Hari Bhayangkara Ke-74, Polda Malut Gelar Upacara dan Syukuran

TERNATE, CN – Kepolisian Daerah Maluku Utara (Polda Malut) menggelar Upacara dan Syukuran di Hari Bhayangkara Ke-74 dengan sederhana, dengan tetap memperhatikan Protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19.

Hari Bhayangkara Ke-74 kali ini mengangkat tema ‘Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Semakin Produktif.’ dengan situasi pandemi Covid-19, Polri melaksanakan Upacara dengan metode Virtual yakni dengan menggunakan sarana ‘Video Conference’ yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo selaku Inspektur Upacara yang didampingi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Aziz, M.Si bertempat di Istana Negara, dan diikuti oleh seluruh Satuan Polri ditingkat Mabes Polri, Polda, dan Polres yang dilaksanakan di masing-masing mako dengan menghadirkan Forkopimda di masing-masing daerah.

Sementara itu, Polda Maluku Utara sendiri melaksanakan Upacara Hari Bhayangkara Ke-74 di Aula Kieraha Polda Maluku Utara, rabu (1/7/2020) pagi tadi.

Upacara tersebut, dihadiri oleh Kapolda Maluku Utara, Gubernur Maluku Utara, Danrem 152 Babullah, Kajati Maluku Utara, Kabinda, Wakapolda Maluku Utara, Danlanal Ternate, Kepala BNN Maluku Utara, 7 (Tujuh) Perwakilan Pejabat Utama Polda Maluku Utara, 3 (Tiga) personel pembawa Pataka Polda Maluku Utara dan 2 Personel penerima penghargaan, serta diikuti oleh Pejabat Utama Polda Maluku Utara lainnya yang bertempat diruangan berbeda untuk menghindari kerumunan.

Setelah rangkaian Upacara Hari Bhayangkara Ke-74 selesai, dilanjutkan dengan Syukuran yang dilaksanakan secara sederhana dan dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. RIKWANTO, S.H., M.Hum yang dihadiri oleh Gubernur Malut, Wakapolda Malut, Danrem 152/Babullah, Kajati Malut, Kabinda Malut, Danlanal Ternate, Kepala BNN Malut, Sultan Tidore, Ketua Ombusman Malut, Ketua MUI Malut, Kakanwil Agama Malut, Ketua KBPP Polri Malut, Kabag umum Kemenkuham, Ketua Bhayangkari Daerah Malut, Pejabat Utama Polda Malut dan Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Kapolda Maluku Utara menyampaikan ucapan terimakasih dalam partisipasi Hari Bhayangkara Ke-74 ini dan berharap Polri kedepan semakin baik dan semakin dicintai masyarakat.

“Tidak ada kata lain, Polri ini diciptakan untuk membantu masyarakat dan jangan pernah lupakan itu,” pesan Kapolda.

Kapolda bilang, Pakaian yang polisi gunakan,bukan untuk gagah-gagahan, tapi pakaian tersebut digunakan untuk membantu masyarakat.

“Oleh karena itu, Kami di Polda Maluku Utara mohon doa restu semoga Polri khususnya Polda Maluku Utara bisa lebih baik kedepannya dan lebih mengabdi lagi kepada masyarakat, Bangsa dan Negara,” pintanya.

Tambah dia, Dalam menjaga dan merawat stabilitas kamtibmas guna terciptanya produktifitas masyarakat di Maluku Utara, pihaknya sangat mengharapkan dukungan dan bantuan serta doa dari semua pihak, baik dari eksekutif, legislatif , maupun unsur TNI serta semua komponen masyarakat yang ada mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat, hal ini mutlak dilakukan karena tanpa dukungan dan sinergitas yang baik, sangatlah mustahil untuk mencapai kondisi kamtibmas yang aman, nyaman, damai dan harmoni seperti yang kita idamkan.

“Untuk semua pihak yang selama ini telah memberikan dukungannya dan bantuan dalam pelaksanaan tugas kami untuk menjaga dan memeliharra stabilitas kamtibmas di Provinsi Maluku Utara diucapkan banyak terimakasih,” tutup Kapolda.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara dalam sambutannya menyampaiakan rasa Syukur karna selama perjalanan Polri sampai saat ini, Gubernur Maluku Utara masih bisa diberikan kesempatan Untuk Mengikuti Upacara HUT Bhayangkara Ke-74 Tahun 2020.

“Selamat Hari Ulang Tahun Bhayangkara Ke-74, mudah-mudahan kedepan lebih sukses dan semakin jaya serta dicintai Rakyat,” harap Gubernur. (Ridal CN)

BNNK Jaktim Gelar Kerjasama Dengan Lapas Perempuan Kelas II A Jaktim

Jakarta, CN – Kepala BNNK Jakarta timur AKBP Yuanita Amellia Sari lakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan KaLapas Perempuan Kelas IIA Jakarta Timur Herlin Chandrawati,Rabu (1/7). Kegiatan kerjasama yang di gelar di Lapas Perempuan Kelas IIA, Jl.Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu, Jakarta Timur Dalam rangka sinergitas program P4GN di Lapas tersebut.

“Kerjasama Dalam bidang pencegahan, pemberdayaan, rehabilitasi dan deteksi dini.dengan kegiatan tes urin, operasi sesuai kebutuhan dengan sasaran warga binaan Lingkungan Kantor Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta Timur,” jelas Yuanita.

Penandatangan Kerjasama ini kata Yuanita diikuti juga oleh Kapolsek Duren Sawit,Danramil Duren Sawit dan LPK Puspa Antariksa.

“Selain tes urin pegawai Lapas sebanyak 130 orang.disamping itu kita juga tinjau hasil produk warga binaan yang berupa taman bacaan, berkebun,dan budidaya ikan lele sebanyak 1.000 ekor,” sambung Yuanita.

Yuanita menjelaskan kalau warga binaannya 70% adalah akibat kasus narkotika. Salah satu artis Angelina Sondakh yang ikut menjadi warga binaannya juga berhasil membuat kegiatan positif dan produktif, namun perlu adanya dukungan buku mengenai bahaya narkoba untuk mengisi taman bacaan yang mereka kelola. (Dody CN)

Patroli Skala Besar Dilakukan Sat Brimob di Hari Bhayangkara Ke 74

MEDAN, CN – Guna menciptakan situasi Kamtibmas di Hari Bhayangkara yang ke 74 ini, personil Sat Brimob Polda Sumut laksanakan patroli dalam skala besar di wilayah Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/7/2020).

Pada pelaksanaan giat patroli rutin yang di lakukan dalam skala besar kali ini, dalam rangka menjaga Kamtibmas yang Kondusif di wilayah Hukum Polrestabes Medan. Dengan melibatkan 50 orang personil dari Kompi 3 dan Kompi 4 Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut.

Di pimpin Wadanki 3 Yon C Iptu Imanuel Sembiring, S.H., patroli tersebut menyusuri jalanan protokol Kota Medan, di antaranya Jln. Sudirman, Jln. Diponegoro, Jln. Pengadilan, Jln. Raden Saleh, dan Jln. Balai Kota Medan.

Selanjutnya, para personil juga menyusuri Jalan Putri Hijau, Jln. Guru Patimpus, Jln. Gatot Subroto, Jln. Sei Kambing, Jln. Sunggal, Jln. Setia Budi, Jln. Dr. Mansyur, serta Jln. Jamin Ginting, di akhiri kembali ke Mako Sat Brimob Polda Sumut.

Pada giat patroli ini, Sat Brimob Polda Sumut juga menurunkan beberapa armadanya, di antaranya 10 Unit Randis R2, 1 unit Ranjab R4, 1 unit Publik Address, 1 unit Wolf, dan 1 unit Truk Angkut, serta bersenjata lengkap.

Informasi yang berhasil di himpun, Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol. Abu Bakar Tertusi, S.I.K., S.H., melalui Wadanki 3 Yon C Iptu Imanuel Sembiring, S.H. menjelaskan, kegiatan tersebut di lakukan untuk menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif.

“Sebenarnya ini giat rutin yang selalu kita laksanakan, bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke 74 ini. Tujuannya untuk menciptakan Sitkamtibmas di Kota Medan. Demi keamanan dan kenyamanan di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Hasil yang di capai dari giat tersebut membuahkan respon positif di kalangan masyarakat Kota Medan. Sehingga, suasana Kamtibmas benar-benar terbukti di masyarakat. ( Hendra CN )

Peringati Hari Jadi Kota Medan Ke 430, Akhyar: Saya Minta Maaf Jika Pelayanan ke Masyarakat Belum Maksimal

MEDAN, CN – Hari Jadi Kota Medan ke-430 tahun 2020 yang juga bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke 74 dilakukan secara virtual. Bertempat Command Center Balai Kota Medan, Rabu (1/7/2020).

Pada kesempatan ini, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si. bertindak sebagai inspektur upacara. Dengan di hadiri unsur Forkopimda, Plt Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Hj. Nurul Khairani Akhyar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Medan Ny. Ismiralda Wiriya Al Rahman, Kepala OPD di lingkungan Pemko Medan, serta Camat se Kota Medan.

Mengawali arahannya, Akhyar mengaku bersyukur, di usia ke-430, Kota Medan telah mengalami banyak kemajuan dan perkembangan pesat, sehingga mampu menjadikannya kota terbesar ketiga di Indonesia.

Meski demikian, menurut Akhyar, masih banyak hal yang harus dibenahi khususnya dalam pembangunan kota, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat Kota Medan.

“Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, kita dapat memperingati HUT Kota Medan ke-430. Ini bukanlah waktu yang sebentar, telah banyak tantangan dan rintangan yang dilalui, sehingga Kota Medan kini menjadi kota metropolitan,” kata Akhyar didampingi Sekda Kota Medan Ir Wiriya Al Rahman MM.

Dalam upacara yang mengusung tema “Sinergitas Nilai Kebangsaan Dan Kebersamaan Untuk Bergerak Maju Bersama Demi Medan Rumah Kita Dalam Tatanan Kebiasaan Baru Di Masa Pandemi“ Akhyar menuturkan, Kota Medan saat ini dihadapkan dengan tantangan menghadapi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang membuat peringatan Hari Jadi Kota Medan ke-430 harus dilakukan secara virtual.

“Pandemi yang tengah melanda Indonesia termasuk Kota Medan merupakan ujian bagi kita semua. Saya berharap, kondisi itu tidak melemahkan semangat kebersamaan dan gotong royong kita untuk bahu-membahu menghadapinya. Sebab, sejumlah langkah strategis telah kita siapkan untuk penanganan agar berjalan maksimal dan efektif,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Akhyar menghimbau seluruh jajaran di Pemko Medan agar mampu mengajak masyarakat menjalankan kultur kehidupan baru di tengah pandemi.

“Saya minta kepada seluruh pimpinan OPD, camat, lurah hingga kepala lingkungan untuk bergotong royong terus menyuarakan dan mengedukasi masyarakat, agar patuh dan taat menjalani protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, yakni wajib mengenakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, selalu sedia hand sanitizer dan tetap menjaga jarak,” pesannya.

Menyinggung Pilkada yang akan di selenggarakan pada 9 Desember mendatang, mantan anggota DPRD Medan tersebut mengungkapkan Pemko Medan siap mendukung dan mensukseskan jalannya pesta demokrasi tersebut.

“Penyelenggaraan pilkada yang sukses merupakan cikal bakal kemajuan kota. Maka dari itu, mari kita kawal dan awasi bersama pelaksanaannya,” ajaknya.

Mengakhiri sambutannya, Akhyar tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimda yang telah mendukung dan membantu Pemko Medan dalam menghadapi berbagai persoalan.

Begitu juga dengan seluruh aparatur pemerintahan di lingkungan Pemko Medan, atas kerja keras dan kontribusi yang diberikan khususnya dalam melayani masyarakat, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Dinas Kesehatan Kota Medan, Dinas Pencegah Dan Pemadam Kebakaran Kota Medan, Satpol PP Kota Medan, RSUD Dr Pirngadi beserta seluruh tenaga medis dan kesehatan, camat, lurah, kepling, unsur TNI-Polri serta seluruh masyarakat yang berpartisipasi menangani Covid-19.

Ucapan terima kasih juga secara khusus disampaikan Akhyar kepada masyarakat Kota Medan atas dukungan dan kontribusi untuk Kota Medan.

“Kepada seluruh masyarakat Kota Medan yang kita cintai, mari terus lakukan yang terbaik untuk Medan Rumah Kita. Hal baik, walau kecil yang dilakukan, berdampak besar bagi kemajuan Kota Medan,” harapnya, seraya menyampaikan maaf jika pelayanan yang diberikan belum sepenuhnya dapat memuaskan masyarakat. ( Hendra CN )

Kepala Kepolisian RI Minta Maaf Kepada Masyarakat Bila Kinerja Polri Belum Maksimal

TERNATE, CN – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis meminta maaf kepada masyarakat apabila selama bertugas, jajarannya belum dapat memenuhi ekspektasi yang ada.
 
Melalui Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Adip Rojikan, rabu (1/7/2020) menyebut, Hal itu diungkapkan Kapolri saat memberi sambutan dalam perayaan Hari Bhayangkara ke-74 yang digelar secara virtual dengan jajaran Polda dan Polres di Gedung Bareskrim Polri, di Jakarta.
 
“Dalam kesempatan ini saya memohon maaf kepada masyarakat seluruh Indonesia apabila ada kinerja atau hal-hal yang belum bisa membuat ekspektasi masyarakat senang sama Polri,” kata Kapolri dalam sambutannya.
 
Meski demikian, Jenderal polisi berbintang empat itu merasa bahwa dirinya selalu memikirkan untuk bertindak dan berbuat yang terbaik untuk institusi kepolisian. Dia pun menyinggung penilaian masyarakat terhadap Polri dapat dikatakan baik dengan mencapai 82 persen. Oleh sebab itu, menurut dia hal tersebut perlu dipertahankan.

“Karena itulah modal dasar kami sehingga kami dicintai oleh masyarakat,” tambah Idham.
 
Dalam pidatonya, Idham juga mengatakan selama ini polisi yang bertindak baik belum tentu dimaknai baik oleh masyarakat. Oleh sebab itu, dia mengingatkan jajarannya agar tidak sekedar baik, melainkan menjadi yang terbaik.
 
Selepas perayaan Hari Bhayangkara, mantan Kapolda Metro Jaya ini kembali menyinggung permohonan maaf itu kepada awak media. Harapan dia, meski ke depannya banyak tugas-tugas menumpuk untuk kepolisian, namun nantinya tetap dapat dicintai oleh masyarakat.

“Kami akan benahi (kekurangan institusi), sehingga ke depannya Polri semakin dicintai masyarakat,” pungkasnya.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta dengan tegas agar Polri mengutamakan keselamatan rakyat dalam melakukan penindakan hukum. Menurutnya, tindakan persuasif dan humanis harus diutamakan.
 
Jokowi menyampaikan itu saat menjadi Inspektur Upacara di hari peringatan HUT Bhayangkara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7/).

“Perlu saya tegaskan keselamatan rakyat adalah yang utama, keselamatan rakyat hal tertinggi, lakukan secara persuasif dan humanis,” kata Jokowi.
 
Arahan Jokowi itu bukan berarti meminta Polri menjadi lebih lunak, tapi tetap harus tegas. Selain itu, dia meminta agar Polri menjaga profesionalitas sebagai penegak hukum yang mengutamakan keselamatan rakyat. (Ridal CN)

Aliansi Mahasiswa IAIN Ternate Sebut SK Rektor Tidak Demokratis dan Sangat Bebankan Mahasiswa

TERNATE, CN – Aliansi Mahasiswa IAIN Ternate menyebut Surat Keputusan (SK) Rektor No. 133 Tahun 2020 Tentang Mekanisme Keringanan Uang kuliah Tunggal Bagi Mahasiswa Atas Dampak Bencana Wabah Covid 19, tidak demokratis dan sangat membebankan Mahasiswa.

Pasalnya, dalam SK Rektor tersebut telah ditetapkan bahwa Keringanan uang kuliah Tunggal (UKT) hanya dikurangi 10% (Sepuluh persen) dari tarif UKT yang di bayarkan oleh masing-masing mahasiswa.

Koordinator Aliansi Mahasiswa IAIN Ternate, Nafhiar Kuthani menyebut, ditengah merebaknya wabah Pandemi Covid-19, kita dipertontontonkan dengan segala bentuk kegagalan yang di lakukan oleh pemerintah, tidak terkecuali kampus berbasis riset dan pendidikan yang lamban dan gagap menghadapi situasi ini. Segala bentuk kegiatan perkuliahan dialihkan menjadi sistem daring (online) sesuai dengan anjuran untuk physical distancing dan social distancing.

Bukan tanpa masalah, kata dia, hal ini telah menimbulkan berbagai polemic, mulai dari tidak diseragamnya aplikasi perkuliahan, tidak hadirnya dosen dalam kuliah online, Infrastruktur jaringan Yang tidak merata di Desa (kampong), hingga membebankan mahasiswa dengan Kuota jaringan yang sangat mahal dan penggantian pertemuan dengan tugas yang menumpuk.

“Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan besar bagi kami sebagai mahasiswa, ditengah pandemi ini, kita tidak hanya berhadapan dengan virus atau penyakit, tapi kita diperhadapkan dengan krisis pangan, harga pertanian turun drastis di tangan para petani, akan tetapi melonjak tinggi di pasaran, banyak buruh yang diberhentikan, banyak para pekerja informal dan nelayan yang kehilangan pekerjaannya,” kata dia kepada wartawan cerminnusantara.co.id, rabu (1/7/2020) siang tadi.

Lanjut dia, Bagimana bisa kampus Yang berbasis riset dan kemanusiaan di tengah wabah pandemik gagal mewujudkan biaya pendidikan Gratis, Hal ini di buktikan melalui Surat Keputusan Rektor IAIN Ternate Nomor : 133 tahun 2020 Tentang mekanisme keringanan Uang kuliah Tunggal Bagi mahasiswa atas Dampak bencana Wabah covid 19, menetapakan bahwa Keringanan uang kuliah Tunggal UKT hanyalah 10% (Sepuluh persen) dari tarif UKT yang di bayarkan oleh masing-masing mahasiswa.

“Kami menilai bahwa surat keputusan Rektor tersebut tidak Demokratis dan sangat membebankan mahasiswa karena, Tanpa melibatkan mahasiswa dan Tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi papa-mama di kampung dalam situasi pandemi seperti skarang ini,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini mereka melihat bahwa perguruan tinggi mereka disiapkan untuk kepentingan pasar bukan kepentingan rayat. Wabah ini, kata dia, telah menunjukan kepada mereka semua bahwa pendidikan di IAIN Ternate hanya mengejar SKS, IPK, Nilai dan angka.

“Kita terperangkap dengan adagium ‘ilmu untuk ilmu’ yang sejatinya mengandung selubung liberalisme. Kita bangga dengan ‘jargon’ universitas riset terdepan, tapi temuan apakah yang berhasil mengangkat rakyat dari jerat kemiskinan, atau hal apakah yang berhasil ditemukan untuk membasmi pandemi ini. Birokrasi kampus perlu merumuskan ulang sistem seperti apa yang harus digunakan di tengah situasi seperti ini,” ujarnya.

Lebih jauh dirinya menyebut, sisi di tengah riuh perlawanan terhadap pandemi ini, Banyak mahasiswa yang mempertanyakan kemana uang kuliah tunggal (UKT) yang telah mereka bayarkan di saat pengajaran intensif yang seharusnya mereka dapatkan tidak terpenuhi, dikarenakan ketika kegiatan perkuliahan dialihkan menjadi sistem daring (online) fasilitas kampus tidak di pergunakan, tidak ada akses internet gratis dari kampus, akses polikllinik kesehatan tidak di gunakan, pusat kegiatan mahasiswa yang membantu menunjang kegiatan kreatifitas, seni dan akademik pun tidak di pergunakan.

“Atas kondisi objektif yang kami hadapi ini, maka kami Aliansi Mahasiswa IAIN Ternate bersatu menuntut kepada Rektor IAIN Ternate agar segera cabut Surat Keputusan No. 133 tahun 2020 Tentang mekanisme keringanan Uang kuliah Tunggal Bagi mahasiswa atas Dampak bencana Wabah covid 19, segera gratiskan biaya UKT selama pandemi, libatkan mahasiswa dalam pengambilan kebijakan, berikan despensasi pembayaran UKT tanpa ada syarat, transparasi anggaran Kampus, berikan Fasilitas Penunjang kulia daring berupa kouta setiap Bulan, wujudkan demokratisasi kampus, dan yang terakhir kami menolak dengan tegas Surat Keputusan Menteri Agama(KMA) Nomor : 515 tentang keringanan uang kuliah tunggal(UKT) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri atas Dampak bencana wabah covid,” tutupnya. (Ridal CN)