atas apa yang menjadi dasar mereka maju sebagai calon Bupati Pulau Taliabu, ” jelas Ade Ucu, Sapaan Familiarnya.

Sementara itu Mustakim La Dee, selaku Ketua Koordinator Pemenang Bakal Calon Bupati Pulau Taliabu partai gerindra menyampaikan bahwa, Dengan dikembalikan berkas tersebut dipartai Nasdem, besar harapan semoga bisa di pertimbangkan oleh pengurus DPD dan DPW maupun DPP Nasdem untuk dapat mengusung Hj Muhaimin Syarif sebagai Calon Bupati Pulau Taliabu periode 2020 – 2025 dengan beberapa pertimbangan partai gerindra telah berkoalisi di parlemen pulau taliabu bersama – sama dengan PDIP, Berkarya, dan PKB. (Red)

PEMDA HALSEL Diminta Perbaiki Jembatan Obi Yang Rusak

HALSEL-CN, Masyarakat Kec. Obi minta PEMDA HALSEL perbaiki Jembatan Dusun turi yang rusak karena sudah tidak layak untuk dilintasi.

Jembatan dusun turi Desa Laiwui yang rusak membuat para pengendara roda dua dan roda empat terganggu dan berhati-hati saat melintasi, sebab jembatan rabat beton yang di buat itu ambruk (berlubang) dan rangka besi nampak terlihat, jembatan ini tidak layak untuk dilintasi oleh masyarakat akan tetapi apa boleh buat masyarakat tetap saja melintas karena beraktifitas sehari-hari dan memilih jembatan rusak untuk dilintasi agar lebih mudah sampai ke tempat tujuan.

Hal ini juga di sampaikan oleh ketua RT. 03 Alwi M. La Awa “jembatan itu sudah banyak orang yang jatuh, apalagi jembatan sudah berlubang besar dan tidak bisa di lewat oleh kendaraan roda dua apalagi roda empat itu sudah tidak layak, jadi harus di perbaiki baru bisa lewat” kata dia (23/10/2019)

Kerusakan jembatan banyak warga jadi korban akibat terjatuh, hal tersebut ada salah satu pegawai kesehatan sedang melintasi saat pulang kantor melintas jembatan tersebut tiba-tiba terjatuh, untungnya salah satu anggota Polsek yang tinggal berdekatan dengan jembatan berlari menyelamatkan dan membawakan ke puskesmas terdekat.

Peristiwa ini tidak memakan korban jiwa namun saja pegawai yang terjatuh mengalami patah tulang di pergelangan tangan dan dirawat di puskesmas.

Adanya masyarakat yang terjatuh maka PEMDA diminta untuk segera memperbaiki kerusakan jembatan sehingga aktifitas masyarakat saat melintasi jembatan berjalan dengan lancar dan tidak ada korban kesekian kalinya.

Dari pantauan media cerminnusantara.com jembatan darat rabat beton itu di bangun 2017 lalu kini sudah ambruk (berlubang) dan tidak bisa di pakai untuk melintas, buktinya saat pengendara roda dua melintas terjatuh dan mengalami pata tulang di pergelangan tangan, hingga di rawat di puskesmas.

Jembatan yang berumur baru dua tahun itu kini rusak dan butuh perhatian dari PEMDA untuk memperbaiki, hal senada ini disampaikan oleh salah satu toko masyarakat Desa Laiwui yang enggan di sebut namanya “saya heran jembatan ini dorang biking di tahun 2017 lalu, baru dua tahun saja jembatan sudah rusak berlubang mungkin campuran semen kurang jadi kurang kuat” kata dia.(Zul/Budi)

HKG PKK-KKBPK Kesehatan Ke-47 tingkat Provinsi Malut Pulau Taliabu Raih Juara 2

TALIABU, CN- TP-PKK Pulau Taliabu berhasil tampil sebagai Juara Umum ke dua dalam Lomba Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK-KKBPK Kesehatan Ke-47 tingkat Provinsi Malut.

Penghargaan diterima Ketua TP-PKK Kabupaten Pulau Taliabu Hj. Zahra Yolanda Mus, dalam acara penutupan rangkaian kegiatan HKG PKK-KKBPK Kesehatan Ke-47 yang berlangsung Jumat (25/10) di Bumi Saruma Halsel.

Keberhasilan TP-PKK Pulau Taliabu, sebagai juara umum ke-2 tahun ini, merupakan hasil kerjasama semua komponen pengurus PKK dari tingkat Kabupaten sampai tingkat Desa.

Pada perlombaan kali ini, TP-PKK Kabupaten Pulau Taliabu memenangkan sejumlah kategori perlombaan yang digelar TP-PKK Provinsi Malut, diantaranya Juara 2 Kategori Ibu Bupati Fashion show, Juara 2 Jambore, Juara 1 Kasida Juara 1 Kreasi Senam Trend, Juara 2 Lomba UP2K, Juara 2 Kader Posyandu yang diadakan di desa Salati beberapa waktu lalu, Juara 1 Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Desa Salati, Juara 2 lomba Live Musik.

Dengan memperoleh juara dua sebanyak 5 pada kategori lomba dan juara 1 sebanyak 3 mata kategori lomba, dewan juri memutuskan bahwa Kabupaten Pulau Taliabu, pada kegiatan HKG PKK-KKBPK Kesehatan Ke-47 di Halsel ini sebagai juara dua umum.

”Alhamdulillah, usaha tidak membohongi hasil, kita bisa meraih juara umum ke-dua pada pada kegiatan HKG PKK-KKBPK Kesehatan Ke-47 di Halsel kali ini,”kata Ny. Hj. Zahra Yolanda Mus.

Menurut Ny. Hj. Zahra Yolanda Mus, keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari dukungan moril maupun materil Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu dalam melaksanakan program-program PKK. Hingga itu, dirinya mengimbau untuk tidak cepat merasa puas dengan capaian yang telah didapat saat ini.

”Jangan terlalu ueforia dalam menyambut kemenangan tersebut, karena masih ada tahapan lebih tinggi yang akan dihadapi kedepannya,”paparnya.

Kedepannya, kegiatan PKK di Kabupaten Pulau Taliabu akan berperan serta dalam pembanguna bukan hanya pada kegiatan seremoni saja, namun kemeriahan tersebut haruslah menimbulkan semangat baru dan energi baru pada setiap gerak langkah PKK.“Semangat itu harus senantiasa dimiliki setiap kader, karena sebagai mitra pemerintah harus mampu menjadi pelopor keberhasilan pembangunan terutama bidang pemberdayaan perempuan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pulau Taliabu Ramli, menuturkan PKK sebagai organisasi perempuan memiliki peranan penting dalam memajukan pembangunan daerah, terutama memajukan kemandirian kaum perempuan di tengah-tengah masyarakat.

“Ibu-ibu PKK double gardan bagi pemerintah dalam menggerakkan roda pemerintahan. Mustahil keberhasilan kepala daerah tanpa didukung peranan PKK.

Saya berharap sinergisitas ini tetap terbangun, sehingga bisa terlaksananya proses pembangunan yang berkelanjutan di setiap daerah,” ujarnya. (Red)

Tutup HKG PKK Di Halsel, Sekertaris Provinsi Berikan Apresiasi Atas Pembangunan Di Halsel

LABUHA,CN- Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK-KKBPK Kesehatan, ke 47 tingkat Provinsi Maluku Utara (Malut) yang dilaksana di Kabupaten Halsel, Secara resmi ditutup oleh, Sekertaris Provinsi Bambang Hermawan mewakili Gubernur Malut. KH. Abdul Gani Kasuba.

Penutupan yang digelar di Depan Miniatur Istana Negara, pada Hari Jumat, 25 Oktober 2019 berlangsung meriah seperti halnya pembukaan yang dilaksanakan pada tanggal 23 Okteber kemarin.

Penutapan ini hadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Malut, Hj. Faunia H. Djauhar, Bupati Halsel, H. Bahrain Kasuba, Wakil Bupati Iswan Hasjim, Forkopimda Provinsi Malut, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Halsel, Hj. Nurlela Muhammad, Yeni Amelia, Forkopimda Halsel, Ketua TP PKK Sekabupaten/kota yang ada di Wilayah Provinsi Malut, Para pimpinan SKPD dilingkup Pemkab Halsel, serta para kontungen dari 9 Kabupaten/Kota Provinsi Malut.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Malut Hj. Faunia H Djauhar, mengucapkan terima kasih kepada semua Kabupaten/Kota yang telah ikut berpartispasi pada kegiatan HKG PKK KKBPK ke 47 tahun 2019 ini,dari mulai pembukaan sampai penutupan pada hari ini.

Istiri Gubernur Malut ini juga berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Halmahera Selatan atas pelayanannya dalam melayani 9 Kabupaten/Kota yang datang di Halsel.

“Terimah kasih kapada Pemda Halsel, dan juga Kontengan dari 9 Kabupaten/Kota yang telah ikut berpartispasi dalam acara HKG,”katanya.

Pada kesempatan ini, Bupati Halsel, H. Bahrain Kasuba mengatakan bahwa, kurang lebih satu minggu yang lalu para peserta dari berbagai Kabupaten/Kota berpartispasi dalam kegiatan HKG PKK KKBPK Kesehatan ke 47 tingka Provinsi Maluku Utara yang digelar Halsel, namun kini tiba saatnya harus berpisa.

“Saya harapkan perpisahan ini, bagian dari silaturahmi kita seluruh insan PKK di bumi Maluku Kieraha untuk membangun kehidupan keluarga yang harmonis dan berkualitas,”harapnya

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Utara dan seluruh jajaran yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Halsel, untuk menyelenggarakan kegiatan HKG KKBPK Kesehatan ke 47 tingkat Provinsi Maluku Utara tahun 2019.

“Sebuah kehormatan bagi kami dapat menjamu Bapak/Ibu peserta dari 9 Kabupaten/Kota se Provinsi Maluku Utara, dan bahkan dengan semangat kami membangun kawasan yang kami sebut dengan Sport Tourism And Shooping, yang didalamnya terdapat miniatur Jakarta,”jelas Bahrain.

Sebelum menutup sambutannya, Bupati memberikan satu pantun perpisahan kepada seluruh para kontingen dari 9 Kabupaten Kota.

“Jalan-jalan ke Daerah Buli singga makan pisang santang, jika Bapak/Ibu sudah kembali, jangan lupakan Halmahera Selatan,”tutup Bupati

Pada Kesempatan tersebut, Sekertaris Provinsi Malut Bambang Hermawan mengatakan bahwa, tim penggerak PKK merupakan mitra kerja pemerintah,sebagai unjung tombak bagi pembangunan dan pemberdayaan Masyarakat.

Lanjut Bambang, Sebagai organisasi yang berhubungan langsung dengan keluarga, PKK memiliki andil yang sangat besar dalam membina dan memaksimalkan anggota keluarga melalui kadernya.

“Keluarga merupakan fondasi awal dan modal dasar pembangunan, serta keluarga sebagai lingkungan pertama dalam kehidupan manusia, karena dari keluarga dapat dilahirkan generasi penurus bangsa yang dapat melanjutkan cita-cita dalam meraih masa depan untuk melanjutkan estafet pembangunan nasional khususnya pembangunan di wilayah provinsi Maluku Utara,”ungkap Bambang

Mantan Kepala Insektorat Kabupaten Halsel ini juga memberikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Provinsi dan 10 Kabupaten/Kota atas upaya dan langkah-langkah, yang meskipun dalam keterbatasan tetapi mampu menyelenggarakan Kegiatan HKG ini.

“Terimah Kasih, saya ucapkan kepada seluruh Bupati dan Walikota atas perannya, yang telah mengikut sertakan seluruh Tim Penggerak PKK, untuk dapat mengikuti HKG ke 47 di Kabupaten Halsel,”katanya

Bambang juga menguncapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Halsel atas kesediaannya menjadi tuan rumah pada pelaksanaan HKG tingkat Provinsi Maluku Utara, yang berlangsung dari tanggal 23 sampai 25 Oktober 2019.

“Gebrakan yang diberikan oleh Pemerintah daerah Halmahera Selatan dalam menyiapkan kawasan GBK sebagai pusat pelaksanaan adalah sebuah terobasan yang patut diapresiasi positif, karena kedepan kawasan tersebut akan menjadi tempat kegiatan ekonomi baru dikawasan kota labuha,”tutup Bambang.

Pada HKG PKK KKBPK Ke 47, Halsel Keluar sebagai juara umum. (Red)