Ketua Relawan Jokowi Center Nias Utara Bakal Surati Presiden Soal Nasib AKNIRA

Nias Utara, Sumut, CN – Mahasiswa AKNIRA yang ada di Kabupaten Nias Utara terkesan diterlantarkan dengan ketidak pastian tentang nasib mereka, Ketua Relawan Jokowi Centre Nias Utara akan Surati Presiden melaporkan Nasib Mahasiswa AKNIRA, Selasa (29/9/2020).

Edward Lahagu selaku Ketua Relawan Jokowi Centre Kabupaten Nias Utara menyatakan, Pemerintah Nias Utara wajib memperjuangkan nasib Mahasiswa AKNIRA bukan memberikan mereka ketidak pastian.

“Saya melihat Pemerintah Nias Utara tidak serius menanggapi persoalan mahasiswa AKNIRA, buktinya sampai saat biaya operasional dari Pemerintah Nias Utara tidak dan saya menduga kuat anggarannya tidak ada lagi,” beber Edward Lahagu.

Lanjutnya, mereka tidak butuh bapak berfoto-foto sama Rektor Usu, mereka butuh kepastian diatas kertas putih jika pemerintah nias utara serius pikirkan nasib Mahasiswa AKNIRA.

“Ingat, jika pemerintah Nias utara dalam minggu ini tidak memberikan kepastian tentang nasib AKNIRA, Maka saya akan surati presiden jokowi dodo tentang persoalan ini,” ucap Ketua Relawan Jokowi Centre Kabupaten Nias Utara dengan tegas.

Diwaktu yang berbeda salah satu mahasiswa AKNIRA Josua Iman setiawan Hulu menyatakan kepada awak media, “Kasihanilah kami mahasiswa AKNIRA , bagaimana nasib kami, bantu kami pak Presiden, agar kami bisa tetap kuliah dan wisuda Tahun ini,” keluh Josua salah satu mahasiswa AKNIRA. (APL CN)

Usman Sidik Akui 10 Desa di Guraici Layak Dimekarkan Jadi Kecamatan

HALSEL, CN – Pemekaran Kepulauan Guraici menjadi proritas utama ketika Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut dua H. Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Periode 2020-2025.

Pemekaran Kecamatan Kepulauan Guraici akan menjadi proritas utama di mekarkan menjadi satu Kecamatan untuk melepaskan diri dari Kecamatan Kayoa Induk karena layak dan nemenuhi syarat. Hal ini diungkapkan calon Bupati Halsel H. Usman Sidik saat menggelar kampanye perdana di pesisir Kepulauan Guraici Ahad, (27/9/2020).

“Kepulauan Guraici terdiri dari 10 Desa. Diantaranya: Desa Ligua, Kida, Talimau, Lelei, Buli, Dorolamo, Gunange, Gahi, Siko dan Laigoma. dari 10 Desa ini memiliki Sumber Daya Alam (SDA) dari sektor perikanan sangat besar, serta memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, sehingga layak di mekarkan sebagai satu Kecamatan yang akan melepaskan diri dari Kecamatan Kayoa Induk,” tandas Cabup H.Usman dalam orasi politiknya.

Selain memiliki SDA dari sektor perikanan dan SDM yang baik. Cabup H.Usman Sidik dalam orasi politiknya menuturkan, Kepulauan Guraici juga memiliki rentang kedali antar Desa dan Kecamatan lumayan jauh, sehingga dirinya berkeinginan ketika ia terpilih. Maka Kepulauan Guraici menjadi proritas untuk di mekarkan sebagai Kecamatan.

“Pengembangan SDA disektor perikanan dan pengembang SDM dari sektor pendidikan, sehingga Kepulauan Guraici ketika di mekarkan menjadi Kecamatan yang mandiri, agar masyarakat dapat sejahtera, apalagi Kepulauan Guraici merupakan salatu Icon wisata yang di bangun oleh mantan Gubernur dua periode ayahanda Taib Armaiyn,” terang H.Usman Sidik.

Diketahui, Calon Bupati H Usman Sidik didampingi, Wakil Ketua DPRD, Muslim H. Rakib, Anggota DPRD Fraksi Golkar Gufran Mahmud, Anggota DPRD PSI Lubis I Noh, Anggota DPRD Ketua Fraksi PKB, Anggota DPRD, Bunyamin Daud Ketua DPC PDI-P, Anggota DPRD Sekretaris Fraksi PKB Junaidi Abusama itu, Menghimbau kepada masyarakat agar taat pada Protokol Kesehatan untuk menghindari Penyebaran Covid 19. (Red/CN)

Paslon Usman-Bassam Optimis Raih Suara Terbanyak di Halsel

HALSEL, CN – Mematuhi protokol kesehatan era Covid-19, kampanye Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan (Halsel) berjalan Khidmat dan Meriah.

Kampanye Pasangan Calon Nomor Urut 2 “Usman-Bassam” berlangsung di beberapa Desa di Kecamatan Gane Timur. Diantaranya Desa Kesayangan, Desa Tobaru, Desa KotaLow dan Desa Foya, Pada Senin (28/9/2020) dini hari.

Turut hadir dalam Kegiatan Kampanye Paslon Nomor Urut 2 tersebut, Calon Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba, Ketua DPD PAN Halsel Mansur Abd Fatah, Anggota DPRD Fraksi PKB Alwan K Bode, Anggota DPRD Fraksi PKS Humein Kiat, Tokoh Muda Togale Regionaldo Dogowin.

Mansur Abdul Fatah yang juga Ketua DPD PAN Halsel, mewakili Partai Politik mengatakan, pasangan Usman Bassam didukung 9 Partai Politik yang memiliki jumlah terbanyak di parlemen yakni 21 Kursi, sudah pasti suara terbanyak di DPRD Halsel menjadi harapan kemenangan di 9 Desember mendatang.

“Dengan tag line “Senyum” dan di usung 9 Partai Politik kami berkeyakinan Usman-Bassam akan meraih suara terbanyak di Pilkada Halmahera Selatan,” ucap Mansur.

Mansur Abdul Fatah juga mengajak Kepada Masyarakat 4 Desa di Kecamatan Gane Timur Untuk sama-sama mendukung Pasangan Calon Usman sidik dan Ali Bassam Kasuba sebagai Bupati dan wakil Bupati untuk 5 Tahun kedepan.

“Pasangan Muda (Usman-Bassam) memiliki Jaringan Nasional yang dapat menghantarakan Halmahera Selatan lebih Baik kedepan, maka jangan salah pilih,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dalam sambutanya di beberapa Desa di Kecamatan Gane Timur, ia menyampaikan bahwa dirinya bersama Cabup Usman Sidik akan mengembalikan senyum Halmahera Selatan.

“Dengan bermodalkan jaringan Nasional, saya dan Pak Usman akan datangkan Investor di Halmahera Selatan untuk bersama-sama membangun industri demi kemajuan ekonomi dan kesehjatraan masyarakat Halmahera Selatan,” terangnya.

Selain itu. Kata Bassam, mengapa Pasangan Calon Nomor Urut 2 menciptakan Jargon “Kembalikan Senyum Halmahera selatan” ? Karena sudah hampir 5 Tahun masyarakat Halmahera Selatan tak lagi merasakan Pendidikan Gratis, Kesehatan Gratis dan Bantuan Rumah Ibadah.

“Ketika terpilih, Saya dan Pak Usman akan meneruskan Program yang pernah di jalankan Ayah saya (Muhamad Kasuba) yang hampir 5 Tahun tak pernah di rasakan masyarakat dibawah kepemimpinan Bahrain,” jelasnya.

Lanjut Bassam, apa lagi Pendidikan saat ini mahal, di tambah lagi kehidupan masyarakat yang semakin terhempit dengan adanya Wabah Covid, sedangkan mayoritas pekerjaan masyarakat di daratan Gane sebagai petani kelapa, yang saat ini Harga Kopra sedang mengalami anjlok.

“Maka untuk mentuntaskan anjloknya harga Kopra, saya dan Pak Usman berencana datangkan Investor untuk kelola hasil kelapa masyarakat Halmahera selatan, bukan hanya daginnya yang diolah menjadi Kopra, tapi juga Batok kelapa dan sabuk yang nanti juga memiliki nilai ekonomi,” terang Bassam.

Anak mantan Bupati 2 periode itu juga berjanji, akan meningkatkan kesehjatran masyarakat di Halsel, jika dirinya (Bassam Kassuba) dan Cabup Usman Sidik terpIih memimpin Halsel 5 tahun kedepan.

“Dengan bermodal kemampuan dan jaringan Nasional, Insya Allah jika di percayakan, saya dan pak Cabup Usman Sidik akan menuntaskan masalah di Halmahera Selatan,” tutupnya. (Red/CN)

Penuhi Ketersediaan Bahan, Kapolsek Rundeng Siapkan 1.500 Bibit Aren

Subulussalam, CN – Minimnya pasokan pohon Aren untuk menjadi bahan dasar pembuatan gula aren atau nira membuat Kapolsek Rundeng Iptu Abdul Malik, SH., putar pikiran untuk memenuhi bahan pokok tersebut.

Untuk memenuhi keterbatasan tersebut, Kapolsek Rundeng Iptu Abdul Malik, SH., membulatkan tekad akan menanam pohon aren seluas 2 hektar dengan menyiapkan bibit aren sekitar 1.500 bibit.

“Ya, hanya dapat 3 hingga 5 pohon aren untuk membuat gula aren dengan hasil yang tidak begitu memuaskan. Makanya saya berencana untuk memenuhi ketersediaan bahan dasar dengan menyemai bibit aren,” kata Kapolsek Rundeng Iptu Abdul Malik, SH., dibincangi wartawan ini, Minggu (28/9/2020).

Menurut Kapolsek, dirinya berusaha untuk terus mengembangkan usaha gula aren yang berasal dari batang pola.

Saat ini, dirinya telah mempersiapkan pembibitan pohon aren sebanyak 1.500 bibit. Sementara cara menanamnya sangatlah mudah, sama seperti menanam pohon pinang.

Namun, untuk masa tanam hingga panen harus menunggu selama 6-7 tahun. Setelah itu baru bisa diolah.

Kapolsek juga mengajak kepada masyarakat, khususnya Kota Subulussalam untuk memberanikan diri membudidayakan pohon aren, termasuk mengolah pohon aren menjadi gula aren.

Dengan begitu, dirinya optimistis jika usaha pembuatan gula aren ini ditekuni akan memberikan value added atau nilai tambah ataupun passive income.

“Usaha pembuatan gula aren sangat menjanjikan dan menambah pendapatan. Tapi harus fokus dan ditekuni sungguh-sungguh,” terangnya. (Mha CN)

Datangi DPRD Sukabumi, HMI Tuntut Tegakan Perda dan Izin Pembangunan Sempadan Pantai

Sukabumi, CN – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) seWilayah kerja Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, untuk menyuarakan aspirasinya.

Kedatangan mahasiswa tersebut diterima anggota Komisi I yang juga sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, Usep Wawan.

Koordinator Lapangan HMI, Hadad Abdullah mengatakan, kedatangannya bersama rekan-rekan untuk menyuarakan aspirasi. Dimana menurutnya, akhir-akhir ini semakin banyaknya bangunan fisik dan sarana prasarana pendukung pariwisata ataupun non wisata yang dibangun disepanjang tepi Pantai Palabuhanratu yang rata-rata bersifat permanen.

“Hari ini kita melakukan audiensi untuk menuntut penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan izin terkait pembangunan sempadan pantai tersebut,” ujar Hadad, kepada awak media, usai audiensi, Senin (28/9/2020).

Ia pun menyampaikan, bahwa banyaknya bangunan di sempadan pantai sudah tidak mengindahkan dan bahkan telah melanggar Perda Nomor 22 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tahun 2012-2023 Pasal 1 ayat 48-49.

“Didalam aturan tersebut sudah jelas, bahwa sempadan pantai merupakan daratan sepanjang tepian yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai. Minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah barat,” terangnya.

Dalam pasal 49 menyatakan, sambung Hadad, Garis Sempadan Pantai (GSP) harusnya kawasan sepanjang pantai mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi pantai.

“Seharusnya perlindungan terhadap sempadan pantai dilakukan untuk melindungi wilayah pantai dari kegiatan yang mengganggu kelestarian fungsi pantai, bukan malah merusak. Kami menduga adanya pemberian izin yang tidak sesuai dengan RT RW dan ketidak tegasan pihak Satpol PP dalam penegakan Perda diatas,” imbuhnya.

Dengan begitu, dirinya berharap DPRD Kabupaten Sukabumi dapat meninjau kinerja dinas-dinas terkait untuk menyikapi pendirian bangunan di sempadan pantai tersebut.

“Yang tidak kalah penting, kami berharap Dinas Perijinan untuk segera mencabut IMB yabg tidak sesuai RTRW. Dan mendesak Satpol PP dengan tegas untuk menegakan Perda yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (Novita CN)

Sebut Penyelenggara Tidak Profesional, Bupati Bahrain Dinilai “Gagal” Paham

HALSEL, CN – Pilkada Tahun 2020 memang sangat mengundang perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Dimana, seperti kita ketahui bersama bahwa sempat ditundanya semua Tahapan Pilkada karena pandemic Covid-19 yang mewabah semenjak awal Tahun 2020 sampai dengan sekarang.

Pemerintah Pusat juga telah mengambil langkah-langkah taktis untuk menjaga serta menetapkan aturan demi melindungi masyarakat Indonesia dari bahaya Pandemi Covid-19, alhasil pandemic covid-19 mulai menunjukan penurunan angka kematian dibandingkn awal mula pandemic ini muncul kali pertama di Indonesia.


Dengan sempat tertundanya Tahapan Pilkada kemarin dan melalui Pemerintah Pusat yang berkerja sama dengan lembaga-lembaga terkait, akhirnya Pilkada Tahun 2020 ini, tetap dilaksanakan dengan memakai protocol kesehatan covid-19 dan berbagai macam aturan yang telah ditetapkan oleh Presiden dan KPU RI sehingga Pilkada akan tetap berlangsung pada Tanggal 9 Desember 2020.


Dengan akan berlangsungnya Pilkada 9 Desember 2020 ini, banyak Kepala Daerah Incumbent yang gagal maju pada Pilkada Tahun ini. Sebut saja Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Halsel) yakni Incumbent Bupati Bahrain Kasuba yang gagal mendaftarkan diri menjadi calon peserta Pilkada oleh karena kurang dukungan dari Partai Politik.


Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halsel telah menetapkan Dua Calon Peserta Pilkada yakni Helmi Umar Muchsin bersama La Arfan kemudian H. Usman Sidik bersama Hassan Ali Bassam Kasuba, Namun polemic yang terjadi baru-baru ini. Dimana, beredar video singkat di media social yang berdurasi 8 menit 20 detik, diduga Bupati Halsel, Bahrain Kasuba mengeluarkan pernyataan: “para penyelenggara yang bekerja yang tidak professional, dong so ambe banya ka dong so ambe sadiki, karena saya punya talalu sadiki” .

Maka dari itu, menurut Ketua Bapilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Halsel, La Jamra Hi. Zakaria, SH menegaskan, sebagai Kepala Daerah, Bupati Bahrain seharusnya menjaga dan mampu menjadi contoh yang baik kalau kemudian belum berkesempatan maju dalam pertarungan Pilkada Tahun ini.

Jika kemudian sebagai orang nomor satu di Halsel itu, tidak mampu menjaga situasi yang kondusif. Kata La Jamra, sebagai Kepala Daerah wajib untuk menjaga dan mengawal proses tahapan Pilkada sampai dengan selesai dan harus mendukung Pilkada damai. Namun apa yang dilontarkan Bupati dalam video singkat tersebut, sangat tidak menunjukan sebagai seorang pemimpin yang baik.

“Saya selaku Ketua Bapilu PDI Perjuangan Halmahera Selatan, mendukung penuh Penyelenggara yakni KPU Halmahera Selatan yang telah menjalankan tugas sesuai dengan amanat Undang-Undang,” tegasnya.

La Jamra juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Halsel untuk tetap mendukung KPU Halsel dalam menjalankan tupoksinya sebaik mungkin.

“Saya juga mengajak masyarakat Halmahera Selatan untuk tetap mendukung KPU Halsel dalam mejalankan tupoksinya sebaik mungkin. Dan saya meminta agar masyarakat selalu waspada dengan covid-19, selalu memakai masker dan selalu jaga jarak karena bahaya covid 19 belum berakhir dan masih menghantui kita,” imbuhnya. (Red/CN)