HALSEL, CN – Nasib sial di alami Abujan Abd Latif, setalah sesumbarnya di beberapa media Online dan melahirkan polemik, hingga berakhir pada pemberhentian (Skorsing) dari Genaral Menejer PT. NHM, Kini Mantan Pegawai Disnakertrans itu terancam di Polisikan.
Sekedar diKetahui bahwa Abujan diskorsing dari Managemen PT.NHM, terkait dengan pernyataan dia (Abjuan) di beberapa Media onlyne menyentil terkait dengan ‘ijazah’ sala satu bakal calon Bupati di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik.
Tak sampai pada sangsi Diskors, Celoteh Mantan Pegawai Disnakertrans Provinsi ternyata menghembuskan angin tak sedap, Senin (21/09/29) Abujan Abd Latif dilaporkan atas Kasus Tindak Pidana dan Transaksi Elektronik dengan Nomor surat tanda penerima pengaduan STPLP/119/1X/2020/Ditreskrimsus Polda Malut.
Kepda Media Cerminnusantara.co.id, Selasa (21/9/2020), Meidi Noldi Kurama Menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus pencemaran nama baik dan menyebarkan berita bohong serta ujaran kebencian pada klienya, Hi. Usman Sidik yang merupakan Calon Bupati Halsel.
“Seperti Sudah kita ketahui bersam bahwa Kasus yang Kami laporkan Pada Hari Ini, Terkait dengan Sesumbar tidak mendasar yang di lontarkan oleh Abujan Latif di beberapa Media Online, sehingga merugikan Nama Baik Klien kami yang juga Calon Bupati Halsel,” tandas Noldi.
Noldi juga berharap ada kepastian Hukum. Pasalnya, dengan adanya Kasus seperti ini, semoga memberikan efek jerah pada para pelaku yang dengan sengaja mencemarkan nama baik yang dapat merugikan orang lain.
“Kepastian Hukum itu penting, agar memberi pelajaran bagi siapa saja untuk lebih berhati-hati dalam berucap, tentunya harus ada langkah Hukum yang Pasti,” pungkas Noldi. (Red/CN)
HALSEL, CN – Khiyanat, layak di sematkan kepada 3 Oknum pegawai Inspektorat Halmahera Selatan (Halsel).
Mengapa tidak? Sikap tak patuh pemimpin di tunjukan oleh 3 pegawai Insoktorat dengan melakukan aksi palang Pintu Ruangan Kepala Inspektorat Halsel, Slamet AK.
Tidak diketahui motifnya, selain aksi pemalangan ruangan Inspektur, Slamet AK juga terdapat Tulisan di tembok depan Pintu.
“maaf Jabatan Inspektorat telah Berakhir SK Net, kami butuh pimp, Baru” tulisan dengan Cat merah.
Kepala Inspektorat Halsel, Slamat AK
Sementara itu, dari pengakuan Kepala Inspoktorat, Slamet AK bahwa yang melakukan perbuatan itu ialah 3 Oknum pegawai Inspektorat, yakni LS, IM dan AO.
“Sesuai laporan petugas saya (Satpol PP) bahwa yang melakukan hal itu 3 orang pegawai saya sendiri.” jelas Kepala Inspektorat Halsel, Slamet AK, minggu (20/9/2020).
Sementara itu kata Slamet, bahwa 3 orang itu di ketahui orang suruan Bupati Halsel, Bahrain Kasuba.
“Usai palang pintu Kantor dan tulis tembok, 3 pegawai Inspektorat mengaku kepada petugas Satpol PP Iksan Usman, bahwa perbuatan yang mereka buat adalah perintah Bupati, Istri Kedua Bupati dan Sekda Halsel,” tandas Slamet.
Sementata kata Slamet AK, kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Halsel dengan laporan terkait pengerusakan Fasilitas Negara.
“Iya, saya sudah laporkan ke Polres Halsel, saya lapor ke Polres karena telah merusak Fasilitas Negara,” ungkapnya.
Slamet Juga menyampaikan bahwa Kasus ini sedang berjan dan tinggal menunggu hasil kelanjutanya.
“Kasus ini telah ditangani Polres Halsel,” terangnya.
Saat di konfirmasi Media Cerminnusantara.co.id, Senin (21/9) Sekda Halsel, Helmi Surya Botutihe membantahnya dan mengatakan bahwa itu sama sekali tidak Benar.
“Terkait dengan pemalangan ruangan kepala inspektirat, bahwa ada pengakauan dari 3 orang di suruh oleh bupati dan Sekda itu tidak benar, ” ucap Helmi. (Red/CN)
HALSEL, CN – Di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) digegerkan dengan adanya tindakan dari ke 3 Oknum Staf Pimpinan Inspektur melakukan Pemalangan Kantor Inspektorat Halsel Provinsi Maluku Utara (Malut), pada Minggu malam, (20/9/2020) sekira Pukul 11:00 WIT.
Terjadinya Pemalangan Kantor tersebut tanpa sepengetahuan dari Kepala Inspektorat Halsel, Slamat AK. Bahkan Slamat menilai tindakan yang di buat-buat itu sama halnya dengan premanisme.
Usai melalukan pelaporan di Polres Halsel atas Pemalangan kantor sehingga merusak Aset Negara. Kepada sejumlah awak Media, Senin (21/9/2020), Kepala Inspektorat Halsel, Slamat AK mengaku bahwa dirinya mengetahui kejadian tersebut melalui salah satu Satpol PP, Usman Iksan yang lagi melaksanakan piket malam di Kantor Inspektorat Halsel. Itupun kata Slamet, di saat itu, ia mengetahui bahwa adanya terjadi Pemalangan di Kantor Inspektorat pasca Kantor sudah di palang.
“Jadi saya dapat laporan itu sudah Jam stengah 12 malam dari Satpol PP yang piket malam di Inspektorat bahwa ada terjadi Pemalangan di Kantor. Jadi yang masuk melakukan Pemalangan Kantor itu ada 3 orang dan semuanya itu Staf Kantor saya sendiri,” ungkapnya.
Slamat menjelaskan, Satpol PP yang berjaga malam itu mendengar ada ketukan pintu di Kantor dan tak lama kemudian, kata Slamat bahwa Satpol PP tiba-tiba mencium dengan adanya bau Cat. Oleh sebab itu, Satpol PP langsung menghampiri ke 3 Staf Inspektur itu ternyata Pintu di ruangan Inspektorat sudah di palang dan menulis di dinding yang bertuliskan “Maaf Jabatan Inspektorat telah Berakhir SK. Net Kami Butuh Pimp Baru”. Tulisan berwarna merah dari ke 3 Staf Inspektorat di dinding samping pintu ruangan yang di palang.
“Karena Satpol PP tiba-tiba mencium adanya bau Cat langsung Satpol PP mengampiri ke 3 Staf saya ini dan bertanya kepada mereka dan mereka mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu sepengetahuan Sekda, Sepengetahuan Bupati, dan sepengetahuan Istri Bupati,” jelasnya.
Dari ke 3 Staf yang melakukan Pemalangan Kantor itu, berinsial UJ, selaku Inspektur Pembantu, IM selaku Inspektur Pembantu dan AB selaku Staf Kantor.
“Jadi yang saya buat laporan ini terkait dengan pengerusakan Fasilitas Negara karena itu menyangkut dengan Aset Negara karena pintu yang di rusak itu dikatakan seolah-olah di jebol,” Aku Slamat.
Meski begitu, Slamet mengatakan, walaupun dengan adanya pengakuan yang dilontarkan dari ke 3 Staf-Nya itu tehadap Satpol PP bahwa yang mereka lakukan Pemalangan Kantor Inspektorat tersebut atas sepengetahuan dari Bupati Bahrain, dan istri keduanya, Nulailela Muhamad serta Sekda Halsel, Helmi Surya Botutihe. Slamat mengaku masih meragukan pengakuan dari ke 3 Stafnya itu.
“Saya merasa enggak mungkin sekali hal semacam ini yang dilakukan itu sepengetahuan dari Bupati bersama Istri Bupati dan Sekda Halsel, jadi Alhamdulillah saya sendiri sampai saat ini masih prasangka baik kepada Pak Bupati, istri Bupati dan Pak Sekda Halsel, maka biarkan saja proses hukum yang membuktikan semua ini,” kata Slamat dengan nada suara yang lembut.
Kepala Inspektorat Halsel, Slamat AK
Pada hal, kata Slamet, persoalan masa berakhir jabatannya sudah tak lama lagi, jadi seharunya tak perlu ambil langkah seperti ini. Bahkan ia menilai langkah yang di buat-buat seperti itu sama halnya dengan tindakan premanisme.
“Pada hal kita inikan konstitusional, jadi seharusnya melakukan segala sesuatu itu yang harus profesional lah. Pada intinya setiap perbuatan pasti ada alasannya, jadi biarkan saja Hukum yang menjawab masalah ini,” sesalnya.
Ia juga membeberkan, sebelumya terjadi perdebatan di salah satu Groub WhatsApp Pimpinan SKPD Halsel terkait dengan BUMDes Labuha. Bahkan Slamat sendiri dikeluarkan Admin Groub dari Groub Pimpinan SKPD.
Terkait dengan pengakuan dari ke 3 Staf Inspektur yang melakukan Pemalangan Kantor diduga melibatkan Bupati Halsel, Bahrain Kasuba dan Istri Bupati, Nurlaila Muhamad serta Sekda Halsel, Helmi Surya Botutihe. Wartawan masih dalam berusaha konfirmasi.
Hingga berita ini Publish, Polisi masih dalam melakukan pemeriksaan terhadap Satpol PP, Usman Iksan. (Red/CN)
HALSEL, CN – Calon Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) periode 2020-2025, Hasan Ali Bassam Kasuba menghadiri Kegiatan pertemuan Majelis Ta’lim yang dilaksanakan di Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut), Minggu (20/9/2020) dalam rangka untuk bersilaturahmi dengan masyarakat di Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halsel.
Mengingat di Tahun 2020 ini, di Kabupaten Halsel diperhadapkan terkait dengan momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Oleh sebab itu, Hasan Ali Bassam Kasuba dalam kesempatan itu, ia meminta maaf kepada masyarakat bahwa kedatangannya itu bukan karena kepentingan Politik, melainkan pada malam hari ini (Malam Senin), ia hadir hanya sekedar saling Silaturahmi bersama Majelis Ta’lim pada khususnya dan pada umumnya masyarakat yang ada di Desa Mandaong.
“Menyangkut soal kehadiran kami disini, sudah pastinya di pandang terkait dengan Politik dan itu sudah pasti, tapi kita sendiri juga tidak bisa pungkiri karena di Tahun ini (2020) ada momentum Pilkada, jadi harus dimaklumi semua ini,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam kesempatan itu Awin selaku Ketua Majelis Ta’lim Desa Mandaong kepada media ini, mengaku bahwa ia bersama Ibu-ibu Majelis Ta’lim merasa bangga ketika Calon Wakil Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba meluangkan waktu untuk bersilaturahmi bersama para Ibu-ibu Majelis Ta’lim Desa Mandaong.
“Kami dari Majelis Ta’lim Desa Mandaong sangat bangga pada malam Senin ini, Pak Bassam Kasuba meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan pertemuan ini serta silaturahmi bersama Ibu-ibu Majelis Ta’lim di Desa Mandaong ini,” akunya. Sembari mengucapkan terimakasih kepada Bassam Kasuba yang sudah ikut hadir dalam kegiatan pertemuan Ibu-ibu Majelis Ta’lim tersebut.
“kami ucapkan Terimakasih banyak kepada pak Bassam karena sudah mengakhiri kegiatan pertemuan Ibu-ibu Majelis Ta’lim pada malam hari ini,” ucapnya mengakhiri. (Red/CN)
HALSEL, CN – Diduga 600 jutah lebih Anggaran Dana Desa (ADD) fiktif. Kamis, (17/09/2020) Kepala Desa Baru, Kec. Obi, Kab. Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut). Di demo oleh Kesatuan Aksi Masyarakat Desa Baru (KAMDB).
Aksi demo KAMDB ini merupakan tuntutan Masyarakat, yang menginginkan adanya perubahan desa ke arah yang lebih baik, agar menjadi suatu keniscayaan. Karena melihat situasi dan kondisi Desa sekarang ini tidak ada perkembangan sama sekali, maka harapan dan impian masyarakat adalah perubahan. Karena sudah menjadi cita-cita yang di jadikan sia-sia oleh Kades.
Apalagi ditambah pemerintahan Desa yang terkesan tertutup alias tidak transparan, begitupun kantor desa tidak difungsikan oleh kepala desa dengan semestinya, serta tidak adanya transparansi penggunaan anggaran pembangunan di Desa dan masi banyak masalah-masalah yang terkesan diabaikan oleh Kepala Desa.
Melihat kondisi ini kesatuan Aksi Masyarakat Desa Baru (KAMDB) Kec. Obi, melakukan aksi bersama masyarakat desa baru di depan Kantor Camat Kecamatan Obi meminta agar camat Abu Karim La Tara agar segera mengadili Kades Desa Baru Munir Hi. Halek yang telah penyalahgunaan Dana Desa.
Saat berorasi Erwin salah satu orator KAMDB menyampaikan “camat selaku koordinator wilayah di kecamatan Obi ini sudah tentu dan pasti tau perbuatan yang di lakukan Munir Hi. Halek Kepala Desa Baru adalah perbuatan yang salah karena telah menyalahgunakan anggaran dana desa dari tahun 2017-2019 dalam pembangunan desa baru karena diduga pekerjaan Fisik maupun non fisik banyak pekerjaan yang fiktif untuk itu pak camat harus mengadili Kades tersebut” ungkapnya
Menurut Erwin “berdasarkan pengkajian KAMDB bahwa anggaran 2017 sebesar Rp. 300 jutah lebih fiktif dalam pembanguan Fisik dan Non Fisik, begitu juga anggaran tahun 2018 sebesar Rp. 1 M lebih dalam pembanguan fisik dan non fisik terdapat anggaran fiktif, dan anggaran di tahun 2019 sebesar Rp. 1 M lebih jauh fiktif. Jadi anggaran yang di perkiraan fiktif dari 2017-2019 dengan jumlah total berkisar kurang Rp. 600 jutah” jelasnya
Erwin juga meminta kepada Camat Abu Karim Latara “bahwa ada beberapa masalah yang sangat bertentangan dengan aturan Undang-undang Desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Baru yaitu; Pertama Kepala Desa Baru dalam pelaksanaan pemerintahan desa terkesan dilaksanakan secara tertutup, tidak melibatkan BPD dan masyarakat sehingga menimbulkan kegaduhan pada kehidupan bermasyarakat di Desa Baru. Kedua pengelolaan Dana Desa terindikasi disalahgunakan karena program pembangunan tidak sesuai dengan realita yang ada di lapangan”
“Ketiga didalam pengelolaan Dana PMDH dari pihak ketiga tidak jelas penggunaannya. Sehingga dengan ini kami Kesatuan Aksi Masyarakat Desa Baru (KAMDB) menyatakan sikap sebagai berikut : 1. Pelarangan pengambilan pasir dan pembuangan sampah sembarangan di ujung pantai Desa Baru. 2. Perbaikan jalan masyarakat yang rusak arah Tabuji akibat mobil Dump Truck (alat berat) yang beraktifitas dijalan tersebut. 3. Menuntut Kepala Desa Baru agar segera turun dari jabatannya dan mempertanggungjawabkan Anggaran Dana Desa yang diduga telah disalahgunakan sehingga merugikan masyarakat Desa Baru. 4. Meminta kepada pihak Kepolisian agar segera melindaklanjuti indikasi penyalahgunaan Anggaran Dana Desa Baru tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019 yang merugikan masyarakat Desa Baru” tutur Erwin
Sedang Camat Abu Karim La Tara saat menyampaikan pendapat di depan masa aksi beliau mengatakan bahwa “selama ini kepala desa mengelola anggaran dana desa tidak pernah transparansi kepada masyarakat desa baru serta melakukan penyusunan program-program di desa tidak pernah melakukan musyawarah dengan BPD dan masyarakat di desa” kata Abu Karim
“olehnya itu saya selaku camat Obi bahwa tuntutan yang bapak/ibu sampaikan hari ini saya akan full up serta tuntutan ini saya akan sampaikan ke Pimpinan Daerah untuk menindaklanjutinya karena hal ini adalah hak bapak/ibu semua” tutur Abu Karim
Kepada awak media koordinator aksi Abdon kepada wartawan cerminnusantara.co.id dia menyampaikan “jika aksi tuntutan hari ini tidak di tindaklanjuti oleh Camat dan Pemerintah Daerah maka kami akan lumpuhkan aktifitas pemerintah desa, dan akan membawa masa yang lebih banyak dari Obi menuju bacan dan melakukan aksi bersama mahasiswa di kantor instansi terkait dan Pemerintah Daerah” tegasnya. (Red/CN)
HALSEL, CN – Calon Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halse), Hasan Ali Bassam Kasuba kembali melakukan silaturr’ahim “Tatap Muka” bersama Mejelis Ta’lim. Kegiatan tersebut bertempat dikediaman Ayah Handanya, Muhammad Kasuba di Desa Babang Kecematan Bacan Timur, Minggu, (20/9/2020).
Acara tatap muka yang dibuka oleh anggota DPRD Halsel Fraksi PKS, Salma Samad itu berjalan lancar dan aman. Salma menyampaikan bahwa pada umumnya silaturrahim dan tatap muka bersama dengan Majelis Ta’alim itu, ia tak menyangka ternyata yang hadir dalam kegiatan tersebut melibihi dari yang di inginkan.
“Alhamdulillah kita tidak sangka-sangka ramai begini ya.! padahal kita bersilaturrahim dengan Majelis Ta’lim, tetapi yang berkumpul melebihi dari yang kita inginkan,” ujarnya.
Setelah acara dibuka oleh Salma Samad, disela-sela itu juga memberikan kesempatan kepada Bassam Kasuba untuk berterimah kasih kepada ibu-ibu Majelas Ta’alim yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk bersilaturrahim.
“Pertama-tama saya ucapkan banyak terimah kasih kepada ibu-ibu yang sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk bersilaturrahmi dalam rangka memeperkenalkan diri saya. Mudah-mudahan pertemuan pertama kali ini, dan kedepan inysa Allah lebih baik,” ujarnnya. (Red/CN)