Jelang Pilkada, Kapolda Malut Tegaskan Anggota dan ASN Polri Harus Netral

TERNATE, CN – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum, didampingi Wakapolda Malut Brigjen Pol. Lukas Akbar Abriari, S.I.K., M.H, serta Pejabat Utama Polda Malut melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) yang bertempat di Polres Tidore Kepulauan, Rabu (12/8/2020).

Kunker Kapolda Malut di Polres Tidore Kepulauan ini dalam rangka tatap muka dengan Personel serta dalam menjaga situasi Kambtibmas dalam Masa Covid-19 untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan dan kesiapan dalam menghadapi Pilkada serta peninjauan perkembangan Pembangunan SPN Polda Malut Gurabati Tidore Kepulauan.

Saat Pelaksanaan Tatap Muka di Mapolres Tidore Kepulauan, Kapolda Malut menyampaikan untuk situasi Wilayah Maluku Utara masih Kondusif dan di Tidore Kepulauan ini dapat dikatakan Religius. Namun tidak boleh terlena serta ditengah Pandemi Covid-19 Polri dapat membantu tugas pemerintah dalam berupaya memulihkan kembali situasi ekonomi.

“Situasi Covid-19 yang berdampak pada ekonomi untuk itu pemerintah kembali memulihkan stabilitas ekonomi dengan membuka kembali aktifitas di kehidupan Masyarakat, untuk itu Polri dalam hal ini Polda Malut beserta jajaranya dapat membantu Pemerintah dengan melakukan penanganan Covid-19 berupa protokol Kesehatan tetap diterapkan,” ucap Kapolda.

Kapolda menambahkan, dalam menjelang Pilkada yang berlangsung Lima Tahun sekali harapanya semua anggota Polda dan Polres jajaran dapat menangani semua permasalahan yang ada.

“Menjelang Pilkada nantinya kepada Personel Polri dan ASN Polri harus Netral,” tegas Kapolda.

Kegiatan Kunker ini dikemas dengan rangkaian kegiatan Gowes dan Pemberian Sembako kepada Masyarakat Tidore Kepulauan bagi yang membutuhkan. (Ridal CN)

Akibat Pamdemi, Bupati Aceh Singkil Tutup Sekolah Sementara

Aceh Singkil, CN – Surat Bupati Aceh singkil nomor: 420/1101 melalui Wakil Bupati menghimbau agar Sekolah khusus di Aceh Singkil di tutup sementara karena pademik Corona Virus (COVID-19 ).

Sesuai dengan himbaun tersebut bukan berarti belajar juga di tutup karena belajar tetap bisa Secara Jarak Jauh (SJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR).

Selain itu, mengingat situasi juga kondisi di Kabupaten Aceh Singkil tentang penyebaran wabah Corona Virus (Covid-19) yang saat mengancam, maka untuk sementara Sekolah untuk sementara di tutup.

Namun para siswa /i Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan SMP maso bisa belajar dari rumah sama halnya terkait Sekolah Paket C atau B untuk sementara belajar mengajar melalui Daring Vidcell dengan cara
pembelajaran jarak jauh atau tetap di rumah saja.

Lanjutan tentang Sekolah Dayah Pondok Pesantren yang menutup sementara tapi jika Sekolah tetap di buka, maka tetap mematuhi anjuran pratokol Kesehatan Aceh Singkil melalui surat yang di tanda tangani oleh Sazali S.sos Wakil Bupati Aceh Singkil pada Tanggal 12 Agustus 2020.

Berdasarkan surat tersebut. Maka seluruh Intansi terkait memaklumi situasi di Kabupaten Aceh Singkil tentang penyebaran wabah Corona virus (COVID-19) yang sudah mencapai 19 kasus positif di Aceh Singkil. (Aiyub CN)

Berkarya Akhirnya Berlabu di Usman-Bassam, Geser Bahrain Kasuba

JAKARTA, CN – AKhirnya DPP Partai Beringin Karya (Berkarya) Memberikan Persetujuan kepada Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Hi Udman Sidik dan Hasan ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) di pilkada Kabupaten Halmahera Selatan.

Dalam Penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati di kabupaten halmahera selatan provinsi maluku utara (Malut) maka Partai Beringin Karya Memberikan persetujuan kepada Paslon Usman-Sidik.

Kepastian dukungan dan rekomendasi Partai Berkarya kepada bakal pasangan calon yang disingkat Usman-Basam itu dilihat dari Surat Keputusan dengan Nomor: SK-001/DPP-BERKARYA/VIII/2020 tentang Persetujuan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

Dalam Surat Keputusan tersebut bahwa, Ketua DPP Partai Beringin Karya (Berkarya) muchdi Purwopranjono menyampaikan, berdasarkan usulan Dewan pimpinan Wilayah Partai Beringin Karya (Berkarya) Provinsi maluku utara, Maka Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Beringin Karya memberikan persetujuan kepada pasangan calon Bupati dan wakil bupati, Hi Udman Sidik dan Hasan ali Bassam Kasuba di Pilkada Halmahera Selatan Periode 2020-2025. (Red/CN)

Pekerjaan Proyek Belum Selesai, PNS di Halsel Jadi Kuli

HALSEL, CN – Proyek pembangunan pasar Moderen Di Desa Tuwokona Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menjadi sorotan.

Pasalnya, pekerjaan Proyek Pasar Modern senilai 150 milyar di tangani Calon Wakil Bupati Halsel Lutfi Mahmud yang berpasangan dengan Bahrain Kasuba belum juga selesai.

Dari pantauan Media Cerminnusantara.co.id Rabu (12/08/20) Proyek pembangunan Pasar Modern senilai 150 milyar di tangani oleh Lutfi Mahmud sampai pada finishing dan pembersihan belum juga selesai, sehinga Sekda Halsel perintahkan PNS di Dinas Perkim dan PUPR Halsel bahkan semua PNS di Kabupaten Halmahera Selatan melakukan Kerja Bakti.

Kerja bakti yang di lakukan PNS Dinas Perkim dan PUPR di Proyek pembangunan Pasar Moderen ialah berupa Finising dan pembersihan.

Pekerjaan yang melibatkan PNS di Dinas Perkim dan PUPR Halsel di karenakan masa proyek yang hampir berakhir dan mau di gunakan. Padahal di ketahui proyek tersebut belum ada penyerahan antara pihak kontraktor dan Pemda Halsel.

Selain itu, ungkap salah seorang warga Desa Tuwokona Kepada Awak Media bahwa para ASN di Pemkab Halsel sudah sama sepertu Budak. Padahal proyek seperti itu sudah pasti ada biaya finising yang harus diselesaikan oleh pihak kontraktor.

“PNS di Halsel ini kaya budak, Pekerjaan yang seharusnya di selesaikan oleh kontraktor malah harus di kerjakan oleh Para Pegawai di Halsel,” pungkasnya. (Red/CN)

AMIPHJ Minta KPK Usut Tuntas Kasus Gratifikasi Melibatkan Bupati Halsel

JAKARTA, CN – Dugaan Kasus suap dan Gratifikasi pemberian Mobil antara pihak kontraktor dan Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Bahrain Kasuba sudah berlangsung sejak 2018.

Adapula Kasus suap Gratifikasi yang menjadi trend di Kabupaten Halmahera Sealatan diduga melibatkan para pejabat dan kontraktor di Kabupaten Halmahera Selatan atas sejumlah proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Halsel. Hal ini, memberikan sinyal agar KPK lebih tegas untuk memberantas seluruh oknum yang diduga terlibat.

Kepada Media Cerminnusantara.co.id, Rabu (12/8/2020) Koordinator Aliansi Mahasiswa Indonesia Patut Hukum Jakarta (AMIPHJ) Dikrun menyampaikan bahwa Perbuatan tersebut, sama saja mengindikasikan Bahraim Kasuba mempraktekan jual beli proyek dengan menggunakan kewenangan sebagai Bupati.

Pasalnya, Sejumlah proyek Tahun Anggaran 2018 dengan nilai kontrak 2,5 M dan kontraktor tersebut mendapatkan sejumlah proyek di Tahun 2018. Dan dalam dugaan Gratifikasi tentunya merupakan kejahatan salah satu jenis tindak pidana korupsi.

“Untuk itu, kami yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia Patuh Hukum Jakarta, mendesak KPK segera selidiki barang bukti berupa Mobil dan meminta KPK segera panggil dan periksa Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba,” pinta Dikrun.

Dikrun menyampaikan bahwa Indonesia yang merupakan Negara Hukum terlihat konyol.

Sebab, kata Dikrun bahwa ada Abdi Negaranya ditingkat regional menjadi brutal dalam berbagai kasus Korupsi.

“Karena perbuatan Bahrain Kasuba tersebut terlihat brutal. Pasalnya, Bupati Halsel itu menunjukan bahwa ia mengalami Krisis keteladanan dengan menggunakan kewenangannya semena-mena melakukan tindakan melawan hukum,” tandasnya.

Kordinator AMIPHJ itu juga menyampaikan bahwa Kasus Korupsi, Suap dan Gratifikasi seperti ini sudah menjadi Permainan pejabat yang bermental bobrok.

Sebelumnya, KPK telah memanggil sejumlah saksi untuk mendalami kasus dugaan suap dan Gratifikasi yang melibatkan Bupati Halsel Bahrain Kasuba, tentu KPK menjadi harapan penegakan hukum bagi rakyat Halmahera Selatan.

Dengan demikian Ungkap Dikrun, bahwa KPK yang di pimpin oleh Firli Bahuri wajib di dukung untuk menyelidiki kejahatan korupsi dengan menggunakan tri citra hukum yakni, Kepastian hukum, kemanfaatan hukum dan keadilan hukum yang bertujuan agar supermasi hukum dapat di tegakan di Negara hukum.

“Sebab, akhir-akhir ini, koruptor semakin tersistematis dan membengkak, dan Terkait dengan 3 saksi yang sudah di periksa KPK untuk mendalami kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi yang dilakukan kontraktir Berinsial D terhadap Bupati kabupaten Halmahera Bahrain Kasuba semoga ada penetapan tersangka,” harapnya.

Adapun tuntun dari Aliansi Mahasiswa Indonesia Patut Hukum Jakarta yakni:

  1. Mendesak Pimpinan KPK Firli Bahuri Segera Panggil & Periksa Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba, Dalam Dugaan Kasus Suap Gratifikasi 2,5M.
  2. Mendesak KPK Segera Selidiki Aktor Intelektual Jual Beli Proyek Di Tubuh SKPD Kab. Halmehera Selatan, Provinsi Maluku Utara
  3. Mendukung KPK Selidiki Barang Bukti Berupa Mobil, yang diduga suda di jual untuk menghilangkan barang bukti, Tangkap Dan Penjarahkan Bupati Halmahera Selatan Jika Terbukti. (Red/CN)

Usman Sidik: Dukungan PDIP Tambah Kekuatan Politik

HALSEL, CN – Kekuatan Usman Sidik di Pilkada Halmahera Selatan (Halsel) 2020 semakin bertambah setelah mendapat dukungan dari PDIP. Usman Sidik yang berpasangan dengan Hasan Ali Bassam Kasuba di Pilbup Halsel itu menyebut dukungan dari PDIP menambah kekuatan politiknya.

“Bagi saya rekomendasi ini adalah sebuah tanggung jawab dan amanah untuk bisa memenangkan kontestasi pada 9 Desember nanti. Dan kerja sama dengan PDIP tentunya akan menambah kekuatan politik untuk bisa memenangkan kontestasi ini,” ungkap Usman melalui pesan tertulisnya, Rabu (12/8/2020).

Pada Selasa (11/8) PDIP secara resmi mengusung Usman Sidik sebagai calon Bupati dan Hasan Ali Bassam Kasuba sebagai calon wakil Bupati.

Usman meyakini kerja sama dengan PDIP ini akan memberikan dampak positif untuk masyarakat Halmahera Selatan. Usman mengatakan, kerja sama politik itu demi kemajuan masyarakat.

“Saya dan Pak Bassam siap melakukan komunikasi intensif dan koordinasi dengan jajaran PDIP Halmahera Selatan untuk bisa memenangkan kontestasi di 9 Desember nanti,” Lanjutnya.

Usman juga berjanji akan berjuang untuk kepentingan masyarakat. Apalagi saat ini banyak warga terdampak karena pandemi virus Corona (COVID-19).

“Saya juga ingin menjadikan ajang pilkada tahun ini sebagai ajang gotong royong untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak pandemi COVID-19,” jelas Usman.

Usman-Bassam sudah mendapat dukungan resmi dari PKB dengan 4 Kursi, 3 Kursi dari PKS, 1 Kursi dari PSI, 2 Kursi dari Demokrat, 1 Kursi dari PAN, dan 5 Kursi dari Golkar.

Dengan tambahan dari PDIP, kekuatan Usman-Bassam semakin besar di Pilbup Halmahera Selatan. Di Halmahera Selatan, PDIP memiliki 2 Kursi di DPRD. Untuk setiap pasangan calon di Pilkada Halmahera Selatan minimal diusung koalisi Partai Politik dengan 6 Kursi. (Red/CN)